Home Blog Page 13300

Polda Sumut Gelar Upacara dan Syukuran HUT Bhayangkara ke-66 Tahun

PERIKSA: Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, SH sedang berjalan memeriksa barisan upacara di upacara HUT Bhayangkara ke-66 tahun.
PERIKSA: Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, SH sedang berjalan memeriksa barisan upacara di upacara HUT Bhayangkara ke-66 tahun.

Dalam memperingati HUT Bhayangkara yang jatuh pada Minggu, 1 Juli 2012, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, SH berserta jajarannya menggelar upacara dan syukuran di markas besar Polda Sumatera Utara. 

Pada pidatonya, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, SH terlebih dahulu mengucapkan ‘Selamat Memperingati Hari Bhayangkara ke-66  tahun 2012’ kepada seluruh anggota dan keluarga besar kepolisian. Selain itu Kapoldasu tak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan setingi-tingginya atas pengabdian personilnya dalam melaksanakan tugas.

Dikatakan Kapoldasu, dalam kurun waktu 66 tahun ini, Polri dihadapkan berbagai tantangan. Tapi tantangan tersebut justru akan memperkaya dan memperkuat nilai-nilai kejuangan.  “Berbagai tantangan itu justru menjadikan Polri lebih tegar dan matang dalam mengemban tugas,” kata Wisjnu.

Dilanjutkan Wisjnu, berbagai prestasi dan pencapaian kinerja Polri saat ini telah mendapat apresiasi. Di antaranya, keberhasilan mengungkap kasus terorisme, pemberantasan narkoba dan lainnya. “Tapi harus kita akui bahwa masih ada kelemahan dan kekurangan dalam membangun kepercayaan masyarakat (Trust Building),” papar Wisjnu.

Oleh karena itu, kata Wisjnu, peringatan Hari Bhayangkara tahun ini hendaknya dapat dijadikan momentum untuk melakukan intropeksi diri agar semakin meneguhkan ikrar dan tekad untuk melangkah tegar dan optimis dalam menghadapi tantangan dan meningkatkan kinerja Polri.

DipaparkanWisjnu, melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-66 melalui tema Pelayanan Prima, Anti KKN, Anti Kekerasan, Memantapkan Kamdagri dan Supremasi Hukum Guna Mendukung Pembangunan Nasional, maka Polri akan semakin kuat. “Tema ini merupakan representasi dari  tekad dan semangat Polri yang saat ini terus melakukan reformasi internal melalui program revitalisasi yang strategis untuk mewujudkan Polri yang semakin reformis dan humanis. Sekaligus mewujudkan tahun 2012 sebagai tahun peningkatan kinerja dan prestasi Polri,” pungkasnya.

Usai menggelar upacara di Lapangan KS Tubun, acara perayaan HUT Bhayangkara ke-66 ini dilanjutkan dengan sarapan bersama di Aula Kamtibmas Poldasu. Dihibur iringan musik bernuasa pop dan dangdut, Kapoldasu dan sejumlah pejabat utama Poldasu berjoged bersama. Kapoldasu juga sempat menyumbangkan satu buah lagu kesayangannya berjudul Kehilangan, yang dipopulerkan oleh Firman, kemudian disambut tepuk tangan dari tamu undangan.

Selain pejabat utama Poldasu, acara perayaan HUT Bhayangkara ke-66 tahun di lapangan KS Tubun itu juga dihadiri pejabat pemerintahan. Di antaranya, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Pangdam I Bukit Barisan, Kajati Sumut, Ketua Pengadilan Tinggi, Danlantamal I Belawan, Pangkosek Lahudnas III, Konsul Jendral, Ketua DPRD Sumut, Anggota DPRD RI, Rektor Perguruan Tinggi di Medan, Purnawirawan, Warakauri, Kaposbin,  Direktur BUMN, instansi pemerintahan, pimpinan bank, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya. (*)

Jemput Uang, Kecelakaan

MEDAN-Arif Fadilah (15), warga Jalan Asahan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, terpaksa harus dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Medan, setelah mengalami kecelakaan lalulintas ketika hendak menjemput uang di Medan Labuhan, Sabtu (30/6) sekitarn pukul 22.30 WIB.

Keterangan ayah korban, Anto (53) ketika di ruang VIII Kelas III RSU dr Pirngadi Medan, Minggu (1/7)  mengatakan, peristiwa kecelakaan yang dialami anaknya tak lama setelah anaknya kembali dari Carefour. Anak bungsu dari enam orang bersaudara itu mendapatkan telepon dari abangnya agar datang ke rumahnya di Medan Labuhan untuk menjemput duit yang akan diberikan kepada orangtuanya.

“Dia disuruh abangnya jemput duit di Medan Labuhan, tapi dia ngaku badannya lagi capek. Tapi dia tetap juga pergi ke sana,”ucapnya.
Akibatnya, ABG yang baru saja lulus dari bangku SMP mengalami kecelakaan di Belawan Merah.

Ssepeda motor Honda Kharisma yang dikendarai oleh Arif bertabrakan dengan sepasang muda-mudi  mengendarai sepeda motor Yamaha Mio.
Tabrakan tersebut langsung membuat suasana di TKP menjadi heboh. Selanjutnya warga yang melihat ketiga korban mengalami luka serius langsung dilarikan ke RS Angkatan Laut Belawan. Namun ketika di rumah sakit tersebut, Arif sempat muntah darah. Melihat kondisinya parah Arif selanjutnya dirujuk ke RSU dr Pirngadi, Minggu (1/7) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Setibanya korban di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut dia langsung dilarikan ke ruang IGD, guna mendapatkan perawatan intensif. Arif pun harus melewati proses scaning di kepalanya untuk mengetahui seberapa jauh efek benturan yang terjadi akibat tabrakan tersebut.
Sedangkan sepasang muda-mudi yang menjadi lawan korban tabrakan juga sedang dalam perawatan di RSU dr Pirngadi Medan.
“Kabarnya mereka juga dirawat di sini, tapi kami belum tahu, soalnya nggak ada ketemu,” ucap Anto. (uma)

Entaskan Kemiskinan di Sumut, Gus Irawan Pede Targetkan Tiga Tahun

MEDAN-Bakal calon (balon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gus Irawan Pasaribu, cukup pede (percaya diri) menargetkan waktu tiga tahun untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Sumatera Utara (Sumut), jika dirinya terpilih sebagai Gubsu.

Salah satu sektor yang bisa menunjang dan merealisasikan upaya itu, menurutnya, adalah pemanfaatan dan pemaksimalan atas dana-dana bantuan sosial (Bansos), yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut, bagi masyarakat kurang mampu melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Skema ini pernah saya lakukan dalam dunia perbankan yang saya jalani selama 22 tahun terakhir. Karena itu, jika nantinya saya dipercaya menjadi gubsu, saya yakin mengurangi angka kemiskinan bukanlah hal yang sulit jika memang ada kemauan dan perencanaan yang baik,” kata Gus Irawan, seusai mengikuti fit and proper test Cagubsu, di Kantor Sekretariat DPD I PDI Perjuangan Sumut, Jalan Hayam Wuruk Medan, akhir pekan lalu.

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut ini menjelaskan, kalkulasi tersebut dengan memberikan porsi 20 persen lebih dari dana Bansos untuk masyarakat miskin.

Dijelaskannya, jika dana Bansos sebesar Rp900 miliar per  tahun, maka Rp200 miliar di antaranya akan dialokasikan untuk masyarakat miskin. Dengan memberikannya pada masyarakat kurang mampu sebanyak Rp200 miliar —masing-masing Rp1 juta— melalui skema pinjaman bergulir, maka setiap tahun, ada 600 ribu orang masyarakat miskin yang naik tingkat. Selama tiga tahun, jumlah yang naik tingkat sebanyak 1.8 juta orang.
Jumlah ini, menurutnya, sudah mengentaskan jumlah msyarakat miskin di Sumut saat ini sekitar 1.49 juta orang.

Diakuinya, persoalan pengentasan kemiskinan tersebut, menjadi salah satu pertanyaan yang diajukan tim dari DPD PDI Perjuangan Sumut, saat dirinya mengikuti fit and proper test Cagubsu di partai berlambang banteng tersebut. Selain pengentasan kemiskinan, dirinya juga ditanyakan terkait program pendidikan, komitmen dalam penyelesaian masalah masyarakat di Sumut dan hal lain terkait upaya membangun Sumut ke depan.

Pada kesempatan itu, Gus Irawan merasa optimis jika tingkat perekonomian masyarakat berada di level yang baik, maka akan selalu ada solusi terbaik dari setiap permasalahan yang muncul.

Karena itu, hal utama yang akan dilakukannya jika memang terpilih sebagai Gubernur Sumut periode 2013-2018, adalah melakukan pendekatan ekonomi kerakyatan untuk mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat Sumut.

“Terkait permasalahan tanah, saya akui adalah permasalahan yang sangat kompleks dan bisa menjadi bom waktu jika dibiarkan berlarut-larut. Bagi saya, dalam menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu dengan menginventarisir masalahnya, kemudian mendiskusikannya dengan pihak-pihak terkait. Sehingga ada solusi yang terbaik yang bisa diterima semua pihak,” pungkasnya. (ari)

Cornel Simbolon: Pelaku UMKM Butuh Perhatian Pemerintah

PAMERAN: Letnan Jenderal (Letjend) Purn Cornel Simbolon saat mengunjuni pameran produk UMKM, di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/7). //sumut pos
PAMERAN: Letnan Jenderal (Letjend) Purn Cornel Simbolon saat mengunjuni pameran produk UMKM, di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/7). //sumut pos
MEDAN-Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia, terlebih di Sumatera Utara (Sumut), terkesan masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Padahal sektor UMKM merupakan salah satu sektor yang sangat potensial, untuk menunjang laju pendapatan sebagai penyangga ekonomi nasional.

“Artinya, program-program yang telah terencana dalam agenda nasional harus benar-benar dikembangkan, terutama di daerah dan khususnya Sumut,” kata bakal calon (balon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Letnan Jenderal (Letjend) Purn Cornel Simbolon, di sela-sela kunjungannya pada Pameran Produk UMKM, di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/7).

Pada kesempatan itu, Cornel yang sempat mengunjungi sejumlah stan pameran pada pameran tersebut, sempat merasa miris dengan minimnya perhatian pemerintah, khususnya pemerintah daerah terhadap UMKM. Pemerintah daerah dinilainya belum mampu menentukan arah pengembangan produk-produk UMKM yang dihasilkan.

“Produk harus lebih dikembangkan. Ide dari masyarakat tidak bisa berkembang, kalau tidak ada fasilitas dan tidak ada upaya-upaya dari pemerintah. Pemerintah harus bantu karena itu tugasnya,” ungkap mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) tersebut, usai mengunjungi sejumlah stan.
Pria yang juga duduk sebagai Ketua Departemen Politik Dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat ini, menyatakan bantuan yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM dari pemerintah antara lain kemudahan birokrasi terkait pengurusan izin usaha, bantuan modal usaha dengan bunga seringan mungkin, serta memfasilitasi pengembangan baik di dalam maupun di luar negeri.

“Membantu untuk kelancaran produk UMKM. Kalau produksinya bagus, bagaimana jaminannya, pasarnya ke mana, pengurusan izin-izinnya bagaiman, dan sebagainya. Kalau hanya sebatas pameran, ini hanya menunjukkan, mereka (pelaku UMKM, red) mampu, tapi tidak membuktikan jika usaha itu sudah lancar,” ungkap suami dari Elisabeth Ratnasari Br Sagala ini. (ari)

SBY Minta Polisi Jangan Korupsi Lagi

UCAPKAN SELAMAT: Presiden SBY mengucapkan selamat HUT Polri, pada seorang anggota Polri yang  sakit dalam perayaan puncak HUT Polri, Minggu (1/7) kemarin di Mako Brimob Jakarta.//jpnn
UCAPKAN SELAMAT: Presiden SBY mengucapkan selamat HUT Polri, pada seorang anggota Polri yang sakit dalam perayaan puncak HUT Polri, Minggu (1/7) kemarin di Mako Brimob Jakarta.//jpnn
JAKARTA -Puncak perayaan Hari Ulang tahun Polri ke 66 berlangsung serentak di seluruh Indonesia, Minggu (1/7). Di Jakarta, acara ini dipusatkan dengan upacara di Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Minggu pagi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir memimpin acara didampingi Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri dan utusan Negara sahabat.  Salah satu pesan penting yang diamanatkan presiden pada Polri adalah melakukan pembenahan internal terutama memberantas tindak pidana korupsi di dalam tubuh Polri.

Berikan pelayanan publik yang lebih responsif dan makin profesional. Tuntaskan reformasi birokrasi internalPolri. Cegah dan berantas semua bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme di jajaran Polri, ujar presiden dalam amanat nya dihadapan peserta upacara.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan serta citra polri di masyarakat.  SBY meminta Polri memberikan keteladanan kepada masyarakat dengan memulai dari internal mereka sendiri.  Semua langkah tersebut penting untuk makin memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kepolisian.

Dalam perayaan HUT Polri tersebut hadir juga Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Herawati Boediono. Di akhir acara perayaan ditutup dengan atraksi terjun payung dari anggota TNI/Polri serta parade motor besar dari Korps Polisi Wanita. Selain itu terdapat juga tarian kolosal dan atraksi polisi cilik. (zul/jpnn)

Mahfud MD Mulai Tertarik Politik

Ketua MK Mahfud MD mengaku mulai tertarik berpolitik. Meskipun Mahfud belum tegas akan menerima pinangan salah satu capres yang akan meramaikan pilpres 2014.

Mahfud merasa  tak berminat tak punya potongan dan jahitan. Tapi karena sering disebut-sebut oleh parpol dan hasil survei lama-lama Mahfud jadi tergoda dan mulai agak mau dengan alasan klise ‘terserah rakyat saja’.

Ia memang belum terpikir akan maju sebagai wapres atau tidak. Namun Mahfud ingin menjaga hasrat politiknya secara lebih hati-hati. Namun yang pasti, Mahfud akan menuntaskan tugasnya sebagai hakim MK sebelum mengambil sikap politik.Sebagai hakim Mahfud sudah berkali-kali mengatakan bahwa ia akan menentukan sikap politik setelah bulan Mei 2013. (net)

MUI Tarik 47 Buku SD Berbau Porno

TIMIKA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika kembali melakukan langkah untuk membentengi umat muslim di Kabupaten Mimika dari pengaruh negatif. Kali ini MUI Mimika berhasil menarik 47 buah buku bacaan Islami, dengan judul “Ratapan Gadis di Atas Kuburan”. Buku tersebut ditarik dari peredaran karena bagian isi didalamnya bersifat fulgar, yang tidak pantas dibaca anak-anak khususnya pelajar setingkat sekolah dasar (SD).
Ketua MUI Kabupaten Mimika Ustad H M Amin, Ar, SAg kepada wartawan, Minggu (1/7) di Masjid Ar Rahman, di Jalan Kartini mengatakan, Sabtu (30/6) lalu bertempat di Masjid Ar Rahman, MUI menggelar rapat atau koordinasi terkait temuan adanya buku bacaan yang bertuliskan dongeng anak muslim, yang peruntukkan bagi anak SD.

Kata Ustad Amin, buku tersebut dijual bebas di toko-toko buku, dan bisa jadi buku ini sudah masuk ke sekolah SD yang memiliki latar belakang pendidikan islam. “Kenapa MUI melakukan rapat untuk membahas temuan buku tersebut” Ini dikarenakan, tulisan di dalam buku tersebut mengandung nilai pornografi. Padahal cover (sampul) buku memiliki nilai sangat Islami. Dimana ada lafadz Muhammad, gadis berjilbab di atas kuburan,” terangnya. Ustad Amin kemudian menyebutkan beberapa kutipan kalimat di dalam buku tersebut yang dinilai vulgar, sehingga tidak tepat untuk bahan bacaan anak-anak SD. Potongan kalimat berbau porno di dalam buku dongeng tersebut mulanya diperlihatkan seorang warga, Adnan, selanjutnya dilaporkan kepada Ketua MUI Kabupaten Mimika dan jamaah Masjid Ar-Rahman.

“Buku-buku berbau pornografi dan tidak patut untuk siswa SD. Kemungkinan buku tersebut tidak hanya satu, karena ada beberapa buku lain yang sudah tersebar di sekolah-sekolah dasar,” paparnya.  Kata Amin, sebelumnya juga sudah ditemukan buku serupa di beberapa daerah di Jawa. Seperti: Ada Duka di Wibeng  karangan Jazimah AlMuhyi, Tambelo Kembalinya si Burung Camar karangan Redithe K, dan Tidak Hilang Sebuah Nama karangan Galang Luthfianto.

“Kalau menurut psikolog, sangat disesalkan buku-buku seperti ini (beredar). Karena buku fiksi tersebut dapat mendorong anak dalam perkembangan imajinasinya dengan mencoba. Jika dibaca anak sekolah yang tengah mengembangkan imajinasinya, akan mendorong rasa ingin tahu yang berkembang liar, akhirnya mereka mencobanya,” terangnya.(upg/jpnn)

Pesta Bolon Simbolon Peduli Budaya Bangsa

BUKA PESTA: Ketua Umum PSBI, Effendi MS Simbolon saat membuka Pesta Bolon Simbolon, kemarin (1/7).//istimewa
BUKA PESTA: Ketua Umum PSBI, Effendi MS Simbolon saat membuka Pesta Bolon Simbolon, kemarin (1/7).//istimewa
JAKARTA-Klaim Malaysia merupakan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia, terutama pemerintah untuk lebih memperhatikan khasanah budaya sebagai akar jati diri bangsa.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Parsadaan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI), Effendi MS Simbolon saat membuka Pesta Bolon Simbolon di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (1/7). “Indonesia akan semakin kuat, bila akar serabutnya yaitu adat istiadat dan budaya-budaya anak bangsa, dilestarikan. Karena inilah yang kita warisi dari leluhur,” ungkapnya.

Effendi mengajak segenap elemen bangsa mau berbuat. Paling tidak seperti yang dilakukan PSBI, untuk tetap peduli kelestarian budaya. Perayaan ulangtahun PSBI yang kelima diisi beragam ataraksi budaya Batak. Tor-tor, pagelaran busana yang semuanya bermotifkan ulos, pernak-pernik, lagu-lagu batak hingga beragam kerajinan tangan yang ada. “Kita ingin memperkenalkan, kebudayaan kita itu luarbiasa.”

Pesta yang ditandai pelepasan balon ke udara beserta 77 ekor burung merpati ini, juga diisi dengan beragam kegiatan sosial lainnya. Pesta Bolon digelar 1 Juli hingga 7 Juli 2012, dihadiri segenap lapisan masyarakat.(gir)

Kenapa e-KTP Belum Dibagikan?

083198822xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan. Saya warga Pasar 2 Marelan dan kami sudah mengurus e-KTP di Kantor Lurah Terjun pada awal April 2012 lalu. Setelah itu kami disuruh menunggu surat panggilan mengambil e-KTP pada awal Juni 2012 ini. Tapi, sampai sekarang belum ada kabar dari mereka! Bagaimana ini Pak? Trims.

Masih Didistribusikan Secara Bertahap

Terima kasih atas informasinya. Saat ini kami masih menunggu pengiriman e-KTP dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Karena itu e-KTP bakal didistribusikan secara bertahap.

Dalam praktik di lapangan, sebagian sudah ada yang dibagikan ke masyarakat secara bertahap dan berkesinambungan. Jadi diharapkan masyarakat Kota Medan bisa lebih bersabar.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Ikuti Program KB, Buah Zakar Raib

LABUHAN- Bambang Sutrisno (43) bernasib apes. Berniat ikut program KB untuk pria, warga Jalan Aluminium Raya, Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli ini malah kehilangan buah zakar. Dia pun melaporkan temannya Zainal (40) yang menawarkan sutikan program KB, ke Mapolsek Medan Labuhan, Minggu (1/7).

Bambang ikut program suntik KB di Klinik Khaidir di Jalan Pematang Pasir, Simpang Kawat VII, Medan Deli. Setelah parbetor ini disuntik, malah diberikan Rp100 ribu. Sedangkan Zainal diberi Rp150 ribu.  “Aku heran kok kawanku itu dapat Rp150 ribu,” cerita Bambang.

Keesokan harinya, kemaluan Bambang terasa perih dan mengeluarkan darah. Keluarga lantas membawa bapak anak satu itu dan diobati lagi di klinik tempatnya disuntik KB. Akibat infeksi yang dialaminya, Bambang kehilangan satu buah zakar. Pihak kepolisian belum dapat mendudukkan persoalan ini. “Besok aja datang lagi pak, biar jumpa dengan pimpinan kami,” kata polisi yang menerima pengaduan. (ril/smg)