Home Blog Page 13336

BM PAN Sumut Ingin Cagub Muda

MEDAN- Barisan Muda (BM) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut menyambangi redaksi Harian Sumut Pos, Senin (18/6). Dalam pertemuan itu, BM PAN Sumut menyinggung beberapa kriteria bakal calon Gubernur Sumut.

Ketua BM PAN Sumut, HM Iskandar Sakty Batubara, SE, M.SP dan rombongan yang turut hadir pada audiensi yang diterima Sekretaris Redaksi Sumut Pos, Desfita Dongoran menjelaskan, BM PAN Sumut juga segera menggelar pelantikan kepengurusan 2012-2017.

Rencananya, pelantikan itu akan digelar pada Minggu (15/7) mendatang di Convention Grand Aston Hotel. Tak sekadar pelatikan, DPW BM PAN Sumut juga akan menggelar berbagai kegiatan amal.

“Banyak kegiatan yang akan kita gelar menjelang pelantikan. Di antaranya donor darah, pembagian paket bantuan peralatan sekolah. Kita juga akan menggelar peresmian sekretariat baru,” terang Iskandar Sakty Batubara yang akrab disapa Choki itu.

Di samping itu, BM PAN Sumut juga berencana menggelar BM PAN Award. Nantinya award ini diperuntukkan bagi tokoh-tokoh yang dianggap peduli terhadap persoalan yang terjadi di Sumatera Utara. “Mungkin sekitar September sudah bisa kita survei siapa saja tokoh yang layak mendapatkan award ini,” ungkap Ketua Panitia Pelantikan Zulfi Amri. (ful)

Pemko Medan Tambah Taman Tiap Tahun

Launching Green City Kota Medan

Pasca ditandatanganinya fakta integritas antara Pemko Medan dengan Menteri Pekerjaan Umum RI tentang green city, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menyiapkan anggaran setiap tahunnya untuk membeli tanah yang diperuntukkan sebagai kawasan hijau. Hal itu dilakukan untuk menambah kawasan hijau di ibu kota Sumatera Utara hingga jumlahnya 30 persen dari luas wilayah Kota Medan.

Komitmen untuk memperluas kawasan hijau di Kota Medan ditegaskan Wali Kota Medan dalam acara launching green city, Selasa (19/6) di Taman Ahmad Yani, Medan.  Hadir pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi, unsur koordinasi Pimpinan daerah Kota Medan, anggota dewan Kota Medan, dan pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Adapun sistem penambahan yang akan diwujudkan Pemko Medan dengan cara membeli tanah seluas 300 sampai 400 meter persegi di sejumlah wilayah Kota Medan. Tanah yang dibeli itu, diserahkan kepada stakeholder Pemko Medan untuk dikelola sebagai kawasan hijau.

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM dalam sambutannya pada launching green city mengatakan, setelah dilaksanakan penandatanganan fakta integritas antara Pemko Medan dengan Menteri Pekerjaan Umum RI, maka Pemko Medan komitmen menambah ruang terbuka hijau atau kawasan hijau di Kota Medan yang jumlahnya sampai 30 persen.

Dia menyatakan, di Indonesia ada sebanyak 60 kota yang telah membuat fakta integritas termasuk satu diantaranya Kota Medan. Fakta integritas yang ditandangani benar-benar mengatur ruang terbuka hijau (RTH) sebanyak 30 persen dari luas wilayah, hal ini sesuai dengan UU No.26/2007 tentang tata ruang, dan ini sudah diwujudkan dalam bentuk Perda RTRW yang dimiliki Kota Medan.

Di Kota Medan sendiri, Rahudman memaparkan sudah diatur setiap kawasannya dalam Perda No. 13/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan 2011-2030. Perda tersebut mengatur, ruang terbuka hijau (RTH) Kota Medan seluas 30,58 persen dari total luas Kota Medan 26,5 ribu hektar.

“Aturan ini dibuat untuk menjaga keindahan kota dan memotivasi seluruh stakeholder untuk menjaga pelesatarian Kota Medan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga menyebutkan, Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian telah menyepakati, kawasan Cadika Pramuka di Kecamatan Medan Johor akan menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, karena lahan Cadika Pramuka akan dijadikan taman buah seperti Taman Wisata Mekarsari yang di Jawa Barat. Kemudian, Kementerian Pertenian akan mendirikan unit pelakasana untuk menjaga kawasan Cadika Pramuka, sehingga nantinya pelaksanaan program Tanam Buah di Cadika Pramuka berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Medan itu menerangkan, green city secara harfiah dapat diartikan sebagai kota hijau dan memiliki delapan kompenen pokok. Bila didalami merupakan unsur paling utama dalam suatu kota, mulai dari desain, sampai pada berbagai utilitas kota yang hijau. Secara global green city merupakan implementasi dari global green city summit forum.

Dengan hadirnya itu, Rahudman berharap program pembangunan lingkungan ini mendapat implementasi yang kokoh di setiap wilayah di Kota Medan.
“ Salah satu faktor efektif implementasi program green city adalah kerangka regulasi, melalui rencana tata tuang yang ditetapkan telah ditentukan 30 persen luas wilayah harus menjadi kawasan lindung, “ sebutnya.

Dia juga menyatakan, Pemko Medan harus konsisten menerapkan ketentuan tata ruang, karena tata ruang yang baik adalah tata ruang yang menyediakan ruang publik yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. Khusus untuk wilayah perkotaan, perlu menggabungkan konsep-konsep RTH dengan lebih kreatif, sehingga memiliki nilai lebih, daya saing dan daya tarik sebagai daerah tujuan investasi.

“Melalui green city nantinya dapat meminimalisir dampak-dampak perubahan iklim, serta menyeimbangkan masalah lingkungan hidup, ekonomi serta sosial, sehingga dapat memastikan kehidupan yang lebih baik pada generasi yang akan datang,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Rahudman menyampaikan dengan digelarnya launching green city, diharapkan bisa memberikan contoh kepada kota-kota lain yang ada di Indonesia dan dapat memberi kontribusi kepada masyarakat kota, di samping memberikan kemudahan dalam menjalankan kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan ekonomi.

Kemudian, sebutnya Pemko Medan juga memberikan kemudahan akses ruang kepada masyarakat untuk bisa menjalankan kegiatan-kegiatan yang berguna membangun psikis/mental, kekuatan dan dorongan semangat serta motivasi, karena ruang terbuka hijau dapat memberikan inspirasi, motivasi, kreatifasi serta inovasi kepada komunitas, sehingga ke depan semua warga Kota Medan menjadi bangsa yang lebih maju.

Sebelumnya Direktur Budidaya dan Pasca panen Florikultura Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI Dr Ir Ani Andayani melaporkan, Kota Medan menjadi tuan rumah dalam acara menggelar launching green city kepada 10 kota yang ada di Indonesia yakni, Tanggerang, Jakarta, Bandung, Serang, Surabaya, Pelambang, Semarang, Denpasar, Jogjakarta dan Kota Medan sebagai tuan rumah.

Menurut dia, green city merupakan perkembangan baru holtikukltura di kota, yang artinya sebagai kota hijau tidak hanya tanaman, ataupun pohon penghijau tapi tanaman buah dan tanaman obat, tanaman sayur mayur serta tanaman hias.

“Saat ini dunia harus ada kepentingan tentang penghijauan, untuk itu Pekerjaan Umum, lingkungan, transportasi, pemerintah dan semua industri bersatu padu untuk menghijaukan kota,” imbaunya. (gus)

21 Kecamatan Harus Memilik RTH

Ketua DPRD Medan, Drs H Amiruddin menegaskan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Medan harus 30 persen, karena sudah diatur dalam Perda No. 13/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Artinya, porsi pembagian harus tersebar di 21 kecamatan.

Menurut Amiruddin, Kota Medan saat ini sangat minim jumlah ruang terbuka hijau dan lahan kosongnya, padahal penghijauan itu sebagai bagian paru-paru kota. Apalagi, Kota Medan sebagai satu kota terbesar ketiga di Indonesia memiliki kepadatan penduduk dan jumlah kendaraan yang banyak.
Lebih lanjut, dia mengakui, dulu banyak lahan RTH di Kota Medan, tapi lima tahun terakhir ini sudah mulai banyak dibangun rumah atau pusat perbelanjaan, sehingga kawasan RTH mulai tergesar dari Kota Medan.

Tentunya, sebagai kota yang ingin disebut asri dan nyaman, dia meminta Pemko Medan mematuhi UU No. 26/2007 tentang tata ruang, dalam satu pasalnya disebutkan satu wilayah diatur memiliki RTH seluas 30 persen dari total luasnya 26,5 ribu hektare.

Dia berpendapat, pengaturan RTH itu juga bukan menumpuk di satu kawasan, melainkan menyebar di sejumlah wilayah di Kota Medan. Sebaiknya, sasaran wilayah RTH itu berada seminimalnya tersebar di 21 kecamatan dan andai anggarannya cukup, maka di seluruh kelurahan harus memiliki RTH.
“Jangan di tengah kota saja ada RTH, tapi harus menyebar ke seluruh penjuru Kota Medan. Sangat baik kalau di setiap kelurahan ada RTH,” sebutnya.  Mengenai anggaran yang digunakan untuk pembelian lahan RTH di Kota Medan, Amiruddin mengaku setuju bila Pemko Medan menggunakan APBD Kota Medan untuk pembangunan kawasan RTH, pasalnya RTH itu sebagai bagian kebutuhan masyarakat.

“Untuk kepentingan masyarakat pastinya DPRD Medan menyetujui anggarannya, hanya saja pelaksanaannya tetap diawasi oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.(gus)

PPRN Sumut Bahas Pilgubsu

MEDAN- Partai-partai tengah di Sumatera Utara (Sumut), seolah tak ingin ketinggalan untuk menyongsong hiruk-pikuknya Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 mendatang.

Rencananya, salah satu partai tengah di Sumut, yakni Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Sumatera Utara akan membahas agenda pencalonan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) periode 2013-2018 mendatang, pada saat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PPRN Sumut pada Jumat (22/6) mendatang. Pembahasan dari rakerwil yang rencananya akan digelar di Hotel Grand Antares, Jalan SM Raja, Medan tersebut, salah satunya akan menentukan kriteria dan mekanisme lainnya terkait Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) yang akan diusung oleh PPRN, agar PPRN mengkodusifkan Pilgubsu.

“Kita mengajak masyarakat, memilih gubernur yang benar-benar memiliki kepekaan untuk membangun Sumut,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPRN Sumut, Nurdin Pustaha Manurung kepada wartawan, Minggu (17/6). Selain itu, lanjutnya, dalam agenda Rakerwil tersebut, yang tidak luput dalam pembahasan adalah program kerja terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

“Tentu membahas program kerja PPRN sampai Pilpres 2014. Membangun kebersamaan politik, termasuk membangun Sumatera Utara,” ujarnya. (ari)

Pilih 2 G Ketimbang Kader, Setuju RE daripada Cornel

Kompetisi Bursa Bakal Calon di Partai Demokrat Jelang Pilgubsu 2013

Suhu kompetisi bakal calon (balon) yang akan diusung Partai Demokrat selaku partai pemenang Pemilu 2009-2014 di perhelatan Pilgubsu 2013 terus memuncak. Survei bukan bekal yang untuk terpilih, melainkan lobi-lobi hingga mengembangkan jaringan ke DPP dan sentrum ‘kekuasaan’ partai adalah kuncinya.

PEKAN LALU Sumut Pos mendapat bocoran dari sejumlah fungsionaris Partai  Demokrat Sumut yang enggan disebutkan namanya. Ini terkait arah penentuan sosok yang akan diusung oleh Partai Demokrat sebagai cagubsu, termasuk peta koalisi cagubsu dan cawagubsu dari partai yang dibesarkan SBY ini akhir pekan lalu.

Konstelasi politik di tubuh partai biru laut itu mulai menyoroti sosok Gus Irawan dan Gatot Pujo Nugroho. Sumber menyebutnya dengan akronim 2 G. Jadi bukan mustahil kelak salah satu dari 2 G itu (apakah Gus atau Gatot yang diusung Demokrat menjadi cagubsu). Cawagubsu tentu saja yang diajukan dari kalangan kader yang terbaik.

“Yang sudah dipertimbangkan itu Gatot. Istimewanya saat ini dia itu kan incumbent. Yang namanya incumbent itu pasti masih perpanjangan tangan pemerintah. Pemerintah itu kan Demokrat. Itu berkaca dari Pilkada DKI. Fauzi Bowo sebenarnya kader Golkar tapi karena incumbent ya tetap dianggap bagian dari pemerintah juga,’’ ujarnya. Soal G yang lainnya yakni Gus Irawan,  Demokrat mendasarkan kepada popularitas Gus Irawan di mata masyarakat. Tim survei yang mulai kerja seusai pendaftaran itu punya catatan bahwa Gus Irawan memiliki nilai tertinggi. Gatot justru ada di urutan kedua,” ungkap sang sumber.

Soal penilaian terhadap bakal calon yang datang dari kalangan kader, penilaian utamanya survei kelayakan dan potensi. Ada empat kader dari kalangan internal yang dianggap potensial maju di Pilgubsu. Misalnya, antara lain, Letjen (Purn) Cornel Simbolon, anggota DPR RI Sutan Bhatoegana, Bupati Deliserdang Amri Tambunan, dan Ketua DPD I Demokrat Sumut HT Milwan. Hanya saja, menurut dia, peluang  empat kader itu tergolong kecil untuk diusung sebagai Cagubsu. Ada sejumlah pertimbangan yang melatarinya. Misalnya saja, memajukan Letjen (Purn) Cornel Simbolon yang dianalisis sebagai langkah tangung-tangung.

‘’Kalau Cornel dimajukan itu tanggung namanya. Jika targetnya meraih suara dari kaum kristiani, Demokrat lebih memilih RE Nainggolan. Kans menang lebih besar ketimbang Cornel. RE Nainggolan juga sosok yang mengakar dari sisi religi,’’ katanya.

Lebih jauh diinformasikan, RE Nainggolan juga sebetulnya punya hubungan baik dengan Demokrat. Salah satunya hubungan emosional dan kekerabatan dengan Dewan Penasehat DPP Partai Demokrat, TB Silalahi. ‘’Pak TB Silalahi ini kan dekat sama Pak SBY. Jadi kalahlah Cornel,’’ tukas sumber.

Terkait pilihan memajukan Sutan Bhatoegana dipastikan partai akan kesulitan menemukan pasangan yang cocok sebagai pendamping. “Setahu kami Bang Sutan itu memang selalu siap dengan perintah partai. Cuma kalau dia jadi Cagubsu siapa yang mau jadi wakil? Selama ini Sutan lebih dikenal secara nasional, tidak secara spesifik di Sumut,’’ katanya. Untuk pertimbangan ini, menurut sumber lain, salah satu opsinya adalah membujuk HT Erry Nuradi agar bersedia menjadi  cawagubsu. Apalagi Erry sudah mendaftar ke Demokrat. Tapi sumber mengaku langkah itu amat rumit. Erry agaknya sedari awal berniat maju sebagai Sumut 1. Pilihan memajukan Sutan ini belum lagi terbentur isu penolakan dari sejumlah nama bila akan digandeng dengan dirinya. ‘’Banyak yang kurang sreg dengan Sutan,’’ bisiknya.

Begitu pula penilaian partai dalam mengusung HT Milwan. Sesungguhnya pengurus DPP merasa keberatan Milwan dicalonkan sebagai Cagubsu. Ini mengingat popularitas Milwan yang masih nomor urut sepatu. Kalah jauh dibanding nama-nama lain. Milwan juga dinilai punya catatan buruk di Labuhan Batu.

Salah satunya adalah kegagalan DPD Partai Demokrat Labuhabatu memenangkan Pilkada Labuhan Batu 2010 lalu yang mengusung Adelina HT Milwan, istri HT Milwan. Kekalahan itu pertanda nama Milawan tidak ‘menjual’ lagi justru di tempat dia pernah memimpin. ‘’Bagaimana mau menang di Tapsel atau Langkat?’’ ujar sang sumber. Begitu pula peluang Bupati Deliserdang Amri Tambunan yang mulai terganggu kesehatan tubuhnya.

Dikatakannya pula, ada juga pertimbangan menyatukan antara Gatot dengan Sutan Bhatoegana. “Jika nanti pilihannya tetap Sutan Bhatoegana, beliau hanya akan jadi cawagubsu. Demokrat mencari sosok eksternal yang berakar di Sumut atau punya nama,” ungkapnya. Lebih lanjut, sang sumber mengungkapkan, kalau saja hasil survei Demokrat terhadap empat kadernya jauh dari memuaskan dipastikan Demokrat akan menjatuhkan pilihan di antara 2 G.
“Jika hasil survei tak baik Demokrat akan menjatuhkan pilihan ke Gatot. Ini akan memberikan peluang besar. Di sini Gatot tetap Cagubsu sementara kader kami  Cawagubsu. Sama artinya, Gatot dan Gus bertarung. Begitu pula bila Demokrat menjatuhkan pilihan kepada Gus Irawan,” tukasnya. Dari perbincangan itu, untuk kepentingan mendapatkan perahu dari Partai Demokrat, Gus Irawan sudah sempat menemui sejumlah petinggi DPP Partai Demokrat, termasuk Ketua Umum  DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum pada April lalu.
Sedangkan bidikan Demokrat ke Gatot juga sudah memunculkan sinyal-sinyal. Setdaknya suidah dijalin komunikasi di level DPP antara Partai Demokrat dengan PKS. “Gus Irawan pernah bertandang ke DPP. Ya ke Anas Urbaningrum juga. Sekitar dua bulan lalu. Kalau tak salah April. DPP PKS dan Demokrat juga sudah bertemu, arahnya membahas koalisi. Itu masih di tingkat DPP. Masih informal,” tuturnya.
Soal pertemuan Gus Irawan dengan DPP Demokrat dan Anas Urbaningrum, termasuk pembicaraan informal koalisi PKS dan Demokrat, tak dibantah Direktur Eksekutif Partai Demokrat Sumut, Borkat Hasibuan.
“Ya, bisa saja ada pembicaraan itu. Tapi nantinya keputusan dilakukan sesuai tahapan. Setelah survei akan diserahkan ke DPP. Setelah itu Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Pembina. Jadi belum bisa dipastikan koalisinya kemana, siapa dipasangkan dengan siapa. Dengan atau tanpa koalisi sebetulnya kami bisa mencalonkan. Tapi semua kembali ke pusat,” jawab Borkat.
Sutan Bhatoegana yang dikonfirmasi Sumut Pos justru tertawa saat disinggung soal menguatnya 2 G diusung Demokrat. “Ha..Ha..Ha.. Itukan rumor yang tak perlu ditanggapi. Siapa saja yang mau pakai kendaraan Demokrat ya,  silahkan saja. Asalkan pas hasil surveinya,” ujarnya. Gus Irawan yang dikonfirmasi Sumut Pos membantah informasi yang mengatakan dirinya sudah menemui  Anas Urbaningrum. “Tak itu. Belum ada,” katanya menjawab  Sumut Pos. (ari)

Gara-gara Ikan Gabus, Nyaris Tikam-tikaman

MEDAN-Akibat ikan gabus, dua pria yang bertetangga nyaris tikam-tikaman di lokasi kediamannya di Jalan Anugrah VI nomor 12, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kejadian ini terungkap ketika, Sujono alias Pungut (27) melaporkan tetangganya sendiri Tono (35) karena mencoba menikamnya ke Mapolsekta Percut Seituan, Rabu (20/6).

Keterangan Jono di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), kejadian berawal ketika korban yang bekerja sebagai kernet bangunan sedang menjalankan tender proyek pembangunan rumah di Jalan Anugrah, Komplek Cemara Abadi yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya.
“Ketika itu saya sedang bekerja untuk membangun rumah,” jelasnya.

Namun tanpa disangka, tiba-tiba saja Tono mendatanginya dengan menggenggam sebilah pisau berbentuk sangkur yang dan langsung menuduh Jono telah memberikan dua buah ikan gabus kepada keponakan Tono, Dimas (6) dan Iqbal (5).

“Saya dituduhnya telah memberikan ikan gabus kepada ponakannya. Dia marah karena ikan gabus yang katanya saya beri itu mati di dalam sumur dan membuat sumurnya itu bau,” terangnya.

Padahal menurut pengakuan Jono, dirinya tidak pernah memberi keponakan Tono itu ikan gabus. “Saya nggak pernah ngasi keponakan dia itu ikan gabus,” tandasnya.

Karena permasalahan itulah, Tono mendatangi korban lalu menyodorkan pisau itu ke dada kiri Jono dan menekankannya.
Kesal dengan sikap Tono yang mencoba mengintimidasinya dan mengancam dengan sebilah pisau, Jono pun refleks menangkis sehingga dadanya tergores. Melihat Jono melakukan pembelaan diri, Tono kembali mencoba melakukan penyerangan hingga Jono hanya mampu menghindar dan menangkis saja.

“Karena serangannya itu dada dan leher saya lecet terkena goresan pisau,” ucapnya.

Melihat kegaduhan itu, para tukang yang sedang bekerja langsung melerai, sehingga upaya penikaman yang dilakukan oleh Tono kepada Jono berakhir. Jono yang tidak menerima tindakan Tono selanjutnya  mengadu kepada kepling dan langsung mendatangi rumah Tono untuk menyelesaikannya secara baik-baik.

“Sama kepling, kami datangi rumahnya. Lalu meminta biaya perobatan kepada Tono. Tapi dia ngakunya cuma ada uang Rp5.000 dan bilang kalau cukup untuk beli betadin dan plaster. Nggak tahu kenapa, karena saya melihatnya dia langsung membentak bilang mata kau ke saya sambil mengeluarkan lagi pisaunya itu,”sebutnya.

Tidak menemukan titik temu, Jono langsung bergegas meninggalkan dan pergi ke rumah sakit.

Di sela-sela perawatannya Jono menceritakan bahwasanya permasalahan ini dinilainya karena Tono dendam pada dirinya.

“Dulu saya kan tukang cari ikan gabus, baru 2 bulan ini aja jadi kernet bangunan. Setahun yang lalu dia pernah minta ikan gabus tapi nggak saya kasi. Jadinya dia dendam sama saya dan menuduh kalau ikan gabus yang mati di sumurnya itu adalah karena pemberian saya,” ceritanya.

Setelah membuat visum di RS Pirngadi, Jono selanjutnya membuat laporan ke Mapolsekta Percut Sei Tuan guna melaporkan Tono atas perbuatannya itu.
“Saya akan lapor, biar dia tau rasa dan jangan terlalu sembarangan kalau bertindak,” tandasnya. (uma)

Yandri Akhirnya Minta Maaf

Duel PSMS dengan Persib, Minggu (17/6) lalu menyisakan keputusan keliru. Kartu merah untuk Nastja Ceh itu membuat PSMS harus kehilangan playmaker andalannya itu menghadapi Pelita Jaya, Sabtu (23/6) mendatang di Stadion Teladan.

Keputusan keliru itu ternyata disadari Yandri yang ketika itu bertindak sebagai pengadil. Wasit asal Jakarta itu pun akhirnya meminta maaf.

Ceh menuturkan, Yandri menelponnya dan mengaku menyesal atas keputusannya yang keliru itu. “Wasit itu menelpon saya semalam dan minta maaf. Saya bilang saya tidak marah padanya. Yang saya sesalkan, kenapa peraturan itu tidak diubah. Seluruh Indonesia tahu dan BLI juga pasti sudah lihat videonya,” kata Ceh, kemarin.

Ceh memang belum bisa menghilangkan rasa kesalnya atas kejadian itu. “Saya tidak pernah melihat kejadian seperti ini, bahkan di Eropa sekalipun. Ya, kalau keputusan itu tak bisa diubah, saya hanya mempersiapkan diri menghadapi PSAP Sigli,” katanya.(mag-18)

Dituntut 12 Tahun, Terdakwa Ngamuk

Sidang Pembunuhan WN Amerika

MEDAN- Terdakwa Muhammad Toha alah seorang pelaku pencurian disertai kekerasan terhadap Samuel Hyein, warga Amerika Serikat, mengamuk usai persidangan ditutup oleh Majelis Hakim Mulyanto SH, Rabu (20/6). Hal ini dipicu usai terdakwa mendengar tuntutan 12 tahun penjara yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, Irma Hasibuan.

Terdakwa sempat emosi, dengan tuntutan tersebut. Sebab terdakwa merasa tidak melakukan penikaman terhadap Samuel Hyein, warga Amerika pada 19 Oktober 2011 lalu, di Jalan Mustang Medan. Bahkan istri terdakwa juga menghardik jaksa, sembari berkata peristiwa perampokan melibatkan suaminya itu sebenarnya tidak benar karena saat kejadian terdakwa berada di rumah.

Sementara itu tim penasehat hukum terdakwa menyatakan tidak memungkiri kalau terdakwa bersama Aripin alias Ipin pernah melakukan kejahatan, sebelum melakukan peristiwa perampokan terhadap warga Amerika tersebut.

Namun, pada persidangan sebelumnya, dimana terdakwa Arifin alias Ipin yang lebih dulu dituntut dengan 10 tahun penjara atas kasus perampokan tersebut menuturkan bahwa dirinya memang membonceng Toha saat kejadian.

Dalam kejadian tersebut, Arifin menghadang becak bermotor ditumpangi korban, sesampainya di Bandara Polonia Medan, terdakwa menyaru sebagai petugas kepolisian dengan alasan ada sabu di becak tersebut. Setelah berhenti, Toha turun dan langsung mengambil barang korban namun saat itu korban melakukan perlawanan dan kemudian terdakwa langsung menikam pisau ke betis korban. Meski telah dibawa ke RS Elisabeth Medan namun nyawa korban tidak tertolong lagi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan menuntut terdakwa dengan Pasal 365 ayat 4 jo pasal 55 KUHP. (far)

Pengelola Medan Mal Disuruh Perbanyak Tempat Sampah

Rahudman Sidak ke Pusat Pasar

MEDAN-Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pusat Pasar, di Jalan Sutomo Medan, Selasa (19/6) sore.
Sebelum sidak wali kota yang didampingi Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MM lebih dulu menyambangi lokasi penjualan kain dan ulos yang berada di lantai dasar Pusat Pasar. Kehadiran wali kota disambut pedagang maupun pengunjung.

Sejumlah pedagang  yang didatangi wali kota ditanyai terkait masalah lokasi berjualan dan omset penjualan. Di salah satu kios, wali kota tertarik dan membeli dua ulos tanpa menawar. Setelah itu dilanjutkan dengan peninjauan lokasi pasar buah yang tidak jauh dari tempat penjualan kain dan ulos.
Di pasar buah, wali kota sempat menegur kepala pasar karena di tempat itu ditemukan tumpukan sampah. Dari lokasi pasar buah, wali kota kemudian menuju lokasi penjualan baju dan kain. Setelah itu wali kota memasuki lantai satu Medan Mal.
Kepada pengelola Medan Mal, wali kota mengingatkan untuk memperbanyak tempat sampah.

“Jika tempat sampah banyak, maka pengunjung tidak akan buang sampah sembarangan sehingga Medan Mal terlihat lebih bersih lagi,” kata Rahudman.
Rahudman minta kepada pengelola Medan Mal untuk membuat ucapan Selamat Hari Jadi Kota Medan pada bagian depan Medan Mal, serta membuat lampu-lampu hias, agar lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Rahudman mengatakan, sidak merupakan agenda rutin dilakukan untuk melihat langsung kondisi yang terjadi di lapangan. Dengan demikian bisa langsung diambil langkah-langkah untuk mengatasinya. Sedangkan untuk Pusat Pasar, Rahudman mengaku ingin melihat secara langsung kondisi kebersihan.

“Kita tidak mau setelah mendapat Piala Adipura, masalah kebersihan kembali kendur. Justru dengan mendapatkan Piala Adipura ini, kita semakin termotivasi untuk lebih meningkatkan kebersihan sehingga tahun depan bisa dipertahankan atau bisa lebih meningkat lagi dengan meraih Piala Adipura Kencana,” ungkapnya.

Rahudman juga ingin melihat sejau hmana penataan yang telah dilakukan terhadap Pusat Pasar, sehingga menjadikan pasar itu benar-benar representatif bagi warga Kota Medan. Untuk itu pedagang yang berjualan benar-benar ditempatkan sesuai dengan jenis dagangan yang dijualnya.(gus)

Empat Pilar Absen

Jelang PSMS Lawan Pelita Jaya

MEDAN- Skuad yang tidak komplit, kembali menganggu tekad PSMS memetik angka penuh menghadapi Pelita Jaya di Stadion Teladan Medan, Sabtu (23/6). Anton Samba, Yoseph Ostanika “Nico” Malau dan Nastja Ceh sudah dipastikan absen pasca duel klasik kontra Persib, Minggu (17/6) lalu.
Anton dan Nico akumulasi kartu kuning, sementara Ceh karena hukuman kartu merah. Namun, kini jumlah yang absen bertambah. Zulkarnaen yang awalnya diyakini tak termasuk dalam daftar pemain akumulasi ternyata ikut absen.

Zul, sapaan akrabnya, memang ikut menerima kartu kuning dari wasit Yandri. Namun sedikit kekeliruan, PSMS menyangka Zul baru mengoleksi satu kartu. Hal ini membuat Suharto harus merubah lagi strategi yang sudah dipersiapkannya sebelumnya.

“Saya dapat informasi soal absennya Zul dari manajer. Informasi itu dari BLI. Jadi rotasi harus berubah lagi,” kata Caretaker Pelatih PSMS, Suharto saat dihubungi Rabu (20/6).

Lagi-lagi ia tak bisa leluasa memainkan strategi andalannya dengan materi pemain yang tidak komplit. Apalagi, para pemain yang absen adalah senjata andalannya mengobrak abrik pertahanan lawan. Nastja Ceh diandalkan sebagai penyuplai bola dan pengatur ritme permainan. Apalagi dengan adanya Ceh, Suharto punya senjata alternatif lewat set pieces. Gol perdana Denny Rumba saat duel dengan Persib Minggu lalu bersumber dari tendangan bebasnya yang mengenai mistar.

Sementara di lini depan, kelincahan dan kecepatan Nico membuat PSMS bisa melakukan tusukan-tusukan langsung ke daerah pertahanan. Tanpanya, kondisi PSMS mirip seperti berlaga pada tur Papua. Suharto terpaksa mengubah pola pakem 4-4-2 menjadi 4-2-3-1 karena hanya punya satu striker murni. Sedikit berbeda karena kali ini PSMS bermain di kandang, dan membutuhkan daya dobrak yang tinggi untuk merangsek ke barisan pertahanan lawan.

Sebenarnya Suharto bisa tetap memaksakan pola 4-4-2 demi memaksimalkan target poin penuh dengan menempatkan Zulkarnaen sedikit lebih maju ke depan mendampingi Osas Saha. Namun dengan absennya Zul, kini opsinya semakin terbatas. Sahih dengan 4-2-3-1.

“Akan sangat berpengaruh bagi tim. Absennya tiga gelandang dan satu striker ini membuat pilihan saya menjadi sangat terbatas. Kini opsinya hanya 4-2-3-1 karena Zul juga absen. Padahal sebelumnya dia saya siapkan mendampingi Saha sebagai second striker,” kata Suharto kemarin.
Kini Suharto hanya punya waktu dua hari untuk mempersiapkan rotasi yang berbeda. Dengan kondisi skuad yang pincang namun keharusan memetik angka penuh di kandang, Suharto berharap semangat bertarung yang sangat kental saat berduel dengan Persib dapat ditunjukkan anak asuhnya pada laga ini.

“Lawannya kali ini tidak mudah. Pelita Jaya sama baiknya dari Persib. Kita butuh semangat bertarung anak-anak seperti saat menghadapi Persib. Mereka tidak menyerah hingga peluit akhir ditiupkan wasit,” pungkasnya. (mag-18)

Ronaldo dan Memori 1996

Warsawa- Republik Ceko tak kuasa menghindari bertemu Portugal di perempat final Euro 2012. Untuk memuluskan langkah, Peter Cech dkk berharap mampu menjinakkan Cristiano Ronaldo, mega bintang Portugal yang merumput di Real Madrid.

“Saya telah menghadapinya dalam banyak pertandingan dan saya dapat menggunakan pengalaman tersebut namun penting juga bagi kami untuk bekerja sebagai sebuah tim agar dapat meraih kesuksesan,” ujar Cech.

“Dia adalah seorang pemain yang bekerja keras untuk bisa bermain lebih baik dan dia memiliki tendangan yang kuat.”
“Dia sungguh berbahaya karena dia mampu menendang baik dengan kaki kanan maupun kaki kiri dari posisi manapun.”

“Saat bermain bersama Chelsea, dulu kami selalu melakukan persiapan dengan hati-hati saat akan melawan Manchester United. Sangat penting untuk tidak memberinya ruang tembak karena kecepatannya sungguh luar biasa,” pungkasnya.

Ceko memang bukanlah tim favorit juara dalam Euro tahun ini. Namun, status itu sama sekali tak membuat tim asuhan Michal Bilek tersebut minder. Malahan, mereka optimistis bisa menjinakkan Portugal dalam babak perempat final.

Ceko terbakar motivasi kegemilangannya pada babak perempat final Euro 1996 silam. Sekalipun kala itu mereka gagal membawa pulang trofi juara setelah dihentikan Jerman di babak semifinal lewat golden goal, Ceko sukses membungkam Portugal melalui sebiji gol Karel Poborsky. Itulah kemenangan terakhir Ceko atas Portugal.

Meski tahun ini kedua tim sudah berbeda materinya, Ceko berharap momen manis tersebut bisa berulang kembali.
Ceko 2012 dan Ceko 1996 memiliki kesamaan, yaitu menjadi salah satu tim kuda hitam. Bedanya, di tahun 1996 mereka bisa menembus semifinal, tahun ini mereka masih harus memperjuangkannya. Lagi-lagi Portugal-lah yang akan menjadi lawan mereka kali ini. “Mereka memang kuat, tapi kami belum merasa kalah,” lanjut dia.

Pun demikian dengan bek Michal Kadlec. Pemain yang menjadi salah satu kekuatan di pertahanan Ceko itu terinspirasi kesuksesan ayahnya. Ya, ayah dari Michal, Miroslav Kadlec merupakan kapten tim Ceko di Euro 1996. “Situasinya tetap sama, dan kami punya alasan jelas untuk mewujudkannya,” sebut Michal.

Sementara itu, dilansir dari AP, manajer timnas Ceko Vladimir Smicer mengakui, komposisi timnya memang masih di bawah Portugal. Mereka tidak punya pemain tenar seperti Cristiano Ronaldo ataupun Luis Nani. Tapi, mereka masih punya Poborsky-Poborsky muda yang siap mempermalukan Portugal. “Tim kami punya mental lebih kuat saat berada dalam tekanan,” cetus pemain yang juga masuk dalam tim Ceko 1996 itu.
Sayangnya, hampir kebanyakan pemain di skuad Ceko kali ini punya memori buruk dengan Portugal. Terutama yang senior seperti Cech, Jaroslav Plasil, Milan Baros, dan Kadlec. Di ajang yang sama empat tahun silam mereka dikalahkan Portugal 1-3 dalam penyisihan Grup. Ceko pun gagal melenggang ke perempat final. (ren/jpnn/ful)