Home Blog Page 13337

Perampok SPBU Belum Diketahui

MEDAN- Hingga saat ini kepolisian belum berhasil, mengindifikasikan kawanan perampok menggasak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sei Semayang Jalan Binjai Km 13,7 Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Senin (18/6) lalu. Namun, polisi beralibi berkutat dalam penyelidikan.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Mapolsekta Medan Sunggal dan Polresta Medan. Sampai saat ini kita memburu pelakunya yang menggunakan senjata api,” kata Kanit Reskrim Polsekta Medan Sunggal, AKP Viktor Ziliwu, Rabu (20/6).

Ziliwu juga mengaku pihaknya sudah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi. “ Sudah 4 saksi yang kita minta keterangannya. Bukan itu saja kita juga sudah melakukan olah TKP serta mengumpulkan barang bukti bukti yang ada,” tegasnya.

Lanjut Ziliwu, pihaknya belum bisa memastikan siapa pelakunya. Karena masih dalam pemeriksaan. “Motif sementara ini, murni perampokan menggunakan senjata api dan pelaku kabur ke arah Binjai,” jelasnya.

Kanit ini juga menjelaskan, mereka sudah berkoordinasi dengan kepolisian Binjai. Karena dari keterangan saksi dan korban, pelakunya melarikan diri ke arah Binjai. “Masih kita lakukan pendalaman dan pengejaran terhadap para pelaku dari ciri-ciri yang disebutkan oleh korban,” ujarnya.  (jon)

Pipa Pertamina Bocor, Warga Berebut Premium

BELAWAN- Pipa pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) Pertamina Instalasi Medan Group, Rabu (20/6) kemarin, bocor dan mencemari pemukiman warga di Bagan Deli, Belawan. Kebocoran pipa, diduga dilakukan oknum tidak bertanggung jawab dengan tujuan mencuri BBM dengan jalan merusak pipa.
Pantauan Sumut Pos di lokasi bocornya pipa BBM Pertamina, warga tanpa memikirkan keselamatan jiwa, memanfaatkan situasi itu dengan mengumpulkan tumpahan BBM, yang menggenangi tanah menggunakan ember, kaleng dan jerigen.

Menurut warga setempat Dedi(31), bocornya pipa distribusi milik Pertamina itu pertama kali diketahui beberapa warga. Kabar tumpahan bensin itu selanjutnya diketahui warga lainnya.

“Begitu dapat kabar, ada tumpahan minyak kami langsung mengambil ember, untuk mengumpulkan minyak yang tumpah,” ujar Dedi.
Tumpahan premium di sekitar pemukiman warga ini diketahui Pertamina, dan langsung turun ke lokasi, untuk melakukan perbaikan pipa yang bocor dan menghentikan pendistribusian.

Kepala Satuan Pengamanan PT (Persero) Pertamina Upms I Medan, Parman, yang turun ke lokasi mengatakan, pihaknya baru mengetahui adanya kebocoran pipa distribusi tersebut laporan dari masyarakat. “ Mendapat informasi itu, petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi pipa yang bocor.
Dengan menutup lubang untuk menghentikan kebocoran yang mengakibatkan terjadinya tumpahan BBM,” kata, Parman.

Parman juga mengakui, kalau kondisi pipa penyaluran BBM dari laut menuju instalasi kondisinya memang sudah layak untuk diganti. “Mengingat pipa sudah mulai keropos upaya pergantian pipa tetap akan dilakukan,” ujarnya. (mag-17)

Pekan Flori dan Flora Nasional ke-5 Dibuka dengan Acara Panen

MEDAN-Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) ke-5 2012 resmi dibuka oleh Menteri Pertanian (Mentan), Dr Ir Suswono, MMA ditandai dengan pengguntingan untaian melati oleh Mentan didampingi Wakil Mentan Dr Rusman Heriawan, Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho, Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, Dirjen Hortikultura DR Ir Hasanuddin Ibrahim, anggota Komisi IV DPR RI Drs Djafar Nainggolan MM Dirjen, Wakil Wali Kota, Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri, Kadis Pertanian Sumut, Ir Roem serta perwakilan dari 33 provinsi.

Selanjutnya, dilakukan panen jambore varietas sekaligus peninjauan tanaman varietas seperti oriental melon, cabai, jagung, jambu kristal,pafri, sawi, kangkung, tomat, jahe, terong, semangka, buncis, ganmbas, kacang panjang, timun dan kol.

Dalam peninjauan itu, Mentan didampingi istri Plt Gubsu, Sutiyas Handyani, istri Wali Kota Medan, Hj Yuisra Siregar memanen oriental melon yang selama ini dipasarkan ke luar negeri, cabai, kacang panjang dan tomat.

Usai peninjauan dan panen dilanjutkan dengan penananam bibit jambu kristal yang berasal dari Lampung. Lalu dilanjutnya dengan penyerahan 4.000 benih jambu kristal untuk warga Kota Medan oleh Mentan kepada Wali Kota Medan, Rahudman Haraharap. Disusul  penyerahan bibit sayuran untuk petani di Sumut.

Prosesi diteruskan dengan mencicipi langsung beberapa tanaman varietas seperti melon, jagung, jambu kristal dan semangka. Jambore varietas ditutup dengan acara pelepasan ekspor buah dan sayuran ke Singapura dan Jepang.

Disusul pelepasan parade mobil hias sebanyak 68 unit yang diikuti beberapa peserta PF2N, SKPD dan kecamatan se-Kota Medan. Sebelum pelepasan dilakukan diawali atraksi marching band dari Perguruan Sinar Husni, SMA Kartika 1-2 Medan, SD Muhammadiyah Kampung Dadap, SMP Kartika 1-2 Medan dan Perguruan Ikal serta sepeda motor Viar.

Atraksi marching band ini juga dimeriahkan dengan penampilan lintas budaya berupa taria-tarian Rere Na Marere, Gundala-Gundala, Sigale-gale serta Reog.

Mentan, Suswono mengaharapkan pameran mampu menarik perhatian para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Sebab, potensi hortikultura yang dimiliki masing-masing daerah sangat variatif dan cukup besar sekali, termasuk dengan peluang pasarnya.

Karenanya, momen ini dapat membangun semangat untuk mengembangkan terus potensi hortikultura. Termasuk, membina para petani sehingga produk pertanian yang dihasilkan bisa berkompetisi dengan produk-produk pertanian dari negara lain.

Suswono menyampaikan Panen Jambore Varietas dan pelepasan karnaval kenderaan hias dalam rangka memeriahkan PF2N di Jalan Gatot Subroto Medan, persisnya samping Medan Fair Plaza, Rabu (20/6) sore bisa memberikan rangsangan terhadap para petani di Indonesia khususnya di Sumut untuk bisa bersaing dan mengekspor sayur-sayuran keluar negeri.

“Potensi hortikultura dari masing-masing daerah di Indonesia sangat variatif sekali. Ini bisa menjadi perangsang,” kata Suswono.

Menurut Suswono, pemerintah akan melindungi petani-petani di Indonesia agar tidak diserbu oleh hasil-hasil pertanian impor seperti buah-buahan maupun sayuran. Diakuinya, baik buah maupun sayuran hasil produk pertanian dalam negeri jauh lebih segar dan sehat dari hasil pertanian impor.
Hal ini tidak terlepas karena petani-petani di Indonesia sekarang sudah banyak meninggalkan pestisida dan beralih dengan pupuk organik.

“Saya kira peluang ini harus terus dikembangkan sehingga nantinya rakyat Indonesia lebih menghargai hasil pertanian dari dalam negeri. Harus diingat walaupun buah maupun sayuran dari luar negeri lebih murah dibandingkan dalam negeri namun hasilnya kurang sehat. Inilah yang sedang kita atur sehingga produk-produk yang masuk ke dalam negeri aman dikonsumsi,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan, lanjutnya, membatasi pintu masuk hasil pertanian dari luar negeri. Ini dilakukan supaya lebih terkontrol. Termasuk mengatur volume kapan jadwal masuk agar tidak distorsi dengan produk dalam negeri,” ungkapnya.

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM menilai even PF2N  tentunya sangat luar biasa bagi warga Kota Medan, sebab pameran hortikultura ini merupakan even nasional dan internasional.

“Kita harahapkan momen ini menjadi motivasi, terutama bagi para petani untuk lebih semangat untuk mengembangkan hasil pertaniannya,” kata Rahudman.

Pemko Medan siap membantu para petani di Kota Medan untuk meproduksi tanaman lebih baik dan siap bersaing di pasaran.

Plt Gubsu, Gatot Pudjo Nugroho menyatakan, sebagai negara tropis yang kaya dengan berbagai produk holtikultura  tidak heran bila  Sumut, sebagai salah satu penghasil produk sayur-sayuran, buah, hingga obat-obatan ini. Dirinya juga mengharapkan dengan adanya even ini akan membuka kesempatan investasi bagi petani dan perusahaan untuk mengembangkan usaha holtikultura ini hingga keluar negeri.

Dipadati Ribuan Pengunjung

Sementara itu ribuan pengunjung memadati lokasi pameran. Berbagai lapisan masyarakat yang datang terlihat antusias melihat berbagai jenis tanaman dan produk yang dipamerkan dalam even itu.

“Sepertinya pengunjungnya ribuan ya, 3 kali lipat di hari sebelumnya. Kalau kemarin-kemarin kan sore yang paling ramai,” ujar Wanda, peserta pameran kuliner.

Bukan hanya pameran bagian kuliner yang paling diminati, stand UKM pun tak luput dari pengunjung. Terutama bagi ibu rumah tangga, yang sangat antusias untuk melihat hasil kerajinan tangan.

Bawang Putih Mini

Salah satu jenis produk holtikultura yang di pamerkan bawang putih ukuran mini dengan panjang 3 cm dan tipis. Kalau yang dipasaran, 1 siung bawang putih memiliki panjang sekitar 6 cm dan tebal. Bawang putih ini merupakan produk dalam negeri dan harganya mahal.

Bawang putih dengan ukuran mini ini dapat dilihat di stan Nusa Tenggara Barat dan Papua Barat. Di dua provinsi ini, bawang putih sudah diproduksi sendiri, tetapi tidak banyak hanya untuk memenuhi kebutuhan setengah masyarakat saja.

“Ini untuk pertama kali panen bawang putih. Produksinya belum banyak, hanya mampu memenuhi kebutuhan setengah masyarakat saja,” ujar Staf Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortilultura Nusa Tenggara Barat, Desa.

Di provinsi ini, untuk pembudidayaan bawang putih hanya di Kabupaten Bima. Dan belum memiliki nama khusus untuk dipatenkan, karena ini merupakan produksi pertama. “Kita belum memiliki nama tetap untuk bawang ini, varietasnya sudah ada,” ujarnya.

Ibu Desa menyatakan, ukuran kecil pada bawang putih ini karena kurangnya tekhnologi dalam pengerjaannya. “Salah satu syarat untuk penanaman komoditas ini adalah tempatnya, bawang putih akan bagus hasilnya bila ditanam di dataran tinggi,” ujarnya.

Selain di Bima, kabupaten lain yang telah berhasil membudidayakan bawang putih ini adalah Sembalum, yang telah memiliki nama khusus.
Sedangkan untuk di Papua Barat, kendala yang dihadapi, tidak berbeda jauh dengan yang dihadapi di NTB. “Kultur tanah yang tidak cocok ya,” ujar Sherli, staf pertanian di Papua Barat. (ram)

Tertibkan Pungli di Lau Debuk-debuk

085277045xxx

Yth Bapak Bupati Deliserdang. Tolong tertibkan pungutan liar di tempat-tempat rekreasi yang ada di Lau Debuk-debuk Desa Doulu Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang. Pengunjung sangat resah dengan keberadaan mereka.

Segera Ditindak

Terima kasih atas laporannya. Tempat-tempat rekreasi atau daerah pariwisata di Deliserdang sudah diwajibkan untuk menerapkan adanya karcis. Ini merupakan bentuk kerjasama daerah pariwisata tersebut dengan Pemkab. Karena ini menggunakan sistem bagi hasil. Namun, jika ada tempat-tempat rekreasi yang masih ditangani swasta, kami belum bisa melakukan tindakan. Kami menyarankan pihak kecamatan mendaftarkan daerah pariwisata tersebut ke Dinas Pariwisata Deliserdang agar menjadi tempat-tempat rekreasi yang resmi. Intinya, jika tempat-tempat rekreasi yang sudah bekerjasama dengan Pemkab pasti ada karcis masuknya. Jika ada daerah pariwisata yang sudah bekerjasama dengan Pemkab, namun tak memberlakukan adanya karcis masuk, itu akan segera ditindak dan diberikan sanksi.

Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Cewek Cantik Tewas di Rumah Kosong

SIANTAR-Masyarakat Jalan Sei Tawar, Kelurahan Binaraga, Kecamatan Rantau Utara geger. Disalah satu rumah kosong di kampung tersebut ditemukan mayat cewek cantik yang sudah mulai membusuk. Terahir diketahui peremuan itu bernama Reni Mayasari (24) yang bekerja sebagai tukang Salon di Jalan Bay Pass depan Terminal Padang Bulan, Rantau Prapat.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah bernama Yeni (53), Selasa (19/6) pukul 15.00 WIB. Yeni yang seorang diri saat itu datang mau membersihkan rumah yang sudah 1 bulan kosong. Rumah itu dibersihkan karena mau ditempati penyewa.

Yeni mendapati rumah semi permanen itu dalam keadaan terkunci, sehingga Yeni tidak berprasangka ada mayat membusuk di dalamnya. Saat Yeni membuka pintu depan mau masuk ke dalam rumah, Yeni mencium bau busuk.

Penasaran dengan baunya, Yeni mencari asal bau tersebut. Setelah ditelusuri, asal bau tersebut dari dalam kamar tidur yang sedang terkunci rapat. Yeni yang berprofesi sebagai guru SD ini sudah mencoba mendobrak pintu kamar tersebut, namun tidak berhasil.

Yeni yang tak jauh tinggal dari rumah kontrakan tersebut, lalu memanggil anaknya bernama Evan (25). Dengan sekuat tenaganya, Evan mendobrak pintu kamar tersebut sampai rusak. Ketika pintu kamar terbuka, Yeni dan anaknya Evan terkejut karena melihat sesosol mayat wanita setengah bugil terkapar tak bernyawa.

Belum sempat masuk ke dalam kamar, Yeni langsung keluar dari rumah memberitahu masyarakat sekitar. Hanya hitungan menit, warga dan polisi berdatangan ke lokasi kejadian.

Saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mendapati korban terkapar tidak bernyawa dengan memakai baju kaos warna merah jambu dan celana dalam warna hijau. Di dalam jelana jeans dekat korban, didapati uang Rp425 ribu. Korban saat itu memakai gelang warna coklat di tangan kanan.

Diduga, korban dibunuh orang dekatnya, Senin (18/6) tengah malam. Itu terhitung sejak korban mulai diotopsi di Instalasi Forensik RS Djasamen Saragih, Rabu (20/6) pukul 07.00 WIB. Dari hasil otopsi, terungkap bawa korban meninggal masih 36 jam. Ketika dihitung, korban diduga dibunuh dengan leher dijerat pakai tali pinggang, Senin (18/6) sekitar pukul 23.00 WIB.

Diduga korban bersama pelaku masuk dari pintu belakang rumah kosong tersebut. Menurut pemilik Yeni, rumah tersebut tidak dikunci dari belakang. (sos/smg)

Lampu Penerangan di Jalan Kalingga Padam Setahun

085373186xxx

Pak Wali Kota Medan Yth. Saya warga Jalan Kalingga/PJ Nehru Kecamatan Medan Petisah. Tolonglah dihidupkan lampu jalan di simpang Jalan Kalingga, karena mati sudah hampir satu tahun. Saya sudah tiga kali melapor ke bagian pertamanan di Lapangan Merdeka dan sudah lapor juga ke kelurahan. Tolonglah Pak, karena rawan perampokan, apalagi kalau subuh Pak mau ke masjid sholat jalanannya gelap. Mohon perhatiannya Pak.

Dicek Terlebih Dahulu

Terima kasih atas laporannya. Namun untuk terlebih dahulu kami akan melakukan pengecekan. Kami akan sesegera mungkin mengirimkan anggota untuk melakukan perbaikan terhadap lampu yang padam tersebut.

Erwin Lubis
Kadis Pertamanan Kota Medan

Parang Segoni Masuk Batam

Rombongan Ormas Asal Medan Diduga Telah Tiba

BATAM-Bentrok berdarah di Batam beberapa hari lalu diduga akan kembali berulang. Diduga rombongan Ormas dari Medan telah tiba di Batam. Dan, sekarung senjata tajam pun ditemukan dari penumpang Kapal Motor (KM) Kelud yang berlayar dari Belawan Medan saat tiba di Batam.

Polisi menemukan senjata tajam berupa belasan buah parang dan sebuah senapan angin ketika menggelar razia di Pelabuhan Sekupang, Batam, Rabu (20/6). Senjata tajam ini diperoleh dari salah seorang penumpang KM Kelud di pintu keluar Pelabuhan Sekupang.

Batam Pos (grup Sumut Pos) melaporkan, penumpang yang belum diketahui namanya ini menyimpan parang-parang dalam karung. Sedangkan senapan angin ia balutkan di tikar berukuran besar. Hingga kini belum diketahui motif senjata-senjata ini ia masukan ke Batam. Polisi sendiri masih melakukan pemeriksaan intensif.

Aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP sudah disiagakan sejak bentrokan dua kubu di depan Hotel Planet Holiday, Senin (18/6) lalu. Ini dilakukan untuk menghindari kerusuhan lanjutan. KM Kelud yang tiba dari Belawan, Sumatera Utara sudah diantisipasi aparat.
Pelabuhan Sekupang ini merupakan penghubung antara Batam dan Belawan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Penumpang KM Kelud dari Belawan yang tiba di Batam dirazia aparat.

“Tidak hanya di sini, pelabuhan lain juga dijaga. Di TKP (tempat kejadian perkara) Planet juga masih ada dua pleton yang ditempatkan,” kata Kabag Ops Polres Barelang, Kompol Anton Sudjarwo, kemarin.

Tapi, Anton Sudjarwo membantah adanya rombongan organisasi masyarakat (Ormas) dari Medan yang tiba di Batam. Menurutnya kabar itu hanya isu yang sengaja dikembangkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Tujuannya, tetap untuk stabilitas. Nggak ada, isu itu. Ini terkait antisipasi saja,” kata Anton.

Kabar adanya rombongan Ormas dari Medan sempat menyeruak menyusul tewasnya Johan Sihombing dalam bentrokan di depan Hotel Planet Holiday, Senin (18/6) lalu.

Kericuhan ini berawal ini ketika Massa dari dua kubu berbeda yang saling bersengketa lahan bentrok di Area Hotel Planet Holiday, Batam, Senin (18/6) sekitar pukul 15.00. Akibatnya, 11 orang terkapar terkena sabetan parang dan pedang.

Dari korban yang terkapar itu satu di antaranya tewas yang belakangan diketahui bernama Johan Sihombing. Sedangkan Hotel Planet Holiday yang menjadi lokasi kerusuhan, kaca-kacanya hancur berantakan.

Bentrokan berdarah ini dipicu perebutan lahan PT Hyundai Metal Indonesia (PT HMI) di Batuampar oleh kubu Toni Fernando (Manager Operasional dan Pemasaran PT HMI) dengan kubu PT Lord Way Accommodation Engineering (PT LWAE) yang didukung Basri. Pada 14 Juni lalu sengketa lahan seluas 4.300 meter persegi antara PT LWAE dengan PT HMI diputus di Pengadilan Negeri (PN) Kota Batam.

Dalam putusannya, PN Batam memenangkan sebagian gugatan PT LAE. Namun pihak PT HMI langsung menyatakan banding atas putusan tersebut, mengingat banyak fakta persidangan yang diabaikan pengadilan.

Johan Sihobing Diterbangkan ke Medan

Sementara itu, Johan Shombing, korban tewas dalam kerusuhan di Planet Holiday diberangkatkan ke kampung halamannya di Medan. Korban diberangkatkan melalui Bandara Hang Nadim ke Bandara Polonia Medan menggunakan pesawat Lion Air, kemarin pagi.
“Johan tadi di antar tiga orang keluarganya,” ujar Kapolsek Kawasan Bandara Hang Nadim Batam, Iptu Heri Sujati.

Tiga orang kerabat Johan langsung menuju pintu keberangkatan. Sementara jasad korban dibawa melalui cargo Bandara. Tidak ada yang istimewa dalam keberangkatan jenazah Johan. Tokoh masyarakat, maupun teman korban tidak ada yang mengantarkannya ke Bandara.”Hanya tiga orang keluarganya saja,” jelasnya.

Menurut salah satu kelurganya, korban akan dikebumikan di Medan yang menjadi tanah kelahirannya.”Keluarga di Medan juga udah berada di Bandara untuk menjemput,” ujar salah satu kelurga korban yang enggan disebutkan namanya. (spt/hgt/rpg/jpnn)

Dunlop Luncurkan Ban Tubeless

MEDAN- Bagi sebagian orang, khususnya kawula muda, ban tidak hanya berfungsi sebagai komponen agar sepeda motor dapat berjalan. Ban juga memiliki fungsi estetik bagi pengendara untuk tampil lebih gaya.

“Menyadari hal itu kami meluncurkan ban motor Dunlop TT 902 dan D115,” kata Advertising and Promotion Manager PT Sumi Rubber Indonesia, Hartono dalam siaran pers yang dirilis Jumat (15/6) kemarin.

Hartono menyatakan, Dunlop TT 902 dan D115 hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen muda yang gemar menggunakan velg-velg alumunium.
Dikatakan Hartono, D115 diproduksi dalam tipe tubeless rim 14 dan tersedia dalam lima ukuran motor scootik. Sedangkan TT 902 diproduksi dalam rim 17 dengan 6 tipe tubeless dan 3 tipe tube untuk motor bebek.

Dunlop TT 902 dan D115 terbuat dari material compound khusus yang membuat daya cengkram ban lebih mantap dan stabil ketika dikendarai dalam kecepatan tinggi baik jalan basah maupun kering. Selain itu, kedua produk terbaru Dunlop itu juga memiliki rolling resistance yang rendah sehingga irit bahan bakar.

Kembangan pada kedua produk Dunlop dirancang sesempurna mungkin dengan tampilan alur melintang untuk menghindari slip saat kendaraan menikung dalam kecepatan tinggi. Sepanjangan 2011 sendiri, PT Sumi Rubber Indonesia telah menjual sekitar 2 juta unit.
“Kami menargetkan produksi Dunlop TT 902 dan D115 sebanyak 30 ribu unit perbulan di 2012,” kata Hartono.

Untuk wilayah Medan dan sekitarnya, ban tipe TT 902 dan D115 secara resmi telah diluncurkan di Hotel JW Mariot, Jumat (8/6) lalu. Peluncuran ban motor Dunlop tersebut menjadi bukti bahwa Dunlop terus melakukan inovasi-inovasi bagi pecinta motor untuk memberikan kenyaman dalam berkendara.

“Kami ingin memberikan kenyaman bagi pengendara dengan produk Dunlop. Makanya, jaringan penjualan ban motor Dunlop saat ini sudah mencapai 18 distributor di seluruh Indonesia,” papar Hartono.
Hartono menambahkan, ban motor Dunlop sudah diakui oleh pabrik-pabrik motor terkemuka di Indonesia. “Saat ini ban Dunlop dipakai sebagai ban orisinil oleh perusahaan motor yang ada di Indonesia seperti Yamaha,” tuturnya.
Sementara itu Chief Spare Parts Officier PT Alfa Scorpii, Hassan Edward mengatakan, kualitas produk Dunlop tidak perlu diragukan lagi. “Yamaha telah memilih Dunlop sebagai mitra terpercaya untuk produk-produk sepeda motor seperti Yamaha V-ixion, New Jupiter, Jupiter MX, Vega ZR, Mio dan sebagainya,” ujar Edward yang didampingi manajer spare parts PT Alfa Scorpii, Zunian. (jun)

Kenapa e-KTP Belum Dibagikan?

083198822xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan. Saya warga Pasar 2 Marelan dan kami sudah mengurus e-KTP di Kantor Lurah Terjun pada awal April 2012 lalu. Setelah itu kami disuruh menunggu surat panggilan mengambil e-KTP pada awal Juni 2012 ini. Tapi, sampai sekarang belum ada kabar dari mereka! Bagaimana ini Pak? Trims.

Masih Didistribusikan Secara Bertahap

Terima kasih atas informasinya. Saat ini kami masih menunggu pengiriman e-KTP dari Kemendagri. Karena e-KTP bakal didistribusikan secara bertahap. Jadi diharapkan masyarakat Kota Medan bisa lebih bersabar.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Euforia Nasionalisme Tortor dan Gordang Sambilan

Oleh: Jones Gultom

Sensitivitas masyarakat Indonesia kembali teruji, ketika pemerintah Malaysia menunjukkan sinyalemen akan mengklaim Tor-tor dan Gordang Sambilan Mandailing sebagai warisan negaranya. Sejumlah reaksi pun bermunculan. Mulai dari sekedar diskusi sampai demonstrasi. Termasuk yang dilakukan oleh belasan seniman yang ada di Medan, beberapa waktu lalu.

Sehabis berdiskusi, mereka kemudian menggelar aksi panggung bersama di trotoar depan Taman Budaya Sumatera Utara. Tak tanggung-tanggung, seperangkat gordang sambilan dihadirkan lengkap dengan para penarinya. Gordang ditabuh, penari-penari meliuk dan masyarakat pun berkumpul menikmati pertunjukan gratis itu. Secara bergantian para seniman ini membacakan pernyataan sikap dan orasi kebudayaannya. Beberapa di antara masyarakat yang datang menonton, mulai terpancing suasana. Salah satunya, ada yang sampai “nyeletuk” dengan kalimat-kalimat provokatif. “Perang pun jadi,” katanya.

Reaksi masyarakat yang diwakili oleh para seniman ini, sebenarnya menunjukkan kekesalan kepada pemerintahnya sendiri. Apalagi ada kesadaran untuk mengakui bahwa apa yang dilakukan pemerintah Malaysia justru bernilai positif bagi perkembangan tor-tor dan gordang sambilan Mandailing itu sendiri. Setidaknya dengan diakuinya tor-tor dan gordang sambilan Mandailing sebagai aset bangsa Malaysia, eksistensi masyarakat Mandailing di Negeri Jiran itu tidak tergerus. Seperti kita tahu bersama, selama ini pemerintah Indonesia sendiri tidak pernah memberi perhatian serius kepada aset-aset seni budayanya. Tidak ada pendataan ataupun pemetaan keragaman produk-produk seni dan kebudayaan yang mewakili ke Indonesiaan.

Selain itu, kantung-kantung kesenian, khususnya yang berorientasi pada seni tradisi, yang selama ini hidup survive, justru dibunuh. Belum lagi infrastuktur pendukungnya yang sangat minim. Tidak bisa dibayangkan, bangsa sebesar Indonesia, yang memiliki ribuan etnis dengan kekayaan keseniannya yang variatif  itu, hanya memiliki 1 gedung pertunjukan yang boleh dianggap representatif, yakni Gedung Kesenian Jakarta.

Itupun merupakan peninggalan kolonial. Ide membangun gedung ini berasal dari Gubernur Jenderal Belanda, Daendels. Kemudian direalisasikan oleh Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814.  Ironisnya, masih banyak provinsi di Indonesia yang sama sekali tidak memiliki gedung untuk seni pertunjukan. Masyarakat tidak tahu dimana harus menggelar pertunjukan keseniannya. Belum lagi dengan beragam masalah klasik yang lain. Sangat wajar jika perlahan-lahan aset yang cukup bernilai itu hilang.

Tak Sekedar Memiliki

Inisiatif komunitas masyarakat Mandailing yang ada di Malaysia untuk mempertahankan akar kebudayaannya, setali tiga uang dengan agenda “Truly Asia” yang tengah diusung pemerintah Malaysia. Faktanya, Malaysia tidak satu-satunya negara yang bermimpi untuk menjadi “galeri Asia.” Di Pattaya, Thailand misalnya, kita harus membayar ratusan ribu rupiah untuk menonton pertunjukan tari Serampang 12. Bahkan kita harus pula belajar kebudayaan Batak di Jerman atau Belanda.

Sebaliknya, negara kita termasuk tempat yang paling subur bagi ekspansi seni dari berbagai negara. Pada genre musik, kita mengenal, klasik, blues, jazz, rap, termasuk keroncong yang bukan asli Indonesia. Di antaranya bahkan mendapat tempat yang cukup eksklusif di masyarakat. Belakangan boy-girl band yang seratus persen Korea. Pertumbuhan musik-musik impor itu seiring dengan labilitas masyarakat terhadap kebudayaannya sendiri. Saat-saat seperti ini, kita mestinya berterimakasih pada pemerintah Malaysia yang mau mangakomodir permintaan komunitas Mandailing yang ada di negaranya itu.

Namun bukan berarti pemerintah Malaysia bebas mengklaim segala bentuk-bentuk kesenian yang ada di negaranya, sebagai warisan bangsa mereka. Secara de facto, Tor-tor dan Gordang Sambilan Mandailing ada di Malaysia, tetapi de jure, ia berakar dari bangsa Indonesia. Argumennya sederhana, bahwa masyarakat Mandailing yang ada di Malaysia adalah kelompok etnis yang memang berasal dari Indonesia (nusantara).
Sekalipun komunitas masyarakat Mandailing itu sudah menjadi warga negara Malaysia, tetap saja akar kebudayaan maupun identitas kesukuannya berasal dari Indonesia. Sama halnya, di negara manapun orang Batak bermukim dia tetaplah Batak, jika ia masih menggunakan atribut kebatakannya. Pengakuan ini penting untuk mempertegas batas politik kebudayaan. Batas inilah yang harus dituntut oleh pemerintah Indonesia.

Duri Serumpun

Istilah ini dipopulerkan sejarawan, Rum Aly, menganalogikan hubungan Indonesia-Malaysia. Dalam satu catatannya, Rum menyebut ketidakmesraan Indonesia-Malaysia, di antaranya disebabkan, kekecewaan Soekarno yang merasa dikhianati Tunku Abdul Rahman, Perdana Menteri Persekutuan Tanah Melayu (PTM), Malaysia waktu itu. Konon sebelum merdeka, Malaysia pernah “bersepakat” akan bergabung ke Indonesia, yang merupakan saudara serumpun. Tidak heran jika, Indonesia di bawah Soekarno menjadi salah satu pendukung utama untuk kemerdekaan Malaya, (Malaysia) lepas dari kolonialisme Inggris. Salah satu usaha untuk itu dengan menggelar Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955. Selanjutnya, sebagai persiapan menuju kemerdekaan itu, Soekarno bahkan mengirimkan sejumlah penduduk Indonesia (Melayu, Bugis dan mungkin juga Mandailing) untuk mengisi kuota penduduk “lokal” seperti pra syarat yang diminta Inggris.

Tetapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Pada tahun 1957, Malaysia diberi kemerdekaan oleh Inggris. Tetapi sesudah 6 tahun berlalu, kesepakatan untuk bergabung bersama dalam satu negara serumpun itu, tak juga ditepati. Malaysia malah memilih gagasan yang dilontarkan Inggris untuk menjadi negara federasi. Konsep federasi itu dimaksudkan untuk merangkul Sabah, Serawak dan Brunei yang terletak di utara Kalimantan. Sebagai konsekuensinya, Malaysia tetap berada dalam naungan negara persemakmuran Inggris. Sebelumnya muncul saling klaim terhadap Sabah. Beberapa kali digelar pertemuan untuk membahas itu. Namun manuver gerakan bawah tanah yang dilakukan Kepala Intelijen, Soebandrio, berdampak pada kegagalan perundingan mencari kesepakatan. Sejak peristiwa itu, situasi politik antar kedua negara (Indonesia-Malaysia) memanas. Salah satu wujudnya Soekarno pun melancarkan aksi dwikora di tahun 1963. Adakah dendam politik ini yang masih terbawa antara Indonesia-Malaysia hingga sampai saat ini?

(Penulis adalah Pemerhati Budaya)