Home Blog Page 13342

Pengacara Batak Siap Gugat Malaysia

Soal Tortor dan Gordang Sambilan, Pemprovsu Surati Pusat

MEDAN- Klaim Malaysia terhadap tarian Tortor dan alat musik Gondang Sembilan langsung mengundang reaksi keras dari sejumlah kalangan. Pihak Pemprovsu segera surati pemerintah pusat untuk memperoleh kejelasan. Sementara, perantau yang ada di Jakarta siap menggerakkan pengacara Batak untuk menggugat Malaysia.

Kemarin, usai paripurna, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Nurdin Lubis berjanji, pihak Pemprovsu akan segera menyurati pemerintah pusat untuk memperoleh kejelasan persoalan itu, dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan DPRD Sumut.

Ditegaskannya, adat istiadat, budaya dan lainnya bisa dimainkan atau dihelat di negara lain, asal jangan sampai adat istiadat atau budaya tersebut menjadi diklaim milik negara tersebut. “Kita menyayangkan hal itu. Pemprovsu dan dewan akan segera menyurati pusat untuk disikapi permintaan itu. Itu (Tortor dan Gordang Sambilan, Red) punya kita,” tegasnya.

Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho pun menyatakan menyayangkan dan mengecam tindakan Malaysia. “Jika benar klaim Malaysia atas tarian Tortor dan Gordang Sambilan, maka kami sangat menyayangkan dan mengecamnya,” kata Gatot kepada wartawan melalui sambungan selular kemarin.
Dijelaskannya baik tarian, pakaian, bahasa, alat musik, makanan dan berbagai aspek budaya yang tumbuh dan berkembang merupakan aset nasional sekaligus jati diri daerah dan bangsa. “Tarian Tortor dan alat musik Gordang Sambilan memiliki makna khusus bagi etnis Batak dan Mandailing. Ini benar-benar  asli Sumatera Utara,  tentunya kita tidak rela bila diklaim sebagai budaya asli mereka (Malaysia, Red). Dan ini tentunya sangat merugikan kita,” ujar Gatot.

Di Jakarta, pengacara senior Juniver Girsang pun tak mampu menyembunyikan amarahnya. “Sebagai putra Batak, saya sangat tersinggung. Batak itu sangat menjunjung tinggi Tortor. Saya tersinggung Tortor diklaim oleh pihak yang bukan orang Batak,” ujar, kemarin.

Dia pun mengingatkan Pemerintah Malaysia untuk segera bertobat, karena sudah berulang kali mengklaim khasanah budaya milik Indonesia. “Malaysia harus instropeksi diri agar punya status dan identitas. Main klain-klain membuktikan Malaysia tak punya status dan identitas,” ujar Juniver dengan nada tinggi.

Juniver pun menegaskan, tarian Tortor sudah lebih dulu ada sebelum Malaysia ada. Pemerintah RI diimbau berani bersikap tegas, mengingatkan Malaysia agar tidak lagi main klaim milik Indonesia. “Malaysia perlu diingatkan, jangan memicu chaos,” sergah Juniver.

Jika Pemerintah Malaysia berani mendaftarkan Tortor dan Gondang Sembilan ke lembaga internasional sebagai miliknya, Juniver mengaku siap di garda terdepan untuk merebut kembali. “Kalau dia mendaftar ke internasional sebagai haknya, saya terdepan dan akan menggugat secara frontal Malaysia,” tegasnya.

Dia siap mengkoordinir para pengacara asal Batak untuk melakukan perlawanan. “Saya akan koordinir teman-teman yang punya harga diri dan menghormati budaya Batak,” cetusnya.

Siapakan Class Action

Di tempat terpisah, Ketua Marga Toga Simatupang se-Jabodetabek, JS Simatupang tampak tak bisa menutupi kemarahannya. “Sebagai salah seorang ketua marga, saya akan mengajak semua ketua-ketua marga yang ada untuk duduk bersama. Membicarakan langkah class action pada pemerintah Malaysia,” katanya.

Upaya ini menurut JS, sangat penting dilakukan. Karena ini bukan pertama kalinya pemerintah Malaysia berusaha mengklaim budaya-budaya asli Indonesia sebagai miliknya. Apalagi Tortor menurut JS, lebih merupakan akhlak, sikap dan sumber inspirasi masyarakat Batak sejak zaman nenek moyang. “Nah kalau ini sudah diobok-obok, bisa kacau balau semuanya. Jangan-jangan sebentar lagi Danau Toba juga akan mereka klaim sebagai miliknya. Dan akan mereka pindahkan ke negerinya,” geramnya.

Terpisah, Ketua Komisi X DPR Agus Hermanto mengatakan bahwa rapat pleno UNESCO 29 Juni 2012 nanti tidak akan membahas klaim Malaysia terhadap tarian Tortor dan alat musik Gordang Sambilan. Dia menyebutkan, rapat itu nanti hanya membahas usulan warisan kebudayaan dari 24 negara saja. Dan dari 24 negara itu, kata Agus tidak ada usulan dari Malaysia.

“Jadi, tari Tortor dan Gordang Sambilan itu tidak mungkin dibawa di sidang UNESCO untuk diklaim sebagai warisan budaya mereka (Malaysia). Sampai saat ini belum ada klaim dari Malaysia,”  kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Sutan Sarankan Bentuk Provinsi Malaysia

Reaksi keras juga disampaikan politisi Partai Demokrat asal Sumut, Sutan Bhatoegana Siregar.  Menurut Sutan, klaim pemerintah Malaysia atas budaya Batak itu menunjukkan bahwa negeri jiran itu tidak memiliki budaya sehingga melakukan klaim kiri-kanan.

Sutan pun menyindir balik dengan gayanya yang khas. “Kalau Malaysia banyak mengklaim budaya kita seperti reog, batik, keris sekarang Tortor, saya malah berpikir mengklaim kalau Malaysia itu  milik kita. Karena sama itu barang itu. Jadi provinsi Malaysia,” sindir Sutan.

Dijelaskan Sutan, banyaknya klaim dari Malaysia terkait kekayaan kebudayaan ibu pertiwi, bukan berarti bangsa Indonesia tidak menghargai budaya. “Tapi, ada orang-orang di luar itu yang nakal-nakal,” tegasnya.

Ketua Komisi VII DPR itu menegaskan, mestinya budaya Indonesia didaftarkan di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sejak dulu. “Dan ini sudah diproses di zamanya Jero Wacik (saat itu menjabat Menteri Pariwisata),” kata Sutan.

Seperti diketahui, kantor berita Malaysia, Bernama, melansir berita bahwa Menteri Penerangan dan Kebudayaan Malaysia Datuk Seri Ratis Yatim berencana mendaftarkan Tarian Tortor dan alat musik Gordang Sambilan milik masyarakat Sumatera Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005. Yatim menyatakan jika dua tarian itu merupakan salah satu cabang warisan kebudayaan mereka. Pernyataan dari pejabat Malaysia itu tentu membuat negara Indonesia ketar-ketir. Sebab, berkali-kali Malaysia mengklaim budaya kita. (ari/sam/gir)

Jangan Remehkan Laga Terakhir

PELUANG Swedia untuk melewati fase penyisihan di grup D Euro 2012, sudah musnah. Kekalahan dua kali di laga pertama, membuatnya tercecer di juru kunci dan tidak lagi memiliki kesempatan untuk merangsek ke posisi kedua.

Dengan status seperti itu, Swedia diprediksi bakal tampil tanpa beban. Menghadapi Prancis di Olympic Stadium Kiev Rabu (20/6) mendatang, pelatih Swedia Erik Hamren berharap timnya tetap tampil fight meski peluang lolos ke babak lanjutan telah tertutup.

Kepada Skysports kemarin (17/6), Hamren menyatakan bakal menyiapkan strategi khusus menghadapi Prancis. Kegagalan strategi pelatih berkebangsaan Swedia itu dalam dua laga sebelumnya akan diperbaiki dalam laga pamungkas.

“Saya menyatakan kepada seluruh anggota tim, bahwa kami melalui proses di Euro ini dengan baik. Hanya saya rasa kami kurang beruntung saat menghadapi Ukraina dan Inggris,” ucap Hamren.

Apa yang disebutkan Hamren tersebut benar adanya. Saat kalah 2-1 atas Ukraina (12/6) lalu, Swedia sempat unggul terlebih dahulu. Sayangnya, dalam waktu sepuluh menit kemudian, gawang Swedia dijebol dua kali oleh penyerang gaek Ukraina, Andriy Shevcenko.

Sialnya, Swedia kembali kehilangan momentum meraup tiga poin saat lawan Inggris (16/2) lalu. Sempat memukul Inggris dengan skor 2-1 hingga menit ke-60 lewat gol Olof Mellberg dan bunuh diri Glen Johnson, Swedia untuk kali kedua tersungkur dan kalah 2-3. “Kami kira evaluasi lini belakang memang menjadi opsi utama pembenahan tim ini sebelum lawan Prancis. Lini depan kami, meski masih bertumpu kepada Ibra (Zlatan Ibrahimovic, red.) saya yakin akan menjebol lini belakang Prancis,” sebut Hamren.

Di sisi lain, playmaker Prancis Samir Nasri menyatakan optimismenya untuk bisa memukul Swedia. Tren positif Les Blues dalam dua laga di grup D ini menjadi alasan utamanya. (dra/ruk/jpnn)

Kualitas Pelayanan PDAM Tirtanadi Buruk

085361311xxx957

Kepada Dirut PDAM Tirtanadi Yth. Kami jamaah Masjid Ar Rahman yang terletak di Jalan Selamat Pulau No 19 Lingkungan 6 Kelurahan Sitirejo 3 Kecamatan Medan Amplas, sangat kecewa terhadap kualitas pelayanan PDAM yang sangat buruk akhir-akhir ini. Pasalnya kerap kali air PDAM yang mengalir ke masjid, mati total pada waktu-waktu salat, terutama salat Jumat. Contohnya terjadi pada tanggal 16 Juni lalu, puluhan jamaah yang akan melakukan salat jenazah tak dapat melaksanakan fardu kifayah akibat matinya air PDAM di masjid tersebut. Kami minta dengan tegas agar masalah ini segera diselesaikan. Karena jika tidak kami jamaah akan menggelar aksi perotes ke PDAM terkait persoalan tersebut. Atas perhatian semua pihak kami ucapkan terima kasih.

Ada Gangguan

Terima kasih atas laporannya. Pada saat itu sumber air dari Tirta Leonis Limau Manis memang sedang dalam gangguan. Terjadi banjir di daerah tersebut, karena itu operasionalnya terpaksa dihentikan. Ke depannya, kita sudah akan mengupayakan praset. Praset ini dimaksudkan untuk mengolah air walau dalam keadaan banjir. Jadi air masih bisa dialirkan untuk warga.

Jumirin
Kabid Humas PDAM Tirtanadi Medan

Tortor Itu Batak, Pak Cik!

Ibarat Reog Ponorogo identik dengan Jawa Timur dan tari Pendet dengan Bali, tortor pastilah suku Batak. Batak itu asalnya di Sumut. Identifikasi ini mirip dengan dansa dari negara barat, tari perut dari Timur Tengah, barongsai dari negeri Cina, sajojo dari Indonesia Timur, dan sebagainya Jadi, kalau misalnya ada orang yang menyatakan barongsai itu miliknya negeri barat, dansa itu dari Bali, reog itu dari Cina, dunia pasti akan tertawa terbahak-bahak. Hahahahaha… Mengapa? Karena seluruh jejak histori pasti akan membantah pernyataan ’super ajaib’ itu.

Lantas, apa yang perlu dibahas lagi?

Nah, inilah yang menarik. Ternyata, ada orang yang tak terlalu peduli dengan rekam jejak budaya suatu etnis. Setelah beberapa waktu lalu menghebohkan tanah air dengan mengklaim Reog Ponorogo dan tari Pendet sebagai warisan budaya mereka, Malaysia kembali berulah. Kali ini, negeri serumpun itu berniat memasukkan dua kesenian asal Batak, Sumatera Utara, yakni Tortor dan Gordang Sambilan, sebagai warisan budaya mereka.
Tortor adalah nama tarian asal Batak, dengan pose khasnya yang terkenal yakni kedua telapak tangan ditangkupkan seperti posisi menyembah di depan dada, sementara posisi tubuh tetap tegak kaku. Tortor biasa dibawakan dengan iringan musik gondang, ditampilkan saat acara adat.

Adapun Gordang Sambilan adalah alat musik kendang berjumlah sembilan, tingginya sekitar 1,5 meter, dikenal sebagai musik khas orang Mandailing. Alat musik ini dipercaya mempunyai kekuatan gaib memanggil roh nenek moyang untuk memberi pertolongan melalui medium Sibaso.

Nah, setelah lama dikenal luas sebagai milik suku Batak, tiba-tiba pekan lalu Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim, menyatakan akan mendaftarkan tortor dan gordang sambilan sebagai warisan budaya mereka. Loh, apa-apaan ini? Lagi melucu ya, Pak Cik?
Memang jika dirunut-runut, niat Malaysia mengklaim kedua kesenian Batak ini tidak sepenuhnya ’mencuri’. Adalah perantau asal Mandailing yang telah lama tinggal dan menjadi warga negara Malaysia, yang ingin mengakui tortor dan gordang sambilan sebagai identitas budaya mereka. Mirip halnya dengan Reog Ponorogo, yang juga dimainkan warga asal Jatim yang telah lama menjadi warga negara Malaysia.

Tentu, kita tidak bisa melarang warga perantau memainkan atraksi budaya asal mereka di negeri rantau. Itu hak mereka. Sama halnya dengan orang ’bule’ berdansa di Indonesia, etnis Tionghoa memainkan barongsai di negeri kita, itu sah-sah saja.

Yang tidak etis adalah jika Indonesia mengklaim barongsai sebagai warisan budaya Indonesia, hanya karena etnis Tionghoa yang tinggal di Indonesia sering menggelarnya. Jika itu terjadi, negeri Cina berhak protes: ’Lu kok ngaku-ngaku budaya gue? Nggak punya budaya sendiri ya?’

Ini yang harus dipahami Malaysia. Perantau is perantau. Dia boleh membawa kebudayaan asal ke negeri yang dipijaknya. Tetapi tak lantas negeri itu jadi punya alas hak untuk mengklaimnya sebagai warisan budaya. Jadi, jangan bikin lelucon dong, Pak Cik… Nggak lucu! (*)

PT AJP Diserang Warga

LABUHAN- PT Agro Jaya Perdana (AJP) di Jalan KL Yos Sudarso Km 16 Medan Labuhan, Senin (18/6) sekira pukul 22.15 WIB, diserang puluhan massa. Aksi penyerangan massa diduga dipicu oleh persoalan limbah debu dan kebisingan mesin boiler.

Akibatnya pagar pembatasan milik industri produsen minyak goreng tersebut roboh dan beberapa kaca mengalami kerusakan disebabkan aksi pelemparan.
Keterangan diperoleh Sumut Pos, peristiwa penyerangan massa disinyalir dilakukan warga setempat terjadi secara mendadak. Beberapa personel satuan pengaman (Satpam) pabrik yang sedang melakukan penjagaan tiba-tiba dilempari oleh puluhan massa.

Melihat massa mengamuk, petugas keamanan pabrik berupaya menghindari lemparan batu. Tidak hanya melempari pabrik dengan batu, massa yang diduga kesal dengan menajemen perusahaan yang tidak mempedulikan keluhan masyarakat terkait limbah serta kebisingan mesin, juga merobohkan pagar pabrik.  “Kita masih melakukan penyelidikan terkait perusakan, pihak keamanan pabrik saat ini masih dimintai keterangannya,” jelas  Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, AKP Oktavianus saat di TKP, tadi malam. (mag-17)

Mahasiswa Asing Cukup Bayar Rp80 Juta

Biaya Kuliah FK USU Jalur Mandiri Rp60 Juta

MEDAN-Pada tahun ajaran baru 2012-2013, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK-USU) mematokkan tarif bagi calon mahasiswa baru menggunakan jalur mandiri lokal sebesar Rp60 juta per tahun. Sementara untuk mahasiswa asing, cukup membayar Rp80 juta.

Jumlah tersebut belum termasuk Dana Kelengkapan Akademik (DKA) senilai Rp7 Juta yang harus dibayarkan calon mahasiswa sebelum memulai perkuliahan. “DAK ini hanya dibayarkan sekali saja sampai mahasiswa menyelesaikan perkuliahannya.

Dana DAK ini sudah termasuk seluruh biaya praktikum, laboratorium, almamater dan sebagainya. Sehingga setelah itu, mahasiswa selanjutnya hanya membayarkan biaya kuliah saja,” ungkap Rektor USU Syahril Pasaribu, saat dikonfirmasi, Senin (18/6).

“Untuk jalur mandiri golongan internasional sebesar Rp80 juta, sedangkan untuk beban DAK jumlahnya sama seperti jalur lokal,” tambahnya.
Angka ini jauh berbeda dengan mahasiswa yang masuk melalui jalur reguler. Menurut rektor, setiap mahasiswa dibebankan biaya kuliah Rp2 juta per tahun dengan biaya DAK senilai Rp4,5 juta. “Untuk jalur reguler nilai biaya kuliah pertahunnya merupakan kebijakan dari pemerintah sehingga tidak bisa berubah,”sebutnya.

Selain FK, USU juga memiliki beberapa Fakultas yang menggunakan jalur mandiri. Namun untuk biaya jalur mandiri selain dari Fakultas Kedokteran, USU memasang  tarif Rp10 Juta per tahun, dengan biaya DKA senilai Rp7 juta.

Sebelumnya, Pembantu Rektor I USU, Prof Zulkifli Nasution, mengatakan, pada tahun ajaran 2012-2013, USU siapkan daya tampung pada jalur mandiri sebanyak 1.772 calon mahasiswa atau 40 persen sesuai daya tampung yang dimiliki USU. Yang mana untuk masuk jalur mandiri, para calon mahasiswa juga harus mengikuti tahapan seleksi melalui UMB.

“Jumlah daya tampung yang dimiliki USU tahun ajaran untuk jalur mandiri yakni1772 orang. Dari jumlah tersebut program studi Ilmu Hukum(FH) dan Ilmu Kedokteran (FK) adalah prodi yang paling diminati oleh calon mahasiswa,” terangnya.

Masih menurut Zulkifli, untuk katagori lima prodi yang diminati calon mahasiswa di USU, yakni Ilmu hukum (FK) sebanyak 220 orang, Ilmu Kedokteran (FK) 205 orang, Ilmu Akuntansi dan Manajemen (FE) masing-masing 152 orang, Ilmu kesehatan masyarakat 100 orang.
Sebagaimana diketahui selain jalur mandiri USU juga memiliki jalur reguler. Yang mana untuk jalur Reguler lewat seleksi SNMPTN jalur undangan dan tulis USU menyiapkan daya tampung sebanyak 3117 orang, dan Jalur bidik misi atau beasiswa sebanyak 350 orang, atau sebanyak 60 persen dari  total keseluruhan daya tampung USU.

FK UISU Banderol Rp85 Juta per Tahun

Sementara itu,  Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK-UISU) kampus Al Munawwarah, memasang tarif Rp85 juta per tahunnya. Jumlah tersebut dikatakan Dekan FK UISU, Rahmad Nasution, sudah termasuk biaya praktikum, laboratorium, dan lainnya.

Sedangkan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK-UMSU), kampus tersebut mematok tarif kuliah sebesar Rp30 juta per tahun. Namun kampus yang masih terbilang muda untuk program bidang FK itu mematok biaya DPP atau sumbangan sebesar Rp55 juta. “Sumbangan ini hanya dibayarkan ketika mereka akan memulai program belajar mengajar, dan ini berlaku samapai mereka selesai,”terang Dekan Fakultas Kedokteran UMSU dr Ade Taufik. (uma)

Lampu Padam di Komplek TNI AU

081397116xxx

BAPak Wali Kota Medan Yth. Tolong lampu penerangan jalan umum di Komplek TNI AU Karang Sari II/Purna Bakti diperbaiki. Banyak lampu yang mati bahkan ada yang korsleting di halaman rumah No 34. Ada juga tiang listrik yang masih terbuat dari kayu dan sudah kropos. Mohon kiranya Bapak Wali Kota mau memerintahkan dinas terkait untuk meninjau ke lokasi tersebut. Jangan sampai tiang roboh terkena angin. Atas nama warga, kami ucapkan terima kasih.

Segera Diperbaiki

Terima kasih. Hingga saat ini kami terus melakukan perbaikan di sejumlah wilayah di Kota Medan secara bertahap. Keterbatasan jumlah pegawai menjadi kendala utama, sehingga perbaikan tidak bisa secara keseluruhan dan serentak. Namun, kami akan tetap melakukan perbaikan sesegera mungkin.

Erwin Lubis
Kepala Dinas
Pertamanan Kota Medan

Tak Sangka Bisa Datangkan Puluhan Juta dari Sejarah

Asep Kambali, Pendiri Komunitas Historia Indonesia  

Asep Kambali pernah merasa tidak suka dengan mata pelajaran sejarah. Tapi, dalam setahun, semua berubah. Bahkan, di kemudian hari, dia mendirikan Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia yang belakangan dikenal sebagai Komunitas Historia Indonesia.

PRIYO HANDOKO, Jakarta

Suasana kafe di salah satu pojok Jalan Sabang Kamis (14/6) itu tengah ramai. Asep Kambali baru saja menghabiskan semangkuk soto tangkar pesanannya ketika tiga perempuan muda muncul dari balik pintu. Sambil mengusap bibir dengan tisu, Asep berdiri, lalu mengundang mereka untuk bergabung.
Salah seorang perempuan itu bernama Vincentia Maria, executive assistant manager hotel terkemuka di Jakarta. Maria dan dua temannya tersebut menemui Asep untuk mematangkan program baru hotelnya. Rencananya, program berlabel Historical Package itu menggandeng Asep dan Komunitas Historia Indonesia (KHI).

Maria menunjukkan contoh brosur yang baru dicetaknya. Pada prinsipnya, program tersebut menawarkan paket wisata sejarah dengan fasilitas menginap di kamar hotel selama dua hari. Beberapa tempat yang akan dikunjungi adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, serta Museum Bank Mandiri.

Pihak KHI dilibatkan untuk menyediakan guide. “Keberadaan guide itu urgen. Dia yang akan memandu perjalanan para tamu. Jadi, tidak main-main. Tidak boleh sembarangan orang. Harus orang yang benar-benar telah belajar banyak dan paham sejarah suatu lokasi, bangunan, atau tradisi,” kata Asep dengan penampilan stylish khas anak muda.

Bagi pria kelahiran Cianjur, 16 Juni 1980, tersebut, sejarah sudah menjadi obsesi hidupnya. Padahal, awalnya Asep mengaku tidak terlalu tertarik dengan sejarah. Ketika lulus dari jurusan IPA di SMA I Sukatani Bekasi pada 2000, Asep sebenarnya ‘tidak tulus’ memilih Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dari jalur PMDK (penelusuran minat dan kemampuan).

Di tengah kegalauan hati, menginjak tahun kedua, Asep justru dipercaya untuk menjadi ketua senat mahasiswa jurusan pendidikan sejarah. Sebagai ketua senat, dia menggagas lomba lintas sejarah antar-SMA di Jakarta dan sekitarnya. Konsepnya game dengan menelusuri situs-situs sejarah.
Pesertanya ternyata membeludak, lebih dari seratus SMA ikut serta. Bahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI memberikan apresiasi dan dukungan. “Kami dapat bantuan dana lumayan. Belasan juta lah,” tutur Asep.

Dari momentum lomba lintas sejarah itu, Asep seolah mendapat pencerahan dan menjadi sangat termotivasi. “Orang bisa merancang masa depannya kalau memahami sejarah,” tegasnya. Menurut dia, mencintai sejarah dan budaya juga merupakan kunci untuk membangun nasionalisme.
“Globalisasi oke, tapi jangan lupa lokalitas. Bahasa asing oke, tapi jangan lupa dengan bahasa ibu kita. Membangun sesuatu oke, tapi jangan menghancurkan gedung tua,” terang Asep.

Setelah dia lengser dari jabatan ketua senat, semakin banyak inspirasi yang meledak di kepalanya. Dia jatuh cinta kepada ilmu sejarah. Pada prinsipnya, dia ingin mengembangkan lebih serius konsep wisata lintas sejarah.

Pada 22 Maret 2003, Asep berhasil mendirikan Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia, cikal bakal KHI. Anggota awalnya cuma tujuh mahasiswa UNJ dan UI. Dengan dana seadanya, komunitas tersebut rutin menggelar acara setiap bulan. Biasanya, mereka tur ke museum atau bangunan bersejarah di Jakarta dan sekitarnya. Mereka juga mengadakan diskusi berkala, menyebarkan brosur, serta membuat blog dan milis komunitas itu.

Dalam perjalanannya, Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia lebih dikenal sebagai KHI. Sambil terus berusaha menghidupkan KHI, pada 2005 Asep bekerja menjadi site manager Museum Bank Mandiri di Jakarta. Tapi, itu tak bertahan lama. Pada Mei 2007, dia memutuskan untuk keluar.
“Soalnya, saya diancam dekan. Dikasih waktu tiga bulan. Disuruh pilih segera menyelesaikan skripsi atau di-DO (drop out),” ceritanya.

Asep memilih ‘balik kucing’ ke kampus. Kurang dari tiga bulan, skripsi berjudul Peran Komunitas Historia dalam Memperkenalkan Sejarah Kota Tua berhasil dia tuntaskan. Asep sebenarnya tergolong mahasiswa yang prestasi akademisnya sangat baik. Hanya, dia sempat terkendala di skripsi. Buktinya, dia lulus dengan IPK yang tinggi, yakni 3,71.

Setelah memperoleh gelar sarjana, Asep berpindah-pindah pekerjaan. Dia pernah menjadi staf pengajar honorer di almamaternya sambil mengajar sejarah di beberapa sekolah. Asep juga menjadi external relationship coordinator di Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) pada 2007.

Tak lama, setahun kemudian, dia hijrah ke Solo untuk menjadi general manager di Roemahkoe Heritage Hotel. Tapi, itu juga hanya bertahan setahun. “Karena passion saya nggak ke situ,” ucap Asep.

Meskipun harus bekerja, Asep tidak pernah meninggalkan KHI. Bahkan, belakangan Asep mendapat ilham untuk mengawinkan kecintaannya terhadap sejarah dengan dunia bisnis. Melalui http://jakartaheritage.blogspot.com yang dibuatnya pada awal 2009, Asep menawarkan paket-paket wisata sejarah di Jakarta dengan nama Jakarta Heritage Trails.

Ada paket Wisata Kota Tua, Jejak Arab di Batavia, Chinatown Journey, Marunda Jejak si Pitung, Independency Day Trip, Tour de Busway, Historical Island Adventure, dan Night at The Museum. Di luar itu, tersedia paket khusus yang disesuaikan dengan keinginan klien, biasanya kelompok atau perusahaan.
Misalnya paket Chinatown Journey. Paket itu minimal diikuti sepuluh orang untuk rombongan pribadi dan 25 orang untuk perusahaan, sekolah, atau kampus. Perjalanan selama empat jam tersebut dimulai dari Taman Fatahillah menuju Chinatown, Pasar Asemka, Pasar Patekoan, rumah keluarga Shouw, SMA 19 Cap Kau, Jalan Toko Tiga, Kelenteng Toa Sai Bio, Kelenteng Jin De Juan, dan Pasar Pancoran. Tur bisa ditempuh dalam dua opsi: jalan kaki atau berkendara dengan sepeda. Jarak tempuhnya tidak terlalu jauh, sekitar 6 km.
Berbagai paket wisata sejarah di Jakarta yang ditawarkan Asep tersebut ternyata mendapat respons positif. “Sebenarnya, sejak 2005 kami sudah jalan. Tapi, tidak dibuatkan blog. Baru pada  2009, kalau ada yang mau ikut, tinggal diarahkan ke blog. Jadi, lebih profesional,” tutur mahasiswa S-2 Jurusan Komunikasi Publik Universitas Paramadina itu.
Asep tidak bisa memastikan berapa tur yang ‘laku’ setiap bulan. Sebab, jumlahnya belum menentu. Minat masyarakat terhadap sejarah masih minim. “Kadang bisa sampai sepuluh tur atau lebih dalam sebulan. Tapi, kadang juga sepi, hanya tiga tur,” ungkap Asep.Meski begitu, usaha itu lumayan menghasilkan duit. Dalam sebulan, Asep bisa mendapat penghasilan Rp15 juta-Rp30 juta. “Masih nggak tentu. Nggak bisa diprediksi. Kami belum menjadi sebuah company  yang punya target tertentu,” ujarnya.
Menurut Asep, dengan penghasilan sebesar itu, kebutuhan ekonominya sudah terpenuhi. “Masih megap-megap juga sih. Tapi, ya alhamdulillah,” katanya dengan lepas.
Kerja keras dan konsistensi Asep tidak sia-sia. Pada 2010, Jakarta Heritage Trails mendapat award Indonesia Most Recommended Consumer Community dari majalah SWA dan Prasetiya Mulya Business School. Ke depan, dia berencana mendirikan Yayasan Historia Foundation dan PT Historia Indonesia Raya.
“Saya bisa keliling Indonesia karena sejarah. Saya bisa jalan-jalan ke Eropa juga karena sejarah. Sekarang, sekali ngomong bisa dibayar Rp3 juta-Rp5 juta,” ujar sulung di antara tiga bersaudara itu. (*)

Tentang Pencurian di Rumah Mantan Sekwan, PRT Dinyatakan Aman

MEDAN-Pihak kepolisian masih berusaha untuk mengungkap pelaku pembobolan  rumah milik mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumut Almarhum Alimusa Siregar. Masalahnya, untuk mengungkap pelaku pencurian di Komplek Taman Setiabudi Indah (Tasbih) Blok RR No 86, Sabtu (16/6) malam lalu tersebut tampaknya agak sulit.

Pasalnya, dari keterangan Kapolsek Sunggal Kompol M.Budi Hendrawan, meski sudah memeriksa beberapa saksi, arah pelaku belum tampak juga. “Keempat saksi kita mintai keterangan belum ada mengarah ke pelaku yang dicurigainya,” ujarnya, kemarin.

Namun, hal itu tidak menyurutkan pihaknya untuk mengungkap pelaku pembobolan di rumah mewah itu. Budi mengatakan sudah membentuk dua tim untuk mengungkap pelaku. Dua tim kita bentuk dari Polsek Sunggal dan Jahtran Polresta Medan,” ungkapnya.

Budi juga menampik andil sang pembantu, Dian (40), warga Jalan Sri Gunting Kecamatan Sunggal. “Saksi tidak ada mengarah kepadanya,” kata Budi lagi.  (gus/jon)

Berita sebelumnya: Rumah Mantan Sekwan Dibobol, 2 Kg Emas Lewong

Hypnosis dalam Pembelajaran dan Layanan Bimbingan Konseling

Oleh: Hartatiyumi Siregar, S.Pd

Kata hypnosis atau hypnotis sedang naik daun akhir-akhir ini. Namun tanggapan masyarakat tentang hypnosis identik dengan cara yang digunakan, oleh seseorang untuk berbuat tindak kejahatan. Program dan pertunjukan yang sering dilihat di televisi, terkadang membuat masyarakat kurang mengenal dengan baik tentang hypnosis. Sering disalahartikan sebagai ilmu yang dapat memperdayai, menipu dan membodohi seseorang.

Padahal dalam penggunaannya hypnosis merupakan salah satu cara efektif untuk menghilangkan kebiasaan buruk dan mengubahnya menjadi lebih baik. Hypnosis bukanlah ilmu memanipulasi pikiran, ilmu hitam atau ilmu gaib. Hypnosis adalah aktivitas yang memerlukan kerja sama dan persetujuan antara dua pihak yang berhubungan. Apabila dipahami lebih jauh, hypnotisme adalah kejadian normal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sejak kecil setiap orang telah menghipnotis dirinya sendiri di bawah alam sadarnya dan menjadi kebiasaan hingga dewasa. Kebiasaan terjadi karena sejak kecil pikiran telah dihipnotis (diprogram) untuk melakukan hal-hal yang sama secara rutin. Hypnosis dapat terjadi karena memori yang ada di dalam pikiran diangkat kembali dan diprogram seolah-olah hal tersebut ada dan pasti dikerjakan.

Hypnosis bermanfaat untuk merubah perilaku seseorang untuk menjadi lebih baik dan dapat melakukan hal-hal baik secara sadar, seperti berhenti merokok, menghilangkan rasa takut, cemas, keinginan buruk yang berlebihan, sebagai motivasi atau sugesti, serta yang lainnya.

Proses hypnotis dapat dengan mudah terjadi melalui komunikasi biasa. Contohnya, silahkan tutup mata selama 10 detik dan katakan (berulang-ulang) dalam hati, “ Liburan yang menyenangkan bersama orang-orang tercinta.” Apakah yang terjadi kemudian? Apakah terbayang wajah teman atau keluarga? Jika secara otomatis perasaan anda senang bahkan sampai tersenyum maka artinya anda baru saja berhasil melakukan proses hypnotis ringan.
Sebagai seorang guru, terutama guru pembimbing di sekolah yang selalu melakukan interaksi dan proses komunikasi dengan siswa, dapat menerapkan proses hypnosis dalam memberikan informasi ke pikiran sadar dan alam bawah sadar siswa untuk memahami sebuah nilai dan pemahaman baru, Hal itu akan menambah pemahaman yang telah ada atau mengganti pemahaman yang belum sempurna. Namun kebanyakan para guru masih belum menyadari bahwa proses hypnosis dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Padahal sebenarnya secara tidak mereka sadari mereka terkadang telah melakukan teknik hypnosis dalam proses belajar mengajar.

Teknik hypnosis merupakan teknik komunikasi persuasive dan menekankan pada pemilihan pola bahasa, baik si pemberi informasi maupun penerima informasi. Teknik hypnosis yang dapat digunakan sebagai berikut( Andri Hakim: Hypnosis in Teaching) oleh guru maupun guru pembimbing :
a. Relaxation

Setiap proses belajar mengajar/pemberian informasi sebaiknya dimulai dengan kesan pertama yang menyenangkan. Dengan demikian informasi bisa masuk dengan mudah ke pikiran bawah sadar seseorang.
Untuk menuju ke kondisi relaksasi murid, perlu diperhatikan :

  1. Suasana Kelas
    Kondisi lingkungan hendaknya mendukung suasana belajar sekaligus membuat siswa menjadi rileks. Misalnya kelas dalam keadaan bersih atau kotor, dan lain sebagainya. Bagi guru BK kondisi ruangan BK yang nyaman membuat siswa rileks berada di dalamnya.
  2. Penampilan Mengajar
    Penampilan guru mewakili sikap, kepercayaan diri dan kepribadiannya. Misalnya pakaian yang dikenakan, bau badan, mata telihat kuyu atau mengantuk, dan lain sebagainya. Sebaiknya guru bercermin dahulu sebelum mengajar.
  3. Kalimat pembuka
    Gunakan dan memilih kalimat pembuka yang bisa menenangkan murid, bukan memberikan ketegangan kepada murid. Bagi guru BK terimalah siswa dengan ramah, senyum dan bersahabat.

b. Mind Focus

Sebenarnya pikiran focus bukan sekedar memperhatikan dan mendengar apa yang sedang murid pelajari. Beberapa hal penting yang perlu dilakukan :

  1. Membangun Perhatian
    Sebelum memulai pembelajaran, guru bisa memulainya dengan berdoa atau menyanyi bersama-sama agar pikiran alam bawah sadar murid tertarik dengan informasi yang akan disampaikan
  2. Membangun Tema
    Tentukan tema yang menarik dalam setiap proses pembelajaran.
  3. Menampilkan Struktur dan Peraturan
    Saat murid mempelajari sesuatu, berikan peta pembelajaran dan peraturan agar alam bawah sadar murid mampu melingkupi apa yang seharusnya menjadi pusat perhatiannya. Seperti tidak ada dering hand phone. Namun perlu diingat bahwa setiap peraturan ada hukuman. Termasuk jika hand phone guru yang berdering
  4. Membangun Hubungan
    Guru yang keras atau over disiplin membuat kondisi murid tidak rileks. Teknik seperti menarik nafas bersama-sama dapat digunakan untuk membangun hubungan.

 

c. Komunikasi Bawah Sadar

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar terjalin komunikasi bawah sadar :

1. Informasikan Hal yang Ingin Guru Sampaikan

Buat Outline tentang apa yang ingin disampaikan

2. Cara Penyampaian dan Cara mengatakan Informasi

Kesalahan dalam berkomunikasi, seperti ketidaksesuaian pola bahasa antara guru dan siswa perlu menjadi perhatian karena pikiran bawah sadar seseorang hanya tertarik terhadap sebuah kesamaan.

3. Kondisi atau situasi

Hindari hal-hal yang bisa menutup jalinan  komunikasi bawah sadar guru dan murid karena kondisi dan situasi kondusif merupakan kunci kesuksesan komunikasi  pikiran bawah sadar. Contoh berbicara terlalu cepat/lambat, menjelekkan murid, humor yang tidak sepantasnya, dan lain-lain.
Ada 9 jenis layanan BK yang diberikan kepada siswa yaitu (1). Layanan Orientasi (2) Layanan Informasi (3) Layanan Konten(4) Layanan Penempatan dan Penyaluran (5) Layanan Konseling Perorangan(6) Layanan Bimbingan Kelompok (7) Layanan Konseling Kelompok (8) Konsultasi (9) Mediasi. Teknik hypnosis di atas dapat digunakan oleh Guru Pembimbing di dalam pemberian layanan BK.

Terutama dalam interaksi dan proses komunikasi pada pelaksanaan pemberian layanan orientasi agar siswa memahami lingkungan yang baru, layanan informasi secara klasikal yang memungkinkan siswa memahami berbagai informasi, layanan konten dalam mengembangkan sikap atau kebiasaan belajar yang baik, layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok sebagai sarana diskusi, layanan konseling individu bagi siswa dalam mengentaskan masalahnya, layanan konsultasi dengan orang tua atau pihak lain yang berhubungan dengan siswa, layanan mediasi bagi siswa yang berselisih paham.

Banyak pemasalahan siswa yang dapat diatasi dengan penggunaan hypnosis. Sebaiknya guru mampu menguasai teknik dashyat hypnosis guna menciptakan magnetisme bagi guru dalam proses belajar mengajar sehingga seorang pendidik akan mampu membantu siswa dalam mengatasi permasalahan belajar dan dirinya  sekaligus mampu memberikan semangat, motivasi, dan inspirasi kepada anak didik. (*)

(Penulis: Guru BK di SMP Negeri 10 Binja dan Wakil Ketua MGBK SMP Kota Binjai)