Home Blog Page 13347

Dinas PU Salahkan Dishub

Truk Galian C Bikin Rusak Jalan di Langkat

LANGKAT-Banyaknya truk yang mengangkut material galian C di Kabupaten Langkat menyebabkan ruas jalan di kawasan tersebut rusak.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Langkat menyangkan pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) terlalu lemah sehingga truk yang membawa material melebihi tonase itu bebas beroperasi.

“Persoalan jalan rusak diduga akibat truk yang mengangkut galian C melebihi tonase, sehingga PU dibuat kelabakan. Ini akibat lemahnya pengawasan dari Dishub. Bagaimana mungkin untuk berbuat banyak, dengan dana terbatas disedot untuk perawatan jalan yang itu-itu saja,” kata Kepala Dinas PU, Bambang I saat ditemui Sumut Pos di sela-sela peresmian gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Langkat di Jalan Proklamasi Stabat, Jumat (15/6) kemarin.

Bambang bahkan sering memberikan pengertian tentang kondisi itu saat melakukan pertemuan formil dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Langkat.

Bambang mencontohkan jalan golongan III di Kecamatan Stabat persisnya jalan yang menghubungkan Desa Wonosari-Paya Mabar-Ulu Brayun yang dilalui dumptruk pembawa material galian C dari kawasan Hinai Kiri. Truk-truk yang membawa material melebihi tonase membuat ruas jalan rusak. Bambang hanya terpengarah dan menyesalkan melihat kondisi jalan tersebut.

Diakuinya, kapasitas jalan tersebut hanya dapat dilalui kenderaan berbeban 6 sampai 8 ton. Sudah pasti badan jalan tak mampu menahan muatan dumptruk yang pembawa bahan pasir diperkirakan yang beratnya mencapai 15 hingga 16 ton.

“Kalau kondisi seperti itu, sudah pasti jalan rusak. Selama ini saya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait agar hal itu bisa dicegah. Artinya, saya bukan memberi penekanan ya. Nanti kita (PU) kordinasikan lagi,” beber Bambang.

Persoalan jalan rusak itu, sebelumnya anggota Komisi IV (Bid Pembangunan dan Lingkungan) DPRD Kabupaten Langkat, Arbai Fauzan, menyarankan agar aparatur desa yang kawasannya dilalui angkutan galian C melebihi tonase memberikan pengertian ataupun laporan ke pimpinan guna bisa menghindari kerugian yang lebih besar lagi akibat jalan rusak itu.

“Tidaklah ada salahnya, kalau aparatur desa setempat yang sarana infrastrukturnya rusak disebabkan angkutan material galian C melaporkan kondisi sebenarnya sebagai antisipasi lebih parahnya jalan yang merugikan semua pihak,” tukas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini. (mag-4)

Perusahaan Tambak Ikan di Danau Toba Harus Stop

MEDAN-Pengamat dan pelaku  wisata alam DR Putra Kaban, SH, MH meminta pemerintah dan pengusaha tidak menjadikan usaha tambak sebagai tujuan utama dalam mencari pemasukan di kawasan Danau Toba.

Pasalnya, Danau Toba yang merupakan kawasan wisata unggulan Sumut, bukan hanya merupakan inkam bagi APBD, melainkan juga aset sangat berharga dan wajib dipelihara dengan baik.

Demikian ditegaskan Putra Kaban kepada wartawan, kemarin, saat ditanya tentang keberadaan PT Aquafarm Nusantara di Danau Toba, yang dikhawatirkan akan merusak lingkungan. Pasalnya, usaha keramba atau jala apung milik investor dari Swiss itu, dikhawatirkan akan mencemari Danau Toba, puluhan tahun mendatang.

Menurutnya, meskipun belakangan ini keberadaan Danau Toba sudah tidak se populer dulu, namun kelestariannya harus tetap dijaga. Pemerintah juga harus tetap terus berupaya agar wisata alam dimaksud tetap eksis di mata Internasional.

Apalagi, keberadaan Danau Toba bila dikelola dengan baik akan sangat banyak manfaat dan multiplayer efeknya terhadap masyarakat Sumut, khususnya yang berdomisili di sekitar kawasan itu.

Tidak sedikit tercipta lapangan kerja bila saja pemberdayaan Danau Toba dilakukan lebih baik lagi. Untuk itu, keberadaan PT. Aquafarm Nusantara di tiga wilayah di kawasan  Danau Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Tobasa dan Kabupaten Simalungun harus ditinjau ulang.

‘’Jangan sampai mencemari lingkungan, khususnya terhadap air Danau Toba seperti yang disebut-sebut selama ini,’’tegasnya. Pemerintah kata Kaban harus jeli dan selektif menyikapi keberadaan perusahaan asing di kawasan wisata tersebut. (ton/smg)

Kurangi Konsumsi 10 Minuman Ini

Jika Anda sedang  mempertahankan berat badan atau ingin memiliki gaya hidup sehat, bukan hanya makanan yang harus dikontrol. Minuman yang dikonsumsi, juga harus diperhatikan.  Itu karena, minum minuman tidak perlu duduk di meja atau mengunyah seperti ketika mengonsumsi makanan. Sehingga, kebanyakan orang tidak memperhatikan cairan yang masuk ke dalam tubuh.  Padahal, kandungan gula dan kalori yang terkandung didalamnya cukup tinggi. Berikut, 10 minuman yang sebaiknya Anda hindari karena kandungannya tidak sehat.

1. Jus dalam kemasan
Kebanyakan jus dalam kemasan mengandung gula tinggi. Lebih baik buatlah jus buah sendiri yang terbuat dari buah segar dan manis, sehingga tak perlu menambahkan gula.

2. Whipped coffee drinks
Minuman ini dapat mengandung 800 kalori dan 170 gram gula. Untuk mengurangi kelebihan kalori tersebut, gunakan skim milk dan setengah ukuran gula. Akan  lebih baik jika Anda mengonsumsi kopi hitam.

3. Air mineral mengandung rasa
Minuman ini juga mengandung pemanis buatan. Jika memang Anda ingin membeli, pilih yang di labelnya tertulis hanya air dan perasa alami.

4. Soda
Konsumsi soda yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas. Tidak apa mengkonsumsi diet soda sesekali, namun Anda harus mempertimbangkan untuk mengonsumsi minuman menyehatkan lainnya.

5. Minuman frozen mixed
Campuran dalam minuman ini adalah bahan yang berbahaya. Biasanya terdiri dari pewarna, rasa dan pemanis buatan.

6. Smoothies
Fast food smoothies tidak selalu terbuat dari buah-buahan alami dan mengandung gula yang cukup tinggi.

7. Alkohol
Setelah Anda mengonsumsi dua gelas alkohol, maka risiko obesitas dan penyakit lainnya akan meningkat. Belum lagi efeknya pada kulit Anda, yang bisa mempercepat penuaan.

8. Lemonade kemasan
Hindari mengonsumsi lemonade siap saji. Buatlah sendiri minuman ini di rumah agar terhindar dari pengawet juga pewarna buatan. Anda dapat menambahkan madu sebagai pengganti gula.

9. Sport drinks
Elektrolit yang terkandung di dalamnya baik Anda konsumsi ketika sedang berkeringat. Namun, minuman ini biasanya juga mengandung banyak gula dan pengawet.

10. Minuman berenergi
Anda mungkin akan mendapatkan energi tambahan dengan mengonsumsinya. Namun, hanya sekedar energi jangka pendek karena minuman ini terbuat dari kafein dan gula yang sangat tinggi. Berdasarkan kandungan nutrisi dan kalori, minuman yang baik untuk kesehatan dan layak Anda konsumsi adalah susu, air mineral dan teh herbal. (bbs/net)

Jaksa Harus Menelusuri Laporan Kasus Dugaan Korupsi Dishub Sumut

MEDAN-DPRD Sumut meminta Kejatisu segera mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Sumut, Rajali SSos dan oknum pegawai di Dishubsu.

“Jika fakta laporan kawan-kawan mahasiswa itu benar, maka hal tersebut sangat saya sesalkan. Itu harus  ditelusuri arah setorannya kepada siapa,” tegas Anggota DPRD Sumut, Muhammad Nasir kepada Sumut Pos, Minggu (17/6).

Menurutnya, mutasi jabatan yang dilakukan termasuk terhadap kepala-kepala jembatan timbang serta wakil kepala jembatan timbang dan lainnya, sebaiknya berdasarkan loyalitas pada kepatuhan terhadapn  peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku di korp Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta sumpah jabatan.

“Pemutasian atas dasar sekehendak hati, tanpa didasari peraturan yang ada adalah hal yang tidak benar. Terlebih jika disinyalir untuk memperkaya diri sendiri. Ini harus segera dituntaskan oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Kejatisu,” tegas anggota DPRD Sumut dari Dapil 1 Medan tersebut.
Sekadar diketahui, dugaan korupsi yang dilakukan Kadishubsu, Rajali SSos dengan menerbitkan Surat Tugas Kepala/Wakil Kepala/Personel Jembatan Timbang yang masa berlakunya setiap enam bulan, dengan adanya kewajiban menyetor uang dengan jumlah yang bervariasi sudah dilaporkan ke Kejatisu.

Untuk tiap calon kepala jembatan timbang dikenai biaya Rp200 juta, wakil kepala Rp150 juta, dan personel regu tiap jembatan timbang dibebankan biaya Rp45 juta.

Kalkulasinya, jumlah regu tiap jembatan timbang maka uang hasil penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kadishubsu adalah Rp2,2 miliar ditambah Rp2,2 miliar ditambah Rp3.975.000.000. Jadi totalnya adalah Rp8.175.000.000.

Adapun dana yang dibebankan kepada para petugas di lapangan meliputi, Dana Untuk Bantuan Dinas (Bandis), Dana Untuk Bagian Dinas (Bagdis), Dana Untuk Taktis Lokal, Dana Untuk Bagian Kepala/Wakil Kepala Jembatan Timbang, dan dana untuk kesekretariatan. (ari)

Pelindo I Kembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung

MEDAN- Sebagai wujud serius pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I bersama PT Pembangunan Perumahan  PT PP (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero) melakukan penandatanganan Nota Kesepahamanan (MoU) Memorandum of Understanding tentang Pengembangan Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung di Hotel Park Jakarta, Jumat (15/6).

Tujuan MoU ini adalah untuk melakukan studi kelayakan awal (Preliminary Feasibility Study) mengenai potensi dan kegiatan operasional, rencana bisnis dan analisa kelayakan keuangan serta persiapan perizinan dan konsep kerja sama lebih lanjut.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I, Bambang Eka Cahyana menjelaskan di Pelabuhan Kuala Tanjung akan dibangun Terminal Curah Cair dengan nilai investasi Rp567,5 miliar dan Terminal Petikemas dengan nilai Investasi Rp4 triliun.

“Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah proyek pembangunan yang besar dan membutuhkan dana investasi yang cukup besar juga, maka kami menggandeng BUMN strategis lain untuk joint investment dalam proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung,” jelas Bambang dalam acara penandatanganan MoU tersebut.

Bambang menjelaskan dalam mengembangkan Terminal Curah Cair, Pelindo I akan bermitra dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT PP (Persero) Tbk. Sedangkan pengembangan Terminal Petikemas, Pelindo I bermitra dengan PT PP (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero).
“Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah hal yang urgent untuk perekonomian Indonesia, terutama Indonesia Barat, untuk itu kami akan segera memulainya dalam waktu dekat dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah penting,” tegas Bambang.

Humas PT Pelindo I M Taufik Fadillah menjelaskan, Pelabuhan Kuala Tanjung saat ini ditetapkan menjadi Logistik Hubungan Transportasi Laut sesuai konsep Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional. Hinterland dominannya adalah kelapa sawit yang mempunyai basis industri di Kawasan Industri Sei Mangke yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui PP No 29 Thn 2012.

“Pengembangan ini sejalan dengan program pemerintah MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan pembangunan Ekonomi Indonesia) dalam mewujudkan Konektivitas Nasional,” jelas Taufik.

Pelabuhan Kuala Tanjung adalah salah satu cabang pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo I. (sih)

Pengguna Narkoba Mencapai 5 Juta

Jumlah pengguna narkoba di Indonesia pada 2011 berjumlah 5 juta orang. Kondisi itu menyebabkan secara ekonomi negara dirugikan sekitar Rp5 triliun. Sedangkan jumlah kasus narkoba yang terjadi pada 2010 mencapai 26.000 kasus, sementara itu untuk 2011, kasus narkoba mencapai 29.000 kasus. Hal ini menunjukkan kasus narkoba setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup singnifikan.

Demikian diungkapkan Ketua DPR RI DR Marzuki Alie SE  MM didampingi Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM  ketika membuka Pendidikan dan Pelatihan Relawan Pencegahan Dini Penyalahgunaan Narkoba Bagi Kalangan Guru dan Pelajar Angkatan XLIII di halaman Yayasan Pendidikan Pencawan Medan, Sabtu (16/6).

Menurut  Marzuki, peningkatan kasus narkoba ini bisa dilihat dari tanyangan televise maupun berita di media cetak. Hampir setiap hari baik pengedar maupun pengguna narkoba di tangkap aparat kepolisian di hampir setiap daerah di Indonesia. Terakhir, ungkapnya, kasus penggerebekan narkoba di salah satu hotel di kawasan Tanjung Periok Jakarta yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

“Saya  melihat meningkatnya peredaran narkoba ini karena ada dua  unsur   yang melatarbelaknginya yakni unsur bisnis dan ada upaya untuk menghancurkan peradaban bangsa Indonesia,” kata Marzuki.

Selain itu, lanjutnya, terjadinya peningkatan peredaran  narkoba semakin meningkat karena ada yang salah. Di sisi lain akibat ketidakpedulian masyarakat bahwasannya virus narkoba sudah menyebar di hampir lini kehidupan. Ditambah lagi dengan penegakan hukum terhadap kasus narkoba masih belum tegas dan menimbulkan efek jera.

“Selama ini yang tertangkap kebanyakan adalah pemakai dan pengedar kecil narkoba saja, sedangkan  bandar besarnya jarang tersentuh hokum dan diadili. Jika pun sampai diadili, hukuman yang dijatuhkan tidak berat. Berbeda dengan negara tetangga Malaysia, bagi siapa saja yang tertangkap membawa 5 gram narkoba langsung dijatuhi hukuman mati,” paparnya.

Untuk mencegah peredaran narkoba,  politisi asal Partai Demokrat ini menawarkan beberapa solusi. Diantaranya, perlunya  dibangun  pendidikan untuk membentuk kecerdasan intelektual,kecerdasan sosial dan kecerdasan sejak dini. Diyakininya, bagi yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual tidak akan mau terlibat dengan  narkoba.
Katanya lagi, hukum harus ditegakkan. Artinya, aparat hukum harus benar-benar memproses pelaku narkoba dengan hukuman seberat-beratnya. Selama ini dia melihat aparat penegak hukum kurang tegas dalam menjatuhi hukum. Di samping itu ada juga aparat penegak hukum yang terlibat dengan narkoba.

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menyambut baik dan menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Pencawan karena telah melaksanakan pelatihan ini. Hal itu dinilainya sangat tepat mengingat kasus narkoba terus  mengalami peningkatan. Pelatihan ini dinilainya sebagai upaya preventif untuk mencegah semakin meningkatkannya kasus narkoba. Untuk itu dia berharap agar yayasan-yayasan pendidikan lainnya di Kota Medan mengikuti apa yang telah dilakukan Yayasan Pendidikan Pencawan ini.

Kemudian, guna menyikapi kian meningkatnya peredaran narkoba akhir-akhir ini, wali kota merasa  segera membentuk Badan Penanggulangan Narkotika di Kota  Medan. Pembentukan badan itu dinilainya sudah sangat mendesak. “Mudah-mudahan dalam waktu yang singkat ini, badan itu sudah dibentuk di Kota Medan. Pembentukan badan ini dalam upaya kita membantu aparat kepolisian untuk bisa lebih bersinergi guna mengurangi masalah narkoba di Kota Medan, khususnya bagi generasi muda kita,” ujar Wali Kota.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Pendidkan Pencawan Drs Masty  Pencawan berharap agar pelatihan yang digelarnya ini bisa diangkat ke tingkat nasional. Untuk mewujudkan keinginan itu, maka pihaknya sengaja  mengundang Ketua DPR RI DR H  Marzuki Alie SE MM untuk menghadiri sekaligus membuka pelatihan ini.

“Dengan kehadiran Pak Marzuki, kita harapkan pelatihan yang kita gelar ini bisa dinaikkan menjadi tingkat nasional. Dengan demikian sekolah-sekolah di Indonesia  melakukan diklat-diklat pelatihan relawan pencegahan dan penyalahgunaan narkoba melalui sistem TOT. “kalau kita hanya memperbanyak penjara dan pusat rehabilitasi, maka cepat penuh.  Jadi, tindakan paling efektif mengatasi persoalan narkoba adalah tindakan preventif yakni pendidikan, pelatihan serta penyuluhan-penyuluhan,” papar Masty. (dya)

Penjaga Grosir Kritis Ditikam

Korban dan Perampok Sempat Berkelahi

MEDAN-Ahmadi Darma (27), warga asal Batubara yang menetap di Jalan Gaperta no 147 C,  Medan Helvetia ini harus mendapatkan perawatan intensif di Ruang IGD RSUD dr Pirngadi Medan, Minggu siang (17/6).

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai penjaga grosir ini mendapatkan tiga luka tikaman di tubuhnya, setelah terlibat perkelahian dengan perampok.
Saat ditemui di ruang perawatan, Ahmadi Darma menyebutkan, siang itu dirinya tidur di grosir Bima tempat dirinya bekerja. Tiba-tiba dirinya merasakan sakit pada bagian lehernya sehingga dirinya terbangun. Saat bersamaan dirinya melihat sebilah pisau dapur sudah menancap di leher bagian kirinya.
“Siang itu aku sangat terkejut ketika  tidur, tiba-tiba merasakan sakit di leher. Ternyata sudah ada pisau yang menancap, dan darah sudah berceceran di leher saya. Ku lihat dia (pelaku) sudah berdiri di depanku dengan menenteng pisau,”ujarnya sambil menahankan sakit di bagian lehernya.

Mengetahui kondisinya terancam, korban coba melakukan perlawanan, hingga pelaku yang kalut terus menghunuskan pisau ke perut dan pergelangan tangan kiri korban.

Melihat korban terus melakukan perlawanan, dan takut aksinya diketahui orang, pelaku selanjutnya lari meninggalkan korban, dengan pisau yang menancap di pergelangan tangannya.

Korban yang mendapatkan tiga tikaman itu langsung memberitahukan kepada dua orang keluarganya yang sedang berjaga digrosir depan.
“Kurasa dia mau ngambil sepeda motorku (Vario yang baru sebulan dibelinya), karena ku parkirkan di depan grosir, dan kondisi sepi,”ujarnya.
Adit (18), sepupu korban yang mendengar laporan adanya upaya perampokan, mencoba mengejar pelaku.
Naas bagi pelaku, aksi perampokan yang dilakukannya diketahui oleh warga.

“Waktu mau kami kejar dia sempat hilang melarikan diri. Beruntungnya warga ada yang melihat dan menangkap pelaku,”ucapnya.
Warga yang kesal dengan kekejian yang dilakukanya membuat gelap mata dan langsung memukuli pelaku hingga babak belur. Puas memukuli, warga selanjutnya menyerahkan pelaku ke Mapolsek Helvetia untuk di proses.

Sementara itu Adit yang melihat kondisi Ahmadi melemah karena kehabisan banyak darah, langsung membawanya ke RS Sari Mutiara Medan, untuk mendapatkan perawatan medis. Karena kondisi luka yang dialami cukup parah selanjutnya korban dirujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan. (uma)

Pekan Flori dan Flora Nasional Terbesar di Medan

Pekan Flori dan Flora Nasional terbesar akan digelar, di Jalan Gatot Suboroto Medan, tepatnya di samping Medan Fair Plaza mulai 18-24 Juni mendatang.
Kemarin (17/6), personel Satpol PP dan Polsekta Medan Baru dan Koramil sudah mulai berjaga di lokasi pameran. Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mendukung sepenuhnya acara yang akan dihadiri oleh beberapa menteri serta anggota DPR-RI itu.

“Kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah. Untuk itu kita mendukung suksesnya acara tersebut. Kami selaku instansi terkait akan berusaha mengamankan,” kata seorang personel keamanan di lokasi pameran.

Kasat Pol PP, Drs Kriswan mengaku, akan segera melakukan rapat koordinasi dengan Muspika Plus agar pameran berjalan sukses.  Pameran diikuti 300 stand seluruh Indonesia dengan menampilkan tanaman hias seperti bonsai, sanseviera, adenium, aglaonema, sayur, tanaman obat, buah dan sebagainya. (gus)

Tiap Tetes Darah Bermanfaat bagi Manusia

Foto: Dok Sumut Pos Petugas menunjukkan darah saat acara donor darah di Medan.

PMI Sumut Gelar Hari Donor Darah Sedunia

MEDAN-Memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara, menyelanggarakan gebyar donor darah, di kantor PMI Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Minggu (17/6).

Rajagukguk, mewakili Ketua PMI Sumut, DR Rahmat Shah, saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan bertema Every Blood Donor is Hero dilaksanakan sebagai bentuk sosialisi untuk mengajak masyarakat lebih peduli memaknai pentingnya donor darah bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Karena sesuai dengan wacana sekaligus keyakinan yang sering digaungkan Ketua PMI Sumut, Bapak Rahmat Shah selama ini, bahwa dengan keikhlasan mendonorkan darah adalah sikap dari pebuatan seorang pahlawan. Dimana, setiap tetesan darah yang diberikan seseorang akan memiliki manfaat bagi jutaan masyarakat di Indonesia,” ujarnya.

Masih menurut Horas, dalam kesempatan itu, PMI Sumut juga memberikan beberapa penghargaan terutama bagi pendonor yang telah mendonorkan darahnya lebih  dari lima kali. Selain itu juga bilang Horas, PMI Sumut akan melakukan MoU dengan berbagai instansi termasuk Perguruan Tinggi, Majelis Ulama Indonesia  (MUI) dan instansi lainnya untuk melaksanakan kegiatan donor darah secara rutin dalam memenuhi kebutuhan darah di Sumatera Utara.
Disamping itu, sambungnya, PMI Kota Medan juga akan melakukan MoU dengan beberapa rumah sakit di Kota Medan. Karena sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2011 bahwa, kegiatan medonor darah itu harus dilakukan oleh unit transfusi darah (UTD) PMI, sedangkan rumah sakit hanya mengalokasikan, mendistribusikan, dan mentransfusikan darah kepada pasien yang membutuhkan.

“Mengacu kepada PP ini, kita akan terus mensosialisakan kepada masyarakat tentang arti pentingnya  mendonorkan darah baik kepada masyarakat maupun instansi sebagai bentuk mengantisipasi peraturan pemerintah tadi, karena kita ketahui dengan PP ini maka beban PMI ke depannya akan menjadi berat sehingga butuh dukungan dan peran serta seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait,”ujarnya.

Horas juga mengatakan saat ini kebutuhan darah di Kota Medan, yakni berkisar 160 kantung darah per hari. Namun kebutuhan tersebut sejak beberapa bulan belakangan baru bisa dipenuhi 100 kantung per harinya.

“Ini target yang terus kita kejar, karena angka 100 kantung per hari ini menunjukkan sebuah peningkatan yang signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya, yang hanya mampu memenuhi 30 kantung per harinya. Jumlah peningkatan ini akan terus kita genjot, dan tidak hanya di Kota Medan saja namun seluruh daerah di Sumatera Utara,”sebutnya.

Ketua PMI Kota Medan, Musa Rajeck Shah mengakui, adanya peningkatan penyediaan  kantung darah di Kota Medan, yakni lebih dari 3000 kantung per bulan.

Bahkan, bilangnya, permintaan sejumlah instansi dan perusahaan baik swasta, maupun pemerintah juga semakin tinggi untuk meminta unit donor darah (UDD) PMI Kota Medan  untuk menggelar kegiatan donor darah.

Menurut Ijeck, sebuah pembuktian bahwa tingkat pengetahuan dan keinginan  masyarakat terhadap pentingnya donor darah juga semakin meningkat.
“Melihat kondisi ini kita tidak cepat berpuas diri tetapi akan terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai nilai positif mendonorkan darah. Untuk bentuk sosialisasi awal yang dilakukan yakni dengan memberikan dan menyebarakan selebaran serta melaksanakan seminar untuk merubah mind shet masyarakat tentang arti pentingnya  serta manfaat donor darah kepada kesehatan. Kita harapkan dengan sosialisasi ke lembaga, dan instansi baik pemerintah maupun swasta, bisa merangkul dan mengajak  masyarakat yang sebelumnya takut mendonorkan darahnya untuk beralih menjadi pendonor aktif sehingga ke depannya kita tidak lagi mendengar adanya kekurangan pasokan darah di kota Medan khususnya, dan daearah-daerah lain pada umumnya,” ucap Ijek.

Pantauan di lokasi kegiatan, ratusan pendonor dari sejumlah instansi pemerintah dan swasta, serta komunitas masyarakat lintas sektor turut memeriahkan acara gebyar donor darah yang dilaksanakan PMI Sumut.

Diantaranya yakni Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), TNI, AU, Polda Sumut, Polresta Medan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI), serta persatuan sepeda onthel seprti Mesac dan komunitas sepeda lainnya.
Dalam kegiatan itu PMI Sumut menargetkan 400 kantung untuk memenuhi penyediaan darah baik di Kota Medan sebagai Ibukota Provini maupun daerah lainnya yang ada di Sumatera Utara. (uma)

Muspika Medan Timur Gotong Royong

MEDAN-Muspika Kecamatan Medan Timur dan Medan Perjuangan melakukan gotong royong membersihkan drainase dan tempat pemakamam umum (TPU) Muslim, di Jalan Karantina Medan, Jumat (15/6) lalu.

Camat Medan Timur, Parulian Pasaribu mengatakan, gotong royong merupakan suatu kerjasama untuk membersihkan lingkungan khususnya TPU Muslim. Selain itu juga untuk memperingati HUT Kota Medan.

“Selaku umat Muslim kita harus peduli dengan lingkungan. Bila lingkungan bersih, masyarakat akan hidup bersih dan terhindar dari segala penyakit,”bilang Parulian.

Untuk itu, Parulian berharap kepada masyarakat agar menjaga kebersihan bersama-sama. Pasalnya, kebersihan tercipta bersama-sama bukan pribadi. Artinya, bila lingkungan bersih, pikiran bersih, serta rezeki lancar.

Selain itu juga, Parulian tidak bosan-bosanya mengimbau warga agar selalu membuang sampah di dalam wadah yang telah disedikan pihak kecamatan.
“Warga juga diminta membuang sampah pada tempat dan sesuai jadwal yang telah ditentukan yakni mulai pagi hari pukul 07.00 WIB,”katanya.
Sementara itu, Danramil 02, Kapten Arhanud Suherwan menyebutkan kegiatan gotong royong yang dilakukan bersama aparatur kecamatan dalam rangka menyambut HUT ke-62 Kodam I/BB.

“Artinya kita sejalan bersama-sama untuk memperingati HUT Kota Medan dan HUT Kodam dengan kegiatan bersih-bersih. Selain itu juga kita menjaga kebersihan agar tahun depan kita bisa mempertahankan Piala Adipura kategori Kota Metropolitan,”terang Suherwan.
Dilanjutkannya, gotong royong  TPU Muslim untuk mengurangi beban para warga membersihkannya.

“Inikan mau memasuki bulan Suci Ramadan. Artinya, rumah yang telah meninggal juga harus dibersihkan. Sehingga, ini bentuk kegiatan sosial yang kita lakukan untuk mengurangi beban warga,”bilangnya.

Untuk itu, Suherwan berharap kepada warga yang  ikut dalam kegiatan gotong royong bersama ini agar dapat menjaga kebersihan yang telah dilakukan bersama-sama. (omi)