Home Blog Page 13348

Warga Jalan Jati Adukan Pengacara ke Peradi

MEDAN-Warga korban eksekusi di Jalan Jati, Kelurahan Pulo Brayan, Medan Timur, mengadu  ke Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sumut, di Jalan Brigjen Katamso Medan, Jumat (14/6) lalu.

Empat warga Jalan Jati Medan masing-masing Demak Tobing, Sukasno, Sofyan dan Marice Br Siahaan mengadukan Advokad, Ali Hasmi SH  selaku Kuasa Hukum Abdul Kiram bersama 23 KK, atas pernyataannya di salah satu media terbitan Medan, yang menyatakan bahwa sertifikat tanah warga tersebut adalah palsu dan terkait pengajuan permohonan eksekusi ke PN Medan dan dikabulkan PN Medan.

Akibatnya putusan Pengadilan Negeri Medan No.113/Pdt.G/2006/PN tahun 2011, lahan dan rumah warga dieksekusi dan rumah warga di hancurkan pada tanggal 27 Juni 2011.

Demak Tobing (54) di dampingi sejumlah warga korban eksekusi usai membuat pengaduan ke DK Peradi Sumut mengatakan, mereka mengadukan Advokat Ali Hasmi SH, selaku kuasa Hukum Abdul Kiram, karena telah menuduh warga Jalan Jati memiliki sertifikat palsu  yang di siarkan/dipublikasikan melalui salah satu media terbitan Medan.

Padahal, tanah yang merupakan hak milik mereka, jelas-jelas  memiliki sertifikat asli yang sah dan berharga dan hingga sekarang/saat ini  belum pernah dibatalkan oleh BPN. Hal itu dipertegas pegawai BPN Sumut dalam persidangan di PN Medan yang menyatakan bahwa sertifikat warga Jalan Jati sah dan asli.

Selain itu juga bangunan milik warga yang dirobohkan telah memiliki memiliki IMB. Selain itu, mereka mengadukan Advokad Ali Hasmi SH mengaku-ngaku secara tertulis mendapat surat kuasa khusus dari Abdul Kiram Cs, tanggal 10 September 2009 dan mengajukan permohonan eksekusi, dan dikabulkan Ketua PN Medan  sesuai penetapan No.20/Eks/2010/113/Pdt.G/PN Medan tanggal 7 september 2010,eksekusi penghancuran rumah penduduk dilakukan pada tanggal 27 Juni 2011.

“Kita hanya meminta keadilan sama orang yang paham akan hukum,” ucap Demak Tobing, salah satu warga yang melapor ke Peradi Sumut.

Sementara pada putusan no 113/Pdt.G/2006/PN Medan tersebut  tidak terdapat nama warga satu pun dalam putusan tersebut. Padahal, yang berperkara adalah antara Abdul Kiram Cs, dengan Ruslim Lugianto, bukan kepada warga Jalan Jati Medan. Hal itu terbukti, ketika dalam persidangan kuasa hukum tergugat Abdul Kiram Cs, tidak mampu memperlihatkan orang-orang disebutkan sesuai  nama-nama yang tertera di dalam putusan No.113/Pdt.G/2006/PN Medan.

Karena nama-nama dan orang yang ditunjukkan/ditampilkan itu ternyata fiktif  karena sama sekali tidak sesuai dengan KTP-nya. Seperti nama Abdul Kiram yang ditunjukkan di KTP orang lain bernama Mat Dul Kiram, Erwin di dalam KTP tertera nama M Darwin, Sofyan tertera di KTP Mi Sofyan, Nasib Suryono di KTP Nasib Supeno dan lainnya hingga mencapai 18 orang tersebut sehingga majelis hakim membatalkan nama-nama yang tertera di dalam putusan No.113/Pdt.G/2006/PN Medan.

“Banyak kali keganjilan dalam kasus yang saya alami, nama dalam putusan No.113, banyak nama-nama palsu, sehingga kami meminta dikembalikan tanah kami yang di eksekusi oleh juru sita PN Medan,” katanya. (gus)

Dirazia, Kabur, Terjatuh

Popo Sudarmaji (21), warga Jalan Pancing Komplek Veteran Blok A, Kecamatan Percut Sei Tuan harus dirawat intensif, di ruang IGD RSUD dr Pirngadi Medan, Minggu (17/6) dini hari.

Popo dirawat setelah mengalami luka di sekujur tubuhnya akibat terjatuh di badan jalan, saat mencoba lari dari razia yang digelar polisi.
Roni (17), teman korban mengaku, malam itu mereka baru saja menonton keybord di kawasan Kampung Kolam, Pasar XII, Tembung dan memilih nongkrong di Jalan Pancing, tepatnya  depan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP).

“Habis nonton keybordada sekitar 10 orang kami nggak pulang, tapi nongkrong di Jalan Pancing dulu sebentar,” ujarnya.
Karena lapar, Popo pun disuruh teman-temannya untuk beli mie Aceh, sedangkan Roni pergi mengantar roti bersama kedua temannya Yogi (15) dan Saleh (14) ke pangkalan angkot Rahayu 42 tempat teman mereka yang lain ngumpul.

Namun, dua oknum polisi datang mendekati mereka.

Takut dirazia, karena tidak memiliki kelangkapan surat-surat berkendara Popo dan teman-temannya mencoba lari.
Sayangnya, saat kabur Popo berhasil ditarik polisi sehingga jatuh dan terseret di badan jalan.

“Belum lagi jauh kami jalan, rupanya polisi datang dan semua kawan-kawan kocar-kacir melarikan diri. Tapi Popo karena sepeda motornya susah diengkol dia terlambat sehingga saat dia kabur dia ditarik polisi dan terjatuh,” jelas Roni.

Dikarenakan Popo mengalami luka yang cukup serius di sekujur tubuhnya, petugas polisi  langsung membawa Popo ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), sedangkan sepeda motor Yamaha Sporty milik Popo dibawa ke Satlantas Percut Sei Tuan.

“Habis kejadian diam-diam saya ikuti Popo, rupanya dibawa ke rumah sakit, sedangkan sepeda motornya dibawa ke Polsek Bengkok,” tandasnya.
Dari pantauan di rumah sakit, wajah bagian kiri Popo luka, dan mata kirinya juga diperban karena pelipisnya mengalami luka serius, selain itu kedua kaki dan tangannya mengalami luka lecet ringan.

Usai mendapatkan perawatan medis diruang bedah IGD, Popo pun langsung dibawa ke ruang 8 kelas III RSU dr Pirngadi Medan untuk mendapatkan perawatan. (uma)

Banmus Gelar Revitalisasi Tokoh Jawa

MEDAN-Badan Musyawarah (Banmus) Warga Jawa Sumut dalam waktu dekat akan menggelar Sarasehan Revitalisasi Tokoh Jawa. Dalam acara sarasehan revitalisasi tersebut, akan dibahas tokoh masa depan dari warga Jawa, yang akan ditampilkan lima tokoh hasil pengerucutan 13 tokoh Jawa versi Banmus.

Ketua Panitia Dipo S Sumarno kepada wartawan, saat menggelar rapat panitia, Minggu (17/6), di RM Ayam Penyet Pujakesuma Jalan STM Medan mengungkapkan, berdasarkan amatan dan survei Dewan Wali Amanat (Banmus) warga Jawa Sumut, ada 13 tokoh Jawa yang diusulkan dan pantas untuk ikut bertarung di Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2013 mendatang.

Ketigabelas tokoh tersebut yakni, Prof Dr Hj Sri Sulistyawati SH, Phd, (mantan Rektor UMN), Drs H Dalail Ahmad MA (mantan Ketua PW  Muhammadiyah SU), Prof Dr H Basuki Wirdjosentono MS (Guru Besar USU ), Kompol Drs H Joko Susilo (Ketua Badan Narkotika Provinsi), R HM Syafei, SH, MHum (politisi), Drs Sarwo Edy MA (Sekum Mawaja), Kol TNI Ahwan Ismadi SPd MH (Ketum Pujakesuma Sumut), Sigit Pramono Asri SE (politisi), Ir Bob Soeparno (Presidium Banmus Warga Jawa), Sukirmanto SH (Ketua DPP Satgas Joko tingkir ), Ruslan SE (Ketua Pandawa Sumut), Drs S Poerwadi MM (Presidium PIN WAJA ) dan Boediono SE (Wakil Bupati Langkat).

Dipo menambahkan, ketigabelas tokoh masa depan dari warga Jawa tersebut merupakan hasil survei Banmus Warga Jawa Sumut. Begitupun, dia tak membantah, sebenarnya masih banyak warga Jawa yang memiliki potensi sebagai tokoh Jawa. Hanya saja, lanjutnya, ketigabelas tokoh masa depan dari warga Jawa tersebut, merupakan hasil survey versi Banmus warga Jawa.

Sementra itu, menanggapi soal nama Gatot Pujonugroho, yang saat ini menjabat Plt Gubsu dan tidak termasuk dalam tigabelas nama tersebut, Presidium Banmus Warga Jawa Sumut, Ir Bob Soeparno SW mengatakan, Gatot tidak representatif untuk mewakili warga Jawa di Sumut. Sementara, ketigabelas nama yang akan dikerucutkan menjadi lima nama itu, menurutnya, cukup representatif mewakili warga Jawa di Sumut bahkan ikut bertarung di kancah Pilgubsu 2013.

“Gatot itu memang orang Jawa tetapi tidak ‘njawani’. Meski sebagai warga Jawa, tetapi dia tidak masuk dalam sederetan tigabelas nama-nama tersebut. Karena orientasi Gatot lebih memperhatikan partainya ketimbang warga Jawa,” ungkap Bob. (ari)

Dianggap Mata Duitan, Cheryl Cole Didamprat

Sepanjang karirnya, janda winger timnas Inggris Ashley Cole, Cheryl baru pertama kalinya mengumumkan tur solo di Inggris. Tak ayal fans Cheryl di Inggris pun langsung kegirangan dengan pengumuman ini.

Namun seperti dilansir dari Dailymail, kegirangan itu seketika padam setelah penyanyi tersebut memasang harga cukup tinggi untuk sekedar Meet and Greet. Alih-alih mendapat sambutan, mantan istri Ashley Cole ini malah menuai kecaman.

Tiket konser Cheryl sendiri memang sudah mulai dijual sejak awal minggu ini. Namun pada Selasa (12/6), Cheryl tiba-tiba memasang harga  350 pounds (lebih dari Rp5 juta). Harga tersebut sudah termasuk tiket konser, serta kesempatan berfoto dan meminta tangan sang artis.

“350 pounds untuk bertemu secara spesial dengan Cheryl Cole? Yah tergantung seberapa spesial dirimu,” tulis salah satu fans.

“350 pounds untuk M&G dengan Cheryl Cole! Setelah musibah Jubilee, aku bahkan tak rela membayar  3,5 pounds!” tulis fans lain.
Memang, penampilan Cheryl di ajang Queen Diamond Jubilee beberapa waktu lalu bisa dibilang mengecewakan. Duetnya dengan Gary Barlow ternyata sama sekali tidak mengesankan penonton. (bbs/jpnn)

Kangen Robbie, Claudine Tabrak Larangan

Jika Rep Irlandia tersingkir dari gelaran Euro 2012, maka orang yang paling pantas dipersalahkan adalah Claudine Keane. Pasalnya, istri dari striker Rep Irlandia Robbie Keane itu menabrak larangan berkunjung yang ditetapkan manajemen rep Irlandia.

Ya,  pada Euro 2012 kali ini konsentrasi para pemain dan pelatih tidak boleh terusik sedikitpun. Bahkan orang-orang terdekat sekali pun tidak diperkenankan untuk mengalihkan perhatian para pemain dari event besar tersebut.

Hal ini juga berlaku bagi pasangan Robbie Keane dan Claudine. Namun penyerang Los Angeles Galaxy sekaligus kapten Republik Irlandia ini tidak perlu merasa kuatir kalau istrinya bakal memecahkan konsentrasinya di ajang Euro kali ini. Pasalnya, sang model cantik ini berjanji tidak akan mengganggu fokus sang suami meski dia turut hadir di Poznan.

“Jujur aku belum tahu kapan bisa bertemu dengan Robbie. Dia dan timnya dikarantina. Robbie tahu perihal kedatanganku, tapi aku hadir untuk memberi dukungan penuh padanya, bukan untuk merusak fokusnya tentang Euro,” ujar wanita yang dinikahi Robbie 4 tahun silam.

Model pakaian dalam wanita ini akan hadir di Poznan bersama anak semata wayangnya Robert Ronan Keane Jr., beserta ibu, ayah, saudara laki-laki dan sepupunya. Mereka akan bergabung bersama orangtua Robbie di sana. (bbs/jpnn)

Stoner Tercepat, Yamaha Tetap Puas

SILVERSTONE-Pembalap Honda Casey Stoner masih tak terhadang di sesi latihan bebas MotoGP Inggris. Ia kembali kembali jadi yang tercepat untuk kedua kalinya dan kali ini dilakukan di sesi free practice ketiga.

Melajukan motornya di sirkuit Silverstone, Sabtu (16/6) sore WIB, Stoner berhasil mengungguli raihan waktu milik rider Yamaha, Jorge Lorenzo. Stoner mencatat waktu 2 menit 03,941 detik dan unggul 0,416 detik.

Lorenzo ada di posisi kedua dan rekan setimnya, Ben Spies, duduk posisi ketiga dengan 2 menit 4,427 detik. Kondisi lintasan di sesi latihan hari ini pun masih terlihat basah akibat diguyur hujan.

Melengkapi urutan lima besar adalah pebalap Yamaha Tech 3, Andrea Dovizioso dan Alvaro Bautista. Dani Pedrosa di posisi keenam.
Meski hanya menempati peringkat kedua namun dua pembalap Yamaha Factory Racing Jorge Lorenzo dan Ben Spies mengaku puas dengan pencapaian masing-masing.

Tes di Aragon seharusnya digelar sebelum seri ketiga MotoGP di Estoril, Portugal, pada awal Mei lalu. Namun, cuaca buruk saat itu membuat jadwal tes dipindah menjadi dua hari setelah dilangsungkannya MotoGP Katalunya.

Lorenzo, yang berhasil menjadi nomor satu di Katalunya, mengatakan bahwa sesi tes di Aragon sangat penting untuk mengetahui settingan yang tepat untuk motornya. Ia juga mengimbau kepada para awak Yamaha untuk segera menganalisis hasil tes di Aragon.
“Tes ini sangatlah penting karena tidak mudah untuk menemukan settingan terbaik untuk motor 1000cc di sini seiring perubahan dari 800cc,” ujar Lorenzo.

“Kami kembali mencoba mesin seperti yang kami lakukan di Barcelona dan tidak banyak perubahan yang terjadi. Jadi, para teknisi mesin harus segera membuat keputusan untuk ke depannya. Mereka akan mempertimbangkan data yang didapat pada hari ini,” sambungnya.

Sementara itu, Spies yang belum juga meraih hasil bagus sepanjang berlangsungnya Moto GP 2012, mengaku terbantu dengan hasil tes di Aragon. Menurutnya, hal itu akan menambah kepercayaan dirinya untuk melakoni balapan di sisa musim 2012.

“Tes hari ini sangat baik untuk mengembalikan performa kami setelah mendapat hasil kurang memuaskan pada balapan Minggu lalu. Mampu konsisten di sini dan juga tes di Katalunya sangatlah penting bagi kami,” ujar Spies.

“Trek terasa lebih baik daripada yang kami kira sebelumnya. Saya merasa mampu mengendarai motor dengan baik,” pungkas pembalap asal negeri Paman Sam tersebut. (bbs/jpnn)

[table caption=”Hasil Free Practice III ” th=”0″]

1. ,Casey Stoner    , (Honda)
2. ,Jorge Lorenzo  ,   (Yamaha)
3. ,Ben Spies    , (Yamaha)
4. ,Andrea Dovizioso    ,(Tech 3 Yamaha)
5. ,Alvaro Bautista   ,  (Gresini Honda)
6. ,Daniel Pedrosa    , (Honda)
7., Nicky Hayden    , (Ducati)
8. ,Hector Barbera    , (Pramac Ducati)
9. ,Valentino Rossi     ,(Ducati)
10. ,Randy de Puniet   ,  (Aspar Aprilia)
11.,Aleix Espargaro  ,   (Aspar Aprilia)
12. ,Michele Pirro   , (Gresini FTR-Honda)
13. ,James Ellison  ,   (Forward Suter-BMW)
14. ,Mattia Pasini   ,  (Speed Master Aprilia)
15. ,Yonni Hernandez     ,(Avintia FTR-Kawasaki)

[/table]

Rossi Berharap Trek Basah

VALENTINO Rossi tampil gemilang pada lomba MotoGP Prancis, setelah diguyur hujan. Menghadapi balapan MotoGP Inggris, Rossi sangat berharap hujan juga membasahi Sirkuit Silverstone, sehingga membuatnya bisa tampil maksimal.

Pembalap Ducati ini memang tidak asal bicara. Rossi sempat menjadi pembalap tercepat pada sesi latihan pertama, yang kebetulan masih sangat basah karena lintasan diguyur hujan yang cukup lebat.

Tapi prestasi berbanding terbalik terjadi pada sesi kedua. Lintasan yang mulai kering membuat Rossi sulit beradaptasi. Akhirnya, mantan bintang Yamaha ini harus puas berada di peringkat 11 pada sesi kedua.

Tak heran, Rossi sangat berharap lintasan kembali diguyur hujan untuk mendapatkan hasil terbaik. Apalagi pada balapan di Le Mans beberapa waktu lalu, The Doctor berhasil naik podium saat lintasan dalam kondisi basah. Pagi ini, kami sangat bagus saat lintasan basah. Kami sangat senang setelah pada tes pertama. Saya mampu tampil kompetitif dan kami bisa bersaing untuk balapan basah,” jelas Rossi, dilaporkan Autosport, Sabtu (16/6).

“Tapi, kami mengalami kesulitan di lintasan kering sore hari. Ini sangat sulit sekali, sangat cepat dan bertehnik. Anda harus memiliki pengalaman yang bagus, karena ada bagian yang sangat cepat. Sebab, ini lintasan yang memiliki tipe sangat cepat, anda bisa kehilangan banyak waktu,” sambungnya.
“Kami mengalami kesulitan dengan settingan motor. Kami harus bekerja keras, tapi kami akan mencoba besok (hari ini) supaya motor bisa lebih kompetitif saat kondisi lintasan kering. Saya harap kami bisa menjalani sesi dengan lintasan kering,” tandas pembalap asal Italia itu. (bbs/jpnn)

Heat Layak Tim All Star

OKLAHOMA CITY – Miami Heat membuktikan tak mau mengulang kesalahan yang mereka lakukan di game pertama Final NBA. Unggul 13 poin atas Oklahoma City Thunder hingga kuarter ketiga, kemenangan yang sudah di depan mata lenyap akibat permainan buruk di kuarter terakhir. Cerita lain tersaji di game kedua, kemarin (15/6).

Superstar Heat LeBron James tampil bagus di tiga kuarter awal. Saat dia mulai menunjukkan tanda kelelahan, giliran rekan-rekannya yang menjadi momok pertahanan Thunder. Hasilnya, Heat mencuri kemenangan di game  kedua dengan skor 100-96.

“Kami bermain bagus di 36 menit pertama untuk membuat (game) ini jadi milik kami. Kami hanya ingin bermain lebih baik dari mereka dan pulang dengan kemenangan. Kami membuktikan mampu melakukannya,” kata James pada Associated Press.

Berbeda dengan James, dua rekannya Dwyane Wade dan Chris Bosh justru bangkit di kuarter terakhir. Faktor itulah yang menjadi perbedaan antara game pertama dan kedua. Big Three Heat membuktikan bahwa mereka bisa bekerja bersama untuk meraih gelar perdana.

“Sudah lama kami tak mendapati mereka jadi kekuatan bersama. Mereka bermain layaknya All-Star,” beber Shane Battier, forward Heat.
James menciptakan 32 poin. Wade bangkit dari keterpurukan di babak pertama untuk mendulang 24 poin. Bosh mengemas 16 poin dan 15 rebound yang kembali ke starter Heat usai cedera otot perut yang membuatnya absen saat Heat berjuang di akhir musim reguler dan babak awal playoff wilayah timur.
“Ini tim bagus dan kami tak mau ketinggalan 0-2. Kami tahu, untuk mencapai target, kami harus menang di kandang lawan. Kami punya rekor bagus saat bertandang,” tutur Bosh.

Dengan kemenangan itu, Heat menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Mereka pun mencuri home-court advantage yang seharusnya menjadi milik Thunder yang memiliki rekor menang kalah lebih baik di musim reguler.

Heat akan menjalani tiga game beruntun di kandangnya sendiri. Mereka tak perlu lagi kembali ke Chesapeake Energy Arena yang dipenuhi para fans Thunder. Jika mampu menyapu bersih, maka Big Three Heat akan mencicipi gelar pertama sejak bersatu pada 2010.

Kekalahan tersebut jadi hasil buruk yang pertama bagi Thunder setelah sepuluh kali meraih kemenangan di hadapan publiknya sepanjang playoff. Berkebalikan dengan Heat, jika tak mampu mencuri kemenangan di kandang lawan pada tiga laga berikutnya, maka home-court advantage yang mereka miliki sebelum final digelar akan sia-sia. (bbs/jpnn)

Almarhum Anshari Lepas dari Tuntutan Hukum

Aminudin Masuk Sel Polda

MEDAN- Proses penyidikan dugaan korupsi di Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemprovsu mulai menimbulkan polemik. Hanya saja, sejumlah pendapat menyimpulkan Anshari S akan lepas dari tuntutan hukum.

Penetapan status tersangka atas mantan Kepala Biro Umum Setdaprovsu yang sudah meninggal dunia itu dinilai sebagai langkah hukum yang janggal dan berlebihan. Sebelumnya, almarhum Anshari S dan mantan Bendahara Biro Umum, Aminuddin, resmi dijadikan tersangkan
oleh penyidik Poldasu dalam kasus penyimpangan anggaran di Biro Umum Pemprovsu senilai Rp13 miliar.

“Pelaku tindak kriminal paling besar sekalipun atau pembunuh satu negara akan dihapuskan status tersangkanya jika meninggal dunia. Polisi yang menjadikan orang yang sudah meninggal dunia menjadi tersangka seharusnya tak usah jadi polisi lagi. Mundur saja dari kepolisian. Orang yang meninggal itu tak punya status apapun di dunia ini ,” ungkap Wakil Direktur LBH Medan, Muslim Muis, Sabtu (16/6).

Penetapan status tersangka terhadap seseorang, menurut Muslim, setidaknya memenuhi sejumlah unsur yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), diantaranya barang bukti,  keterangan saksi, keterangan ahli, dan lainnya.

Pendapat senada disampaikan Kepala Divisi Buruh LBH Medan, Surya Adinata. Dia menegaskan seseorang yang sudah meninggalkan dunia otomatis tak memiliki status apapun di dunia.

Kabid Humas Poldasu Kombes Raden Heru Prakoso membenarkan pelaku kriminal yang meninggal dunia tidak akan bisa dijadikan tersangka karena tidak memiliki status lagi di dunia. “Otomatis status hukumnya terhapus begitu pelaku meninggal. Orang meninggal ya, tak perlu dibahas,” ujarnya. Heru memastikan hingga kini penyidik Poldasu belum satu pun menahan pejabat yang ditengarai sebagai aktor utama dalam dugaan korupsi tersebut. Penyidik akan menetapkan status hukum yakni tersangka kepada pelaku yang masih hidup. “Jangan diungkit-ungkit lagi itu. Kita sama-sama paham bagaimana menetapkan status tersangka kepada seseorang yang sudah tak ada,” ucapnya.

Begitupun, pengamat hukum dari UMSU, Nursairani Simatupang, mengatakan seorang tersangka yang meninggal dunia akan digugurkan seluruh tuntutan atas dirinya. Akan tetapi, menurut Nursairani, perlakuan itu tidak berlaku bagi tersangka koruptor.

“Jika pelaku kriminal biasa meninggal dunia ya, status hukum  dirinya langsung gugur. Tapi ini tak berlaku bagi koruptor. Polisi wajib melanjutkan kasusnya meskipun Anshari (pelaku yang ditetapkan polisi sebagai tersangka) itu meninggal dunia. Seluruh harta yang diwariskan kepada keluarganya harus dicurigai polisi sebagai hasil korupsi,’’ ujarnya.

Kewajiban penyidik saat ini adalah memeriksa sejauh mana keterlibatannya dalam kasus korupsi itu untuk mengembalikan kerugian negara yang telanjur dinikmati keluarga yang ditinggalkan Anshari. “Dalam konteks ini tugas penyidik bukan untuk menghukum atau mengejar pidananya, melainkan berusaha mengembalikan uang negara yang dikorupsi almarhum saat itu,” ujarnya.

Nursairani meminta penyidik berlaku persuasif agar pihak keluarga Anshari yang ditengarai menikmati hasil korupsi itu bersikap  kooperatif dengan mengembalikannya kepada negara.”Keluarga almarhum harus kooperatif dengan cara mengembalikan uang yang dikorupsi kepada negara,” ucapnya.
Dikatakan pula, penyidik bisa melayangkan gugatan perdata kepada ahli waris yang meninggal dunia saat digelarnya penyidikan perkara korupsi.

Penyidik disarankan segera menyerahkan berkas perkara hasil penyidikan kepada jaksa untuk dimasukkan gugatan perdata kepada ahli warisnya. ‘’Langkah ini dimungkinkan karena diatur di Pasal 33, Pasal 38 B ayat 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001. Gugatan perdata terhadap ahli waris itu disampaikan bila sudah ada putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Nursairani menjelaskan ketentuan Pasal 34 dan Pasal 38B ayat 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 menyebutkan, terdakwa yang meninggal dunia saat pemeriksaan di sidang pengadilan, sedangkan secara nyata ada kerugian keuangan negara, penuntut umum segera menyerahkan salinan berkas berita acara sidang tersebut kepada jaksa pengacara negara atau diserahkan kepada instansi yang merasa dirugikan untuk dilayangkan gugatan perdata terhadap ahli warisnya.

‘’Pada prinsipnya efek jera tindak pidana korupsi dengan model  hukum keperdataan seperti ini umumnya diberlakukan di Italia, Irlandia, dan AS. Boleh saja dilakukan penyitaan atas harta pelaku kriminal yang meninggal dunia,’’ katanya.

Sebagaimana diketahui, kasus korupsi yang diduga dilakukan Anshari dkk masih dalam tahap penyidikan perkara di Poldasu saat Anshari meninggal dunia. Sesuai ketentuan KUHP penetapan status Anshari sebagai tersangka membutuhkan sejumlah bukti otentik dan mustahil dilimpahkan ke pengadilan karena Berita Acara Pemeriksaan (BAP) harus diteken sendiri oleh Anshari.

Aminuddin Masuk Sel

Sementara itu, tersangka dugaan korupsi biro umum Pemprovsu, Aminuddin, sudah ditahan di sel Polda Sumut. Menurut Direktur Tahti Polda Sumut AKBP Waitimin Panjaitan, tersangka diserahkan usai menjalani pemeriksaan. “Aminuddin diserahkan Sabtu (16/6) sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung kami tahan dalam sel,” kata Panjaitan.

Saat diboyong ke sel Poldasu, Aminuddin tidak banyak bicara saat disinggung keterlibatannya dalam dugaan korupsi di Biro Umum Setda Pemprovsu. “Uang di Biro Umum banyak yang digunakan untuk pembayaran anggaran rumah tangga Pemprovsu,” ujarnya singkat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho membantah kalau tersangka menyerahkan diri. “Tidak menyerahkan diri. Dia (Aminuddin, Red) diamankan oleh anggota saya, sekitar jam 18.30 WIB di Kabupaten Batubara,” ujar Sadono, kemarin.
Disinggung mengenai pengakuan tersangka menyangkal ditangkap, Sadono mengatakan itu hanya alasan tersangka. “Itu hanya alasan Aminuddin, seolah-olah kooperatif,” sebutnya.

Dari informasi, Aminuddin tiba di Mapolda Sabtu (16/6) dinihari dan langsung menjalani pemeriksaan sebelum dititipkan ke tahanan.

Sekadar informasi, Ditreskrimsus Poldasu  menetapkan mantan Bendahara Biro Umum Pemprov Sumut itu sebagai tersangka korupsi anggaran Biro Umum Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2010 dan 2011 sebesar Rp13 miliar sejak polisi menangani perkara itu empat bulan lalu.
Kerugian negara diketahui dari audit ketekoran kas di Biro Umum Setda Pemprovsu sebesar Rp 15.862.062.067. Dari perhitungan ada selisih antara perhitungan penyidik kepolisian dengan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) senilai Rp2.817.236.002.

Kerugian negara diantaranya digunakan untuk SPJ voorijders   (pengawalan) pada 1 Januari 2010 sebesar Rp150 juta, makan minum Rp2 miliar, listrik sebesar Rp1 miliar lebih, SPJ 1 Januari – 30 Juni pada belanja sehari-hari di rumah dinas sebasar Rp50 juta. Anggaran tersebut keseluruhannya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010 namun dibayarkan pada  APBD tahun 2011.

Kasus tersebut juga mengarah kepada Asisiten IV Administrasi di Biro Umum Setda Pemprovsu, Asrin Naim, mantan Kabag Perbendaharaan, Harianto Butarbutar, Rahmatsyah yang saat itu menjabat Plt Sekertaris Daerah Pemprovsu, dan dua orang PNS Namen Sitepu dan Suweno.(jon/gus)

Kekalahan Ketiga

Belanda vs Portugal

DUA kekalahan yang dialami Belanda di ajang Euro 2012 kali ini benar-benar meruntuhkan favoritas tim yang pernah menjadi juara tahun 1988 itu.
Namun begitu, kekalahan 0-1 atas Denmark dan 1-2 dari Jerman tak lantas menutup peluang tim besutan Bert van Marwijk. Meski kecil, namun peluang untuk lolos dari fase grup masih terbuka. Syaratnya, kalahkan Portugal sedikitnya dengan 2-0, sambil berharap Jerman tetap tampil all out dan kembali memetik kemenangan atas Denmark.

Dengan kondisi seperti ini tak ada jalan lain bagi Bert van Marwijk kecuali memasang striker kembar guna mendongkrak produktifitas tim. Tak ayal nama striker asal Schalke 04 Klaas Jan Huntelaar menjadi favorit untuk menemani Robin van Persie di lini depan De Oranje.

“Biasanya kami memiliki kreativitas dan kecepatan di bagian depan, namun saat melawan Denmark dan Jerman hal tersebut tidak terlihat. Saya ingin itu diakhiri ketika kami menghadapi Portugal,” kata van Marwijk, Terkait Robin van Persie yang tak tampil seperti harapan, Van Marwijk mengatakan bahwa striker yang bermain dengan klub Premier League Arsenal itu telah menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kita semua melihat jika pada dua pertandingan melawan Denmark dan Jerman, dia (Robin van Persie) tampil cukup baik” bela Van Marwijk lagi.
Bert Van Marwijk boleh saja mengungkapkan tekadnya untuk memenangkan pertandingan, namun perlu diingat jika Portugal yang akan menjadi lawan mereka di Stadion Oblasny SportKomplex Metalist, Kharkiv, dini hari nanti bukan lawan yang mudah ditekuk.

Selain karena tim besutan Paulo Bento itu juga mengincar kemenangan agar lolos dari fase grup, di sisi lain, sejarah juga mencatat jika Portugal justru sering tampil sebagai pemenang.

Lihatlah, dari sepuluh pertemuan yang telah terjadi di antara kedua tim, Portugal menang 6 kali, dan hanya sekali kalah atas Belanda, dengan rekor memasukkan 12 gol dan hanya kebobolan 5 gol.

Kali terakhir tim ini berjumpa adalah pada babak perdelapan final Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Jerman. Saat itu satu gol yang dilesakkan Maniche tak mampu dibalas Belanda.

Di pentas Euro, kedua tim terakhir kali bertemu pada semifinal tahun 2004. Saat itu dua gol Portugal yang dicetak Cristiano Ronaldo dan Maniche justru hanya terbalas lewat gol bunuh diri Jorge Andrade.

Artinya apa? Portugal masih lebih layak difavoritkan untuk tampil sebagai pemenang pada laga dini hari nanti, meski gelandang Belanda Weshley Sneijder telah menegaskan bahwa menghadapi Portugal nanti dirinya akan tampil habis-habisan.

“Kami tahu performa kami harus lebih ditingkatkan lagi. Kami tidak bermain seperti ketika kami mencapai babak final Piala Dunia 2010 lalu. Namun peluang belum tertutup. Kami masih bisa berlaga di partai final jika kami bisa mengalahkan mereka (Portugal, Red),” bilang Sneijder.

Seakan tak ingin kalah gertak dari calon lawannya, kapten tim Portugal Cristiano Ronaldo mengatakan bahwa dirinya ingin kembali mencetak gol ke gawang Belanda seperti pada Euro 2004.

“Mereka adalah tim besar. Akan membanggakan bila mampu membobol gawang mereka dan mengantarkan tim ini berlaga di fase selanjutnya,” bilang Ronaldo.

Sejauh ini, dari dua laga yang telah dimainkan kedua tim, Portugal telah melesakkan 19 tendangan ke arah gawang, dengan 3 di antarannya berbuah gol. Sementara itu Belanda meski melakukan 14 kali tendangan ke arah gawang, namun skuad De Oranje hanya mampu mencetak satu gol.

Pertanyaannya, dengan semua hitung-hitungan dan fakta yang ada, akankah Belanda tampil sebagai pemenang dan lolos ke fase selanjutnya, atau justru Portugal yang kian mengukuhkan dominasi atas Belanda dan menorehkan kekalahan ketiga De Oranje di pentas Euro 2012 kali ini? (*)