Home Blog Page 13350

Perempuan dalam Kaleng

Cerpen Dadang Ari Murtono

Dadanya berdegup kencang. Keringat dingin mengalir dengan deras dari keningnya. Seolah ada sumber air di kening itu. Berulang ia menggumam semata untuk menenangkan dirinya sendiri, “Semua akan baik-baik saja. Semua akan aman-aman saja, sejam lagi aku akan sampai,” dengusnya. Jantungnya berderap cepat. “Apakah orang-orang itu juga merasakan apa yang kurasakan?” bisiknya lagi.

amun usahanya menenangkan dirinya sendiri sia-sia belaka. Keringat dingin masih mengalir dengan deras. Bulu kuduknya merinding. Matanya melotot. Jari-jarinya mencengkeram pegangan kursi dengan kuat.

Wajah ibunya berkelebatan di pelupuk matanya. Ibu yang sehari sebelumnya meneleponnya dan berkata, “pulanglah. Keadaan ibu sudah semakin memburuk. Ibu ingin bertemu denganmu.”

Ia mencoba menghibur diri dengan bayangan ibunya itu. Tapi ia tetap merasa ketakutan.
“Beginikah rasanya menjadi ikan dalam kaleng sarden?” bisiknya lagi.

Sebenarnya, ia ragu-ragu dengan perjalanan ini. Seumur-umur, ia tidak pernah naik pesawat. Dalam benaknya, pesawat-pesawat itu serupa kaleng sarden yang gampang penyok, gampang rusak. Ia lebih suka naik bis atau kereta. Tapi telepon ibunya membuatnya mau tidak mau mesti naik pesawat.
“Sudah tiga hari ibu tidak bisa bangun. Ibu merasa waktunya sudah dekat sekali. Ibu ingin pergi dengan ditunggui oleh seluruh anak-anak ibu. Pulanglah,” kata ibunya di telepon.

Ia sangat menyayangi ibunya. Masih jelas dalam ingatannya betapa kuat ibunya itu. Semenjak bapaknya pergi bersama perempuan lain dan tak kembali lagi, ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Tak sekali pun ia dengar ibunya mengeluh.

Tak sekali pun juga ibunya meminta sesuatu pada anak-anaknya. Anak-anak yang kini telah jadi orang. Kakaknya yang tertua jadi akuntan di Jakarta. Kakak perempuannya jadi sekretaris sebuah perusahaan asing di Surabaya. Sedang dia sendiri memiliki toko kue yang lumayan laris.
“Kakak-kakakmu juga sudah ibu hubungi. Dan akan menjenguk ibu besok. Kau juga harus datang secepatnya.”
Hanya kali ini saja ibunya meminta. Dan bagaimana ia bisa menjadi anak yang baik bila tidak memenuhi permintaan ibunya? Maka, sekali pun takut, ia paksa dirinya untuk naik pesawat.

Dan kini, ia merasa dirinya tengah berada dalam sebuah kaleng. Ia merasa dirinya adalah potongan-potongan daging ikan dalam kaleng sarden. Di bawah, laut yang begitu biru seakan-akan memanggil-manggilnya. Seakan berkata, “hayo… berenanglah seperti ikan!”

Tapi ia bukan ikan sekali pun kini ia merasa tengah berada dalam kaleng sarden. Mulutnya kembali komat-kamit. Berdoa. Namun ia malah teringat berita-berita yang sering ia tonton di televisi atau ia baca di koran. Berita-berita tentang pesawat-pesawat yang dikabarkan hilang. Lalu ditemukan dalam keadaan tinggal puing-puing. Dan penumpang-penumpangnya bergeletakan di sana-sini. Tentu saja dalam kondisi telah meninggal dunia. Ia bergidik ngeri.

“Semua akan baik-baik saja,” desisnya lagi. Tapi sesungguhnya, ia tidak yakin dengan apa yang barusan ia desiskan. Kembali ia mencoba mengingat wajah ibunya. Wajah yang telah dipenuhi oleh kerut-merut. Wajah dengan rambut yang hampir semua telah beruban. Bagaimana keadaan ibunya kini? Ia berharap ibunya akan segera sehat kembali. Sungguh, ia belum menikah. Ia ingin mengenalkan pacarnya kepada ibunya. Ia ingin mencium kaki ibunya pada hari pernikahannya. Ia ingin ibunya membantunya bersalin. Ia ingin ibunya mengajarinya cara mengganti popok dan menggendong bayi. Ia ingin anak-anaknya kelak masih bisa merasakan hangat tangan ibunya.

Namun yang muncul dalam bayangannya adalah wajah seorang perempuan yang letih. Yang pucat. Yang menatap dengan tatapan sarat kepedihan. Seperti ada sesuatu yang demikian berat menimpa ibunya.

Tapi apa yang menyebabkan ibunya menatap dengan tatapan semacam itu? Apakah ibunya takut mati? Tidak! Ibunya berulang bilang tidak takut mati. Ibunya hanya ingin ketika hari kematian itu tiba, seluruh anak-anaknya berkumpul di sekitar  tempat tidur di mana ibunya terbaring.
Bila ada yang takut mati, maka itu adalah dia. Dan bila ada yang membuat ibunya bersedih, itu pasti karena ia atau dua saudaranya.

Dulu, dulu sekali, ketika ia masih kecil, ibunya pernah menangis menggerung-gerung melihat ia pulang dengan kaki dan tangan berdarah. Ia ikut kawan-kawan laki-lakinya memanjat pohon jambu. Dan ia terjatuh. Kaki dan tangannya patah. Sungguh, tak pernah ia melihat ibunya sehisteris waktu itu.
Ibunya pasti akan baik-baik saja. Ibunya pasti akan masih bisa menimang cucu-cucu yang akan ia berikan. Begitu pula ia. Akan baik-baik saja. Ini cuma sebuah perjalanan. Dan bukan hanya dia yang ada dalam perjalanan ini. Tapi juga banyak orang di sampingnya. Dan orang-orang itu terlihat baik-baik saja. Perasaan cemas yang keterlaluan ini pasti karena ketakutannya sendiri. Pasti karena ini adalah perjalanan pertamanya dengan pesawat.

Lagipula, si pilot pastilah bukan orang sembarangan. Si pilot pastilah sudah berpengalaman. Si pilot pastinya juga ingin selamat. Dan pramugari-pramugari itu pastinya juga tidak akan tinggal diam bila terjadi sesuatu. Mereka pasti akan mementingkan keselamatan penumpang bila sampai hal yang tidak dikehendaki terjadi. Pasti sudah ada peralatan-peralatan untuk menyelamatkan diri.
Ya, semua akan baik-baik saja.

Tapi ia masih merasa berada dalam kaleng. Kaleng yang rapuh dan gampang penyok. Ia merasa sedang menjadi potongan-potongan daging ikan dalam kaleng sarden. Dan perasaan semacam itu membuatnya bertambah cemas. Tangannya masih memegang erat pegangan kursi. Keringat dingin masih mengucur dengan deras dari keningnya.

“Apakah ibu sakit?” tiba-tiba terdengar suara. Ia mendongak. Seorang pramugari dengan senyum yang begitu manis tertangkap matanya.
“Semua akan baik-baik saja, bukan?” jawabnya dengan ganti bertanya. Ia tahu, suaranya bergetar ketika mengucapkan kalimat itu.

“Ibu tenang saja. Semua akan baik-baik saja. Sebentar lagi kita akan sampai,” jawab si pramugari sembari masih memamerkan senyum yang teramat manis.

Namun baginya, sebentar ini terasa begitu lama. Seperti berabad-abad. Di bawah, ia merasa laut masih memanggil-manggilnya. “Hayo… ikan, berenanglah… berenanglah…”

Dan kenapa tiba-tiba ada awan hitam di sekitar pesawat ini?

“Tidak apa-apa ibu. Hanya cuaca yang sedikit buruk. Tidak akan terjadi hal tidak kita inginkan,” tambah si pramugari melihatnya bergidik menatap awan-awan hitam itu.

Benarkah itu hanya awan mendung biasa? Dalam benaknya, awan-awan hitam itu serupa benar dengan kuah bumbu sarden. Hanya saja warnanya berbeda. Awan itu hitam sementara kuah bumbu sarden berwarna merah. Tapi entahlah, melihat awan-awan mendung itu, ia semakin merasa bahwa dirinya hanyalah potongan-potongan daging ikan dalam kaleng sarden.

Wajah ibunya kembali terbayang. Wajah yang menatapnya begitu dalam. Seperti menatap mayat saja. Seperti menanggung kesedihan yang begitu mendalam. Seperti tertimpa musibah. Seperti melihat orang tersayang meninggal.

Ia tidak tahu kenapa bayangan wajah ibunya seperti itu. Bukankah seharusnya wajah ibunya terlihat kuyu? Bukankah semestinya ia yang menatap ibunya dengan pandangan penuh kesedihan? Tapi bahkan, tatapan kesedihannya tidak akan seperti tatapan bayangan ibunya yang berlintasan di matanya. Ibunya hanya sakit. Dan akan segera sembuh. Sedang tatapan ibunya? Ah, hanya kematian yang bisa menyebabkan tatapan semacam itu ada.

Tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat. Ia terkejut. Dan tanpa sadar, berteriak. Tapi teriakannya segera tenggelam dalam teriakan-teriakan lainnya. Mulanya, ia mengira getaran itu hanya karena perasaan cemasnya saja. Namun tidak. Semua orang ikut bergetar. Semua orang ikut berteriak.

“Semua baik-baik saja. Hanya gangguan kecil. Silakan kembali duduk dengan tenang,” kata si pramugari berusaha menenangkan para penumpang. Tapi orang-orang tetap berteriak. Sungguh, sekali pun pramugari itu berkata semacam itu, tapi ada perasaan takut yang terpancar dari mata yang indah itu.
Ia merasa pesawat itu berguncang lagi. Lebih keras. Orang-orang semakin panik. Dan kini, pramugari itu ikut-ikutan panik.

Ia merasa pesawat itu meluncur ke bawah dengan cepat. Ia merasa dirinya tengah berada dalam kaleng sarden yang dikocok. Ia merasa semua orang yang ada di sana tak lebih dari potongan-potongan daging ikan. Daging ikan yang siap dituang ke piring.

Ia berteriak lebih keras. Orang-orang juga. Wajah ibunya kembali melintas. Melintas dan menatapnya dengan kesedihan yang luar biasa. Melintas dan berkata, “kenapa kau yang mesti mati? Kenapa?”

Ya, ia merasa benar-benar menjadi potongan daging ikan berbumbu dalam kaleng sarden. Potongan yang akan segera dituang dengan bumbu merah yang lumayan pedas. Bumbu merah yang berasal dari darah yang muncrat dari tubuh yang akan menjadi serpihan. Darahnya. Juga darah orang-orang di sekitarnya. (*)

Portugal akan Dampingi Jerman

MEDAN- Jerman begitu jumawa di puncak klasemen dengan perolehan 6 poin dari hasil dua kali kemenangan. Menggilas Portugal 1-0 dan menekuk Belanda dengan skor meyakinkan, 2-1. Dengan hasil itu, Jerman dipastikan lolos ke perempat final. Lantas, siapa yang bakal mendampinginya?

Menurut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Medan Juliandi Siregar, Portugal merupakan tim yang paling berpeluang mendampingi Jerman lolos ke perempat final. Pasalnya, pada laga melawan Belanda pada Senin (18/6) dini hari nanti, Portugal akan mampu mengalahkan tim Orange.
Dengan kemenangan itu, Portugal meraih poin enam dari dua kali menang dan satu kali kalah.

Sementara di pertandingan Jerman melawan Denmark, Juliandi menilai, Jerman tidak akan ambil risiko dengan menurunkan tim lapis keduanya. Karena, jika Tim Panser kalah dari Denmark dan Belanda juga kalah dari Portugal dengan skor besar, bisa-bisa Portugal dan Denmark yang lolos karena menang selisih gol.

“Makanya, Jerman akan bermain lebih baik lagi melawan Denmark sehingga mereka akan lolos ke perempat final sebagai juara grup dan Portugal akan mendampingi Jerman sebagai runner up,” ulas Juliandi yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Medan ini.

Camat Labuhan Deli, Deliserdang, Dedi Maswardi S Sos MAP juga mempredikisi, Portugal bakal mendampingi Tim Panser. Pasalnya, kata Dedi, Portugal lebih berpeluang dibandingkan Denmark dan Belanda. Jika dilihat dari hasil dua laga terdahulu, Portugal dan Denmark berhasil menorehkan tiga poin dari hasil satu kali menang dan satu kali kalah. Sementara Belanda belum memperoleh satu poin pun, karena dua kali menderita kekalahan.
Nah, pada Senin (18/6) dini hari nanti, Portugal dan Belanda bakal bertemu. Sedangkan Jerman akan menghadapi tim Dinamit Dermark. Dalam menghadapi laga ini, Dedi berkeyakinan Portugal dapat mengatasi perlawanan Tim Orange.

Menurut mantan Sekretaris Camat Sunggal, Deliserdang ini, tim asuhan Paulo Bento ini akan main ngotot untuk mengamankan satu tiket perempat final yang tersisa. Karenanya, motivasi anak-anak Seleccao Das Quinas ini akan berlipat ganda. Apalagi peluang untuk lolos begitu besar.

“Saya yakin Portugal bisa mengalahkan Tim Orange dengan skor 2-1. Di saat bersamaan, Jerman juga mengalahkan Denmark. Dengan begitu, Portugal akan mendampingi Jerman melaju ke babak perempat final,” prediksinya.

Sementara Wakil Ketua Partai Golkar Kecamatan Medan Belawan Dedi Ainal, juga memprediksi Portugal bakal mendampingi Jerman sebagai runner up grup B. Menurutnya, Portugal mampu mengatasi perlawanan Belanda dan memutuskan ambisi tim Orange tersebut untuk maju ke perempat final.
Sementara di pertandingan Jerman melawan Denmark, Dedi memprediksi, Jerman akan mampu menundukkan tim Dinamit Denmark. “Timnas Jerman masih menjadi favorit di Grup B yang merupakan grup ‘Neraka’ ini. Mereka mempunyai skil lebih baik dari pada tim Dinamit. Mario Gomez merupakan mesin gol dan siap menambah dua gol lagi ke gawang Denmark sehingga dia menjadi topskorer. Saya memperkirakan pertandingan kali ini akan berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Jerman,” tandasnya.

Sementara Manager Distrik Tembakau PTPN 2 Bambang Sutrisna berpendapat lain. Menurutnya, Denmark yang bakal lolos mendampingi Jerman. Menurutnya, persaingan di Grup B ini cukup menarik di ikuti, meski Belanda telah dua kali mengalami kekalahan. Namun begitu, kata Bambang, Belanda tetap berpeluang lolos jika mampu menundukkan Portugal yang akan mereka hadapi Senin (18/6) dinihari nanti.

Menurut Bambang, dalam laga Belanda melawan Portugal, Tim Orange bakal memenangkan pertandingan dengan skor tipis. Namun di saat bersamaan, Denmark juga bakal menahan seri Jerman. Dengan begitu, Denmark lah yang bakal lolos karena memperoleh empat poin. Sementara Portugal dan Belanda memperoleh tiga poin.(mag-17/ram/mag-10/omi/ade/mag-18)

Jumatan di Pajak Ikan Lama Medan

Ramadhan Batubara

Maaf, ini bukan soal ibadah. Ini hanya soal pengalaman berada di sebuah tempat jelang waktu Jumatan; waktu Salat Jumat. Kenapa harus saya lantunkan, jawabnya karena saya tergoda. Ya, bukankah jarang menikmati suasana tenang di Pajak Ikan Lama Medan?

Ceritanya, jelang Jumatan pekan lalu saya memasuki kawasan Pajak Ikan Lama. Saya memang berniat ke tempat tersebut karena di lantun beberapa pekan lalu saya sempat berjanji akan menulis tentang tempat itu. Sayang, beberapa kali ke sana, saya selalu terhadang macet. Bayangkan saja, belum lagi masuk ke kawasan itu beberapa kendaraan sudah bertumpuk. Ya sudah, saya balik kanan.

Nah, keadaan itu membuat saya berpikir; kapan kira-kira Pajak Ikan Lama sepi? Sempat terpikir untuk mengunjungi kawasan di pusat Kota Medan itu pada malam hari, tapi apa yang harus dilihat. Ya, saya sudah terlanjur ingin menulis soal dinamika di sana. Jadi, ketika malam, apa yang bisa ditulis selain tentang beberapa tukang becak yang tertidur di becaknya atau beberapa potong sampah yang luput dikutip. Beruntung ada hari Jumat. Setidaknya, saat siang di hari Jumat, lelaki Muslim berkumpul di masjid.

Maka, Jumat lalu, saya kunjungi tempat itu. Kunjungan itu cukup singkat, pasalnya saya juga harus ke masjid. Jadi, saya gunakan selang waktu sebelum Jumatan tadi. Praktis, di tempat itu saya hanya sepuluh menit. Syukurnya, dalam sepuluh menit, saya merasakan Pajak Ikan Lama yang lain; maksudnya tidak macet dan sumpek seperti biasanya. Ya, jalanan yang persis gang-gang itu terlihat sepi. Tidak banyak orang dan kendaraan yang berebut jalan seperti biasanya. Suasana panas pun seakan hilang. Cukup nyaman.

Saya memilih memarkirkan Lena (sepeda motor saya) di sisi kiri Jalan Perniagaan – jalan ini hanya satu arah – tepatnya di depan sebuah warung sate Padang yang berdekatan dengan warung makan Padang.  Dengan kata lain, tempat parkir si Lena di deretan pantat rumah Tjong Afie.
Layaknya detektif, agar tidak diketahui sedang memperhatikan sesuatu, saya pun sok menyamar. Saya datangi sate Padang itu. Saya pesan satu. Saya makan tanpa melihat; sambil makan saya terus memperhatikan sekeliling.

Di antara sate Padang dan warung makan Padang ada trotoar. Berarti, saya berada di seberang warung Padang itu. Nah, dari tempat saya duduk, saya bisa melihat langsung isi warung makan Padang itu. Lucu. Warung itu bukan seperti warung, dia berbentuk gang. Jadi, di gang itulah kursi dan meja dijejerkan. Dan, pemandangan yang saya dapati di situ adalah kaum hawa sedang makan, sama sekali tidak ada lelaki. Hm, berarti kaum lelaki sudah pada ke masjid, pikir saya.

Saya pun mengalihkan pandangan. Ternyata tidak, masih ada kaum Adam. Terlihat beberapa lelaki masih mendorong tumpukan karung di atas gerobak dorong beroda dan memasukannya ke toko-toko. Tubuh mereka kelam. Berpeluh. Mereka pun tampak begitu leluasa, berlari sambil mendorong kereta dorongnya yang sarat muatan. Pemandangan ini jelas berbeda dengan hari-hari biasa. Ya, biasanya mereka harus hati-hati karena pengguna jalan cukup banyak. Teriakan dan makian sudah menjadi nyanyian yang khas di kawasan itu. Dan kemarin, semua seakan hilang. Para pekerja kasar itu terlihat bebas, bekerja dengan tenang.

Saya jadi bayangkan Pajak Ikan Lama sebelum menjadi kawasan tekstil. Dulu, sejak tahun 1890 kawasan ini memang dikenal sebagai pusat perniagaan Kota Medan. Awalnya merupakan pajak (pasar) ikan. Nah, ikan yang didatangkan dari Belawan melalui kapal tongkang melalui Sungai Deli. Tentunya, di zaman itu juga ada pengangkut barang juga kan? Mereka pasti bertubuh kelam. Berpeluh. Adakah mereka sering berteriak juga ketika jalanan di gang-gang tersebut macet? Entahlah.

Yang jelas, sejarah mencatat, seiring dengan ketidakmampuan Sungai Deli untuk dilewati kapal-kapal tongkang, Pajak Ikan Lama pun berubah menjadi pusat perdagangan kain dan pakaian. Pedagang di pajak ikan ini bukan hanya penduduk asli, namun juga penduduk keturunan India dan Arab. Sehingga tidak jarang dapat menemui komoditi berbau negara tersebut di pasar ini seperti parfum nonalkohol, bahkan kurma!

Dan, di Pajak Ikan Lama yang tak lagi jualan ikanlah saya berada. Dan, saya tertawa membayangkan kawasan ini sebagai pajak ikan dalam arti sesungguhnya; apakah tante-tante yang memakai kacamata hitam dengan tas berwarna emas di depan saya akan berada di sini juga? Begitulah, setelah memperhatikan para pekerja dan beberapa bentuk toko, saya malah tertarik memperhatikan para pengunjung di Pajak Ikan Lama ini. Satu di antaranya adalah tante yang duduk di depan saya. Dia makan sate. Dia sendirian. Dia memakai kacamata. Dia memegang tas berwarna emas miliknya erat-erat dengan tangan kiri. Dan, saya penasaran, ada berapa uang di dalam tasnya itu. Ha ha ha ha.

Tapi sudahlah, dari beragam yang saya lihat, sejatinya ada yang menarik kepenasaran saya. Yang saya maksud adalah suara. Jadi, sejak memarkir Lena, saya terhibur dengan suara burung. Ramai. Suaranya dari atas. Dan ketika saya mendongak, tidak ada seekor burung pun. Entah di mana burung itu. Kata bebeberapa orang, burung itu jenis walet. Jadi, di puncak-puncak pertokoan ada bilik yang memang disediakan untuk burung walet. Ayolah, air liur burung itu cukup menggiurkan kan?

Terbayang sebuah pemikiran, mungkinkah di masa depan tempat ini akan berubah menjadi kawasan walet. Ya, dari menjual ikan berubah ke tekstil dan kemudian menjadi penjual walet. Entahlah. Yang, jelas, namanya pasti tetap Pajak Ikan Lama. He he he he.

Akhirnya, saya tinggalkan kawasan itu. Ya, tak lebih dari sepuluh menit saya di sana. Sepiring sate Padang telah pindah ke perut. Selembar uang seribu pun telah pindah ke tukang parkir. Dan, beberapa menit lagi Salat Jumat dimulai. Saya harus segera ke Masjid Raya Medan; tempat yang pekan depan akan saya tulis juga. (*)

Laziswa Muhammadiyah Sumut Salurkan Beasiswa dan Kartu Sehat

MEDAN- Lembaga Zakat, Infaq dan Wakaf (Laziswa) Muhammadiyah Sumatera Utara, Sabtu (17/6) sekira pukul 09.00 WIB, memberikan beasiswa kepada anak sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTS dan SMA/MA di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan SM Raja Medan.

Selain memberikan beasiswa, Laziswa Muhammadiyah Sumut juga memberikan dana insentif sebesar Rp500 ribu per orang kepada 18 guru honorer TK, MDA dan SMA serta menyerahkan kartu sehat berobat gratis untuk 500 orang tahap pertama.

Direktur Pelaksana Laziswa Muhammadiyah Sumut,  Zakirman ST menerangkan, beasiswa yang diberikan kepada 22 anak sekolah SD sebanyak Rp300 ribu per orang, 4 orang anak SMP sebasar Rp500 ribu per orang dan 15 anak SMA Rp750 ribu per orang.

“Jadi, untuk beasiswa yang kita berikan kepada anak sekolah dan guru sebanyak 61 orang. Di mana, dana beasiswa yang kita berikan ini merupakan saluran zakat dari Laziswa Sumut untuk mencerdaskan anak bangsa dan membantu para guru honorer,” bilang Zakirman.

Sementara itu, Ketua Laziswa Sumut, H Suhrawardi K Lubis  mengharapkan, anak yang diberikan beasiswa ini dapat terus berpacu dalam hal belajar. Sehingga, mereka dapat menjadi anak yang pintar dan mampu menggapai cita-citanya di  masa depan.
“Belajarlah bersungguh-sungguh sehingga kamu bisa menggapai cita-citamu kelak,” imbau Suhrawardi.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut Dalail Ahmad MA menyebutkan, apa yang dilakukan Laziswa Muhammadiyah Sumut ini sangat baik. Pasalnya, pemberian beasiswa itu juga merupakan saluran zakat yang selama ini dipercayakan masyarakat kepada Laziswa Muhammadiyah Sumut.
Untuk itu, kiranya pemberian beasiswa terus akan dilakukan demi mensukseskan anak bangsa mengggapi cita-cita.

“Tentunya beasiswa yang kita berikan merupakan amanah yang dipercayakan Laziswa Muhammadiyah Sumut untuk disalurkan,” ungkapnya. (omi)

Raffi Ahmad & Ayu Ting Ting Buka-bukaan

Artis dan presenter tampan, Raffi Ahmad dan pelantun ‘Alamat Palsu’ Ayu Ting Ting buka-bukaan soal menikah. Keduanya sama-sama berencana menyusul sahabatnya, Ayu Dewi yang telah menikah dengan Regi Datau.

Raffi membocorkan rencana pernikahan penyanyi dangdut Ayu Ting Ting yang berencana mengakhiri masa lajangnya. Pelantun “Alamat Palsu” itu akan dipersunting kekasihnya, Hendri B Hendarso atau Enji, pada tahun 2013.

Meski diungkapkan dengan candaan, tapi berulang kali menegaskan kabar itu. “Dia (Ayu Ting Ting) tahun depan. Habis Ayu Dewi, Ayu Ting Ting sudah menggebu-gebu banget,” kata Raffi  saat ditemui di acara prosesi akad nikah Ayu Dewi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (16/6).

Mendengar hal tersebut Ayu Ting Ting yang berdiri di samping Raffi jadi salah tingkah. Ia lantas mencubit atau bahkan memukul manja Raffi untuk menghentikan bahasan soal rencana pernikahannya itu. “Enggak ada, bisa aja nih gosip, entar rame aja,” kilah Ayu.

Tapi, Raffi langsung menegaskan, “Tadi bilang iya, sekarang enggak. Wah parah nih Ayu Ting Ting,” balas Raffi.
Di akhir pembicaraan, Ayu pun tak bisa mengelak. Ia hanya mendoakan kata-kata Raffi dan mendoakan balik sahabatnya itu. “Amin, habis Ayu Ting Ting, Raffi deh. Aminin juga,” ujarnya.

Sedangkan, Raffi secara terang-terangan mengaku segera menikahi kekasihnya, Yuni Shara pada tahun depan. Hanya saja, niatan itu belum disambut oleh Yuni Shara.

“Kalau saya tahun depan. Kalian tanya Yuni lah, kapan dia maunya. Saya sih siap-siap saja sebagai laki-laki,” ujarnya.
Dia mengaku, secara pribadi dirinya sudah mantap untuk menikahi Yuni Shara. Pria tampan ini mengaku siap untuk segera melanjutkan hubungan ke pelaminan, jika Yuni mau menerima pinangannya. Hingga kini, hubungan keduanya memang masih dalam masa pacaran. (bbs/jpnn)

Diputus Pacar, Nekad Gantung Diri

MEDAN- Diduga Diputusin pacar, Muhammad Ridwan (23), warga Jalan Setia Budi Gang Tengah, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri dengan menggunakan kain sarung, Sabtu (16/6) sore.

Informasi dihimpun Sumut Pos, peristiwa ini diduga karena korban tak terima cintanya diputus pacar.

Aksi nekad Ridwan ini, pertama kali diketahui ibunya yang sedang melintas di dapur rumah melihat Ridwan sudah tergantung di salah satu tiang di dapur rumahnya. Ibu korban langsung berteriak hingga mengundang perhatian warga sekitar.

Namun, saat dimintai keterangan, pihak keluarga enggan berbicara dan lebih memilih tutup mulut. “Tak ada yang perlu ditanyai,” kata seorang wanita yang juga keluarga korban saat di RS Bina Kasih, Medan Sunggal.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Sunggal, AKP Viktor Ziliwu mengaku, dugaan sementara korban meninggal karena gantung diri. Korban diketahui ribut dengan pacarnya dan akhirnya minta putus. “Korban putus dengan pacarnya dan menggantung diri dengan menggunakan kain sarung. Saat ini kita tengah memintai keterangan sejumlah saksi terkait kasus ini,” kata Kanit.(jon)

Meriahkan HUT ke-55 Astra Internasional Tanam 5 Ribu Bibit Pohon

MEDAN- Sebagai salah satu bentuk CSR (Corporate Social Responsibility), Astra Internasional mengadakan penanaman pohon bersama pemerintah kota (Pemko) Medan, Sabtu (16/6).

Penanaman pohon ini dalam rangka memperingati 55 tahun PT Astra Internasional Tbk. Di mana, selama itu pula, perusahaan yang bergerak dalam berbagai unit bisnis ini berkembang pesat di Indonesia. “Kegiatan ini sebagai salah satu komitmen Astra untuk selalu menjaga kelestarian dan keseimbangan alam,” ujar Head of Environment and Social Responsibility PT Astra Internasional Tbk, Riza Deliansyah.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 550 ribu pohon ditanam di seluruh daerah di Indonesia. Dan Sumut, sebanyak 15 ribu pohon, yang terletak di beberapa titik, termasuk di Kota Medan. Sebanyak 5 ribu pohon ditanam di aliran Sungai Renum, dan 4 ribu pohon ditanam di aliran Sungai Deli. “Sedangkan sisanya kita tanam di kawasan Danau Toba beberapa hari lalu,” tambah Riza.

Untuk penanaman pohon di Medan dan sekitarnya, dilakukan Auto 2000, sebagai salah satu anak usaha perusahaan Astra Internasional.
Untuk jenis pohon yang ditanam juga beraneka ragam, disesuaikan dengan lokasi dan peruntukkannya, seperti pohon Trambesi, Tanjung, Sengon, dan bibit pohon produktif seperti Mangga. “Jenis pohon yang kita pilih sesuai dengan lokasi penanamannya. Selain itu, karena pohon jenis tersebut termasuk kuat, dan cepat beradaptasi,” tambahnya.

Penanaman pohon yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, berlangsung meriah. Di mana semua karyawan hadir dengan baju kaos berwarna hijau. Sehingga kesan penghijauan atau Go Green sangat kentara. “Kita sangat apresiasi dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Astra. Sebagai perusahaan, tidak hanya mencari untung, tetapi mereka juga peduli dengan lingkungan sekitarnya,” ujar Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, dalam kata sambutannya pada acara penanaman pohon secara simbolis di Jalan Kapten Maulana Lubis Medan.

Bukan hanya kelestarian lingkungan saja yang dilakukan Astra International, berbagai bentuk CSR juga disediakan seperti, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat (Income Generating Activies-IGA), dalam perkembangan usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM).
Hingga 17 Juni mendatang, Astra mengadakan pameran terkait dengan berbagai unit bisnisnya, mulai dari tambang, perkebunan, otomotif, dan lainnya. Bukan hanya itu, dalam pameran ini juga menyediakan berbagai permainan untuk anak, termasuk menghadirkan artis ibukota, Alexa. (ram)

Kohlschreiber Singkirkan Nadal

HALLE – Kejutan besar terjadi di Halle Open ATP. Rafael Nadal yang baru saja meraih gelar France Open tersingkir di babak perempat final usai dikalahkan petenis Jerman Philipp Kohlschreiber. Nadal bahkan menyerah dua set langsung 3-6, 4-6. Sekalipun Kohlschreiber merupakan juara bertahan di Halle Open ATP ini, tapi tetap saja kemenangannya atas Nadal tetap jadi kejutan besar.

Apalagi ini merupakan kemenangan pertama Kohlschreiber atas petenis no.2 dunia asal Spanyol tersebut setelah dalam delapan pertandingan sebelumnya selalu kalah. Kekalahan Nadal ini terjadi hanya empat hari setelah berhasil mencatat rekor merebut gelar France Open yang ketujuh.
“Itu laga yang berat. Dia bermain baik di lapangan rumput. Dia jauh lebih agresif, menyervis, dan juga mengembalikan bola dengan baik,” kata Nadal seperti dikutip dari ESPN, Sabtu (16/6).

Hasil ini membuat persiapannya menjelang Wimbledon terganggu mengingat grand slam tersebut akan berlangsung sebentar lagi, tepatnya mulai 25 Juni mendatang. Nadal mengaku akan memulihkan diri dulu di kediamannya di Mallorca dari pekan yang melelahkan.
Di semifinal nanti, Kohlschreiber akan berhadapan dengan pemenang antara unggulan ketiga Tomas Berdych atau petenis wild card Tommy Haas. Sementara satu laga semifinal lainnya mempertemukan unggulan kedua Roger Federer dengan Milos Raonic. (bbs/jpnn)

Bhupathi Tolak Leander Paes

NEW DELHI— Bintang tenis India, Mahesh Bhupathi, menolak berpasangan karena sudah tidak percaya lagi dengan Leander Paes di ajang Olimpiade London, bulan depan. Asosiasi Tenis India (AITA), Jumat (15/6), menetapkan pasangan Mahesh Bhupathi dan Leander Paes akan mewakili negara tersebut di ajang Olimpiade London. Namun, Bhupathi bersikeras ingin tampil dengan pasangannya saat ini, Rohan Bopanna.

Bhupathi, Sabtu (16/6/2012), menolak bermain dengan Paes yang pernah membantunya meraih tiga juara turnamen grand slam. “Pertandingan ganda itu bukan sekadar pukulan voli dan servis. Ini menyangkut soal kepercayaan dan penghargaan,” lanjut Bhupathi.

“Saya tidak percaya lagi dengan dia (Paes) setelah dia meninggalkan saya tahun lalu,” kata Bhupathi. Paes (39) dan Bhupathi (38) dianggap sebagai salah satu pasangan terkuat dunia. Mereka pernah meraih gelar juara di Perancis Terbuka pada 1999 dan 2001 dan Wimbledon pada 1999. Sempat berpisah pada 2002, ganda ini bersatu lagi saat Australia Terbuka 2011 sebagai persiapan seleksi tim ke olimpiade. Namun, keduanya berpisah lagi di pertandingan sirkuit.
Bhupathi sendiri berharap AITA akan mengizinkannya bermain dengan pasangannya saat ini, Rohan Bopanna.  (bbs/jpnn)

Gaji Dibayar Akhir Musim

Janjikan Bonus Jika Tundukkan Persib

MEDAN- Masalah tersendatnya gaji pemain belum juga beranjak dari PSMS. Sasa Zecevic Cs lagi-lagi masih harus mengelus dada untuk bersabar menanti pembayaran hak mereka yang sudah tertunggak hampir lima bulan. Jangan berharap dalam waktu dekat ini, karena manajemen sudah memastikan gaji dituntaskan Juli.

Ya, CEO PSMS Idris sudah menyampaikan hal itu di hadapan pemain pada latihan persiapan kontra Persib di Stadion Teladan, Jumat (15/6) kemarin. Pemain kembali dituntut bersabar karena gelontoran dana dari sponsorship baru mengalir Juli, waktu dimana musim ISL 2011/2012 berakhir.
Idris yang dihubungi kemarin tidak menampik hal itu. “Soal gaji Badan Liga Indonesia (BLI) sudah menjamin hal itu dibayarkan pada Juli. Mereka sudah jamin itu. Itu berdasar hasil pertemuan dengan klub-klub di Jakarta beberapa waktu lalu,” katanya.

Namun beberapa klub kabarnya sudah memberikan titik terang kepada pemainnya. Sriwijaya dan Persija salah satunya. Lantas apa PSMS termasuk klub dengan prioritas ke sekian? Namun hal itu dibantah Idris.

“Belum ada klub yg turun dananya satupun. Kalau pun mereka bayar mereka mengupayakannya dengan usaha sendiri,” katanya.

Kekhawatiran jika pembayaran di akhir musim akan kembali menimbulkan masalah seperti musim lalu ditepis Idris. Menurutnya kondisinya berbeda. Ketika itu gaji pemain yang harusnya dibayar tiga bulan dikurangi menjadi dua bulan, begitu seterusnya.

“Tidak akan terjadi seperti musim lalu. Musim lalu kesepakatan bukan pemaksaan. Karena musim habis sebelum bulan Agustus,” tambahnya.
Sejatinya pemberian hak pemain akan memberi motivasi lebih pada pemain untuk tampil fight di sisa musim ini. Apalagi posisi PSMS saat ini dekat dengan zona degradasi. Idris memberi janji lain. Berupa bonus yang akan menjadi tambahan motivasi. Syaratnya tentu memenangkan laga.  “Kalau besok menang akan ada bonus untuk pemain. Ada beberapa teman yang tengah mengupayakan. Saya harap pemain bersabar karena PSMS sedang dalam masa transisi. Saya harap mereka bertarung fight apalagi lawannya kali ini Persib,” tandasnya.

Kapten PSMS, Sasa Zecevic membenarkan informasi ini telah disampaikan manajemen kepada seluruh pemain saat latihan. Sasa mengatakan dirinya bersama rekan-rekan lainnya hanya bisa pasrah.

“Saya sudah capek dengan janji-janji, tapi mau bagaimana lagi. Mau mogok capek. APPI sudah berusaha menjembatani pemain. Ya hanya bisa menunggu. Tapi kami pastikan akan tetap bermain dengan maksimal menghadapi Persib nanti,” pungkasnya. (mag-18)