Home Blog Page 13349

Grand Final Jaka Dara Medan 2012

Penuh dengan Juri Tamu

Hermes Place Polonia pada Sabtu Malam (16/6) kemarin dipenuhi dengan para gadis cantik yang masih muda belia. Malam grand final M Rizki Zakaria dan Cathy Carissa Bangun terpilih sebagai Jaka dan Dara Medan 2012.

Setelah melalui penjurian yang telah berlangsung sejak April kemarin, tadi malam, terpilih 26 pasangan finalis Jaka Dara yang berasal dari 21 Kecamatan di Medan. Selain para juri tetap, malam pemilihan ini juga dihadiri oleh para Bintang, seperti Miss Kulit Cantik Indonesia 2012 Rafika Soraya Azhar serta juri kehormatan dan pengisi acara Titi Kamal.

Setelah terpilih 10 besar, para finalis diberikan kesempatan untuk istirahat, dan juri mulai menghitung nilai para finalis sebelum dinobatkan sebagai Jaka Dara Medan 2012.

Pada masa penghitungan ini, Titi Kamal mengambil peran panggung untuk menghibur para penonton. Sebanyak 5 lagu dinyanyikan penyanyi yang juga sebagai bintang film dan iklan ini. Tampil dengan kebaya berwarna hijau dan rok pendek, istri Christian Sugiono ini membuka kemeriahan melalui lagu yang berjudul Jatuh Cinta. Dengan centil, lagu dipopulerkan oleh Titiek Puspa ini mendapat sambutan dari penonton. Masuk lagu kedua, kejadian yang tidak terduga terjadi, dimana artis yang akrab di sapa Tikam ini mengharapkan penonton pria untuk bersedia menemaninya di atas panggung. Tetapi, hingga intro lagu Menunggu dimainkan tak satupun penonton pria yang bersedia naik ke atas panggung. Hingga akhirnya, Tikam mengambil inisiatif turun panggung dan menarik penonton untuk menemaninya.

Masuk lagu ketiga, Titi menyanyikan lagunya sendiri. Resah Tanpamu yang merupakan lagu duet dengan Anji, dinyanyikan duet dengan vokalis band. Masuk kelagu keempat, Ayang-Ayangku yang dipopulerkan oleh Mahadewi pun mengalun dari mulut Titi. Dalam lagu ini, tampil dengan energik, sempat membuat repot pihak keamanan, karena Titi bersedia memberikan kesempatan untuk foto bersama dengan para finalis. Lagu terakhir, lagu Pandangan Pertama versi Slank dan Nirina Zubir mengalun di hall Hermes Place Polonia.

Akhirnya, masa penantian para finalispun berakhir. Disertai gemuruh musik, terpilihlah pemenang Jaka Dara Medan 2012. Cathy Carissa Bangun asal Medan Tembung menjadi Dara Utama Medan 2012. Gadis kelahiran Medan, 2 November 1993 ini mengalahkan 25 finalis yang memiliki berbagai kelebihan. Mahasiswi Fakultas Hukum USU ini tidak menyangka akan nasib baik yang diraihnya. Karena itu dirinya belum dapat mengatakan apapun akan kemenangan yang diraihnya. “Tidak dapat diungkapkan, syukur untuk semuanya,” ujar Dara yang akrab disapa Cathy ini. Sedangkan untuk Jaka Utama di raih oleh M Rizki Zakaria asal Medan Selayang.

Sedangkan untuk Jaka Dara Persahabatan 2012, diraih oleh Zulfan Arief Suhendi dari Medan Timur dan Listi Atina asal Medan Maimun. Dan Jaka Dara Kepribadian, diraih oleh Rizki dari Medan Timur dan Dara Ruri Maharani dari Medan Selayang.
Sedangkan untuk Jaka Dara Intelegensia 2012, ditempati oleh Akhmad Azwar dan Vicha Dara Anwar. Selain uang tunai, para pemenang ini juga akan mewakili dan duta Medan selama 1 tahun. (ram)

Fight

Denmark vs Jerman

LVIV- Belanda berharap Jerman main serius ketika melawan Denmark dini hari ini. Jika sampai Jerman imbang dan Belanda menang dari Portugal, itu tak akan ada artinya. Syukurlah Jerman memastikan tetap tampil menyerang dan bertekad merebut tiga angka.

Memang Grup B teramat gawat. Terutama bagi Belanda. Robin van Persie dkk sudah dua kali kalah. Sebenarnya kans mereka pulang kampung lebih besar dibanding bertahan. Tapi selama bola masih bundar, apapun masih bisa terjadi.

Bergabung bersama Jerman, Portugal dan Denmark, Belanda dan Jerman awalnya jadi unggulan lolos ke perempat final. Namun semua berubah ketika di laga pembuka Belanda justru takluk 0-1 dari Denmark. Ironis. Bahkan di tangan Jerman mereka tak berdaya dan kembali takluk 2-1. Sungguh akhir yang tak dibayangkan publik Belanda.

Pada laga dini hari nanti, Denmark juga sangat ngotot menang demi langkah ke perempat final. Dan statistik pertemuan keduanya cukup mendukung. Namun dari utak-atik skuad dan strategi, tampaknya akan sulit bagi Denmark meledakkan Tim Panser.

Soal skuad, Denmark bakal kehilangan pemain sayap Dennis Rommedahl karena masalah hamstring. Gantinya mungkin saja masih Tobias Mikkelsen. Sementara gelandang Niki Zimling juga diragukan karena masalah betis.

Sedangkan di sisi Jerman, Joachim Loew tentu saja akan merombak pertahanan akibat kartu merah yang diterima Jerome Boateng. Gantinya mungkin  Howedes Benedikt atau gelandang Lars Bender untuk diplot jadi bek kanan. Atau sebaliknya, Loew bisa menggeser kapten Philipp Lahm ke kanan, sedangkan Marcel Schmelzer diberi kesempatan gantikan posisi Lahm.

Tapi satu yang pasti, yang bakal kerja keras di kubu Jerman adalah lini depan. Mezut Ozil sudah menggambarkan bahwa Denmark dipastikan main lebih bertahan.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit tetapi jika kami bermain dengan potensi kami, kami bisa mengalahkan mereka juga,” kata Ozil seperti dilansir dari Goal kemarin.

Pemain Real Madrid itu mencontohkan dengan Portugal yang main cukup bertahan saat bertemu dengan Jerman. “Denmark mungkin akan sama menggunakan hingga delapan pemain di pertahanan,” katanya.

Di sisi lain, kubu Denmark sedang punya masalah dengan hukum UEFA akibat ulah selebrasi Niklas Bendtner. Saat melawan Portugal, Bendtner memamerkan celana boxer keberuntungannya. Sayang di celana itu ada tulisannya Paddy Power. Konon Paddy Power adalah rumah judi ternama di Denmark.

“Ah celana ini hanya celana keberuntungan. Aku tak tahu itu salah. Tapi sekarang aku sadar. Mungkin aku tak akan memakainya lagi,” kata Bendtner. (*)

Pantang Kalah

PSMS vs Persib

MEDAN- Jangan Kalah dari Persib! Kalimat itu selalu membakar semangat PSMS saat berduel menghadapi musuh bebuyutannya itu. Setiap generasi selalu dititiskan sebuah tabu untuk kalah dari si Maung Bandung, julukan Persib.

Karena itu jangan heran jika atmosfer duel yang kerap disebut El Classico-nya Indonesia itu selalu membara. Tak terkecuali duel Minggu (17/6) malam ini di Stadion Teladan Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012.

Keduanya telah berduel sejak eranya Perserikatan. Total pertemuan kedua tim pun mencapai 53 kali pertemuan di berbagai kompetisi sejak 1952 dan kedua tim saling mengalahkan. Memori paling berkesan tentunya saat kejayaan PSMS di masa lampau menumbang Persib dua kali lewat adu penalty di final Perserikatan pada 1983 dan 1985.

Keduanya sempat absen bertemu saat PSMS terdegradasi selama dua musim. Kemenangan terbesar dicatat PSMS saat menumbangkan Persib 5-0 pada Copa Indonesia 2005. Namun sederet memori manis itu tidak bisa dijadikan pijakan jika PSMS bakal dengan mudah membungkam Maung Bandung.
Apalagi sejak 2007, Ayam Kinantan seperti kehilangan taji. Kemenangan terakhir PSMS diraih pada April 2006. Ketika itu PSMS mempermalukan Persib di kandangnya 0-2. Selepas itu, PSMS paceklik menang. Duel terakhir di Soreang Januari lalu pun tak luput dari kekalahan (1-3).

Kini generasi Novi Handriawan cs yang dibesut Suharto yang akan menuntaskan misi menang. Apalagi PSMS memang sangat membutuhkan angka penuh untuk memperbaiki posisi di klasemen. Nangkring di posisi 14 sangatlah tidak nyaman karena dekat dengan zona degradasi.

Suharto sudah menebar optimisme. Hasil buruk di Papua membuatnya tak punya opsi lain selain memaksimalkan sisa laga kandang. Salah satunya duel kontra Persib ini. “Kita harus memaksimalkan laga kandang ini. Memang duel menghadapi Persib tidak mudah. Tapi dengan fanatisme dan karakter Medan yang akan kita tonjolkan nanti kita tak ingin kehilangan poin penuh,” katanya.

Kali ini tekad itu didukung dengan kekuatan yang komplit. Kembali bermainnya Nastja Ceh menjadi salah satu alasan untuk percaya diri. Pun dengan Nico Malau yang belakangan mulai menebar ancaman sebagai striker muda yang lincah. Keduanya tak ikut ke bumi cenderawasih karena cedera. “Semua pemain bisa tampil kecuali Ledi Utomo yang memang izin karena baru menjalani pernikahan. Kekuatan komplit ini memang membuat kita lebih percaya diri. Kembalinya Nico membuat saya bisa memasang dua striker dan mengembalikan posisi Zulkarnaen sebagai gelandang serang,” lanjut pelatih berkepala plontos.

Lini belakang yang rapuh kembali menjadi perhatian Suharto. Kebobolan delapan gol dari dua laga kontra Persipura dan Persiwa menjadi bukti sahih. Syukurnya striker Persib asal Singapura, Noh Alamshah absen menebar ancaman karena akumulasi. “Lini depan mereka memang ada sedikit perubahan tanpa Noh Alamshah. Tapi mereka masih punya Marcio Souza. Pertahanan tetap harus fokus dan jangan sampai hilang konsentrasi,” tambahnya.

Lantas bagaimana Persib? Atmosfer duel klasik ini kembali dirasakan Robby Darwis dari bangku pelatih. Ia salah satu pelakon sejarah saat berduel dengan PSMS di final perserikatan 1983 dan 1985. Tapi kini Persib posisinya relatif lebih baik dari PSMS dengan menghuni peringkat 9 klasemen. “Ya dulu sering berduel dengan PSMS. Tapi dulu sebagai pemain dan sekarang sebagai pelatih. Karakter dan gaya permainan tidak berubah menurut saya. Perubahan hanya ada di pemain,” katanya kemarin.

Robby melihat PSMS kini cukup solid. Terutama kehadiran Nastja Ceh yang menjadi salah satu pemain yang paling diwaspadai. “Ceh yang menjadi penyuplai bola ke lini depan PSMS. Dia juga membantu pertahanan cukup baik. Yang pasti dia jangan sampai diberi ruang gerak yang leluasa. Apalagi bola-bola matinya cukup bagus, jadi kita harus menghindari pelanggaran di daerah dekat kotak penalti,” katanya.

Tanpa Along, julukan Alamshah, Robby tak terlalu mempermasalahkan. “Pilihan bisa jatuh ke Aliyuddin, Sigit, Airlangga maupun Souza. Mudah-mudahan kita bisa menorehkan hasil yang baik,” pungkasnya. (mag-18)

Mau Rumah Rp70 Juta? Kunjungi Bazar REI Sumut

MEDAN- Bayangkan rumah seharga Rp70 juta dengan lokasi di Medan. Bila Anda tertarik memilikinya, silakan kunjungi bazaar rumah yang diselenggaraka Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara di Hermes Place Polonia, Jalan Mongonsidi Medan.

Pameran bertema ‘Bersama Mitra Bangun Daerah’ ini diselenggarakan 18 Juni hingga 24 Juni ini juga menyajikan berbagai acara menarik. Mulai dari foto ibu dan anak, lomba masak, hingga pemilihan Puteri REI. “Ini merupakan event terbesar dan pertama dari REI. Karena itu, kita maksimalkan semua keegiatan,” ujar Ketua REI Sumut, Tomi Wistan.

Dalam pameran, lebih dari 30 developer akan ikut serta, dengan jumlah stand lebih dari 40. “Iya benar. Harga rumah yang dijual juga cukup terjangkau, ada yang 70 juta untuk lokasi di Medan. Bayangkan saja, rumah seharga tersebut di Medan,” tambah Tomi.

Acara yang berlangsung selama 1 minggu ini, memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah, karena pihak REI juga sudah menandatangani MoU dengan beberapa bank untuk kelancaran program tahunan REI ini. “Beberapa bank seperti BTN, BTN syariah, Mandiri, Mandiri Syariah, Bukopin, dan BNI ikut berpartisipasi untuk kelancaran acara ini,” ungkap Tomi.

Dalam bazar ini, REI memiliki target penjualan rumah sebanyak 50 unit dengan nilai nominal sebesar Rp2 miliar. Dan untuk mencapai target ini, REI telah menyebarkan undangan sebanyak 5 ribu lembar. “Dalam undangan tersebut juga telah diberikan lembar kupon untuk mengikuti lucky draw. Dimana berbagai hadiah menarik telah kami siapkan,” lanjut Tomi.

Sementara itu, Bendahara REI Sumut, Nona Wahyuni, mengatakan bahwa acara bazar jauh dari unsur komersil. “Nantinya ada rumah yang berbentuk kios yang kita sediakan dengan harga Rp45 juta per unit,” ujar Nona. Dirinya juga menjelaskan, selain mendapatkan harga murah, dalam bazar ini juga akan diberikan kesempatan bagi pengunjung untuk konsultasi. “Dan konsumtasi ini bebas biaya, atau dengan kata lain, gratis,” lanjutnya.
Salah satu hal diyakini bakal menyedot perhatian adalah pemilihan Puteri REI, yang merupakan pertama kali diadakan. Bila sudah terpilih, Puteri REI ini akan diberi pengetahuan tentang perumahan, dan menjadi developer. “Intinya, kita akan memilih wanita yang komunikatif. Karena itu yang penting untuk menjadi duta,” ungkap Nona. (ram)

Gomez Pikirkan Juara, Bukan Top Scorer

MENCETAK tiga gol dalam dua pertandingan membuat penyerang Jerman Mario Gomez masuk dalam kandidat pencetak gol terbanyak Euro ini. Namun, itu tidak menjadi prioritas utamanya. Dia hanya ingin membawa timnas Jerman menjuarai Euro 2012.

Seperti yang diberitakan di Reuters, dia menyebut gol pertama ke gawang Portugal-lah motivasi terbesarnya. “Setelah gol itu, semuanya jadi lebih mudah kami dapatkan. Dan itu bisa menjadi semngat terbesar saya untuk mendapat yang terbaik,” ujarnya.

Euro tahun ini merupakan penampilan terbaik dari Gomez. Sebab, pada Euro edisi sebelumnya tidak satu pun gol diciptakan oleh pemain ujung tombak andalan Bayern Munchen itu. Torehan golnya masih mungkin terus bertambah jika dalam laga besok dia tetap dimainkan pelatih Jerman Joachim Loew.
Dia lantas mengakui bahwa tekanan seringkali dia dapatkan di hampir setiap laga. Baik saat lawan Portugal ataupun Belanda. Dia tidak menyangkal jika itu yang akan kembali dia dapat dari Denmark. Meski begitu, dia tetap optimistis bisa mengejar gelar bagi Jerman.

“Saya sama sekali tidak tertarik untuk menjadi pencetak gol terbanyak bagi Jerman. Bagi saya, gelar juara Euro bagi timnas Jerman-lah yang lebih penting. Karena di sini bukanlah tentang Mario Gomez, melainkan tentang timnas Jerman,” bebernya.

Gomez menajdi asset yang sangat penting bagi timnas Jerman di Euro ini. Ketajamannya mengingatkan publik Jerman akan penyerang Miroslav Klose. Di timnas Jerman, dia dipercaya menjadi tukang gedor bersama Lukas Podolski dan Thomas Mueller.

Di sisi lain gelandang Jerman Toni Kroos berharap dalam laga terakhir nanti dirinya akan menjadi pilihan Loew.  “Ini tidak mengenakkan. Aku hanya ingin bermain,” keluh Kroos yang dicadangkan dua laga. (ren/jpnn)

[table caption=”Statistik” th=”0″]

[attr colspan=”5″]Denmark
1 Mar ’12      ,Denmark  ,  v ,    Rusia   , 0-2
26 Mei ’12      ,Denmark    , v    , Brasil    ,1-3
2 Jun ’12    ,  Denmark    , v   ,  Australia ,   2-0
9 Jun ’12   ,  Belanda   , v   ,  Denmark ,   0-1
13 Jun ’12    ,  Denmark ,    v   ,  Portugal ,   2-3

[attr colspan=”5″]Jerman
1 Mar ’12   ,   Jerman  ,   v  ,   Prancis  ,  1-2
26 Mei ’12    ,  Swiss   ,  v  ,   Jerman  ,  5-3
1 Jun ’12 ,    Jerman  ,   v ,    Israel   , 2-0
10 Jun ’12   ,   Jerman  ,   v   ,  Portugal   , 1-0
14 Jun ’12   ,   Belanda  ,  v   ,  Jerman  ,  1-2

[/table]

[table caption=”Head to Head” th=”0″]

9 Nov ’92     , Denmark   ,  v   ,  Jerman,    1-2
27 Mar ’96 ,     Jerman   ,  v     ,Denmark  ,  2-0
16 Nov ’00   ,   Denmark   ,  v    , Jerman  ,  2-1
28 Mar ’07  ,   Jerman   ,  v  ,   Denmark  ,  0-1
12 Agt ’10     , Denmark    ,v   ,  Jerman  ,  2-2

[/table]

Uang Muka Minimum 25 Persen Diberlakukan

DP Ringan Selesai

JAKARTA- Tidak akan ada lagi uang muka kredit sepeda motor Rp500 ribu. Down Payment (DP) alias uang muka ringan untuk pembelian kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, sudah dihapuskan. Peraturan DP Minimum sebesar 25 persen sampai 30 persen dari harga produk sudah mulai diberlakukan sesuai jadwal yaitu per 15 Juni 2012.

Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), Mulabasa Hutabarat, mengatakan bahwa pihaknya tetap pada jadwal semula yaitu mulai mengefektifkan peraturan tersebut pada 15 Juni 2012. “Mulai 15 Juni berlaku,” ujarnya, kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos), kemarin.

Masa transisi mulai 15 Maret 2012 sampai dengan 15 Juni 2012 dinilai sudah cukup sebagai momen untuk sosialisasi kepada para pelaku industri pembiayaan juga kepada seluruh pihak terkait termasuk konsumen. Itu yang menyebabkan tiga bulan belakangan ini sudah mulai sulit membeli kendaraan dengan DP ringan.

Selama tiga bulan kemarin itu, kata Mulabasa, mayoritas perusahaan pembiayaan memanfaatkannya sebagai momen edukasi kepada pasar juga untuk membiasakan kerja di seluruh perusahaan terkait karena otomatis terjadi perubahan terutama dari struktur desain uang muka dan cicilan. “Kami sengaja memberikan masa transisi itu supaya kalau ada pertanyaan bisa dijelaskan. Kan banyak juga cabang-cabang perusahaan itu di daerah luar Jawa. Dan sepertinya mereka sudah sanggup menjalankannya. Kami kan selalu berkoordinasi,” akunya.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia, membenarkan bahwa tidak ada perubahan jadwal dari pemberlakuan aturan tersebut. Dipastikan tidak ada lagi DP sepeda motor seharga Rp500 ribu. “Pemerintah tetap mau menjalankan, ya tidak apa-apa, kami patuh dan menjalankan aturan tersebut,” ucapnya saat dihubungi secara terpisah, kemarin.

Wiwie mengaku, seluruh perusahaan pembiayaan sudah mengoptimalkan tiga bulan masa transisi agar menjadi terbiasa. Pihaknya berharap tidak ada gejolak di pasar terutama penurunan penjualan kendaraan seperti diprediksi selama ini. “Di atas kertas kan memang market otomotif bisa turun 30 persen sampai 50 persen. Tapi ya kita lihat saja sebulan lagi atau bulan bulan mendatang,” katanya.

Pemberlakuan DP minimum sebenarnya bukan hanya berlaku bagi perusahaan pembiayaan tapi juga kepada perbankan penyedia jasa kredit consumer baik itu produk otomotif maupun perumahan. Loan to Value (LTV) alias batas minimum pinjaman terhadap nilai produk dibatasi maksimal 70 persen dan jadwalnya diberlakukan mulai 15 Juni 2012 juga.

Meski begitu belum ada konfirmasi resmi dari pihak pemerintah khususnya Bank Indonesia (BI) terkait hal ini. Padahal beredar kabar bahwa rencana pemberlakuan batas minimum DP untuk kredit otomotif dan perumahan itu tidak jadi diberlakukan sesuai jadwal.

Sejauh ini, pasar otomotif dan properti di Indonesia memang sedang sangat bergairah. Untuk produk otomotif, misalnya, sampai dengan Mei 2012 terus menunjukkan peningkatan. Dampak krisis di Eropa ternyata belum sesignifikan seperti diperkirakan sebelumnya terhadap industry ini di dalam negeri.
Konsumsi dan daya beli dalam negeri tetap tinggi, terlihat dari penjualan mobil yang terus mencatatkan rekor tertinggi yang dinilai sebagai salah satu imun sehingga Indonesia tetap bertahan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil pada Mei 2012 sebanyak 95.499 atau tertinggi sepanjang sejarah di negeri ini. Secara kumulatif, sampai dengan bulan lalu, penjualan mobil domestik sudah mencapai 433.237 unit atau naik hampir 25 persen dibandingkan 347.518 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu diperkirakan bahwa penjualan mobil akan mulai surut pada bulan Juni ini seandainya rencana pemberlakuan Down Payment (DP) minimum sebesar 25 persen sampai 30 persen pada 15 Juni 2012 benar-benar diterapkan.

Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan, mengatakan semua perusahaan otomotif dan Gaikindo memang meyakini bahwa pemberlakuan aturan tersebut akan berdampak signifikan terhadap penjualan. Sehingga pada semester dua tahun ini diperkirakan akan mengalami penurunan.

Berkaitan dengan krisis yang terjadi di Eropa dan berdampak kepada banyak Negara, kata Johnny, sebenarnya Indonesia juga terkena dampaknya. Namun tidak terlalu besar. Terbukti penjualan otomotif masih bergairah hingga saat ini. “Secara makro kan kita masih punya cara untuk meredam,” ucapnya kepada Jawa Pos (13/6).

Johnny berharap Indonesia melanjutkan pertahanannya terhadap serangan krisis seperti terjadi pada 2009. Meskipun dinilai sebagai krisis besar seperti halnya 1998 namun Indonesia sanggup bertahan karena kuatnya konsumsi domestic.

Namun banyak pihak menilai bahwa pemberlakuan DP minimum yang berdampak pada pelemahan penjualan produk otomotif (mobil dan sepeda motor) itu akan mengerem laju konsumsi domestic. Terlebih, DP minimum juga diberlakukan kepada produk properti terutama perumahan. “Semestinya kita belajar dari China. Waktu terjadi inflasi tinggi, mereka turunkan interest rate lalu perusahaan di dalam negeri diminta tingkatkan produksi dengan mengundang banyak investor, tingkatkan insentif, dan kurangi pajak,” ungkapnya.

Hasilnya signifikan karena setelah itu perekonomian Tiongkok sangat kuat dan ekspor melesat tinggi. “Menurut saya, di Indonesia juga tergantung domestic consumption seperti di China. Tapi kok dalam kondisi seperti ini malah terlalu banyak peraturan yang kurang bersahabat ya?” terusnya.

Johnny menilai bahwa otomotif merupakan salah satu engine growth bagi perekonomian Indonesia. Terbukti dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan sector transportasi selalu di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 10 tahun terakhir di angka sekitar 10 persen sampai 18 persen.
Dari sector transportasi, penjualan otomotif memberi kontribusi paling tinggi minimal 40 persen. Terlebih, di roda empat, khususnya, tenaga kerja yang terlibat mencapai lebih dari satu juta orang. “Saya sering bicara sama banyak ahli ekonomi. Mereka bilang, di Indonesia ini di satu sisi, BKPM, Presiden, dan jajaran pemerintah tertentu agresif mendatangkan investasi. Tapi di sisi lain, ada yang membatasi,” sesalnya.

Berbeda dengan mobil, penjualan sepeda motor sudah mulai terkena imbas rencana pemberlakuan DP minimum karena banyak perusahaan leasing dan produsennya sudah memeraktekkan kenaikan DP itu sebagai bentuk inisiatif dan agar terbiasa.

Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik pada Mei sebanyak 611.251 unit dan secara kumulatif sejak awal tahun sudah mencapai 3,16 juta unit. Angka ini mengalami penurunan sekitar 7 persen dari 3,39 juta unit pada periode yang sama tahun lalu.(gen/jpnn)

Cuma 15 Tahun di Choa Chu Kang

Hari Ini, Liem Sioe Liong Dimakamkan di Singapura

Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), Sudono Salim atau Liem Sioe Liong hanya diperkenankan ‘menginap’ 15 tahun di pemakaman milik negara tetangga itu.

Laporan: JPNN dari Singapura

Jenazah taipan industri dan perbankan Liem Sioe Liong positif akan dimakamkan di Singapura Senin besok (18/6). “Pelaksanaan pemakaman di Choa Chu Kang Cemetery, Singapura ini terpaksa mundur sehari lantaran terkait penghitungan prosesi keagamaan. Waktu pelaksanaan pemakaman yang sebelumnya dijadwalkan pada pukul 14.00, juga dimajukan menjadi pukul 10.30 waktu Singapura.

Koordinator Pelaksanaan Pemakaman Jamin Hidayat mengatakan hari ini (17/6) merupakan hari terakhir persemahyaman Sudono Salim di Mount Vernon Funeral Parlours, sebuah tempat persemahyaman elit di kawasan Upper Serangoon Singapura. Namun demikian, bukan berarti jenazah Sudono Salim yang kerap disapa Om Liem ini bakal dikremasi seperti halnya jenazah lain yang berada di kompleksn
yang sama.

“Permintaan beliau (Om Liem) kalau suatu saat meninggal memang lebih menginginkan untuk dikebumikan. Keluarga besar juga menyetujui hal itu,” ungkap Jamin kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos) kemarin (16/6).

Lantaran hal itu, saat ini pihak keluarga tengah mempersiapkan pemakaman di komplek Choa Chu Kang. Pilihan ini, tutur Jamin, juga mendasari sebab kenapa Om Liem yang masih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) menginginkan untuk dikebumikan di Singapura. “Selain itu, istri Om Liem (Lie Las Nio atau Lilani) juga tinggal di Singapura. Sehingga biar dekat,” ujarnya.

Akan tetapi, jenazah Om Liem tak akan selamanya berada di Choa Chu Kang. Hal ini lantaran adanya kebijakan ketat terkait pemakaman di Singapura. Jika di Indonesia, jenazah akan selamanya menempati pekuburan yang sama. “Kalau di Singapura hanya diberi waktu 15 tahun. Setelah itu dikembalikan ke keluarga,” ujar Jamin. “Tergantung keluarga nantinya mau kremasi atau bagaimana. Namun. Batas waktu ketentuan tersebut masih cukup lama. Jadi masih ada waktu untuk keluarga memikirkan. Saat ini masih belum diputuskan,” sambungnya.

Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, Om Liem meninggal di Rumah Sakit Raffles Hospital Singapura, setelah sepuluh hari dalam perawatan. Kematian Liem pada 10 Juni 2012 lalu, dikatakan akibat penyakit degeneratif lantaran usia Liem yang nyaris menyentuh satu abad, tepatnya pada 96 tahun. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos, beberapa gejala degeneratif sebenarnya telah diketahui sejak beberapa tahun belakangan ini. Contohnya adalah berkurangnya penglihatan Liem selama beberapa tahun terakhir. “Tapi Pak Liem masih hapal orang-orang,” ungkap wanita yang merupakan teman dekat Mira, anak terakhir Liem.

Sementara itu, Om Liem Sioe Liong meninggalkan empat orang anak serta 14 cucu. Empat orang cucunya telah menikah, serta memberikan Om Liem enam orang generasi keempat (cicit). Sebagian dari mereka berada di luar Indonesia sedangkan sebagian lagi masih menetap di Indonesia, yaitu Mira Salim yang menikah dengan Franciscus Welirang.

Sejak 1997 Om Liem yang merupakan pengusaha besar di era kepemimpinan Soeharto ini meninggalkan Indonesia. Kerajaan bisnisnya pun diserahkan kepada puteranya Anthoni Salim. Di Singapura, Liem juga tetap membangun gurita industrinya di sektor makanan minuman. (gal/jpnn)

Menggugat Dalil ‘Hukum Alam’

Benar adanya bahwa buah apel akan jatuh tak jauh dari pohonnya. Itu sudah jadi pemahaman publik yag ditegaskan Sir Isaac Newton melalui hukum grafitasinya. Tapi tak akan ada yang bisa membantah kalau buah apel itu tak akan jatuh bila dia dipetik sebelum tangkai buah tak mampu lagi menahan
berat buah. Bisa, terutama bila ada campur tangan manusia di sana.

Buah durian di kebun Mekar Sari yang jatuh alamiah, bahkan tidak menyentuh tanah di dekat batangnya. Dia malah tergantung di tali yang sengaja diikat di tangkai buah dan ditautkan ke batang pohon. Ada campur tangan manusia di balik peristiwa alam ini.

Dalil ini pasti bisa digunakan menggugat pandangan yang menyebut, orang Indonesia dan orang Sumatera Utara tak akan bisa bermain bola sebaik bangsa eropa. Saya tidak setuju dengan alasan, budaya sepakbola Eropa sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Bahkan karakter bermain bola orang Eropa sudah terbentuk sebelum calon bintang dilahirkan, dititiskan dari orangtuanya.

Okelah. Prestasi timnas sepakbola kita masih seperti jalan di tempat. Demikian halnya dengan PSMS Medan.

Sekadar menjadi nomor satu di Asia Tenggara saja, kemampuan Timnas rasanya masih susah. Memang, sejak merdeka, kita belum punya tradisi sepakbola yang berprestasi di level dunia.

Yang jadi pertanyaan, sudah sejauh  mana campur tangan budi dan akal serta tekad manusia Indonesia mengembangkan sepakbola prestasi? Bagaimana dengan manajemen pembinaan dan pembentukan pemain? Ataukah regenerasi itu hanya dibiarkan berjalan alamiah saja?

Saya yakin, prestasi sepakbola kita belum maju karena kita belum serius menggarapnya. Belum seperti Jepang yang konon, dulu sepakbolanya tidak lebih baik dari kita.

Bukti tradisi tak jadi jaminan, Tim Uber dan Thomas kita saja kandas di tangan Jepang yang tradisi badmintonnya masih terhitung anak kemarin sore.
Bicara Jepang, sebagai negara raksasa di bidang otomotif, mereka juga mengawalinya dari titik nol. Tapi kita tak harus menerima saja apa mobil model terbaru yang dikeluarkan pabrikan-pabrikan dari matahari terbit itu. Kita mampu membuat mobil sendiri.

Diakui, sulit untuk mengimbangi teknologi mobil konvensional mereka. Karenanya, kita dukung dan doakan saja mobil nasional bertenaga listrik, Si Putra Petir itu. Meneg BUMN, Dahlan Iskan punya keyakinan kuat program yang bisa menghemat anggaran negara  karena mobil ini bukan penyedot energi fosil ini akan berjalan sukses. Dahlan malah memastikan, empat model mobil sekelas Suzuki Carry, Avanza, Yaris hingga yang premium Ferrari siap dilahirkan massal pada tahun depan.
Dahlan Iskan sendiri sudah memesan dua mobil premium, 13 Juni lalu.

Dahlan Iskan, saya pikir merupakan golongan orang yang tak mau menerima nasib apa adanya. Dia sosok yang mampu mewujudkan mimpi untuk memenuhi kebutuhan demi kehidupan yang lebih baik.

Jadi, hukum alam tetap hukum alam. Seperti gaya grafitasi yang tak mungkin berubah sepanjang Tuhan belum mengizinkannya. Hanya, patut diingat, hukum alam tidak tepat dijadikan dalil sebagai apoloji untuk sebuah ketidakmampuan kita mengubah situasi. Bila demikian, dalil itu masih mudah dipatahkan. Selamat mewujudkan mimpi. (*)

Pohon Tumbang Ancam Nyawa Warga

Warga Kota Medan dan sekitarnya, termasuk kawasan lereng dataran tinggi, diminta tetap mewaspadai banjir dan pohon tumbang. Ini akibat curah hujan yang tinggi pertengahan Juni lalu. Tak hanya itu, warga juga diminta mewaspadai daerah wisata pemandian alam sungai seperti Sibolangit, Sembahe karena akan terjadi peningkatan volume debit air sungai sewaktu-waktu.

“POTENSI hujan masih tetap terjadi sampai pertengahan bulan Juni ini, namun intensitas dan volumenya berkurang tidak seperti beberapa pekan sebelumnya di akhir bulan Mei. Untuk itu, Warga diminta tetap mewaspadainya. Karena seperti genangan air dan banjir di perkotaan masih tetap terjadi sampai pertengahan bulan Juni,” kata Kabid Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Polonia Medan Hartanto.

Dikatakannya, selain potensi hujan yang menjadikan genangan air dan banjir di perkotaan masih terjadi ancaman pohon tumbang juga dimungkinkan terjadi. Meski, terjadinya pohon tumbang lebih berpotensi terjadi akibat tekstur tanah yang tidak padat lagi akibat terus diguyur hujan.

“Angin kencang dan petir kuat juga masih terjadi. Pohon tumbang juga kita lihat masih memungkinkan terjadi akibat dari tekstur tanah dari tanaman itu yang berkurang dan tidak padat lagi akibat terus diguyur hujan, sehingga membuat kondisi tanah tidak stabil untuk menahan beban pohon itu,” ujarnya.
Hujan lebat meski intensitas rendah akan terjadi di kawasan lereng seperti Tanah Karo, Deli Serdang, Binjai, Langkat dan Medan sekitarnya. Sedangkan hujan yang terjadi dengan potensi angin kencang dan lebat, umumnya lebih sering terjadi di daerah perkotaan.

“Kami lihat daerah perkotaan lebih panas dan lebih sering terjadi potensi hujan tersebut. Karena salah satu efeknya, masih terjadi akibat kondisi perkotaan itu sendiri yang tinggi aktifitas. Panas gerah juga masih sering terjadi sampai pertengahan Juni. Kalau hujan di perkotaan umumnya terjadi antara siang menjelang sore,” ungkapnya.

Angin kencang, lanjutnya, akan terjadi sampai pertengahan bulan Juni ditandai dengan suhu udara yang panas dan gerah dengan suhu mencapai 35-36 derajat celsius.

“Juni lebih kering, setelah melewati pertengahan bulan sampai bulan Juli. Itu puncak iklim panas kering dengan suhu mencapai 35 sampai 36 derajat celsius. Namun, dengan kelembaban berkurang akan lebih terasa panas terik menyengat. Tapi kondisi cuaca di dataran pesisir pantai Kota Medan berbeda dengan kondisi cuaca di perkotaan,” tuturnya.

Hartanto mengatakan di wilayah pesisir hujan berpotensi terjadi pada sore hari karena lebih sering terjadi panas terik. Hujan akan terjadi ditandai dengan potensi cuaca panas.

“Kawasan pesisir pada sore hari menjelang malam akan terjadi hujan. Untuk kawasan lereng juga kita minta waspadai curah hujan tinggi. Termasuk kawasan pemandian alam di gunung, sangat berbahaya karena debit air akan meningkat dengan hujan lebat,” dia menambahkan.

Wajar jika BMKG mengingatkan. Tumbangnya pepohonan di Medan ini bukan sekali saja terjadi.  Beberapa waktu lalu, di bagian selatan Medan juga banyak pepohonan tumbang.  Hal ini jelas menakutkan warga, apalagi Medan memiliki potensi besar terserang angin kencang.

Akibatnya, beberapa warga kota akan mengajukan gugatan class action kepada Pemko Medan. Hal ini dikatakan oleh Wakil Direktur LBH Medan, Muslim Muis.  Menurut Muslim Muis,  mereka akan lakukan gugatan class action terhadap Pemko Medan. Karena masalah pohon yang bertumbangan dan mengakibatkan adanya korban jiwa, merupakan tanggungjawab pemerintah daerah.

Apalagi, tambah Muslim, Pemko Medan melalui Dinas Pertamanan telah mempunyai anggaran dana perawatan untuk pohon-pohon kota.
“Tapi kenapa banyak pohon yang tumbang? Kami curiga dana tersebut tidak digunakan untuk melakukan perawatan. Bisa jadi dana tersebut diselewengkan, dikorupsi,” katanya seraya mendesak Pemko peduli kepada keluarga korban yang tewas.

Kelalaian Dinas Pertamanan dalam memilih pohon pelindung ditengarai menjadi penyebab kecelakaan ini.

“Pohon Angsana yang ditanam di Medan itu bukan pohon yang layak sebagai pohon di perkotaan. Ini kesalahan fatal dari dinas pertamanan. Masak mereka tidak tahu pohon apa yang bisa ditanam di perkotaan,” ungkap pengamat lingkungan kota, Jaya Arjuna.

Menurut Jaya, pohon Angsana yang sekarang menjadi pohon utama di batas jalan Kota Medan memang cepat rindang, namun akarnya kurang kuat.
“Ini amat membahayakan masyarakat pengguna jalan. Kita harus belajar dari Jakarta yang memilih menggunakan Angsana sebagai pohon pelindung di jalan. Seharusnya Medan meneruskan pilihan pohon yang sudah dibuat di zaman Belanda,” ujarnya.

Dulu, lanjut Jaya, di sepanjang jalan Listrik terdiri dari deretan pepohonan Mangga, di Glugur pepohonan asam jawa mendominasi. “Pohon-pohon ini amat cocok jadi pohon peneduh jalan, akarnya kuat, tahan cuaca dan angin serta rindang,” terangnya.

Untuk itu, tugas utama Pemko Medan sekarang adalah menambah taman kota dan mengganti pohon peneduh jalan. “Untuk pertama, Pemko harus menyisip pepohonan yang ada dengan pohon-pohon yang kuat tadi, sehingga jika sudah masanya, pepohonan lama bisa ditebang dan diganti dengan pohon baru tadi. Dan Medan pun bisa aman dari bahaya kecelakaan akibat pepohonan yang rapuh itu,” tegasnya.

Dibalik itu Dinas Pertamanan justru mengakui sudah memberikan peringatan dini, khususnya kepada pengguna kendaraan bermotor. Pasalnya, pohon-pohon di beberapa badan jalan di Kota Medan rawan tumbang akibat patah cabang atau rapuh pada batang tengahnya.

Hal tersebut diakui Dinas Pertamanan Kota Medan. Ini disebabkan pohon-pohon yang ditanam di sekitar badan jalan seperti trotoar dan pulau jalan adalah pohon jenis Angsana (Bukan pohon jenis Sono) yang jenis batangnya sangat rapuh apabila umurnya sudah tua dan mudah patah pada cabang batang bila ditiup angin kencang.

“Hampir seluruh jenis pohon yang tumbang di Kota Medan adalah pohon jenis Angsana, yang kondisi batangnya sangat rapuh apabila dilanda cuaca ekstrim seperti hujaan deras dan angin kencang yang belakangan ini terjadi di Kota Medan,” ungkap Kabid Taman dan Makam Dinas Pertamanan Kota Medan, Nurdin Ashari, di ruangannya kantor Dinas Pertamanan Kota Medan, Jalan Pinang Baris, Medan.

Ada pun jalan-jalan yang rawan terhadap pohon tumbang  antara lain Jalan Brigjen Katamso, Ngumban Surbakti, HMYamin, Gatot Subroto, Dr Mansyur dan Jalan Sei Bluto serta Jalan SM Raja. “Jalan-jalan itu kan paling banyak ditumbuhi pohon Angsana yang besar. Makanya kepada masyarakat agar waspada apabila terjadi cuaca ekstrim untuk menghindar dari pohon tersebut sebagai antisipasi terjadinya musibah tertimpa pohon yang belakangan ini terjadi, kalau bisa bila hujaan deras ataupun angin kencang carila tempat berteduh dilokasi yang aman,” ucap Nurdin.

Namun, lanjutnya, walaupun pohon tersebut sering  tumbang dan mencelakai pengguna jalan. Nurdin mengakui pohon Angsana banyak memiliki manfaat bagi masyarakat yang membantu mengurangi polusi udara karena menyerap CO2 (karbondioksida) dan cepat mengeluarkan O2 (oksigen), pertumbuhan pohon itu juga sangat cepat. Ranting dan dahannya juga cepat lebat dan bisa dimanfaatkan sebagai tempat berteduh.

“Dalam setahun bila rajin dilakukan perawatan, pohon itu akan sangat cepat tumbuh dan rantingnya juga lebat. Sistem penanamannya juga mudah dikarenakan memakai stek tidak seperti pohon trambesi yang memakai bibit. Jadi Pohon Angsana itu mirip seperti ubi kayu. Bila batangnya ditancapkan saja ke tanah akan langsung tumbuh dan umurnya juga sampai puluhan tahun,” jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Medan Kota Medan, Parlaungan Simangungsong akan segera melakukan pembahasan terhadap pembongkaran dan pemotongan pohon jenis Angsana dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan Dinas Pertamanan Kota Medan.

“Rencananya di LPJ akan dibahas dilakukan pembongkaran dan penebangan, tapi sebelumnya kita meminta Dinas Pertamanan Kota Medan menurunkan ahli pohon untuk melakukan penelitian terhadap Pohon Angsana,” jelasnya.

Menurut dia, penanaman pohon di sekitar badan jalan tidak perlu yang tinggi dan rindang yang akibatnya merugikan masyarakat. Dengan begitu, Pemko Medan harus melakukan penelitian lebih awal sebelum melakukan penanaman pohon di bdana jlana Kota Medan.

“Untuk penggantinya itu perlu, makanya perlu dilakukan penelitian terhadap pohon tersebut agar kedepannya tidak terulang lagi peritiwa itu.Makanya, pohon yang ditanam harus sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca di Kota Medan agar manfaatnya bagus,” jelasnya.

Sementara itu, Daftar pohon penghijauan (batang) yang diberikan perawatan oleh Pemko Medan, khususnya Dinas Pertamanan terdapat 60.880 pohon dari berbagai jenis pohon yang ada di badan jalan.

Sedangkan untuk jumlah pohon secara keseluruhan yang ada di Kota Medan ada sebanyak 538.821 pohon dengan perincian pohon tanaman tua diatas 7 tahun ada sebanyak 132.058 dan pohon tanaman muda atau dilakukan penyisipan ada sebanyak 406.763. (dya)

Properti Dukung Penghijauan

Untuk menjaga penghijauan dalam kota, pada umumnya para pengembang akan membangun perumahan disertai pepohonan disekitarnya. Pohon yang ditanam pun dipilih berdasarkan besar nya perumahan.

“Kita selalu menjaga kehijauan. Karena pada umumnya, masyarakat atau konsumen sekarang, lebih memilih perumahan yang hijau, jadi kita menanam pohon disekitar perumahan,” ujar Ketua REI (Real Estate Indonesia) Sumut, Tomi Wistan.

Dirinya menjelaskan, sekitar 2 hingga 3 tahun yang lalu, pengembang lebih memilih pohon Palem untuk ditanam disekitar perumahan. Dengan alasan, pohon ini aman, dan tidak memakan lahan yang banyak.

“Pohon palem, berkembang ke atas. Jadi lahan yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar,” tambahnya. Alasan lain, pohon ini aman, karena tidak memiliki cabang yang dapat menganggu.

“Hal lain, pohon ini tidak memiliki banyak daun, sehingga tidak berserakan,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, pohon palem sangat mudah dalam perawatan. Tetapi, saat ini, trend penanaman pohon yang dilakukan pengembang adalah pohon Trambesi.

“Trend beberapa tahun yang lalu, perumahan minimalis yang kecil, tetapi untuk saat ini, karena trend nya rumah klasik modern yang besar, jadi trend pohon yang kita tanam transbesi,” tambahnya.

Untuk pohon transbesi ini, menurut Tomi mampu bertahan 25 hingga 30 tahun.

“Nah, kalau kejadian yang sedang melanda ini, seharusnya Dinas Pertanaman yang memantau. Kan ada anggaran untuk hal tersebut,” tambahnya.
Untuk pelebaran daerah, terutama bagian yang akan dibangun perumahan, secara menyeluruh adalah wilayah kota Medan, untuk berbagai type.
Mulai dari type rendah hingga type besar. Diakuinya, permintaan akan rumah toko (ruko) memang terus meningkat, walau banyak nada sumbang terkait pembangunan ruko, yang konon kabarnya salah satu membuat jalan menjadi banjir karena tertutupnya aliran air menuju selokan.

“Kalau ada pengembang yang seperti itu, berarti dia tidak mengikuti peraturan. Kalau daerah banjir, akan mengurangi nilai jual. Dan itu berarti akan membuat dia rugi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Gaharu Indonesia, Dodi Arianto menyatakan pemilihan pohon yang ada di Medan sudah sesuai. Tetapi, masalahnya saat ini adalah cara penanaman pohon.

“Yang menanam pohon tidak mengerti bagaimana hidup pohon.” Ujar Dodi. Dirinya menjelaskan, sebuah pohon mampu bertahun hidup selama beratus tahun. Sehingga akar si pohon merambat kemana-mana.

“Kalau menanam pohon, tanam sedalam mungkin,” ungkapnya. Selama ini, penanaman pohon yang ada di kota Medan tidak sesuai aturan. Pada umumnya, bibit yang ditanam hanya ditanam sekitar 15 hingga 30 cm, sedangkan bawah tanah merupakan aspal yang jelas tidak bisa ditembus oleh akar.
Selain itu, penanaman pohon jangan dilakukan disebelah selokan, karena akan membuat akar tidak berjalan.

“Kalau disamping selokan, sama saja membuat pohon berdiri 1 kaki. Bayangkan kalau kita berdiri dengan 1 satu kaki?, tumbangkan?,” lanjutnya.
Menurut analisa Dodi, pohon di kota Medan juga “disakiti” oleh manusia.

“Bayangkan, pohon di kawat dan dipaku. Yang mengakibatkan dalam pohon menjadi rapuh. Itu yang membuat pohon jadi rapuh dan tumbang,” ungkapnya. Apalagi, saat pohon di kawati secara melingkar, yang secara langsung akan membuat bagian tengah pohon akan terpotong.
“Kalau dilihat dari luar memang tidak terlihat. Tapi kalau diperiksa secara mendetail, dalam pohon sudah terpotong, dan ini yang membuat dia menjadi tumbang,” tambah pria yang senang memperhatikan pohon ini sejak bekerja di budidaya Gaharu.

Karena itu, untuk membuat penghijauan, tidak membutuhkan pohon yang tinggi, cukup rindang saja.

“Tanam pohon sedalam mungkin, saat tingginya mencapai 3 hingga 4, mulai potong cabangnya. Yang penting pohon rimbun, bukan tinggi,” lanjutnya.
Dirinya menyatakan, untuk menghitung umur pohon juga cukup mudah. Lingkaran pohon dibagi 2, dan hasilnya menjadi umur si pohon.
“Jadi, bila lingkaran pohon sebesar 100 cm, maka umur pohon adalah 50 tahun,” tambahnya. (ram)

Anggaran Rawat Pohon Disoal

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRD) Kota Medan mendesak Wali Kota Medan Rahudman Harahap, segera mengevaluasi kinerja Kadis Pertamana Kota Medan Erwin Lubis yang dinilai mensia-siakan anggaran perawatan pohon di kota Medan sebesar Rp2,1 miliar.

Hal itu dilakukan DPRD Medan, dikarenakan anggaran tersebut sudah di setujui dengan perincian setiap Kecamatan dianggarkan sebesar Rp100 juta khusus untuk perawatan pohon yang sudah rindang dan rapuh. Mengingat cuaca di Kota Medan tidak bisa diprediksi akibat perubhan iklim.

“DPRD Medan mendesak Wali Kota Medan untuk segera mengevaluasi kinerja Kadis Pertamanan Kota Medan, yang sudah jelas tidak melaksanakan program kerjanya untuk kepentingan masyarakat. Akibatnya masyarakat yang dirugikan sampai ada korban jiwa,” kata anggota Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong kepada Sumut Pos.

Apalagi, lanjut Parlaungan, Wali Kota Medan sudah memerintahkan Kadis Pertamanan Kota Medan Erwin Lubis untuk segera mengevaluasi pohon-pohon di Kota Medan, khususnya yang berada ditrotoar dan badan jalan yang sudah rapuh dan rindang dengan melakukan pemangkasan.
“Itu sudah jelas kalau Kadis Pertamanan tidak patuh kepada pimpinan. Untuk itu, Wali Kota harus segera mengevaluasi kinerjanya. Perawatan pohon kan sangat dibutuhkan agar pengguna jalan tidak terganggu dan sampai ada korban jiwa. Dinas Pertamanan harus segera melakukan perawatan terhadap seluruh pohon di Kota Medan,” ucapnya.

Parlaungan mengakui pihaknya sebagai lembaga sudah menyetujui anggaran yang diajukan sebelum memasuki tahun 2012 agar dinas bisa langsung melaksanakan seluruh program sehingga pelaksanaannya bisa tepat waktu.

“Namun ternyata dinas tidak melaksanakan sesuai yang direncanakan sehingga anggaran tersebut akan menjadi sia-sia. Kalau untuk perawatan pohon tidak perlu harus melalui proses panjang seperti tender atau lainnya, langsung laksanakan saja,” dia menambahkan.

Juliandi Siregar, anggoat lainnya, menilai anggaran yang digunakan Dinas Pertamanan Kota Medan kalau hanya sekedar melakukan pemangksan saja terhadap dahan dan ranting pohon terlalu besar. Dimana, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Dinas Pertamanan adalah melakukan perawatan terhadap pohon di Kota Medan.

“Perawatan yang hanya pemangkasan itu sudah sesuai dengan Tupoksi Dinas Pertamanan, namanya juga perawatan jadi harus komperhensif. jadi anggarannya itu sudah sangat besar,” ujar Juliandi.

Juliandi berpendapat bila anggaran itu juga dikaitkan dengan melakukan penelitian terhadap pohon tua sekaligus mengecek apakah pohon tersebut membahayakan untuik segera dilakukan pemangkasan ataupun dilakukan penyisipan dengan pohon jenis lain. “Hal itu perlu dilakukan agar tidak terhindar dengan kejadian yang lalu sampai ada korban jiwa akibat pohon tumbang,” cetusnya seraya menambahkan kalau Pemko Medan harus memberikan bantuan kepada korban yang tertimpa sebagai bentuk kemanusiaan.

Ketua Komisi D DPRD Medan, Muslim Maksum menambahkan sudah saatnya Pemko Medan melalui Dinas Pertamanan segera mengkaji kelayakan seluruh pohon yang berada di sekitar jalan.”Mana pohon yang sudah tidak bagus harus segera dilakukan penebangan sekaligus penyisipan dengan menanam pohon yang layak, agar tidak merugikan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Pengamat lingkungan hidup dari Universitas Sumatera Utara, Jaya Arjuna sangat prihatin terhadap kinerja Dinas Pertamanan Kota Medan selama ini dalam hal marawat dan mengawasi perkembangan tanaman pohon peneduh. “Saya memperkirakan sebagian besar pohon peneduh hingga saat ini masih minim perawatan dan pengawasan,” katanya.

Jaya menyebutkan pohon peneduh jenis Angsana yang banyak ditanam di Kota Medan saat ini perlu diganti dengan pohon jenis lain yang akarnya lebih kokoh. “Pohon Angsana relatif mudah tumbang bila diterpa angin kencang. Walaupun pohon tersebut sebagai pohon peneduh, tetapi selama tiga bulan terakhir ini banyak menimpa rumah warga, pengguna jalan raya, dan memutus kabel jaringan listrik PLN,” ucapnya.

Menurut Arjuna, pohon Angsana bukan termasuk jenis pohon yang relatif kuat dan kokoh menahan terpaan angin kencang di tengah kondisi cuaca ekstrem. Dimana, di beberapa kota besar lain di Indonesia, pohon Angsana sudah tidak lagi difungsikan menjadi pohon peneduh karena rawan tumbang, terutama pada saat terjadi angin kencang dan hujan deras.

Sebagai informasi, jenis pohon peneduh yang cocok ditanam di Kota Medan saat ini, antara lain pohon mahoni, mangga, asam Jawa, dan pohon bunga tanjung. Empat jenis pohon itu cocok dijadikan tanaman peneduh, karena memiliki akar yang kuat, kayu maupun dahannya sulit keropos, dan daunnya tidak mudah gugur.

Pada masa penjajahan Belanda, pohon mahoni, mangga, asam Jawa dan bunga tanjung banyak ditanam di sepanjang pinggir jalan di Medan hingga di kiri dan kanan jalan lintas Sumatera. Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa hingga kini masih banyak pohon peneduh yang ditanam pada masa kolonial Belanda tumbuh sumbur di Medan.

Setelah menjadi bencana bagi warganya akibat pohon yang bermanfaat untuk penghijaun dan kesegeran udara Kota Medan yang tidak disertai perawatan rutin, Dinas Pertamanan Kota Medan mentenderkan anggaran perawatan pohon sebesar Rp2 miliar (Rp9 miliar setiap Kecamatan) kepada pihak ketiga.

“Kalau untuk anggaran perawatan pohon akan kita tenderkan kepada pihak ketiga, karena pihak kita (Dinas Pertamanan) tidak bisa mengerjakannya sendiri,” kata Kadis Pertamanan Kota Medan, Erwin Lubis kepada Sumut Pos di sela-sela acara syukuran Piala Adipura di Lapangan Merdeka, Selasa (6/6) siang.

Alasan pihaknya tidak melakukan pengerjaan sendiri terhadap perawatan pohon yang sudah dianggarkan kedalam APBD 2012, dikarenakan akan menjadi temuan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kalau kami juga yang mengerjakan perawatan pohon itu, pasti akan menjadi temuan KPK. Makanya kami tenderkan kepada pihak ketiga,” jelasnya.
Erwin berharap Dinas Pertamanan segera bisa menggandeng para ahli fisiologi pohon dari Universitas Sumatera Utara untuk memudahkan pengecekan atas pohon yang tak layak. (dya)

Kantor BRI di Sergai Terbakar

SERGAI- Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Kesatria, Dusun IX, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, ludes terbakar, Sabtu (16/6) sekira pukul 10.00 WIB.

Api yang diduga berasal dari arus pendek listrik itu, menghanguskan bangunan kantor yang terdiri dari dua lantai tersebut. Bahkan, warga langsung berkerumun melihat kondisi bank untuk memastikan kemungkinan berhamburnya uang dari bank tersebut. Namun begitu  api dapat dipadamkan, petugas keamanan bank dan pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi kebakaran dari kerumunan warga.

Sayangnya, belum ada keterangan resmi dari pihak BRI terkait barang berharga yang ikut terbakar.  “Saya nggak tahu, kemungkinan uang ada didalam brangkas, jadi tidak terbakar,” ujar seorang Satpam  BRI ketika ditemui di kerumunan warga, kemarin.

Selain dua lantai kantor BRI, api juga menghanguskan rumah Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Syamsul Bahar, dan satu unit ruko (panglong) milik Akmal Sitorus (39).

Menurut Kepala Desa Tanjung Beringin, Syamsul Bahar, api berasal dari lantai dua rumahnya akibat arus pendek listrik (konsleting) yang melahap dinding papan rumahnya dan bangunan lain di sekitarnya.

“Asal api dari bangunan lantai dua rumah saya, karena konsleting listrik. Api begitu cepat menyebar karena dinding rumah terbuat dari papan,” ujarnya.
Sedangkan  Akmal, saat ditemui di lokasi kebakaran mengungkapkan, hampir seluruh barang dagangannya ludes terbakar. “Kerugian belum dapat dihitung, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” terang Akmal.

Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 12.00 WIB setelah lima unit mobil pemadam kebakaran dari Sergai dan Pemko Tebing Tinggi turun ke lokasi dibantu warga sekitar untuk memadamkan api.

Kapolres Serdang Bedagai melalui Waka Polres Sergai Kompol Zahrie yang turun ke lokasi kejadian mengatakan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, namun dugaan awal akibat arus pendek listrik. “Termasuk kerugian hingga saat ini belum bisa ditaksir,” terangnya. (mag-3)