Home Blog Page 13351

Patriot dan Putra Mulia ke 32 Besar

MEDAN- Tim SSB Patriot bersama SSB Putra Mulia lolos ke babak 32 besar Turnamen Super Seri (TSS) VI Patriot 2012 U-13 yang digelar di Lapangan Patriot, Jalan Air Bersih Medan, Sabtu (16/6). SSB Patriot tampil sebagai juara grup dengan enam poin, sedangkan SSB Putra Mulia sebagai runner up grup dengan satu poin.

Sebelumnya di laga pertama, SSB Patriot sukses menundukkan Putra Mulia dengan skor 2-1. Selanjutnya di laga terakhir, SSB Patriot kembali sukses mengalahkan Putra Sunggal dengan skor 2-0. Sementara Putra Mulia berhadapan dengan Putra Sunggal hanya bermain seri 0-0.

Dengan hasil ini, Putra Mulia berhak mendampingi Patriot karena menang selisih gol dengan SSB Putra Sunggal yang hingga akhir babak penyisihan tak mampu menciptakan satu gol pun.

“Dari awal kita sudah menargetkan juara, karena telah memberikan pembinaan yang betul-betul serius kepada anak-anak,” kata Yuspan, pelatih Patriot usai laga.

Ketua Panitia, Rifo mengatakan, kesadaran peserta untuk mematuhi aturan pertandingan masih kurang. “Kita tetap melakukan screaning berjalan khususnya terkait dokumen-dokumen peserta turnamen, supaya kualitas persepakbolaan di negara ini bisa kita tingkatkan,” katanya. (mag-10)

4 Negara Terindah Sejagad

Hasil survei di jejaring sosial, Twitter dan Pinterest, para pengguna dua jejaring sosial itu menyebutkan negara-negara terindah sejagad. Negara yang paling banyak disebut adalah Latvia. Sementara Meksiko dan Turki menyusul di tempat kedua dan ketiga, atau di atas Indonesia yang berada di urutan keempat. Survei ini pertama-tama meminta wisatawan untuk menunjuk gambar negara yang menurut mereka paling indah di dunia pada Pinterest atau menjelaskan negara mana yang layak dikatakan paling indah melalui Twitter. Hasilnya pun cukup mengejutkan.

Menurut laporan Dailymail, Sejauh ini, Latvia mendapat suara sebesar 36 persen melalui Twitter dan Pinterest. Disusul Meksiko dan Turki dengan 11 dan 5 persen suara. Sementara Indonesia menempati posisi empat diikuti Inggris dan Italia di rangking kelima dan keenam. Destinasi liburan yang juga berhasil masuk ke 9 negara teratas, termasuk Selandia Baru di tempat ketujuh, diikuti oleh Brasil dan India.
Berikut ini daftar negara yang dinilai paling indah di dunia, menurut First Choice:

1 Latvia

Latvia

Latvia adalah sebuah negara di Eropa Utara yang beribu kota di Riga. Latvia memiliki batas darat dengan dua negara Baltik, yaitu Estonia di utara dan Lituania di selatan, serta dengan Rusia dan Belarusia di sebelah timur. Latvia juga memiliki batas maritim dengan Swedia. Negara ini menawarkan destinasi wisata berupa pantai laut biru dan pasir bak kristal. Adapula Taman Nasional Gauja dan penduduknya yang energik.

 

 

2 Meksiko

Meksiko

Meksiko punya “The Silent Evolution”, keajaiban di Taman Laut Punta Cancún, Isla de Mujeres, dan Punta Nizuc, di Cancun, Meksiko. Taman laut ciptaan pematung Inggris Jason de Caires Taylor ini juga berfungsi sebagai terumbu karang buatan. Ada 400 figur patung yang mengambil model dari penduduk setempat. Seperti dikutip dari Guardian, selain untuk menarik minat wisatawan, proyek ini juga bertujuan melestarikan habitat laut.

 

 

3 Turki

Turki

Negara Turki punya pemukiman baru yang digabung dengan keindahan alam semenanjung. Arsitek Turki Dara Kirmizitoprak telah merancang sebuah unit perumahan di Pina, sebuah semenanjung yang berada di laut Aegean. Lebih tepatnya terletak dekat Bodrum di pantai selatan Turki. Konsep yang dibuat dengan pepohonan indah dan topografi alam, desain yang dibuat memiliki 17 vila, 21 kamar hotel, ruang acara, restoran, dan area rekreasi, yang pastinya semenanjung ini akan memamerkan keindahannya yang sangat memesona.

 

 

4  Raja Ampat, Indonesia

Raja Ampat

Kebanyakan orang cenderung mengatakan negara yang bermandikan cahaya matahari dan beriklim tropis adalah negara paling indah di dunia. Indonesia yang memiliki kriteria tersebut dan menempati posisi keempat.(tms/bbs)

Bus Masuk Jurang, 32 Orang Tewas

INDIA- Kecelakaan bus kembali terjadi di India. Sebuah bus yang mengangkut para peziarah Hindu terguling dan terjun dari jembatan. Sedikitnya 32 orang dilaporkan tewas dan sekitar 20 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seperti dilansir oleh AFP, Sabtu (16/6), bus ini membawa para peziarah yang hendak kembali ke Hyderabad, usai berkunjung ke kuil Shirdi Saibaba yang terkenal di India. Kecelakaan terjadi di sekitar distrik Osmanabad, Maharashtra, Sabtu dini hari. Ketika melewati jalanan sempit di sebuah jembatan, bus yang disewa para peziarah ini tergelincir dan jatuh ke dalam jurang.

“Kami harus berjuang keras untuk menyelamatkan para korban dan mencari kemungkinan adanya korban yang ada di dalam sungai,” tutur salah satu polisi di lokasi kejadian.

Para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit Solapur yang dekat dengan lokasi kejadian. Sedangkan jasad korban tewas telah dievakuasi dari lokasi, tapi belum berhasil diidentifikasi.

Menurut World Health Organization (WHO), tercatat bahwa India memiliki angka kecelakaan yang berujung kematian tertinggi di dunia. Sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh pengemudi yang mengebut, kelalaian pengemudi, atau kondisi jalan yang buruk.

Pada Mei lalu, sebanyak 24 perziarah Hindu tewas dalam kecelakaan bus yang menabrak truk dan jatuh ke dalam sungai di wilayah India bagian utara. Biro Catatan Kriminal Nasional mencatat hampir 135 ribu orang atau sekitar 366 orang per hari tewas dalam kecelakaan di India, sejak tahun 2010.(net/jpnn)

Kuda Pegasus Berpesta

Pro Duta vs PSLS

LUBUKPAKAM- Impian Pro Duta menjuarai grup I Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menjadi kenyataan. Duel penentu di laga terakhir penyisihan Grup I kontra PSLS sukses dimenangkan dengan skor 1-0 di Stadion Baharoeddin Siregar, Sabtu (16/6).
Gol tunggal Suyatno di menit 84 memastikan Pro Duta finish di puncak grup I dengan koleksi 37 angka. Unggul empat angka dari PSLS yang harus puas sebagai runner up grup dengan selisih empat angka.

Duel ini memang layaknya final. Baik Pro Duta maupun PSLS sama-sama berpeluang untuk tampil sebagai juara wilayah I yang berarti tiket otomatis lolos ke Indonesian Premier League (regulasi terakhir kongres Palangkaraya, Red). Atmosfer laga cukup panas hingga menyebabkan gesekan-gesekan antar pemain.

Namun, beban berat yang disandang para pemain kedua kubu membuat laga berlangsung monoton dan tak banyak menciptakan peluang. Terutama tim tuan rumah yang tinggal membutuhkan satu angka untuk keluar sebagai kampiun.

Peluang terbaik Pro Duta tersaji di menit 18, namun Laakkad sedikit terlambat menyambar bola. Sementara itu PSLS yang dimotori Carlos Raul dan Machia Malock meski lebih mendominasi namun kesulitan menusuk barisan pertahanan Pro Duta.

Di babak kedua, tensi meninggi. Arif Sajali yang masuk menggantikan Nur Adly terlibat adu mulut dengan kiper PSLS, Sukirmanto. Keduanya bersitegang dan dari situ suasana mengeruh.

Ketegangan tak hanya terjadi di lapangan. Di pinggir lapangan dua kubu official saling adu mulut dan pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi terlihat sangat emosional dan mencoba mendatangi daerah lawan.

Tak terkecuali di tribun penonton, beberapa pendukung PSLS ikut bersitegang dengan penonton tuan rumah. Puncaknya di menit 81, Rahmad berduel dengan Muklis Rasyid yang berujung kartu merah untuk keduanya.

Pro Duta akhirnya memecah kebuntuan di menit 84. Set pieces Xavi gagal diantisipasi dengan baik kiper Sukirmanto yang mencoba memotong bola. Bola dilesakkan Tambun namun masih ditahan bek lawan. Bola muntah namun dicocor Suyatno ke gawang kosong. Gol tunggal bertahan hingga peluit panjang ditiupkanwasit.

Sorak sorai pun pecah. Pro Duta memastikan kampiun dan langsung diserbu para fans.

“Ini hasil dari kerja keras kami selama semusim. Tekanan sangat tinggi terutama pemain kami yang merasakan final pertama. Kita memang mengandalkan serangan balik karena hasil seri sudah cukup untuk membuat kita juara,” kata pelatih yang akrab disapa Beto ini.

Beto mengaku sangat puas atas pencapaian ini. “Satu kegembiraan. Bukan karena saya. Untuk mereka. Ini kerja keras sampai kami berada disini. Saya memang selalu menekan pemain tapi ini untuk kebaikan mereka. Lagipula mereka percaya kepada saya,” tandasnya.

Sementara pelatih PSLS, Nasrul Koto mengatakan anak asuhnya terpancing emosi sehingga permainan menjadi buruk.
“Anak-anak terpancing emosi. Tuan rumah terlalu berlebihan. Apalagi cuaca panas. Finish di posisi dua sudah cukup baik. Ke depannya kami tidak tahu rencana PSSI,” pungkasnya. (mag-18)

Tontowi-Natsir Menang Dramatis

JAKARTA- Indonesia hanya mampu menempatkan wakilnya di nomor tunggal putra dan ganda campuran dalam turnamen Djarum Indonesia Open Super Series 2012. Simon Santoso sukses menembus babak final setelah menundukkan lawannya asal India, Kashyapp Parupalli dalam dua set langsung, 21-15, 21-12. Sedangkan di ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melaju ke final setelah menang dramatis dari pasangan China, Xu Chen/Ma Jin dengan pertarungan tiga set 21-16, 15-21, 21-16.

Di awal set pertama, Ahmad/Natsir langsung unggul cepat 2-0. Xu/Ma sempat mencoba mengejar ketertinggalan dengan mengais satu demi satu poin, namun tidak berhasil mengejar, malah sempat tertinggal jauh 15-6. Ahmad/Natsir akhirnya mengakhiri pertarungan atas Xu/Ma dengan meraih kemenangan 21-16.

Xu/Ma yang sudah kalah di set pertama berhasil bangkit di set kedua. Andalan ganda campuran China itu menang 15-21 dari Ahmad/Natsir.
Set ketiga yang menjadi penentuan berlangsung sengit. Sejak awal terjadi kejar mengejar angka antara Ahmad/Natsir dengan Xu/Ma. Pasangan China itu sempat unggul 6-9, namun Ahmad/Natsir sempat memaksakan skor menjadi imbang 16/16.

Pada saat kedudukan imbang inilah, Ahmad/Natsir berhasil me nguasai tempo permainan. Xu/Ma menjadi semakin tertekan karena dukungan ribuan suporter Indonesia yang membahana di Istora, sehingga akhirnya menyerah 21-16 dari Ahmad/Natsir.
Sementara Simon Santoso tampil penuh percaya diri menghadapi Kashyapp Parupalli. Begitu set pertama dimulai Simon langsung menekan, hingga akhirnya menang dua set langsung.(net/bbs)

Kejurnas Antar PPLP Diundur

MEDAN- Kejuraan nasional (Kejurnas) antar PPLP yang sejatinya digelar bulan ini di Riau, akhirnya ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Hal itu disampaikan Rahmat Purba, pelatih kepala panahan PPLP Sumut di sela-sela latihan, Sabtu (16/6).

“Kita dapat kabar secara lisan saja dari panitia pusat dan dengan alasan yang tidak jelas,” tutur Rahmat.  Meski begitu, Rahmat menanggapinya dengan positif, sehingga waktu untuk mempersiapkan anak asuhnya banyak.

“Dengan makin banyak latihan, dan dengan serius saya yakin kita akjan mem peroleh hasil yang lebih baik kedepan,” katanya.  Rahmat juga mengaku, dalam beberapa tahun belakangan ini, prestasi panahan yang dilatihnya belum pernah menunjukkan prestasi yang membanggakan.

“Semenjak panahan masuk ke PPLP 2004 silam, panahan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, padalah kita telah melakukan pembinaan semaksimal mungkin,” katanya.  Selanjutnya Rahmat mengatakan adaptasi siswa terhadap alat serta koordinasi gerak adalah hal yang cukup sulit diterapkan oleh anak-anaknya sehingga hasil yang diinginkan masih belum maksimal. (mag-10)

Pelaku Jambret Diamuk Massa

MEDAN- Dua orang pelaku jambret Mohammad Fauzi (26) warga Jalan HM Yamin gang Kemuning Sei Kera Hilir dan Deni Andika (29) warga Jalan Gurilla Perjuangan, babak belur dihajar massa, Sabtu (16/6) sekira pukul 17.00 WIB.

Keduanya kedapatan merampas tas milik Muti (22) warga Jalan Mistar Ayahanda di Gatot Subroto tepatnya di depan Gloria Swalayan. Awalnya, kedua pelaku telah mengintai korbannya saat hendak menumpangi becak bermotor (betor). Dengan cepat, Deni Andika yang berada diboncengan menarik tas Muti.

Korban yang terkejut, sontak berteriak minta tolong, dan oleh Security Gloria Swalayan, Achmad Harefa (29) langsung menangkap pelaku dibantu beberapa warga sekitar.

Tanpa dikomandoi warga yang geram langsung memukuli pelaku hingga babak belur. Aksi warga ini ditenggarai aksi penjambretan sebelumnya, sekitar pukul 14.00 WIB di lokasi yang sama namun pelaku berhasil melarikan diri. “Baru saja tadi ada jambret di sini, sekarang kok balik lagi. Siapa yang tak geram,” kata security yang pertama mengamankan pelaku.

Aksi main hakim sendiri warga pun reda setelah petugas dari Polsek Medan Baru tiba dilokasi dan langsung mengamankan kedua pelaku berikut barang bukti sepeda motor Honda Beat BK 2856 ACO. (gus)

Krisis Iman Picu Korupsi

TEBING TINGGI- Lapangan Sri Mersing, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, mendadak dipadati ribuan warga untuk menyaksikan Dai kondang asal Ibukota Jakarta, Ustad Ahmad Al Habsyi, Sabtu (16/6).

Kedatangan Al Habsyi atas undangan Pemko Tebingtinggi dalam agenda HUT Kota Tebingtinggi ke-95, HUT Bhayangkara ke-66, HUT Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ke-22 dan memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1433 H.

Hadir dalam kegiatan tablik akbar itu, Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho, Ketua IPHI Indonesia Mayjen Purnawiwaran Kurdi Mustofa, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan, Wakil Wali Kota Irham Taufik, seluruh SKPD, dan ribuan jamaah.

Dalam tausiahnya, Ustad Al Habsyi menyinggung tentang krisis iman bangsa Indonesia yang semangkin meningkat, disebabkan kurangnya pembelajaran ilmu agama kepada pemimpin bangsa, sehingga Allah banyak menurunkan berbagai bencana alam di mana-mana. “Murka Allah ini karena krisis iman bangsa Indonesia yang cepat melupakan ajaran-ajaran yang dilarang Allah SWT, hal ini terbukti banyaknya pelaku korupsi di negera kita,” ungkap Al Hasbyi dihadapan ribuan jemaah.

Lebih jauh Al Habsyi menilai, dalam peringatan HUT Kota Tebingtinggi ke-95, HUT Bhayangkara ke-66 dan Harlah IPHI ke-22, hendaknya mesti banyak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, dengan meningkatkan keimanan bagi setiap warga negara. “Dengan begitu, saya yakin keberhasilan suatu bangsa dapat diraih dengan keimanan,” urainya.

Kepada Polri dan TNI, dia meminta agar menjaga keutuhan bangsa dan pbenar-benar melindungi rakyat. Serta menjalankan tugas dengan prinsip keimanan yang tinggi dan harus dilaksanakan berdasarkan keimanan yang kuat pula. “Agama islam mengajarkan, sampaikan dakwah itu untuk kebenaran walapun itu pahit, rasa keimanan yang kuat kepada Allah mencerminkan keberhasilan suatu bangsa,” lanjutnya.

Ketua IPHI Pusat, Mayjen Purnawirawan Kurdi Mustofa mengungkapkan, ke depan Pemerintah Kota Tebingtinggi harus peduli dengan nasib rakyatnya dan kepada polisi harus mengayomi masyarakat dan jangan menakuti masyarakat.

Sementara Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menyebutkan, tiga even yang dilaksanakan secara bersamaan ini hendaknya bisa memberi kontribusi  terbaik bagi diri sendiri, masyarakat dan bangsa Indonesia. Mewujudkan semua itu, kata Gatot, harus terus memupuk semangat silaturahmi antara satu dengan lainnya. “Bercermin antara mukmin yang satu dengan yang lainnya, kemudian memantulkan hal positif di tengah-tengah masyarakat sehingga tercipta pribadi yang baik,” kata Gatot.

Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaedi Hasibuan mengajak para jemaah untuk menerjemahkan tausiah yang diberikan Ustad Al Habsyi di tengah-tengah masyarakat dan kehidupan dalam rumah tangga. (mag-3)

Ingin Semua Orang Nikmati Politik

H. Irsal Fikri S.Sos, Politisi Muda Kota Medan

Status politisi muda yang disandang Irsal Fikri menjadi modal awal menatap masa depan. Ingin menjadi orang besar. Anak politisi Senayan, Hazrul Azwar, ini bertekad membuktikan keberhasilannya bukan semata warisan orangtua. Berikut wawancaranya dengan wartawan Sumut Pos, Kamis (14/6) lalu:

Apakah menjadi seorang politisi memang sudah cita-cita sejak awal?

Bukan. Dulunya saya berkeinginan masuk Akpol. Mengapa saya banting stir? Seperti pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kami tiga bersaudara, kakak dan adik saya menjadi PNS. Kayaknya, darah politik ayah turun ke saya.

Saya sempat ditawari jadi humas di perusahaan teman orangtua, tetapi saya tolak. Saya lebih bebas, jadi pengusaha.
Selesai kuliah saya ditanya orangtua, “Sal, tamat kuliah mau jadi apa?”. Saya jawab mau jadi pengusaha. Ibu saya menimpali, “Kamu yakin mau jadi pengusaha?”, dan saya iyakan.

Saya yakin karena untuk memutuskan menolak tawaran orangtua, saya terlebih dahulu Salat Tahajud

Kapan tepatnya mulai terjun ke dunia politik?

Sejak tahun 1999. Waktu itu diajak orangtua kampanye. Tahun 2001 kemudian saya masuk Fisipol USU. Makin bertambah lah keinginan saya terjun ke dunia politik menjadi jalan hidup saya di masa depan.

Ada anggapan, anak seorang politisi biasanya dapat fasilitas orangtuanya saat ikut terjun berpolitik. Tanggapan Anda?

Itu sah-sah saja. Seorang anak dokter yang juga menekuni dunia kedokteran wajar mendapat bantuan  dari rangtuanya. Mulai dari disekolahkan, disiapkan lokasi praktek dan lainnya. Demikian juga di politik.

Di politik, lihat saja Edhie Baskoro Yudhoyono, fasilitas apa saja yang diperolehnya dari orangtuanya? Pasti ada kan? Pastilah ada dukungan materil dan moril dari orangtuanya. Sah-sah saja.

Bagaimana kesiapan Anda?

Sekali terjun ke politik, saya harus siap lahir batin. Pertama, saya harus siap dengan kenyataan, waktu saya akan banyak tersita. Mungkin waktu 24 jam sehari tidak cukup. Terutama untuk bertemu banyak orang. Jadi, dengan segala macam risiko, kita harus siap. Kalau enggak mau terganggu karena harus bertemu banyak orang, ya jangan berpolitik.

Saya yakin, untuk menjadi orang besar di politik dibutuhkan tiga tangan. Pertama, tanda tangan, rekomendasi dari orang yang kapabel. Kedua, buah tangan, ini butuh biaya. Terjun ke politik itu butuh cost yang tidak sedikit. Ketiga, garis tangan. Ketiganya harus sejalan. Dua poin pertama sudah saya miliki.

Kalau biaya untuk berpolitik itu tinggi, apa persiapa Anda?

Ya, berpolitik itu mahal. Kita harus berani berinvestasi terlebih dahulu. Itulah sebabnya saya terjun ke dunia bisnis.

Bidang bisnis Anda?

Bisnis 66, enam bulan bekerja, enam bulan nganggur. Ha… ha … ha… (tertawa lepas). Saya punya CV Fikry Indo Mandiri, disingkat FIM. Saya sekaligus sebagai direktur utama. Bergerak di bidang kontraktor. Nama CV itu punya makna. Fikri itu nama saya, Indo bermakna Indonesia dan mandiri, yah, karena saya harus mandiri.

Bagaimana bisa berkonsentrasi di dunia politk dan usaha?

Awalnya sulit. Saat saya harus terjun berpolitik, pas ada rezeki di bisnis, saya ajak kawan-kawan yang punya keinginan untuk. Diperbantukan. Saya bahkan juga menjadi pengawas di Yayasan Pendidikan Khairul Imam. Sampai sekarang, baik-baik saja, saya bisa membagi waktu.

Sebenarnya, apa yang diharapkan dari dunia politik untuk masa depan?

Saya membayangkan, mengenal banyak orang dan bisa dapat informasi tentang apa saja. Kita juga tahu, pengaruh politik itu sangat besar dalam setiap sendi kehidupan. Perputaran ekonomi saja sangat dipengaruhi politik. Demikian besarnya pengaruh politik itu.

Target Anda?

Bagi saya, yang perlu ditekankan, niat menjadi legislatif itu bukan tujuan akhir politisi. Kalau itu yang terjadi, bisa stres. Saya pernah gagal menjadi anggota dewan tingkat satu dari pemilihan Siantar-Simalungun di Pemilu 2009. Saya jalani saja dengan usaha dan berdoa. Usaha tanpa doa itu namanya sombong. Doa tanpa usaha namanya pesong. Jadi politisi itu, yang penting berbuat untuk masyarakat. Berbuat apa saja, sesuai dengan kemampuan dan keahlian kita.

Kalau dulu duduk menang di legislatif, komisi apa yang Anda pilih?

Komisi yang membidangi Kesos (kesejahteraan sosial) sesuai basic saya.

Ada saran untuk para pemula yang ingin terjun ke dunia politik tetapi tidak kuat finansial?
Perluas jaringan. Idealnya jadi politisi itu memang punya uang. Tapi itu bisa disiasati kalau kita punya jaringan yang bagus. Sahabat akan selalu membantu, dalam bentuk apa pun. Itulah gunanya jaringan.

Sebagai orang muda, apa tanggapan Anda tentang sangat tingginya minat generasi muda menjadi PNS?

Saya lihat, banyak yang berlomba menjadi PNS itu karena mereka tidak mau ribet memikirkan kehidupan masa depan. Pertimbangannya mungkin, kalau menjadi PNS, mereka dapat Askes, tunjangan hari tua dan kemudahan lain.

Atau mungkin menjadi PNS sudah jadi cita-cita mereka. Tetapi banyak juga tamatan sarjana yang mencoba mengikuti seleksi CPNS karena tidak yakin dengan kemampuan mereka. Saya juga pernah ditawari orangtua untuk menjadi PNS. Saya tolak karena yakin dengan kemampuan saya di luar PNS. Prinsip hidup saya, jalani hidup dengan sebuah kyakinan. Kiatnya usaha dan doa.

Cita-cita yang ingin dan belum tercapai hingga saat ini?

Meneruskan apa yang sudah dilakukan orangtua. Saya juga ingin semua orang menikmati politik. Banyak orang yang malas bertemu politikus. Politik itu bukan sesuatu yang tabu tetapi mungkin karena dipertontonkan, membuat orang muak. Cita-cita lainnya, saya ingin tunjukkan dan buktikan, ke orang-orang, saya bisa besar bukan karena faktor dan dukungan orangtua semata. (rud/tms)

Bang Haji yang Suka Bola

Selain berpolitik dan menjadi pengusaha, Irsal Fikri SSos aktif di dunia pendidikan, dunia olahraga dan kegiatankemasyarakatan. Semasih muda, Fikri aktif di dunia balap, drag race. “Itu beberapa tahun lalu, sekadar menjalankan hobi,” ujarnya.

Kecintaannya pada dunia balap dilampiaskan dengan menjadi pengurus di Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara pimpinan Muhammad Rajeckshah atau Ijek. “Di IMI saya di bidang Komisi Mobil,” sebutnya.

Sementara olahraga sepakbola sudah mendarah daging baginya. Selain dulu pernah aktif bermain, saat ini tetap bermain futsal bersama rekan-rekannya. Kalau sedang bermain, biasanya dia diminta rekan-rekannya bermain di posisi striker. Padahal, posisi kesenangannya, gelandang kanan. “Saya suka jadi gelandang karena sesuai dengan keyakinan saya. Seperti kehidupan, kita harus terus berlari, jadi gelandangjuga demikian,” ujarnya tersenyum.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Fikri menjadi wakil ketua klub Bintang Johor. “Sekarang lagi ikut kompetisi Yon Armed di Delitua. Saya jadi manajer tim,” sebut saat wawancara mengenakan kostum kesebelasan Spanyol ini.

“Kalau di piala Eropa ini, saya suka Spanyol, tapi jagokan saya Jerman. Semoga Spanyol dan Jerman bertemu di final,” ujar pria yang akrab disapa Bang Haji ini, menanggapi pertanyaan soal pakaian yang ia kenakan.

Sebagai kader dengan flatform keagamaan, Fikri juga tak pernah melupakan bidang kerohanian. Selain aktif di dunia keagamaan, dia pernah aktif di organisasi kepemudaan di partainya.

Fikri pun punya pengalaman rohani mengesankan saat menunaikan rukun Islam ke lima. Saat berhaji pada tahun 2000 lalu, dia merasa sangat dekat dengan pencipta. “Waktu lontar jumroh, saya dilindungi Allah SWT. Saat mencium hazar aswad, saya bisa berada di depan meski sempat terdorong kesana kemari,” paparnya.

Pada musim Haji 2005, dompet dan seisinya pernah hilang saat masuk Masjidil Haram. “Bagi saya, itu pringatan. Kalau ada barang kita yang hilang, saya yakin kita sedang diingatkan Tuhan, ada sesuatu yang salah pada diri kita. Saya disadarkan, bukannya malah marah-marah,” katanya meyakinkan. (tms)

[table caption=”Tentang H. Irsal Fikri S.Sos”]

Kelahiran, “Medan, 08 April 1981″
Alamat ,”Jl Suka Amal No 8 Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor”
Partai Politik ,Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Jabatan ,Sekretaris DPC PPP Kota Medan
Istri, Hj Dian Harryanti SE
Olahraga ,Sepak bola dan Futsal
[attr colspan=”2″]Riwayat Pendidikan
2006  ,  : FISIP USU Jurusan ilmu komunikasi
2001   ,  : SMU Al Azhar Medan
1997 ,   : SMP Eria Medan
1994    ,: SD Muhammadiyah 10 Medan
[attr colspan=”2″]Karier
2003-2006,    : Pengurus GPK PPP Kota Medan
2006-sekarang  ,  : Direktur utama CV Fikry Indo Mandiri (FIM)
2006-sekarang   , : Pengawas di Yayasan Pendidikan Khairul Imam
2007-sekarang ,   : Sekretaris PW AMK PPP Sumut
2008-sekarang    ,”: Pengurus IMI Sumut, Komisi Mobil”
2008-sekarang    ,: Pengurus KNPI Sumut
2009       , : Caleg PPP Dapil IX Siantar-Simalungun
2009-sekarang   , : Penasehat/Pembina RM HARMA  Mesjid Al Muslimin
2010-sekarang  ,  : Sekretaris DPC PPP Kota Medan
2012-sekarang ,   : Wakil Ketua FC Bintang Johor

[/table]

Pemda Diminta Tuntaskan Stimulasi Perumahan Swadaya

Pemerintah daerah diminta menuntaskan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di daerahnya masing-masing. Pasalnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat miskin dalam membangun rumah yang ditempati agar lebih layak huni.

“Sudah saatnya setiap kepala daerah baik bupati, wali kota hingga gubernur dapat memberikan perhatian khusus pada program perumahan di daerah. Apalagi program perumahan menjadi tanggung jawab Pemda,” kata Deputi Bidang Perumahan Swadaya Jamil Ansari dalam keterangan persnya, Selasa (12/6).

Ditambahkannya, mulai tahun ini Kemenpera akan menuntaskan program perumahan swadaya pada seluruh kabupaten. Langkah itu dilakukan agar capaian program tersebut dapat terlihat jelas sehingga bisa terwujud Kabupaten yang bebas kumuh.

“Tahun 2012 ada 33 daerah tingkat dua yang telah berkomitmen menuntaskan program ini. Sedangkan 2013 jumlahnya meningkat menjadi 66 kabupaten. Bantuannya sekitar Rp6 juta untuk perbaikan rumah dan Rp11 juta untuk pembangunan rumah baru,” jelasnya.

Untuk mendorong program ini Kemenpera menyediakan biaya operasional bagi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang membantu pelaksanaan program swadaya di daerah. Besarnya sekitar tiga persen dari jumlah dana bantuan yang disalurkan.

Sedangkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam SK Bupati tentang program ini akan diberikan Rp225 ribu per unit rumah yang mereka koordinir dan awasi. Untuk koordinator tingkat provinsi, biaya operasionalnya Rp75 ribu – Rp100 ribu per unit rumah.

“Biaya operasional ini diberikan untuk menunjang kinerja para petugas di lapangan serta menghindari pemotongan bantuan perumahan swadaya kepada masyarakat miskin,” tandasnya.

Pengembang Diminta Genjot Suplai

Terkait pengaturan penyaluran FLPP tahun 2012, Kemenpera aktif melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) tersebut kepada pihak Bank Penyalur. Permenpera yang baru ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penyaluran FLPP terhadap masyarakat yang ingin memiliki rumah dengan harga terjangkau dan suku bunga rendah.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo mengungkapkan, salah satu upaya untuk meningkatkan penyaluran FLPP adalah dengan membuat kebijakan yang dapat mengakomodir berbagai masukan dari pemangku kepentingan bidang perumahan. “Kami berharap adanya Permenpera Nomor 07 dan 08 Tahun 2012 ini dapat meningkatkan penyaluran dana FLPP kepada masyarakat,” ujar Sri Hartoyo saat Rapat Koordinasi dan Konsultasi Pelaksanaan KPR FLPP di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah perwakilan perbankan yang menjalin kerjasama penyaluran FLPP dengan Kemenpera.

Sri Hartoyo menjelaskan, Permenpera Nomor 07 Tahun 2012 merupakan perubahan atas Permenpera Nomor 04 Tahun 2012 tentang pengadaan perumahan melalui kredit / pembiayaan pemilikan rumah sejahtera dengan dukungan FLPP. Sedangkan Permenpera Nomor 08 Tahun 2012 merupakan perubahan atas Permenpera Nomor 05 Tahun 2012 tentang petunjuk pelaksanaan pengadaan perumahan melalui kredit / pembiayaan pemilikan rumah sejahtera dengan dukungan FLPP.

Kedua Permenpera tersebut, diharapkan bisa mendorong para pengembang untuk dapat mensuplai rumah sejahtera untuk masyarakat luas. Apalagi kebutuhan rumah semakin lama jumlahnya terus meningkat.

Kemenpera beberapa waktu lalu juga telah menetapkan batas maksimal harga rumah sejahtera untuk menjaga pasar perumahan agar tetap bergairah. Harga rumah tapak wilayah I Jawa, Sumatera, dan Sulawesi kecuali Jabodetabek Rp88 juta per unit. Wilayah II Kalimantan, Maluku, NTB dan NTT Rp95 juta per unit. Sedangkan wilayah III Papua dan Papua Barat Rp145 juta per unit.(tms)