Home Blog Page 13356

Sampah Resahkan Warga Gang Pipa dan Gang Najir

081370203xxx

Bapak Wali Kota Medan Yth. Saya mewakili masyarakat Sarirejo memohon bantuan Bapak untuk turun tangan masalah sampah di Gang Pipa 1 sampai Pipa 5 dan Gang Najir. Keplingnya tak ada tanggung jawab mengenai sampah. Tolong Bapak bantu kami. Terima kasih.

Akan Ditinjau ke Lokasi

Terima kasih atas informasinya. Kami akan melakukan koordinasi kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Kebersihan Kota Medan. Kami akan lakukan tinjauan ke lokasi. Jika hal tersebut memang terjadi maka akan ditindaklanjuti. Kami juga akan koordinasikan ke pihak Muspika untuk mendapat tindak lanjut masalah ini dengan segera.

Budi Haryono
Kabag Humas
Pemko Medan

Trotoar jadi Tempat Sampah

081396260xxx

Kepada Bapak Camat Medan Amplas Yth. Kami sangat prihatin karena trotoar di depan Kampus Univa jadi tempat pembuangan sampah para PKL dan sampah rumah tangga. Sehingga mengeluarkan aroma yang kurang sedap dan juga terganggunya pejalan kaki. Kami mohon kepada Bapak untuk menindaklanjuti masalah ini. Terima kasih.

Segera Ditindaklanjuti

Terima kasih atas informasinya. Namun, sepengamatan saya, daerah yang dimaksudkan tersebut atau di depan Kampus Univa sudah ada taman yang dibangun sepanjang pagar kampus tersebut. Termasuk ada halte juga di sana. Jadi saya rasa tidak ada penumpukan sampah di daerah tersebut. Tapi begitupun, kami akan segera menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan pemeriksaan ke lokasi.

Emir Mahbob Lubis
Camat Medan Amplas

Harga Karet pun Turun

MEDAN- Krisis ekonomi di Eropa kembali memberikan dampak pada perdagangan di Sumut. Setelah sawit, harga ekspor karet pun ikut mengalami penurunan. Saat ini, harga ekspor karet Indonesia jenis SIR 20 anjlok di bawah USD 3 per kilogram.
Walaupun begitu Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) belum mengambil sikap. Padahal, kalau harga ekspor karet terus menurun, akan ada penghentian ekspor sementara.

“Untuk pengapalan Juli, harga karet SIR 20 sebesar USD2,849 perkilogram,” ujar Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah. Padahal, pada Maret yang lalu, harga karet mencapai USD4 perkilogram.

Edy menjelaskan, pada penutupan di bursa saham pada 27 Mei kemarin, harga pada Juli masih USD3,653 perkilo, tetapi karena trend harga karet memang sedang turun, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan. “Kita sudah perkirakan penurunan harga ekspor ini, jadi walau tidak sesuai, tetap kita ikuti,” ungkapnya. Kondisi pasar Internasional saat ini masih sulit, dimana keuangan di Eropa belum stabil. Dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk penyelesainnya. “Perkiraan kita, hingga Juli trend penurunan harga ini,” tambah Edy.

Pasar dimana keuangan di Eropa juga masih sangat sulit dengan penyelesaian yang membutuhkan waktu cukup panjang, ada prakiraan harga yang di bawah 3 dolar AS per kg itu masih berkepanjangan atau minimal hingga Juli.

Maret kemarin, harga ekspor karet mencapai USD4 perkilo gram, dikarenakan pembelian yang meningkat dari Cina. Tetapi, saat ini perekonomian cina juga sedang lesu, sebagai dampak krisis Eropa dan Amerika. “Kalau kemarin sempat tinggi, karena permintaan dari Cina meningkat. Tapi kalau sekarang memang sangat menurun,” lanjut Edy.

Harga anjlok ini langsung berpengaruh pada harga dipabrikan lokal, yang saat ini harganya berkisar Rp21.700 hingga Rp23.700 perkilgram. Dari harga sebelumnya Rp28.300-Rp30.300 per kg. “Dan ini pasti berpengaruh pada harga tingkat petani,”  ungkapnya.

Walaupun harga sudah di bawah USD3, tetapi hingga saat ini Gapkindo maupun pemerintah belum mengambil sikap, seperti mengurangi atau menahan ekspor seperti lazim dilakukan bila harga karet terus turun. “Kita belum mengambil sikap, saat ini masih melihat pasar. Karena kurangnya permintaan bukan karena spekulan, tetapi karena krisis,” lanjutnya. Bukan hanya Indonesia, Malaysia dan Thailand, juga belum mengambil sikap terhadap penurunan ekspor ini. (ram)

Xl Raih Brand Choice Award 2012

PT XL Axiata Tbk (XL) kembali meraih penghargaan. Kali ini pengakuan diberikan majalah Kartini bekerjasama dengan Lembaga Riset Pemasaran Woman Insight Center (WIC), berupa Brand Choice Award 2012 untuk kategori “Operator BlackBerry pilihan wanita”.

Penghargaan itu langsung diterima General Manager Product & Access Selfie Dewiyanti  di Jakarta, Rabu (13/6).  Penghargaan Kartini Choice Brand Awards 2012 memilih 99 kategori produk yang beredar di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2011 yang lalu.

Penilaian pemenang setiap kategori produk didasarkan survey yang dilakukan di enam kota besar Indonesia dengan jumlah responden seribu orang perempuan.

Survei yang menggunakan metode random sampling itu dilakukan selama tiga pekan selama Februari 2012. Ini merupakan event penghargaan yang kedua kalinya, setelah sukses diselenggarakan pertama kali tahun 2011.

Penghargaan ini melengkapi penghargaan yang telah diraih XL untuk segmen layanan BlackBerry di tahun 2012. XL sebelumnya meraih penghargaan dari Indonesia Cellular Award (ICA) 2012 sebagai Best BlackBerry Package. (ila)

Sejam di KPK, Hary Tanoe Merasa Disudutkan Media

JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) PT Bhakti Investama Tbk, Hary Tanoesoedibjo memenuhi janjinya untuk mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hary bersama sejumlah pengacara yang mendampinginya datang ke KPK, Jumat (15/6), guna memberikan klarifikasi terkait kasus suap pajak yang menyeret pengusaha James Gunarjo dan pegawai pajak Tomy Hendratno.

Namun ternyata kemarin  KPK tidak menjadwalkan pemeriksaan atas Hary yang pada Rabu (13/6) tidak memenuhi surat panggilan dari komisi pimpinan Abraham Samad itu.  “Tadi saya memberikan klarifikasi tapi KPK belum siap sampai saat ini. Sehingga sepakat penjadwalan pada 28 Juni hari Kamis jam 10 pagi,” kata Hary.

Karena tak ada jadwal pemeriksaan, maka Hary hanya sekitar satu jam di KPK. Ditegaskannya, dirinya sama sekali tak ada kaitannya dengan kasus suap pajak.

Pengusaha yang juga Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu justru menuding media cetak maupun elektronik terlalu membesar-besarkan pemberitaan terkait suap restitusi pajak yang dikait-kaitkan dengan PT Bhakti Investama. (fat/jpnn)

Lady Gaga Lecehkan Pemerintah Thailand

BANGKOK – Lady Gaga lagi-lagi menjadi berita utama media massa di Thailand. Jika sebelumnya Gaga memicu kontroversi karena leluconnya tentang membeli jam Rolex palsu di Thailand, kini tindakan pelantun lagu Bad Romance itu memicu kemarahan pemerintah di negeri Gajah Putih itu. Penyebabnya, Gaga melecehkan bendera Thailand saat konser di Bangkok, bulan lalu.

Rencananya, pihak yang akan mempermasalahkan Gaga adalah Kementrian Kebudayaan Thailand. Sebagaimana dilaporkan AFP Jumat (15/6), Kementrian Kebudayaan Thailand mengungkapkan bahwa Gaga dalam konsernya sengaja mengenakan penutup kepala tradisional Thailand dan duduk di atas sebuah motor dengan pakaian minim yang bagian belakangnya menjuntai bendera Thailand.

Pemerintah Thailand menganggap aksi itu sama sekali tidak pantas dan menyakiti hati warga Thailand. “Kami tidak bermaksud meminta polisi untuk menuntutnya ke pengadilan tapi memang sudah merupakan prosedur normal bagi kami untuk meneruskan suatu pengaduan ke pihak yang berwajib saat kami menerimanya,” ungkap seorang pejabat kementrian senior yang tidak ingin namanya disebutkan.

Dalam laman resminya kementrian tersebut menuliskan bahwa bendera resmi Thailand yang terdiri dari 3 warna memiliki makna mendalam bagi warga negeri Pagoda itu. Warna merah berarti melambangkan semangat kebangsaan, sementara warna biru bermakna untuk kerajaan.(jpnn)

Impor Hortikultura Wajib Pakai IP dan IT

MEDAN- Untuk melindungi konsumen dan produk lokal, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia memberlakukan peraturan baru terkait impor holtikutura. Peraturan yang akan berlaku mulai 15 Juni 2012 ini mengatur agar importir memiliki IP (Importir Produsen) dan IT (Importir Terdaftar) khusus.

Kebijakan ini tertuang dalam Permendag No.30/M-DAG/PER/5/2012 dan dimaksudkan agar produk hortikultura berupa buah, sayuran, bahan obat nabati, dan florikultura, termasuk di dalamnya jamur, lumut dan tanaman air yang berfungsi sebagai sayuran, bahan obat nabati, dan/atau bahan estetika bisa tertata dengan baik.

“Permendag ini kita atur, untuk mencegah kerugian pada konsumen dan melindungi produk lokal. Selain itu, untuk membangkitkan semangat cinta produk dalam negeri,” ujar Direktur Impor Kementrian Perdagangan Luar Negeri, Arlinda dalam acara workshop Impor Holtikultura di Aryaduta Hotel (Kamis, 14/6) kemarin.

Walaupun dirinya menyadari kebijakan ini akan banyak mendapat protes dari para pengusaha, tetapi disadarinya saat ini sangat mudah bagi produk luar untuk masuk kedalam negeri.

“Padahal, kalau produk kita, itu cukup sulit. Ada produk kita yang mau masuk ke Australia, dan untuk prosedurnya membutuhkan waktu 7 tahun,” lanjutnya.

Saat ini, ada sekitar 43 importir yang telah mendaftar untuk mendapatkan izin impor holtikultura ini, dan 11 diantaranya sedang diproses.
“Tapi belum tahu apakah mereka lulus atau tidak. Karena masih dalam proses penilaian,” lanjutnya. Salah satu penilaian tersebut, importir harus memiliki coldstorage. Dimana alat pendingin ini sangat penting, mengingat produk holtikultura tidak bertahan lama. Walau kebijakan ini sudah mulai diterapkan, Arlinda menyatakan tidak akan ada masalah yang timbul, mengingat masih ada stok produk luar tersebut.

Kebijakan ini juga mengatur masa impor produk. Dimana impor boleh dilakukan sebulan sebelum masa panen atau 2 bulan setelah masa panen. “Hal ini untuk melindungi petani. Dan mencegah peninmbunan produk,” tambah Arlinda.

Ketua Gabungan Importir Seluruh Indonesia (Ginsi) Sumut, Khairul Mahalli, mengatakan, pihaknya  berharap pembatasan pengunaan API (angka pengenal impor) hanya untuk satu “section”, sebaiknya hanya dikenakan kepada importir yang mengajukan permohonan API baru setelah permberlakuan Permendag Nomor 27 tahun 2012 itu dan importir pemegang API lama yang dinilai rekam jejaknya kurang bagus. “Itu perlu diperhatikan pemerintah agar impor berbagai produk khususnya hortikultura yang mulai diberlakukan 15 Juni jangan terhambat,”katanya.

Sementara itu Kepala Disperindag  Sumut Darwinsyah mengatakan,  di Sumut jumlah pemegang API masing-masing sbenayak 255 API Umum dan 113 API Produsen. Dari jumlah itu, 17 perusahaan yang biasa melakukan impor hortikultura. “Disperindag Sumut menunggu dulu hasil verifikasi dari Kementerian Perdagangan tentang importir mana yang memenuhi persyaratan sesuai  Permendag  No.30 tahun 2012 itu,” katanya yang didampingi staf bagian impor  Disperindag Sumut, Parlindungan Lubis.

Dalam kebijakan ini, para importir holtikultura selain memiliki IP dan IT, harus juga memiliki PI (Persetujuan Impor), yaitu surat yang harus dimiliki oleh perseorangan atau badan usaha atau badan hukum yang melakukan kegiatan impor memasukkan barang kedalam daerah pabean. Importir juga harus memiliki VPTI (Verifikasi atau Penelusuran Tekhnis Impor) yaitu kegiatan yang dilakukan surveyor untuk mengetahui identitas (nama, dan alamat importir, nilai, jumlah atau volume atau berat, jenis, spesifikasi, postarif/HS, dan uraiannya, keterangan tempat atau negara/pelabuhan muat dan pelabuhan tujuan. (ram)

Media Berita Di Internet dan Konflik Dunia Maya

Oleh: Rindu Rumapea

Saya sering online dan membaca berita-berita yang ada diinternet. Selain itu, saya juga suka membaca komentar-komentar pembaca juga sebab ada banyak hal baru yang bisa semakin memperkaya informasi yang saya miliki. Selain itu, sangat jamak media berita online menyediakan ruang untuk berkomentar atas berita yang disajikan. Akan tetapi, saya sering kecewa melihat komentar-komentar para pembaca yang menjurus pada tindakan saling mengejek dan memaki.

Para pembaca yang budiman menjadi para pencela atau pengejek yang emosional. Pembaca saling membalas komentar dengan kata-kata yang kurang membangun sehingga ada ratusan bahkan lebih orang yang terlibat. Jika dulu sering terjadi adu fisik, kini menjadi adu kata dan jika ingin melihat pertengkaran ratusan bahwa lebih maka bukalah berita online yang paling banyak komentarnya, maka sangat mudah kita temui.

Kisruh lewat kata/komentar tersebut kerap muncul kala berita yang disajikan menyangkut agama. Entah mengapa, berita yang begitu baik dan nyata mengupas mengenai agama malah menghasilkan komentar-komentar yang saling mengejek agama lain. Setiap orang bisa dengan sesukanya berkomentar dan mengeluarkan kata-kata yang tidak membangun sebab bisa menggunakan nama samaran untuk berkomentar. Artinya, orang tersebut tidak bertanggung jawab dengan komentar yang dikeluarkannya.

Saya pun mulai menerka-nerka bagaimana jika orang-orang tersebut saling berhadapan langsung. Tidak menutup kemungkinan tidak hanya adu mulut tetapi juga adu jotos. Hal ini sangat mengkhawatirkan apalagi negera kita merupakan Negara yang rawan konflik agama. Sedikit hal saja yang berkaitan dengan agama akan bisa menimbulkan konflik yang besar. Oleh karena itu, gejala-gejala seperti kisruh di dunia maya perlu mendapat perhatian penting dan diatasi dengan benar, sebab kisruh tersebut tentu berpotensi lahir ke dunia nyata.

Kepada Media

Kisruh komentar yang saling mengejek di media online, tentu seharusnya mendapat perhatian dari media yang menyediakan ruang tersebut. Berita yang disajikan sangat bagus, namun ruang komentar yang disajikan membuat beritanya malah memicu pertengkaran kata di dunia maya. Hal ini sangat mengkhawatirkan mental orang-orang yang membacanya. Apalagi, orang paling mudah menangkap sesuatu hal dari apa yang dilihatnya dan dibacanya dengan emosional. Mengkhawatirkan mental yang saya maksudkan adalah kita cenderung berprasangka negatif terhadap sesuatu hal. Misalkan saja, ada berita mengenai kerusuhan yang ditimbulkan mengatasnamakan agama maka komentarnya berisi mengejek agama lain dan memamerkan kebaikan agamanya. Hal ini berbuntut panjang, dimana orang yang berkomentar tersebut akan semakin memiliki paradigma bahwa benarlah keyakinannya dan keyakinan orang lain itu salah. Akhirnya, dalam pergaulannya akan memandang sebelah mata orang-orang yang bersebrangan keyakinan dengannya. Pergaulan yang seperti itu tentu tidak sehat karena dihinggapi pikiran yang negatif.

Keadaan seperti itu bisa makin parah jika ada peluang untuk menyakiti orang yang bersebrangan keyakinan dengannya, maka ia bisa dengan sigap ikut mengambil bagian, malah menjadi penggeraknya sebab pikirannya telah berisi kebencian-kebencian akibat komentar yang mengejek keyakinannya.
Mengingat bahwa konflik tersebut ada karena ruang publik di media berita online, maka media yang menyediakannya haruslah bertanggung jawab. Paling tidak bertanggung jawab menutup ruang terjadinya konflik yang menjurus pada pelecehan berkeyakinan tersebut. Media tersebut harus bisa menyaring komentar-komentar yang kurang baik dan akun yang dipergunakan oleh orang-orang yang berkomentar pun adalah data dirinya sendiri sehingga otomatis orang tersebut urung niatnya untuk berkomentar negatif. Ada banyak media yang saya lihat melakukan demikian, sehingga komentar yang baru dikirim pembaca tidak langsung muncul, melainkan muncul pada hari berikutnya sehingga media tersebut memiliki waktu untuk melakukan seleksi pada komentar-komentar yang dikirimkan. Jika ada komentar berupa ejekan atau makian terhadap pihak lain hendaknya media berita tersebut dengan sigap menghapus komentar yang seperti itu agar tidak mengundang ejekan dari pengguna internet lainnya. Dan harusnya media memiliki komitmen untuk menjauhkan medianya dari hal-hal negatif seperti itu karena jelas akan merugikan media tersebut. Orang-orang yang berpendidikan tentu akan menjauhi media seperti itu.

Kepada Pengguna Media

Besar harapan kita semua bahwa ruang pemicu konflik semakin diperkecil.  Negara ini telah memasuki masa rawan konflik maka semua pihak seharusnya mendukung upaya perdamaian dengan menutup ruang konflik. Media internet kerap kali menutup mata dengan itu sehingga tidak menyaring berita atau komentar yang ada. Oleh karena itu, semua pihak terutama media berita internet dan pengguna internet dengan bijak mengarahkan diskusi maya yang ada menjadi diskusi yang positif. Pengguna internet agar tidak mau terpancing dengan komentar yang kurang membangun tersebut dan hendaknya bisa mengingatkan orang tersebut dengan cara yang santun. Orang tersebut juga mengeluarkan komentar yang baik, tidak memancing konflik.

Ada banyak orang yang menghabiskan banyak waktu untuk online sehingga apa yang dibacanya di media online sangat mempengaruhi pikiran dan mentalnya. Oleh karena itu, sebagai penggunan intenet yang cerdas harusnya kita bisa mengisi pikiran kita dengan berita-berita yang positif agar kelak pikiran kita tidak rusak oleh berita-berita negatif. Jika hari ini kita mulai mengeluarkan komentar yang mengejek orang lain yang berseberangan keyakinan maka esok kita akan memakinya, dan esoknya lagi kita akan angkat pedang membunuhnya. Kita tidak inginkan itu maka kita harus mencegahnya.

Kepada Pemerintah

Akhirnya, harapan kita berujung pada pemerintah. Pemerintah perlu menganalisis dan mendalami sebab akibat dari konflik kata-kata yang ada di berita media online sehingga bisa dengan jelas mengeluarkan kebijakan. UU ITE juga perlu melihat lebih jauh kearah sana. Pemerintah juga bisa mengimbau para pengguna media berita online untuk tidak berkomentar yang menghina orang lain. Demikian juga kepada media yang menyediakan ruang tersebut, bisa diperingatkan oleh pemerintah agar tidak menyediakan ruang yang memicu konflik. Jika perlu diberi sanksi tegas agar menjadi peringatan kepada media online lainnya.

Mari kita wujudkan media interaktif dan pengguna internet yang santun dan saling membangun. Konflik yang paling parah dan paling besar saat ini ada di dunia maya atau internet. Konflik tersebut lambat laun akan masuk ke dalam dunia nyata. Mari kita waspada dan bangun komunikasi yang baik di dunia maya agar kelak tidak terjadi konflik di Negara ini.

Penulis Anggota Di Perkamen

Sindikat Curanmor Lintas Kecamatan Diringkus

LUBUKPAKAM-Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dibekuk tim gabungan Polsek Galang berkerjaama dengan Polsek Bangunpurba, Jumat (15/6) pagi sekira pukul 09.00 WIB, bersama dengan 4 orang penadahnya  dari dua lokasi yang berbeda.

Ketiga pelaku yang diamankan itu diantaranya, Siswanto alias Encis alias Pais alias Datuk (25) ditangkap di kediamannya di Dusun I Desa Paya Itik Kecamatan Galang. Bambang (30) karyawan PTPN III ini ditangkap di Pondok Kotangan Desa Sei Putih dan sedangkan Syahrial alias Keling, ditangkap di Desa Sei Putih Kecamatan Galang.

Sedangkan keempat penadahnya yakni Angga (28) buruh harian lepas PTPN III Sei Putih warga Pondok Tengah Kebun Sei Putih, Abdul Jafar (24) karyawan PTPN III Sei Putih, Wesli Hartanto Hutabarat (29) karyawan PTPN III Sei Putih dan Setia Legianto (34) warga Dusun II Desa Perbahingan Kecamatan Kotarih.

Dari tangan sindikat ini, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 4 unit sepeda motor jenis bebek, Jupiter MX, Suzuki Smash, Supra Fit dan Yamaha Vega, yang kesemuanya tanpa nomor polisi (plat).

Modus pencurian sepeda motor yang dilakukan para pelaku ini, dengan berpura-pura meminjam sepeda motor, dari teman yang mereka kenal. Kapolsek Galang, AKP Wahyuddin, mengatakan korban Jaka warga Desa Bah Perak Kecamatan Bangun, sepeda sepedamotornya Jupiter MX dipinjam tersangka Siswanto, sejak itu sepeda motor tidak pernah dikembalikan pelaku.

‘’ Pada penyidik tersangka Siswanto mengakui, dia juga mencuri sepedamotor Suzuki Smash, Supra Fit dan Vega R. Namun dia tidak tahu untuk menjualnya. Sehingga dia menyuruh A alias C (DPO), Bambang dan Syahrizal alias Keling untuk menjualnya,’’ ucap Wahyuddin.

Lanjut Wahyuddin, Supra Fit dijual pelaku ke Syahrizal dan Angga seharga Rp 1,7 juta, Suzuki Smash seharga Rp 1,5 juta pada Abdul Jafar, Yamaha Zupiter MX dijual seharga Rp 2 juta kepada Wesli Hartanto Hutabarat. Kemudian Sirun (DPO) menjual sepedamotor Yamaha Vega R yang dibelinya dari Bambang itu kepada Setia Legianto seharga Rp 2 juta.

‘’ Tersangka juga mengaku sudah 6 sepedamotor yang dicurinya dalam kurun waktu 3 bulan di Desa Kotasan, Desa Petangguhan, Pasar Miring, Bah Perak dan Bangun Purba. Bahkan masih ada dua unit sepedamotor, yang akan dijual P namun uangnya belum diberikan kepadanya. Uang hasil penjualan sepedamotor curian itu digunakan anak bungsu dari lima bersaudara ini untuk beli baju, makanan dan sabu-sabu,’’ ucap Wahyddin lagi. (btr)

Dorong Pembangunan UPTD di Daerah

MEDAN- Fakultas Matematika dan IPA Uninversitas Sumatera Utara (FMIPA USU) bekerjasama dengan Kepala Balai Diklat Metrologi Bandung menyelenggarakan Seminar Nasional Sumut-Aceh di Ruang Rapat Senat Akademik Lantai III USU, Jumat (15/6).

Acara ini juga merupakan bagian dari upaya perkenalan metrologi kepada sejumlah kepala daerah di Sumut.  Acara itu bertemakan Metrologi dan Instrumentasi Nasional dalam Meningkatkan Daya Saing Usaha.

Kepala Prodi D3 Metrologi dan Instrumentasi FMIPA USU, Dr Diana Barus MSc, saat menyampaikan sambutan pada acara seminar nasional Metrologi dan Instrumentasi Sumut-Aceh mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah memperkenalkan metrologi melalui pengembangan UPTD di daerah dalam upaya peningkatan kulitas mutu. Hal ini juga sekaligus mendukung penigkatan daya saing dunia usaha secara lokal, nasional dan internasional.

Kegiatan ini juga dilaksanakan seirng dengan sub tema kegiatan yakni Pengembangan Laboratorium Metrologi dan kualitas SDM Kemetrologian. “Maka kita juga mendorong pengusulan pembangunan UPTD di Kabupaten Kota, untuk mempercepat pengembangan secara global. Kegiatan ini juga, dilaksanakan sekaligus memeriahkan acara dies natalis ke-60 kampus USU,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pembantu Rektor I USU Prof Ir Zulkifli Nasution menilai pentingnya pengembangan SDM yang yang menguasai metrologi.
“Semakin curang dan tidak jujurnya suatu bangsa, maka sangat diperlukan SDM yang bisa menguasai metrologi,” ujarnya.

Seminar tersebut, diisi oleh tiga pemateri yakni Kapusdiklat-Karopeggan Kementerian Perdagangan RI, Dr Arief Adang MSc dengan tema pengembangan Laboratorium Metrologi Legal dan Kualitas SDM Kemetrologian, Direktur Metrologi-Kasubdit UTTP dan Standard Ukuran (USU) Kementrian Perdagangan RI, Usman dengan tema pembentukan UPTD Metrologi Legal pada era otonomi daerah.

Dan Kepala Balai Diklat Metrologi, Bandung, Kementrian Perdagangan RI, Wahyu Hidayat, dengan tema materi Program D3 Metrologi dan Instrumentasi Terobosan Guna Memneuhi Kebutuhan SDM Metrologi. (uma)