Home Blog Page 13357

Rumah Bandar Narkoba Digerebek

BELAWAN- Diduga sebagai ajang tempat transaksi narkoba, Polres Pelabuhan Belawan melakukan penggerebekan disalah satu rumah di Jalan Pulau Seram Lingkungan VI Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan, pada Jumat (15/6).

Dari penggeberebekan itu polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial, Yud (34) yang diduga sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu. Dari tangan pelaku polisi juga berhasil menyita 1 ons sabu-sabu, untuk melakukan pengembangan pelaku digelandang ke Mapolres Pelabuhan Belawan.

Penangkapan yang dilakukan polisi terhadap tersangka ini sempat membuat warga disekitar panik, begitu melihat kedatangan sejumlah personil aparat kepolisian. Ketika digerebek, tersangka yang berada didalam rumah tak dapat berkutik. Dari hasil penggeledahan polisi menemukan barang bukti sabu-sabu diperkirakan seberat satu ons senilai ratusan juta.

Kepada penyidik pria berdomisili di Kampung Kurnia Belawan ini, mengaku sabu-sabu itu diperolehnya dari seorang rekannya yang hingga kini masih dalam pengejaran petugas. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka, Yud kemudian dijebloskan ke dalam sel tahanan polisi.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam Wahyudi ketika dikonfirmasi sumut pos membenarkan penangkapan itu. Namun belum ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan masih pengembangan.

‘’Kasus ini masih pengembangan.Kita juga sedang melakukan penyelidikan terhadap tersangka, dari mana barang tersebut diperolehnya.Untuk itu belum bisa kita informasikan,’’ ucapnya.(mag-17)

ASIAN AGRI Bantu 11 Ribu Bibit Ikan pada Petani

ASAHAN – Asian Agri Group melalui PT Gunung Melayu melakukan program CSR (Corporate Social Responsibility)untuk masyarakat sekitar kebun di Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau. Salah satu program CSR, dalam bidang pengembangan ekonomi budidaya ikan air tawar.

Program pengembangan ikan air tawar ini, PT Gunung Melayu memberikan bantuan 11 ribu benih ikan, pada Kelompok Tani Ikan Sepakat. Benih ikan yang diberikan itu terdiri dari nila, bawal, gurami, dan ikan mas. Bukan itu saja petani juga mendapatkan bantuan pakan ikan dan melakukan pelatihan untuk anggota kelompok dalam teknis budidaya, dan pengelolaan kelompok. Dalam program ini, Kelompok Tani Sepakat juga berswadaya dalam penyediaan fasilitas kolam berupa 2 unit keramba apung dan 5 petak kolam tanah.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Group manajer PT. Gunung Melayu, Ir Nurman Mulyadi, pada Selasa (12/6) kemarin di Desa Gonting Malaha, Nurman Mulyadi mengatakan munculnya program budidaya ikan air tawar ini merupakan usulan dari masyarakat Desa Gonting Malaha. ‘’Selanjutnya kita melakukan kajian desa dengan melihat potensi sumber daya alam yang ada, yaitu ketersediaan air dan tempat, serta peluang pasar yang ada,’’ujarnya.

Dengan melihat potensi tersebut, akhirnya perusahaan memutuskan untuk melaksanakan program ini. Harapannya budidaya ikan ini dapat meningkatkan tambahan pendapatan ekonomi keluarga bagi anggota kelompok, dan juga memberikan manfaat untuk ketersediaan ikan di desa ini.
‘’Untuk itu kami berharap kelompok dapat mengembangkan budidaya ikan ini, ikan bertambah banyak, dan anggota kelompoknya juga bertambah, sehingga bantuan ikan ini dirasakan oleh masyarakat lain bukan hanya Kelompok Sepakat saja. Kami juga berharap hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat semakin terjalin dengan baik,’’ jelasnya.

Ditambahkannya, pada tahun 2012 melalui Program CSR, perusahaan sudah melakukan bedah rumah 3 unit dari 7 unit yang direncanakan, perbaikan jalan dan jembatan, dan budidaya ikan. ‘’Selanjutnya, kami juga akan membangun ruangan perpustakaan, dan MCK di Sekolah Dasar Desa Gonting Malaha,’’sebutnya.

Sementara itu,  L Simanjuntak dari Pemerintah Kecamatan Bandar Pulau mengucapkan  terima kasih pada PT Gunung Melayu yang sudah membantu masyarakat. ‘’Jarang ada perusahaan membantu secara sekaligus, saya lihat tadi ada jembatan dan juga jalan yang diperbaiki oleh perusahaan waktu saya jalan kemari. Bagaimana cara kita mengucapkan terima kasihnya? tentunya dengan menjaga aset-aset yang dimiliki perusahaan, yaitu keamanan operasional kebun,’’tuturnya.(sih)

Jual Emas 30 Gram, Musa Diamankan

BINJAI- Tertangkap tangan menjual emas milik orang lain, Musa (28) warga Jalan Medan-Binjai, Km 16, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, diamankan Sat Reskrim Polres Binjai. Tersangka diamankan polisi, karena mencoba menjual emas milik Sri Juli Endang Sari (42) warga Jalan Candra Kirana, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (14/6) kemarin.

Namun, belum lagi sempat menikmati uang hasil penjualan gelang seberat 30 gram itu, tersangka keburu ditangkap polisi atas laporan korban Sri Juli Endang Sari. Untuk mempertanggungjawaban perbuatanya, tersangka diboyong ke Mapolres Binjai, untuk dimintai keterangan.

Di kantor polisi, tersangka mengaku ia nekat menjual emas itu atas perintah DH (19) anak korban sendiri. Rencananya, uang Rp11 juta dari hasil penjualn emas mereka bagi dua, namun niat itu tidak kesampaian kerena tersangka keburu ditangkap.

“Emas itu diberikan DH sama saya. Katanya, emas itu punya mamaknya. Saat memberikan emas itu, Dia (DH-red) meminta saya untuk menjualkannya,” kata Musa. Karena emas itu milik orang tua DH, membuat Musa nekat menjualkannya. Apalagi, ia berharap agar dapat bagian dari hasil penjualan itu. “Aku nggak tahu kalau begini jadinya bang. Aku tahunya emas itu punya mamaknya, aku kira nggak ada masalah kalau aku jualkan,” ucapnya.

Sementara itu DH pelaku yang mengambil emas milik ibunya itu tidak diketahui entah kemana. Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Aris Fianto, saat dikonfirmasi soal penangkapan tersebut membenarkannya. “Iya, sekarang ini tersangka masih kita periksa. Untuk anak korban yang mengambil emas ibunya itu, pastinya akan kita tindak lanjuti dan masih dalam pengejaran,” ujar Aris.(ndi)

Tiket Mario Teguh Laris Manis

MEDAN- Sosok motivator ternama Indonesia Mario Teguh sepertinya masih tetap memberikan pengaruh besar dikalangan masyarakat Indonesia khususnya di Sumatera Utara. Bahkan meski sudah sering tampil di layar televisi, namun kehadiran sosok Mario Teguh masih tetap mendapatkan antusias besar terutama bagi kalangan pengusaha dan perbankan.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh ketua Bengkel Studi Demokrasi Sumatera Utara Agustin Sastrawan Harahap, yang berencana menghadirkan Mario Teguh dalam seminar nasional sehari ‘ be a leader and enterpreneur with golden way’ di Universitas Negeri Medan. Sejak membuka penjualan tiket 15 Mei lalu, tiket VIP seluruhnya habis terjual pada para pengusaha dan kalangan perbankan.

“Kalangan pengusaha dan perbankan yang memborong semua tiket VIP, 150 lembar tiket yang kita sediakan untuk VIP langsung habis” ujarnya Jumat (15/6). Banyaknya kalangan pengusaha dan pihak perbankan yang berminat menghadiri acara ini memang sudah diprediksi sebelumnya, lanjut Agus. Pasalnya Sumatera Utara dan Kota Medan merupakan gudang bibit-bibit pengusaha yang tentunya membutuhkan motivasi untuk terus mengembangkan usaha.

Namun sasaran mereka bukan hanya kalangan pengusaha. Melainkan juga dari kalangan mahasiswa agar termotivasi untuk memulai bisnis sehingga tidak melulu menjadi pekerja setelah lulus. Untuk itulah mereka juga menyandingkan Mario Teguh dengan Gus Irawan Pasaribu yang dinilai menjadi orang yang populer dalam pemberdayaan Usaha Kecil Mikro dan Menengah. (rud)

Mengintip Celah Persib

MEDAN- Persiapan PSMS untuk berduel dengan Persib, Minggu (17/6), mulai memasuki persiapan akhir. Duel klasik antar musuh bebuyutan di era perserikatan ini diyakini tidak akan mudah dengan performa Persib yang relatif stabil. Namun Caretaker Pelatih PSMS, Suharto tengah mengintip celah dalam mempersiapkan strategi membendung Persib.

Saat dihubungi kemarin, Suharto menuturkan, kekuatan Persib saat ini cukup baik. Perombakan pemain di putaran kedua cukup membuat tim besutan Robby Darwis itu berbeda. Namun, kekalahan 1-3 di putaran I harus dibalas demi mengamankan misi menjauh dari zona degradasi. Satu hal lagi yang menurut Suharto menjadi keunggulan Persib saat ini adalah tim ini tidak dalam kondisi finansial yang seruwet PSMS.

“Persib saat ini cukup bagus. Apalagi mereka tidak sedang berada dalam masalah finansial. Selain itu kekuatan mereka berbeda dari putaran pertama dengan kehadiran pemain-pemain baru. Terbukti mereka stabil berada di papan tengah. Tapi bukan berarti mereka tanpa celah,” kata Suharto.

Kekuatan yang berbeda adalah dengan hadirnya bomber Noh Alamshah dan Marcio Souza. Dua kekuatan baru di lini depan PSMS. Syukurnya Along, sapaan Noh, tidak bisa tampil saat duel dengan PSMS. Ia terkena akumulasi kartu meskipun tetap ikut dalam rombongan ke tur Sumatera. “Mereka punya lini depan yang baik. Noh Alamshah adalah striker yang cukup baik. Namun kabarnya dia absen. Tapi begitupun masih ada Marcio Souza yang juga tak kalah tajam. Itu yang harus kita waspadai,” lanjutnya.

Nah, Marcio bukan sosok yang asing dan sedikit menorehkan gesekan dengan PSMS. Ketika itu ia masih memperkuat Arema dan terlibat kericuhan dengan bek PSMS, Novi Handriawan. Begitu juga dengan gelandang Persib, Haryono. Namun Suharto berharap para pemainnya mampu meredam emosi karena hal itu justru berpotensi merugikan tim. Emosi berlebih justru akan merusak performa tim.

“Yang pasti para pemain harus menjunjung tinggi sportivitas. Hal itu jangan ditanggapi berlebihan dan anak-anak bermain seperti biasa saja. Apalagi lingkungan bola itu kecil. Sewaktu-waktu mereka bisa jadi malah berada dalam satu tim. Jadi hal-hal seperti itu harus dihindarkan,” katanya.
Untuk membendung Persib, Suharto mengatakan timnya harus menunjukkan karakter ala Medan. Dengan fanatisme yang tinggi dirinya yakin skuadnya bisa meraih poin penuh. “Karakter Medan harus ditampilkan kuat pada duel ini. Saya yakin dengan fanatisme kita menjadi senjata yang ampuh untuk mengalahkan mereka,” pungkasnya. (mag-18)

Medan Target Juara Umum Popdasu

MEDAN-Dinas Pemuda Kota Medan siap memberangkatkan 103 atlet, pelatih dan official (84 atlet, 19 pelatih/official) mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) yang digelar 24 s/d 30 Juni 2012 di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal.

Ke-84 atlet tersebut terdiri dari 14 cabang atletik, 20 bola voli, 8 tenis meja, 17 pencak silat, 12 gulat, 8 bulutangkis dan 5 cabang olahraga sepak takraw.
Berikut para atlet yang dipersiapkan mengikuti Popdasu 2012, cabang atletik: Alvin Tecuari, Marie Muhammad, M Alroy S Meliala, Lourenzho A Sinaga, Misnan, Facrul Azhari, William Stevi Waruwa, Annisa Afrilia, Rizki Azura Ayuningtia, Hemaviton Siregar, Tasiya br Simanjunak, Atika Lestari Br Simangunsong, Putri Dhina Oktavia dan Gita Laras Syati Sembiring Meliala dengan pelatih Bulan Sinaga, Drs Sugiono MPd dan official Dra Rosmaini Simarmata.

Cabang olahraga bola voli: Siswanto, Agung Sutrisno, Chairul Imam, M Ibal Supianto, M Arya Prambudi, Yuda Mardiansyah, Ikhlas Dwi Kurniawan, T Syahreza Pahlevi, Mhd Syahdan, Moza Ramadhan, Rizka Pratiwiu, Widiya Ramadhani, Dara Puspita, Dwi Agustin, Indah Putri Lestari, Raqhda Sabha Tulfah, Garnis Tresya W, Rizky Dippo Yana, Rafica Erlinawati dan Mutia Ardhani dengan pelatih Afitdiansyah dan Budi Siswarno, official Zainuddin Adam SE.(jun)

Wibisono dan Tumsila jadi Penasihat Teknis

Ada yang berbeda dari sesi latihan PSMS Jumat (15/6), pagi di Stadion Teladan. Usai latihan, dua pria paruh baya berdiri menyampaikan lontaran motivasi kepada pemain. Mereka adalah Wibisono dan Tumsila yang tak asing sebagai mantan pemain yang berjaya di era 70-an hingga 80-an.

Lantas, dalam rangka apa kehadiran mereka yang tiba-tiba itu? Ternyata manajemen memberi peran baru dalam tim. Keduanya menempati posisi penasihat teknis. CEO PSMS, Idris SE membenarkan hal itu.

“Ini semata-mata ide dan kesadaran beberapa mantan PSMS yang peduli dengan kondisi PSMS saat ini. Mereka ikut bersimpati dengan kondisi PSMS saat ini, namun ingin memberi dukungan lewat motivasi kepada pemain,” katanya saat dihubungi Jumat (15/6).

Namun, PSMS menyisakan lima laga lagi di pentas Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Hasil buruk yang dituai belakangan ini dan posisi PSMS yang semakin dekat ke zona degradasi, sepertinya menjadi pertimbangan manajemen untuk menunjuk posisi penasehat teknis. Namun mengapa baru sekarang dan tidak sedari awal musim?

“Ide itu datang dari mereka. Pengalaman mereka mungkin bermanfaat bagi tim untuk mengangkat moral pemain yang tengah terpuruk,” lanjut Idris.
Langkah PSMS ini mirip yang dilakukan Persib Bandung. 26 April lalu, Maung Bandung, julukan Persib menunjuk Indra Tohir yang sudah dianggap Legenda oleh publik kota kembang. Ia pemain dan pelatih yang pernah membawa tim Maung Bandung menjuarai kompetisi Perserikatan tahun 80-an dan Liga Indonesia I musim 1994/1995.

Lantas apa tanggapan Caretaker PSMS, Suharto? Pelatih berkepala plontos itu menyambut positif kehadiran dua mantan pemain ini. Apalagi menurutnya, mereka sangat berpengalaman dan bisa memberikan masukan-masukan kepada tim pelatih maupun pemain.

“Harus kita sambut positif. Apalagi banyak masukan dari mereka yang akan bermanfaat bagi kita. Mereka kan punya pengalaman,” ujar Suharto saat dihubungi kemarin.

Wibisono dan Tumsila bersinar sebagai pemain di era perserikatan. Keduanya juga sempat merumput di tim nasional. Sebagai pelatih, Wibisono juga berprestasi menorehkan juara Perserikatan tahun 1985 bersama Parlin Siagian dan Zulkarnain Pasaribu. (mag-18)

Langkah Sony Akhirnya Terhenti

JAKARTA- Sony Dwi Kuncoro menyerah. Kekuatan staminanya tak mampu mengimbagi ketatnya jadwal pertandingan yang harus dia jalani.  Kemarin, Sony akhirnya menyerah di tangan pemain Tiongkok Du Pengyu di babak delapan besar Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 di Istora Senayan. Meski mendapat dukungan penuh dari ratusan pendukungnya, Sony kalah 14-21 dan 15-21.

Ya, stamina memang tidak bisa dibohongi. Sony yang praktis terus bermain di delapan hari terakhir (termasuk saat tampil di Thailand Open dan menjadi juara) kemarin tampil antiklimaks. Permainannya kurang bertenaga, tidak fokus dan, kerap melakukan kesalahan sendiri.

Permainan agresif yang sebelumnya dia tunjukkan saat mengalahkan unggulan ketiga Peter Gade dan Taufik Hidayat kemarin, sama sekali tak terlihat. Usai pertandingan, Sony mengakui jika dirinya mengalami penurunan.

“Kondisi saya memang agak menurunan, baik dari konsentrasi maupun tenaga,” kata Sony. “Tapi memang lawan juga main bagus, Saya saya sulit nembus dan agak frustasi,” sambung pemain yang peringkatnya naik menjadi urutan ke-45 setelah menjuarai Thailand Open ini.

Menurtu Sony Du Pengyu memiliki pertahanan yang sulit ditundukkan. “Saya sudah coba naik tapi tidak berhasil. Saya terus serang dia. Pertahanannya bagus,” beber  Sony.

Dengan tumbangnya Sony, Indonesia tinggal mengandalkan Simon Santoso di sektor tunggal putra. Kemarin Simon memastikan tiket ke semifinal setelah mengalahkan juniornya, Dionysius Hayom Rumbaka dua gim langsung 21-17, 21-7.

Di babak empat besar hari ini Simon akan menghadapi pemain asal India, Kahsyap Parupalli yang kemarin mengalahkan Hans-Kristian Vitthingus dari Denmark.

Di atas kertas Simon bakal bisa mengatasi perlawanan Kashyap Parupalli. Secara peringkat, saat ini Simon jauh lebih unggul. Dia berada di posisi kesembilan dunia sedangkan Kashyap tercecer di urutan ke-26.(ali/jpnn)

32 Pebiliar Bersaing di Guinness Tournamen 2012

MEDAN- Pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Utara menjadi promotor City Final Speed Pool Guinness Tournamen 2012 yang akan di gelar di Surabaya dari 13 hingga 15 Juli mendatang. Namun sebelumnya, POBSI Sumut akan menggelar kualifikasi yang diikuti enam provinsi di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (23/6) dan Minggu (24/6). Menurut Director Turnamen Rachmad Fadil Nasution, sebanyak 32 pebiliar dari enam provinsi yakni Sumut, Riau, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau akan bertarung di babak kualifikasi tersebut.

Disebutkannya, POBSI Sumut akan menurunkan 20 pebiliar terbaik dalam babak kualifikasi ini. “Mereka adalah juara dan runner up di masing-masing seri yang telah digelar,” kata Fadil.

Adapun pebiliar Sumut yang diturunkan yakni Akuang, Irwan Prima, Tahan Manurung, Herman, Jhonny Chandra, Rinaldi P Silalahi, Beny, Florisel, Marlando, Andika, Iwan Saga, Stanza Purba, Rudi Alfian, Lamhot Sinaga, Aviandha Virizard, M Fadly, Jaka Kurnaiawan Ginting, Fadli Chaniago, TjhaiHuat dan Fernando Hasibuan.

“Dari 32 pebiliar yang bersaing, nantinya hanya empat pebiliar terbaik saja berhak tampil pada babak Grand final di Ciputra World Surabaya itu,” jelas Fadil yang juga Kasi Pembinaan Prestasi POBSI Sumut.(mag-10)

Atlet Dayung Kota Medan Harus Gigih Berlatih

MEDAN – Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis berkeinginan agar atlet binaan Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Medan mampu berbuat yang terbaik, untuk pencapaian prestasi daerah maupun nasional kedepannya dalam menyongsong Medan kota atlet guna persiapan PON XIX tahun 2016 mendatang.

Hal itu disampaikan Opunk, demikian Drs H Zulhifzi Lubis kerap disapa, saat memantau persiapan atlet cabang olahraga dayung di Lantamal Belawan , Kamis (14/6). “Dayung merupakan cabang olahraga ke-12 dari 34 cabor binaan KONI Medan yang telah kami datangi untuk melihat langsung perkembangannya,” papar Opunk.

Pada dasarnya, tambah Opunk, KONI Medan merasa sangat kecewa melihat kegagalan cabor dayung di Pra PON lalu, sehingga tidak meloloskan cabor ini di arena PON XVIII Riau. Karenanya Opunk berharap, agar cabor dayung Medan secara terus menerus untuk gigih berlatih, supaya nantinya mampu berbicara di PON ke XIX Tahun 2016.

“Kalian harus ngotot berlatih agar bisa lolos. Apalagi saat ini kalian setiap hari latihan. Yakinlah, kalian takkan gagal. Kalau kalian latihan tapi tak bertanding juga, memang apalah artinya. Makanya, tunjukkan kemampuan kalian, agar dapat menggugah Pengprov PODSI Sumut untuk menggelar kompetisi yang kalian butuhkan untuk mengukur kemampuan prestasi kalian,” papar Opunk.

Sebagai pengurus, tambah Opunk, KONI Medan selalu berusaha membuat yang terbaik untuk atlet. Seperti memberikan uang pembinaan serta asuransi kesehatan. Untuk menjawab keseriusan dalam berlatih, kini Koni Medan juga telah menyediakan konsultan yang dibutuhkan. “Jadi saat ini kalian sudah bisa berkonsultasi soal kesehatan, fisik maupun psikologi, kami sudah menyediakannya, kalian setiap saat bisa datang ke KONI Medan,” imbuh Opunk.

Perhatian yang diberikan KONI Medan terhadap atlet, sebut Opunk, tak terlepas dari kebijakan dan perhatian yang serius yang datang dari Walikota Medan H Rahudman Harahap. “KONI Medan takkan mungkin mampu jalan sendiri, tanpa dukungan dari pemerintah Kota Medan.Beliau (Walikota -red) sangat perhatian dan serius untuk menjadikan Medan kota atlet. Jadi kalian harus serius, agar atlet dari daerah tidak pindah ke Medan untuk menjadi pesaing kalian. Makanya, tanya pada diri kalian sendiri, kalau mau menjadi atlet jadi atlet yang baik, jangan berniat macam-macam,”tukas Opunk.

Sementara itu, Kapten (Pelaut) Nelson F Ginting, Ketua Harian PODSI Medan menegaskan berjanji menyahuti harapan Pemerintah Kota Medan dan KONI Medan, untuk terus bekerja keras demi mewujudkan Medan Kota Atlet menyongsong gelaran PON XIX Tahun 2016 mendatang.

Hadir pada kegiatan monitoring cabang olahraga dayung kota Medan tersebut antara lain, Camat Medan Belawan, Andy Syukur Harahap, Ketua KONI Kecamatan Medan Belawan Patar Panjaitan, Sekretaris Umum KONI Medan, Khairil Basri, Kabid Organisasi KONI Medan, HT Daniel Mozard, Wakil Ketua Binpres KONI Medan, Suhirwan dan bendahara PODSI Medan, Fitrizal. (jun)