Home Blog Page 13358

Ringan Langkah

Yunani vs Rusia

WARSAWA- Langkah Rusia menuju perempat final Euro 2012 semakin ringan saja. Meraih satu kemenangan dan sekali imbang, Rusia hanya butuh satu angka lagi untuk mencapai target awal.

Dan rasa-rasanya, target itu teramat mudah. Lawan yang bakal dihadapi dini hari ini adalah Yunani. Sepanjang pertemuan kedua tim di berbagai ajang, Yunani tak berdaya di hadapan Rusia. Apalagi saat ini Yunani sudah nyaris keok dengan catatan sekali imbang dan sekali kalah.

Meski hanya butuh hasil imbang, Rusia tak ingin ambil risiko. Target juara grup sudah diemban sejak awal. “Kami punya skuad bagus dan kami sejak awal ingin jadi nomor satu,” kata Dick Advocaat di Goal. “Dan target kami jadi juara grup sudah terbuka. Sekarang tinggal menanti realisasinya,” sambung pelatih asal Belanda itu.

Sejak awal, Rusia bahkan digadang sebagai kuda hitam di ajang empat tahunan ini. acuannya adalah keberhasilan mengandaskan Italia 3-0 di laga persahabatan tak lama sebelum Euro 2012 dimulai.

“Nilai partai uji coba berbeda. Di ajang sesungguhnya semua bisa berbeda. Kemenangan Italia memang penting sebab mental pemain meningkat karenanya,” lanjutnya.

Di sisi lain, Yunani tampak tidak begitu baik. Persiapan mereka berantakan sejak laga awal melawan tuan rumah. Berantakan karena akumulasi dan pemain cedera. Bahkan kini pemain cedera bertambah, sejak kiper utama terpaksa ditarik keluar saat melawan Ceko yang berakhir kekalahan 2-1. Kabar baiknya hanya Sokratis Papastathopoulos, yang kembali dari hukuman.

Gelandang Yunani, Giorgos Fotakis mewanti timnya untuk berjuang hingga akhir. Kemenangan dari Rusia diharap mampu membawa keajaiban lolos ke pase berikutnya.

Fotakis yang hanya bermain satu babak saat timnya dikalahkan Ceko berharap skuad berkonsentrasi. “Dua pertandingan lalu kami bermain buruk. Itu bukan kemampuan kami sebenarnya,” kata Fotakis di Soccerway kemarin. “Kami telah membuat beberapa kesalahan. Tapi peluang masih ada,” harapnya.

Untuk tak-tik dan strategi, tampaknya kubu Rusia tak akan terlalu berani mengubah the winning team. Lini depan tentu saja masih akan dikuasai Alan Dzagoev. Dzagoev bermain bagus di dua laga dengan bukti tiga golnya. Di depan dia mungkin masih akan ditemani dua rekannya, Kerzhakov dan Arshavin. (*)

Statistik

[table caption=”Yunani” th=”0″]
1 Mar ’12      ,Yunani     ,v     ,Belgia    ,1-1
27 Mei ’12     ,Yunani     ,v     ,Slovenia    ,1-1
1 Jun ’12      ,Yunani     ,v     ,Armenia    ,1-0
8 Jun ’12      ,Polandia     ,v     ,Yunani    ,1-1
12 Jun ’12      ,Yunani    ,v     ,Rep Ceko     ,1-2

[/table]

[table caption=”Rusia” th=”0″]
25 Mei ’12      ,Rusia     ,v     ,Uruguay  , 1-1
30 Mei ’12      ,Lithuania     ,v     ,Rusia    ,0-0
2 Jun ’12      ,Italia    , v     ,Rusia    ,0-3
9 Jun ’12      ,Rusia     ,v   ,  Rep Ceko   , 4-1
13 Jun ’12      ,Polandia   ,v     ,Rusia  ,  1-1

[/table]

Head to Head

[table th=”0″]

28 Feb ’01    , Yunani     ,v     ,Rusia   , 3-3
15 Agt ’01      ,Rusia    , v   ,  Yunani  ,  0-0
21 Jun ’04   ,Rusia    , v   ,  Yunani   , 2-1
15 Jun ’08    ,Yunani     ,v     ,Rusia  ,  0-1
12 Nov ’11      ,Yunani   , v   ,  Rusia   , 1-1

[/table]

Gara-gara Suporter, Rusia Disanksi

PERSIAPAN Rusia jelang laga terakhir melawan Yunani mengalami sedikit kendala dari luar lapangan. Akibat ulah suporternya dalam dua laga terakhir kemarin, timnas Rusia beserta federasinya RFS harus menerima sanksi berat dari UEFA.

Berdasarkan pernyataan resmi dari UEFA, timnas Rusia langsung diganjar sanksi pengurangan enam poin dalam kualifikasi Euro 2016 mendatang. Bukan hanya pengurangan poin, akibat perbuatan merugikan kelompok suporternya itu, RFS juga harus membayar denda sebesar Rp1,4 miliar.

Sanksi kepada tim Rusia itu menjadi yang pertama diberikan UEFA dalam ajang Euro ini. Diberitakan di Telegraph, sanksi tersebut dijatuhkan kepada tim Beruang Merah hanya berselang sehari pasca ditahan imbang tuan rumah Polandia, Selasa (12/6) lalu. Di akhir pertandingan tersebut juga terjadi keributan yang melibatkan pendukung Polandia dan Rusia.

Pendukung Rusia melemparkan kembang api dan menggelar berbagai spanduk bernada politis antara kedua negara. “Keputusan itu dijatuhkan mulai hari ini,” sebut UEFA. “Itu kami berikan karena perilaku yang tidak terpuji para suporternya,” lanjut sumber tersebut.

Ulah pendukung Rusia tersebut bukan hanya berlangsung sekali ini saja. Bahkan pada laga perdana melawan Ceko (8/6) lalu mereka sudah membuat geram pihak tuan rumah Polandia. Tak tanggung-tanggung, empat pengawas suporter (steward) dianiaya suporter Rusia.

Meski sudah ada pernyataan resmi dari UEFA terkait sanksi tersebut, pihak Rusia masih diberi kesempatan untuk membela diri. UEFA membuka pintu banding bagi Rusia terkait sanksi tersebut. “Banding sudah bisa dikeluarkan dalam waktu tiga hari terhitung sejak keputusan ini diberikan,” lanjut sumber tersebut.

Selain Rusia, masih ada negara-negara lain kontestan Euro yang masih bisa terancam sanksi. Jerman dan Portugal misalnya. Kedua negara tersebut belum dijatuhi sanksi. Jerman disemprit lantaran pendukungnya yang melempar bola kertas ke lapangan saat laga melawan Portugal. (ren/jpnn)

[table caption=”DATA DAN FAKTA” th=”0″]

–    ,”Euro 2012 menjadi ajang ketiga kali beruntun kedua tim tergabung dalam satu grup.  Di fase grup Euro 2004 dan 2008, Rusia selalu menang atas Yunani. Namun kekalahan Yunani atas Rusia di Euro 2004, tidak menghalangi Yunani menjadi juara.”
–    ,”Yunani juga selalu kalah dari Rusia di kualifikasi Euro 1996. Ini artinya, Rusia selalu mengalahkan Yunani setiap kali kedua tim bertemu di kompetisi Euro.”
–    ,”Bek Yunani Sokratis Papastathopoulos akan kembali tampil pada laga ini setelah menjalani hukuman satu pertandingan. Papas tathopoulos mendapat kartu merah saat menghadapi Polandia di laga perdana. Namun Yunani tidak akan diperkuat kiper utama Kostas Chalkias yang mengalami cedera saat melawan Republik Ceko.”
–    ,”Yunani hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhirnya di semua kompetisi, menelan dua kekalahan dan empat imbang.
–    ,”Rusia belum terkalahkan dari 16 laga terakhirnya di semua kompetisi, meraih delapan kemenangan dan delapan imbang. Rusia juga hanya kebobolan empat gol dari 13 laga terakhirnya.”
–    ,”Di Euro 2012 sejauh ini, Rusia berhasil mencetak 5 gol dari total 7 shots on target. Striker Alan Dzagoev memimpin daftar topskor bersama striker Jerman Mario Gomez dengan 3 gol.”

[/table]

PSB Rawan Penyelewengan

20 Persen Ditentukan Kepala Sekolah

MEDAN-Pelaksanaan sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) 2012, 20 persen diserahkan kepada kepala sekolah (kasek) agar tidak terjadi penyelewengan. Kasek diminta untuk menyiapkan aturan baku berdasarkan ketentuan peraturan menteri (permen) serta menandatangani fakta integritas bersedia diberhentikan jika tidak melaksanakan sistem tersebut dengan baik.

Kadisdik Medan, Rajab Lubis mengatakan sistem itu sesuai Pasal 12 surat keputusan bersama (SKB) Peraturan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama yang mengatur tentang PSB.

“Sesuai ketentuan 20 persen itu ditentukan oleh sekolah sendiri tanpa melalui tes. Jadi sekolah yang menentukan apakah calon dengan nilai SKHUN tidak cukup, namun berasal dari keluarga kurang mampu ditambah lagi memiliki prestasi non akademis bisa diterima atau tidak di sekolah tersebut,” kata Rajab.

Jadi, lanjutnya, sistem penerimaannya akan diserahkan sepenuhnya ke kasek termasuk kriteria-kriteria siswa yang akan diterima menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di sekitar sekolah.

“Kriteria yang ditetapkan tersebut tentunya mengacu pada dua permen,” ujarnya.

Sementara mengenai total jumlah siswa yang diterima sesuai persentase tersebut masih menunggu data daya tampung seluruh sekolah yang ada di Kota Medan. Untuk SMP ada 45 sekolah sedangkan SMA ada 20 sekolah dan SMK ada 13 sekolah.

“Yang pasti setiap sekolah memperoleh porsi 20 persen sesuai aturan dan 80 persen murni berdasarkan SKHUN,” ucapnya.

Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda Lubis mengkhawatirkan terjadi penyelewengan apabila kasek tidak bisa mengikuti aturan sesuai permen. Jadi apabila kasek tidak memahami aturan itu dengan baik, berakibat pada calon siswa yang akan menuntut ilmu.

“Kasek tentunya harus paham betul apa saja ketentuan sesuai permen itu. Setelah itu baru bisa dijalankan dengan baik,” katanya.
Menurutnya, setelah benar-benar paham, kasek harus melakukan sosialisasi dengan mengumumkan kriteria penerimaannya tidak hanya sekadar menempelkan pada dinding sekolah tetapi lebih luas lagi hingga ke tingkat kelurahan atau lingkungan agar masyarakat mengetahui informasi tersebut.
“Kalau perlu sosialisasikan sampai ke kelurahan dan lingkungan agar siswa kurang mampu tahu informasi itu. Nama-nama siswa yang akhirnya diterima itu pun diumumkan kembali agar masyarakat tahu apakah benar-benar kurang mampu atau tidak,” jelasnya.

Untuk menghindari penyelewengan, tambah Surianda, DPRD Medan akan membuat fakta integritas dengan kasek sebagai bentuk janji kasek melaksanakan sistem tersebut dengan baik. Jika tidak maka kasek bersedia untuk diberhentikan dari jabatannya.

“Kita menilai aturan itu rawan penyelewengan. Jika sebelumnya masalah pada kadis, sekarang ke kasek. Untuk menghindari itu, kami akan membuat fakta integritas agar ada tanggungjawab kasek melaksanakan aturan itu dengan baik sesuai aturan,” pungkasnya.(gus)

Jaksa Dituding Lambat Tetapkan Tersangka

Dugaan Korupsi Proyek SIR Rp7,7 M di RSU Pirngadi

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) belum juga mempublikasikan nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) RSUD dr Pirngadi Medan Rp7,7 miliar. Alasannya, Kejatisu masih menunggu hasil dari tim penyidik.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Nuriono mengatakan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi, Kejatisu selalu saja mengulur-ulur waktu untuk menetapkan tersangka termasuk kasus dugaan korupsi SIR RSUD dr Pirngadi Medan.

“Ini problem yang selalu dijumpai dalam penegakan hukum. Pertanggungjawaban pihak Kejatisu terhadap publik sangat kurang. Tentu saja ini menimbulkan pertanyaan besar,” ucap Nuriono.

Nuriono juga menilai, kasus dugaan korupsi SIR Pirngadi Medan senilai Rp7,7 miliar terkesan mandeg. Dampaknya, kata Nuriono, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum berkurang. Harusnya, pengusutan kasus korupsi dijadikan skala prioritas.

“Kinerja 100 hari Kajatisu Noor Rachmad selama menjabat dipertanyakan. Kenapa untuk kasus SIR ini peyidikannya lama dan terkesan mandeg. Kasus korupsi ini tidak main-main. Seperti halnya kasus dugaan SIR Pirngadi Medan. Sebelumnya Kejatisu beralasan masih menunggu hasil audit tim ahli. Bisa saja pelakunya menghilangkan barang bukti. Padahal kasus ini sudah berjalan cukup lama, kenapa belum juga ditetapkan tersangkanya,” ungkapnya.
Dikatakannya, masyarakat belum mendapatkan kejelasan terhadap penanganan kasus dugaan korupsi SIR Pirngadi Medan.

“Ini merupakan residen buruk terhadap penegakan hukum. Bila alasannya karena SDM Kejatisu yang kurang, harusnya mereka bisa lebih diberdayakan. Harus ada perubahan pola kerja di Kejatisu,” tegasnya.

Selain itu, kinerja Kejatisu patut dipertanyakan. Untuk itu Kejagung harus lakukan evaluasi.

“Masyarakat patut mendapatkan kejelasan. Kasus Pirngadi belum juga diungkapkan tersangkanya. Ini menunjukkan jabatan Kajatisu hanya sebatas seremonial saja, tidak diimbangi dengan kinerja. Jadi kita mendesak supaya Kejatisu segera mempublikasikan nama-nama tersangka dugaan korupsi SIR Pirngadi,” tegasnya.

Kasi Penkum dan Humas Kejatisu, Marcos Simaremare mengatakan, pemeriksaan masih terus berlanjut. Saat ini, katanya, penyidik masih memaksimalkan fakta yang nantinya merujuk ke beberapa nama yang bakal dijadikan tersangka.

“Kita masih mempelajari sejumlah keterangan saksi-saksi. Bila fakta sudah final maka nama-nama tersangka segera dipublikasikan. Penyidik mencari dokumen pendukung, mana saksi  yang nantinya akan dibidik jadi tersangka. Target sudah pasti ada namun kita cari fakta pendukungnya,” katanya.
Sebelumnya, Kejatisu  melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap 20 orang. Mereka yang diperiksa pejabat dari RSUD dr Pirngadi Medan dan PT Buana. Pemeriksaan itu terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) senilai Rp7,7 miliar.

Salah satu pejabat yang diperiksa adalah dr Nasrullah Anas, Kepala Instalasi, Bendahara dan Wakil Direktur RSUD Pirngadi Medan. Mereka diperiksa terkait korupsi dana sebesar Rp7,7 miliar pada anggaran 2009-2010 yang bersumber dari swakelola.

Dalam kasus SIR ini RSUD dr Pirngadi bekerjasama dengan PT Buana dalam pengelolaan SIR. Sistem ini dibangun untuk mengetahui transaksi di setiap instalasi di rumah sakit milik pemerintah. Dalam sistem kerjasamanya pengelola SIR bagi hasil sebesar 7 persen dari omset .Tahun 2010 sistem berhenti tapi bagi hasil terus berlangsung. (far)

Pertumbuhan Penduduk Seimbang Tahun 2015

Visi dan Misi Baru BKKBN Sumut

MEDAN-Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut berupaya mengejar ketertinggalannya dengan merumuskan visi dan misi baru program kependudukan dan KB. Sesuai visinya yang baru yakni menargetkan penduduk tumbuh seimbang pada 2015.

“Melalui visi ini BKKBN menjadi inspirator, fasilitator dan penggerak program kependudukan dan KB nasional. Sehingga di masa depan seluruh keluarga di Sumatera Utara dapat menerima ide keluarga kecil, sehat, bahagia dan sejahtera,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Sumut, Drg Widwiono MKes, saat melantik 6 pejabat eselon III dan IV, di Aula BKKBN Sumut, Jumat (1506).

Sedangkan misinya, lanjut Widwiono, yaitu mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera dukungan operasional. Kajian dalam konteks program tersebut, terdapat 3 hal masalah utama.

Yaitu, disparitas yang cukup besar, baik antara kota dan pedesaan, maupun antara wilayah pusaran ibukota dengan wilayah selatan, barat dan timur. Kedua, rendahnya efektifitas penggunaan kontrasepsi baik dilihat dari aspek jenis kontrasepsi yang digunakan, maupun tingkat keberlangsungannya. Terakhir, mesin operasional program KB yang tidak berjalan dengan baik.

“Mesin operasional adalah lini lapangan, mulai dari pengelola di tingkat kecamatan, PLKB/PKB, PKBD/SUB, PPKBD pengurus kelompok ketahanan dan kesejahteraan keluarga, serta para tokoh masyarakat sebagai pemangku dan pemeran KIE KB ditingkat desa/kelurahan,”sebutnya.
Makanya, sambungnya perlu dilakukan pengembangan SDM yang kurang mendapat porsi yang cukup.

Menyangkut soal integritas pribadi pegawai Perwakilan BKKBN Propinsi Sumut, Widwiono menjelaskan, setiap pegawai harus mampu mencerminkan nilai-nilai norma, ketentuan, aturan yang ada kejujuran dan tanggunjawab serta dedikasi yang tinggi terhadap pelaksanan program Kependudukan dan Keluarga Berencana.

“Pegawai itu harus loyalitas terhadap visi dan misi BKKBN, mampu meningkatkan kejujuran dan keterbukaan dalam memegang amanah, akuntabilitas pribadi dan kelompok kerja dalam setiap individu, dan menjadi teladan dan pelopor kebaikan begitu kita memegang jabatan,” terang Widwiono.

Adapun ke enam  pejabat eselon III Dan IV yang dilantik yakni untuk pejabat eselon III, Dra Rabiatun Adawiyah MPhr, diangkat menjadi Kepala Bidang Pengendalian Penduduk. Rabiatun sebelumnya, menjabat Kepala Sub Bidang Penetapan Parameter Kependudukan. Dra Lucy Destriati, diangkat menjadi Kepala Bidang Keluarga berencana dan Kesehatan Reproduksi. Sebelumnya, menjabat Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan dan Evaluasi.

Lalu, Drs Mustofa MKes, diangkat menjadi Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga. Sebelumnya, menjabat Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan.

Sementara untuk Pejabat Eselon IV yang dilantik yakni, Siti Kusyiah Ginting SSos MSi, diangkat menjadi Kepala Sub Bidang Data dan Informasi. Sebelumnya menjabat Staf Bidang Pelatihan dan Pengembangan. Selanjutnya Abadi Siregar SSos, diangkat menjadi Kepala Sub Bidang Tata Operasionaln yang sebelumnya menjabat Sub Bidang Data dan Informasi. Serta Dra Rosmawati, diangkat menjadi Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan dan Evaluasi yang sebelumnya menjabat Kepala Sub Bidang Bina Kesertaan Keluarga Berencana Jalur Pemerintah dan Swasta. (uma)

Lagi, Seorang Pendemo Terkapar

Aksi Mogok Makan dan Jahit Mulut

MEDAN-Rio Situmorang (27), warga Padang Lawas, Kecamatan Aek Nabara Tobing Tinggi, peserta aksi mogok makan dan jahit mulut di depan kantor DPRDSU, terkapar dan terpaksa dilarikan ke RS Islam Malahayati Medan, Jumat (15/6) sore. Rio pingsan tak berdaya setelah kehabisan tenaga saat.
“Saat mau ke kamar mandi keluar dari tenda dia pingsan, sehingga dilarikan ke RS Malahayati,” ujar Sabber, seorang rekannya.

Korban sendiri, menurut Sabber, telah melakukan aksinya selama sepuluh hari tepatnya sejak Jumat (8/6) kemarin.

“Sudah sepuluh hari kami melakukan aksi mogok makan menuntut penghentian perampasan tanah yang kami miliki dan kami usahai untuk memberi penghidupan bagi anak-anak kami. Namun hingga hari ini tidak ada keseriusan dari pihak DPRD untuk menyelesaikannya, dan pemerintah lebih berpihak kepada kepentingan pengusaha dari pada rakyatnya,” ujarnya.

Saat ini, bilang Sabber, jahit mulut masih dilakukan oleh 3 orang dan satu di antaranya  dirawat di RS Malahayati, serta 10 peserta mogok makan. Meskipun sudah sekitar 8 orang pingsan sejak aksi dimulai, aksi ini tidak akan pernah berhenti dan akan terus berlanjut sebelum tuntutan mereka dikabulkan.

Saat ini keprihatinan terus meningkat dan jumlah anggota yang melakukan aksi terus bertambah. Setidaknya hingga saat ini peserta aksi sudah mencapai 49 orang dan diperkirakan akan terus bertambah.

“Senin (18/6) lusa jika tidak ditanggapi, masyarakat Padang Lawas akan melakukan aksi gantung diri walaupun harus sampai mati,” terangnya.
Pantauan di RS Islam Malahayati, setelah satu jam mendapatkan perawatan, kondisi Rio mulai stabil dan sadarkan diri. “Adapun langkah yang dilakukan tim medis, selain membuka jahitan dimulut, korban juga mendapatkan infus, untuk menaikan cairan gula darah pasien. Jika kadar gula bagus pasien sudah boleh pulang,” ujar dr Anggraini. Bahkan sejak dirawat bilang Anggraiani, Rio sudah menerima dua botol infus dan sudah mulai mengkonsumsi makanan. “Jika memang keluarga meminta, pasien sudah bisa pulang hari ini,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri (KTTJM) ini melakukan aksi mogok makan dan aksi jahit mulut di depan kantor DPRDSU menuntut penghentian perampasan tanah yang dilakukan PT Sumatera Riang Lestari (PT SRL) dan PT Sumatera Silva Lestari (PT SSL). Selain itu mereka juga meminta keadilan pihak kepolisian untuk bersikap adil dan tidak menjadi corong PT SRI dan SSL.(uma/ari)

Berita sebelumnya: Warga Jahit Mulut di DPRD Sumut

Kelurahan Babura Rutin Bersihkan Pasar

MEDAN-Aparatur Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru rutin mengawasi tempat penampungan sampah (TPS) sementara, di Jalan Pasar Pringgan. “Pengawasan rutin demi mewujudkan kebersihan di kelurahan. Sehingga Kota Medan menjadi kota yang bersih dan bebas sampah,” terang Lurah Babura, Ahmad Zukri Alrasyid SSos.

Menurutnya, pengawasan rutin yang dilakukan setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Dimana hari Jumat, dilakukan pengawasan tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di setiap rumah. Kegiatan itu  bekerjasama dengan puskesmas setempat.

Kemudian hari Sabtu, melakukan pembersihan di TPS Jalan Pringgan. Sedangkan Minggu melakukan gotong royong membersihkan lingkungan.
Zukri juga berterima kasih diberi peluang menjadi salah satu kandidat kelurahan terbaik di Kota Medan.

“Peluang ini akan terus dipertahankan. Agar tercapai menjadi kelurahan yang terbaik dari tingkat kebersihan dan kelestarian,”cetusnya.
Untuk meraih peluang yang menjadi kandidat kelurahan terbaik di Kota Medan, tentunnya dibutuhkan kerjasamanya. Untuk itu, seluruh warga kelurahan Babura, kepala lingkungan dan jajarannya harus konsisten dan bergandeng tangan untuk mewujudkannya.

Zukri juga mengimbau kepada para pengendera kendaraan roda dua, tiga dan empat agar tidak membuang sampah plastik, tisu, atau botol bekas minuman ke badan jalan. Tapi, buanglah sampah tersebut ke dalam tong sampah yang telah disediakan di pinggir badan jalan.
“Nah, bila harapan dan imbauan berjalan dengan baik pasti meraih kelurahan terbaik,”ucapnya. (omi)

Transaksi Sabu dengan Polisi

MEDAN-Irfan alias Ipan ditangkap polisi di Jalan Karya Wisata, Medan Johor, awal pekan lalu. Pria berusia 32 tahun warga Bandar Setia, Percut Seituan itu ketangkap tangan polisi saat melakukan transaksi sabu-sabu. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti satu bung kus plastik berisi  69 gram sabu-sabu. Irfan diringkus setelah polisi menyaru sebagai pembeli. Irfan mengaku hanya sebagai kurir dan mendapat upah sebesar Rp500 ribu untuk mengantar sabu-sabu tersebut kepada pembeli.

Ipan mengaku mendapat barang tersebut dari seorang yang tak dikenal yang diketahuinya seorang kurir narkoba dari seorang bandar yang kini menjalani hukuman di LP Tanjung Gusta bernama Dian.

Wakasat Narkoba Polresta Medan, AKP Bachtiar Marpaung mengatakan, penangkapan tersangka
ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang ditindak lanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil meringkus tersangka.

“Tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 UU RI No 5 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara,” ungkapnya.(jon)

Dugaan Korupsi Dishub Sumut, Kejatisu Belum Lakukan Penyidikan

MEDAN-Laporan dugaan kasus korupsi di Dishubsu belum disidik jaksa. Pasalnya, belum ditemukan bukti yang cukup.

“Belum ada penyidikan. Karena kita belum menemukan bukti-bukti yang cukup. Kalau memang belakangan ini ada aksi unjuk rasa yang meminta dugaan korupsi itu diusut itu jangan dijadikan unsur untuk saling menzolimi,” ujar Kasi Penkum/Humas Kejatisu, Marcos Simaremare, Jumat (15/6).

Menurutnya, jika memang ada bukti yang kuat akan disidik. “Jadi memang belum ada kita lakukan penyidikan, bila ada bukti, pasti diproses,” ucapnya.
Pengamat anggaran, Elfenda Ananda meminta Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho mengambil sikap tegas terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Kadishub Sumut, Rajali SSos.

“Laporan mahasiswa dan masyarakat itu adalah bukti awal. Jika tidak ada perkembangan, ada baiknya kalau persoalan itu dilaporkan ke institusi penegak hukum yang lebih tinggi tingkatannya. Bagi Plt Gubsu, ini harus menjadi perhatian,” tegas Elfenda Ananda.

Dijelaskannya, secara kasat mata banyak hal yang menyimpang terjadi di Dishubsu, terlebih pada konteks keberadaan jembatan timbang. Tidak hanya dari persoalan regulasi jabatan, tapi juga tingkah dan tindak-tanduk petugas-petugas di jembatan timbang.

Elfenda menegaskan, Plt Gubsu berhak melakukan evaluasi. Baik evaluasi kinerja maupun jabatan. Jika secara signifikan kinerja dari Kadishubsu dan oknum-oknum di dinas yang menangani perhubungan di Sumut itu.

Kasus dugaan korupsi Dishubsu yang dilaporkan ke Kejatisu melibatkan Kadishubsu, yang diduga memperkaya diri dengan mengalihkan substansi Peraturan Daerah (Perda) Pemprovsu No 14/2007, tentang pengendalian kelebihan angkutan muatan barang.

Dugaan korupsi tersebut antara lain, Kadishubsu, Rajali SSos menerbitkan Surat Tugas Kepala/Wakil Kepala/Personel Jembatan Timbang yang masa berlakunya setiap enam bulan, dengan adanya kewajiban menyetor uang dengan jumlah yang bervariasi.

Untuk tiap calon kepala jembatan timbang dikenai biaya Rp200 juta, wakil kepala Rp150 juta, dan personel regu tiap jembatan timbang dibebankan biaya Rp45 juta.

Kalkulasinya, jumlah regu tiap jembatan timbang maka uang hasil penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kadishubsu adalah Rp2,2 miliar ditambah Rp2,2 miliar ditambah Rp3.975.000.000. Jadi totalnya adalah Rp8.175.000.000.

Adapun dana yang dibebankan kepada para petugas di lapangan meliputi, Dana Untuk Bantuan Dinas (Bandis), Dana Untuk Bagian Dinas (Bagdis), Dana Untuk Taktis Lokal, Dana Untuk Bagian Kepala/Wakil Kepala Jembatan Timbang, dan dana untuk kesekretariatan.(far/ari)

Dokter Beri Pasien Obat Jenis Narkotika

MEDAN-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan mendapatkan rekomendasi langsung dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan untuk menutup izin praktek dokter, yang diberi wewenang menyalurkan obat jenis narkotika, karena menyalahgunakan distribusinya.

Hal ini menyikapi adanya temuan BBPOM mengenai bocornya distribusi obat yang mengandung narkotika yang hanya diperbolehkan penggunaannya bagi yang berhak.

“Penyebab bocornya pendistribusian atau pemberian obat itu adanya barang tersebut dari luar negeri, yang tidak resmi dan disalahgunakan seorang dokter seperti seorang dokter yang punya izin untuk membantu mereka yang sudah ketergantungan. Misalnya punya 20 ampul untuk dibagikan kepada pasien, tetapi yang diberikan 10 ampul dan 10 ampul lagi dijual bebas,” ujar Kasi Layanan Informasi Konsumen BBPOM Medan, Jendakita Barus.

Menurutnya, BBPOM memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan dan karenanya pihaknya melakukan deteksi dini setelah adanya laporan dari dokter.
“Kita melakukan pemeriksaan ke dokter, apa benar penyalurannya. Jadi dengan penyelidikan seperti bertindak sebagai pasien. Ada beberapa dokter yang sudah diciduk dan untuk itu ada komisi kehormatan profesi yang berwenang. Jadi ada pembinaan dan akan dicabut izinnya, kita berkoordinasi dengan IDI,” ungkap Jendakita.(uma)