Home Blog Page 13359

Dua Rumah Ludes Terbakar

MEDAN-Dua unit rumah di Jalan Bhayangkara, Percut Seituan ludes dilalap api, Jumat (15/4) pagi. Pengakuan saksi mata, Adi menyebutkan, api berasal dari dapur rumahnya.

“Rumah itu milik Burhan, kami menyewa,” katanya. Menurut, sebelum terbakar, tabung gas ukuran 3 kg habis lalu dia mengganti dengan tabung gas yang baru. Setelah itu dia ke depan rumah menjaga warung miliknya.

Begitu kembali ke dapur dia melihat api sudah membesar.  “Saya berteriak memanggil warga untuk memadamkan api,” ujarnya.

Api kemudian menyambar ke rumah tetangganya  Sulastono. Mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi baru berhasil menjinakkan api setelah dua rumah hangus. Kapolsekta Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak SH MH mengaku, apai diduga berasal dari kompor milik Adi. (jon)

Nasib Oranje di Tangan Panzer

Jerman vs Belanda

KHARKIV – Belanda masih belum habis di Euro 2012. Sekalipun pada laga kemarin (14/6) WIB mengalami kekalahan kedua atas Jerman 1-2, tim asuhan Bert van Marwijk itu masih punya harapan lolos ke perempat final. Namun, apapun nasib jawara Euro 1988 itu ada di tangan Jerman.

Berbeda dengan Jerman yang sudah membuka peluang melaju ke babak perempat final, Belanda masih harus berjuang hingga laga terakhir. Sebab, dengan dua kekalahan beruntun posisinya kini terpaku di dasar klasemen Grup B. Sedangkan Portugal dan Denmark sama-sama mengoleksi tiga poin.
Nah, hanya kemenangan atas Portugal pada laga terakhir-lah yang bisa membuka jalan Belanda menggapai gelar juara tahun ini. Minimal dengan marjin lebih dari dua gol. Syaratnya, pada laga lainnya Jerman yang hanya butuh hasil imbang tidak main mata dengan Denmark. Dan Denmark harus kalah dari Jerman.

Sebenarnya, langkah Belanda bisa sedikit enteng jika dalam laga di Metalist Stadium, Kharkiv, kemarin bisa menang atas Jerman. Sekalipun dari hasil akhir kalah, Mark van Bommel dkk sedikit lebih unggul dari penguasaan bola. Hanya, penyelesaian akhirnya saja yang kurang maksimal.
Alhasil, pada 45 menit babak pertama saja dua gol sudah bersarang ke gawang Belanda yang dijaga Martin Stekelenburg. Mario Gomez menjadi petaka bagi Belanda dengan dua golnya yang masing-masing dicetak pada menit ke-24 dan tujuh menit jelang babak pertama usai. Dua gol itu menempatkan Gomez sebagai pencetak gol terbanyak bersama penyerang Rusia Alan Dzagoev dengan tiga gol.

Untuk menambah daya gedor lini depannya, van Marwijk langsung memasukkan Klaas-Jan Hu Huntelaar dan Rafael van der Vaart di awal babak kedua. Mereka akhirnya baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-73. Satu-satunya gol balasan Belanda itu dicetak oleh Robin van Persie setelah memanfaatkan assist Wesley Sneijder.

Sayangnya, gol itu menjadi yang pertama dan terakhir bagi Belanda dalam laga tersebut. Meski pada 15 menit terakhir memasukkan Dirk Kuyt, tetap tidak bisa mengubah keadaan. Belanda gagal menambah gol dan mengakhiri laga dengan kekalahan. “Kami tidak bisa membayangkan berada dalam situasi seperti ini. Tapi, ini bukanlah akhir bagi Belanda,” ujar van Marwijk dikutip dari Daily Mail.

Pelatih berusia 60 tahun itu menyebut masih ada yang lemah dari strateginya. Kerja sama antara pemain-pemain yang ada lini belakang dan lini tengahnya masih kurang optimal. “Pertahanan kami kurang maksimal, dan kerja sama antara dua gelandang tengah dan bertahan masih minim,” lanjut dia.

Penggawa Belanda pun masih tetap optimistis belum tersingkir dari persaingan. Salah satunya dari Van der Vaart. Diberitakan di Goal, dia mengklaim bahwa hasil di laga terakhir nanti akan berpihak kepada mereka.

“Kami menang 2-0 dan Jerman membantu kami. Kami percaya itu,” klaim gelandang Tottenham Hotspurs itu.
Sementara itu, pelatih Jerman Joachim Loew puas dengan penampilan anak asuhnya. Jerman tetap mampu menjaga momentum kemenangannya dalam Euro ini. Dia berani memasang target menyapu bersih laga di grup ini. “Memimpin grup ini penting bagi kami, sehingga kami bisa tenang di Danzig,’ katanya. (ren/jpnn)

Asyik Menikmati Terik

LVIV- Selamat datang musim panas. Suhu di Donetsk, Ukraina, benar-benar terik. Rata-rata 35 derajat Celsius. Langit nyaris tanpa awan. Sinar matahari pun langsung menyengat. Termasuk di Stadion Donbass Arena tempat dihelatnya sejumlah pertandingan Euro 2012.

Stadion kandang klub Shakhtar Donetsk itu nyaris tanpa tempat berteduh. Hanya sedikit pohon yang tumbuh di taman sekitar stadion.
Namun, situasi tersebut tetap membuat sejumlah suporter enjoy. Terutama warga lokal.

“Ini memang sedang panas-panasnya di Donetsk. Suhu begini pada musim panas sudah biasa,” kata Maria, salah seorang warga lokal.
Mereka memang sudah siap menyambut musim panas. Suporter perempuan bahkan mengenakan hot pants yang dipadu tank top. Mereka jelas enggan mengenakan pakaian yang serba tertutup. Sebab, itu bisa bikin gerah dan berkeringat. Suhu panas menyengat adalah kondisi yang sangat jarang terjadi di Ukraina. Karena itu, begitu suhu terik, fans cewek menggelar tikar dan rebahan di atas taman. Suasana yang panas pun mendadak segar” (aga/c8/ca/jpnn)

Generasi Medan Puncaki Pool F

MEDAN- SSB Generasi Medan sukses memuncaki pool F Turnamen Super Seri VI Patriot dengan raihan enam poin dari dua kali kemenangan. Di mana pada pertandingan terakhir, mereka mengalahkan SSB Kenari Utama dengan skor 1-0 di Lapangan Patriot, Jalan Air Bersih Medan, Kamis (14/6).

Sementara Sinar Sakti yang terpaut tiga poin dari Generasi Medan harus puas di posisi runner-up dengan perolehan tiga poin dari satu kemenangan atas kesebelasan SSB Kenari Utama dengan skor 2-0.

Usai laga, pelatih Generasi Medan Rahmat mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. “Tentu di babak 32 besar sangat  kompetitif, jadi kami harus menyiapkan tim dengan lebih baik lagi,” katanya.

Lain hal dengan Husaini, pembina Kenari Utama yang harus rela angkat koper dari ajang itu akibat dua kali kekalahan yang mereka alami. “Prestasi anak-anak menurun di ajang ini, karena adanya pembagian siswa yang termasuk pemain inti di even lain,” katanya.

Sementara ketua panitia, Rifo mengatakan, dari awal hingga akhir pertandingan, panitia tetap mengadakan pemeriksaan data-data siswa seiring berjalannya even. “Memang masih banyak yang membandel, tapi langsung kita ambil sikap tegas dengan mencoret pemain yang bersangkutan,” pungkasnya.(mag-10)

Tunggal Putri Indonesia Habis

INDONESIA dipastikan gagal meraih gelar Djarum Indonesia Open Super Series Premier”2012 dari nomor tunggal putri. Sebab, satu-satunya wakil Indonesia di babak kedua, Aprilia Yuswandari, harus mengakui keunggulan pebulu tangkis andalan India, Saina Nehwal, di Istora Senayan, Jakarta, kemarin (14/6) melalui rubber game 17-21, 21-14, 13-21.

“Pada game penentuan, Saina banyak mengubah pola permainan, mendorong bola ke belakang yang sangat menyulitkan saya,” kata Aprilia setelah pertandingan.

Dia pun sudah mencoba untuk bangkit dan bisa sedikit mengatasi pada interval game. Namun, poin Aprilia sudah tertinggal terlalu jauh.
Aprilia, yang saat ini menduduki peringkat 46 BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), adalah satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos ke babak kedua setelah Maria Febe Kusumastuti, Hera Desi, Ana Rachmawati, Ana Rovita, dan Adriyanti Firdasari terhenti di babak pertama. Firda, sapaan karib Adriyanti Firdasari, mundur saat bertanding dengan Wang Yihan dari Tiongkok karena mengalami cedera pada telapak kaki kanan.

Kali terakhir tunggal putri Indonesia yang berhasil menjadi juara Indonesia Open adalah Ellen Angelina. Itu terjadi pada 2001.
Meskipun kalah, Aprilia menyatakan cukup puas dengan penampilannya menghadapi Saina yang menjadi juara Indonesia Open 2009 dan 2010. Itu membuat dia merasa lebih percaya diri dan optimistis bisa mengalahkan Saina pada kesempatan selanjutnya.(ali/c4/diq/jpnn)

ASSBI Sumut U-12 Incar Gothia Cup Lewat Grassroots

MEDAN-Tim usia dini Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Sumut memasang target maksimal dengan menembus partai final ajang Grassroots Indonesian U-12 Tournament 2012 di Tangerang Selatan, Banten 16-24 Juni ini.

“Kami akui persiapan tim sangat minim, hanya sekira satu pekan pascaseleksi pemain. Tapi kami berharap anak-anak bisa menembus partai final,” ujar Ketua Umum ASSBI Sumut, Sumantraji, didampingi Manajer Tim, SF Yudha, saat melepas keberangkatan tim di Bandara Polonia Medan, Kamis (14/6).
Dikatakan, tidak hanya Sumut yang mengalami kendala dalam persiapan tim, daerah lainnya juga dipastikan minim persiapan. Hal itu mengingat informasi digelarnya even baru diumumkan kurang dari satu bulan pelaksanaan.

“Makanya kita tidak permasalahkan soal persiapan karena semua tim begitu. Dengan materi pemain yang ada, kami berharap Sumut bisa menembus partai final. Kalau itu terwujud, sudah pasti target kita selanjutnya adalah juara,” ucap Sumantraji.

Dijelaskan, Grassroots Indonesian U-12 Tournament merupakan kompetisi antartim U-12 se-Indonesia. Tim juara nantinya berhak mewakili Indonesia di turnamen Gothia Cup di Swedia pada 15-21 Juli 2012.

Gothia Cup merupakan turnamen sepakbola usia dini terakbar di dunia yang pertama kali digelar pada tahun 1975 di Gothenburg, Swedia. Format pertandingannya adalah 7 lawan 7 dengan total jumlah pemian per tim 12 orang.

Di ajang Grassroots Indonesian U-12 Tournament, Sumut berkekuatan 14 pemain, yakni Hari M Dhalimunthe, Bayu Yuda Pratama, Egy Maulana Fikri, Zoki A Manurung, M Fatwa Hidatullah, M Roydondo Harahap, Bima Alfareza, M Alfaridzi, Farul Rozi S, Solahuddin, Diki D Saragih, Aldi Syahbana, Dian Ramadhan, dan M Affandi Lubis. (jun)

200 Petenis Ikut Turnamen PTWP

TEBINGTINGGI- Turnamen tenis memperebutkan Piala Dirjen Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia kembali digelar di lima lapangan tenis yang ada di Kota Tebingtinggi, mulai Kamis (14/6) hingga Minggu (17/6). Sebanyak 200 atlet Persatuan Tenis Warga Pengadilan (PTWP), terdiri dari 21 kontingan, 20 oficial dari Peradilan Agama se-Sumatera Utara dipastikan ikut dalam turnamen tersebut.

Hadir dalam pembukaan turnamen tersebut Dirjen Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Drs Wahyu Widiana MH, Wakil Wali Kota Tebingtinggi Irham Taufik SH, Kadispora Sumut Iswanto, Kepala Peradilan Agama Tinggi Sumut Drs Sofian M Saleh, unsur Muspida, SKPD dan 21 kontingen peserta dari 21 kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Dirjen PA Mahkamah Agung RI Drs Wahyu Widiana MH mengungkapkan, turnamen tenis yang digelar ini untuk menyongsong 130 tahun Peradilan Agama dengan meningkatkan peran hakim di mata hukum dan ulama serta umat.

“Hendaknya pelaksanaan turnamen tenis ini bisa berjalan dengan aman dan kondusif. Utamakan kejujuran dalam bertanding dan semangat sporfitas tinggi di kalangan atlit,” jelas Wahyu kepada Sumut Pos.

Kadis Pemuda dan Olahraga Iswanto yang mewakili Gubsu mengatakan, untuk menyehatkan suatu bangsa, kita harus meningkatkan dan memasyarakatkan olahraga untuk menjadi budidaya di tengah-tengah masyarakat.

Sementara Wakil Wali Kota Tebingtinggi Irham Taufik memberikan apresiasi tinggi kepada Peradilan Agama Sumut yang telah mempercayakan Tebingtinggi sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnament tenis PTWP. Dia berharap, turnamen ini menjadi ajang  silatuhrami dan membangkitkan semangat kebersamaan. (mag-3)

PASI Medan Harus Perhatikan Atlet

MEDAN-Dalam mengembangkan olahraga di Kota Medan, tidak terlepas dari peranan pengurus cabang olahraga. Karena itu, KONI Medan meminta agar Pengcab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Medan lebih memperhatikan perkembangan para atletnya.

“KONI Medan tidak bias bekerja sendirian, tapi butuh peran dari Pengcab sehingga mampu memotivasi para atlet dalam mencapai hasil maksimal,” ujar Ketua Umum KONI Medan, Drs H Zulhifzi Lubis atau ‘Opunk’ ketika meninjau langsung latihan atlet cabang atletik di Stadion Unimed, kemarin.
Menurut Opunk, pengcab memiliki peranan penting dalam memajukan olahraga di Kota Medan. Kepedulian pengcab tidak hanya mengembalikan semangat, tapi juga menambah motivasi atlet untuk meraih hasil maksimal, khususnya untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 mendatang. “Semua yang dilakukan KONI Medan tidak ada artinya bila tidak ada peranan dari pengcab,” jelasnya.

Karena itu, Opunk berharap agar atlet binaan KONI Medan, khususnya cabang atletik terus bermimpin untuk meraih prestasi, sehingga kedepan bisa menggantikan nama-nama seperti Parlautan Sireger dan Mardi Lestari, yang pernah berprestasi di tingkat nasional.

“Target KONI Medan saat ini adalah PON 2016. Jadi, para atlet diharapkan mulai memasang tekad untuk lolos ke PON 2016, jangan sampai kalah dari daerah yang kurang mendapat perhatian dari KONI dan pemerintahnya. Semua atlet binaan saat ini harus bisa tampil di Jawa Barat tahun 2016 nanti,” tegas Opunk.
Karena itu juga, Opunk berharap agar atlet atletik tetap serius untuk menjalani latihan dan jangan pernah main-main.(jun)

Murray Puji Mahut

LONDON– Petenis asal Britania Raya Andy Murray secara mengejutkan dikalahkan petenis asal Prancis peringkat 65 dunia Nicolas Mahut, pada ajang Aegon Championship 2012. Kendati demikian, Murray tidak larut dalam kekecewaan dan memuji lawannya tersebut.

“Dia sangat bagus di lapangan rumput. Sebelumnya, dia telah mencapai final di sini. Dia juga pernah mengalahkan Rafael Nadal di tempat yang sama dan hampir meraih kemenangan pada 2007,” ujar Murray, seperti dilansir Sky Sports, Kamis, (14/6).

“Dia bermain baik hari ini. Saya pikir, saya juga telah bermain dengan baik, dan saya telah mengembalikan bola dengan sempurna, tapi saya gagal pada beberapa momen di tie-break pada set ketiga,” sambung petenis nomor empat dunia itu.

Selanjutnya, Murray akan memainkan beberapa pertandingan eksebisi, sebelum bertarung pada ajang AEGON International di Eastbourne, 16 hingga 23 Juni mendatang.(net)

WBO Investigasi Laga Pacquiao-Bradley

Nevada- Kemenangan Timothy Bradley atas Manny Pacquiao dalam perebutan sabuk juara WBO akhir pekan lalu, dinilai kontroversi. Karenanya, WBO akan melakukan investigasi atas laga sengit yang berlangsung 12 ronde tersebut.

Pada duel tersebut, petinju asal Filipina itu dinyatakan kalah split decision. Hakim Duane Ford dan CJ Ross memberikan poin 113-115 untuk Bradley. Sementara Jerry Roth jadi satu-satunya yang memberi kemenangan buat Pacman dengan poin 115-113. Hasil tersebut mengejutkan banyak pihak, karena meski dapat perlawanan ketat, Pacquiao dianggap masih lebih unggul.

“Publik yang menyaksikan pertandingan tersebut kecewa, dan kami butuh kejelasan di sini. Kami butuh mereka yang bertanggung jawab melakukan investigasi, untuk melihat apa yang terjadi, kenapa hakimnya bisa sangat salah,” seru Bob Arum, presiden Top Rank, promotor pertarungan tersebut.
“Apakah ada bisnis tersembunyi yang terjadi? Atau tidak ada bisnis tersembunyi? Apakah mereka saling melakukan pembicaraan. Kami butuh kejelasan dan publik menginginkan itu,” lanjut dia seperti dikutip dari Associated Press.

WBO tidak tinggal diam dengan tekanan yang datang. Dalam pernyataan yang dilontarkan presidennya, Francisco ‘’Paco’’ Valcarcel, organisasi tinju dunia itu menegaskan akan dilakukan investigasi terhadap jalannya pertandingan.

Komite Kejuraan WBO akan menonton ulang pertandingan Pacman dengan Bradley bersama ‘lima hakim tinju ternama’ untuk nantinya memberikan rekomendasi. Meski demikian, Paco Valcarcel tetap menekankan kalau pihaknya sama sekali tidak meragukan kemampuan hakim pertandingan.
“Hasil pertandingan itu membuat tinju berada dalam sorotan yang buruk. Saya menunggu untuk dilakukan upaya pencegahan kerusakan terhadap olahraga tinju, dan satu-satunya cara adalah dengan melakukan investigasi secara lengkap,” lanjut Arum.

Secara resmi Arum sudah mengajukan permintaan pada Kejaksaan Nevada untuk melakukan penyelidikan terkait pertarungan tersebut. Bukan itu saja, seorang anggota senat dari Nevada juga telah meminta dilakukan investigasi terhadap pertarungan itu.(net/bbs)