Home Blog Page 13360

Lagi, Masalah Chatter Resahkan Stoner

London- Casey Stoner kini berharap-harap cemas menjelang MotoGP Inggris Raya. Pasalnya, masalah chatter (getar pada motor) belum bisa diatasi timnya di Repsol Honda. Apalagi, untuk kali pertama dalam karirnya bersama Honda di Catalunya, Stoner absen di podium di seri balapan yang ia ikuti. Ketika itu ia hanya finis di posisi empat.

Pada seri kelima musim ini, Stoner mengaku RC213V tunggangannya kembali mengalami masalah chatter. Sejauh ini timnya belum bisa menemukan solusi tepat terhadap problem tersebut sejak Bridgestone meluncurkan konstruksi ban yang lebih soft untuk kelas 1.000cc.

Dengan kondisi terkini, Stoner pun memprediksi masalah chatter akan kembali hadir di Silverstone, terlebih jika balapan berlangsung dalm kondisi kering. Dengan karakteristik lintasan Silverstone yang cepat dan mengalir, ia menyebut chatter sangat potensial hadir.

“Nyaris pasti begitu. Masalah chatter berkurang di lintasan yang lebih lambat tapi di Catalunya, chatter langsung muncul segera setelah saya menekan gas. Saya nyaris menjamin masalah yang sama akan ada di Silverstone,” katanya kepada MCN. Stoner kini menempati posisi dua klasemen pebalap dengan selisih 20 poin dari Jorge Lorenzo (Yamaha) yang berada di posisi teratas.(net/bbs)

Turunkan Tim Investigasi ke SMP Negeri 41 Medan

082164798xxx

Yth Bapak Kadis Pendidikan Kota Medan. Mohon diturunkan tim investigasi ke SMP Negeri 41 Medan. Pada 8 Juni 2012, anak saya dan beberapa kawannya disuruh menandatangani surat bahwasanya mereka sudah terima uang bantuan, tapi uangnya belum dikasih dan jumlahnya tidak diketahui. Mereka disuruh datang hari Senin (11/6) untuk menerima uangnya. Tapi lagi-lagi katanya belum turun dari pusat. Ada apa ini Pak? Mohon bantuannya Pak, kami orang tak mampu, jangan dibodohilah Pak. Terima kasih.

Surat Kuasa Bukan Surat Pernyataan

Terima kasih atas informasinya. Jika ini merupakan dana bantauan siswa miskin, maka yang ditandatangani siswa itu adalah surat kuasa, bukan surat pernyataan. Surat tersebut memang dibutuhkan kepala sekolah untuk data pengambilan dana bantuan siswa miskin tersebut ke bank atau kantor pos. Biasanya hal itu juga harus dilengkapi dengan photo copy raport siswa.

Setelah dana tersebut diterima kepala sekolah, maka orangtua siswa bersangkutan akan dipanggil ke sekolah untuk menerima bantuan tersebut. Kami jamin tidak ada pemotongan dan dana bantuan ini pasti disalurkan.

Mengenai kapan pencairan dana bantuan siswa miskin ini? Data siswa dari seluruh sekolah di Kota Medan harus terkumpul dahulu, dan dari tiap sekolah juga harus memiliki data siswa yang bakal mendapat bantuan. Setelah itu, baru secara keseluruhan dana tersebut dicairkan.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Lebih Agresif

Swedia vs Inggris

KIEV- Roy Hodgson harus memastikan Inggris tampil lebih agresif ketika melakoni laga kedua Grup D kontra Swedia. Ketika melawan Prancis, Jhon Terry dkk dianggap tampil tak maksimal.

Ya ketika menghadapi Karim Benzema dkk, Inggris punya skuad yang jauh beda soal kualitas dan pengalaman. Maka itu, taktik bertahan dipilih oleh Hodgson. Seperti sudah menarget seri sejak awal, memang Hodgson sukses.

Tapi melawan Swedia, tak lagi boleh memaksakan bertahan. Pasalnya poin yang diraih jelas tak bisa menjamin tiket ke perempat final. Sebaliknya, Swedia juga butuh kemenangan meyakinkan pasca kalah di laga perdana kontra tuan rumah Ukraina. Swedia dijamin akan lebih ngotot untuk menang. Itu harus diantisipasi Hodgson.

Meski begitu, Hodgson mengaku belum berencana melakukan perubahan besar. “Belum bisa dipastikan. Mungkin masih sama dengan yang sebelumnya,” kata Hodgson seperti dilansir Goal kemarin.

Tapi seperti tim lainnya, Hodgson juga mengkhawatirkan peran striker jangkung Swedia, Zlatan Ibrahomovic. “Ketika Anda berbicara tentang Swedia, Anda akan berbicara banyak tentang Ibrahimovic. Ibra punya peran bagi permainan Swedia,” kata mantan pelatih Liverpool itu. “Swedia tim pekerja keras. Skill mumpuni Ibra bisa berbahaya jika rekan satu timnya mampu mengorganisasi permainan dengan baik,” lanjutnya.

Di sisi lain, pemain Swedia, Sebastian Larsson bertekad dimainkan melawan Inggris. Menurutnya laga ini khusus, mengingat tradisi sepak bola kedua negara. “Melawan Inggris selalu khusus untuk Swedia. Orang Swedia selalu menonton sepak bola Inggris,” kata pemain Sunderland itu di situs resmi klub.
Kepercayaan diri meliputi gelandang senior Swedia, Anders Svenson. Mantan pemain Southampton itu menilai Inggris bakal sulit mengalahkan Swedia. Berdasarkan statistik, Inggris memang terakhir kali mampu menang dari Swedia 43 tahun lalu.

“Kini Inggris punya nama besar dan pemain besar. Tapi mereka belum tentu bisa mengalahkan kami sebab mereka tidak tahu banyak tentang Swedia,” tegasnya.

Striker Inggris, Danny Welbeck mengaminkan apa yang diserukan publik bahwa Inggris akan tampil lebih menyerang ketika menjamu Swedia.
“Kalian akan melihat Inggris yang bermain lebih menyerang. Kami cukup senang apabila bisa meraih kemenangan di awal. Namun, kami juga ingin terus melaju ke depan dan mencetak banyak gol,” ungkap Welbeck, seperti dilansir The Sun kemarin.

“Kami akan menggunakan banyak pemain saat menyerang hingga tercipta banyak peluang,” pungkasnya. (*)

Bangun Infrastruktur, Tiga Daerah Ajukan Pinjaman

MEDAN- Sebanyak 3 daerah di Sumatera Utara mengajukan permohonan pinjaman kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP), guna membangun infrastruktur di daerahnya. Ke tiga daerah itu adalah Medan, Tanah Karo dan Asahan.

Menurut  Kepala PIP Soritaon Siregar, besarnya pinjaman belum dapat dipublish, karena ditakutkan akan menimbulkan berbagai asumsi dari kalangan masyarakat. Lagi pula saat ini berkasnya masih dalam tahap penilaian.

“Terkait proyek pembangunan apa dan berapa besaran pinjaman yang diajukan belum bisa kami publish, karena masih dinilai,” ujarnya dalam kegiatan Investment Gathering dan Workshop Pinjaman Daerah 2012 di Grand Aston Cityhall Medan, Senin (11/6).

Tetapi, bila hasil penilaian sudah keluar dari analis, PIP bersama pemerintah daerah akan segera membeberkan proyek yang akan dibiayai, jumlah dan proses pinjaman tersebut. “Kita sudah sepakat, bila sudah ada hasil akan segera dipublish,” lanjutnya.

Soritaon juga menambahkan besarnya  pinjaman yang diajukan setiap pemerintah daerah berbeda-beda. Tergantung kebutuhan daerah itu sendiri. Dan belum tentu semua permintaan akan dikabulkan, tergantung dari hasil analisa kelayakan.

PIP merupakan unit kerja di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52 Tahun 2007 tentang Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah, PIP dibentuk untuk membangun sektor strategis dalam rangka menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan sumber dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola secara mandiri.

Bantuan yang disalurkan PIP dalam bentuk pinjaman, penyertaan modal dan bentuk kerjasama pembiayaan lain, misalnya kerjasama pembelian surat-surat berharga lainnya. Namun tujuannya untuk membantu mempercepat pembangunan infrastruktur. Besarnya pinjamanan untuk pembangunan infrastruktur yang telah dibantu PIP, diantaranya proyek pembangunan rumah sakit, jalan, listrik, jembatan dan pasar, dengan realisasi pinjaman Rp494 miliar.

Untuk pinjaman, akan dikenakan bunga sebesar BI Rate yang berlaku ditambah 2 persen. Dengan masa waktu sesuai dengan permintaan daerah. Sedangkan untuk jaminan, PIP berdasarkan Dana Hasil Bagi (DHB) dan Dana Alokasi Umum (DAU).(ram)

Kantor Satlantas Medan Terbakar

Dalam Dua Jam, Enam Ruangan Ludes

Kamis sore kemarin, Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Medan terbakar selama dua jam. Api yang diduga berasal dari korslet listrik itu menghanguskan enam ruangan. Cuaca yang cukup panas ditengarai menjadi salah satu penyebab cepatnya api menjalar. Pemadaman juga tidak cepat diantisipasi, karena kantor di Jalan Adinegoro tersebut tidak menyediakan racun api.

Setidaknya hal ini diakui Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. “”Belajar dari peristiwa ini, ke depan kita akan memasang racun api di mana saat terjadi kebakaran kita kesusahan lagi,” beber saat berada di lokasi kebakaran, Kamis (14/6) petang.

Keenam ruangan yang hangus berada dalam bangunan berukuran panjang 50 meter dengan lebar 20 meter. “Begitu dengar kabar saya langsung meluncur, ini kan vital. Di samping komando, kantor ini juga untuk pelayanan pada masyarakat,” ucap Wisjnu yang terus memantau upaya pemadaman.
Menurutnya, kejadian ini murni kecelakaan yang tidak disengaja dan di luar kontrol petugas. “Kita tak mau kejadian seperti ini, apalagi cuaca yang cukup panas dan angin kencang sewaktu kejadian. Mudah-mudahan kerugian bisa diminimalisir lah dengan upaya banyak pihak ini,” paparnya.

Wisnju menambahkan, kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek yang berasal dari Lantai II Satlantas Polresta Medan. “Persisnya di depan ruangan KaSatlantas Polresta Medan,” akunya.

Untuk korban jiwa, Irjen Pol Wisnju mengaku, sejauh ini tak ada korban jiwa, namun, kerugian ratusan juta karena sekitar 80 persen berkas-berkas atau arsip terbakar. “Kerugian yang tak terhitung nilainya yakni arsip-arsip berkas milik Laka Lantas dan Satlantas Polresta Medan ini. Untuk barang bukti tak ada yang terbakar karena semua barang bukti berada di luar. Kebanyakan berkas dan komputer serta komputer online (link) ke Kantor Lantas Pusat juga terbakar,” jelasnya.

Akhirnya, Wisjnu pun meminta maaf atas kebakaran yang terjadi menimpa Satlantas Polresta Medan. “Kepada masyarakat, kami harap agar maklum jika pelayanan terganggu atas peristiwa ini,” pintanya.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun Sumut Pos di lokasi kebakaran, api mulai berkobar pukul 16.20 WIB. Kebakaran merambat dengan cepat, hingga warga beramai-ramai berkerumun melihat kebakaran dari dekat dan ingin mengabadikan kebakaran dari handphone mereka masing-masing. Mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemko Medan dengan cepat turun ke lokasi kebakaran. Terlihat 15 mobil Damkar, termasuk mobil Damkar dari TNI AU, turun ke lokasi untuk memadamkan api. Api pun berhasil dipadamkan setelah dua jam.

Pantauan Sumut Pos, seluruh bangunan utama yang dijadikan pusat pelayanan penertiban SIM itu ludes. Kebakaran yang terjadi pukul 16.20 WIB ini muncul dari atap di sebelah barat gedung utama akibat korsleting listrik. “Kami lagi bersih-bersih di lantai atas, karena kantor sudah mau tutup. Tiba-tiba ada api dari atap dan asapnya langsung tebal. Semua gelap dan langsung melarikan diri dengan cepat,” ucap Amir (44), seorang pekerja kebersihan di Satlantas Polresta Medan itu.

Saat api mulai membesar, tambahnya, kondisi kantor sudah mulai sepi seiring aktivitas pengurusan SIM yang berakhir pukul 17.00 WIB. “Sudah sepi tadi semuanya bang, tinggal petugas saja yang banyak jadi tak begitu riuh. Apalagi parkir kenderaan kan agak jauh dari gedung utama. Tapi ada beberapa mobil yang terparkir di depan gedung yang akhirnya dipindahkan paksa, beberapa malah harus dirusak termasuk mobil milik petugas agar tak terbakar,” jelasnya.

Andi (45), seorang warga sekitar mengaku, tiba-tiba asap hitam membumbung tinggi dan disertai dengan api yang langsung membesar. “Tak ada suara ledakan tapi asap hitam yang terlebih dahulu disusul dengan api dan membakar semua ruangan di Satlantas Polresta Medan itu,” jelasnya.

P Pasaribu, petugas DP2K Medan, mengaku belum ada laporan korban jiwa, namun, kerugian diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya peralatan komputer di dalam gedung. “Mobil pemadam yang diturunkan itu sekitar 15 unit sudah termasuk mobil pemadam kebakaran milik TNI AU,” katanya.
Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang, terlihat marah-marah karena anggotanya dinilai lambat dan ada yang tak mau membantu memadamkan api. “Cepat kau, bantu mereka. Jangan hanya berdiri di situ saja,” katanya kepada anggotanya.

Tak hanya itu, Kombes Pol Monang Situmorang juga terlihat langsung ikut memerintahkan anggota Satlantas agar cepat membantu pemadam kebakaran. “Cepat kalian semua singkirkan barang bukti dari depan itu agar tak terbakar. Jangan lambat kalian,” ucapnya kembali kepada anggotanya.
Sedangkan KaSatlantas Polresta Medan Kompol Raisa SIK, berhasil diselamatkan oleh seorang pegawai bernama Mus “Api tadi berasal dari lantai II tepatnya dari atap depan ruangan KaSatlantas. Lalu saya beritahukan kepada KaSatlantas ada kebakaran,” aku Mus.

Kompol Raisa pun langsung berusaha memadamkan api. “Tiba-tiba asbes dan kayu yang berada di atas Kasat jatuh dan melihat itu saya langsung mendorong Kasat agar tak tertimpa kayu. Saya hanya terkena kayu itu sedikit saja dan hanya lukan ringan,” tambahnya.

Sementara itu, Kompol Raisa di luar lokasi terlihat marah-marah kepada anggota agar cepat melakukan pemeriksaan. “Cepat kau masuk dan periksa semua ke dalam,” ujarnya kepada anggota berpangkat Briptu.

Kepada koran ini saat dikonfimasi, ia memastikan tidak ada dokumen penting, seperti dokumen-dokumen pembuatan SIM ataupun surat tilang yang terbakar. “Tidak ada dokumen yang terbakar. Kan yang terbakar lantai dua, bukan lantai satu,” ujar Kompol Raisa.
Dikatakannya, dalam kebakaran itu sedikitnya ada 6 ruangan yang terbakar, termasuk ruang rapat. “Yang terbakar ini ruangan rapat,” kata dia.
Saat disinggung, mengenai kerugian materil akibat kebakaran itu, ia belum dapat memastikannya. “Belum tau berapa kerugiannya, karena kami masih menghitung,” pungkasnya. (jon/mag-12)

Pelayanan SIM Pindah ke Mapolresta

Pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) tetap dilangsungkan meski kantor Satlantas terbakar. Namun, bagi warga yang berkepentingan harus mengurusnya di Mapolresta Medan.

“Pelayanan dan pembuatan SIM tetap berjalan dan kita pindahkan untuk sementara waktu di Polresta Medan. Jadi dimintakan kepada warga agar memakluminya,” kata Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Kamis (14/6) sore di lokasi kebakaran.

Menurut Wisjnu, sisa peralatan yang sempat diselamatkan harus dapat dioptimalkan untuk tetap melayani masyarakat. “Beberapa peralatan masih sempat ada yang terselamatkan dan itu tetap kita maksimalkan memberikan pelayanan. Jadi tak ada alasan untuk menghentikan pelayanan. Kalau untuk kantor sementara, kan bisa dipindahkan ke Mapolresta Medan di mana halaman dan ruanganya juga cukup luas,” jelasnya.

Sambungnya, bahwa urusan pembuatan SIM dan lain-lainnya tetap berjalan seperti biasanya, namun tak begitu optimal. “Saya pikir besok sudah mulai dapat dilaksanakan, tapi yah belum maksimal lah. Kita akan coba percepat 2 hari paling lama nanti kita usahakan,” tegasnya.

Terkait data-data yang kemungkinan ikut terbakar, Wisjnu mengaku, berharap masih ada data cadangan yang bisa dioptimalkan untuk segera melayani kembali pelayanan SIM. “Belum ada laporan terkait database SIM, tapi kita akan coba maksimalkan back up data yang ada. Bagi yang datanya sedang diproses tinggal melaporkannya kembali besok saat layanan kembali dibuka. Tak perlu diperumit lah,” ujarnya.

Satuan Lalu Lintas Polresta Medan sendiri setiap harinya melayani sekitar 1000 permohonan pembuatan SIM dari seluruh warga Kota Medan sekitarnya. Terbakarnya kantor ini bukan hanya menganggu aktivitas pelayanan SIM,  tapi juga administrasi lalu lintas lainnya pencatatan dan penyelidikan kecelakan lalu lintas di mana semua data terbakar 80 persen.

Petugas Dianggap Lalai

Sementara itu, Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) mengatakan meskipun peristiwa tersebut termasuk musibah, namun di dalamnya tak terlepas dari adanya unsur kelalaian para petugas. Sebagai lembaga publik, tingkat pengamanan harusnya menjadi perhatian dan lebih dimaksimalkan.

“Pengamanan bukan hanya karena adanya unsur kejahatan, tapi juga terhadap musibah. Tentunya, sebagai lembaga publik, pengamanan ini harus menjadi perhatian dan diprioritaskan karena Satlantas Polresta Medan juga mempunyai fungsi yang sangat penting,” ujar Farid Wajdi yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum UMSU.

Dalam peristiwa tersebut, ujar Farid, tentunya banyak berkas penting yang ludes terbakar, begitupun Satlantas Polresta Medan harusnya mensiasati dengan adanya data base penyimpan data. “Anggap saja, petugas punya data base semua berkas yang sebelumnya telah mereka simpan, tapi bila tidak ada, ini menjadi pertanyaan. Bagaimana sebenarnya tupoksi yang dimiliki petugas kepolisian dalam menjaga aset atau data warga?” ungkapnya.

Untuk itu, ke depannya, hal ini harus menjadi bahan evaluasi instansi lainnya termasuk Satlantas Polresta Medan. “Kalau tidak ada database, ini sangat disayangkan. Bagaimana sebenarnya, sebuah instansi yang sangat vital tidak berfikir jauh kedepannya. Tentunya harus menjadi bahan evaluasi,” urainya.
Begitupun, meski dugaan sementara dikarenakan musibah, pemeriksaan dipihak internal harus dilakukan dan tentunya harus ada pertanggungjawaban dari pimpinan. Apakah dalam peristiwa itu, memang murni karena kelalaian atau adanya unsur kesengajaan seperti dengan sengaja menghilangkan berkas penting atau lainnya.

“Dalam sistem hukum, kelalaian sekalipun harus ada pertanggungjawabannya. Tidak tertutup kemungkinan adanya faktor lain dari kelalaian. Jadi pemeriksaan menyeluruh serta tanggungjawab dari pimpinan harus dipertanyakan,” tegas Farid Wadji. (jon/mag-12/far)

Sudah 110 Hektar Hutan di Karo Hangus

KARO-Jelang satu semester perjalanan tahun 2012 (Januari-Juni), sekitar 110 hektar hutan di dataran tinggi Karo terbakar. Jumlah tersebut merujuk dari data terakhir yang direkapitulasi Dinas Kehutanan Kabupaten Karo.

Sesuai keterangan Plt Kadis Kehutanan Pemkab Karo, Ir Sucipto, Luas kebakaran hutan di kawasan pegunungan Sipiso-piso sampai bulan keenam tahun ini, mencapai  60  hektar; 40 hektar di antaranya merupakan hutan negara sedangkan 20 hektar lainnya di kawasan perladangan masyarakat.

Tambahan 50 hektar hutan yang terbakar tahun ini adalah kebakaran hutan di kawasan pegunungan Sinabung dua hari silam,  Rabu (13/6). Areal hutan lindung yang terbakar diprediksi mencapai 8 hektar. Sedangkan 42 hektar lagi, masuk ke dalam kawasan hutan  Sinabung dan perladangan warga.
“Kita akan  terus berupaya meminimalisir kasus kebakaran hutan, sehingga  kerugian secara materi dan dampak yang ditimbulkan pasca bencana dapat ditekan seminimal mungkin. Koordinasi antarlintas SKPD terus digelar guna  pencapaian maksimal” ujar Sucipto, Kamis (14/6).

Dia menambahkan akan melakukan beberapa langkah strategis. Perrtama, lebih menggiatkan petugas patroli hutan keliling ke sejumlah lokasi rawan kebakaran hutan. Selain itu,  pihaknya juga melakukan koordinasi lebih melekat dengan jajaran aparat desa dan BPD setempat. Langkah itu, dinilai tepat guna dan lebih mengefektifkan kerja petugas di lapangan, sekaligus penanggulangan lebih dini bencana kebakaran.

Terkait antisipasi bencana kebakaran hutan yang memiliki  skala lebih besar, Ir Sucipto menjelaskan, pihaknya telah menggalang kerja sama (koordinasi,red) dengan pihak  Manggala Agni Sibolangit. Walau petugas brigade  itu menangani kawasan konservasi Sibolangit dan Tahura Bukit Barisan.
Namun jika dibutuhkan, sesuai keterangan Sucipto, pihak Manggala Agni akan segera turun ke lokasi bencana, membantu petugas Barisan Pencegah dan  Pemadam Kebakaran (BP2K) Pemkab Karo dan masyarakat. Terkait penangananan pascakebakaran hutan, khusus di kawasan Sinabung, pihak kehutanan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Kehutanan RI.

“Survei hutan Sinabung telah dilakukan Tim Ekspedisi Kopasus tahun lalu dan seluruh hasil kegiatan dilaporkan langsung ke Kementerian Kehutanan. Oleh karena itu, terkait reboisasi/penghijauan  khusus di area Sinabung akan kita  koordinasikan  dengan pihak kementerian,” papar Sucipto.
Kaban Kesbang Linmas dan Pol  Kab Karo, Drs Suang Karo-Karo kepada Sumut Pos menjelaskan pihaknya telah menyurati lintas SKPD dan camat yang berada di wilayah tugas rawan bencana kebakaran hutan. Surat tersebut berkaitan dengan imbauan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan/ perladangan yang rentan  menimbulkan potensi kebakaran hutan. Apalagi, seperti saat ini, suhu panas yang bisa mencapai 37 derajat celcius.

“Musim panas seperti ini yang diwaspadai itu kebakaran lahan, hutan, rumah, kantor, dan lain-lainnya. Semua bahan menjadi mudah terbakar walaupun disebabkan hal kecil. Sejauh ini, berdasarkan data yang diperoleh oleh BMKG, bahwa di Sumut sendiri sudah terlihat beberapa titik api termasuk di Tanah Karo,” timpal Kepala Data & Informasi BMKG Wilayah I Medan, Hendra S, kemarin.

Penderita ISPA Meningkat

Soal suhu panas, tidak sakadar mengakibatkan kebakaran. Penyakit juga menyerang manusia. Penyakit Insfeksi Saluran Pernafasan (ISPA) menjadi penyakit yang rentan dialami masyarakat saat kondisi panas. Untuk itu masyarakat diimbau agar menghindari kontak langsung dengan suhu panas.
Dari data RSUD dr Pirngadi Medan menyebutkan, sejak April hingga Mei, jumlah penderita ISPA mencapai 20 penderita dengan keterangan, April 17 penderita dan Mei 3 penderita. Dari jumlah tersebut, dua penderita diantaranya harus menjalani rawat inap sementara selebihnya hanya menjalani rawat jalan.

“Data ini dalah laporan dari pendataan rumah sakit. Namun untuk Juni petugas kita belum merekapnya, karena seperti biasa mereka akan mengumpulkan data pada akhir bulan,”terang Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Paranginangin.

Keluhan ISPA yang ditemui bilang Edison,  dari beragam penyakit seperti batuk, pilek dan demam. Sementara itu data sebuah Puskesmas yang berada di Glugur Darat menyebutkan pasien keluhan ISPA mencapai 80 persen. “Musim panas ini, setidaknya ada 80 persen masyarakat yang datang ke Puskesmas Glugur Darat dengan keluhan ISPA,” ungkap Kepala Puskesmas Glugur Darat dr Retno, saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Menurut Retno tingginya keluhan ISPA selain karena negara Indonesia beriklim tropis, juga dipengaruhi oleh cuaca yang tidak kondusif seperti panas disertai hujan

Penderita ISPA itu, tambahnya, tidak hanya diderita oleh anak-anak tetapi juga dialami orang dewasa. “Kalau di bulan ini, kenaikannya sekitar 5 sampai 10 persen.  Dari 10 besar penyakit, ISPA memang tetap lebih tinggi jumlah kasusnya,” ucap Retno.

Tingginya angka penderita ISPA menurut Konsultan penyakit tropik, DR dr Umar Zein DTM&H SpPd KPTI ini disebabkan debu udara yang dihirup ke paru-paru telah terkontaminasi dengan mikroorganisme seperti virus dan bakteri. Dan peredaran virus bakteri tersebut melalui saluran pernafasan. “Tubuh kita yang paling sering terpapar adalah paru-paru setelah kulit. Sehingga bagi orang-orang rentan seperti ibu hamil, balita, orang tua kronik, agar tidak terpapar langsung dengan cahaya panas,”ujarnya.

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini, Umar menyarankan kepada masyarakat untuk sering mengkonsumsi air putih, sayur-sayuran, buah-buahan.

Selain itu bilang Umar, bagi para orang dengan golongan rentan ini diharapkan untuk menghindari ekspose langsung dengan cuaca panas serta rutin mengkonsumsi  vitamin B complex dan vitamin C. (wan/uma/jon)

Endang, Please Join Us!

Jogja Endang Club (JEC), Komunitas Perempuan Bernama Endang

Di Jogjakarta, 571 orang bernama Endang berkumpul membentuk sebuah klub. Tak mau hanya besar di Jogja, mereka berancang-ancang membentuk Indonesia Endang Club.

DOAN WIDHIANDONO, Sleman

SETIAP tanggal 9 para Endang berkumpul di kediaman Endang Syahbenol, penggagas Jogja Endang Club (JEC), di Kompleks Colombo, Catur Tunggal, Sleman, Jogjakarta.

Rumah itu asri. Ruang tamu juga menyiratkan cita rasa seni pemiliknya. Di salah satu sudut ada jam besar merek Junghans. Jam buatan Jerman itu berdentang lembut setiap seperempat jam. Sejumlah pernik-pernik bernuansa Semar juga tersebar. Ada yang berupa wayang kulit, relief perak, hingga batik bergambar Semar. Sebentuk songsong (payung) susun tiga berdiri di antara tempat duduk yang diatur melingkar mengelilingi ruangan.

“Ruangan ini sengaja saya tata begini. Kalau ada pertemuan, tinggal duduk di tengah. Lesehan,” kata Endang Syahbenol.

Pagi itu, Kamis (7/6) lalu, istri Syahbenol Hasibuan, mantan kepala Kantor Wilayah Departemen Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan dan Energi (Kakanwil Deperindagkoptamben) DIJ, itu mengenakan seragam batik JEC. Warnanya cokelat tua, motifnya kawung prabu. Ada motif-motif bunga besar yang ditata membentuk pola lingkaran-bujur sangkar. Sangat khas Jogja.

“Nanti, kalau terbentuk Indonesia Endang Club, seragamnya bukan ini. Tetap batik, tapi motifnya lebih menasional,” ungkap Endang Syahbenol.
JEC memang ingin lebih menasional. Setelah berhasil mengumpulkan tak kurang dari 571 orang bernama Endang di Jogja, komunitas itu melebarkan sayap ke Semarang. Ada sekitar 200 Endang yang membentuk komunitas di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

“Dari Jogja ikut datang meresmikan. Kami berangkat nyewa dua bus,” ujar pensiunan wakil kepala SMAN 9 Jogjakarta itu.

JEC memang lahir dari pemikiran Endang Syahbenol yang merasa bahwa nama Endang sangat berjibun. Menurut dia, Endang itu nama yang populer, tapi bukan pasaran. “Populer dan pasaran itu beda, lho ya,” kata perempuan kelahiran 17 Agustus yang merahasiakan tahun lahirnya itu.

Endang Syahbenol yang lahir di Jogjakarta lama tinggal di Jakarta. Baru pada 1998 dia kembali tinggal di kota kelahirannya itu setelah merantau di ibu kota sekitar 20 tahun. Nah, di Kota Gudeg itulah dia sangat merasakan bahwa begitu banyak orang yang bernama Endang. Misalnya, saat memimpin rapat Dharma Wanita Deperindagkoptamben DIJ, ada begitu banyak anggota yang bernama Endang, atau setidaknya mengandung Endang.
Endang Syahbenol lalu berinisiatif mengumpulkan para Endang itu. “Awalnya ya iseng saja,” katanya.

Dia mengirimkan surat pembaca ke salah satu media lokal di Jogjakarta. Judulnya: Endang, please join us! Itu dilakukan pada 2004.
Eh, surat itu cespleng. Tiba-tiba ada sekitar 60 perempuan plus dua laki-laki yang datang ke rumah Endang Syahbenol. “Saya jadi geli sendiri. Endang-Endang pada kumpul. Lha, paling tidak kita bisa tertawa meski belum bisa berbuat sesuatu,” ujar ibu tiga anak itu saat menyambut para Endang tersebut.
Tapi, tak seluruh Endang yang datang diterima menjadi anggota. Dua laki-laki yang datang ditolak. Nama para pria itu memang Endang, namun dengan lafal huruf ‘e’ seperti pada kata ‘pedang’. Khas Sunda. Sedangkan Endang yang diundang adalah Endang perempuan dengan lafal ‘e’-nya seperti kata ‘tempe’ (ala Jateng-Jogja) atau ‘bebek’ (ala Jatim).

Setelah berkumpul, para Endang itu menyepakati terbentuknya sebuah klub. Hari jadi klub itu dipaskan 17 Agustus seperti tanggal kelahiran Endang Syahbenol. Sejak 2004, jumlah anggota JEC kian banyak. Pada 2008, misalnya, JEC tercatat di rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) dengan jumlah Endang sebanyak 320 orang. Endang Syahbenol sendiri juga dicatat di Muri sebagai penggagas komunitas unik itu.

Lalu, bagaimana para Endang itu saling memanggil nama saat berkomunikasi? Ternyata masing-masing memilih nama panggilan sendiri. Ada yang menggabungkan dengan profesi, misalnya Endang Notaris atau Endang Penjahit. Ada yang memakai daerah asal. Misalnya, Endang Cebongan yang berasal dari Kampung Cebongan, Jogjakarta.

“Ini lucu. Lha kalau cebongnya segede itu, kodoknya seberapa?” kata Endang Syahbenol, lantas terkekeh.

Para Endang itu pun tak sekadar berhaha-hihi dalam komunitas tersebut. Mereka berusaha saling berbagi dan saling menguntungkan. Kartu tanda anggota (KTA) kelompok itu, misalnya, menjadi kartu diskon para Endang. Misalnya, salah satu Endang ingin menjahitkan baju ke Endang Penjahit. Dengan kartu anggota, bisa jadi ongkos jasa jahitnya dikorting.

“Saya kalau periksa ke dokter gigi Endang juga gratis. Sepanjang tidak ada tindakan medis tertentu,” ungkap Endang Syahbenol yang mengaku berusia di atas 60 tahun itu.

Lebih dari itu, JEC juga berupaya membuat kehadiran mereka bermanfaat bagi orang di sekitarnya. Misalnya, dalam hal lingkungan hidup. Untuk mengurangi sampah plastik, mereka membagi-bagikan tas dari kain blacu. Tentu, tas dengan hiasan bordiran JEC itu dijahit di Endang Penjahit. Tas-tas blacu itu juga dibagi-bagikan bersamaan dengan anggota JEC menyalurkan zakat mal. Itu sudah berlangsung lebih dari lima kali.

Selain itu, mereka memberikan bantuan pengobatan kepada orang-orang bernama Endang yang sakit. Kalau di surat kabar ada berita tentang orang bernama Endang sedang terbaring sakit, anggota JEC langsung turun tangan membantu.

Nah, untuk melestarikan nama Endang, mereka membiayai orang tidak mampu yang melahirkan. Syaratnya, kalau anak yang lahir perempuan, namanya harus mengandung unsur Endang. “Saya punya tukang. Anaknya kami beri nama Risa Endang Juliati. Bagus, to,” katanya.

Endang Syahbenol menuturkan, nama Endang berkesan sangat ‘tante-tante’. Kini sudah jarang anak muda yang bernama Endang. Bahkan, bisa jadi nama Endang tak banyak dicantumkan dalam buku-buku daftar nama bayi yang banyak beredar di toko buku. Kalaupun ada, besar kemungkinan nama Endang tak bakal dipilih.

Padahal, Endang adalah nama yang mengandung makna indah. Di jagat pewayangan, Endang selalu dipakai untuk nama putri seorang pertapa atau resi. Perempuan bernama Endang selalu digambarkan sebagai orang yang jujur, santun, kelakuannya baik, dan suka menolong.
“Eh, ada lho, anggota yang setelah tahu makna Endang itu jadi berubah sifatnya. Jadi lebih baik,” kata Endang Syahbenol.

Sifat-sifat Endang itu juga diejawantahkan dalam setiap pertemuan JEC. Pertemuan itu bersahaja, dengan hidangan-hidangan khas semacam ketela, ubi, hingga buah-buah lokal.

“Saya pernah sangat nelangsa. Saya lihat orang jual buah. Yang laris malah buah impor. Sedangkan apel Malang-nya pada busuk semua. Kasihan betul,” ujarnya. Karena itu, kecintaan terhadap produk-produk lokal selalu ditekankan kepada setiap anggota JEC.

Kalau di kisah pewayangan, anak pertapa selalu punya nama khas. Yang perempuan Endang, yang laki-laki Bambang. Lalu, sudahkah terbentuk Bambang Club? “Wah, kalau itu belum. Tapi, kami pernah didatangi orang bernama Joko. Dia disuruh atasannya yang juga bernama Joko. Dia ingin tanya cara membentuk klub Joko. Hahaha,” cerita Endang Syahbenol.

Nah, kalau para Endang sudah membentuk klub yang sedemikian besar, bisa jadi lama-kelamaan para Bambang juga ikut bersatu. Kalau itu terjadi, pasti terbentuk suatu komunitas yang endaang bambaaang…. (*)

Makin Berat

Italia vs Kroasia

POZNAN-Tim kuda hitam Kroasia memperbesar peluang melaju ke babak delapan besar dari grup C, setelah berhasil menahan imbang Italia dengan skor 1-1, dalam laga di  Municipal Stadium, Poznan, dinihari tadi. Dengan hasil tersebut Kroasian

mengantongi poin 4. Sementara Italia masih mengantongi poin 2 hasil dua kali seri. Hasil seri ini akan semakin memberatkan langkah Gli Azzurri, julukan Italia, apabila di laga berikutnya Irlandia bisa mengatasi Spanyol. Pasalnya, di pertemuan terakhir, Kroasia akan bentrok dengan Spanyol.
Begitu wasit Howard Webb dari Inggris meniup pluit,

Italia langsung menggebrak dan Mario Balotelli mendapatkan peluang di menit ketiga. Meski dikepung tiga pemain lawan, dia masih bisa melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti. Namun, arahnya masih melenceng.
Claudio Marchisio mengancam gawang Kroasia pada menit ke-11 lewat tembakan kerasnya dari luar kotak penalti. Namun, bola masih melayang tipis di atas mistar.

Lima menit kemudian, upaya yang dilakukan Balotelli juga belum membuahkan hasil. Tembakannya mudah dihalau kiper Stipe Pletikosa.
Kroasia sempat punya kans lewat sundulan Ivan Perisic pada menit ke-28. Tapi, bola mengarah tepat ke pelukan Gianluigi Buffon.
Berselang lima menit, Antonio Cassano nyaris mencetak gol dari jarak dekat. Sial buat dia, tembakannya masih melebar.
Italia mendapatkan peluang bagus pada menit ke-37 saat Marchisio tinggal berhadapan dengan Pletikosa setelah menerima umpan Cassano. Namun, sontekan Marchisio bisa diblok sang kiper.

Menit ke-39, Andre Pirlo akhirnya menjadi pemecah kebuntuan dua menit kemudian. Berawal dari pelanggaran terhadap Balotelli, Italia mendapatkan tendangan bebas. Pirlo dengan dingin mengeksekusinya dan berhasil mengirim bola ke pojok bawah gawang Kroasia.
Pada menit ke-43, Italia berpeluang menggandakan keunggulan melalui sundulan Cassano yang meneruskan sepak pojok Pirlo. Namun, bola masih melambung.

Peluang terakhir di babak pertama jadi milik Kroasia. Mario Mandzukic melepaskan tembakan menyilang ke arah gawang Italia, tapi Buffon tak kesulitan untuk menangkap bola. Hingga berakhirnya babak pertama Italia unggul 1-0.

Di babak kedua, Kroasia langsung berusaha menyamakan kedudukan. Dua usaha dari Luka Modric belum membuahkan gol. Yang pertama ditangkap Buffon, yang kedua melambung.

Balotelli menjajal peruntungannya pada menit ke-61 lewat sebuah tendangan dari luar kotak 16. Lagi-lagi usahanya itu belum menemui sasaran.
Kroasia akhirnya bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-72. Berawal dari umpan silang dari sisi kiri, bola jatuh ke Mario Mandzukic. Sekali mengontrol bola, Mandzukic menaklukkan Buffon dari jarak dekat, setelah memanfaatkan kesalahan antisipasi dari Chiellini. Hingga pertandingan usai skor 1-1 tetap betahan. (fal)

Piala

TERNYATA panasnya suhu tak membuat orang-orang yang ada disekitar kita menjadi dungu dan tak berdaya. Sebaliknya suhu yang panasnya telah mencapai 37 derajat itu telah membuat orang-orang semakin kreatif dan cerdas, setidaknya untuk mencari tempat berteduh dari sengatan mataharin
Bagi sebagian orang, suhu yang panas ini merupakan sebuah rezeki. Dari mulai tukang es dawet, sopir taksi hingga abang becak kebagian rezeki nomplok.
Rasa dahaga yang menyergap di kerongkongan serasa begitu nikmat bila disiram dengan air gula dan es. Sedang bagi para sopir dan abang becak, suhu yang panas memaksa orang-orang yang selama ini mempergunakan jasa angkot mengalihkan perhatiannya ke taksi maupun becak yang selain lebih adem juga tak pengab dan bau.

Di sisi lain, bagi para professional, suhu yang panas ternyata mengilhami sepak terjang mereka untuk mendapatkan pengakuan dari semua kalangan.
Salah satu contoh misalnya apa yang diraih Pemko Medan dalam 14 hari terakhir. Dalam rentang waktu yang sangat singkat itu Pemko Medan berhasil mendapat tiga penghargaan.

Penghargaan pertama adalah Piala Adipura, kemudian penghargaan Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) karena keberhasilan penggunaan Information Technology (IT) serta Award Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Jelas untuk mendapatkan semua penghargaan berupa piala ini dibutuhkan sebuah upaya keras yang tak kenal suhu, baik panas atau pun hujan. Yang pasti, dengan piala yang telah diraih maka citra Kota Medan akan semakin baik di mata pemerintah pusat.

Sedemikian hebatkah pengkultusan terhadap piala yang diraih? Padahal jika memang mau dan tanpa mengeluarkan banyak uang, jelas kita-kita yang ada di sini bisa saja menempah sebuah piala berbentuk apapun sesuai dengan yang kita kehendaki.

Tapi itulah, kita tak membutuhkan sebuah piala semata. Kita juga butuh sebuah pengakuan terhadap keberadaan akan kemampuan yang kita miliki. Ini sesuatu yang manusiawi. Bak minjam istilah orang Medan, enak kali memang kalau diumbang (disanjung). Ha..ha..ha..

Eh…, hampir lupa, ceirta tentang pengakuan, ternyata baru-baru ini ada juga anak muda asal Medan yang mampu memcahkan rekor MURI karena berhasil menerima 40 sertifikat dan piagam serta 33 kali mengikuti seminar dalam sebulan. Luar biasa.

Ini baru namanya anak Medan. Betapa tidak, dalam satu bulan itu hanya ada 30 hari, sementara dia mampu memperoleh 40 sertifikat. Artinya, pada hari-hari tertentu pemuda ini bisa mengikuti dua sampai tiga kali seminar. Wow.

Ya, piala, sertifikat atau apapun namanya memang bak magnet yang mampu membuat orang melakukan apapun juga untuk meraihnya. Tujuannya hanya satu, ingin eksistensinya mendapat perhatian dan penghargaan dari siapapun juga. Sekali lagi, sesuatu yang manusiawi. Jadi, jangan pernah berhenti bekerja dan berfikir kreatif demi meraih apa yang kita inginkan. (*)

Bank Sumut Dipimpin Plt Direksi

Periode Kepemimpinan Gus Irawan Selesai

MEDAN-Usai menggelar rapat rapat umum pemegang saham (RUPS) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) selama 12 jam, Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, selaku pemegang saham pengendali PT Bank Sumut mengumumkan, Bank Sumut dipimpin pelaksana tugas (Plt) direksi.

Pernyataan itu disampaikannya usai rapat di gedung Bank Sumut, Kamis (14/6). Dalam RUPSLB memutuskan sejumlah hal, antara lain memberhentikan dengan hormat Direksi PT Bank Sumut periode 2008-2012 mulai 16 Juni 2012.

“Adapun direksi yang diberhentikan dengan hormat itu yakni Gus Irawan selaku Direktur Utama, Zenilhar selaku Direktur Pemasaran dan M Yahya selaku Direktur Umum,” katanya.

Gatot menyebutkan, RUPSLB mengangkat pelaksana tugas (Plt) direksi untuk memimpin Bank Sumut sampai ditetapkan direksi defenitif. Adapun pejabat sementara itu yakni Plt Dirktur Utama PT Bank Sumut Riza Fahlevi Hasibuan, Plt Direktur Umum Zenilhar, dan Plt Direktur Pemasaran Rudi Dogar Harahap. Ketiga nama itu merupakan mantan direksi PT Bank Sumut di masa lalu.

Dia menambahkan dalam RUPSLB itu, pihaknya memutuskan mengangkat dua komisaris independen untuk menggantikan dua pejabat yang diberhentikan beberapa waktu lalu. Adapun dua komisaris independen itu adalah Riza Fahlevi Hasibuan dan Brata Kesuma.  “Riza Fahlevi sebagai komisaris independen defenitif sampai 2013 karena sudah ada keputusan Bank Indonesia. Sementara Brata Kesuma diangkat sementara sampai ditetapkan pejabat defenitifnya,” ujarnya.

Setelah menyampaikan hasil keputusan itu, Gatot beranjak meninggalkan ruang konferensi pers. Sejumlah kepala daerah, bupati, dan wali kota yang mengikuti RUPSLB juga tampaknya langsung meninggalkan gedung Bank Sumut.

Sebelumnya dalam laporan Direksi 2008-2012, Gus Irawan mengatakan perolehan laba bersih PT Bank Sumut hingga April 2012 mencapai Rp111,9 miliar. Sementara per Desember 2011 laba bersih Bank Sumut mencapai Rp426,2 miliar. Perolehan laba itu didorong oleh nilai aset yang tercatat sebesar Rp20,9 triliun hingga posisi April 2012. Nilai ini tumbuh sebesar 10,2 persen jika dibanding per Desember 2011 di mana nilainya Rp18,9 triliun.
Kemudian RUPS Bank Sumut, juga menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Direksi Bank Sumut periode 2008-2012. Jajaran direksi yang dikomandoi Direktur Utama, Gus Irawan. “Pertanggungjawaban diterima. Saya bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan,” ujar Gus Irawan. (saz)