Home Blog Page 13389

Dua Pelajar Bonyok Dihakimi Massa

Kedapatan Mencuri HP

LABUHAN- Kedapatan mencuri HP (handpone) dari sebuah warung kelontong di Jalan Titi Pahlawan Siombak, Kelurahan Paya Pasi, Kecamatan Medan Marelan, dua pelajar SMA Hang Tuah, Belawan dihakimi massa hingga babak belur, Sabtu (9/6).

Keduanya, Prasetyo (17) dan Syawaluddin Tambunan (16) warga Jalan Pulo Sicanang, Belawan. Mereka juga harus mendekam di sel tahanan Mapolsekta Medan Labuhan, untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.
Keterangan dihimpun Sumut Pos di lokasi kejadian, kedua remaja ini dihakimi massa beberapa saat setelah mencuri telepon selular dari sebuah warung milik Budi. Modus dilakukan kedua pelajar kelas dua SMA ini dengan berpura-pura membeli rokok. Melihat pemilik warung lengah, Prasetyo lalu mengambil handpone korban yang diletakkan di atas meja.

Naas, perbuatan keduanya berhasil dipergoki korban. Mengetahui hal itu, korban spontan berteriak hingga mengundang perhatian warga setempat. Takut diamuk warga, kedua pelaku langsung kabur dengan mengendarai sepeda motor ke arah Simpang Kantor, Kecamatan Medan Labuhan. Kesal melihat perbuatan kedua lajang tanggung ini warga lantas melakukan pengejaran.

Persis dikawasan Jalan Ileng Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, dua pelaku akhirnya berhasil diringkus. Massa yang emosi, kemudian menghajar kedua pelajar ini hingga babak belur. Bahkan, akibat aksi amuk warga tersebut, Syawaluddin muntah-muntah dan akhirnya roboh saat dijebloskan ke sel tahanan polisi.

.Beruntung amukan massa berhasil diredam setelah anggota Polsekta Medan Labuhan tiba di lokasi kejadian yang langsung mengamankan tersangka.
Terpisah, seorang penarik becak bermotor (betor) Ari Azhari (27), warga Kota Matsum 4, Gang Bidan, Kecamatan Medan Area, nyaris dihakimi massa, setelah diperegoki warga tengah mengambil handphone milik Deni (20), dari dalam sebuah toko perabot di kawasan Pasar X Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Sabtu (9/6) siang.

Akibat perbuatannya itu, dia harus menjalani hari-harinya di sel tahanan Polsek Percut Seituan.
Kapolsek Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak melalui Kanit Reskrim AKP Faidir Chaniago saat dikonfirmasi mengaku telah mengamankan satu tersangka dengan kasus pencurian. “Iya, sudah kita amankan, sekarang lagi diperiksa,” ucapnya. (mag-17/gus)

Tak Ingin Lupa Akar

Bantu Prayitno, Komidian yang Sukses di Usaha Kontraktor

Mendapat kepercayaan dari pengusaha dan diberi modal Rp1,5 miliar, menjadi titik balik kehidupan Bantu Prayitno. Luar biasa. Dalam waktu 1 tahun, modal dikembalikan dengan keuntungan Rp1,8 miliar. Bagaimana perjalanan kehidupan pelawak seangkatan Tomblok dan Jamal ini?

Pagi itu, Batu sedang duduk lesehan di teras rumah induk. Mengenakan celana pendek tanpa baju, salah satu pelawak senior Kota Medan ini menyapa ramah. Setelah berbincang, dialog dilanjutkan dengan cerita perjalanan kisah masa lalu ayah empat anak ini. Kisahnya dimulai sejak melajang, bergabung bersama Roulli Group, band impinan Munir Khan pada 1986. setahun kemudian, Bantu belajar melawak dan mulai manggung dengan grup lawak Jamal CS dengan personel Jamal, Samplok dan dirinya, Bantu cukup senang hanya diberi rokok dan makan. Berikut petikan wawancaranya yang dilakukan, Jumat (8/6) lalu:

Saat bergabung dengan Roulli Group Pimpinan Munir Khan sekaligus melawak bersama Jamal, Anda berkeliling pulau Sumatera. Kemana saja?

Ya, kami manggung keliling kota di Aceh hingga di Palembang. Di Padang, kami sepanggung dengan almarhum Gepeng. Kadang-kadang sepanggung dengan Tomblok CS.

Bagaimana rasanya sepanggung dengan pelawak tingkat nasional?

Biasa aja, saya tidak grogi. Gugup di panggung memang pernah saya alami waktu pertama hingga ke lima naik panggung. Kalau itu, enggak ada angina enggak ada hujan, aku gemeletaran (gemetaran, Red) di panggung. (Bantu kemudian bernostalgia semasa bergabung dengan Jamal CS di band Roulli Group). Dunia lawak saya tekuni hingga 1989. Kemudian saya bekerja di PTP II (sekarang PTPN II), lalu menikah 12 Desember 1990. Tiga tahun kemudian, saya menganggur, mocok-mocok.

Selepas melawak dan keluar dari perkebunan, kabarnya, Anda punya beberapa gudang. Benarkah?

Ya, pernah. Punya beberapa gudang di Batangkuis, Tanjungmorawa dan di Penara. Itu gudang penampungan sawit. Yah, begitulah….  Tahun 1997 sampai 1999, setelah punya sedikit modal, saya jadi distributor PT Kedaung, menyalurkan barang pecah belah. Saya buka DO dan ngirim barang kemana-mana. Sayang, kinerja PT Kedaung terganggu dan saya terkena imbasnya. Saya nganggur lagi dan jadi orang pasaran. Pertengahan 2001, saya dicalonkan dan mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Sena.

Apa tanggapan warga desa ketika itu?

Wah, orang-orang menganggap negatif. Banyak juga yang tidak peduli dan berucap, ‘’terserahlah mau dibawa kemana desa ini, mau dihancurkan si Bantu juga ya silakan….’’ Waktu itu, martabat desa ini memang dianggap rendah. Makanya saya termotivasi menjadi kepala desa, untuk membangun desa ini dan akhirnya terpilih.

Setelah terpilih, apa program kerja yang Anda lakukan untuk menaikkan derajat desa Anda?

Saya terobsesi bangun sekolah dan pengajian. Kendalanya, kami tak punya uang. Maka, saya ajaklah warga bergotong-royong dan mengumpulkan dana seadanya. Dari dana swadaya dan donatur yang tidak mengikat, kami berhasil membangun dua lokal dan satu ruang guru. Itu tahun 2002. Kami menamai sekolah itu Sekolah Hidayatullah. Di sana ada pendidikan TK dan pengajian di siang hari.

Lima tahun pertama, sekolah ini berjalan terseok-seok. Saya harus mensubsidi sekolah ini Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Mulai 2008, mutu sekolah TK dan pengajian ini sudah meningkat, masyarakat makin percaya dan sekolah mulai berjalan kea rah yang lebih baik. Dan kemarin (Rabu, 6 Juni lalu), kami sudah mewisuda anak TK angkatan ke-10. SD nya sekarang udah sampai kelas 5.

Setelah sekitar 10 tahun kemudian, apakah perbedaan yang terjadi di desa Anda?

Alhamdulillah, sekarang kondisi masyarakat di desa kami sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kabarnya, Anda dapat suntikan modal hingga miliaran rupiah . Menurut Anda, mengapa ada orang yang mempercayakan uang dalam jumlah besar?

Itulah rasanya yang menjadi titik balik dalam hidup saya. Ada seorang bapak angkat yang kasih saya Rp1,5 miliar dalam tiga termin. Dia minta uangnya saya jadikan modal dengan catatan, keuntungannya dibagi dua. Mungkin beliau melihat saya punya potensi dan percaya pada kemampuan saya. Saya juga tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan itu. Saya gunakan sebaik-baiknya.

Apa yang dilakukan dengan uang sebanyak itu?

Saya memborong pembangunan jembatan-jembatan kecil di Batangkuis, Percutseituan dan Tanjungmowara. Alhamdullillah, modal dan keuntungan bisa saya kembalikan dalam satu tahun. Keuntunngan Rp1,8 miliar diberikan ke saya Rp900 juta. Luar biasanya, investor itu sangat senang, hingga membawa saya ke showroom mobil miliknya dan meminta saya memilih satu unit mobil baru. Wah, luar biasa rasanya. Saya tau diri dan minta diberikan mobil bekas saja. Saya minta Daihatsu Taft, tapi beliau akhirnya memberikan saya Daihatsu Taruna.

Tau nggak, waktu itu saya merinding dikasih bonus mobil. Pulangnya, saya masih seperti mimpi. Naik mobil saja belum lancar. Waktu isi BBM, sayanggak tau bagaimana caranya. Terpaksa, sambil menahanmalu saya minta tolong petugas Pom bensin. Hahahah….

Apa yang Anda lakukan dengan uang Rp900 juta itu?

Saya langsung bagi dua. Rp400 juta saya bangun rumah kontrakan dan sisanya untuk kerja. Saya buat CV Bayu Anggara dan saya ikut proyek GDSM (Deliserdang Membangun)  . Alhamdullilah, semua lancar. Usaha kontrakan berkembang, usaha di kontraktor juga berjalan baik. Sekarang, proyek ditangani abang dan adik saya, serta anak sulung saya, Bayu Anggara. Soalnya, saya kan masih aktif sebagai kelapa desa, supaya bias fokus melayani warga. Enggak enak, kepala desa ikut main proyek.

Setelah semua pencapaian ini, apakah ingin berkarir di dunia politik di jenjang yang lebih tinggi?
Tidak, saya tidak ingin. Saya malah ingin kembali lagi ke dunia hiburan, dunia yang saya cintai dan geluti sejak lama. Di situlah akar saya. Pekan ini saya akan rekaman album campur sari yang kedua. Doakan ya….(tms)

Bangga Lahirkan Singa

Menjadi crosser merupakan cita-cita Bantu Prayetno sejak muda. Apa daya, kemampuan ekonomi orangtua tidak mendukung mimpinya itu. “Jangankan membeli kereta (sepedamotor), beli bautnya aja tidak sanggup,” ujar anak pensiunan karyawan PTPN II ini.

Tidak pernah menikmati sensasi peningkatan adrenalin di lintasan, Bantu tetap menonton balapan. Kadang dia membawa dua anak lelakinya Bayu Anggara dan Bagus Handoko ke arena balap dari Batangkuis hingga belasan kilometer ke Lubukpakan, Sibiru-biru dan daerah lainnya. “Kami naik sepeda,” sebutnya.

Mendengar ingar-bingar suara kenalpot motor balap dan melihat aksi jumping penunggangnya, memberikenikmatan tersendiri bagi Bantu.

Bila ada pembalap menyentuh garis finis, dia berlari mendekat. Sekadar melihat senyuman pemenang dan mengelus motor pembalap jagoannya.

Keinginan untuk berlomba di arena balap memang tidak kesampaian. Tetapi Bantu kini bisa tersenyum. Dia menurunkan hasratnya tersebut melalui anaknya, Bagus Handoko. Beruntung, saat Bagus remaja, kondisi finansial Bantu menunjukkan tanda peningkatan.  Ia tidak ingin pengalamannya di masa lalu terulang pada Bagus. Anaknya itu difasilitasi perlengkapan balap, disekolahkan di sekolah pembalap hingga mampu mengikuti berbagai ajang kompetisi di tingat provinsi dan nasional. Bagus malah punya tim reli sendiri bernama Bagus Rally Team.

Prestasi demi prestasi diukir, ratusan piala yang dipajang dalam tiga lemari, pun menjadi saksi  anaknya. “Bagus sampai dijuluki Singa dari Deliserdang,” ujar Bantu bangga.
Saat ini, Bagus turun di kelas 250 special engine dan berada di peringkat kedua di tingkat provinsi. “Saya bangga dengan prestasi balapnya,” ujar komidian ini.
Tidak hanya hobi anaknya yang benar-benar menjadi perhatian Bantu. Saat ini, dua anaknya, Bayu dan Bagus sedang menimba ilmu di Universitas Negeri Medan (Unimed) di jurusan olahraga. (tms)

Bila Bagus berprestasi di lintasan balap, Bayu kii dikader untuk melanjutkan usaha orangtuanya. Dia ditandemkan dengan paman-pamannya menelola usaha kontraktor di bawah bendera CV Bayu Anggara. “Dia belajar-belajar dulu,” sebutnya sambil tersenyum. (tms)

Asa Grup Neraka

Belanda vs Denmark

AMBISI timnas Belanda menjadi yang terbaik di Euro 2012 ini sedikit terkendala. Itu setelah kekuatannya sedikit berkurang dengan kondisi kurang menggembirakan salah satu palang pintu andalannya, Joris Mathijsen. Pemain senior Belanda itu masih dibekap cedera hamstring pasca laga uji coba lawan Bulgaria, Sabtu pekan lalu.

Padahal, tim Oranje sudah harus melakoni laga perdananya melawan Denmark di Kharkiv hari ini, Sabtu (9/6). Diberitakan di Goal, pelatih Bert van Marwijk belum bisa menentukan apakah Mathijsen bisa dimainkan atau tidak pada pertandingan tersebut. Sebab, hingga kini dirinya masih melihat perkembangan cedera Mathijsen.

Meski sudah mengalami cedera, Van Marwijk belum akan mendepak Mathijsen dari skuad asuhannya. Dia pun masih berharap Mathijsen bisa dimainkan di Euro tahun ini. “Masih ada kemungkinan Joris akan pulih. Tapi, mungkin akan terjadi sebelum melawan Jerman,” ujar Van Marwijk.
Menurutnya, banyak aspek yang membuatnya harus menunda dulu penampilan Mathijsen di Euro ini. Salah satunya dengan melihat kondisi pemulihan cedera yang dialami Mathijsen. Walaupun dia mengakui tenaga Mathijsen sangat dibutuhkan timnya.

“Saya berharap dia masih memiliki banyak waktu untuk pulih,” ungkap Van Marwijk.

Terkait dengan opsi pengganti Mathijsen, Van Marwijk belum juga menentukan pemain yang bisa menjadi alternatifnya. Dua nama akan masuk dalam bahan pertimbangannya, yaitu Ron Vlaar dan Wilfried Bouma. “Semuanya akan kami putuskan dalam dua hari ke depan,” sebut dia.

Sementara itu, gelandang senior Belanda Mark van Bommel tetap optimistis dengan peluang timnya. Sekalipun dalam Euro ini nanti timnya berada di grup berat, Belanda masih bisa berbicara banyak. “Kami masih memiliki pemain di cadangan yang tak kalah bagusnya. Kuncinya, ada di kebersamaan,” ucap van Bommel di situs UEFA.

Sementara, pelatih Denmark Morten Olsen mengakui tim Oranje Belanda favorit di Grup B. Namun begitu, bukan berarti anak asuhnya akan mudah dikalahkan.

“Kami akan menghadapi lawan yang menjadi salah satu favorit dalam turnamen ini. Tapi, itu tidak berarti bahwa kita akan menyerah dan mengatakan bahwa kita tidak memiliki peluang untuk menang,” katanya.

Menghadapi tim yang lebih diunggulkan, Olsen sadar jika mereka tak boleh membuat kesalahan dalam permainan. Meski demikian, mereka juga berharap dinaungi keberuntungan.

“Melawan Belanda mungkin kami butuh sedikit keberuntungan daripada melawan yang lainnya di grup kami. Tapi itulah yang harus kami harapkan,” tukasnya.(bbs/ran/jpnn)

Uut Permatasari dan Tomtom Batal Nikah?

Pasangan Uut Permatasari dan Tomtom ‘The Titans’ diguncang isu miring. Di tengah kabar persiapan rencana pernikahan mereka, keduanya dikabarkan tengah bertengkar hebat. Uut  memang tak menampik dirinya kerap berselisih dengan kekasihnya itu. Namun ia menampik bertengkar hebat dengan penabuh drum The Tintans itu.

“Biasa aja kalau ada pertengkaran, ada masalah saya maunya begini, dia maunya begitu,” kata Uut saat ditemui di studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

Kabarnya pula, pertengkaran tersebut karena kehadiran pihak ketiga dari Uut. Pedangdut itu pun membantah memiliki pria idaman lain.
“Nggak ada itu. Perselisihan soal itu nggak ada. Saya orangnya lurus. Saya setia,” tampiknya.

Namun saat ditanya soal terancam batalnya pernikahan mereka lantaran isu gonjang-ganjingnya hubungannya itu, Uut tak bisa menjawab dengan pasti. Ia pun hanya memastikan hubungannya baik-baik saja seraya meminta doa.

“Kita baik-baik aja. Minta doanya aja,” pintanya dengan nada mengambang dan mata berkaca-kaca. (bbs/net)

PDS Sumut Resmi Usung RE Nainggolan

MEDAN- Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Damai Sejahtera (PDS) Sumut akhirnya resmi mengusung DR RE Nainggolan sebagai Cagubsu pada perhelatan Pilgubsu Maret 2013 mendatang. Keputusan dan rekomendasi menetapkan mantan Sekdaprovsu itu sebagai figur tunggal yang diusung partai ungu itu disampaikan pada Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) II PDS Sumut di Hotel Antares Jalan Sisingamangaraja, Jumat (8/6).

Hadir dalam  kesempatan itu Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDS DR Deny Tewu dan Sekjen DPP PDS Sahat Sinaga, mantan anggota DPD RI Lundu Panjaitan, Bishop GKPI, dan mantan Kepala Dinas Sosial Pemprovsu Nabari Ginting.

Ketua DPW PDS Sumut Toga Sianturi di depan ratusan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDS se-Sumut menegaskan pilihan mengusung RE Nainggolan sebagai Cagubsu sudah berdasarkan proses seleksi yang matang. ‘’Ada delapan kriteria yang ditetapkan PDS sebagai syarat Cagubsu, dan itu semuanya ada pada pak RE,’’ ujarnya.

Toga menyatakan delapan kriteria itu meliputi berpengalaman di bidang pemerintahan, dikenal masyarakat, aktif berkegiatan sosial, mampu menyatukan masyarakat yang pluralis, humble, visibel,  punya jaringan komunikasi yang luas, dan takut akan Tuhan. Lebih jauh dikatakan, rekomendasi itu segera dituangkan dalam Surat Keputusan DPW setelah dikonkretkan di Rapimwil yang berlangsung selama dua hari tersebut. ‘’Rekomendasi resmi akan disampaikan kepada DPP PDS secepatnya, dan itu akan kita tuntaskan di Rapimwil ini,’’ tegas Toga.

RE Nainggolan yang menyampaikan sambutan di pembukaan Rapimwil menyatakan kegembiraannya atas kepercayaan para pengurus PDS se-Sumut terhadap dirinya.

Mantan Bupati Taput yang akrab disapa RE ini memuji kepedulian seluruh pengurus inti PDS di kabupaten/kota yang antusias mengikuti Rapimwil tersebut. Mengekspresikan kekagumannya, RE menyitir ucapan Jenderal Colin Powell, mantan Menlu AS, yang menyatakan, prajurit sejati adalah mereka yang militan dan berjuang hingga akhir. ‘’Saya lihat kader-kader PDS malam ini mengingatkan saya akan ucapan Jenderal Colin Powell,’’ ujarnya.

Rapimwil II PDS yang mengambil tema ‘’Implikasi dan Antisipasi UU Pemilu 2012 bagi Partai Politik’’ ini dihadiri ratusan kader PDS se-Sumut dengan mengagendakan sejumlah materi pertemuan. Selain merumuskan rekomendasi RE Nainggolan sebagai Cagubsu untuk ditetapkan DPP, agenda lainnya adalah merancang strategi pemenangan PDS di Pemilu 2014 mendatang. Pada Pemilu 2009 silam, PDS berhasil meraih lima kursi di DPRDSU dan mendudukkan tiga kader terbaiknya di DPR RI di Senayan. (val)

Malaria Bisa Disembuhkan dengan Ekstrak Sambiloto

MEDAN – Ekstrak sambiloto diakui bisa mengobati penyakit malaria dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dan disertasi yang dilakukan Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI tentang penggunaan ekstrak sambiloto (andrographis paniculata).

“Hasil penelitian yang saya lakukan, ekstrak sambiloto itu bisa dijadikan obat untuk penyakit malaria. Malah tidak hanya sebagai obat, sambiloto itu juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” ungkap Umar Zein di Medan, Rabu (6/6).

Hasil penelitiannya itu juga bilang Umar, sudah dipatenkan ke Dirjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dengan nomor HKI.3 HI.05.01.02.2044.
“Kita sudah lakukan penelitian. Kita berharap, penelitian ini bisa dikembangkan perusahaan farmasi agar bisa diproduksi skala besar. Kalau berhasil, maka Indonesia sangat terbantu. Karena tidak perlu mengimpor obat dan meningkatkan nilai ekonomis di masyarakat,” jelas Umar.

Sejauh ini bilang Umar, kasus malaria di Indonesia masih belum ditangani dengan baik. Terbukti, kasusnya tetap tinggi tiap tahun. Diperkirakan penyakit ini bisa membunuh 30 ribu orang dan menyebabkan 10-12 juta orang jatuh sakit tiap tahun.

“Sejak dari zaman penjajahan Belanda hingga saat ini, wilayah endemis malaria di Indonesia masih belum bisa dibebaskan dari penyakit itu,” katanya.
Indonesia sendiri lanjutnya, estimasi malaria ada 1,96 per 10 ribu penduduk. Pada 2011, setidaknya ada 1,8 juta kasus malaria klinis yang mendapat pengobatan.

“Belum lagi mereka yang tidak dapat pengobatan,” ungkapnya.

Provinsi Sumatera Utara sendiri, sebut Konsultan Penyakit Tropik Indonesia ini, pada 2009 ada 102.446 kasus malaria yang diobati.
Fakta lain, lanjutnya, anak-anak yang selamat dari malaria akut dapat mengalami gangguan belajar, anemia, dan gangguan tumbuh kembang. Bagi ibu hamil, malaria bisa menginfeksi janin. Akibatnya, bayi berisiko terpapar anemia dan berat badan lahir rendah (BBLR).

“Artinya, 50 persen populasi rawan terinfeksi malaria, terutama pedesaan dan wilayah masyarakat miskin. Secara global, penyakit ini merupakan salah satu faktor utama penyebab kemiskinan. Karena, banyaknya penderita, akan menurunkan produktivitas kerja,” sebutnya.

Tingginya kasus malaria, tambah Umar, tidak berbanding lurus dengan manajemen penanggulangan dan pengobatan. Dari sisi pengobatan konvensional yang menggunakan obat kloropin, sulpadokdsin-pirimetamin, kina ternyata sudah resisten bagi parasit malaria.

“Obat yang direkomendasikan WHO saat ini ACT (artemisin combination therapy) yang berasal dari China. Kita menggunakannya sejak 2006. Tetapi, distribusinya masih belum merata.  Padahal, ada bantuan asing dari Global Fund bidang malaria,” sebut Umar lagi.

Karenanya, sambungnya,  sudah sepantasnya Indonesia memproduksi sendiri obat malaria dari bahan baku yang ada di negeri ini yakni ekstrak sambiloto. (uma)

Anas tak Prioritaskan Kader

LUBUKPAKAM-Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menegaskan Partai Demokrat tidak akan memprioritaskan kader bila ada bakal calon (balon) non-kader yang lebih unggul dalam survei.

Hal itu ditegaskan Anas saat berpidato di acara pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat Deliserdang dan Serdangbedagai periode 2011-2016, di alun alun Lubukpakam, Jumat (8/6). Survei itu merupakan mekanisme yang dijalankan untuk menjaring balon yang dianggap tepat. Setelah survei menyusul uji kelayakan dan kepatutan untuk kemudian nama-nama itu dikonfirmasikan  kepada masyarakat Sumut.

Tim-9 nantinya juga akan mencocokkan nama-nama untuk dipasangkan sebagai Cagubsu. “Misalnya si A akan dipasangkan dengan si B. Si B dengan C atau sebaliknya. Nah, tentunya akan dilihat kepopuleran pasangan itu. Gubsu itu kan tak sendiri ada wakilnya,” kata Anas sebelum disematkan pakaian tradisional Melayu.

Ditanyai apakah ‘Cikeas’ sudah mengantongi nama untuk dicalonkan sebagai Gubsu, Anas menjawab diplomatis, semua ada mekanismenya. Terkait informasi Sutan Bhatoegana mendapat restu langsung dari dirinya, Anas juga tak menjawab secara tegas. ‘’Semuanya harus lewat mekanisme partai,’’ katanya. (btr)

PAN Jaring Balon Gubsu Akhir Juni

MEDAN- Pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut akan memuali proses penjaringan bakal calon (balon) Pilgubsu pada akhir bulan ini. “Ada proses penjaringan sesuai mekanisme. PAN berencana membuka pendaftaran balon tepatnya minggu ketiga Juni,” ungkap Ketua DPW PAN Sumut, Syah Afandin, Jumat (8/6). Adik mantan Gubsu Syamsul Arifin yang akrab disapa Ondim ini menyatakan mekanisme itu merupakan langkah keseriusan partai berlambang matahari tersebut mengusung sosok terbaik untuk memimpin Sumut ke depan.

Ondim menjelaskan PAN tidak membatasi siapapun ikut dalam proses penjaringan asalkan memenuhi syarat yang ditetapkan partai. Diakui proses penjaringan akan dilaksanakan secara selektif mengingat posisi PAN yang harus berkoalisi dengan partai lain agar mengusung pasangan calon.
Seperti apa syarat balon yang dijagokan PAN, Ondim mengisyaratkan, orang yang diajukan itu adalah figur terbaik yang populer, serta terpenting memiliki komitmen membangun Sumut. “Soal kader atau non-kader, itu tergantung hasil penjaringan sesuai mekanisme partai. Jelas kader yang diutamakan bila ia punya nilai plus dibanding non-kader yang mendaftar,” tukasnya.

Ondim berpendapat PAN akan realistis memutuskan pasangan calon karena parpol itu tak mampu memenuhi 15 persen suara di Pemilu 2009 atau 15 persen kursi di DPRD Sumut. ‘’Kami tetap menimbangkan bila ada  kesepakatan koalisi,’’ ujarnya. Saat disinggung apakah dirinya ikut mendaftar di partai yang dipimpinnya itu? Dengan wajah sumringah, Ondim mengangguk mantap. ‘’Mekanisme tetap dilaksanakan secara fair,’’ ingatnya. (ari)

Bank Sumut Tambah Lapangan Kerja

Gus Irawan Resmikan Empat KCP

MEDAN-PT Bank Sumut kembali meresmikan empat Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Tebingtinggi pada 7 Juni 2012 lalu. Dengan bertambahnya empat KCP tersebut, Bank Sumut secara otomatis akan menambah lapangan kerja bagi masyarakat di Sumut.

Adapun keempat KCP tersebut yakni KCP Pasar Bunga-Tebingtinggi, KCP Pijar Koling-Padangsidimpuan, KCP Sigambal-Rantauparapat dan KCP Lahomi-Nias Barat. Dan peresmian empat KCP ini secara simbolis dipusatkan di KCP Pasar Bunga-Tebingtinggi.

Pada kata sambutannya, Dirut Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu menuturkan, dengan bertambahnya kantor Bank Sumut, maka bertambah pula lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Sumatera Utara (Sumut). “Khususnya bagi mereka yang ingin berkarir dan ingin menjadi seorang bankir. Ini juga merupakan satu upaya Bank Sumut dalam usaha mengurangi tingkat pengangguran, khususnya di Sumut,” imbuhnya.

“Tebingtinggi merupakan tempat saya meniti karir, doa orang Tebingtinggi ini jugalah yang menghantarkan saya saat ini menjadi Dirut Bank Sumut. Terima kasih atas doa dan kepercayaan yang saudara-saudara berikan kepada saya,” tambahnya.

Gus Irawan juga mengucapkan selamat atas prestasi yang didapat Kota Tebingtinggi yang berhasil mendapatkan penghargaan Adipura diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Sesungguhnya prestasi yang diraih itu merupakan hadiah untuk semua masyarakat. Karena tanpa adanya peran masyarakat, tak akan mungkin Kota Tebingtinggi mendapatkan penghargaan tersebut,” tuturnya.

Peresmian empat KCP ini juga dimanfaatkan Gus Irawan untuk berpamitan kepada seluruh nasabah Bank Sumut. Karena tinggal hitungan hari saja dia bakal mengakhiri periode ketiganya menjadi Dirut Bank Sumut.

“Saya mengaharapkan dukungan dari kita semua, semoga kerjasama yang telah sangat baik terjalin selama ini, tetap kita pertahankan siapapun nanti yang akan memimpin Bank Sumut,” harapnya.

Terhitung pada peresmian tersebut, masyarakat langsung dapat melakukan transaksi keuangannya di KCP yang baru saja diresmikan.
Sementara itu, Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Kota Tebingtinggi sebagai tempat peresmian empat KCP Bank Sumut. “Saya menyambut baik atas pembukaan dan peresmian empat KCP ini, karena semakin dekat dengan masyarakat, maka semakin mudah pula masyarakat mendapatkan service dan pelayanan terbaik dari Bank Sumut,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irawan juga turut menyerahkan santunan kepada anak yatim, dan penyerahan asuransi jiwa Sipanda kepada ahli waris nasabah Bank Sumut.

Peresmian ini juga turut dihadiri Ketua dan Wakil Ketua DPRD Tebingtinggi Syahrial Malik dan Khairil Mukmin, Ketua Kadin Tebingtinggi M Daniel Sofian, Danramil dan Wakapolres Tebingtinggi, Kompol I Made Ari, Ketua Pengadilan Negeri Tebingtinggi dan Ketua serta Wakil Ketua KONI Tebingtinggi. (*)

Berbagi Kartu Merah

WARSAWA-Polandia gagal membuat sejarah sebagai tuan rumah yang berhasil menang di partai pembuka Piala Eropa, sepanjang 4 tahun terakhir. Meskipun Pasukan Putih-Merah itu sempat unggul atas Yunani di babak pertama, di partai pembuka yang digelar di Warsawa National Stadium, Jumat (8/6) malam WIB.

Polandia membuka keunggulan lewat gol Robert Lewandowski menit ke-17. Gol melalui sundulan kepala striker oportunis yang bermain di Borussia Dortmund itu sekaligus membuat sejarah baginya sebagai pencetak gol pertama Piala Eropa 2012. Gol itu berawal dari umpan silang Blaszczykowski. Fans tuan rumah pun bersorak.

Polandia juga sebelumnya mendapatkan kesempatan emas ketika Piszczek bermain cantik di sisi kiri dan melayangkan umpan ke depan gawang Yunani yang dijaga Kostas Chalkias.

Namun peluang yang tercipta pada menit ke-14 itu hanya melintas di depan muka Lewandowski yang berusaha melesakkan bola dengan sundulan kepalanya.

Salah satu peluang emas Yunani pada babak pertama diperoleh ketika Gekas dilanggar Polanski pada menit ke-10. Namun tendangan bebas dari Karagounis yang diarahkan ke Gekas tidak bisa diselesaikan dengan baik.

Dalam pertandingan ini, kartu kuning pertama Piala Eropa 2012 dihadiahkan wasit kepada pemain Yunani, Papastathopoulos pada menit ke-35.
Pada menit ke-36, Yunani memasukkan Kyriakos menggantikan Avraam, namun belum membuat peluang yang membahayakan gawang Polandia.
Justru pada menit ke-44, Papastathopoulos harus keluar lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua karena melanggar Murawski. Menjelang babak pertama usai pemain Yunani, Jose Holebas kembali mendapat kartu kuning sekaligus menutup babak pertama.

Di babak kedua, Yunani berhasil menyamakan kedudukan di menit awal. Gol Dimitrios Salpingidis di menit ke-50 mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Tuan rumah nyaris malu setelah menit ke-68 wasit kembali mengeluarkan kartu merah kedua untuk kiper mereka, Wojciech Szczesny karena melanggar pemain Yunani, Salpingidis di dalam kotak penalti. Kiper Arsenal itu langsung dikeluarkan dan digantikan kiper kedua Polandia, Przemyslaw Tyton.
Wasit menunjuk titik putih. Untung saja, tendangan Karagonis  berhasil ditepis penjaga gawang Yunani, Tyton dengan sempurna.
Dua puluh menit menjelang pertandingan usai, kedua tim saling melancarkan serangan. Namun, hingga pertandingan usai skor tetap bertahan sama kuat.

Pesta Pembuka Libatkan 63 Negara

Sebelumnya, paduan dari olahraga dan budaya dipersembahkan di upacara pembukaan Euro 2012. Upacara pembukaan pesta sepak bola itu melibatkan koreografi massal yang melibatkan sekitar 800 penari dari 63 negara.

Konseptor upacara pembukaan Piala Eropa 2012 adalah Marco Balich, Produser Olimpiade dan Presiden Kegiatan dan Seremoni dari perusahaan Filmmaster Events. Pertunjukan 20 menit itu menjadi penanda saat digelar Piala Eropa yang diselenggarakan pertama kali di Eropa Tengah dan Timur. Piala Eropa 2012 juga mempromosikan nilai-nilai yang diusung, yaitu persatuan, persaingan, dan antusiasme. “Sangat mengagumkan melihat banyak manusia di sini. Saya benar-benar puas dan senang Euro digelar di Polandia,” kata Slawek Wjciechowski, pemuda 25 tahun warga Warsawa kepada Reuters.

Memang tidak semuanya bisa masuk stadion, tapi ribuan orang tetap bisa mengekspresikan kegembiraan mereka menyambut dibukanya Euro 2012. Sebagian besar memenuhi fans zone dekat Istana Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan. “Ini peristiwa besar bagi Polandia. Untuk pertama kalinya kami menjadi tuan rumah peristiwa besar. Saya benar-benar terkesan  oleh atmosfer yang ada,” kata Leszek Wilczak. (fal/bbs)