Home Blog Page 13390

Pemko Medan Raih Opini WTP

Hasil Audit Atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2011

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemko Medan dan dua daerah lainnya di Sumut. Penilaian itu diberikan karena BPK RI tak mendapatkan temuan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.

Penyerahan opini terhadap laporan keuangan Pemko Medan disampaikan Kepala BPK RI perwakilan Sumut, Muktini SH kepada Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S Msi, Ketua DPRD Medan Drs H Amiruddin dan Sekda Medan Ir H Syaiful Bahri, Jumat (9/6) di Gedung BPK RI Perwakilan Sumut di Jalan Imam Bonjol, Medan.

Opini WTP bagi Pemko Medan merupakan yang pertama kalinya, sebelumnya laporan keuangannya selalu mendapatkan  hasil opini disclemaer dan Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Muktini menyampaikan, BPK RI memberikan opini terhadap laporan keuangan Pemko Medan dilakukan setelah adanya pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemko Medan TA 2011, yang diserahkan 20 Maret 2012. Dalam pemeriksaannya, BPK RI tak mendapatkan temuan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.

“Atas dasar itulah, Pemko Medan mendapatkan hasil opini WTP. Meski demikian masih ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan untuk diperbaiki kembali,” ujarnya.

Dia mengakui, hasil yang diraih Pemko Medan cukup membanggakan. Sebelumnya, Laporan Keuangan  Pemko Medan sering mendapat opini disclemaer. Baru tahun 2010, Pemko Medan berhasil mendapatkan opini WDP. Berkat perbaikan yang telah dilakukan, selang setahun Pemko Medan berhasil mendapatkan opini WTP.

“Harus diingat, WTP bukan hadiah dari BPK. Melainkan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemko Medan. Untuk itu  tidak perlu memberikan terima kasih kepada BPK, berikanlah terima kasih kepada jajaran yang telah bekerja keras memperbaiki laporan keuangan sehingga menjadi lebih baik,” katanya mengingatkan.

Sampai saat ini, paparnya, pihaknya telah menyerahkan 16 laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI atas lapaoran keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2011. Dari 16 LHP yang sudah diserahkan itu, 3 mendapat hasil opini WTP, termasuk di dalamnya Pemko Medan. “Saya minta Pemko Medan harus terus mempertahankan atau bila perlu dan tingkatkan lagi pada tahun yang akan dating,” sebutnya.

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM menyambut gembira atas hasil yang diraih Pemko Medan. Dengan keberhasilan itu, diharapkannya dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemko Medan untuk bekerja lebih baik lagi. Dengan demikian, seluruh SKPD dapat lebih baik, lebih transparan dan lebih akuntabel dalam pengelolaan keuangan.

Dia menyampaikan, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.58/2005 pasal 102 ayat (1), laporan keuangan disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 3 bulan setelah anggaran berakhir. Pada tahun lalu, selama lebih kurang empat bulan kepemimpinannya sebagai Wali Kota Medan dan Drs H Dzulmi Eldin MSi sebagai Wakil Wali Kota, Pemko Medan meperoleh hasil opini WDP atas laporan keuangan tahun 2010. Dimana selama beberapa tahun sebelumnya, opini BPK atas laporan keuangan Pemko Medan adalah disclemaer.

“Bekat kerja keras seluruh jajaran Pemko Medan selama tahun 2011 dan didukung seluruh anggota DPRD Medan yang terhormat, maka opini BPK atas laporan keuangan Pemko Medan tahun 2011 adalah WTP,” ujarnya.

Laporan keuangan Pemko Medan Tahun 2011, tambahnya, terdiri dari pendapatan sebesar Rp2.747.359.034.421,34, belanja sebesar Rp3.041.037.853.628,40, surplus/defisit  (Rp.293.678.819.207,06), pembiayaan netto senilai Rp374.351.015.711,38, saldo Akhir tahun sebesar Rp80.672.196.504,32, aset tetap sebesar Rp22.255.256.494.512,50, aset lainnya sebesar Rp81.074.026.816,20 dan total aset senilai Rp22.858.193.509.227,20.

Lebih lanjut, dia mengatakan, hasil yang diraih merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemko Medan, antara lain Bagian Aset dan Perlengkapan telah melakukan inventarisasi fisik persediaan pada akhir tahun 2011 sebesar Rp57.549.916.913,38. Selain itu telah melakukan inventarisasi dan evaluasi atas aset tetap, sehingga diketahui posisi aset Pemko Medan berdasarkan kartu inventarisasi barang baik aset yang bergerak seperti mobil maupun aset tidak bergerak untuk seluruh SKPD. Dengan demikian diketahui jumlah aset Kota Medan sebesar Rp22.255.256.494.512,50.
“Terhadap seluruh jajaran direksi perusahaan daerah telah melakukan audit atas laporan keuangan perusahaan daerah tahun 2011 melalui kantor akuntan publik, sehingga Pemko Medan dapat menyajikan metoda akuitas atas penyertaan modal Pemko Medan pada seluruh perusahaan daerah. Sedangkan melalui inpektorat wilayah telah melakukan verifikasi atas retribusi  kebersihan (sampah),” jelasnya.
Selain itu, paparnya, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pemko Medan telah melakukan penatausahaan yang lebih baik dari sebelumnya. Hal inilah mencerminkan dengan penutupan hasil kas akhir tahun yang dibantu inspektorat wilayah sebagai satuan pengawas intern Pemko Medan, penutupan kas bendahara pengeluaran dapat dilaksanakan dengan tepat waktu sehingga saldo kas hanya sebesar Rp3.650.000.
Untuk itu, Rahudman mengingatkan, meraih prestasi masih lebih mudah dari mempertahankan prestasi. “Kita di Pemko Medan jangan lengah dan terbuai, mari terus bekerja keras untuk pembangunan dan kemamuran rakyat Kota Medan, sehingga dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Medan Drs H Amiruddin mengatakan keberhasilan Pemko Medan mendapatkan opini WTP ini menunjukkan laporan keuangan Pemko Medan semakin membaik setiap tahunnya. Untuk itu, atas nama DPRD dan seluruh warga Kota Medan menyambut baik apa yang telah diraih ini.
“Semoga hasil yang diraih ini dapat ditingkatkan lagi sehingga hasilnya bisa lebih baik lagi di kemudian hari,” harapnya. (adl)

Pendataan Aset Pemko Medan Membaik

Kasubag Hukum dan Humas BPK RI Perwakilan Sumut, Mikael PH Togatorop menjelaskan khusus untuk Kota Medan BPK Sumut menilai ada perbaikan dalam pendataan aset, yang merupakan kelemahan dalam laporan keuangan tahun sebelumnya.

Menurut dia, hal pokok sering terjadi dalam opini BPK RI terhadap pengelolaan aset, di tahun 2010 memang kurang baik. Namun di tahun 2011 sudah ditata dengan baik. Sehingga dalam opini laporan keuangannya, Pemko Medan sudah mengelola dengan baik.

Mikael menerangkan, aset ini termasuk uang, bila tidak ditata dengan baik. BPK RI akan memberikan opini tidak baik juga. Hal itu pernah diberikan kepada Pemko Medan ditahun-tahun sebelumnya.

Bahkan, paparnya BPK RI sudah berulang kali memberikan rekomendasi kepada Pemko Medan tentang pengelolaan aset, mulai aset bergerak dan tidak bergerak.

“Tanahnya berapa, barang bergerak dan gedungnya ada berapa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mikael menjelaskan laporan keuangan Pemko Medan masih perlu dibenahi seperti  pengelolaan keuangan perjalan dinas dan reses anggota DPRD Medan. Karena dalam pelaksanaannya masih ada hal-hal yang pertanggungjawabannya belum jelas, seperti kwitansi atau dokumentasi lainnya.

“Ini tidak pas, dan mempengaruhi secara keseluruhan. Sepanjang itu tidak bisa dipertanggung jawabkan harus diserahkan ke kas daerah,” pintanya. (adl)

Tepis Krisis

Jerman vs Portugal

SEPERTI biasanya Jerman selalu menjadi tim favorit untuk tampil sebagai juara, baik di ajang World Cup maupun Euro. Status mereka sebagai sebuah tim yang telah 3 kali memenangi World Cup (1954, 1974 dan 1990) dan 3 kali memenangi Euro (1972, 1980 dan 1996) menjadi alasan akan favoritas mereka.
Sayangnya pada beberapa penampilan terkahir Der Panzer  (julukan Jerman) menunjukkan inkonsistensi permainan. Ini seiring runtuhnya dominasi Bayern Munchen di kompetisi domestik dan di ajang Liga Champions musim lewat.

Bisa dimaklumi bila itu terjadi sebab sebagian besar pilar Der Panzer merupakan pemain penting di tubuh Bayern Munchen. Artinya, jika mereka dalam performa terbaik bersama tim berjuluk FC Hollywood itu, maka kontribusi mereka bersama Der Panzer pun terasa maksimal. Namun bila mereka tampil pas-pasan bersama Die Rotten, (sebutan lain Bayern Munchen), tak ayal penampilan buruk mereka pun terbawa saat berkostum timnas.

Contoh kasus di atas bisa dilihat saat Der Panzer dipermak Swiss dengan skor 3-5 pada laga persahabatan yang berlangsung 26 Mei lalu. Saat itu, sepekan sebelumnya Bayern Munchen baru saja dipermak Chelsea pada partai final Liga Champions.

“Mereka (pemain Bayern Munchen) akan memperkuat sebuah tim yang memiliki reputasi sebagai salah satu tim terbaik dunia. Fakta ini harus membangkitkan motivasi mereka,” bilang Joachim Loew, pelatih timnas Jerman.

Terasa membangkitkan motivasi apa yang diungkapkan oleh Loew tadi. Dan memang, hanya motivasi yang dibutuhkan oleh punggawa Jerman, utamanya yang berasal dari Bayern Munchen menatap laga pertama mereka menghadapi Portugal dini hari nanti.

Optimisme Loew untuk meraih poin sempurna atas Portugal terlihat semakin membubung setelah striker senior  yang bermain bersama Lazio Miroslav Klose telah pulih dari cedera.

“Kini kami tak ragu dengan pemain di lini depan. Saat ini saya hanya minta pemain belakang  berkonsentrasi penuh untuk menggalang pertahanan yang kokoh, karena mereka memiliki striker terbaik dunia,” bilang Loew merujuk penampilan impresif striker Portugal Cristiano Ronaldo bersama Real Madrid di musim lewat.

Namun, kekhawatiran Loew pada ketajaman Ronaldo ternyata tak membuat bek timnas Jerman Per Mertesacker menjadi cuak. Bahkan secara tegas Mertesacker mengatakan bahwa dua kemenangan yang diraih Jerman atas Portugal pada Piala Dunia 2006 (3-1) dan di pentas Euro 2008 (3-2) menjadi bukti jika Ronaldo tidak sehebat yang diperkirakan.

“Ronaldo mungkin menjadi ancaman untuk tim lain namun tidak untuk kami. Semua tahu bagaimana aksi Ronaldo di lapangan. Dia ingin terlihat menonjol sendiri. Itulah yang menjadi masalah bagi mereka (Portugal),” bilang pemain yang memperkuat Arsenal itu.

Menanggapi ungkapan Mertesacker itu Ronaldo pun tak mau kalah gertak. Seolah menyindir Jerman yang banyak mempergunakan pemain senior, Ronaldo mengungkapkan bahwa Euro 2012 kali ini merupakan pentas bagi pemain muda memperlihatkan kemampuan terbaiknya.
“Akan banyak pemain muda yang bersinar pada Euro ini. Kami (pemain mud a Portugal) memiliki kecepatan dan akselerasi yang tidak dimiliki pemain senior. Itu yang menjadi senjata kami,” tandas Ronaldo.

Striker milik klub Real Madrid itu boleh saja sesumbar, hanya saja perlu diingat bahwa sebelum menghadapi Jerman, tim yang dibesut Paulo Bento itu memperoleh sejumlah hasil mengecewakan pada beberapa laga terakhirnya, seperti ditahan imbang Polandia dan Macedonia dengan skor 0-0, serta dipermalukan Turki dengan skor 1-3.

Kesimpulannya, jika merujuk pada sederet hasil di atas, maka kecil kemungkinan bagi Portugal dapat melakukan revans atas kekalahan 2-3 yang terjadi pada Euro empat tahun silam .(*)

Buron 10 Tahun, Rugikan Negara Rp1,95 Triliun

Direktur BHS Ditangkap di AS

JAKARTA- Direktur Kredit/HRD/Treasury Bank Harapan Sentosa (BHS) Sherny Kojongian akhirnya ditangkap setelah menjadi buron selama sepuluh tahun. Dia ditangkap terkait kasus korupsi Bank Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara Rp1,95 triliun. Sherny berhasil ditangkap oleh Interpol di San Fransisco, Amerika Serikat.

Wakil Jaksa Agung Darmono yang juga menjabat sebagai ketua Tim Pemburu Koruptor (TPK) mengakui adanya penangkapan salah satu buron BLBI itu. “Secepatnya akan dideportasi ke Indonesia,” kata Darmono saat dihubungi, Jumat (8/6).

Dia mengatakan, Sherny diketahui telah melakukan pelanggaran imigrasi di Negeri Paman Sam itu. Perempuan yang pernah menjadi direktur kredit PT BHS itu juga sudah diproses terkait pelanggaran keimigrasian itu. “Pembelaannya ditolak, maka harus segera dideportasi,” ujar mantan jaksa agung muda (JAM) Pembinaan itu.

Namun Darmono enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai prosedur pemulangan Sherny dari Amerika Serikat. Yang pasti, setibanya di tanah air, perempuan kelahiran Manado 49 tahun silam itu, Kejaksaan Agung akan segera melakukan eksekusi atas putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkraht). “Segera kami lakukan eksekusi,” katanya.

Dalam catatan koran ini, pertengahan 2010 lalu, Kejagung sudah mengupayakan ekstradisi terhadap Sherny yang diketahui mempunyai kedudukan hukum sebagai permanent residence di Amerika Serikat.

Proses pemulangan Sherny akan dilakukan oleh Polri yang memiliki kerjasama dengan Interpol. Rencanya, Sherny akan diterbangkan dari San Fransisco pada tanggal 11 Juni dan tiba dua hari kemudian setelah transit di Singapura. “Sementara rencananya seperti itu,” kata Kabagpenum Humas Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar yang dihubungi terpisah, tadi malam.

Boy mengatakan, terpidana sebelumnya telah menjadi buruan Interpol setelah diterbitkan red notice terhadap yang bersangkutan yang kabur pada tahun 2002. “(Red notice) dikeluarkan sejak 2002,” katanya.

Dalam kasus BLBI, Sherny bersama dengan terpidana Hendra Rahardja (komisaris utama PT BHS/ pemegang saham) dan terpidana Eko Edi Putranto (komisaris/pemegang saham) antara 1992 sampai dengan 1996 telah memberikan persetujuan untuk memberikan kredit kepada 6 (enam) perusahaan grup.

Selain itu, para terpidana juga memberikan persetujuan pemberian kredit kepada 28 lembaga pembiayaan yang ternyata merupakan rekayasa. Sebab, kredit itu oleh lembaga pembiayaan disalurkan kepada perusahaan group dengan menerbitkan giro kepada perusahaan group tanpa melalui proses administrasi kredit dan tidak dibukukan.

Bank Indonesia lantas mengeluarkan surat yang ditujukan kepada direksi PT BHS. Intinya berisi agar direksi PT BHS menghentikan penyaluran kredit kepada direktur terkait. Namun larangan tersebut tidak ditaati oleh Sherny yang memberikan persetujuan penarikan dana dan valas oleh pihak terkait.
Sherny kemudian menjalani persidangan secara in absentia karena melarikan diri divonis hukuman 20 tahun penjara. Sehingga terpidana tidak dapat dieksekusi badan sesuai putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 125/PID/2002/PT. DKI tanggal 8 November 2002 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Dengan tertangkapnya Sherny, dalam kasus BLBI BHS, tinggal Eko Edi Putranto yang belum tertangkap. Sementara Hendra Rahadja yang divonis seumur hidup, meninggal dunia di Australia. (fal/jpnn)

[table caption=”Identitas Buron” th=”0″]
Nama lengkap ,: SHERNY KOJONGIAN
Tempat lahir ,: Manado
Umur/tanggal lahir ,: 42 tahun / 8 Pebruari 1963
Jenis kelamin ,: Perempuan
Kebangsaan/Kewarganegaraan ,: Indonesia
Tempat tinggal , : Taman Kebon Jeruk Blok B.1.8 No. 6 Jakarta Barat
A g a m a , : Kristen
Pekerjaan , : Mantan Direktur Internasional / HRD dan Direktur Kredit PT. BHS
Pendidikan , : –
[/table]

[table caption=”Ciri – ciri “]
– Tinggi badan , : + 165 Cm
– Warna kulit , : Putih
– Bentuk muka , : Bulat
– Ciri khusus lainnya , : Rambut hitam
[/table]

KASUS POSISI
Terpidana HENDRA RAHARDJA selaku Komisaris Utama PT. BHS pemegang saham dan penerbit surat penunjukan Loan Committee, terpidana EKO EDI PUTRANTO selaku Komisaris /Pemegang Saham dan terpidana SHERNY KONJONGIAN selaku Direktur Kredit /HRD/Treasury, antara tahun 1992 s/d 1996 telah memberikan persetujuan untuk memberikan kredit kepada 6 (enam) perusahaan group.

KERUGIAN NEGARA
Kerugian negara sejumlah Rp. 1.950.995.354.200

POSISI PADA SAAT MELARIKAN DIRI
Bahwa terpidana disidangkan secara In Absentia dan terpidana tidak dapat dieksekusi badan sesuai Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 125/PID/2002/PT. DKI tanggal 8 November 2002 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena terpidana melarikan diri.

Sumber: kejaksaan.go.id

Tinggalkan Tanah Leluhur demi Trofi

Sepak bola tanpa batas. Itulah slogan yang didengungkan UEFA (Federasi Sepak Bola Eropa) sejak Piala Eropa 2000. Lewat slogan tersebut, seolah tidak ada lagi batas teritorial di sepak bola.

SO, jangan kaget jika timnas Italia tiba-tiba memiliki pemain berkulit hitam legam. Jangan heran jika nama-nama berbau Afrika dan Timur Tengah menghiasi skuad Prancis dan Jerman. Juga bukan hal yang baru jika ada pemain dari Amerika Selatan yang menghuni skuad Portugal.

Semua itu merupakan konsekuensi dari globalisasi di lapangan hijau. Imbasnya, pentas Piala Eropa menjadi lebih berwarna karena munculnya wajah-wajah non Eropa. Jerman yang tidak pernah meraih gelar internasional sejak Euro 1996 menempuh cara instan dengan ”menyulap” pemain berdarah Ghana Gerarld Asamoah menjadi anggota skuad Der Panzer, julukan timnas Jerman, pada 2001. Kevin Kuranyi yang berdarah Brazil juga diboyong ke timnas Jerman.

Nah, Jerman masih tetap multinasional di Euro 2008. Sebab, selain pemain-pemain berdarah Polandia, mereka memiliki pemain berdarah Tunisia, yakni Sami Khedira. Ya, meski lahir di Stuttgart, orang tua Khedira berasal dari Tunisia. Khedira ternyata memang lebih memilih tanah kelahirannya ketimbang negeri leluhurnya untuk urusan sepak bola.

Serbuan pemain-pemain nonpribumi juga melanda Italia. Pasca kegagalan di Piala Dunia 2010, pelatih baru Italia Cesare Prandelli langsung membuat terobosan yang mengejutkan. Dia membuka pintu seluas-luasnya untuk proses naturalisasi pemain. So, pemain-pemain Amerika Selatan, seperti Carvalho Amauri, Christian Ledesma, dan Thiago Motta, resmi menjadi bagian dari skuad Gli Azzurri, julukan timnas Italia, sejak
2011. Italia juga mulai rutin memanfaatkan tenaga Mario Balotelli, pemain berdarah Ghana, tetapi besar di Italia. Motta dan Balotelli kini bahkan menjadi pilar utama Italia di Euro 2012.

Soal keputusannya menaturalisasi Motta dan sejumlah pemain non Italia lainnya, Prandelli dengan tegas menyebut faktor prestasi. Dia menilai di beberapa posisi, Italia masih kekurangan stok pemain berkualitas.

”Lagi pula, FIFA sudah menyetujui permintaan Motta untuk membela Italia,” kata Prandelli saat memberi Motta kesempatan melakukan debut bersama Gli Azzurri tahun lalu.

Alasan prestasi pula yang melatarbelakangi Portugal dan Kroasia merekrut pemain berdarah Brazil. Portugal nyaris sukses bersama Deco di Euro 2004. Ketika itu, Deco dan timnas Portugal berhasil mencapai final sebelum akhirnya dikalahkan Yunani. Kiprah Deco kini diteruskan Pepe. Seperti Deco, Pepe memilih Portugal sebagai Negara yang dia bela di pentas sepak bola internasional karena tidak mendapat tempat di tanah kelahirannya.

Pepe mengakui, di Brazil tidak banyak orang yang mengenal dirinya. Itu sebabnya, di usia yang masih relatif muda, 18 tahun, dia memilih merantau ke Eropa.

Portugal menjadi negara tujuan karena kesamaan kultur dan bahasa. (c6/bas/jpnn)

Bersaudara, tapi Beda Negara

BANYAKNYA pemain non Eropa yang bermain di negara Eropa memunculkan fenomena unik. Ada beberapa pemain bersaudara yang harus bentrok dengan dua kostum berbeda. Fenomena itu terjadi pada Boateng bersaudara dan Mandanda bersaudara. Duel Boateng bersaudara menyita perhatian ketika mereka bentrok di Piala Dunia 2010. Jerome Boateng yang saat ini tercatat sebagai anggota skuad Jerman di Euro 2012 bertemu dengan kakaknya, Kevin-Prince Boateng, yang membela tanah kelahirannya, Ghana. Sebetulnya Boateng bersaudara itu sama-sama lahir di Berlin, Jerman. Tetapi, mereka memilih jalur berbeda saat menentukan tim nasionalnya. Kevin memperkuat negara asal sang ayah, yakni Ghana.

Sebaliknya, Jerome memutuskan untuk membela tanah kelahiran ibunya, Jerman. Nah, insiden di final Piala FA pada Mei 2010 ikut memanaskan atmosfer bentrok Boa teng bersaudara. Saat itu Kevin yang masih membela Portsmouth melakukan pelanggaran keras terhadap Michael Ballack. Jerome ternyata larut dalam emosi publik Jerman yang kesal lantaran Ballack harus absen di Piala Dunia 2010.  Selain Boateng bersaudara, pertemuan Mandanda bersaudara menjadi ulasan menarik media-media dunia. Yakni, ketika Republik Demokrasi Kongo bertemu timnas Prancis B di laga uji coba pada 5 Februari 2008. Parfait Mandanda saat itu tampil sebagai kipper Kongo. Sementara itu, Steve Mandanda yang merupakan kakak kandungnya mengawal mistar gawang Prancis. (c7/bas/jpnn)

Harga Gas Naik 55 Persen

Apindo Layangkan Surat Penolakan pada SBY

JAKARTA-Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menolak mentah-mentah rencana kenaikan harga gas industri yang mencapai 55 persen. Kenaikan harga gas yang ditetapkan Perusahaan Gas Negara (PGN) per 16 Mei 2012 lalu itu dinilai bakal memicu perlambatan pertumbuhan industri. Karena itu, Apindo berupaya melakukan renegosiasi harga dengan pemerintah.

“Sebanyak 30 asosiasi industri gas hari ini (kemarin) menyampaikan keberatan atas kenaikan harga. Surat kami layangkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” ungkap Ketua Apindo Sofjan Wanandi Jumat (8/6). Seperti diwartakan, PGN melakukan penyesuaian harga gas industri, khusus di wilayah Jawa Barat sebesar USD 10,2 per million metric British thermal unit (mmbtu) dari yang sebelumnya USD 6,7 mmbtu.

Sofjan memaparkan, pihaknya sebenarnya tak menolak kenaikan harga gas. Asalkan, peningkatkan harga dilakukan bertahap hingga 2014. Misalnya, skema kenaikan harga gas pada Juli 15 persen menjadi USD 5,82 per mmbtu, lalu pada Januari 2013 naik lagi 11 persen menjadi USD 6,4 per mmbtun
Begitu pula pada Juli 2013, harga gas bisa naik 11 persen menjadi USD 7 mmbtu, dan terakhir pada Januari 2014 posisi harga gas USD 7,7 atau naik 11 persen.

“Mayoritas industri mempunyai kontrak jangka panjang dengan buyer, dan tidak memungkinkan meminta penghitungan ulang. Biaya penggunaan gas ini berpengaruh 15-20 persen dari biaya produksi. Tentu ini sangat signifikan, dan berdampak pada turunnya tingkat daya saing sektor industri nasional,” paparnya.

Pihaknya juga meminta supaya harga gas di Sub Business Unit (SBU) II (USD 8,8 per mmbtu), dan SBU III (USD 9,6 per mmbtu) tak mengalami perubahan sampai 2014. “Saat ini ada 405 pabrik dalam 27 sektor industri yang mengalami kekurangan suplai gas,” jelasnya.

Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Franky Sibarani menjelaskan, secara business to business, pihaknya seringkali melakukan renegosiasi kontrak dengan PGN lantaran suplai gas selalu tak sesuai dengan kontrak. “Kami sudah masukkan keadaan force majeur (keadaan memaksa). Misalnya suplai gas tersendat karena ada kendala teknis di hulu migas. Namun memang tidak ditulis secara detil. Tetapi kalau renegosiasi terus menerus, industri kami tak bisa tumbuh,” sahut Franky.

Dari 270 perusahaan yang tergabung di Gapmmi, sejatinya hanya 66 perusahaan yang berinvestasi menggunakan gas. Di antaranya untuk sektor biskuit, roti, dan minuman. “Investasi sumber energi gas itu sangat mahal. Kalau kami disuruh mengganti ke batu bara, tentu panelnya tidak cocok,” tuturnya. (gal/oki/jpnn)

Calon Perawat di Medan Tawuran

Main Voli, Akper Imelda Bentrok dengan Akper Helvetia

MEDAN-Pertandingan persahabatan bola voli tim putri antara Akademi Keperawatan (Akper) Imelda Medan kontra Akper Helvetia berakhir ricuh. Pertandingan yang digelar di lapangan olahraga Kampus Akper Imelda di Jalan Bilal Medan, Jumat (8/6) malam, diwarnai baku hantam. Akibatnya beberapa orang mengalami luka dan harus dilarikan ke RS Imelda Medan.

Menurut penuturan seorang warga sekitar yang menyaksikan pertandingan itu, bentrokan terjadi diduga salah paham yang dilakukan kedua pendukung akper ini. Pada pertandingan itu akper Imelda kalah. Suporter tidak senang timnya kalah melakukan aduh mulut dengan suporter dari Akper Helvetia Medan, akhirnya adu mulut ini berakhir ricuh.

“Iya bang, terjadi tawuran tadi, tapi sekarang sudah selesai,” ungkap seorang warga yang enggan namanya dikorankan.
Petugas keamanan asrama Akper Imelda pun membenarkan kejadian tersebut. “Iya ada tadi, kalau mau informasi lanjut langsung saja ke rumah sakit,” ungkapnya.

Selanjutnya, saat berada di RS Imelda Medan, tepatnya di ruangan instlansi gawat darurat (IGD) petugas medis yang sedang bertugas mengatakan ada sejumlah mahasiswa akper kedua kubu yang sempat mendapat perawatan intensif. Namun, mereka hanya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang. “Ada yang luka, tapi sudah pulang,” ujarnya.

Ironisnya pihak RS Imelda saat dikonfirmasi melalui Humas Walman tidak mengetahui kejadian tersebut.”Jangan tanya saya, tanya yang lain, saya tidak tahu peristiwa ini,” katanya.

Bentrokan ini sempat heboh di alat komunikasi polisi (HT). Polisi yang mendapatkan informasi tersebut langsung menerjunkan personel dari Polsekta Medan Timur untuk meleraikan bentrokan itu. Namun tiba petugas di lokasi, bentrokan sudah selesai. “ Iya ada bentrokkan tadi, tapi sudah redah,” ungkap Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur AKP Ridwan saat dikonfirmasi Sumut Pos, tadi malam.

Ridwan menambahkan, saat pihaknya terjun ke TKP, Polsekta Medan Timur menyaksikan kedua kubu bentrok sudah berdamai. “Sudah damai kok kedua kubu,” ujarnya. (gus/ram)

Seperti Kanker, Korupsi di Kemendikbud Parah

JAKARTA–Kasus korupsi yang melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sangat banyak. Terakhir, dua mantan pentingi Partai Demokrat, yaitu M Nazaruddin dan Angelina Sondakh diduga bermain dalam proyek yang berkaitan dengan beberapan
Perguruan Tinggi Negeri (PTN), termasuk Universitas Sumatera Utara (USU).

Karena itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, korupsi di kementerian sudah seperti kanker yang sulit disembuhkan. Meskipun begitu, perilaku merugikan negara tersebut masih dapat “disembuhkan”. Hanya saja memerlukan waktu yang cukup lama.

“Anda semua tahu di sana kasusnya banyak. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) misalnya. Jadi itu memang luar biasa. Seperti di Kementerian Agama (Kemenag) sudah kanker,” ungkap Penasihat KPK Abdullah Hehamahua usai menyaksikan penandatangan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi di Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, kemarin.

Selain KPK, Polisi dan Kejaksanaan juga membidik sejumlah kasus di kementerian yang mengurusi masalah pendidikan tersebut. Bahkan, Kejaksaan juga telah menetapkan status tersangka terhadap beberapa pegawai di Kemendikbud terkait kasus korupsi pelaksanaan lomba ketrampilan siswa tingkat SMK dan pameran SMK tahun 2009.

Para tersangkanya adalah mantan Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno, Susilowati selaku pejabat pembuat komitmen, Suko Wiyanto penanggung jawab kegiatan, dan Al Azhar bendahara pengeluaran pembantu.

Abdullah mengatakan, penyakit kanker parah yang diderita Kemendikbud masih bisa disembuhkan. Jika menggunakan cara-cara versi KPK setidaknya perlu waktu hingga 10 tahun. Namun, jika cara biasa-biasa saja 50 tahun belum tentu berhasil.

Menurut mantan calon pimpinan KPK tersebut, penegakan hukum di lembaga antibody tersebut sangat tegas. Beberapa tahun lalu ada pegawai yang diberikan surat peringatan (SP) 3 hanya karena menggunakan kendaraan dinas untuk mendaftarkan pernikahannya ke KUA. Padahal, dirinya hanya sekitar 10 menit di kantor tersebut.

“Tahun lalu ada pegawai yang mendapatkan mobil dinas. Dia pakai sebentar untuk daftar pernikahan. Kita dapat laporan dan diberikan SP 3. Dia tidak dapat insentif bulanan dan insentif tahunan. Awalnya grade B turun jadi grade D. Untuk naik grade lagi berdarah-darah itu,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, lanjut Abdullah, besok KPK akan mengadili seorang pegawai yang menggunakan kartu GFF Garuda Indonesia untuk kepentingan istri dan anaknya. Awalnya, dia mendapatkan poin dari penerbangan plat merah tersebut dalam kartu GFF. Poin tersebut didapatkan dari perjalanan dinas yang menggunakan uang negara. Seharusnya poin tersebut tidak boleh dipakai untuk orang lain, termasuk keluarga. Nanti jatuhnya gratifikasi.

Sementara itu, Peneliti Senior Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri mengakui, kalau kasus korupsi di Kemendikbud memang banyak. Apalagi, penilaian BPK terhadap laporan keuangan 2010 disclaimer. Tahun ini pun laporan keuangan 2011 Kemendikbud juga masih disclaimer.

“Modusnya banyak. Ada pengadaan barang dan jasa, ada perjalanan dinas fiktif. Nilainya sampai miliaran. Tidak hanya di kementerian saja, tapi juga di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di bawahnya. Modusnya sama saja,” tegas Febri.

Menurutnya, ada masalah dalam birokrasi pendidikan Indonesia saat ini. Namun, masalah tersebut tetap bisa diselesaikan. Salah satu caranya dengan menghilangkan partai politik dari kementerian. Biaya politik yang tinggi membuat politisi menjarah anggaran pendidikan yang 20 persen dari APBN. “Kalau nilai kerugiannya kita merujuk data BPK. Ada pengelolaan aset tidak sesuai. Nilai kerugiannya mencapai triliunan,” tambah Febri.

Sementara itu, Mendikbud Mohammad Nuh mengakui ada kasus korupsi yang diduga melibatkan kementerian yang dipimpinnya. Namun, ia membantah kasusnya banyak. Keramaian isu korupsi di Kemendikbud karena masih diduga. Jika dipelajari betul, kasusnya tidak terlalu banyak.

“Kasusnya di Universitas Indonesia (UI) Rp 100 miliar, Universitas Sriwijaya (Unsri) Rp 75 miliar. Jika dikumpulkan seakan-akan jadi triliunan. Sebenarnya barangnya ada. Yang penting sekarang diclearkan,” kilah Nuh.

Baginya, yang terpenting sekarang ini adalah transparan. Jangan sampai katanya-katanya saja. Hal itu harus diuji. “Jadi yang penting dijelaskan saja duduk perkaranya dan mekanismenya dapat dipertanggungjawabkan. Ini ‘kan ilmu kanton semuanya,” kata mantan Menkominfo tersebut.
Jika statusnya sudah tersangka, lanjut mantan Rektor ITS Surabaya tersebut, harus mengikuti hukum yang berlaku. “Buktinya sekarang sudah tidak jadi direktur (Joko Sutrisno) lagi. Cara yang paling gampang ya kita transparan saja,” katanya. (cdl/jpnn)

Aktor Politik Uang

Pilgubsu sebentar lagi akan berlangsung. Para kandidat pun sudah bersiap-siap mengatur strategi dan memilih perahu. Para calon berduyun-duyun melamar begitu partai politik membuka lowongan calon yang bakal diusung.

Semua warga Sumut masih menerka-nerka siapa kira-kira yang diusung partai besar. Meskipun belum jelas siapa nama calon yang diusung oleh partai besar namun warga sudah berani memprediksi siapa yang bakal menang di Pilgubsu mendatang. Rata-rata prediksi warga sama. Apa itu? Yang pasti yang memiliki uang.

Dari hasil survei kecil-kecilan, rata-rata memang warga memprediksi calon yang banyak uanglah yang bakal menang.
“Sekarang ini uangnya semua itu,” kata seorang warga.

Ada lagi warga yang menyebutkan, kalau dia ditanya pilihannya tetap calon yang banyak uang. Apalagi uangnya langsung sampai di tangan tidak melalui perantara.

“Kalau saya dimintai tanggapan siapa calon yang langsung memberikan uang kepada saya pasti saya coblos. Boro-boro mikiran calon yang idealis. Tak ada itu semua. Selagi ada kesempatan sikat aja,” kata warga lainnya.

Jangankan warga, teman saya sendiri juga sama seperti warga itu. “Udahlah, kau cari aja siapa yang mau beli suaraku. Tapi, uangnya cash ya. Aku jamin pasti kucoblos calon itu,” katanya.

Nah, dari hasil survei kecil-kecilan itu, saya jadi teringat dengan pendapat peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips Vermote.
Berarti benar juga yang dikatakannya, bahwa penyelenggaran pemilu ataupun pemilukada selalu tidak terlepas dari praktik politik uang.
Menurut dia, ada 3 aktor besar pelaku politik uang dalam setiap kali perhelatan akbar pesta politik, dengan melakukan 3 modus.

Mereka adalah peserta pemilu, penyelenggara, dan pemilih. Ketiga aktor tersebut tidak bisa dipisahkan perannya. Hanya, Philips menyayangkan terkadang analisis politik uang hanya terjadi di salah satu atau dua elemen saja.

Jika analisis hanya satu atau dua aktor, maka yang dilihat alasan pemilih menerima (uang) adalah masalah ekonomi. Padahal kan (politik uang) irasional dari sisi pemilih. Kalau semua orang dikasih uang, dari semua calon misalnya kasih Rp25.000 kepada pemilih, akhirnya, pemilih memilih berdasarkan pilihannya.

Peneliti dari Perludem Veri Junaedi juga menjelaskan ada tiga macam bentuk politik uang yaitu pascabayar, tunai, dan menjadikan pemilih sebagai relawan. Ketiganya bisa hadir karena kelonggaran aturan.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Muhammad juga menekankan masih longgarnya aturan mengenai politik uang di Indonesia. Pada pemilukada di beberapa daerah, banyak terjadi kecurangan dengan mengakali Undang-Undang yang ada, yang termaktub dalam UU no 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah no 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Muhammad menerangkan bahwa definisi mengenai politik uang mesti dipertegas. Saat ini banyak sekali area abu-abu dalam suatu UU, yang menjadi celah kecurangan.

Jika dilihat dalam Undang-Undang, yang diatur adalah pasangan calon atau tim kampanye. Ada yang namanya tim kerabat, keluarga, relawan, fans dan sebagainya. Ini yang bergerilya. Tidak mungkin menemukan pasangan calon bagi duit, tim kampanye bagi duit.
Yang perlu diingatkan, politik uang di Pilgubsu itu pasti mendominasi. Dan, itu bakal tak bisa diendus oleh Panwaslu karena aktornya juga jauh hari sudah menyusun strategi.

Jadi, bagi calon yang tidak punya uang atau banyak uang, tapi tak mau keluar uang, untuk sementara ini sulit untuk menang. Entah kalau manusia dunia ini tiba-tiba berubah tak butuh uang. Baru calon yang benar-benar tak ada uang mungkin baru bisa menang. (*)

Malam Numpang Nginap, Siang Kembali ke Tenda Darurat

Melihat Korban Kebakaran di Desa Tuntungan I, Pancurbatu

Mereka tetap tersenyum. Mata mereka pun masih memancarkan sinar semangat. Padahal, kebakaran hebat yang menghanguskan rumah mereka telah meludeskan harta benda. Kini, bermodalkan baju di badan dan beberapa bantuan sekadarnya, mereka bertahan di tenda darurat.

Syahrial, Medan

Begitulah, sehari setelah kebakaran yang menghanguskan 22 rumah, di Jalan Kutalimbaru, Dusun II, Desa Tuntungan I, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten DeliSerdang, yang terjadi Kamis (7/6) lalu, 70 warga masih ditampung di tenda-tenda darurat.

Ada empat tenda yang dibangun perangkat desa dan pemerintah setempat. Lokasinya berjarak 15 meter dari lokasi rumah yang terbakar. Ya, di sebuah tanah kosong. Dan, saat Sumut Pos menyambangi lokasi itu kemarin, memang ada senyum dari wajah-wajah mereka. Anak-anak pun tampak bermain. Ada suasana yang ceria. Meski, di wajah orang dewasa, ada sinar kesedihan yang dalam.

Para korban bercengkrama satu sama lain, di bawah tenda-tenda darurat, meski terik matahari menembus kain-kain tenda itu. Mereka mengaku masih bersyukur bisa kembali berkumpul dengan keluarga karena tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian itu.

Belum bisa dipastikan kapan tenda itu akan dibongkar. Mungkin saja bisa selamanya, jika pemerintah tak kunjung memberikan bantuan untuk memperbaiki rumah-rumah mereka yang sudah hancur.

Saat malam tiba, sebagian dari mereka menginap di rumah sanak saudaranya untuk menghindari dinginnya udara malam. Saat pagi tiba, kaum bapak pergi untuk bekerja, sementara itu kaum ibu dan anak-anak berkumpul di dalam tenda.

Tono (48), seorang korban yang rumahnya terbakar, mengaku tidak ada lagi harta bendanya yang bisa diselamatkan. Dikatakannya, saat kebakaran terjadi, dirinya sedang bekerja di ladang. Setelah dia kembali, rumahnya sudah hangus dan tidak ada lagi yang tersisa. “Kalau malam saya menginap di rumah saudara saya,” ujarnya, Jumat (8/6) siang.

Bagi Tono, hal yang paling utama yang dibutuhkannya saat ini adalah bantuan seragam sekolah. “Seragam sekolah anak saya sudah tidak ada lagi, semua habis terbakar. Sementara dia juga harus sekolah,” ujarnya.

Dia berharap, Pemkab Deliserdang memberi bantuan untuk memperbaiki tempat tinggalnya. “Saya harap pemerintah mau memperbaiki rumah-rumah yang terbakar ini,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikatakan korban kebakaran lainnya. Tin Rahma (38), mengaku hanya mesin jahit miliknya yang masih tersisa. Dia juga menyebutkan saat kebakaran terjadi, dirinya tidak berada di rumah. “Gak tahu lagi harus mengadu ke mana. Cuma mesin jahit yang tersisa Dek,” ujarnya.
Sama dengan Tono, dia juga mengharapkan bantuan pemerintah setempat. “Kalau makan masih cukup. Anak-anak saya yang kasihan karena tidak ada lagi seragam yang dipakai untuk bersekolah,” ujarnya.

Hari Amanu, Kepala Desa setempat yang ditemui Sumut Pos, mengaku sudah menerima sejumlah bantuan, baik dari warga maupun dari Pemkab Deliserdang. Bantuan yang diterima seperti makanan, tenda-tenda darurat, dan sejumlah tim medis. Namun Hari Amanu mengaku, bantuan ini dipastikan hanya mampu bertahan selama 10 hari ke depan. “Bantuan logistik seperti mie instan, gula, beras, minyak goreng sudah kami terima. Tapi ini hanya mampu sampai 10 hari ke depan,” ujarnya.

Menurut Hari Amanu, ada warganya yang bernama Darmanik pada Jumat (8/6) pagi sempat mendapat perawatan dari tim medis. “Badannya panas, tensinya menurun. Mungkin dia masih trauma karena banyak hartanya yang hangus terbakar dalam kebakaran itu,” ungkapnya.

Sementara itu, sekretaris tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) yang sudah berada di lokasi sejak Kamis siang, menyebutkan dari 70 warga, terdapat 10 balita dan 16 orang pelajar yang terdiri dari pelajar SMP dan SD yang menjadi korban. Selain seragam sekolah, dia juga menyebutkan korban sangat membutuhkan pakaian. “Yang paling utama pakaian dalam wanita. Seperti pembalut maupun pakaian dalam,” sebutnya.

Di sisi lain, Pada Jumat (8/6) petang, akhirnya Laboratorium Forensik Polda Sumut, dibantu petugas dari Polsek Pancurbatu turun ke lokasi untuk mencari penyebab pasti kebakaran. Pjs Kapolsek Pancurbatu, AKP S Siagian, saat dikonfimasi mengatakan Labfor sudah mengambil sampel, seperti beberapa kabel dari rumah yang terbakar. “Tapi masih diselidiki dulu, untuk mencari penyebab kebakaran itu,” ujarnya Siagian singkat. (*)

Bus PNS Dibom, 18 Tewas

PESHAWAR – Ledakan kembali mengguncang Pakistan. Kemarin (8/6) sebanyak 18 orang tewas saat sebuah bom meledak di dalam bus yang mengangkut pegawai pemerintah (PNS). Itu menjadi peringatan penting bagi Presiden Asif Ali Zardari bahwa Pakistan masih belum bebas dari ancaman militan.

“Bus baru saja meninggalkan Kota Peshawar saat sebuah bom yang disembunyikan di dalamnya meledak,” kata Tahir Ayub Khan, pejabat senior kepolisian setempat. Saking kuatnya ledakan, bus yang khusus disewa pemerintah setempat untuk mengangkut PNS itu hancur berantakan. Hampir separo bagian belakang bus tersebut gosong dan tak lagi bisa dikenali.

Selain menewaskan 18 orang, termasuk seorang anak dan enam perempuan, ledakan tersebut juga melukai sekitar 35 orang. Hingga sekarang, sebagian besar korban menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Salah seorang di antara mereka adalah Jalal Khan. Lengan kanan remaja 14 tahun itu robek saat bom meluluhlantakkan separo bagian bus.

“Kami semua terjatuh ke lantai saat terjadi ledakan. Dalam hitungan detik, semua orang berteriak-teriak minta tolong,” kata Khan yang biasa menumpang bus khusus tersebut. Selain terluka terkena serpihan kaca dan logam, sebagian besar penumpang mengalami sesak napas. Sebab, ledakan itu memicu kebakaran yang menghasilkan banyak asap di sisi belakang bus.

Mohammed Javed, salah seorang korban, mengatakan bahwa seluruh korban tewas adalah mereka yang duduk di bagian belakang. “Beruntung saya duduk di depan dan bom itu meledak di belakang,” kata pria 35 tahun yang mengalami luka ringan di bagian bahu tersebut. Karena tak sampai terkapar akibat ledakan, Javed mengaku sempat membantu proses evakuasi korban.

Layaknya bus khusus lain yang disewa pemerintah kota (pemkot), bus nahas itu melayani rute Peshawar”Charsada. “Penumpang bus itu bukan hanya PNS, tapi juga warga sipil yang membutuhkan tumpangan pada rute tersebut,” kata Javed. Karena itulah, selain PNS, ada warga sipil yang menjadi korban dalam insiden kemarin. Diduga kuat, pelaku ledakan yang masih belum diketahui itu memang sengaja menarget PNS.

Iftikhar Hussain, pejabat tertinggi dinas penerangan Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, mengecam keras insiden maut kemarin. Dia langsung menyalahkan militan yang bersarang di wilayahnya sebagai pelaku ledakan. “Demi keamanan dan keselamatan warga, kami selalu siap bernegosiasi. Tapi, jika teroris tak menghentikan aksi mereka, satu-satunya opsi yang tersisa hanyalah operasi militer,” tandasnya.

Sekitar satu tahun terakhir aksi teror dan militansi di provinsi paling bergolak di Pakistan tersebut memang sempat reda. Tapi, belakangan Taliban Pakistan kembali melancarkan aksi di berbagai penjuru negeri. Kelompok militan radikal itu merasa kecewa terhadap pemerintah yang dianggap terlalu tunduk kepada Amerika Serikat (AS). Mereka bersumpah untuk melancarkan serangan besar-besaran.

Namun, Hussain juga menegaskan bahwa pemerintah tidak bakal tunduk kepada militan. “Kami tak akan berhenti memberantas mereka (teroris/militan), di mana pun mereka,” tandasnya.

Terkait insiden paling mematikan selama enam bulan terakhir itu, pemerintah juga berjanji akan melakukan investigasi maksimal. Hussain berharap, pelakunya bisa ditangkap dan diseret ke pengadilan. (hep/cami/jpnn)