Home Blog Page 13392

Margarito Gantung Sarung Tinju

MANTAN juara dunia tinju asal Meksiko, Antonio Margarito, resmi mengumumkan pensiun. Petinju 34 tahun berjuluk The Tijuana Tornado ini menutup kariernya dengan rekor 38-8-27 KO.

“Setelah 22 tahun penuh dedikasi kepada profesi yang saya cintai, saya telah membuat keputusan untuk mengumumkan pensiun dari tinju,” ucap Margarito yang dikutip Fox News.

“Setelah memikirkan dengan masak dan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan keluarga dan tim saya, kami semua setuju bahwa inilah saat yang tepat untuk menggantung sarung tinju dan memulai sebuah bab baru dalam kehidupan yang telah datang.”

Margarito populer di kelas welter dengan memegang sabuk gelar juara versi WBO selama beberapa tahun dan kemudian diikuti kesuksesan merebut sabuk gelar juara versi IBF dan WBA.

Akan tetapi karier Margarito bukan tanpa cela. Petinju yang terkenal dengan gaya bertarung yang agresif ini pernah dijatuhi sanksi larangan bertanding selama 16 bulan akibat terbukti menggunakan bahan terlarang yang terdapat di dalam sarung tinjunya sebelum berduel dengan Shane Mosley pada 2009. (bbs/jpnn)

Kemajemukan Agama di AS Mirip Sumut

MEDAN- Kemajemukan agama di Suamtera Utara (Sumut) memiliki kesamaan dengan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat (AS). Satu kesamaan itu adalah sikap toleransi masyarakat dalam memeluk dan kemerdekaan untuk melaksanakan ibadah.

Hal itu terungkap dari Jadi Pane tokoh agama Kristen Protestan dan The Cin Cai tokoh agama Budha. Keduanya merupakan tokoh agama asal Sumut yang ikut dalam program International Visitor Leadership Program (IVLP) Religious Pluralism (keberagaman agama) Pemerintah AS saat ditemui di Konsulat AS di Medan, Selasa (5/6).

Kepada Sumut Pos, Jadi membeberkan, ada tujuh negara bagian yang dikunjungi dalam program IVLP Religious Pluralism Pemerintah AS yakni, Washington DC, Baltimore Maryland, New York, Hartford Connecticut, Charlotte North Carolina, Tulsa Oklahoma dan Seatle Washington.

Dia menyebutkan, dirinya dan The Cin-cai bergabung dengan enam tokoh agama lainnya asal Indonesia, kebersamaan di AS itu mulai 28 April hingga 19 Mei 2012. Dalam kunjungannya, para tokoh agama diajak melihat berbagai kegiatan keagamaan di AS. Mulai tempat ibadah, sekolah hingga tinggal di rumah warga.

Jadi membeberkan, untuk pendidikan sekolah negeri di AS tidak ada belajar agama. Agama hanya diajarkan di rumah atau tempat ibadah. Pilihan lainnya, bila siswa ingin belajar agama maka ditempatkan di sekolah agama.  “Islam, Kriten, Budha dan Yahudi warganya sangat toleransi, sama seperti di Sumut,” katanya didampingi The Cin Cai. (ril)

Tersangka Korupsi Dilantik jadi Kadis Kesehatan

Terlibat Sebagai Penadah Barang Curian, Kadis Pertanian Dicopot

TEBINGTINGGI-Wali Kota Tebingtinggi Ir.Umar Zunaedi Hasibuan, tetap juga mengangkat dan melantik dr Vive Kananda Sp THT, sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, bersama 12 pejabat eselon II lainnya, di gedung Hj Syawiyah Jalan Sutomo Tebingtinggi Jumat (8/6).

Padahal, Kejari Tebingtinggi sudah menetapkan, Vive Kananda, sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi, atas proyek pemasangan instalasi listrik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUM) dr Kumpulan Pane Tebingtinggi, tahun 2009 senilai Rp350 juta.

Kadis Kesehatan Kota Tebinggi yang baru dilantik ini, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tebingtinggi bersama, dua tersangka lainnya Khairul Anwar sebagai PPTK dan Dahlan SH sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada tanggal 13 Oktober 2011 lalu. Pelantikan Vive ini ditandai dengan pengambilan sumpah janji jabatan oleh Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan.

Sebelum menduduki jabatan sebagai kepala dinas kesehatan, Vive, menjabat sebagai Direktur RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.Ia ditetapkan sebagai tersangka, terkait dugaan mark up dana APBD Sumut tahun 2009 sebesar Rp1,4 miliar, untuk pemasangan instalasi listrik di RSUD dr Kumpulan Pane.

Wali Kota Tebingtinggi,Umar Zunaedi Hasibuan, usai acara pelantikan pada wartawan Jumat (8/6) mengatakan, bahwa ia sudah mengetahui penetapan tersangka yang dilakukan Kejari Tebingtinggi, atas Vive Kananda. Namun, karena yang bersangkutan belum ditahan, Umar Zunaedi, tetap mengangkat tersangka sebagai kadis kesehatan sesuai ilmu yang dimilikinya.

“ Sebelumnya, kita jangan berprasangka buruk, kita harus berpikir obyektif dan keputusan selanjutnya, tergantung pihak Kejaksaan Negeri Tebingtinggi Deli, dalam menangani kasus dugaan korupsi itu. Kan  masih sebatas tersangka,” ujar Umar.

Secara terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Tebingtinggi, Raymund Hesdianto Sihotang SH, ketika dikonfirmasi tentang status 3 orang tersangka, yakni dr Vive Kananda, Khairul Anwar dan Dahlan SH yang selama ini belum dilakukan penahanan. Sitohang mengaku kasus itu masih membutuhkan penelitian. “ Kasus ini masih kita teliti secara mendalam. Kasus itu masih dalam,” ucap Raymund Hesdianto Sihotang.
Sementara itu, Vive Kananda, ketika dikonfirmasi wartawan Jumat (8/6) usai pelantikan, ia  enggan berkomentar dan lebih memilih diam sembari pergi meninggalkan wartawan dengan alasan ada rapat mendadak.

Sementara itu, di hari yang sama Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan, memberhentikan, Ir Leo Lopulisa sebagai Kadis Pertanian Kota Tebingtinggi dan menjadi staf ahli di Pemko Tebingtinggi. Leo Lopulisa, dicopot dari jabatannya atas perkara tindak pidana kriminal, sangkaan sebagai penadah barang curian truk dan mobil diwilayah hukum Polres Asahan.(mag-3)

Pendemo Geruduk Poldasu, Kapolda Bertahan

Buntut Ditahannya Enam Warga Kutalimbaru

MEDAN-Menuntut pembebasan enam rekan mereka yang ditahan Poldasu, ratusan warga Sei Mencirim, Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, ratusan massa menggelar aksi protes didepan di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), di Jalan SM Raja Medan Km 10,5 pada Jum’at (8/6) siang.
Aksi protes yang mereka lakukan itu, guna mendesak Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, segera melepaskan enam warga Sei Mencirim yang ditahan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu, pasca bentrok sengketa lahan dengan PTPN II.

Pengunjuk rasa yang didominasi kaum ibu-ibu ini, juga menuding aparat kepolisian telah ‘’diculik’’ anggota keluarga mereka. Akibat tindakan tersebut, warga mengaku menjadi ketakutan. Untuk itulah mereka meminta pada Kapoldasu, segera warga yang saat ini sedang ditahan di Mapoldasu. “Kami resah dengan apa yang dilakukan Poldasu. Mereka menculik dan menangkap paksa anggota keluarga kami,” ujar salah seorang pendemo.

Warga ini juga mengancam, apabila Kapoldasu tidak memenuhi tuntutan yang diajukan tersebut tidak dipenuhi, mereka akan menginap di Markas Polda Sumatera Utara hingga anggota keluarga mereka dilepaskan. “Jika keluarga kami tidak dilepaskan, kami akan menginap disini,” teriak warga.

Menanggapi aksi pendemo itu, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, langsung turun dan menemui massa. Dihadapan massa, Wisjnu,  mengatakan bahwa ia menerima aksi unjuk rasa ini. Namun, Wisjnu, tetap memproses keenam warga yang ditahan itu. “Kita tetap akan proses enam orang yang ditangkap,” ujarnya dihadapan pengunjuk rasa. (mag-12)

Donita Kejar Beasiswa

Donita terus berusaha mati-matian untuk tetap bisa maksimal dalam kuliahnya, meski disibukkan oleh aktivitasnya sebagai seorang artis. Diakui, terkadang dirinya harus rela begadang dan belajar di lokasi syuting.

“Aku pernah sempet blank gitu untuk jawab pertanyaan ujian, kayaknya kurang istirahat. Tapi aku berusaha sekuat mungkin ,hasilnya mudah-mudahan bagus. Untuk awal-awal emang mesti semangat, mudah-mudahan sampe akhir juga semangat,” ujar Donita  (7/6).

Nilai tinggi juga ditargetkan oleh Donita. Dan ternyata ia memendam keinginan meraih nilai yang tinggi untuk bisa mendapatkan beasiswa penuh dari pihak Universitas. “Kemarin lagi UAS, aku punya target ada nilai bagus, dan sekarang aku ngejar banget. Kemarin IPK 3,44 pengennya 3,5 biar dapat beasiswa full,” lanjutnya.

Kerja keras terus dilakukan Donita. Target lulus kuliah dalam waktu 3,5 tahun pun ingin dicapainya. Makanya Donita pun tak ingin mengambil cuti kuliah.
“Target 3,5 tahun lulus karena umurku udah 23. Jadi aku semangat buat lulus kuliah. Dan aku tak ingin cuti kuliah. Padahal awalnya aku sempat kaget, tapi alhamdulillah aku bisa menyesuaikan, dan ternyata menyenangkan,” tukas Donita.  (bbs/net)

Pencuri 3 Ton TBS PTPN2 Ditangkap

LANGKAT- Pelaku pencuri buah kelapa sawit milik PTPN 2 Kwala Sawit Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat diamankan Polres Langkat, Jumat  (8/6) dinihari. Selain mengamankan pelakunya, polisi juga menyita barang bukti berupa 3 ton tanda buah sawit siap jual.

Tersangka Hakimta Sembiring alias Akim (29) warga Dusun Kampung Tengah Desa Kwala Musam Kecamatan Batang Serangan-Langkat.Polisi diduga tersangka melakukan aksi pencurian itu tidak seorang diri. Ia dibantu beberapa temannya yang hingga saat ini masih diburu polisi.

Tersangka ditangkap atas sangkaan pencurian 2 ton tanda buah sawit milik PTPN2, dua bulan yang lalu tepatnya Selasa (17/4).Ia mencuri buah kelapa sawit di seputaran pabrik kelapa sawit (PKS) milik PTPN2 di Kwala Sawit Kecamatan Batang Serangan-Langkat.

Kapolres Langkat AKBP L Eric Bhismo, pada wartawan Jumat (8/6) membenarkan penangkapan pelaku pencurian buah kelapa sawit.” Kasus ini dalam pengembangan. Saat kita masih mencari pelaku lainnya. Untuk barang buktinya sudah kita amankan, berupa sepeda motor matic milik pelaku dan satu dump truck warna kuning yang dipergunakan melakukan aksi,” Bhismo.

Lebih lanjut dikatakan Bhismo, tersangka Akim dalam melakukan aksinya dibantu teman-temannya. Modus yang dipergunakan tersangka, melompati pagar gerbang PKS dan selanjutnya membuka.  Sementara itu penjaga pos PKS yang mengetahui aksi Akim, tidak dapat berbuat banyak hal ini disebabkan takut dengan kawanan tersangka .

‘’ Pencurian ini bukan dari pohonnya.Akan tetapi mereka melakukan pencurian buah dari tempat penumpukan TBS yang belum diolah. Sedikitnya, 3 ton TBS berhasil mereka boyong. Dalam peristiwa ini PTPN2  diduga mengalami kerugian mencapai Rp4 juta lebih,’’ ujar Kapolres. (mag-4)

AMPI Sumut Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Nelayan

MEDAN-Menyambut HUT AMPI yang ke 34, Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Sumut, menggelar pengobatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu, Jumat (8/6) di Kecamatan Medan Labuhan.

Pengobatan gratis ini dilaksanakan di Musholla Al Huasin Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan.Pengobatan gratis ini, atas kerjasama antara AMPI Sumut, AMPI Kabupaten Langkat, Yayasan Portibi Sirik Merapi dan Rumah Sakit Insani dan para medis yang dipimpin oleh Dr Rachmad Suwelen.

Pelayanan kesehatan gratis ini, diikuti lebih dari 350 warga yang kurang mampu, baik anak-anak dan orang dewasa. Pada kesempatan itu,  Ketua DPD AMPI Sumatera Utara, HM Syaf Lubis, menyampaikan bahwa kegiatan sosial yang lakukan itu setiap tahun mereka gelar. ‘’Sudah dua tahun ini DPD AMPI Sumut, bekerjasama dengan DPD AMPI Kabupaten Langkat, menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi keluarga yang kurang mampu,’’ ujar Syaf Lubis.
Didampingi Sekretaris AMPI Sumut, Faisal SE, dan Bendahara AMPI Sumut, Angelina Lubis, ia menyampaikan, bahwa semua kegiatan yang mereka lakukan tidak terlepas dari keperdulian dari mantan Ketua DPD AMPI Sumut, Manahan Lubis.

“Ini semua berkat dukungan dan kepedulian dari senior kami kakanda Manahan Lubis.Beliau ini, juga yang mendirikan madrasah dan mushollah Al-Husain. Beliau tidak henti-hentinya untuk berbuat baik, pada masyarakat di Kelurahan Nelayan Indah ini.Bukan hanya ditempat ini saja, tapi beliau juga telah berbuat bagi masyarakat KotaMedan. (rud)

SPA Chocolate For Kids, Agar Kulit Tak Mudah Iritasi

Selain lezat, cokelat menyimpan segudang manfaat bagi kecantikan tubuh. Cokelat mengandung berbagai macam  vitamin serta antioksidan yang berfungsi memperlambat penuaan dini dan melancarkan peredaran darah. Bagaimana bila cokelat dibalurkan ke tubuh? Tentunya sensasi dingin yang menyegarkan sekaligus keharumannya yang khas, membuat tubuh merasa lebih rileks dan nyaman.

Bagi si kecil, tak ada salahnya bila mencoba spa chocolate for kids. Setelah menikmati lulur cokelat dan pijatan dari terapis, anak-anak akan berendam sepuas hati di dalam bath tub yang diisi bubuk cokelat, susu, garam mineral serta lavender. Setelah itu, semerbak harum cokelat yang menempel di pada tubuh akan terasa dan kulit juga lebih lembut.

“Sebenarnya, treatment ini hampir sama untuk orang dewasa. Karena anak-anak lebih menyenangi cokelat, maka tak ada salahnya bila si kecil mencoba lulur cokelat ini. Selain keharumannya, kulit juga tidak akan mudah iritasi jika sering terkena panas matahari, sehingga terasa lebih lembut,” ujar Apriliani  karyawan  Rumah Lulur yang berlokasi di Jalan Pattimura No.74/336 B.

Menurutnya, dalam menjalani aktifitas yang padat terutama kegiatan disekolah, terkadang si kecil merasa lelah dan tak bersemangat. Selain itu, berbagai polusi dari kendaraan bermotor membuat kulit terasa kasar dan kusam. “Jadi anak-anak juga perlu mendapatkan perawatan tubuh,” ungkapnya.
Dalam kandungan cokelat, tambahnya, juga terdapat antioksidan yaitu flafonol sehingga menjadikan kulit cantik dan sehat. “Kandungan katekinnya bisa membuat kulit bersih, bercahaya, menjadikan kulit lembab, halus dan tidak terlalu sensitive terhadap sinar matahari. Bahkan cokelat juga dapat menghilangkan bau badan serta memberi nutrisi pada kulit. Selain itu, bisa mengangkat sel-sel kulit mati dan dapat juga memperbaiki sel-sel yang rusak,” jelasnya.

Para terapisnya telah terlatih karena sudah menjalani training dan didatangkan dari Jawa. “Apalagi di Rumah Lulur ini menggunakan konsep tradisional dengan memakai bahan alami yang khusus didatangkan dari Jawa dan Bali. Jadi sangat baik digunakan oleh anak-anak karena tidak ada unsur kimianya. Di akhir treatment spa chocolate for kids ini, anak-anak akan mendapat minuman cokelat hangat yang baik untuk tubuhnya. Jadi, tunggu apalagi? Anak-anak pasti menyukai treatment ini,” bebernya. (mag-11)

Preman Kampung Rusak Warung Milik Warga

LUBUK PAKAM- Puluhan preman kampung, melakukan aksi pengerusakan salah satu warung, yang berdiri di bekas lahan eks HGU PTPN II Jumat (8/6) sekira pukul 07.45 WIB.Akibat peristiwa itu, pemilik warung pemilik warung diperkirakan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Pengerusakan itu terjadi, bermula korban, sofian effendi, mendirikan warung di  Jalan Sei Merah, Dusun II, Desa Dagang Kerawan, Kecamatan Tanjungmorawa. Rupanya keberadaan warung korban, membuat S alias AK merasa keberatan.

S alias AK, dikenal sebagai mafia tanah ini lantas memerintahkan anak buahnya mendatangi warung milik korban. Tanpa dikomandoi lantas mereka melakukan pengerusakan warung milik korban. Sofian hanya bisa terdiam saja tanpa bisa berbuat banyak, warungnya dirusak preman kampung itu.
Rupanya ayah tiga orang anak ini tetap bersikukuh untuk mendirikan warungnya.Lagi-lagi, preman ini merubuhkan warungnya. Namun ia bertanya kenapa warungnya dirusak. Salah seorang pelaku lantas mengatakan kalau lahan dimana ia berjualan sudah dimilik S alias AK.

Rupanya aksi perbuatan para pelaku terhadap korban diperhatikan warga sekitar.Karena prihatin dengan nasib Sofian, akhirnya warga melakukan penjagaan di warung miliknya.

Pada wartawan Jumat (8/6) Sofian mengaku mengenali para pelaku yang merusak warung miliknya. ‘’ Pelaku berinisial IC, P alias A, B alias C, N, HR dan J. Semuanya adalah anggota S alias AK. Polsek Tanjungmorawa juga sudah menyuruh saya untuk membuat laporan pengaduan,” kata Sofian.
Sementara itu Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Telly Alvin Sik, mengaku pihaknya sudah melakukan proses penyidikan terhadap peristiwa perusakan warung milik Sofian.Polsek juga berencana akan memanggil para saksi untuk diperiksa. “Barang bukti berupa sepedamotor Honda Beat dan bahan bangunan warung akan kita amankan untuk barang bukti,” katanya. (btr)

Perseteruan Pengelolaan Tanah Wakaf Mandailing di Sei Mati Medan

Dua Kubu Ngotot tak Berniat Jual ke Pengembang

MEDAN- Perseteruan pengelolaan lahan kuburan di Pekuburan Mandailing Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun masih berlanjut, Jumat (7/6) terus berlanjut. Dua kubu yang sejak, Rabu (5/6) kemarin mengklaim sebagai pengelola tanah wakaf seluas 26.432 meter persegi itu, berlanjut hingga keabsahan pengurus kenaziran dari pekuburan Mandailing itu. Kedua belah pihak saling tuding sebagai kelompok yang berkeinginan menjual lahan wakaf tersebut.

M Sazli Nasution, pengurus kenaziran periode 2012-2017 kepada Sumut Pos, menegaskan persoalan ini bukan persoalan pribadi antara dirinya dengan Ahmad Fauzi Lubis yang mengaku pengurus yang sah, melainkan persoalan umat. “Kita sudah menemui Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Medan, Iwan Zulhami dan meminta agar segera menyelesaikan persoalan ini,” jelasnya.

Permintaan penyelesaian tersebut, sambungnya, antara lain dugaan surat keterangan (SK) yang dimiliki pihak Ahmad Fauzi Lubis cacat hukum. Kedua adalah agar Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Maimun, Ali Sahra Hutapea untuk melakukan penelitian secara detil terhadap SK kepengurusan tahun 1993.

“Pada kepengurusan tahun 1993, Sekretaris Umum (Sekum) kepengurusan namanya Syaifuddin Nasution. Pada Desember 2011, Syaifuddin Nasution meninggal. Ahmad Fauzi saat Syaifuddin masih hidup, tidak berani masuk kantor kenaziran. Setelah meninggal, baru pada 13 Maret 2012 Ahmad Fauzi berani menduduki kantor. Soal SK kepengurusan Ahmad Fauzi yakni SK Kepala KUA Kecamatan Medan Maimun No.K.k.02.15.17/BA.03.1/318/2008 tanggal 2 Desember 2008 ditandatangani Drs Abdul Hamid juga dianggap cacat hukum itu,” kata Sazli.

Dalam persoalan ini, ada rumor yang menyatakan, pihak Ahmad Fauzi Lubis disinyalir akan menjual sepertiga tanah wakaf tersebut kepada developer, beberapa tahun lalu.

Terkait polemik ini, Ahmad Fauzi Lubis yang dikonfirmasi Sumut Pos, membantah semua hal tersebut. “Saya tidak pernah menjual tanah ini, meskipun banyak yang mau baik warga maupun developer. Tanah ini wakaf dari pihak keluarga kami, almarhum Haji Muhammad Husin dan Almarhum Haji Muhammad Ismail. Semua sertifikat yang sah ada sama kami. SK kami dari Departemen Agama. Jadi ini bukan untuk dijual, tapi untuk diwakafkan seperti niat awalnya sebagai tanah wakaf,” tegasnya.

Malah Kata Fauzi selama ini terkesan pihaknya yang merasa dijelek-jelekan. “Selama ini kami yang dituduh begini-begitulah. Mereka sebenarnya yang pernah akan menjual sebagian tanah ini kepada pengembang di tahun 2006 lalu. Saya ada buktinya,” tukasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Maimun, Ali Sahra Hutapea kepada mengaku tidak tahu menahu soal rencana penjualan tanah wakaf tersebut. “Saya tidak tahu ada rencana-rencana penjualan tanah wakaf itu. Ya, bisa saja kalau cuma rencana-rencana,” akunya. (ari)