Home Blog Page 13395

Awas Kutukan Host

WARSAWA – Piala Eropa (Euro) 2012 merupakan partisipasi kedua Polandia di ajang sepak bola antarnegara terbesar di Benua Biru tersebut. Empat tahun lalu atau dalam debutnya, Polandia tak mampu berbuat banyak dan finis sebagai juru kunci grup.

Meski begitu, Biale Orly atau Elang Putih -julukan Portugal- mampu mengais satu angka setelah menahan seri 1-1 tuan rumah (host) Austria.
Nah, di Euro tahun ini, Polandia bertindak sebagai tuan rumah. Predikat yang membuat Polandia memikul beban tersendiri, khususnya ketika menjalani pertandingan pembuka turnamen kontra Yunani di National Stadium, Warsawa malam ini.

Dalam dua edisi terakhir Euro, host seolah terkena kutukan dengan selalu menuai kekalahan dalam laga pembuka. Pada 2008, Swiss keok 0-1 dari Republik Ceko, sedangkan Portugal diperdaya Yunani 1-2 di edisi 2004. Pelatih Polandia Franciszek Smuda tidak memungkiri apabila Yunani punya potensi mengulang kejutannya delapan tahun lalu. “Pertandingan pertama selalu sulit,” kata Smuda sebagaimana dilansir di situs resmi UEFA.
“Yunani juga tim yang sangat berpengalaman dan sebagian besar pemainnya pernah berlaga di major event. Sedangkan kami merupakan salah satu tim termuda turnamen,” sambungnya.

Kendati bursa taruhan sedikit mengunggulkan Yunani, Polandia tidak ingin merasa sebagai favorit. “Saya melihat orang-orang di negeri kami terlalu menganggap remeh Yunani. Padahal, mereka memiliki track record bagus dengan hanya sekali kalah dalam 20 laga terakhirnya,” kata gelandang bertahan Dariusz Dudka.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk seolah berusaha mencairkan ketegangan Smuda dan anak asuhnya dengan melakukan kunjungan ke hotel tim kemarin pagi waktu setempat. Kunjungan itu sekaligus membuat Smuda membatalkan sesi latihan.

“Ketegangan dari pemain memang ada, tapi motivasi dan energi positif yang muncul lebih besar. Saya memprediksi kami bisa menang 1-0 karena apabila menang 5-0, Anda pasti menganggap saya tidak tahu sepak bola,” tutur Tusk sembari tertawa.

Sementara itu, Yunani juga hanya menggelar sekali sesi latihan di Stadion Legionowo kemarin. Pelatih Yunani Fernando Santos memang tidak ingin Giorgos Karagounis cs mengalami kelelahan justru saat hari H pertandingan. Dalam latihan, Santos menitikberatkan pada set piece ketika di area lawan atau saat mengantisipasinya di area sendiri.

Santos mengatakan apabila Yunani siap menyulitkan tuan rumah di laga pembuka. “Tidak akan mudah mengalahkan Yunani karena memang tidak ada tim dari grup kami yang secara signifikan lebih baik dari kami,” ungkapnya kepada Times of Malta.

Suara lebih optimistis datang dari kiper Yunani Kostas Chalkias. Pemain tertua turnamen (38 tahun) itu bahkan menyebut optimisme mereka di Euro 2012 lebih besar dibandingkan Euro 2004. Chalkias memang termasuk bagian dari skuad Yunani kala memenangi Euro delapan tahun lalu.
“Kami bahkan sudah mempelajari permainan Polandia selama beberapa bulan terakhir,” warning Chalkias. (dns/jpnn)

Charlene Suric Tak Berangkat ke Euro 2012

TIDAK semua WAGs (wife and girlfriends)  para pemain sepak bola memiliki keinginan untuk mendampingi pasangan yang akan bertanding di EURO 2012 mendatang. Salah satunya yang Charlene Suric, istri pemain Prancis Gael Clichy.
Dalam Tanya jawab yang dilakukan dengan The Sun, dia telah memastikan tak akan datang ke arena EURO 2012. dia lebih memilih untuk berkumpul bersama keluarganya.

“Saya tidak berangkat ke EURO 2012. Saya akan bersama keluarga di daerah Prancis selatan. Saya akan menonton di TV,” ucapnya.
Dia memaparkan bahwa kebanyakan pemain Prancis tidak terlalu tertarik untuk didampingi oleh istri atau pacar mereka menjelang pertandingan. Terutama suaminya,  perempuan 27 tahun tersebut bahkan menyebut Clichy lebih suka berada di hotel bersama rekan setimnya. “Dengan begitu dia bisa lebih fokus untuk pertandingan,” tuturnya.

Saat disinggung siapakah ancaman terbesar negaranya pada EURO nanti, dengan tegas Suric menyebut juara bertahan, Spanyol.  (aam/jpnn)

Rektor USU Siap Dipanggil KPK

Terkait Kasus Proyek Kemendikbud Angelina Sondakh

MEDAN-Rencana pemanggilan para rektor terkait kasus suap wisma atlet dan proyek Kemendikbud ditanggapi dingin oleh Rektor Universitas Sumatera Utara (USU). Sang rektor pun, Syahril Pasaribu, menyatakan siap jika dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

“Kalaupun nantinya saya dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi, saya siap untuk menjelaskan apa yang akan ditanya kepada saya,” ungkap Syahril Pasaribu kepada Sumut Pos, Kamis (7/6).

Kasus yang menyentuh berbagai rektor di Indonesia ini terkait dengan tersangka Angelina Sondakh. Terkait dengan itu, Syahril Pasaribu mengaku belum mengetahui adanya rencana pemanggilan terhadap dirinya. “Sampai saat ini saya tidak ada dipanggil oleh KPK baik sebagai saksi ataupun hal lainnya. Saya juga tidak tahu masalahnya, kenapa saya dipanggil,” katanya.

Namun, Syahril tidak menyangkal jika kampus USU menerima bantuan pengadaan alat pendidikan kampus. Pengadaan alat tersebut, bilang Syahril, diminta USU lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kita memang ada mendapatkan bantuan pengadaan alat-alat pendidikan baik dari alokasi APBN maupun APBD, itupun kita langsung minta kepada kementrian,” terangnya.

Disinggung mengenai keterkaitan kasus suap wisma atlet dan proyek Kemdikbud dengan melibatkan Angelina Sondakh, Syahril sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. “Yang jelas kita hanya meminta kepada kementerian pendidikan, terkait itu melibatkan kasus suap Angelina Sondakh itu saya tidak tahu. Dan, saya juga tidak pernah berurusan ataupun berkomunikasi dengan dia langsung,” ujar Syahril.

Selain itu, Syahril juga mengaku siap jika harus dipanggil Kemdikbud untuk menjelaskan mekanisme tender yang dilaksanakan  USU, terkait adanya dugaan mark up yang melibatkan 16 Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). “Jika memang kita juga nantinya dipanggil oleh Kemdikbud untuk menjelaskan mekanisme tender USU, kita akan jelaskan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, Mendikbud Mohammad Nuh berencana akan memanggil 16 rektor dari PTN terkait kasus yang sedang ditangani KPK.  “Kita akan undang para rektor minggu ini. Kita cek semua. Intinya, minta klarifikasi,” tutur Nuh, beberapa hari lalu.

Nuh mengatakan, dari aspek hukum, Kemdikbud memberi dukungan aparat penegak hukum untuk pengusutan dan investigasi yang terkait adanya dugaan penyimpangan. Namun yang terkait PTN, menurutnya, mekanisme sebenarnya sudah baku.

“Yakni, ada usulan atau proposal kegiatan apa saja seperti sarana prasarana dari PTN dan diolah di ditjen dikti. Setelah diolah lalu diajukan ke DPR karena DPR yang punya hak budget. Di DPR bisa jadi tambah atau kurang kebutuhan anggarannya karena DPR punya hak pembahasan untuk anggaran,” jelasnya.
Selanjutnya, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sudah ada di masing-masing PTN. Sehingga, dananya juga  langsung dialihkan masuk dari kas negara ke PTN masing-masing. “Jadi tidak singgah di Kemendikbud,” ujarnya.

Mantan Rektor ITS ini menerangkan, setiap satuan kerja terutama di PTN memiliki  keleluasaan untuk melakukan aktivitas mulai dari menentukan harga satuan, mekanisme tender, dan lain sebagainya. Mereka,  lanjut dia, juga dapat mengumumkan lelang di masing-masing PTN. “Jika di dalam mekanisme lelang ada kejanggalan, maka tentunya bisa diproses,” imbuhnya.

Rektor IPB Batal Diperiksa

Sementara itu, KPK batal memeriksa rektor Institut Pertanian Bogor Herry Suhardiyanto sebagai saksi untuk tersangka Angelina Sondakh. KPK akan memanggil ulang Herry yang berhalangan hadir.

Rektor IPB Herry Suhardiyanto, rencananya Kamis (7/6) hari ini, diperiksa terkait dana yang diduga diterima Angie dari proyek pengadaan sarana dan prasaran di 16 universitas.

Dari perbincangan Anggie dan Mindo Rosalina Manulang, terungkap keduanya memiliki jalur langsung pada sejumlah rektor universitas. Herry dikabarkan masih di luar negeri.

Sebenarnya, pemanggilan Herry hari ini merupakan yang kedua. Selasa (4/5) lalu, penyidik KPK sudah melayangkan surat untuk orang nomor satu di kampus yang terletak di Bogor itu. Namun lantaran Herry sedang menjalankan tugas di luar negeri, dia tidak bisa memenuhi panggilan tersebut. “Ini adalah penjadwalan ulang untuk memanggil yang bersangkutan,” kata Johan. (uma/jpnn)

22 Rumah Ludes dalam 2 Jam

Terjadi di Desa Tuntungan I, Pancur Batu

MEDAN-Hanya dalam tempo 2 jam, 22 unit rumah yang ada di Jalan Kutalimbaru, Dusun II (Pondok Seng), Desa Tuntungan I, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, ludes dilalap api. Akibat kebakaran yang terjadi Kamis (7/6) pagi kemarin itu, sedikitnya 70 warga kehilangan tempat tinggal.
Keterangan yang dihimpun di lokasi, peristiwa itu terjadi begitu cepat. Sekitar pukul 08.30 WIB, api terlihat dari salah satu dapur rumah warga. “Sumbernya belum tahu pasti, tapi sepertinya dari korsleting listrik,” ujar Sumini yang rumahnya ikut terbakar.

Diceritakannya, saat itu dia sedang mencuci pakaian dan tiba-tiba saat dia melihat ke atas api sudah mulai membesar. “Saya sedang mencuci pakaian, tiba-tiba ada terdengar seperti kabel terbakar,” ungkap Sumini.

Warga yang melihat kejadian itu, langsung membantu menyiram dengan peralatan seadanya. Warga memanfaatkan air dari sumur dan air parit yang ada. Sebagian warga juga terlihat panik dan pasrah karena tidak bisa lagi menyelamatkan barang-barang mereka. Api begitu cepat membesar. Warga yang mengetahui kejadaian itu langsung melapor kepada Hari Amanu, kepala desa setempat. Kades kemudian langsung menghubungi pemadam kebakaran.
Kepanikan warga memuncak saat api sudah membesar dan menyambar ke rumah-rumah yang ada di sekitarnya. Dipastikan 22 rumah yang berdempetan itu hangus.

Sekitar pukul 09.15 WIB, 4 mobil pemadam kebakaran, masing-masing dua dari Pemkab Deliserdang dan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Medan, tiba di lokasi. Saat pemadam tiba, Hari Amanu menyebutkan tiang-tiang kayu di rumah yang terbakar sudah mulai berjatuhan dan api sudah mulai mengecil. “Karena jarak jauh, pemadam agak terlambat datangnya,” sebutnya.

Setelah bekerja selama 1 jam lebih, sekitar pukul 10.30 WIB, api akhirnya berhasil dijinakan. Dalam kejadian itu, tujuh unit rumah yang berada di lokasi kebakaran terpaksa dibongkar untuk menghindari rembetan api lebih lebar. Dibantu warga, pemilik rumah menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

Beberapa warga yang yang mengetahui rumahnya terbakar menangis histeris. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas polisi dari Polsek Pancur Batu yang turun ke lokasi, langsung memasang police line (garis polisi) untuk memudahkan penyelidikan. Pjs Kapolsekta Pancur Batu AKP S Siagian saat dikonfimasi asal api masih diselidiki. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu,” sebutnya.

Akibat kebakaran ini, hampir seluruh warga yang rumahnya terbakar, tidak bisa menyelamatkan barang-barang milik mereka. “Gak ada lagi yang bisa diselamatkan, semua habis Bang, tinggal pakaian yang saya pakai ini ajalah harta saya,” ujar Sri Murni (23), warga yang rumahnya terbakar.
Murni menyebut, saat kebakaran terjadi dia sedang berjualan mie pecal keliling. “Waktu kebakaran saya lagi berjualan Bang. Begitu tahu rumah terbakar, saya langsung lemas. Namun, saya masih beruntung karena anak saya masih bisa selamat dari musibah itu,” ujar Murni dengan sedikit berlinang air mata.
Murni berharap Pemerintah Kabupaten Deliserdang dapat memberi bantuan. “Gak tahu bagaimana lagi Bang. Rumah sudah gak ada, harta benda juga habis dilalap api. Mohon bapak pejabat bisa mengulurkan tangannya untuk kami,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Unit Bagian Kebakaran Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan Kompol Jhom Hutabarat mengatakan akan segera menyelidiki penyebab kebakaran. “Penyebab kebakaran belum kita ketahui, besok (hari ini, Red) kita baru turun ke lokasi,” ujarnya, kemarin petang.

Korban Ditampung di Tenda Darurat

Pantuan Sumut Pos, sekitar pukul 14.00 WIB warga sudah ditampung di tenda-tenda darurat yang bertuliskan Departemen Sosial RI. Bantuan pun sudah terlihat, seperti seperti beras, mie instan, dan minyak goreng.

Hj Warsila (53), seorang warga yang rumahnya terbakar hanya bisa tertunduk lemas, saat berkumpul dengan korban yang lain di tenda darurat. Namun dia masih bisa tersenyum, meski semua harta bendanya habis dalam musbiah itu. Dia mengatakan saat kebakaran dia sedang berada di dalam rumah bersama cucunya. “Saat itu saya sedang di dalam rumah. Saat warga sudah mulai berteriak ada kebakaran, saya langsung menyelamatkan cucu saya yang masih berusia 1,5 tahun,” ujarnya.

Dia berharap uluran tangan dari pemerintah. “Mohonlah Pak pemerintah untuk membantu kami,” pintanya.

Sementara itu, terlihat juga beberapa korban kebakaran mulai meminta sumbangan di ruas Jalan Kutalimbaru. Mereka berharap bantuan kepada setiap pengendara yang melintas. (mag-12)

Preman di Kampung Salam Belawan Resahkan Sopir

082163906xxx

Bapak Kapoldasu Yth. Kami sebagai sopir resah atas aksi preman anak-anak di Kampung Salam Belawan, perampokan, pencurian, pemerasan terhadap angkutan kami. Padahal kami banyak membuat laporan ke KP3 Belawan, tapi gak ada tanggapan. Di sana makin meresahkan kami para sopir, tolonglah kami Pak Kapoldasu.

Lapor ke Polsek Terdekat

Terima kasih atas laporannya. Untuk hal ini, masyarakat bisa langsung melaporkan ke Polsek terdekat dengan informasi yang lengkap. Agar langsung dilakukan pengecekan dan penyelidikan. Untuk perilaku-perilaku orang yang tak bertanggung jawab dan meresahkan masyarakat akan segera kami tindak lanjuti.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Ngurus Surat Keterangan Meninggal Rp500 Ribu

082165018xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan. Apa benar Pak dalam mengurus surat keterangan meninggal dunia dikenakan biaya sampai Rp500 ribu? Mohon Pak ditindaklanjuti. Kami perlu surat itu, tapi kami jangan diperas Pak. Terima kasih.

Tidak Ada Kutipan

Terimakasih atas informasinya. Kepada warga yang diberatkan agar membuat laporan ke Pemko Medan dengan mencantumkan bukti fisik agar dapat ditindaklanjuti. Warga dapat mengkonfirmasi biaya pengurusan langsung ke lurah dan camat terkait. Karena tidak ada pengutipan dalam bentuk apa pun untuk pengurusan surat keterangan. Kami juga akan teruskan laporan ke kecamatan tersebut. Namun, sangat kita sayangkan informasi iuni masih kurang lengkap.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Tertibkan Bangunan di Atas Parit

0853651617xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan. Kami minta tolong untuk segera menertibkan bangunan yang ada di atas parit tepatnya di Jalan Sunggal. Gara-gara bangunan tersebut parit kami tumpat Pak, dan kami warga Jalan Kiwi sudah bosan dengan banjir. Tolong agar ditindaklanjuti. Terima kasih.

Akan Ditinjau

Terima kasih atas informasinya. Kami akan berkoordinasi dengan intansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Bina Marga Kota Medan, Muspika Kecamatan untuk meninjau lokasi tersebut. Kemudian, kami minta lurah setempat agar segera bertindak. Apabila tak ada izin, sebaiknya lakukan kebijakan untuk kepentingan banyak masyarakat.

Budi Haryono
Kabag Humas
Pemko Medan

Lapo Tuak di Gang Tanjung Resahkan Warga

085261035xxx

Kepada Yth Bapak Bupati Deliserdang. Mohon ditertibkan lapo tuak di Jalan Medan Deli Tua Gang Tanjung. Kami warga sekitar yang sangat berdekatan dengan lapo tuak ini merasa sangat terganggu, karena musik terdengar terlu berisik. Terima kasih.

Pastikan Izinnya ke Kelurahan atau Kecamatan

Terimakasih atas laporannya. Hal ini akan kami teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Satpol PP Deliserdang untuk ditindaklanjuti. Warga juga dapat berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk memastikan izin lapo tuak tersebut. Bila tidak memiliki izin dapat dilakukan tindakan tegas.

Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Korban Konflik Lahan Labuhanbatu Ngadu ke Setwapres

KPA Desak Poldasu Ubah Model Penanganan

JAKARTA-Merasa percuma jika mengadu ke polisi setempat, sebanyak 10 warga petani korban konflik lahan di Labuhanbatu, Sumut, langsung mengadukan nasibnya ke Kantor Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Jakarta.

Didampingi LSM Lentera, warga yang berkonflik dengan PT Smart itu juga lapor ke Komnas HAM dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Para korban ini juga sempat mampir ke Sekretariat Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) untuk mengadukan nasibnya, pada Rabu (6/6) lalun
Menurut Deputi Sekjen KPA, Iwan Nurdin, para korban ini mengaku diperlakukan semena-mena oleh aparat kepolisian. “Beberapa orang ditangkap dan satu ditembak. Ini sangat rumit. Mereka minta KPA mengadvokasi,” ujar Iwan kepada Sumut Pos, kemarin.

Pendamping warga dari LSM Lentera Medan, Saurli, seperti diberitakan KBR68H, menjelaskan, tujuh warga yang ditahan polisi belum bisa ditemui. Dikatakan, situasi di lapangan tegang karena banyak buldozer masuk ke lahan konflik.

Konflik antara perusahaan sawit tersebut dengan warga sudah terjadi bertahun-tahun. Berawal dari penggusuran warga dari lahan yang mereka miliki secara sah oleh perusahaan di sekitar tahun 1969. Pasca reformasi 1998, masyarakat berupaya meminta kembali lahan mereka namun tidak pernah mendapat respon dari pemerintah.

Iwan Nurdin mengatakan, sikap keras aparat kepolisian kepada petani dalam kasus di Labuhanbatu ini menunjukkan aparat kepolisian memang lebih berpihak ke perusahaan, dibanding kepada warga yang menjadi korban.

Sikap polisi yang seperti itu sangat berbahaya, karena bisa memancing aksi amuk massa petani, seperti yang terjadi di Kutalimbaru beberapa hari lalu. “Konflik bisa makin pelik, bukan sekedar bakar truk,” kata Iwan.

Dia menyebut, konflik lahan terbaru yang masuk pengaduannya ke KPA adalah konflik lahan antara warga Desa Hutabalang, Kecamatam Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, berhadapan dengan PT AEP, yang dulunya bernama PT Cahaya Pelita Andika.

“Di sana tanah warga diserobot, warga lapor polisi, tapi malah ditangkap, termasuk Ketua Forum Pembela Tanah Rakyat, Adianto Simatupang,” ungkap Iwan.

KPA mendesak Kapoldasu Irjen (Pol) Wisjnu Amat Sastro untuk mengevaluasi kinerja jajarannya dan mengubah pola penanganan konflik tanah. Dikatakan Iwan, konflik tanah merupakan persoalan perdata. Jika aparat kepolisian bertindak semena-mena, maka konflik bakal makin tajam.
Kepolisian diminta untuk mengacu pola penanganan sebagaimana sudah tertuang dalam MoU antara kepolisian dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2007. “Yakni model penanganan dengan mengedepankan mediasi,” ujar Iwan Nurdin. (sam)

Mobil Hemat Energi Siap Unjuk Gigi

Ikuti Kompetisi di Kuala Lumpur

JAKARTA-Pemandangan berbeda terlihat di halaman Istana Kepresidenan Jakarta kemarin (7/6). Di bawah tenda yang dipasang di sisi jalan Istana Negara, mobil-mobil berukuran mini dengan warna mencolok itu berjejer dengan rapi. Mobil-mobil tersebut adalah hasil karya mahasiswa Indonesian
yang akan ikut dalam kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, 4-7 Juli nanti.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru saja melakukan pertemuan dengan CEO Royal Dutch Shell Peter Voser meninjau satu persatu mobil tersebut. Dalam kesempatan itu, presiden menerima penjelasan dari mahasiswa yang dipandu oleh Mendikbud M Nuh.SBY dan Voser menyimak penjelasan dari mahasiswa dengan seksama. Misalnya, mengenai bahan bakar yang digunakan beserta jarak tempuhnya dan kapasitas mesin. “Mobil-mobil ini didesain dan dirancang dengan hemat energi,” kata Nuh.

Mobil-mobil itu menggunakan bahan bakar etanol, listrik, dan pertamax. Mesinnya, antara lain menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas 125 atau 250 cc. Konsumsi bahan bakarnya bervariasi. Mulai dari 127 kilometer hingga 300 kilometer per liter.

Beberapa mobil hemat energi itu yang akan mengikuti kompetisi antara lain Antasena buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Keris V.3-Nakoela (Universitas Indonesia), dan Semar Prototype (Universitas Gadjah Mada). Ada juga yang dari Bandung. Yakni, Tumang Medal-Putra Siliwangi dan Sangkuriang Medal-Boemi Siliwangi.

Nuh mengatakan, dalam keikutsertaan di kompetisi serupa tahun lalu, mahasiswa Indonesia banyak mendapatkan apresiasi dan prestasi. “Tentu saya berharap tahun ini juga banyak prestasi yang diraih,” katanya.

Menurut Nuh, beberapa tim yang ikut kompetisi tersebut juga ambil bagian mempersiapkan mobil listrik yang dipresentasikan di Gedung Agung, Jogjakarta, belum lama ini. “Ini bukan main-main, gaya-gayaan. Ini harus dirunut sebagai bagian dari road map,” kata mantan rektor ITS itu.

CEO Royal Dutch Shell Peter Voser mengaku terkesan dengan mobil-mobil hemat energi karya mahasiswa itu. “Ini memberi saya harapan bahwa kita semua dapat membuat perubahan positif untuk memenuhi tantangan energi global di masa depan,” katanya.

Presiden SBY juga mendorong inovasi untuk menghasilkan kendaraan yang ramah lingkungan dan hemat energi. “Semoga sukses untuk  terus mengembangkan,” katanya.

Ajang yang akan diikuti para mahasiswa tersebut merupakan kompetisi tahunan yang diikuti oleh mahasiswa dan pelajar dari Eropa, Amerika, dan Asia. Peserta ditantang untuk merancang kendaraan hemat energi dan mengemudikannya. Tim yang dapat menempuh jarak terjauh dengan satu liter bahan bakar akan menjadi pemenang. (fal/ca/jpnn)