Home Blog Page 13398

FE UMSU Akan Bentuk Ikatan Alumni

MEDAN – Sebagai bentuk kepedulian dalam upaya membangun kebersamaan dan merajut tali silaturahmi, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FE-UMSU) akan membentuk ikatan alumni lintas generasi sebagai wadah berkumpulnya lulusan fakultas yang tersebar di penjuru Indonesia.

Setidaknya ada 15 ribu alumni yang dilahirkan FE UMSU sejak fakultas ini berdiri tahun 1978 silam. Hal ini disampaikan Dekan FE UMSU Zulaspan Tupti SE MSi, didampingi Ketua OC DR Fajar Pasaribu SE MSi dan SC Edi Gunawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/6).

“Didorong keprihatinan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia yang tidak punya wadah untuk berkumpul dan berbagi informasi, atas dasar itulah pembentukan wadah alumni menjadi penting,” ujarnya.

Dekan juga  mengatakan, wadah ini nantinya diharapkan menjadi forum silaturahim diantara sesama alumni.

Tujuan penting lainnya, kata Dekan,  wadah yang akan dibentuk ini diharapkan sebagai jembatan bagi alumni yang telah mapan pekerjaannya untuk memberikan info lowongan pekerjaan kepada alumni yang akan dilahirkan fakultas.

“Jika alumni yang telah berhasil dalam pekerjaannya membutuhkan tenaga baru atau punya informasi pekerjaan, dapat merekrut tenaga dari alumni FE UMSU lainnya,” ujarnya.

Ketua OC DR Fajar Pasaribu SE MSi menambahkan, rencananya ikatan alumni fakultas ini akan dibentuk melalui Musyawarah Ikatan FE UMSU yang digelar di kampus UMSU Jalan Mukhtar Basri, Minggu (10/6) mendatang, pada  pukul 09.12 WIB. Musyawarah ini dilakukan bilangnya, untuk memilih ketua ikatan alumni dan formaturnya akan didahului dengan pembukaan oleh Ketua IKA UMSU Drs H Ahmad Hosen Hutagalung dan sidang-sidang pleno.

“Kami memang akan mengundang IKA UMSU tingkat universitas untuk memberi pandangan umum sekaligus membuka musyawarah,” kata Fajar.
Mengingat keterbatasan tempat dan banyaknya alumni, maka pihak panitia bentukan inisiator alumni ini membatasi peserta musyawarah hanya sebanyak 350 orang. Jumlah itu sudah dianggap mewakili suara alumni lainnya dalam pembentukan ikatan alumni dan pemilihan ketua.
Dia berharap alumni dari empat jurusan FE UMSU, yakni Akuntansi, Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Ilmu Ekonomi Manajemen dan D3 Manajemen Perpajakan dapat hadir dalam musyawarah itu.

Peserta musyawarah diharuskan melampirkan fotocopi ijazah sebagai tanda bahwa dirinya memang benar-benar alumni dan lulus dari FE UMSU.
Namun jika ada alumni yang tidak lulus namun ingin menghadirinya, panitia mempersilakan datang sebagai peserta pengunjung, bukan peserta musyawarah. “Peserta musyawarah dapat mendaftar ke sekretariat panitia pelaksana musyawarah di gedung FE UMSU atau melalui contact person Hj Hafsyah 081263332165 dan Ronny Parlindungan 0813767999131,” kata Fajar seraya mengingatkan pendaftaran selambat-lambatnya hingga Sabtu, 9 Juni.

Sementara SC, Edi Gunawan mengungkapkan sudah ada empat alumni mengambil formulir pendaftaran untuk kandidat ketua Ikatan Alumni FE UMSU. Yakni Dr Fajar Pasaribu, Edi Susilo, Dani Iskandar, dan Zulkifli Hasan. Sedangkan untuk calon formatur, untuk sementara sudah ada 13 formulir yang diambil alumni dari sekretariat kepanitiaan.

Edi Gunawan mengimbau alumni yang masih ingin memeriahkan pendaftaran calon ketua atau formatur dipersilakan menghubungi dirinya melalui 081370525088 dengan membawa persyaratan seperti forocopi ijazah, KTP dan pasfoto ukuran 3 x 4 sebagai kelengkapan administrasi. Sedangkan pelantikan ketua ikatan alumni akan dirangkai dengan Milad FE UMSU pada 14 Juli 2012 mendatang.(*/uma)

Ceko Ganti Striker, Rusia Dilema Kiper

WROCLAW – Pelatih Republik Ceko Michal Bilek, sepertinya, perlu menyusun ulang taktik yang digunakan saat menjalani laga perdana kontra Rusia (8/6). Itu seiring cedera otot paha yang dialami striker Milan Baros Selasa lalu (5/6) dan hingga kemarin (6/6) masih dirawat di rumah sakit Wroclaw.

“Otot adductor yang terhubung dengan pangkal paha dari Milan (Baros) memang berdarah, tapi tidak robek. Tapi, Milan tidak terlalu merasa kesakitan,” kata Petr Krejci, dokter tim Ceko, seperti dilansir AFP.

Namun, Krejci belum memberi rekomendasi Baros akan siap dimainkan melawan Rusia. “Kami masih harus melihat kebugarannya atau setelah dia menjalani fisioterapi dan beberapa pengobatan,” jelasnya.

Baros merupakan striker utama Ceko saat ini. Dengan 89 caps, striker 30 tahun yang bermain untuk Galatasaray itu merupakan pemain paling senior kedua setelah kiper Petr Cech (90 caps). Di Euro 2004, Baros menahbiskan diri sebagai top scorer dengan raihan 5 gol.

Seandainya Baros tidak fit, Bilek kemungkinan besar akan memilih striker CSKA Tomas Necid yang memang terlihat di-drill dalam sesi latihan di Oporowski kemarin. Necid memang masih 22 tahun. Tapi, dengan koleksi 26 caps, Necid lebih berpengalaman membela Ceko dibandingkan David Lafata (18 caps) maupun Thomas Pekhart (10 caps).

Jika Necid turun melawan Rusia, dia berpotensi menghadapi rekan seklubnya alias kiper Igor Akinfeev. Tapi, itu dengan catatan Akinfeev berada dalam kondisi fit seratus persen, seusai absen enam bulan sepanjang musim lalu karena operasi ligamen lutut. Akinfeev, dengan 52 caps, merupakan kiper utama Rusia di Euro 2008.

Namun, perkembangan terakhir menyebutkan pelatih Rusia Dick Advocaat mempertimbangkan untuk menurunkan Vyacheslav Malafeev. Kiper asal klub jawara liga Rusia Zenit St. Petersburg itu tampil gemilang saat mengalahkan Italia 3-0 dalam uji coba di Zurich (1/6). (dns/bas/jpnn)

Kantor DPRD Medan Resmi Pindah

MEDAN-Sekretaris dan anggota DPRD Medan resmi menempati gedung sementara di gedung eks PT Pelni, di Jalan Gunung Krakatau Medan, Senin (11/6) depan.

Sekreatris DPRD Kota Medan, Drs H OK Zulfi MSi menyampaikan, kepada sejumlah alat kelengkapan DPRD Medan dan fraksi untuk menempati gedung sementara.

Dalam surat dengan nomor 001/5302 Sekwan juga memberitahukan pemindahan barang-barang inventaris akan dilakukan Sabtu (9/6) lalu.
Ketua DPRD Medan, Amiruddin menjelaskan, perpindahan kantor sementara DPRD Medan dilakukan secara bertahap.

“Jadi sampai akhir bulan Juni, gedung DPRD Medan yang lama masih digunakan untuk rapat paripurna sesuai yang sudah diagendakan dalam rapat Banmus. Kalau untuk bulan berikutnya, paripurna akan dilaksanakan di kantor PT Pelni,” katanya, seraya menambahkan kalau seluruh barang-barang milik anggota DPRD Medan dan sekretariat DPRD Medan sudah mulai dipindahkan.(adl)

Mencuri Besi demi Foya-foya

MEDAN-Rudianto (29), warga Perumnas Martubung ditangkap polisi karena kedapatan mencuri 4 ikat besi cor 8,5 mm berjumlah 100 batang, di bangunan rumah milik Herianto (48), di Jalan Malaka Medan, Kamis (6/6).

Keterangan yang dihimpun, Rudianto dan tiga temannya (berhasil kabur) terlebih dahulu memantau rumah Herianto. Setelah sasaran tepat, keempatnya pun beraksi dengan membawa mobil pick up.

Setibanya di lokasi, pagar penutup bangunan ruko yang terbuat dari seng pun dibongkar. Selanjutnya, mereka mengangkat empat ikat besi ke atas mobil pick up. Keempatnya  segera meninggalkan lokasi.

Sayangnya, aksi itu ternyata ada yang melihat sehingga dilaporkan kepada Herianto dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Medan Timur.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menemukan Rudianto di rumahnya. Rudianto tak bisa melawan ketika polisi memboyongnya ke komando. Sedangkan tiga temannya masih dalam pengejaran polisi.

Dihadapan polisi tersangka Rudianto mengaku, kalau hasil curiannya sudah dijual dan hasilnya dibagi-bagi. Sisanya untuk foya-foya bersama teman-temannya.

“Besi itu saya jual Rp4,5 juta dan uangnya sudah habis saya pergunakan,” katanya.
Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan mengatakan, saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan, sedangkan tiga temannya masih dikejar. (gus)

Pandangan Negatif Selalu Ada

Doremi Armaya, Tantangannya Menjadi Disc Jokey

Menjadi pekerja seni, tidak akan mengenal waktu. Pagi, siang, dan malam harus dijalani demi tuntutan profesi. Begitulah yang dilakoni Doremi Armaya, salah satu DJ (Disc Jokey) di Medan. Saat orang pada umumnya beraktifitas mulai pagi hingga sore hari, dirinya sebaliknya. Belum lagi  adanya pandangan negatif dari masyarakat terhadap profesi DJ wanita (FDJ)

“Pandangan negatif jelas ada.  Tapi aku cuekin, yang penting aku tanggung jawab dengan apa yang aku jalani,” ujar wanita kelahiran Medan tahun 1989 ini.

Keluarganya sendiri, akunya tidak sepenuhnya mendukung profesi yang dijalaninya ini. Ada yang pro dan kontra.  “Untuk menjaga nama baik, aku memilih sebagai DJ yang berkualitas. Bukan DJ topless. DJ topless ini lebih menjual kemolekan tubuh dibandingkan dengan kemampuan ber DJ, dan tentu saja harus berpakaian seksi. “Aku kan tidak terlalu seksi. Karena aku bukan DJ topless,” tambahnya.

Sebelum terjun ke dunia DJ, Doremi lebih dahulu mengasah bakatnya dibidang tarik suara. Masuk sebagai 20 besar perwakilan Sumatera Utara pada ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2011, merupakan salah satu prestasinya. “Tapi karena profesi DJ lagi digandrungi, aku pun belajar DJ. Salah satunya untuk menambah performance aku saat tampil bernyanyi,” ujar Do (panggilan akrab Doremi). Dan terbukti, inilah yang menjadi kelebihan Do dibandingkan DJ wanita lainnya. Saat menghibur masyarakat sebagai DJ, Do sekaligus menjadi penyanyi. “Langsung dapat paket,” tambahnya sambil ketawa.

Kesibukannya sebagai DJ disadarinya, membatasi waktunya berkumpul bersama teman – teman. Karena itu, terkadang dia meminta teman-temannya  menyaksikan penampilannya. ‘’Jadi ngumpulnya di club, ” tambahnya.

Kesehatan juga salah satu hal yang penting yang harus diperhatikannya. Karena itu, walau bekerja di dunia malam yang identik dengan rokok, minuman beralkohol, dan lainnya, semua itu dihindari oleh Do. “Dugem tidak selalu dengan hal-hal itu kan, lagian ini aku lakukan untuk diri sendiri, untuk kesehatan aku,” tambah gadis tamatan D3 Pariwisata USU ini.

Untuk memaksimalkan penampilannya, Do juga tidak pernah lupa  merawat tubuhnya. Seperti rambut dan kulit. “Setelah selesai tampil di panggung apalagi di club, aku langsung creambath. Ini untuk menghilangkan bau rokok. Kalau untuk kulit, aku lebih cenderung luluran saja. Di rumah atau di salon,’’ujarnya.  (ram)

Guru SMAN 18 Ngaku Dipersulit Ngurus

Permohonan Sertifikasi dan Naik Pangkat

Kasek: Ada Syarat yang Harus Dipenuhi…

MEDAN-Kepala sekolah (Kasek) SMAN 18 Medan, Yurmaini Siregar MSi membantah jika dirinya sengaja mempersulit para guru saat meminta tandatangan, untuk permohonan sertifikasi seperti yang disampaikan para guru saat aksi.

Menurut Yurmaini, syarat permohonan sertifikasi setiap guru harus memiliki jam mengajar 24 jam selama seminggu. Syarat itu juga diperkuat dengan adanya pernyataan kepala sekolah yang ditandatangani di atas materai.

“Kita di SMAN 18 ini cuma ada 13 kelas dengan jumlah guru 64. Jadi tidak ada guru yang bisa mendapatkan jam mengajar 24 jam seminggu, kecuali jika mereka juga mengajar di luar dan itu dianggap sebagai tugas tambahan. Jika saya tandatangani, itukan sama saja melempar bola panas ke saya, dan nantinya saya yang akan mempertanggungjawabkannya  ke tim evaluasi,”terang Yurmaini, didampingi Wakil Kepala SMAN 18 bidang kesiswaan, B Sihombing saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/6).

Masih menurut Yurmaini, untuk menyikapinya kepala sekolah memiliki kebijakan masing-masing. Untuk SMAN 18 dirinya meminta kepada para guru membuat surat pernyataan kepada kepala sekolah, jika jam mengajar para guru tidak mencukupi sesuai syarat yang ditentukan.
Meskipun sebagian guru telah membuat surat pernyataan sesuai yang diminta sekolah, namun ada juga guru yang tidak mau membuatnya. Kondisi inilah yang oleh sebahagian guru menganggap jika mereka dipersulit.

“Sebenarnya saya mau menandatangani tapi yang kurang jamnya buatlah dulu permohonan karena kebijakan ini diambil berdasarkan hasil rapat bersama komite. Jadi kalaupun datang tim evaluasi kita bisa mempertanggungjawabkannya,”terangnya.

Begitu juga dengan permohonan naik pangkat, menurut Yurmaini, permohonan naik pangkat tidak mungkin ditandatanganinya karena dianggap belum layak dengan tenggang waktu masa kerjanya.

“Kenapa saya tidak tandatangani permohonan naik pangkatnya, karena ketika dia naik jabatan 3D pada September 2009 lalu, guru tersebut tidak mengajar selama setahun karena tabrakan. Jadi masa pengabdian dia saat ini baru dua tahun setengah, kalaupun memang mau mengajukan kenaikan pangkat 4A, seharusnya ditambah dulu lah jam kerjanya,”ujarnya.

Yurmaini juga mengakui jika dirinya tidak memaku mati segala kebijakan sekolah tersebut.

Menurutnya semua kebijakan bisa berubah ketika ada pembicaraan yang bagus dan saling menghargai.
Disinggung adanya bentuk arogansi yang dilakukannya terhadap guru dengan dorongan dan bentuk pengusiran,
Yurmaini membantahnya.

“Saya tidak ada mendorong dan mengusi mereka (guru), mungkin karena saat itu di ruangan saya ada guru lain dan mereka memaksa masuk mungkin terjadi sebuah sentuhan yang tidak disengaja. Demi Allah saya masih berpegang teguh terhadap agama dalam memimpin sebuah jabatan,”ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis mengaku telah memanggil kepala sekolah untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Semalam sudah kita panggil kepala sekolahnya, dan kita minta agar ini cepat diselesaikan,”ujarnya.

Ditanya tindakan yang akan dilakukan dinas pendidikan, Rajab mengaku masih melakukan pengkajian sebelum membuat sebuah keputusan.
“Ada, tapi sabar ya. Kita nggak boleh gegabah menindaknya. Perlu waktu mengkaji,”sebutnya. (uma)

Mengerem Syahwat Korupsi

Drs.H.Hasan Maksum Nasution, SH, MA

Budaya korupsi seakan memperoleh lahan yang subur, karena sifat masyarakat kita sendiri yang lunak, sehingga pesmisif terhadap penyimpangan moral dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, korupsi dianggap sebagai perkara biasa yang wajar terjadi dalam kehidupan, para penguasa dan pengelola kekuasaan yang ada. Sejak dahulu kala para penguasa dan pengelola kekuasaan selalu cenderung korup, karena bisnisnya, ya kekuasaan itu sendiri. Pengelola bukanlah pekerja professional yang harus pintar, cerdas dan rajin, tidak digajipun mereka mau asal mendapatkan kekuasaan, karena kekuasaan akan mendatangkan kekayaan dengan sendirinya.

Korupsi bukanlah hanya persoalan hukum saja, tetapi juga merupakan persoalan sosial ekonomi, politik, budaya dan agama. Realitas sosial yang timpang, kemiskinan rakyat yang meluas serta tidak memadai gaji dan upah yang diterima seseorang pekerja, merebaknya nafsu politik, kekuasaan, budaya, jalan pintas, suka menerobos aturan serta dipolitisi agama yang makin mendangkalkan iman, semuanya itu telah membuat korupsi semakin subur dan sulit diberantas disamping karena banyak lapisannya dan komponen bangsa yang terlibat dalam tindak korupsi. Karena itu, dekontruksi sosial tak bisa diabaikan begitu saja dan mewujudkan dalam masyarakat baru yang anti korupsi.

Mengerem Syahwat Korupsi

Dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) melaporkan, bahwa selama bulan Januari – April 2010 jajarannya menyidik 567 perkara korupsi. Data tersebut hampir dua kali lebih besar dari jumlah penyidikan yang dilakukan sepanjang tahun 2009 jumlah 1.345 perkara. Data ini menggambarkan dua kondisi yang ambigu, satu sisi data tersebut menggambarkan kinerja Jampidsus dalam mendorong jajarannya di seluruh Indonesia untuk memberantas korupsi semakin meningkat, namun di sisi lain data itu juga menorehkan ironi. Tindakan represif berupa penyidikan tersebut ternyata belum mampu mengerem syahwat korupsi di seluruh daerah Indonesia.

Dengan mengacu data-data tersebut tentu muncul pertanyaan kolektif, mengapa orang saat ini, tetap tidak takut melakukan tindak pidana korupsi. Juga kita merasa bangga, Polda Sumut akan berusaha meningkatkan kinerja secara professional terhadap tindak pidana korupsi. Apalagi dengan adanya kewenangan Polri sebagai penyelidik yang diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2011 tentang “Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi”, dimana di Sumut tingkat korupsi tersohor, dan kita harapkan Polri Sumut dapat menangani secara serius budaya korupsi ini, karena korupsi tidak akan berkurang, hanya dengan kata-kata (bahasa daerahnya “hata-hata dupang-dupang, kata-kata membayar hutang), karena korupsi pada umumnya sudah menjadi sedemikian kompleks.

Fenomena tidak takut melakukan tindak pidana korupsi ini tidak terlepas dari struktur politik yang mempunyai kekuasaan yang bersifat absolut. Karena, ketika seseorang memasuki arena politik, maka tujuan hanya satu, mendapatkan kekuasaan. Semakin besar kekuasaan digenggam, maka kian besar pula peluang untuk disalahgunakan. Karenanya, seperti politik korupsi dan kekuasaan juga bagai dua sisi keping mata uang. Korupsi pada prinsipnya selalu melekat dalam struktur politik yang ditandai fenomena pemusatan kekuasaan, baik untuk kuasa oligarki (kekuasaan sekelompok kecil), ateritarian dan bahkan totalitarian (kekuasaan politik). Dimana dalam struktur itu, korupsi menjadi fungsional, karena “cost of polities” untuk memperluas, mempertahankan dan memelihara kekuasaan, juga menjadi cukup besar.

Untuk mendapatkan atau memelihara kekuasaan itu, membuat politisi, baik yang berkuasa maupun oposisi, menjadi gelap mata untuk mendapatkan sebanyak-banyak sumber pembiayaan.

Pilkada Suburkan Korupsi

Sistem politik biaya tinggi di daerah membuat elit local harus membekali diri dengan dana haram sebanyak mungkin. Penyelenggaraan “Pilkada” umpamanya, didanai dengan uang negara, akhirnya hanya untuk memilih elit lokal yang paling jago dalam menjarah uang negara. Mengikuti pemilihan kepala daerah, seperti memasuki sebuah arena judi, jika menang, maka modal yang digelantarkan bisa kembali, jika kalah bisa-bisa yang tersisa hanya tinggal celana kolor, karena dikejar hutang kiri kanan, akhirnya pusing kepala, “gila”. Itu disebabkan tingginya biaya-biaya untuk mendapatkan dukungan politik, baik dari parpel maupun dari pemilih.

Itu sebabnya, pilkada bagi banyak akademisi belakangan justru dianggap sebagai faktor utama yang menumbuh suburkan praktek korupsi di sejumlah daerah, karena elit politik membutuhkan logistik tidak sedikit untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan. Meningkatnya praktek korupsi memang didukung data dan fakta, sekaligus menunjukkan juga betapa praktek korupsi semakin tahun justru kian meningkat, biaya demokrasi itu memang mahal. Bukan uang dan harta benda, tetapi juga air mata, bahkan juga nyawa.

Hal ini sangat memprihatinkan, meskipun tidak bisa dipungkiri lebih banyak Pilkada yang berlangsung dengan aman dan lancar, namun pecahnya kerusuhan di pelaksanan pilkada di beberapa daerah dapat menjadi indikator, bahwa masih ada masyarakat yang belum siap menjalankan demokrasi. Tentu, ini menjadi tugas dan pekerjaan rumah kita bersama. Bukankah semua yang akan dipetik membutuhkan modal, tetapi kalau modal dalam bentuk darah, air mata dan nyawa yang harus dikeluarkan.

Meretas Korupsi Tanpa Dekonstruksi

Menurut Klitgaard, meretas budaya korupsi, mempunyai dua bidang kerja yang paling berkaitan; pertama, bagaimana mengacaukan iklim kepercayaan serta keyakinan yang memungkinkan berlangsungnya transaksi-transaksi korup, karena korupsi memang beroperasi secara tertutup, rahasia dan mengandalkan kepercayaan tidak akan bocor keluar. Kedua, melawan sinisme publik, karena kata-kata sudah terlampau murah, langkah pertama yang pas adaalh menangkap ikan besar (koruptor kelas kakap). Dalam budaya korupsi, ikan teri yang terlihat korupsi, hanya sedikit pengaruhnya, tapi jika keseriusan memberantas korupsi itu ditunjukkan melalui apa yang disebut Klitgaard “dengan menggoreng ikan besar di depan umum” yang diikuti dengan pengumuman perubahan-perubahan kebijakan untuk melawan korupsi, maka mau tidak mau akan berpengaruh besar terhadap sikap masyarakat terhadap korupsi.

Strategi Media Massa

Media massa maksudnya adalah media informasi untuk menyampaikan pesan (informasi) kepada khalayak ramai (masyarakat), merupakan sarana informasi yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan dan kesan kepada masyarakat. Pesan yang disampaikan media massa terdiri dari berbagai pesan antara lain pesan tentang pembangunan bangsa dan negara, tentang berkhlakul karimah, tentang mengatasi sosial masyarakat dan tentang masalah korupsi.

Demikian halnya pesan (informasi) tentang masalah korupsi, tentang masalah narkoba dan solusi untuk memberantas masalah korupsi, media massa memegang peranan penting untuk menyampaikan tentang masalah-masalah tersebut, media massa terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu media elektrorik seperti televise dan radio dan media cetak, seperti surat kabar, majallah dan lainnya. Kedua jenis media massa mempunyai tujuan sama yaitu menyampaikan pesan (informasi) terhadap masyarakat, sehingga masyarakat diikut sertakan dalam masalah besar ini. Jadi hal yang paling utama untuk memberantas korupsi ialah harus dimulai dari keluarga (masyarakat), firman Allah surat At-Tahrim ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”,  nah generasi muda sejak dini harus dibekali pendidikan agama (moral, budi pekerti dan akhlak karimah). Akhirnya mari sama kita berdoa Kehadirat Ilahi Rabbi, mari kita bangun individu generasi muda untuk berakhlak karimah, saling nasehat-menasehati, dan amar ma’ruf nahi munkar.

(Penulis Dosen STAI. Sumatera,  PTI Al-Hikmah dan STAI.RA. Batang Kuis).

Keutamaan Salat Diawal Waktu

Rasulullah SAW bersabda, “Apa pendapat kalian jika di depan pintu salah seorang kalian terdapat sungai lalu ia mandi di dalamnya lima kali tiap hari, apakah masih tersisa kotoran dari padanya ?” para sahabat menjawab, “Tentu tidak akan tersisa sedikitpun kotoran dari padanya “. Beliau berkata, “Demikian pula dengan sholat lima waktu, dengan sholat itu , Allah menghapus dosa-dosa. HR. Bukhari dan Muslim.

Irama kehidupan Jakarta dan kota-kota besar lainnya, kadang melalaikan kita dari beribadah kepada Allah, termasuk amalan ibadah Sholat.
Sholat yang tidak membutuhkan banyak pengorbanan materi, tenaga dan waktu ini justru menjadi amalan ibadah yang paling sering dan susah untuk diamalkan dengan baik, tentunya yang dimaksudkan disini adalah Sholat yang selalu terjaga waktunya, yaitu di awal waktu.

Abdullah bin Mas’ud radiyallahu ‘anhu berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah ?’ , Beliau bersabda, ‘Sholat pada waktunya’, Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi ?’, Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua’, Saya bertanya lagi, ‘Kemudian apa lagi ?’, Beliau bersabda, ‘Berjihad (berjuang) di jalan Allah’. Saya berdiam diri dari Rasulullah. Seandainya saya meminta tambah, niscaya beliau menambahkannya. HR.Bukhari.

Dari hadits ini kita bisa mengetahui bahwa ada beberapa amalan yang disukai Allah dan  amalan Sholat tepat pada waktunya adalah yang paling dicintai Allah.Sholat fardlu adalah Rukun Islam yang selalu kita kerjakan setiap harinya, Subuh, Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya.

Kadang kala kita rajin mengerjakannya, kadang kala lalai dan yang paling sering adalah menunda-nunda waktu sholat oleh karena kesibukan dunia. Ketika membicarakan waktu sholat kadang kita menganggap sebagai hal yang biasa saja. Namun ternyata waktu sholat sangat berperan dalam menentukan kualitas sholat kita. Apakah sholat kita bagus atau tidak ?, apakah Istiqomah ? Apakah serius atau main-main ? atau lalai dalam waktu sholat seperti yang dimaksudkan Allah dalam firmannya, “Maka celakalah orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dalam sholatnya”. QS. 107 Al-Maa’uun,  ayat 4-5. Dalam beberapa tafsir yang dimaksud lalai dalam sholatnya adalah orang-orang yang mengakhirkan waktu-waktu sholat.

Rasulullah telah mengajarkan tentang waktu-waktu sholat. Abdillah bin ‘Amr bahwasanya Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Waktu Dzuhur apabila tergelincir matahari dan bayangan seseorang sepanjang badannya, selama belum hadir waktu ashar. Dan waktu ashar selama belum kuning matahari. Dan waktu maghrib selama belum hilang tanda merah. Dan waktu Isya hingga setengah malam yang pertengahan. Waktu Subuh dari terbit fajar selama belum terbit matahari”. HR. Muslim

Rasulullah juga memberikan tuntunan waktu sholat, jika tidak ada udzur, maka diutamakan sholat pada awal waktu atau sholat tepat pada waktunya. Sholat tepat waktu adalah keutamaan, apalagi bila dilaksanakan berjamaah dan di masjid. Keutamaan ini akan berlipat ganda bila kita mempersiapkan diri sebelum melaksanakannya dengan menunggu waktu sholat sebelum adzan berkumandang. Mengapa ?

  1. Menunggu waktu sholat adalah bukti kecintaan seorang hamba pada Rabb-nya. Seorang yang mencintai selalu merindukan saat perjumpaan dengan yang dicintai. Dia akan menantikaannya agar tidak terlambat berjumpa.
  2. Menunggu waktu sholat memberikan kesempatan untuk melakukan banyak kebaikan lainnya. Membaca Al Qur’an, berdzikir, mendirikan sholat sunat, I’tikaf, menyiapkan tempat sholat, membereskan pekerjaan kantor dan amalan lainnya.
  3. Menunggu waktu sholat memperkecil kemungkinan berbuat maksiat.
  4. Menunggu waktu sholat kita akan senantiasa menjaga kebersihan diri, hati dan pikiran kita.

Menunggu waktu sholat ini akan lebih bermakna dalam kehidupan seorang muslim manakala jangka waktu menunggu ini di perluas, pemaknaannya tidak hanya sekedar menunggu waktu sholat di masjid saja. Tapi menempatkan seluruh aktivitas kehidupan dalam kerangka menunggu waktu sholat. Hidup kita pada hakikatnya adalah perpindahan dari satu sholat ke sholat berikutnya. Akan sangat indah kehidupan kita bila kita mampu mengubah paradigma dengan menjadikan seluruh aktivitas hidup kita menjadi aktivitas sampingan dari sholat. Seluruh aktivitas hidup kita adalah amalan saat menunggu waktu sholat. Sehingga seluruh aktivitas hidup kita akan semakin berkualitas karena dilandasi dengan mahabbatullah (cinta kepada Allah).

Kita akan senantiasa menjaga seluruh aktivitas hidup kita agar selalu terjaga kebersihannya, niatnya, nilai dzikirnya, nilai amar ma’ruf nahi munkarnya, nilai tawadlunya, karena semuanya dalam rangka menunggu waktu sholat, menunggu perjumpaan kita dengan yang kita cintai, Allah SWT.Semoga kita diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam menjaga sholat dan waktu-waktunya. Aamiin.

Sumber : Buletin Mimbar Jumat

Korban Tewas Lakalantas Meningkat, Luka Berat Turun

Hari Keenam Operasi Simpatik Toba 2012

MEDAN-Dalam enam hari terkahir pelaksanaan Operasi Simpatik Toba 2012, Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menyebut terjadi peningkatan jumlah kecalakaan lalulintas (laka lantas) dari tahun sebelumnya.

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam tahun ini telah mencapai angka 76 kasus. Itu naik 43,40 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 53 kasus kecelakaan lalu lintas.

“Selama 6 hari pelaksanaan Operasi Simpatik Toba 2012, telah terjadi peningkatan kecelakaan lalulintas,” ujar Kompol Muchsin Siregar, Kasubdit Bagian Anev Bin Opsnal Dit Lantas Poldasu, Kamis (7/6) kemarin.

Disebutkannya, peningkatan angka korban yang meninggal dalam laka lantas juga meningkat. “Selama 6 hari Operasi Simpatik Toba, ada 25 orang meninggal. Angka itu naik 66,67 persen dari 15 orang yang meninggal dunia dalam laka lantas tahun sebelumnya,” sebut Muchsin.

Sementara untuk korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas, terjadi penurunan 13,33 persen. Yakni, dari 30 orang menjadi 26 orang saja. “Kalau untuk luka ringan terjadi kenaikan yang cukup signifikan mencapai 116,67 persen, dari angka 43 orang menjadi 104 orang,” beber Muchsin.
Disebutkan Muchsin, berdasarkan hasil rekapitulasi Operasi Simpatik Toba 2012, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di 26 polres jajaran Polda Sumut, Polres Asahan menjadi peringkat pertama dalam angka kecelakaan lalu lintas.

“Polres Asahan angka laka lantasnya yang paling tinggi, yakni 15 kecelakaan. Untuk urutan kedua Polres Labuhanbatu dan Polres Simalungun, yang sama-sama diangka 8 kasus kecelakaan lalu lintas. Sementara di posisi ketiga ada di Polresta Medan, yakni 7 kasus kecelakaan lalu lintas,” paparnya.
Untuk pelanggaran lalu lintas yang terjadi selama 6 hari Operasi Simpatik 2012, disebutkan telah terjadi peningkatan. Khusus pelanggaran roda dua dalam menghidupkan lampu di siang hari, ada 24536 pelanggaran. Angka itu naik 374,86 persen dari 5167 pelanggaran pada tahun sebelumnya.
Sementara untuk pelanggaran kelengkapan kendaraan baik STNK maupun tidak dapat menunjukkan SIM, naik 147 persen, dari 1459 menjadi 3604 pelanggaran. (mag-12)

Deliserdang sebagai Pilot Project

Pengukuhan Bhabinkamtibmas Poldasu

Pemkab Deliserdang berikan bantuan 50 unit kendaraan roda dua kepada Polisi yang bertugas di setiap desa di Deliserdang.  Hal itu terlihat saat pelaksanan Pengukuhan Pilot Project Bhabinkamtibmas, serta pelantikan PKS, Krida Lalulintas Saka Bhayangkara dan Bhakti Kesehatan dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-66 yang dipusatkan di Lapangan BKKKBN Pemkab Deliserdang Lubuk pakam, Kamis, (7/6).

Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, SH dalam pidatonya mengatakan, Polri dalam pelaksanaan tugasnya lebih mengutamakan kegiatan pencegahan dan penangkalan terhadap gangguan Kamtibmas. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan mampu merubah mindset negatif penilaian masyarakat terhadap polisi, namun sebaliknya Bhabinkamtibmas membangun kepercayaan masyarakat kepada polisi, menjadi polisi yang dicintai dan dipercaya masyarakat.

“Sebagai Bhabinkamtibmas harus memahami betul fungsi dan peranannya, seperti membina masyarakat, membangun kerjasama dengan aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan para pini sepuluh desa, membangun kepercayaan masyarakat terhadap polisi, mencegah tumbuhnya penyakit masyarakat, mencegah potensi gangguan kamtibmas,  dan lainnya.  Dalam hal ini Polda Sumatra Utara menunjuk Polres Deliserdang sebagai Pilot Project Bhabinkamtibmas,” ujar Wisjnu.

Dalam kesempatan itu Kapoldasu juga mengatakan, bantuan Pemkab Deliserdang sekitar 50 unit kendaraan roda dua sangat membantu tugas kepolisian dalam menjalankan tugas. “Saya berharap bantuan ini bukan yang pertama dan terakhir, tetapi diharapakan ada lagi bantuan lanjutan,” ujar Wisjnu.
Kata Wisjnu, adanya bantuan dari Pemkab Deliserdang sekitar 50 unit, Poldasu turut serta memberikan bantuan sekira 84 unit sehingga total kendaran yang diberikan kepada Polres Deliserdang 134 unit. Jumlah tersebut dirasa masih kurang dibandingkan dengan jumlah desa yang ada sekira 249. Kekurannya 115 unit lagi. “Selain Pemkab atau Pemko, para pengusaha boleh saja memberikan membantu karena bantuan kendaran itu untuk kepentingan masyarakat juga, “ katanya.

Sedangkan Kapolres Deliserdang AKBP Wawan Munawar berjanji akan membantu lima unit kendaraan untuk memperkecil jumlah kekurangan. Wisnu mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Gubsu dimana nantinya Kantor Kepala Desa akan diperbaiki agar bisa ditempati dengan baik oleh Bhabinsa dan juga Bhabinkamtibmas.

Sementara itu, rangkaian kegiatan ini kemarin diikuti dengan kegiatan donor darah, pemeriksaan katarak, pelayanan KB dan pemeriksaan kesehatan yang semuanya gratis untuk masyarakat. Sedangkan yang turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya, mewaliki plt Gubsu, mewakili Pangdam I/BB, Irwasda dan para pejabat utama Poldasu, para Muspida Plus Deliserdang, Kapolres Deliserdang AKBP Wawan Munawar  dan sejajaran Polres Deliserdang serta lainnya.  (*)