Home Blog Page 13397

Gus Irawan Lobi DPP Golkar

JAKARTA-Persaingan untuk memperebutkan perahu Partai Golkar sebagai pengusung cagub di Pilgubsu 2013, semakin ketat. Diam-diam, aksi lobi sudah gencar dimainkan.

Sumber Sumut Pos menyebutkan, pada awal pekan ini Gus Irawan Pasaribu menemui Ade Komaruddin, salah seorang ke tua DPP Golkar. Gus Irawan menggalang lobi, didampingi abangnya, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribun

Hanya saja, Ade Komaruddin belum berani menjamin Gus yang nantinya akan diusung Golkar. Ade memastikan bahwa hasil survei yang akan menjadi patokan. “Lobi dilakukan empat hari lalu,” kata sumber yang tak mau namanya ditulis.

Sementara, terkait dengan survei, pengamat politik yang intens mengikuti dinamika Pilgubsu, Umar Syadat Hasibuan, menyebutkan, hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei di Jakarta, menempatkan Gus Irawan di posisi teratas.

“Yang saya tahu, ada beberapa lembaga survei yang bekerja atas permintaan sejumlah kalangan, hasilnya Gus Irawan tertinggi,” ujar Umar, kemarin.
Dengan alasan itu, Umar yakin, dari lima nama jagoan Golkar seperti diberitakan kemarin (7/6), Gus Irawan lah yang pada akhirnya akan diusung Golkar.
Bukankah dari lima nama itu ada kader Golkar yakni Chairuman Harahap? Umar mengatakan, untuk Pilgubsu kali ini, dia yakin Golkar akan berpatokan pada hasil survei. “Saya yakin, Golkar tak mau mengulang sejarah buruk Pilgub 2008, mengusung kader sendiri yang hasil surveinya jelek, yakni Ali Umri. Hasilnya pun jeblok,” ujar doktor politik lulusan Universitas Indonesia (UI) itu.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai Golkar, Leo Nababan, menyebut lima nama kandidat yang paling berpeluang, berdasarkan tingkat elektabilitasnya.

Nama kelima tokoh ini sendiri saat ini merupakan figur yang sangat dikenal secara luas oleh masyarakat Sumatera Utara. Yaitu mantan Sekretaris Daerah Pemprov Sumut RE Nainggolan, Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu, dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Wisjnu Amat Sastro. Dua nama lainnya adalah mantan Wali Kota Medan Abdillah dan anggota DPR dari Partai Golkar Chairuman Harahap.

Lima Besar Jangan Besar Kepala

Terpisah, pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, punya pendapat berbeda dengan Umar. Dia mengingatkan kelima kandidat yang masuk lima besar itu, tidak besar kepala. Dia mengatakan, peluang kelima nama itu justru nantinya terpental, sangat terbuka lebar.
Alasannya, menurut Ray, model perekrutan calon kepala daerah oleh partai, selama ini tidak hanya faktor hasil survei yang menentukan. “Menurut saya ada tiga elemen, yakni hasil survei, kader atau bukan, dan terakhir finansial,” ujar Ray, pria asal Madina itu.
Dengan demikian, menurut Ray, jika hasil survei bagus, dia dari internal kader, tapi jika tidak siap pendanaan yang besar, maka partai tidak akan sudi mengusungnya. Contoh kasus Chairuman Harahap jelang Pilgub 2008, meski hasil survei dia teratas, tapi nyatanya tak ada partai yang mau mencalonkannya.

“Jadi tergantung nego, yang berani dengan tawaran tinggi, bisa diterima. Karena tak ada ceritanya partai mau mengeluarkan dana untuk kandidat,” cetus Ray. (sam)

PSSI dan KPSI Berdamai

KUALA LUMPUR– Pertikaian di kepengurusan badan sepak bola Tanah Air, PSSI segera berakhir. Semua pihak yang bertikai akhirnya sepakat untuk berdamai. Hal ini terungkap dalam situs PSSI-Football, Kamis (7/6).

Beberapa pihak seperti PSSI, ISL, dan KPSI menandatangani nota kesepahaman (MoU) di markas AFC Kuala Lumpur, Malaysia. Kesepakatan ini diprakarsai tim taskforce AFC, dipimpin wakil presiden AFC HRH Prince Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, dan anggota FIFA Executive Committee Dato Worawi Makudi.

Dalam acara ini juga hadir Sekretaris Jenderal AFC Dato Alex Soosay, serta Direktur FIFA bidang pengembangan dan asosiasi keanggotaan Thierry Regenass, Director of the AFC Member Association /International Relations & Development James Johnson dan FIFA Manager of MAs Marco Leal.
Dalam isi nota kesepahaman tersebut, akan dibentuk komite gabungan yang bertugas menciptakan liga profesional yang baru. Selain itu dalam nota kesepahaman disebutkan, PSSI adalah lembaga sepakbola tertinggi yang sah di Indonesia dan KPSI bukan lembaga sepakbola tertinggi di negeri ini.
Sedangkan mengenai kompetisi ISL akan terus bergulir, tetapi berada di bawah payung PSSI. Keputusan lainnya, PSSI akan mengembalikan posisi empat anggota Exco.(net/bbs)

Van Gaal atau Sengkuni

Dalam 22 hari ke depan, petang berubah laksana pagi dan malam seperti siang. Itu karena pesta sepak bola Negara Eropa segera mentas di Polandia-Ukraina.

Secara langsung tak ada hubungan dan manfaat dari gelaran seperti tersebut di atas dengan kita-kita yang ada di Indonesian

Selain karena kita tinggal di kawasan Asia, fakta pun menjawab jika hubungan kita dengan mereka hanyalah sebuah catatan sejarah, yang menyebut jika nenek moyang kita sempat dijajah oleh salah satu negara yang tinggal di kawasan Eropa, Belanda.

Cerita tentang Belanda yang disebut-sebut pernah menjajah nenek moyang kita, ternyata tak mempengaruhi kekaguman anak bangsa ini untuk mengidolakan tim yang sohor dengan julukan De Orange itu di pentas sepak bola dunia.

Karenanya tak heran bila jelang berlangsungnya Euro 2012 yang pembukaannya dini hari nanti diawali laga antara tuan rumah Polandia versus Yunani, favoritas Belanda sebagai salah satu kandidat pemenang Euro 2012 terasa begitu kental.

Nilai lebih yang dimiliki Belanda sehingga menjadi salah satu tim favorit, tak lain karena sepak bola indah nan agresif dalam balutan Total Football yang diperagakan pemainnya, selain status sebagai runner up Piala Dunia 2012 tentunya.

Barcelona dan Spanyol yang dalam empat tahun terakhir berubah menjadi tim yang sangat ditakuti, ditengarai mendapat efek dari sentuhan Total Football dalam irama permainan mereka, yang oleh pengamat disebut dengan tiki taka.

Yap, sosok Louis van Gaal dan Frank Rijkaard adalah dua orang Belanda yang secara ikhlas mengajarkan kepada Barcelona bagaimana memainkan sepak bola indah dan agresif, hingga akhirnya orang akan sangat sulit membedakan mana permainan Barcelona dan mana permainan Spanyol, karena secara garis besar, hampir semua pemain pilar Barcelona menjadi pilar utama di timnas Spanyol.

Hmmm.. artinya, ketika pada final Piala Dunia 2010 lalu De Orange kalah dari La Furia Roja, sesungguhnya mereka telah dikalahkan oleh sebuah permainan yang justru hasil ciptaan mereka sendiri.

Senjata makan tuan bukan hanya bisa terjadi di pentas sepak bola. Dalam kehidupan nyata, utamanya di pentas politik, hal seperti ini bukan sesuatu yang tabu untuk dilakukan.

Kawan menjadi lawan, sahabat menjadi khianat adalah pemandangan yang tak asing di pentas politik. Saling sikut dan saling jegal, juga hal yang lumrah terjadi.

Kekuasaan menjadi alat pembenaran paling sakti untuk meraih simpati dari sebuah golongan, yang diharapkan menjadi pengikut setia di kemudian hari. Syukur-syukur menjadi pengikut sampai mati. Ha…ha…ha…

Setidaknya, untuk setahun ke depan akan banyak tercipta sosok penjilat laksana Sengkuni seperti di kisah Mahabarata yang melegenda itu.
ABS, asal bapak senang, menjadi sebuah slogan paling familiar jelang berlangsungnya Pilgubsu yang sudah di ambang pintu. Ujung-ujungnya…, si bapak ambisius yang menyadari jika dirinya telah menjadi makanan empuk para penjilat tadi pun mencari sasaran atau target untuk balas dendam ketika sudah berkuasa.

Kembali, masyarakatlah yang merasakan buah dari pembalasan si bapak ambisius. Tapi, itulah hidup. Sosok Sengkuni yang selalu pintar memanfaatkan kesempatan untuk mencari keutungan pribadi sungguh berbeda dengan sosok Louis van Gaal dan Frank Rijkraad, dua pria berkebangsaan Belanda (negara yang pernah menjajah Indonesia) yang justru rela memberikan (mengajarkan) apa yang telah menjadi milik mereka kepada orang lain.
Intinya, lupakan sejenak politik, nikmati Euro 2012, siapa tahu akan terlahir sosok-sosok berhati ikhlas seperti Louis van Gaal dan Frank Rijkraad, yang ke depannya diharapkan menginspirasi anak-anak negeri ini, jika ternyata memiliki hati yang ikhlas jauh lebih mulia daripada memikirkan keuntungan pribadi. Jadi pilih siapa? Louis van Gaal atau Sengkuni? (*)

Start Kencang

Polandia vs Yunani

Warsawa- Beban dan keyakinan. Dua kata yang sedang melekat di benak punggawa Polandia. Namun keduanya bermuara pada satu persoalan saja: tuan rumah. Beban sekaligus keyakinan mesti dikonversi menjadi kemenangan. Demi fans setia.

Di Grup A, Polandia bisa dikata ‘anak bawang’. Selain Polandia, di grup ini ada Rusia, Republik Ceko dan Yunani. Dikata anak bawang karena Polandia punya rangking FIFA paling rendah. Yang tertinggi Rusia (14), Yunani (14) dan Republik Ceko (26). Sedangkan Polandia tercecer di peringkat 65.

Tapi itu tak untuk bikin minder anak asuh Franciszek Smuda. Ya contohnya gelandang Eugen Polanski. Dia optimis bisa melewati laga perdana sekaligus laga pembuka Euro 2012 kontra Yunani. Bahkan Polanski yakin betul timnya bisa membuktikan mereka layak berada di Euro 2012 terlepas mereka tuan rumah bersama Ukraina.

“Sangat penting untuk memenangkan pertandingan pertama dan memulai turnamen dengan tiga poin,” kata Polanski di Soccerway.

Bukan semudah itu tentunya. Yunani mantan jawara pada edisi 2004. Yunani yang kini dibesut Fernando Santos punya pemain berpengalaman. Di samping itu, Giorgos Samaras dkk juga terkenal sebagai tim yang paling kuat bertahan. Sepanjang kualifikasi mereka hanya kebobolan lima gol dari 10 partai. Jumlah itu yang terbaik ketiga di bawah Italia yang hanya kebobolan dua gol dan Rusia yang baru kebobolan empat gol. Tentu saja itu jaminan mutu betapa solidnya pertahanan Yunani yang dikawal pemain senior Papadopoulos dkk.

Sudah barang tentu itu akan jadi PR penting striker Polandia macam Lewandowski. Penyerang Borussia Dortmund ini butuh lebih dari sekadar kebolehan.
Di sisi kontra, kubu Yunani pun tak mau pulang lebih awal. Striker Giorgos Samaras mengaku sudah bertekad untuk melakukan segala cara untuk negara mereka.

“Aku tidak tahu seberapa jauh kami akan melangkah. Tapi kami ingin memberikan kebahagian kepada warga Yunani yang sedang kesulitan,” katanya juga di Soccerway. (*)

Dihelat di Atap Tertutup

NATIONAL Stadium atau yang biasa dikenal dengan Narodowy menyedot anggaran termahal dari tiga stadion yang dibangun Polandia untuk Euro 2012. Bujet stadion yang akan menggelar opening ceremony sekaligus laga pembuka Polandia versus Yunani malam ini, mencapai EUR 500 juta atau sekitar Rp5,85 triliun.

Salah satu kelebihan stadion berkapasitas 58.500 penonton tersebut adalah retractable roof atau atap yang bisa dibuka tutup. Atap transparan berbahan fiberglass dan dilapisi teflon itu tahan terhadap berbagai cuaca, baik saat hujan deras, terik matahari yang menyengat, maupun hujan salju.

Atap dengan luas 240 meter x 270 tersebut pun tidak akan menganggur di Euro 2012. Sebab, UEFA memutuskan apabila semua pertandingan di Narodowy bakal dilangsungkan dalam kondisi atap tertutup. Itu seiring adanya perkiraan bakal turun hujan saat laga pembuka .

“Sejak awal Juni, terjadi penurunan suhu di wilayah Polandia. Kami menerima laporan apabila cuaca saat hari pertandingan antara Polandia versus Yunani adalah 25 derajat Celcius, bahkan bisa lebih rendah lagi”. Demikian rilis UEFA di situs resmi organisasi.

Tidak hanya laga pembuka, UEFA memutuskan apabila empat laga lainnya yang dimainkan di Narodowy direncanakan juga dimainkan dibawah atap tertutup. Laga itu antara lain Polandia versus Rusia (12/6), Yunani kontra Rusia (16/6), perempat final hari pertama (21/6), dan semifinal hari kedua (28/6).

UEFA juga mengumumkan Carlos Velasco Carballo sebagai wasit yang memimpin laga perdana. (dns/jpnn)

Situs Geo Park, Saingannya hanya Galapagos di Ekuador

Berkunjung ke Raja Ampat, Wisata Dunia yang Terbentuk sejak 15 Juta Tahun Lalu (2/Habis)

Berada di Pulau Wayag, Kabupaten Raja Ampat, serasa hidup di zaman purba. Alamnya masih murni dan perawan. Bebatuan di permukaan gunung karangnya terukir oleh percikan ombak dan masih sama sejak 2000 tahun lalu. Di dunia, saingan situs yang berusia 15 juta tahun ini hanya Kepulauan Galapagos di Ekuador.  

IRZAN ASLAM, Raja Ampat

Usia Kabupaten Raja Ampat baru 9 tahun. Tepat 9 Mei lalu, kabupaten pecahan Sorong, Papua Barat, ini merayakan hari berdirinya. Namun, pembangunan di kabupaten yang terdiri dari gugusan 1.844 pulau kecil ini sangat pesat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten yang berbatasan dengan Halmahera ini melesat dengan cepat meski nilainya masih di bawah Rp 15 miliar per tahun. Sektor pariwisata menjadi andalan utama pendapatan wilayah dengan sejuta pesona ini.

Dalam kurun waktu 4 tahun, Raja Ampat sangat tertolong oleh jumlah wisatawan mancanegara dan domestik. Pada 2011, PAD dari sektor pariwisata mencapai Rp1,7 miliar jauh dari 4 tahun sebelumnya yang hanya Rp107 juta. Naik 17 kali lipat dari tahun 2007. Pantas jika sektor pariwisata digenjot habis-habisan untuk menambah pundi-pundi kas daerah.

Yusdi  N Lamatenggo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat kini bisa tersenyum. Usaha timnya dalam kurun waktu hampir satu dekade membuahkan hasil. Dia tidak hanya merangkul pemerintah pusat untuk menggenjot segala fasilitas di kabupaten ini, pihaknya juga menggandeng kalangan swasta, khususnya pengusaha travel dan resort untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke daerah ini.

Yusdi pun menyodorkan sejumlah data. Pada 2011, turis asing yang melancong ke Raja Ampat mencapai 6.478 orang. Sedangkan turis lokal hanya 1.389 orang. Tak kurang dari 7.867 orang telah menikmati panorama unik bawah laut dan daratan serta budayanya. Dia mengakui, menjelajah Raja Ampat memang dinilai masih mahal. Namun, kata dia, biaya tinggi yang harus dibayar oleh wisatawan terbayar oleh nilai prestise serta panorama yang tidak dapat ditemukan di destinasi wisata lainnya.

Yusdi merujuk pada rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh wisatawan asing dalam kunjungan 10 harinya. Bule yang mayoritas datang dari Eropa (48 persen) dan Amerika Serikat (31 persen), mengeluarkan biaya sebesar USD 3.000 atau sekitar Rp30 juta. “Wisata Raja Ampat memang eksklusif, namun mereka mengaku puas dan mengajukan permohonan wisata lagi di tahun berikutnya,” kata Yusdi dalam obrolan santai dengan INDOPOS (grup Sumut Pos) di atas kapal perang TNI AL KRI Banjarmasin 592 di perairan Sorong, Minggu (3/6) lalu.

Dia berharap, kehadiran Bandara Marinda yang diresmikan bertepatan dengan HUT Raja Ampat 9 Mei lalu memiliki efek domino yang positif. Bandara tersebut memiliki panjang 1.400 meter. Tahun ini, kata dia, tengah diupayakan bertambah menjadi 2.400 meter. Agar pesawat berbadan lebar bisa mendarat di bandara ini. “Kami harap, ada paket wisata dengan tujuan khusus. Tidak harus ke Jakarta, tapi ada penerbangan dengan jalur wisata Singapura-Manado-Raja Ampat. Atau Australia-Bali-Raja Ampat,” katanya.

Yusdi mengaku senang dengan ikut sertanya pengusaha yang menanamkan modalnya di sektor pariwisata. Setidaknya, kata dia, saat ini sudah berdiri 40 resort dan tujuh usaha antar jemput menggunakan speed boat. Ini belum termasuk kalangan swasta dan LSM yang ikut menawarkan diri sebagai tour guide serta rental alat selam.

Mahalnya biaya perjalanan di Raja Ampat tak lepas dari mahalnya harga BBM di kawasan tersebut. Pantauan INDOPOS, harga per liter bensin mencapai Rp10 ribu. Sementara, untuk sekali perjalanan dari Sorong menuju Raja Ampat dan berputar hingga Pulau Wayag dengan masa perjalanan 6 jam membutuhkan 1.000 ton BBM.

“Sekali jalan saja, biaya yang dibutuhkan Rp6 juta. Itu baru BBM nya saja. Rate sewa speed mencapai Rp20 juta hingga Rp25 juta. Yang mahal adalah model kapal pesiar mini berjenis Life on Boat,” katanya. “Kalau mau murah, bisa pakai kapal motor nelayan. Harganya nego, tapi tentu harganya tetap di atas Rp6 juta untuk BBM-nya saja,” tambahnya.

Belakangan, kesibukan Yusdi makin bertambah. Peneliti dari Unesco, badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi masalah pendidikan dan kebudayaan, mondar-mandir ke kawasan ini. Para peneliti tersebut sedang menilai dari berbagai dimensi mengenai kelayakan Raja Ampat sebagai situs warisan dunia, khususnya mengenai geo park.

Geo park merupakan taman yang terbentuk oleh kekuatan alam. Kata Yusdi, geo park sangat unik dan langka, karena terbantuk oleh faktor alam yang kemudian dilengkapi oleh spesies langka baik di daratan maupun di bawah lautnya. “Memang, Raja Ampat tidak sendirian untuk diajukan ke Unesco sebagai warisan dunia. Ada empat daerah lain yang diajukan oleh Kementerian Pariwisata, seperti Danau Toba (Sumut), Gunung Rinjani (Sumbar), Danau Batur (Bali), dan Gua Pacitan (Jatim). Tapi saya lihat Raja Ampat yang paling layak,” katanya optimistis.

Jika Raja Ampat masuk dalam situs geo park dunia pilihan Unesco, kawasan dengan sejumlah spesies endemiknya akan bersanding dengan Kepulauan Galapagos, Ekuador. Menurut Wikipedia, Galapagos terbentuk sejak 4 juta tahun lalu. Terdapat gunung berapi paling aktif di dunia. Masuk ke dalam situs dunia, sejak 1987 lalu. Pengelola kepulauan ini adalah Yayasan Charles Darwin.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini terjun langsung melihat panorama Raja Ampat. Dia naik ke atas atol setinggi 174 meter di atas permukaan laut. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk mencapai puncak tertinggi. Yang bikin sulit adalah jalannya yang terjal dan harus mendaki bebatuan karang dengan kemiringan 85 derajat. Meski demikian, Helmy mengaku takjub dengan kondisi alam yang sedemikian indah.

Dalam perjalanan ke daerah terpencil ke seluruh Indonesia, Helmy belum pernah menemukan kawasan yang sedemikian lengkap panorama alamnya. Sebagai bentuk apresiasinya terhadap kawasan terpencil ini, Helmy pun memutuskan untuk membuat seri kedua KPDT Expo di Kabupaten Raja Ampat. Mengusung nama ‘Jelajah Raja Ampat’, dia mengaku puas dengan expo yang dihelat timnya.

“Jelajah Raja Ampat ditujukan untuk mendukung daerah tertinggal dan terpencil seperti Raja Ampat sebagai destinasi utama di masa yang akan datang. Tiap daerah punya keunggulan, nah Raja Ampat sangat kuat untuk bersanding dengan Bali, Lombok hingga Bunaken di Manado. Pemda harus didukung oleh pusat, termasuk dukungan dana untuk pembangunan di daerahnya,” kata menteri yang suka dengan dunia fotografi tersebut.

Setelah KPDT Expo 2012 di Raja Ampat, Helmy akan menindaklanjuti kegiatan kementeriannya di Jakarta. Dalam waktu dekat, kata Helmy, pihaknya akan memamerkan kekayaan alam dan panorama Raja Ampat dalam bentuk roadshow ke sejumlah kedutaan dan komunitas asing di Jakarta. Cukup dengan pameran foto saja, disertai dengan pembagian brosur serta mengundang media asing, Helmy yakin cara ini bisa menarik wisatawan lebih banyak ke Raja Ampat.

“Apalagi mayoritas pengunjung berasal dari Eropa dan AS. Mungkin dari komunitas ini masih banyak yang belum tahu tentang Raja Ampat,” kata pria yang sudah menelurkan sebuah buku berjudul My Homeland ini.

Meski panorama Raja Ampat begitu indah, namun fasilitas primer seperti listrik di pusat kota Raja Ampat masih melempem. Listrik masih byar pet. Dalam sehari, listrik cuma hidup antara 4 hingga 6 jam saja.

Informasi yang didapat INDOPOS, PLTD di Raja Ampat yang dikelola oleh BUMD setempat hanya satu unit generator yang berfungsi. Padahal, idealnya ada empat unit yang terus berjalan. Dengan jumlah satu unit saja, tak heran hanya sebagian kecil warga saja yang kebagian listrik dari total populasi 60 ribu jiwa.

Mengenai hal tersebut, Bupati Kepulauan Raja Ampat Marcus Wanna hanya memberi komentar, pihaknya tengah memperbaiki PLTD Raja Ampat. Sejauh ini sudah diturunkan tim untuk memperbaiki fasilitas listrik. “Kami coba semaksimal mungkin memperbaiki PLTD ini. Tapi kerusakannya demikian parah,” katanya.

Namun, anggota DPRD Raja Ampat Benny Weror menganggap, Pemda terlalu lamban dalam mengatasi masalah listrik. Benny sempat mencak-mencak ke petugas listrik PLTD karena rumahnya juga mengalami pemadaman di saat banyak tamu penting dari Jakarta. “Saya malu sekali dengan kondisi ini. Kami akan memanggil BUMD pengelola listrik. Padahal kami sudah mengucurkan anggaran besar untuk listrik raja Ampat, kalau tidak mampu serahkan saja pusat untuk soal listrik ini,” kata Benny yang juga Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Cabang Raja Ampat tersebut. (*)

Berita sebelumnya: Disebut Surga Dunia, Biaya Sekali Jalan Setara Berangkat Haji

Pemko Medan Undur Keputusan PSB

MEDAN-Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengundur putusan tiga opsi sistem penerimaan siswa baru (PSB) di Kota Medan tahun 2012 hingga Senin (11/6) mendatang. Alasannya, sistem yang akan digunakan membutuhkan pengkajian yang lebih mendalam.

“Hari Senin (11/6) kita bahas. Sehingga nanti bisa jadi pedoman. Ada tiga alternatif pilihan, makanya nanti kita bahas dengan dinas pendidikan, karena kita ingin memutuskan yang terbaik untuk Kota Medan,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, Kamis (7/6).

Sebelumnya, Rahudman berjanji untuk menetapkan sistem PSB yang akan digunakan Kota Medan, Rabu (6/6) kemarin. Namun, hingga saat ini tiga opsi PSB yang diajukan Dinas Pendidikan Medan masih menunggu keputusan dari orang nomor satu di Pemko Medan.

Dinas Pendidikan Kota Medan sudah menawarkan tiga opsi sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2012 yang sekarang diberi nama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Tawaran ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis saat menggelar rapat dengan Komisi B di Gedung DPRD Medan.

Tiga opsi tersebut yakni, PPDB diselenggarakan dengan sistem 100 persen Nilai Ujian Nasional (UN) murni, kemudian sistem 80 persen nilai UN murni dan 20 persen tes tertulis dan yang ketiga 100 persen tes.

“Ada tiga opsi yang kami tawarkan diantaranya 100 persen nilai UN murni, 80 persen UN murni dan 20 persen tes serta 100 persen tes,” ungkap Kadis Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis.

Rajab Lubis mengakui dirinya sudah melakukan konsultasi dengan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap dan meminta dinas pendidikan untuk melakukan pembicaraan dengan DPRD Medan sehingga nantinya ditemukan formula yang pas.

“Mengenai ini kami sudah membicarakannya dengan wali kota dan beliau meminta kami untuk membicarakannya dengan DPRD Medan,” katanya.
Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda Lubis mengungkapkan, anggota DPRD Medan mengerucut kepada dua opsi diantaranya pelaksanaan PPDB dilakukan atas dasar 100 persen berdasarkan hasil UN murni dan 80 persen berdasarkan hasil UN dan 20 persen tes.
“Yang jelas rekan-rekan mengerucut ke dua opsi namun ini masih dalam bentuk pendalaman dan diskusi,” ungkapnya.

Dijelaskan Surianda Lubis, adanya yang berpandangan PPDB harus dilaksanakan sesuai dengan 100 persen berdasarkan hasil UN didasarkan karena UN sudah merefresentasikan kapasitas dan kemampuan siswa, apalagi laporan kecurangan di UN 2012 ini relatif tidak ada. Kemudian ada juga pandangan anggota dewan memilih opsi 80 persen dan 20 persen dengan argumentasi 20 persen tersebut dialokasikan untuk siswa yang mungkin nilainya tidak pada angka yang maksimal tetapi masih memiliki kemampuan untuk bisa lulus melalui jalur tes. (adl)

XL Luncurkan XmartPlan

MEDAN-XL meluncurkan paket XmartPlan mencakup layanan internet, telepon dan SMS yang dapat digunakan untuk memaksimalkan penggunaan Ponsel Pintar (Xmartphone).

Layanan XmartPlan tersedia untuk berlangganan harian dan bulanan. Peluncuran layanan terbaru dari XL ini dilakukan dalam even launching bersama komunitas Android Medan, di Plaza Medan Fair Lantai 4, Kamis (7/6) siang.

Vice President West Region Sumatera, Bambang Parikesit mengatakan, masyarakat semakin memahami beragam manfaat, fitur terkini, dan kecanggihan  yang didapatkan dari sebuah smartphone dan layanan seluler.

“Mereka tidak lagi hanya butuh nelepon atau SMS, namun juga perlu akses internet untuk berbagai keperluan seperti jejaring sosial, chatting, browsing, menonton video, bermain game online, dan banyak lainnya. Paket XmartPlan ini pada dasarnya memberikan semua yang dibutuhkan oleh sebuah smartphone,” katanya.

Mulai 7 Juni hingga 31 Juli 2012, XL memberikan tarif khusus XmartPlan sebesar Rp99 ribu per 3 bulan yang di dalamnya sudah termasuk benefit bulanan berupa kuota data 500MB, atau layanan BlackBerry Full Service untuk pengguna BlackBerry, nelepon gratis selama 200 menit, dan 200 SMS ke sesama XL. Selain itu, pelanggan juga akan mendapatkan gratis akses ke jejaring sosial (m.facebook dan m.twitter) masing-masing 100MB setiap bulannya. Khusus untuk layanan BlackBerry XmartPlan baru bisa dinikmati oleh pelanggan mulai tanggal 8 Juni 2012.
Tarif promo ini hanya berlaku untuk pelanggan XL yang baru dan pelanggan lama yang sudah tidak berlangganan paket internet atau BlackBerry bulanan selama 30 hari.

Semua pengguna smartphone XL bisa berlangganan XmartPlan dengan cara yang sangat mudah sekali, hanya dengan ketik *123#. Secara otomatis sistem XL akan mengenali jenis smartphone yang sedang digunakan. Dengan demikian, pelanggan bisa membeli XmartPlan sesuai dengan jenis smartphone yang dimilikinya. Selain itu, dengan sistem plug and play pada paket XmartPlan, pelanggan XL tidak perlu setting APN & Proxy atau dengan kata lain dapat langsung menggunakan internet.

Paket XmartPlan juga didukung jaringan HotRod 3G+ yang menghadirkan akses internet berkecepatan hingga 7.2Mbps, suara yang lebih jernih, dan jaringan 3,75 G. Untuk memastikan layanan yang berkualitas,  jaringan XL ditopang oleh lebih dari 30ribu BTS di seluruh Indonesia, yang melayani total 46,4 juta pelanggan per kuartal I 2012. Melalui paket ini, Xmartplan merupakan pasangan serasi Xmartphone. (ila/red)

Siang Panas Malam Hujan Deras

MEDAN-Sepekan belakangan siang hari Kota Medan dilanda panas, sementara malam hari diterpa hujan deras. Cuaca seperti ini diprediksi bakal terjadi hingga pertengahan Juni.

Kepala Data dan Informasi BMKG Wilayah I Stasiun Medan, Hendra Swarta mengatakan, suhu tertinggi bisa mencapai 37 derajat celsius. Hal itu, sambungnya, akan terjadi di Kota Medan.

Menurutnya, belakangan ini curah hujan sudah berkurang.  Berdasarkan perhitungan alat milik BMKG, hujan tetap ada tapi tak sesering bulan Mei lalu. “Perubahan musim ini karena penguapan sudah mulai berkurang aktifitasnya,” sebutnya.

Dijelaskannya, walaupun hujan tak sesering bulan Mei, namun warga tetap harus waspada karena hujan yang turun bisa berpotensi terjadi angin puting beliung. Hendra mengaku, untuk bulan Juni diperkirakan beberapa daerah masih berpotensi terjadinya angin puting beliung terutama di daerah pegunungan dan pinggiran. Untuk Kota Medan potensi turun hujan sedang. (jon)

Bongkar Lapak PKL, Satpol PP Dilempari Batu

Kabid Operasional Luka-luka

MEDAN-Personel Satpol PP Pemko Medan dilempari dengan batu oleh pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Gatot Subroto Medan, saat membongkar lapak mereka, Kamis (7/6) petang. Akibatnya, Kabid Operasional Satpol PP Kota Medan, Kushendri dan seorang tukang becak, Anes mengalami luka-luka.

Keterangan yang dihimpun di lokasi, puluhan personel Satpol PP datang menumpang satu unit truk. Begitu tiba, mereka langsung membongkar paksa lapak PKL tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

“Biasanya kalau mau melakukan penertiban, kami pedagang dikasih surat pemberitahuan. Ini kami tidak dikasih surat langsungn
main bongkar saja,” kata Ali (29), pedagang dompet dan kaset.

Dikatakannya, sikap petugas Satpol PP itu sangat arogansi saat membongkar lapak pedagang dengan ancaman sangkur dan kelewang.
“Dengan mengeluarkan sangkur dan kelewang, petugas itu langsung menantang seluruh pedagang bila ada yang melawan petugas saat membongkar paksa lapak PKL,” ucapnya.

Selain menantang, petugas juga mengancam akan menikam pedagang yang melawan.

“Melihat itu masa yang tergabung dari tukang becak dan pedagang itu langsung tersentak dan melawan petugas. Petugas yang mencoba melawan langsung dilempari dengan batu, dengan maksud untuk mengusir petugas. Dikarenakan petugas melawan dengan membalas lemparan masa, perang batu pun tak terelakkan,” ucapnya.

Dijelaskannya, biasanya pedagang menurut dengan petugas apabila akan melakukan penertiban.

“Kami selalu nurut, apabila ada penertiban kami disuruh buka jam 17.00 WIB. Tapi kalau tidak ada razia, biasanya kami buka pukul 13.00 WIB. Dan kami juga ada membayar retribusi kepada petugas Satpol PP,” jelasnya tanpa merinci berapa iuran yang harus dibayarkannya per bulan.
Pedagang, lanjutnya, mengancam akan tetap berjualan walau petugas sudah melarang PKL.

“Kalau tidak jualan mau makan apa kami bang. Yang jelas kita tidak melanggar hukum,” cetusnya.
Kasat Pol PP Kota Medan, Kriswan mengaku, tidak ada memberikan perintah kepada Kabid Operasional, Kushendri melakukan penertiban hingga terjadi ricuh.

“Itu tidak ada perintah dari saya. Dia (Kabid Operasional) langsung membawa anggota tanpa ada berkordinasi dengan saya, ini sudah keterlaluan,” kata Kriswan.

Seharusnya, penertiban yang dilakukan petugas harus disosialisasikan dahulu baru dilakukan penindakan. Seharusnya pagi petugas sudah datang, pas sebelum pedagang masuk ke lokasi. Ini, sudah tidak pernah ikut apel langsung main ribak saja. Seharusnya sosialisasi dahulu, bukan main ribak saja. Semua kan ada teknisnya,” bebernya.(adl)

Bocah Kritis Disambar Kereta Api

MEDAN-Bocah berusia 4,5 tahun, Irfan Sianturi sekarat setelah disambar Kereta Api Ekonomi, jurusan Pematangsiantar-Medan, Kamis (7/6) siang.
Dengan kondisi tengkorak kepala pecah dan sebagian isi otak keluar, warga Jalan Tirtosari Gang Saudara Medan Tembung itu terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan untuk mendapatkan perawatan.

Saksi mata, Nila boru Simangunsong mengaku, sebelum kejadian bocah pasangan Jarius Sianturi (37) dan Samsimar boru Simangunsong (34) tersebut terlihat tengah berjalan sendirian di pinggiran rel mengarah ke rumah opungnya, yang berjarak sekitar 10 meter dari tempat tinggalnya.

Di tengah perjalanan, korban yang terlalu dekat dengan rel tak menyadari kedatangan kereta api bermuatan penumpang dari arah belakangnya.

“Dia jalan sendiri di pinggir rel mau ke rumah opungnya. Tapi tiba-tiba ada kereta api yang melaju kencang dari arah belakang, dan langsung menyambar dia (korban) hingga terlempar sekitar tiga meter,” terangnya.

Sontak saja sebahagian warga yang melihat kejadian tersebut langsung mengabarkannya kepada ayah korban yang saat itu tengah belanja di warung.
Tanpa menunggu lama korban selanjutnya dilarikan ke RSUD dr Pirngadi Medan dengan menggunakan becak bermotor milik Nurmala boru Situmorang.
Sementara ibu korban, Samsimar yang saat kejadian tengah berkunjung ke pesta perkawinan mengaku baru mengetahui kejadian saat anaknya sudah berada di rumah sakit.

“Aku tahunya dari suamiku nggak lama setelah kejadian,”ucapnya.

Pengakuan Samsinar, anaknya tidak ditinggal sendirian di rumah tapi dititipkan di tempat opungnya.
“Sebelum saya pergi sempat saya titipkan ke tempat opungnya. Mungkin karena dia terlalu lincah, makanya opungnya nggak tahu kalau dia keluar rumah,”ujar Samsimar.

Korban hanya mendapatkan perawatan medis sekitar tiga jam di RSU dr Pirngadi, sebelum dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan.Pasalnya ketersediaan alat ventilator di rumah sakit tersebut tidak mencukupi.

“Kebetulan alat ventilator kita penuh, jadi korban harus kita rujuk ke RSU H Adam Malik,”ujar seorang petugas medis yang enggan menyebutkan namanya.

Kondisi korban menurut petugas medis mengalami pendarahan dan tidak sadarkan diri akibat benturan keras yang menghantam bagian kepalanya, bahkan korban belum melewati masa kritisnya.
“Tengkorak kepala korban retak, dan masih dalam kondisi kritis, sehingga masih harus mendapatkan bantuan pernafasan,”ucapnya.(uma)