Home Blog Page 13419

Anak Medan jadi Motivasi Pemuda

Rakornas KNPI di Medan

MEDAN- Salah satu bait dari syair lagu “Anak Medan” menjadi contoh untuk memotivasi pemuda Indonesia agar bisa menjangkau dunia. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dr Andi Malaranggeng, mencontohkan syair lagu itu patut ditiru pemuda Indonesia agar tidak hanya mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, namun juga harus mampu menjadi juara di negara lain.

“Biar kambing di kampung sendiri, tapi banteng di perantauan,” katanya saat menyanyikan bait lagu anak Medan itu, ketika memberi sambutan usai membuka Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) KNPI, di Santika Hotel Medan, Jumat (1/6) malam.

Dihadapan kaum muda yang terhimpun dalam wadah KNPI, Andi menegaskan, pemuda Indonesia tidak waktunya lagi bertikai, namun harus bersatu. “Saatnya Indonesia ini harus bangkit dan bersatu lewat potensi yang dimiliki oleh kawula muda sekarang karena semua ini nantinya ditangan para kawula muda,” ucapnya.

Potensi orang-orang muda Indonesia, jelas Andi, harus bisa menjangkau negara lain. Rakornas KNPI turut juga dihadiri, Plt Gubsu yang diwakili Sekdaprovsu H Nurdin Lubis, sejumlah tokoh dan pejabat di Sumut, diantaranya Rudolf M Pardede, HT Erry Nuradi, Ajib Shah, RE Nainggolan, Abdillah, Anuar Shah dan lain-lainnya. Kegiatan itu mengambil tema “Bangkitlah Pemuda Indonesia”.

Ketua KNPI Sumut, M Yasir Ridho dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan KNPI Pusat, dimana Sumut ditunjuk sebagai tuan rumah Rakornas.
“Kita berharap Rakornas berlangsung sukses serta semakin tergali potensi para pemuda khususnya di Sumatera Utara,” kata Yasir Ridho. Di kesempatan itu, disampaikannya sejumlah tokoh maupun pejabat yang merupakan para kader KNPI dan telah banyak berbuat untuk kemajuan daerah ini.

Ketua Panitia Rakornas J Lumban Toruan menyampaikan kegiatan ini sekaligus refleksi untuk kembali mengangkat semangat pemuda yang belakangan mengalami kemunduran, jika dibanding semangat pemuda masa lalu.

Menurutnya, ada tiga fase semangat pemuda, dimulai dari 28 Oktober 1908 yang dikenal dengan Hari Sumpah Pemuda. Kemudian beralih kepada fase di tahun 1945 dimana semangat pemuda Indonesia masih begitu murni memperjuangkan nilai-nilai kemerdekaan RI. “Namun saat ini, sama-sama kita rasakan semangat pemuda seakan kemunduran untuk memajukan bangsa ini, Makanya kita ambil thema Rakornas bangkitlah pemuda,” pungkasnya.

Dalam Rangkaian Rakornas selain deklarasi kebangkitan pemuda, sekaligus silaturahmi lintas generasi guna.(*/ari)

Keluhan Masyarakat Adalah Tanggung Jawab Moral

KABANJAHE- Dihadapan 1.000-an warga masyarakat Kota Kabanjahe, Anggota DPRDSU Richard E M Lingga SE menyampaikan rasa simpatiknya terhadap berbagai keluhan masyarakat.

Richard juga menyebutkan, segala keluhan masyarakat yang didapatkan dari masyarakat, akan dengan segera ditanggapi dan dilaksanakannya.

Hal tersebut disampaikannya saat Reses Minggu (27/5) di Jambur Haloho Jln Irian Kabanjahe. Menurutnya, keluhan yang diterimanya salah salah satu tanggungjawab yang harus dilaksakan.

“Keluhan dan saran dari bapak/ibu adalah tanggungjawab moral bagi saya. Sehingga, saya dan teman-teman di legislatif  nanti akan membuat laporan dalam rapat paripurna nanti  dan mengusulkan hal-hal tersebut dalam P-APBD 2012  untuk ditampung dan dilaksankan oleh pihak eksekutif (Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten),” ujar  Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara  ini.

Richard yang didampingi istrinya Eva Helen Naiborhu beserta kedua anaknya juga berjanji akan membuat suatu komitmen untuk membantu dan menyalurkan bantuan-bantuan berupa pupuk organik, buku perpustakaan untuk SMK swasta, bantuan benih ikan, peternakan, dan lain-lannya di daerah pemilihannya yaitu Kabupaten Karo, Dairi dan Papak Bharat.

Bahkan, bantuan-bantuan sosial untuk pembangunan gereja, masjid, perwiritan dan kegiatan sosial lainnya akan diusahakan untuk membantu.

“Sekarang saya mau meminta secara tertulis melalui proposal  apa yang diinginkan oleh bapak dan ibu. Kalau bantuan untuk peternakan, perikanan bapak/ ibu harus membuat kelompok tani, sehingga dana yang akan disalurkan pemerintah nantinya atas nama kelompok tani, bukan atas nama pribadi, serta hasil dari dana tersebut bisa kekompakan dan gotong royong yang terjalin dapat terlihat untuk kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu reses yang dilaksanakan Richard E M Lingga SE dari Dapil X tersebut dihadiri 1.000-an warga yang terdiri dari pria dan wanita.

Tidak ketinggalan juga beberapa anak remaja dan anak-anak, sehingga menambah suasana terlihat dengan meriah dan penuh kekeluargaan disamping suguhan makan bersama.
Seluruhnya yang hadir juga disuguhi hiburan lagu Trio Kabanjahe dan Lawak Malvinas dari Medan sehingga suasana bertambah meriah.

Bahkan, kata-kata lawak yang disampaikan pelawak dari bahasa Batak Tapanuli tersebut membuat semua tertawa terpingkal-pingkal dan membuat pikiran jadi fresh untuk bekerja keesokan harinya.(*/ari)

Little Monster ‘Serbu’ Istana Negara

Lady Gaga Batal Konser, FPI Syukuran

Seharusnya puluhan remaja dengan dandanan unik itu melewatkan Minggu kemarin dengan riang gembira di Stadion Senayan. Namun, apa daya, polemik kedatangan idola mereka, Lady Gaga, membuat konser urung dilakukan.

Terlanjur sudah menanti tanggal main, mereka melampiaskan ‘kegembiraan’ itu di Istana Negara. Ya, 3 Juni adalah tanggal yang direncanakan bakal menjadi hari istimewa bagi little monster; sebutan fans Lady Gaga. Sebab, penyanyi asal Amerika Serikat itu akan manggung di Senayan. Itulah kenapa, kemarin mereka tetap tampil total saat datang ke Istana Negara.

Ada yang berdandan mirip Lady Gaga lengkap dengan pakaian glamour dan wig berwarna kuning. Beberapa tokoh dalam video klip penyanyi berjuluk mother monster seperti zombie juga ada. Yang lebih simpel, menggunakan kaos senada dengan poster protes berwarna hitam.

Isinya macam-macam, namun, intinya tetap sama. Mempertanyakan dimana kebebasan berekspresi dan seni di Indonesia. Little monster yang mulai memadati Jalan Merdeka Utara itu juga protes terhadap lembeknya aparat. Sehingga, bisa disetir oleh organisasi kemasyarakatan. “Kami sangat kecewa,” ujar Koordinator Aksi, Anggiat Sihombing.

Meki massa aksi cukup banyak, kemarin tidak ada orasi lazimnya demo. Mereka memilih untuk mengekspresikan perasaan kecewa mereka dengan bernyanyi dan menari ala Lady Gagan
Termasuk lagu berjudul Judas, musik yang disebut-sebut bertentangan dengan konsep agama Nasrani.

Mereka tak canggung unutk menyanyi bersama, ibarat sang idola  ada di sana dan mengajak mereka untuk bernyanyi. Goyangan khas Gaga dengan menghentakkan kaki ke tanah dan mengangkat tangan tinggi-tinggi juga dilakukan. Lengkap dengan dengan gaya hendak mencakar.

“Bayangkan, kami sudah menunggu konser ini empat tahun, tapi batal begitu saja,” lanjut Anggiat.
Mereka tak peduli kalau ada ormas yang menganggap mereka terlalu menuhankan Lady Gaga. Bagi para penggemar, kehadiran Gaga hanya untuk memberikan hiburan, bukan mencari agama atau tuhan baru.

Mereka juga mengutip pasal dari undang-undang yang menyebut kalau negara menjamin kebebasan berekspresi. Bagi mereka, penolakan terhadap Lady Gaga adalah sikap menciderai dasar negara. Oleh sebab itu, pakaian hitam yang mereka kenakan adalah symbol belasungkawa matinya kebebasan berekspresi.

Anggiat juga menyuarakan kalau alasan agama menjadi dasar penolakan Gaga menginjakkan kaki di Indonesia belum dianggap masuk akal. Alasannya, Indonesia bukan negara yang berlandas agama tertentu, jadi penolakan atas dasar agama dinilai tidak pas. “Kami minta presiden bisa menggaransi kemerdekaan berekspresi itu,” terangnya.

Dia lantas berharap kalau sang idola tetap mau hadir di Indonesia tahun depan. Apalagi, saat konser di Singapura, Gaga sempat menyebut kalau dia tetap cinta Indonesia. Dasar itulah yang membuat para little monster meminta kepada pemerintah ada jaminan tentang kebebasan berekspresi tersebut.

Apa tidak takut dengan ormas yang menentang Gaga? Dia bilang tidak. Sebab, aksi kemarin menurutnya sudah sesuai dengan ketentuan dan ada izin dari kepolisian. Dia juga memberi garansi kalau mereka yang ikut aksi damai itu tidak akan rusak moralnya.

Beberapa kilometer dari Istana, ribuan anggota ormas Front Pembela Islam (FPI) sedang membuat syukuran pembatalan konser Lady Gaga di kantor FPI, Jalan Petamburan III, Tanah Abang. Bahkan, dalam ceramah acara tersebut juga mengambil topik tentang Lady Gaga dengan menyebutnya sebagai ‘Emaknya Setan’.

Meski demikian, ormas yang selalu dikaitkan dengan kekerasan saat menjalankan aksinya itu tidak mau disebut hanya fokus pada syukuran Lady Gaga. Sebab, ada agenda lain yakni merilis radio streamin FPI serta melaksanakan pengajian bulanan. Ketum FPI Habib Rizieq menyebut radio itu untuk meluruskan opini-opini sesat.

Terkait Gaga, Rizieq menyebut pembatalan konser berarti sama dengan batalnya kemaksiatan. Oleh sebab itu, gagalnya konser layak di peringati seperti kemarin. Dalam acara tersebut FPI juga berjanji untuk bersikap sama dengan pagelaran lain yang mengumbar syahwat. “Jangan mengkerdilkan masalah, seolah-olah biang keroknya FPI,” katanya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan kalau pembatalan konser bukan semata-mata karena FPI. Rizieq menilai, beberapa komponen juga tidak sepakat dengan kedatangan Gaga. Buktinya, rekomendasi pemerintah yang diwakili Menteri Agama, Mendagri, Kapolda Metro Jaya dan Majelis Ulama Indonesia tidak turun.

“Beliau-beliau juga menolak. Bahkan merekom ke Mabes Polri untuk tidak memberikan izin,” tegasnya. Dia lantas menyalahkan stasiun televisi yang mendramatisir kasus Lady Gaga. Sehingga, terkesan konflik yang ada adalah FPI dibalik semua pembatalan mega konser itu. (dim/jpnn)

Tri Suci Waisak 2556 di Vihara Meitreya Medan

Teh Pucuk Harum Ikut Meramaikan

Teh Pucuk Harum adalah satu–satunya produk minuman yang ikut meramaikan perayaan Tri Suci Waisak 2556 pada tanggal 5-6 Mei 2012 lalu di Vihara Meitreya Medan.

Perayaan tersebut dikunjungi ribuan umat Budha di Kota Medan untuk mengikuti beberapa ritual seperti Pemandian Rupang Budha dipimpin Maha Pandita Citrawira. Acara ini dibuka untuk umum selama dua hari.

Disamping itu juga ada persembahan pelita dan pada pukul 20.00 WIB diadakan upacara prosesi lilin dan doa bersama.

Tanggal 6 Mei, acara persembahan pelita, pemandian rupang Budha, pengobatan gratis dan donor darah, lomba mewarnai, aneka stand makanan dan produk juga turut berpartisipasi.

Teh pucuk Harum, Minuman Teh Jasmine berkualitas yang merupakan salah satu produk terbaik  dan berkualitas dari PT Mayora Indah, Beverage Division.

Area Sales Promotion Head PT Mayora Indah, Ronny Krisnadi mengatakan, saat ini teh Pucuk Harum mengeluarkan item baru yaitu kemasan besar 480 ml.

‘’Harganya sangat terjangkau yaitu Rp.3.500-Rp.4.000/botol.  Jadi saat ini Teh Pucuk Harum mempunyai dua pucuk kesegaran yaitu 350 ml dan kemasan besar 480 ml,’’ katanya.

Teh Pucuk Harum diolah dari pucuk daun teh pilihan, bukan daun teh biasa. Hal ini membuat Teh Pucuk Harum memiliki kualitas rasa teh terbaik dibandingkan teh yang lain. ‘’Rasanya pas, nggak kemanisan. Teh Pucuk harum juga telah mendapat sertifikat Halal dari MUI,’’ jelas Ronny.

Kandungan nutrisi dalam Teh Pucuk Harum juga tetap terjaga karena dalam prosesnya, lanjut Ronny, pucuk daun teh pilihan berkualitas di seduh secara langsung (real brewed).

Pucuk Daun teh pilihan berkualitas hanya digunakan untuk satu kali proses produksi teh pucuk harum, sehingga rasa dan aroma teh dalam teh pucuk harum masih authentic seperti teh yang baru diseduh. Rasa manisnya pas dan harum teh jasmine yang ada sangat menyegarkan.
Teh Pucuk Harum, Rasa Teh Terbaik ada di pucuknya. (*)

Pilgubsu 2013 Dipastikan Milik Rakyat

Anggota DPRD Tidak Boleh Berangan-angan

JAKARTA-Para anggota DPRD Sumut tak perlu berangan-angan bahwa merekalah yang akan memilih gubernur Sumut pada Pilgub 2013 mendatang. Wakil Ketua Pansus RUU Pemda, Khatibul Umam Wiranu, memastikan bahwa Pilgubsu yang pemungutan suaranya ditetapkan 7 Maret 2013, masih menggunakan UU Nomor 32 Tahun 2004, yang mengatur bahwa paket calon gubernur-cawagub dipilih langsung oleh rakyat.

“Jadi, tak boleh para anggota DPRD provinsi berangan-angan bahwa mereka yang akan memilih gubernur,” tegas Khatibul Umam Wiranu kepada Sumut Pos di Jakarta, Minggu (3/6).

Penjelasan runut disampaikan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu. Pembahasan RUU Pemilukada baru akan dibahas secara mendalam setelah selesainya pembahasan RUU Pemda, sebagai revisi UU Nomor 32 Tahun 2004.

Kalau RUU pemilukada mulai dibahas 6 Juni 2012, sebagaimana dijadwalkan, maka materi yang dibahas masih secara umum saja. Yang jelas, tidak bisa pengesahan RUU Pemilukada mendahului pengesahan RUU pemda. Alasannya, UU Pemda terbaru ini nantinya menjadi induk dari UU Pemilukada, juga UU tentang Desa.

Dijelaskan Umam, di RUU Pemda nantinya sudah dibahas mengenai model pemilihan kepala daerah. Jika usulan pemerintah bahwa gubernur dipilih oleh DPRD disetujui DPR, maka di RUU Pemda dinyatakan gubernur dipilih DPRD provinsi, calon wakilnya diusulkan gubernur terpilih dari kalangan birokrat tertinggi di Pemprov. Jadi, kata Umam, mengenai pemilihan gubernur dipilih DPRD, sampai saat ini belum disetujui 9 fraksi di DPR, yang terwakili di Pansus RUU Pemda.

“Masing-masing fraksi masih dalam tahapan melakukan public hearing, mendengar pendapat dari banyak kalangan, mulai dari bupati, wali kota, gubernur, dan para ahli. Setelah itu, masing-masing fraksi menyusun Daftar Investarisasi Masalah (DIM) terhadap RUU Pemda usulan pemerintah itu,” ujar Umam.

Nah, jika di RUU Pemda sudah disepakati bahwa Pilgub dilakukan oleh DPRD, maka RUU pemilukada yang akan menjabarkan secara teknis mekanisme pemilihan gubernur oleh DPRD. Dengan demikian, mau tak mau, pengesahan RUU Pemilukada harus menunggu pengesahan RUU Pemda.

Bagaimana mengenai estimasi waktunya? Umam menjelaskan, sesuai ketentuan, pembahasan RUU harus kelar dalam dua kali masa persidangan DPR. Jika belum juga kelar, boleh ditambah dalam satu masa sidang berikutnya. RUU Pemda sudah terhitung dibahas dalam masa sidang kali ini. Juli sudah reses dan sidang lagi Agustus hingga Oktober 2012.

Menurut Umam, untuk RUU Pemda ini rasanya sulit selesai Oktober 2012. “Paling cepat Desember atau awal tahun RUU Pemda selesai,” ujarnya.

Nah, setelah selesai RUU Pemda, pembahasan RUU Pemilukada baru bisa dibahas secara mendalam, agar materi pengaturannya bisa sinkron dengan materi UU Pemda sebagai induknya. Begitu RUU Pemilukada disahkan pun, masih harus dijabarkan oleh KPU lewat peraturan-peraturan KPU sebagai pedoman pelaksanaan.

Dengan estimasi waktu seperti itu, Umam meyakinkan bahwa Pilgubsu masih menggunakan UU Nomor 32 tahun 2004. “Pasti masih menggunakan undang-undang yang lama. Teman-teman di DPRD tak usah berandai-andai (Pilgubsu dipilih DPRD, Red),” ujar mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Kepastian ini diperkuat penjelasan lain. Umam mengaku mendengar kerisauan para rekannya di DPR dari fraksi-fraksi lain, yang curiga jika Pilgub dipilih oleh DPRD maka partai-partai tertentu saja, yang punya wakil banyak di DPRD Provinsi, yang akan memenangkan jagonya sebagai gubernur. Sedang partai-partai yang hanya sedikit anggotanya di DPRD provinsi, bakal kesulitan memenangkan Pilgub.

Karenanya, lanjut Umam, untuk menepis kecurigaan itu, jika disetujui Pilgub oleh DPRD, maka Fraksi Partai Demokrat akan mendorong agar UU Pemilukada diterapkan usai pemilu 2014. “Ini untuk menciptakan fairness,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, RUU Pemilukada akan mulai dibahas 30 Mei 2012. Hanya saja, jadwal itu meleset dan dijadwal ulang 6 Juni mendatang. “Ya, kami diundang ke Gedung DPR pada 6 Juni untuk menjelaskan draft usulan pemerintah tentang RUU Pilkada,” ujar Kepala Biro Hukum Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, beberapa hari lalu.

Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek beberapa kali menjelaskan, dalam RUU Pemilukada itu, pemerintah mengajukan usulan, pemilihan gubernur dilakukan oleh DPRD provinsi. (sam)

API Dideklarasikan di Medan

MEDAN- Aliansi Pers Indonesia (API) mendeklarasikan organisasi pers yang baru berdiri di Indonesia, di Balai Citra Hotel Tiara, Medan, Kamis (31/5).
Deklarasi ini dirangkai dengan kegiatan seminar nasional bertajuk  “Peranan Pers Dalam Penegakan Hukum dan Demokrasi”.

Hadir dalam acara itu Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Nurdin Lubis, Mantan Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI (Purn) AY Nasution dan  para pejabat pemerintahan, pejabat TNI/Polri, tokoh masyarakat, tokoh pers, parpol, pengurus organisasi pers, perguruan tinggi, LSM, dan lainnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Deklarator API diantaranya Dr Egi Sudjana,SH MSi, Dr Hinca Panjaitan, Sabam Leo Batubara, Iskandar ST dan MA Sidik Surbakti.

Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjonugroho dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Nurdin Lubis mengatakan, pers sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Meski berada di sistem politik formal, keberadaan pers selama ini memiliki posisi strategis dalam reformasi massa, pendidikan kepada publik sekaligus menjadi alat kontrol sosial. Karenanya kebebasan pers menjadi  salah satu alat tolak ukur kualitas demokrasi  di suatu negara.

Dalam penegakan hukum dan demokrasi, kegiatan ini tentunya menjadi momentum unsur pers untuk menyamakan persepsi, sikap dan langkah dalam upaya meningkatkan kepedulian masyarakat melalui tatanan hukum sehingga bisa mendewasakan kehidupan berdemokrasi yang pada akhirnya sosial kontrol dapat terlaksana dengan baik.

“Kami sangat mendorong terciptanya kehidupan pers yang kondusif di Sumut,” kata Nurdin Lubis.
Dikatakannya, hal ini dilakukan sesuai amanat Undang-Undang No 40 Tahun 1999, pers juga untuk mendorong tumbuhnya demokratisasi di berbagai bidang khususnya kehidupan pers yang kritis, bebas namun tetap memiliki tanggung jawab.

Sesungguhnya akuntabilitas pers terhadap bangsanya, kata Nurdin Lubis, ditentukan oleh kinerja per situ sendiri yang berdasarkan pada supremasi hukum, hak asasi manusia dan kode etik wartawan Indonesia dengan pemberitaan yang akurat, berimbang, adil dan sejalan dengan asas praduga tak bersalah.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat API Iskandar ST mengatakan, API merupakan organisasi pers yang baru berdiri di Indonesia.

Kota Medan sengaja dipilih sebagai tempat deklarasi API karena sejak dulu Sumatera Utara, khususnya Kota Medan dikenal banyak melahirkan tokoh pers nasional dan gudangnya pers di tanah air.
Sebagai sebuah organisasi pers bersifat nasional, API nantinya terstruktur dari mulai tingkat pusat hingga daerah.

Setelah terbentuk di tingkat pusat, selanjutnya akan dibentuk kepengurusan di seluruh daerah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Untuk sementara ini Dewan Pimpinan Pusat API akan berkedudukan di Kota Medan. Dan, setelah di Sumatera Utara, kami targetkan kepengurusan API di provinsi maupun daerah lainnya juga akan segera terbentuk,” kata Iskandar ST.

Sabam Leo Batubara yang tampil sebagai pembicara dalam kegiatan ini mengatakan, menurut sistem, fungsi aparat birokrasi-mulai dari lurah, walikota, bupati, gubernur dan jajarannya sampai presiden dan pembantunya-adalah untuk melayani kepentingan rakyat (bature rakyat).
Menurut sistem, mereka eksis untuk mewujudkan misi dan program pembangunan menuju tujuan bernegara.

Paradoksnya, sekarang ini penjara justru dipenuhi ratusan walikota, bupati, gubernur atau pembantunya, dan sejumlah menteri, karena mengorupsi dana untuk pembangunan pemajuan dan penyejahteraan rakyat. Bahkan salah satu dari menteri itu adalah mantan Menteri Agama, yang semestinya berfungsi sebagai teladan kejujuran.

Berdasar UUD 1945, DPR memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Dalam implementasinya-tiada hari tanpa berita di media massa-anggota dewan terkesan memperdagangkan fungsi legislasi dan anggaran, dan melalaikan hak konstitusionalnya untuk mengawasi penyelenggaraan negara. Selama ini media massa dinilai terus menerus memberitakan performa buruk DPR. (*/ari)

Perahu Demokrat Favorit Para Jenderal

MEDAN-Tercatat ada dua jenderal bintang tiga yang meramaikan jelang Pilgubsu  2013. Dan, dua-duanya cenderung mefavoritkan Partai Demokrat Sumut sebagai perahu dalam even lima tahunan warga Sumut itu.

Dua jenderal yang dimaksud adalah Letnan Jenderal (Letjen) Purnawirawan Cornel Simbolon dan Letjen Purnawirawan AY Nasution.”Ini menunjukkan partai partai yang dipimpin HT Milwan itu, masih melekat erat kepada simpatisannya maupun kader dan semakin meroket menggapai visi misinya” ungkap pemerhati politik Sumut, M Yose Rizal Saragih, Minggu (3/6).

Dijelaskan dosen Institut Agama Islam Sumut itu, fenomena tersebut salah satu indikatornya adalah Partai Demokrat memiliki daya tarik yang kuat. “Masyarakat, kader, simpatisan berarti masih sangat tertarik dengan Demokrat. Dan menggantungkan harapan besar bagi para cagubsu untuk diusung Demokrat,” tuturnya.

Selain itu, sambungnya, bukti jika Demokrat masih digemari oleh masyarakat dan lainnya adalah dua tokoh terkenal di Sumut dan nasional, yakni Gus Irawan Pasaribu dan Sutan Bhatoegana juga mendaftar ke Demokrat. “Di partai lain belum atau tidak terlihat, jika ada jenderal bintang tiga yang mendaftar. Belum lagi adanya Gus Irawan dan Sutan Bhatoegana yang mendaftar ke Demokrat. Ini secara jelas dan tegas, Demokrat memiliki nilai jual yang tinggi jika dibandingkan partai lainnya,” tuturnya.

Penegasan lainnya, yang menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari para calon tersebut atas keberadaan Demokrat, dalam kaitan Pilgubsu 2013 adalah pernyataan AY Nasution sesaat setelah menyerahkan formulir dan berkas pendaftaran cagubsu di Demokrat Sumut, Jalan Multatuli , Sabtu (2/6) .

“Saya tidak pernah berpikir tidak diusung Demokrat Sumut hadapi Pilgusu 2013,” ungkapnya saat itu. (ari)

Revitalisasi Organisasi Golkar hingga Tingkat Desa

DPD Partai Golkar akan adakan revitalisasi organisasi, sesuai surat DPP Partai Golkar Nomor: Juklak 14/DPP/GOLKAR/XII/2011 tentang Revitalisasi Organisasi Partai Golkar se-Indonesia.
Hal ini diutarakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karo, Ferianta Purba SE yang juga wakil ketua DPRD Karo didampingi Sekretaris, Saulian Munthe, Sabtu (2/6) di kantor Partai Golkar Jalan Jamin Ginting Kabanjahe.

“Kita akan laksanakan dalam waktu dekat ini, artinya untuk saat ini kita sedang  melakukan pendataan pengurus, yang tidak aktif lagi dan pengurus yang sudah meninggal dunia serta pengurus partai yang telah menyeberang ke partai lain. Kita akan menggantikan posisinya dengan menempatkan kader-kader yang betul-betul loyal dan militan serta mau mengabdi untuk membesarkan partai,” ujarn Ferianta.

Dalam hal menghadapi Pilgubsu, Pilpres dan Pileg mendatang DPD Partai Golkar Karo terus melakukan konsolidasi secara berkesinambungan. Ferianta juga menghimbau  kepada seluruh kader dan simpatisan Partai Golkar Kabupaten Karo agar tetap  menjaga kekompakan.
“Jangan mudah terpancing oleh pegaruh-pengaruh pihak tertentu yang dapat merugikan partai, mari rebut simpati rakyat,” tegas Ferianta.

Ferianta juga mengaku, dalam rangka menjalankan program partai di bidang konsolidasi dan kaderisasi, pihaknya telah sukses melaksanakan musyawarah kecamatan (Muscam) dan Kader Teritorial Desa (Karakterdes) di 17 kecamatan se-Kabupaten Karo.

Drs Joy Harlim Sinuhaji Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut juga menekankan, untuk mengoptimalkan roda organisasi, harus melakukan revitalisasi organisasi hingga ketingkat desa, sehingga struktur kepengurusan partai menjadi lebih jelas dan faktual. “Dengan tertatanya organisasi dengan rapi, kita  menjadi lebih besar karena dapat memanfaatkan seluruh unsur jaringan partai hingga ketingkat desa. Selain  itu verifikasi kepengurusan organisasi juga penting di lakukan sebagai tolak ukur revitalisasi,” kata pria yang juga ketua MPC Pemuda Pacasila Kabupaten Karo ini.

Hal senada diutarakan Frans Dante Ginting angota DPRD Karo Fraksi Golkar, revitalisasi organisasi itu penting, namun perlu di cermati keutuhan dan kekondusifan organisasi partai. “Wajar pengurus yang tidak aktif dan meninggal dunia kedudukannya digantikan dengan orang yang pas dan tepat serta loyal.

Khusus kepada kader yang sudah pernah melompat ke partai lain tidak ada lagi toleransi untuk didudukan sebagai pengurus kembali karena itu sama dengan penghianat. Tetapi kalau ada orang dari partai lain yang ingin bergabung dengan Golkar dan mau membesarkan partai silakan, kita sambut dengan baik,” tegas Ginting (mag-19)

Cikal Garuda Kampiun Piala Specs 2012

MEDAN- Sekolah Sepak Bola (SSB) Cikal Garuda menjuarai Piala Specs U-15 2012, setelah mengalahkan Mabar Putra 4-1 di partai final yang digelar di Stadion Kebun Bunga, Minggu (3/6). Sebelumnya, juga digelar pertandingan eksebisi antara Tim Kantor Gubernur Sumut dengan mantan pemain PSMS yang berakhir 1-1.

Dalam partai final yang digelar kemarim, anak-anak Cikal Garuda masih terlalu tangguh bagi Mabar Putra. Selain unggul dalam postur tubuh, Cigal Garuda juga didukung skill yang bagus.
Tak tanggung-tanggung, di babak pertama Cikal Garuda langsung unggul 3-0 melalui tendangan bebas Donni Dio, sundulan Abdul Khalik dan aksi individu Dwi Oka yang mampu melewati tiga pemain bawah.

Di babak kedua, Mabar Putra terus memberikan perlawanan, namun selalu kandas karena kalah postur tubuh dan ketatnya barisan pertahanan Cikal Garuda. Malah, Dwi Oka menambah gol melalui aksi individunya lagi menjadi 4-0.

Gol penghibur bagi Mabar Putra akhirnya diraih lewat titik putih. Kali ini eksekutor Mabar Putra, Putra Channiago bisa memperdaya kiper Cikal Garuda Junaidi Rafi’i. Sampai wasit Rusdi B meniup pluit kedudukan tetap 4-1 untuk Cikal Garuda.

Piala Specs yang ke-8 ini ditutup Sekdaprovsu sembari menyampaikan apresiasi Pemprovsu atas kepedulian Specs yang rutin menggelar turnamen ini di Kota Medan, begitu juga para mantan PSMS.

Kepada peserta dipesankan untuk terus berlatih dengan serius agar menjadi pesepakbola yang tangguh untuk tingkat nasional dan tingkat internasional. “Kalau Jepang, Korea dan China, yang pada era 50-an masih dibawah Indonesia, kini pemainnya banyak bermain di liga Eropa, kenapa kita tidak,” ujar Nurdin memotivasi.(mag-10)

Bekerja untuk Kemajuan Bangsa

Ketua DPW PAN Sumut, H Syah Affandin SH resmi membuka acara Pengkaderan bagi Kader Amanat Dasar, Coaching Instruktur Daerah DPD PAN Kabupaten Deliserdang di Aula Cadika Lubukpakam, Sabtu (2/6) lalu.

Untuk lebih menanamkan jiwa militansi bagi seluruh kader Partai Amanat Nasional, DPD PAN Kabupaten Deliserdang memilih 60 kader amanat dasar dari pengurus DPD maupun DPC sebagai peserta dalam acara Pengkaderan dan Coaching Instruktur Daerah selama 2 hari itu.

“Nantinya masing-masing peserta akan mendapat sertifikat dari DPD PAN Deliserdang yang merupakan modal dasar syarat administrasi untuk maju menjadi anggota legislative dan sebagai instruktur pengkaderan di daerah,” terang Ketua Panitia, Ramijah.

Narasumber Rhenaldy Rajab MPSi dan Tarmiji Hutasuhut menyampaikan berbagai materi bagi kader amanat dasar mulai dari pengenalan dan pemahaman tujuan Partai Amanat Nasional hingga upaya-upaya pengembangan konsolidasi partai.

Dalam sambutan Ketua DPW PAN Sumut H Syah Affandin SH mengatakan, kaderisasi merupakan alat pemicu demi kecintaan terhadap partai dan harus dapat terus bekerja untuk kemajuan bangsa.

“Strukturisasi PAN saat ini di Sumut sudah terbentuk hingga tingkat rayon, saat ini PAN Sumut sudah memiliki kantong suara 7,8 % sebagai modal dalam ajang Pilgubsu 2013 mendatang,” kata Affandin.

Ketua DPD PAN Deliserdang Imran Obos SE mengatakan, PAN Deliserdang siap ciptakan kader terbaik partai. Dengan adanya pengkaderan ini beliau optimis kader partai lebih bekerja keras demi tercapainya target 2 digit  dan harus mampu  mensukseskan Pilkada Sumut, Pilkada Deliserdang hingga Pemilu 2014 mendatang.  “Kader PAN Deliserdang juga telah siap mendukung Ketua DPW PAN Sumut H Syah Affandin untuk  maju sebagai Cagubsu dalam ajang Pilgubsu 2013. Beliau sebagai kader terbaik partai,” katanya.

Turut hadir Anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Deliserdang Supardi SPd, Ir Darbani Dalimunthe SE, H Sabar Ginting SE, Adi Munasif, Irfan, DPD MPI Deliserdang dan Pengurus Harian DPD PAN Deliserdang. (*)