Home Blog Page 13420

Hari Ini, Erry Nuradi Kembalikan Fomulir

Pendaftaran Cagubsu di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Sumut, sepertinya akan diperpanjang, dari rencana penutupan terakhir pukul 17.00 WIB, Sabtu (2/6), hingga berdasarkan keputusan pleno PDI P, Senin (4/6).

Itu terlihat dari adanya rumor yang menyebutkan jika Bupati Serdangbedagai (Sergai) HT Erry Nuradi, akan mengembalikan formulir pendaftaran cagubsu serta menyerahkan berkas-berkas pendaftaran lainnya ke PDI P, hari ini.

“Katanya Senin (hari ini, red), Erry Nuradi akan mendaftar,” kata salah seorang kader PDI P Sumut di kantor DPD PDI P Sumut akhir pekan lalu kepada Sumut Pos.
Ternyata isu tersebut dibenarkan Sekretaris DPD I PDI P Sumut, HM Affan SS yang dikonfirmasi, Minggu (3/6). “Katanya seperti itu,” jawabnya singkat.

Sayangnya, pria yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut tersebut, enggan memberikan penjelasan mengenai perpanjangan waktu pendaftaran cagubsu di PDI P Sumut.

Sementara itu, Wakil Ketua bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja DPD I PDI P Sumut, Sarma Hutajulu menyatakan, para sosok yang telah mendaftar akan dievaluasi pada pleno tersebut, termasuk perpanjangan waktu pendaftaran yang ada.

“Senin (hari ini, red), DPD akan pleno. Akan membahas perpanjangan pendaftaran atau tidak,” katanya.(ari)

Ganti Gubernur pun Tidak Ada Perubahan

Dari Perbincangan Warung Kopi Soal Pilgubsu

Masyarakat Sumut terkesan antipati dengan calon-calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu), yang akan bertarung pada putaran Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 mendatang.

Bahkan, bukan tidak mungkin masyarakat Sumut akan menjatuhkan pilihan tidak memberikan suara alias Golongan Putih (Golput) atau abstain pada pesta rakyat Sumut lima tahunan tersebut.

Secuplik perbincangan kecil, di sebuah warung kopi (warkop) yang berada tepat di samping Kantor DPD P Demokrat Sumut, Jalan Multatuli, Medan, Jumat (1/6), dengan Minok Pandiangan, seorang ibu warga setempat.

“Semuanya sama saja. Ganti gubernur pun tidak ada perubahan. Saya nanti tidak memilih. Apa itu namanya kalau tidak memilih? Golput ya?” ucap perempuan berjilbab tersebut membuka pembicaraan.

Saat disebutkan satu per satu nama tokoh, yang akan bertarung menjadi kandidat cagubsu seperti Gus Irawan, Gatot Pujo Nugroho, Sutan Bhatoegana, dan beberapa nama lainnya, perempuan yang mengaku tengah bertandang ke rumah orangtuanya, tepat di samping warkop tersebut, juga tidak tertarik.

“Tidak ada. Apalagi Sutan Bhatoegana. Dulu tak dipakainya (Sutan, Red) marganya yang Siregar itu. Sekarang dipakainya. Karena mau jadi calon itu. Nggak boleh seperti itu. Harusnya marga di mana pun kita, harus dipakai. Bagaimana nanti kalau sudah jadi gubernur, kalau sekarang saja sudah menutup-nutupi marganya,” cetusnya lagi.

Mendengar itu, salah seorang anggota tim sembilan PD Sumut, Borkat Hasibuan yang kebetulan tengah ikut dalam perbincangan itu, langsung mempertanyakan hal itu.

“Kenapa seperti itu Bu?” tanya Borkat kepada Minok Pandyangan.
Minok sepertinya teguh pada ucapan atau pendiriannya, jika dia tidak tertarik untuk memberikan suaranya kepada salah satu calon.

“Tetap saja, saya abstain,” tukasnya.
Mendengar itu, Borkat seolah berusaha membela diri dengan menyatakan, jika dirinya tidak akan menutup-nutupi keberadaan dan identitasnya.

“Kalau saya tidak seperti itu Bu. Ini baju Demokrat. Nama saya Borkat Hasibuan. Nanti dibalik saja namanya jadi Hasibuan Borkat,” katanya sembari menunjukkan namanya yang tertulis di baju Demokrat warna biru yang dipakainya.

Tak lama, Minok Pandiangan pergi meninggalkan warkop itu, bersama gadis muda yang memanggilnya ibu. (ari)

Entrance Digerebek Polda

Fasilitas Hiburan di Hotel Bintang 5 pun Dirazia

MEDAN- Entrance Karaoke and discotique, tempat hiburan di sebuah hotel berbintang lima di Medan, dirazia petugas Direktorat Res Narkoba Polda Sumut Minggu (3/6) dini hari, sekitar pukul 01:00 WIB.

Seorang petugas berpakaian sipil tiba-tiba meminta disc jockey menghentikan dentuman musik disco. Di tengah kebingungan para clubers, puluhan petugas berpakaian sipil lain melakukan pemeriksaan. Diawali dengan pemeriksaan KTP, satu persatu pengunjung diperiksan
Dari diskotek Entrance, petugas melanjutkan Razia ke lokasi karaoke yang berada di lantai II Entrance.

Dari lokasi ini, petugas menemukan 10 butir pil happy five dan mengamankan beberapa pengunjung di KTV III ke Mapolda Sumut. Pengunjung tersebut dalam keadaan mabuk, diduga akibat mengkonsumsi narkoba. Hal tersebut terlihat ketika petugas menginterogasi paran
pengunjung yang terdengar ngawur saat dimintai keterangan.

Dalam razia yang dipimpin langsung oleh Dir Narkoba Kombes Pol Andjar Dewanto itu, belakangan diketahui berhasil mengamankan lima wanita berinisial W, I, D, L, S dan seorang pria berinisial N. Keenamnya diamankan berikut barang bukti 10 butir pil happy five dan 1 unit mobil Toyota Hariier BK 222 GB.

Kombes Pol Andjar Dewanto saat ditemui di sekitar lokasi mengatakan, razia tersebut dilakukan untuk menekan pertumbuhan narkoba yang kian meresahkan.

“Ya kita tadi malam razia di Entrance. Ada enam pengunjung yang kita amankan, lima diantaranya wanita dan satu pria,” ujar Andjar.
Untuk saat ini, pengunjung berinisial N yang diamankan dikenakan pasal 36 UU Kesehatan Tahun 2009.

Disebutkan Anjdar, pihaknya akan melakukan razia narkoba di tempat-tempat hiburan malam lainnya yang ada di Medan. “Kedepannya kita akan terus lakukan razia serupa, tapi tempatnya berbeda-beda,” tukas Andjar.(gus/mag-12)

Lima Tokoh Resmi Daftar ke PDI P

Perkembangan terakhir dari pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), yang telah mengembalikan formulir pendaftaran ke panitia seleksi DPD PDIP Sumut, sebanyak lima orang.

Pendaftar terakhir adalah Syahrul Effendi Siregar, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kependidikan dan Keagamaan DPD I PDI P Sumut, pada Sabtu (2/6) lalu.

Nama Syahrul Effendi Siregar melengkapi empat nama lainnya yang telah mendaftar terlebih dahulu antara lain Bintatar Hutabarat, RE Nainggolan, Benny Pasaribu, dan Gus Irawan.
Terdapat enam sosok yang hingga saat ini belum mengembalikan formulir pendaftaran, di antaranya Tengku Erry Nuradi, Juliari Batubara, Kartawijaya Rajagukguk, Anna Sianipar, Parasian Simanungkalit, dan Sofyan Tan.

Nama-nama yang telah secara resmi mendaftar tersebut, untuk selanjutnya, akan diverifikasi oleh  panitia seleksi yang nantinya akan diusung PDIP Sumut menjadi cagubsu.
Wakil Sekretaris DPD PDIP Sumut, Soetarto mengatakan, pendaftaran dibuka selama dua bulan, sejak Senin, (2/4) dan resmi ditutup, Sabtu (2/6) pukul 24.00 WIB.

“Pengurus dan panitia seleksi selanjutnya akan menggelar rapat guna membahas kelayakan kelima calon yang telah mendaftar lewat jalur PDIP,” kata Soetarto, Minggu (3/6).
Soetarto menjelaskan, sejak pendaftaran dibuka, sebanyak 11 orang telah mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat DPD PDIP.

“Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2013 nantinya, PDIP Sumut tidak bisa mengusung calon sendiri karena tidak mencukupi syarat berdasarkan perolehan persentase suara. DPIP akan menggalang koalisi dengan partai lain,” sebut Soetarto.(ari)

Banyak Untung Penyatuan Tiga Zona Waktu

JAKARTA-Pemerintah yakin penyatuan zona waktu akan memicu produktivitas dan penghematan. Tetap butuh studi komprehensif sebelum dijalankan.

Bayangkan Anda tinggal atau sedang berada di Jayapura. Ada uang, katakanlah USD 1.000, yang butuh Anda tukarkan ke rupiah begitu bank mulai buka di ibu kota Papua tersebut pada pukul 08.00 WIT (Waktu Indonesia Timur).

Karena lebih cepat dua jam dari pusat pemerintahan di Jakarta yang masuk WIB (Waktu Indonesia Barat), otomatis bank-bank di Papua akan memakai kurs sehari sebelumnya. Padahal, dalam selisih waktu dua jam itu segala hal bisa terjadi yang dapat mempengaruhi nilai tukar.

Jadi, ketika pada pukul 08.00 di Papua, Anda hanya mendapat nilai tukar Rp9.300an untuk USD 1, dua jam kemudian saat Jakarta baru memasuki pukul 08.00, kursnya sudah bisa menembus Rp9.600an atau lebih. Anda yang rugi, dan bank yang repot.

Karena itulah, Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono sangat mendukung rencana pemerintah menyatukan zona waktu secara nasional. Pasalnya, penyatuan zona waktu yang direncanakan akan dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2012 tersebut dinilai penghobi fotografi itu akan berdampak positif bagi bisnis perbankan di Tanah Air.

“Bagus kalau pasar uang valuta asing kita dibuka pada jam yang sama dengan Singapura dan Hong Kong. Jadi, kalau sampai terjadi persoalan likuiditas tidak akan terjadi perbedaan tajam soal nilai tukar,” ujarnya.

Pemerintah memang sangat sangat mengedepankan efektivitas dan koordinasi kerja birokrasi, kesinambungan dunia usaha dengan berbagai pusat bisnis sebagai alasan menyatukan zona waktu. “Misalnya di negara lain bursa buka lebih awal, eh kita baru buka, jadi kalau misalkan di sana ada sentimen negatif ya bursa kita ikut kebawa,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.

Saat ini, pusat pemerintahan, politik, ekonomi yang berada di Jakarta masuk WIB (selama ini meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Red) atau GMT+7 ketinggalan satu jam dibanding waktu yang berlaku di kebanyakan negara Asia lain. Sedangkan Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur berada di zona Wita. Adapun Maluku, Papua, dan Papua Barat masuk WIT.

Dalam satu zona waktu nanti yang direncanakan dimulai 28 Oktober mendatang, akan dipakai Waktu Indonesia Tengah atau GMT +8. Konsekuensinya, segala aktivitas di wilayah barat, termasuk Jakarta, harus sudah dibuka sejam sebelumnya dibanding sekarang. (sof/wir/ttg)

Korean Style itu Natural

Sumut Pos for Ladies Beauty Workshop

Pembaca setia Sumut Pos for Ladies kembali mendapat suguhan even istimewa. Kali ini, lewat Beauty Workshop, demonstrasi make up and cutting hair Koean Style. Tak tanggung- tanggung pada kesempatan ini, Sumut Pos menghadirkan pakar kecantikan asal Korea Prof DR Jeok OK Joo.

Event yang digelar di Kantor Sumut Pos gedung Graha Pena Medan pada (2/6) ini benar- benar dimanfaatkan peserta yang berasal dari pengelola salon kecantikan di Medan, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa. Mengingat, Prof OK Joo adalah salah satu sosok di balik sukses trend rambut Korean Style.

Di Seoul, Korea Selatan, Prof OK Joo atau yang biasa dipanggil Bu Mirah mengajar di Hyechon College jurusan kecantikan untuk jenjang Strata-2 dan Strata-3, khususnya untuk mata kuliah kecantikan dan gaya rambut. Nah,  murid-murid Bu Mirah itulah yang kemudian mengembangkan tren rambut dan tata rias di Korea.

Sebelum mendemokan teknik pemotongan yang baik dan benar, Bu Mirah juga berbagi teori bagaimana menentukan potongan/model rambut yang sesuai dengan bentuk wajah. Peserta workshop juga diingatkan untuk menjaga attitude (sikap) dalam melayani konsumen kecantikan.

“Sebagai desainer, kita harus sopan dan melayani untuk memberikan kepuasan. Jangan sembarangan dalam menyemprotkan hair spray, usahakan tutup dengan tangan kita,” ujar ibu dari 2 anak ini.

Walaupun berkesan natural, bukan hal yang mudah untuk bergaya dengan tema Korean Style ini. Selain karena perbedaan warna kulit, juga bentuk fisik yang tidak seutuhnya sama. Tetapi, bukan berarti tidak mungkin. Dengan sedikit aplikasi, Korean Style pun akan dengan mudah diterapkan.

“Untuk potongan rambut, ingat bentuk wajah, dan sesuaikan. Jangan terlalu dipaksakan,” ujarnya.
Wanita yang berusia 50 tahun ini, masih terlihat cantik dan energik. Dengan cekatan jari-jarinya memotong rambut peserta workshop yang berebut jadi modelnya. “Kecantikan dalam Korea memiliki arti netral dan natural. Jadi, tidak terlalu banyak gaya, tetapi tegas,” tambahnya.

Untuk potongan rambut, biasanya Korea lebih dominan dengan potongan “segi”. Dimana ujung rambut terluar harus sesuai dengan dagu. “Cut rambut harus disesuaikan dengan dagu, panjangnya perhatikan, dan ini yang biasanya menjadi ciri khas potongan rambut Korea,” tambahnya.

Lewat gaya penuturannya yang kocak, menjadikan suasana workshop benar- benar hidup. Pesertapun menikmati acara tersebut. ‘’Senang sekali bisa ikut acara ini. Selain dapat tambahan ilmu, kita bisa menambah kenalan dan saling sharing,”ujar Bintang pelanggan Sumut Pos yang selalu setia menghadiri even-even yang digelar Sumut Pos for Ladies. (ram/sih)

Saksi Nikah Keluarga Obama

Jusuf Kalla

MANTAN Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menjadi saksi nikah bagi keluarga Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Cinta Indah Kesuma Pratami Trisulo, di Jakarta, Minggu (3/6). Hadir adik tiri Presiden Obama, Maya Soentoro.

Mempelai wanita yang masih kerabat dekat bapak tiri Obama itu bersama orang tua dan keluarga lainnya, sebelumnya menemui JK perihal permintaan kesediaan mantan Wapres tersebut menjadi saksi nikah.

“Iya betul., pak JK saksi nikah bagi anggota keluarga Presiden Obama. Mereka sudah pernah ketemu dengan pak JK beberapa waktu lalu,” tutur Husain Abdullah, juru bicara keluarga Jusuf Kalla, yang dihubungi Minggu (3/6).

Dalam resepsi pernikahan di salah satu hotel berbintang di Senayan, Jakarta, Presiden AS Obama mengutus adik tirinya, Maya Soentoro mewakili dirinya untuk menghadiri malam resepsi pernikahan Cinta Indah Kesuma Pratami Trisulo yang masih sepupu dengan Maya Soentoro.(net)

Perjuangkan Aspirasi, Angkutan Resmi Mogok Operasi

Puluhan ribu sopir dan pemilik angkutan di Sumatera Utara mulai dari sopir angkutan kota, angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP) mengancam akan mengentikan operasional atau mogok operasi armada. Apa alasan mereka, berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution bersama Ketua DPC Organda Medan, Mont Gomery Munthen

Apa alasan akan melakukan stop operasional?
Semua anggota kita sudah mendesak dan kami sudah sepakati bersama DPD Organda Sumut untuk melakukan stop operasi (mogok operasi armada) tapi tidak aksi demo. Aksi ini kami lakukan karena pemerintah tidak pernah menganggap kami sebagai mitra lagi, dan keresahan kami tak pernah ditanggapi atas operasional angkutan plat hitam dan taksi gelap.

Kapan akan dilakukan aksi tersebut?
Saat ini puluhan ribu sopir mulai dari angkutan kota, sopir AKDP dan AKAP telah lelah mencoba berkomunikasi dan menunggu sikap dan tindakan dari pemerintah. Oleh karena itulah, puluhan ribu sopir dan pemilik angkutan sepakat untuk mengentikan operasi armada. Kalau waktunya belum kita tentukan tapi akan segera kami lakukan karena kami sudah lelah menunggu tindakan dari pemerintah, malah angkutan plat hitam masih bisa bebas beroperasi di depan mata kami juga di depan mata petugas.

Sebesar apa pengaruh angkutan plat hitam?
Bebasnya operasional taksi plat hitam sudah sangat parah dan sangat merugikan sopir dan pemilik angkutan plat kuning. Contohnya seperti mereka yang sudah tidak masuk terminal dan tidak pernah bayar pajak apapun tetapi bebas beroperasi. Bahkan, mereka mengambil penumpang kami. Seperti dari tujuan Siantar-Medan, taksi plat hitam bisa langsung mengantar penumpang dari Siantar langsung ke rumah penumpang misalnya ke Helvetia.

Sementara kalau penumpang menggunakan jasa kami mereka tidak hanya harus menaiki bus AKDP dari Siantar saja tapi juga turun di terminal Amplas dan harus kembali menaiki angkutan kota ke Helvetia. Makanya, jika penumpang naik taksi plat hitam maka itu sudah membunuh mata pencaharian sopir AKDP juga sekaligus angkutan kota plat kuning.

Bila angkutan sopir mogok, apakah nasib penumpang sudah dipertimbangkan?
Untuk aksi mogok operasi yang akan dilakukan puluhan ribu sopir ini, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat di Sumut untuk dapat memahami dan mengerti terhadap keluhan para sopir. Sekali lagi, kita memohon maaf kepada masyarakat pengguna jasa angkutan karena terganggu perjalanannya karena kami akan mogok operasional. Kami berharap masyarakat dapat memahami kami.

Apakah tidak ada solusi lain?
Selama ini kita sudah berupaya untuk meminta tindakan tegas dari pemerintah dan aparat untuk menertibkan taksi plat hitam. Namun, Pemerintah dan aparat selama ini tutup mata. Kami sudah berupaya menempuh jalur ke Dishub, Kasatlantas Medan, Kapolresta Medan, bahkan ke Kapoldasu serta ke DPRD Sumut tapi tak juga ditanggapi. Saya nilai, pemerintah telah menciptakan konflik horizontal karena selama ini telah membiarkan masalah ini berlarut-larut, dan membuat supir jenuh.(*)

Hari Ini Gerhana Bulan

JAKARTA- Gerhana bulan pada sebagian bulan akan terjadi, Senin ini (4/6). Gerhana bulan bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia bila langit cerah.

Gerhana bulan sebagian ini akan terjadi pada pukul 17.00 WIB hingga 19.06 WIB. Akibatnya untuk Indonesia bagian barat, proses gerhana sudah terjadi saat bulan belum terbit.

Riset Astronomi Astrofisika Lapan, Profesor Thomas Jamaluddin, Minggu (3/6), menyatakan, bagi umat muslim yang ingin salat gerhana waktunya Magrib hingga Isya.

Menurutnya saat gerhana bulan sebagian terjadi sepertiga sisi purnama akan gelap karena terhalang bayangan bumi.”Bagian kanan purnama akan gelap sampai pukul 19.06 WIB,” katanya.

Sebelumnya pada, Senin (21/5) lalu, terjadi gerhana matahari pertama di tahun 2012 ini. Fenomena alam ini akan terjadi sejak matahari terbit mulai dari wilayah China hingga berakhir di Amerika Serikat. Gerhana matahari tidak akan terjadi secara penuh, namun yang terjadi adalah gerhana matahari cincin. (net)

Buat Terowongan, 15 Imigran Kabur

PASURUAN – Untuk kali kesekian, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya di Raci, Bangil, Pasuruan, Jatim, dibobol penghuninya. Kemarin dini hari 15 imigran yang ditampung di tempat itu kabur dengan cara menggali terowongan di saluran air.

Menyusul kaburnya 15 imigran tersebut, kini penghuni rudenim tinggal 10 orang. Kaburnya para imigran itu nyaris tak terdeteksi petugas. Mereka menggali terowongan dengan rapi. Petugas baru tahu bahwa ada imigran yang kabur setelah ada keributan.

Kemarin siang rudenim terlihat sepi. Beberapa petugas melakukan pencarian, sementara petugas lain tetap menjaga galian terowongan yang tembus ke sisi timur bangunan rudenim itu. Petugas khawatir, imigran yang tersisa akan memanfaatkan terowongan tersebut untuk menyusul kabur.
Belum lama ini, tepatnya Sabtu (19/5) dan Minggu (20/5), 24 penghuni rudenim juga kabur dengan menggali terowongan. Keesokan harinya, 12 orang lagi kabur dengan cara melewati pagar tembok setinggi 5 meter. Lima orang di antara mereka bisa ditangkap lagi.

Kembali kaburnya para imigran dalam waktu yang relatif singkat tersebut memunculkan dugaan bahwa peristiwa itu hasil rekayasa petugas. Misalnya soal pembuatan terowongan yang sama sekali tidak diketahui petugas.

Namun, Kepala Rudenim Surabaya Iwan Rustiawan menampik dugaan tersebut. Dia menyatakan bahwa pihaknya sudah berusaha mencegah para imigran itu kabur. “Tapi, di luar rudenim, sempat terlihat mobil yang rupanya menunggu para detensi (imigran, Red). Artinya, rencana kabur telah disiapkan,” terang Iwan.

Hal sama diungkapkan Mashudi, Kakanwil Kemenkum HAM Jatim. Dihubungi secara terpisah, Mashudi menyebutkan bahwa dirinya belum menerima laporan atas kaburnya belasan imigran tersebut.

“Terus terang, memikirkan soal detensi itu, kami dibuat pening. Aksi kabur mereka terus dilakukan dan kami sinyalir itu terjadi akibat kekurangan petugas. Selain itu, ada sindikat yang sengaja ingin menjemput para detensi tersebut,” ujarnya.

Sindikat yang menjemput para mereka, lanjut Mashudi, bisa jadi adalah orang-orang yang pernah mengawal para imigran sebelum ditangkap. Ketika mereka ditangkap dan diamankan di rudenim, sindikat tersebut tetap bisa saling menghubungi.

Nah, sindikat itu kemudian memanfaatkan celah kelengahan petugas. Mashudi juga tidak hanya membeber kekurangan penjaga. Dia juga menyinggung fisik bangunan rudenim. “Mengapa terowongan mudah dibuat dengan waktu yang cepat pula” Itu disebabkan kontur tanah di rudenim gembur sehingga mudah digali,” bela Mashudi.

Soal kejadian itu, Mashudi menginstruksi petugasnya agar berani memolisikan imigran yang ditahan seandainya melawan petugas. “Petugas, baik yang PNS atau honorer, bisa melapor ke polisi jika saat mengamankan detensi mendapat penganiayaan. Kalau ada petugas yang tidak melapor, berarti dia salah,” tegas dia.

Hal sama disampaikan Iwan. Menurut dia, kontur tanah di rudenim memang lunak. Kondisi itu memudahkan para imigran untuk menggali terowongan. “Sebenarnya, rudenim sudah mendapat anggaran untuk membenahi bangunan (termasuk memperkeras tanah). Tapi, pelaksanaannya belum bisa kami lakukan,” terangnya. Penyebabnya, para imigran acap mengancam melakukan bunuh diri jika rencana itu dilaksanakan. (fun/aad/jpnn/c11/nw)