Home Blog Page 13421

Bikin Rusuh, Anggota Geng Motor Dicokok

MEDAN- Sekitar 20-an remaja yang diduga geng motor bersenjata tajam seperti pisau belati (sangkur) dan golok, membuat resah warga Jalan Ayahnda, Medan Baru. Aksi mereka pada Minggu (3/6) dini hari 01.30 WIB, makin meresahkan karena berani melempari rumah warga.

Tak tahan dengan ulah gerombolan remaja pria tersebut, warga langsung melaporkannya ke petugas Mapolsek Medan Baru. Petugas cepat tanggap dan menangkap dua di antara anggota kawanan itu bernama Sidik (16) dan Acap (16).

Amatan Sumut Pos, Minggu (3/6) dinihari, warga di Jalan Ayahnda, Medan Baru, warga di sekitar keluar dari dalam rumah mereka. Pasalnya, segerombolan kelompok motor yang berjumlah 20 sepeda motor dengan berboncengan melintas. Kelompok pria bermotor tersebut melintas dari komplek pemukiman warga sambil memegang senjata tajam dan melempari rumah warga sekitar.

Melihat itu, warga langsung melaporkan hal tersebut kepada petugas dengan menghubungi Mapolsekta Medan Baru. Mendapatkan laporan warga, personel Polsekta Medan Baru yang dipimpin oleh Kapolsekta Medan Baru, Kompol Donny SIK, Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, AKP Andik dan Kasat Intelkam Polresta Medan, Kompol Ahyan pun langsung turun ke lokasi. Benar saja, begitu personel turun, petugas langsung mengamankan dua pemuda Sidik dan Acap yang kedapatan membawa senjata tajam pisau belati (sangkur) dan sebuah golok ditangan mereka.

Melihat itu, petugas pun dengan sigap langsung mengamankan keduanya dengan sigap dibantu oleh Patra Brimob Polda Sumut. Keduanya pun langsung diboyong ke Polsekta Medan Baru bersama dengan barang bukti yang diamankan dari keduanya. Keduanya tak bisa berkelit saat dibekuk petugas bersama dengan barang bukti senjata tajam ditangan mereka.
Sidik dan Acap saat ditanyai di lokasi kejadian, mengaku dirinya bukan anggota atau kelompok motor seperti yang disebutkan oleh warga.

Dijelaskannya, keduanya saat itu sedang melakukan berjaga-jaga mengantisipasi masuknya para kelompok motor. “Tadi ada masuk kesini sekitar 20 sepeda motor dengan membawa senjata tajam dan kami pun mengejarnya,” ucap keduanya saat dipasangi borgol oleh petugas.

Disinggung mengenai senjata tajam yang ditemukan di badan keduanya, keduanya tak bisa berbicara banyak. “Kami bukan anggota kelompok motor,” jelas keduanya sambil dimasukkan petugas kedalam mobil patroli.

Horas Silaen (43), warga sekitar, menegaskan melihat kedua remaja tersebut bersama sekitar 20 penunggang sepeda motor lainnya. “Mereka itu bagian dari 20-an sepeda motor tadi dan keduanya itu sudah buat rusuh saja,” katanya sambil menyuruh petugas membawa keduanya langsung “Bawa saja pak polisi karena kami sudah resah”.

Hal senada diucapkan Osin (26), salah seorang warga Jalan Ayahnda. Dijelaskan wanita berbaju daster putih itu dengan mengenakan jaket hitam, mereka saat itu pulang dan berpapasan dengan kelompok motor itu. “Mereka itu salah satunya dan biar saja dibawa petugas karena sudah meresahkan warga disini saja,” bebernya.

Kapolsekta Medan Baru, Kompol Donny SIK mengaku, keduanya langsung diamankan ke Mapolsekta Medan Baru guna keperluan penyidikan dan penyelidikan. Disinggung apakah keduanya genk motor, Kompol Donny SIK menuturkan, bahwa keduanya bukan anggota genk motor tapi kelompok motor dengan membawa senjata tajam. “Keduanya bukan anggota genk motor tapi kelompok motor yang membawa senjata tajam. Keduanya langsung diamankan ke polsek guna pengembangan selanjutnya,” ucap Kompol Donny yang didampingi Kompol Ahyan dan AKP Andik dilokasi.

Sementara itu, petugas mendapatkan laporan dari warga bahwa kelompok motor tersebut melarikan diri menuju ke Jalan Buku, personel Patra Brimob Polda Sumut yang dipimpin Katim 24, Brigadir Darwin Purba bersama denga tiga personel lainnya yang dilengkapi dengan senjata laras panjang, langsung menyeser. Namun, oleh warga Jalan Buku, kelompok motor diduga melarikan diri ke Jalan Pabrik Tenun.

Saat melintas di Zania Net, Jalan Pabrik Tenun, keempat personel Sat Brimob Polda Sumut itu melihat satu unit sepeda motor Yamaha Mio dengan kondisi sepeda motor dimodifikasi telanjang dan mesin masih panas langsung masuk kedalam warnet dan menanyai pemilik roda dua tersebut. Namun, seluruh pengisi warnet mengaku tak ada yang memiliki sepeda motor tersebut. “Ini jelas milik para kelompok motor yang ditinggal pergi oleh mereka karena posisi mereka sudah terjepit,” kata Brigadir Darwin Purba.

Melihat itu, personel Patra Brimob pun menghubungi Polsekta Medan Baru. Tak berapa lama kemudian, personel Polsekta Medan Baru yang tak jauh dari lokasi pertama dibekuknya dua pemuda tersebut pun langsung meluncur.

Alhasil, petugas pun melakukan razia didalam warnet dan petugas mengamankan 3 sepeda motor yang diduga milik kelompok motor yang ditinggalkan di warnet. Kapolsekta Medan Baru, Kompol Donny SIK pun langsung memerintahkan agar sepeda motor diboyong. “Sepeda motor kita boyong ke komando karena diduga milik kelompok motor yang tak ada pemiliknya,” jelasnya. (jon)

Poldasu Tunggu Audit, Baru Tetapkan Tersangka

Korupsi Biro Umum Pemprovsu

MEDAN- Sudah mengantongi 3 nama calon tersangka dalam dugaan korupsi Biro Umum Pemprovsu, Poldasu beralasan mereka masih mencoba mencocokkan dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan temuan yang mereka dapatkan.
“ Ada tiga nama dari hasil pemeriksaan dan kita masih harus mencocokkan dengan hasil audit BPKP dulu,” ujar Direktur Reserse Umum Khusus Kombes Pol Sadono pada wartawan Minggu (3/6.

Dikatakan Sadono, dalam minggu ini pihaknya akan menerima hasil audit BPKP yang telah menghitung kerugian negara dalam korupsi Biro Umum Pemprovsu tersebut. “ Mudah-mudahan dalam minggu ini kita sudah bisa terima hasil audit BPKP. Kalau sudah kita terima hasil audit BPKP, pemeriksaan akan kita lanjutkan,” ungkap Sadono.

Ia juga mengatakan, Sub Direktorat (Subdit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus), Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), dalam penetapan tersangka tanpa gelar perkara.

Dijelaskannya, sejauh ini sudah sebanyak 40 orang pejabat Pemprovsu, dari staf hingga pejabat eselon II yang dipanggil dan diperiksa oleh Tipikor Poldasu. “ Sudah 40 orang yang kita periksa. Kita menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ini agak kurang koordinasi, jadi kita belum bisa memastikan kapan hasil audit itu akan diserahkan,” katanya.
Apakah ada kemungkinan hasil audit BPKP tersebut, diserahkan BPKP ke Tipikor Poldasu pada pekan ini atau setidaknya awal Bulan Juni? Terkait hal itu, Sadono belum bisa memastikan. “Belum tahu. Kita tunggulah hasil audit itu,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumut, Rajali S.Sos yang dikonfirmasi Sumut Pos, menyangkut kasus itu terkesan pasrah. Pria yang mantan Kepala Biro (Kabiro) Umum Provsu tersebut, tidak bersedia memberi jawaban secara lugas. “ Itukan Poldasu. Biarkan saja Poldasu. Kalau saya berkomentar banyak, nanti jadi entah seperti-seperti apa jadinya diasumsikan orang,” jawabnya.

Tak jauh berbeda dengan jawaban yang diberikan Kabiro Provsu, Hj Nurlela ketika ditanya kasus yang sama oleh Sumut Pos. “ Semoga Allah tidak memberikan orang-orang yang tidak kuat, dalam menerima cobaan. Allahu Akbar,” ucapnya. Saat disinggung, jika Tuhan masih memberikan cobaan kepadanya terkait kasus tersebut, berarti dirinya dinilai Tuhan kuat dan sanggup menghadapi masalah itu, perempuan berjilbab tersebut hanya memberikan jawaban singkat. “ Janganlah. Semoga,” cetusnya.

Diketahui, BPKP sudah mengusahakan agar hasil audit sudah selesai pada akhir Mei 2012 atau awal Juni 2012 mendatang. Dan dari hasil penyelidikan Subdit III/Tipikor, kerugian negara ditemukan disetiap pos pengeluaran oleh Sekretaris Daerah (Setda) Pemprovsu. Di mana pos pengeluaran keuangan ada pada 173 pos.

Setiap pos ditemukan kerugian negara yang berbeda-beda jumlah kerugian negaranya.
Selama ini, BPKP kordinasi dengan Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu, kordinasi tersebut untuk memenuhi kekurangan yang diminta oleh BPKP. Untuk kasusnya sudah ditingkatkan ke penyidikan terhadap Aminuddin. (mag-12/ari)

Medan Denai Mulai Tangani Drainase

MEDAN-Kecamatan Medan Denai, terus melakukan upaya peningkatan kebersihan dan keindahan di setiap lingkungannya. Kali ini, upaya peningkatakan yang paling utama difokuskan pihak aparatur pemerintahan Kecamatan Medan Denai adalah melakukan pengorekan drainase di sepanjang Jalan Rawa/Denai Kawasan Jalan Denai selalu kerap menjadi langganan banjir ketika hujan deras turun. Saat terjadi banjir, kemacetan tidak terhindarkan. Warga juga takut mengalami penyakit akibat banjir tersebut.

“Tentunya bila banjir melanda masyarakat resah dan gelisah. Untuk itulah kita fokuskan pengorekan drainase,” bilang Camat Medan Denai, Drs Edi Mulia Matondang, Jumat (1/6).
Diakuiya, saat ini pengorekan drainase yang dilakukan itu belum maksimal hasilnya. Karenanya, pihak kecamatan membutuhkan kerjasama dan bantuan dari pihak Dinas PU dan Pemadam Kebakaran Kota Medan, termasuk bantuan alat beratnya.

“Sampah di drainase sangat banyak. Terus lumpurnya sangat tebal. Tidak cukup jika pengorekan mengandalkan cangkul. Karena itu kita butuh bantuan Dinas PU dan Pemadaam Kebakaran  karena,” ungkapnya.
Sembari melakukan pengorekan drainase, piha kecamatan akan melakukan penghijauan di setiap kelurahan dengan menanam bibit pohon mahoni.

Edi Matondang berpesan kepada pihak kelurahan dan warganya agar tetap menciptakan kebersihan, kenyamanan, dan keasrian di lingkungan masing-masing. Bila itu dilakukan bersama-sama, maka kecmatan Medan Denai pasti akan bersih dan terbebas dari sampah. (omi)

HPPLK Helvetia Minta KPK Turun Tangan atas Eks HGU

MEDAN-Masyarakat kelompok tani yang tergabung dalam Himpunan Penggarap Pengusahaan Lahan Kosong (HPPLK meyakini, bahwa IMB ratusan ruko yang berdiri di areal 74 Hektar yang dipermasalahkan masyarakat di tanah eks HGU PTPN II di Pasar IV Desa Helvetia Kec. Labuhan Deli, IMBnya bermasalah karena dibangun di areal eks HGU yang belum ada pelepasan haknya oleh Meneg BUMN.

Untuk pembangunan Ruko yang dibangun Developer  PT ACR itu, materialnya melintas melalui Graha Metropolitan Helvetia. Hal ini disampaikan Ketua Umum HPPLK Saiful Bahri, B Simanjuntak dan Kusrinaldi kepada Ketua F-PDIP Apoan Simanungkalit SE. Dalam pertemuan itu diungkapkan sudah ratusan Ruko dibangun di lokasi lahan eks HGU PTPN II walaupun masih dalam tahap pengerjaan.

Sementara itu Saiful menuding banyak memakai SKPTSL (Surat Pembagian Tanah Sawah Ladang) dan itu sudah tidak berlaku lagi. Dari alas hak yang mereka gunakan, ternyata banyak yang disinyalir palsu sehingga kasus ini kembali bergulir ke Aparat Hukum.Ketua F-PDIP Apoan Simanungkalit SE dalam kesempatannya itu mengatakan, Pemkab Deli Serdang harus bertanggung jawab kalau terjadi pertumpahan darah di areal eks HGU PTPN II di Pasar IV Helvetia, karena masalah adanya pembangunan di atas lahan itu.

Melihat kisruhnya persoalan tahan di Deli Serdang, Apoan meminta KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) harus turun ke daerah ini, memeriksa semuanya, karena disinyalir banyak permainan dalam proses penggarapan dan perebutan lahan eks HGU PTPN II.

Adanya SK yang dikeluarkan Pemerintah Daerah dituding memperkeruh masalah tanah di Deliserdang.

Untuk itu sesuai dengan SK Bupati Deli Serdang No. 503,632,86/4282 tentang pemberian izin mendirikan bangunan pada butir ke empat yang menyatakan “ SIMB dapat dicabut apabila melanggar ketentuan tersebut diatas dan melanggar persyaratan sesuaI Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, hendaknya SIMB yang sudah dikeluarkan segera dicabut karena  sudah banyak tidak benarnya,” ujarnya seraya menambahkan  putusan PK Mahkamah Agung RI tidak dapat menjadi alas hak dalam mengurusan SIMB.

Sementara itu Anggota Komisi A DPRD Deliserdang Benhur Silitonga SE MM saat menyatakan, kalau Pemerintah Pro Rakyat, persoalan tahan di Deliserdang khususnya dan di Sumut umumnya harus segera diselesaikan. (ila)

Ingin Menolong Teman Anak Mabar Tenggelam di Pantai

LUBUKPAKAM-Gara-gara ingin mencoba menyelamatkan temannya yang tergulung ombak air pasang laut, Susanto Ramhanan (14) bukannya berhasil menyelamatkannya temannya itu, malah dirinya yang menjadi korban dan tenggelam.

Warga Gang Pendidikan Pasar 3 Mabar Tanjung Mulia Medan Deli ini tewas tengelam, karena berusaha menyelamatkan Ari temanya, yang saat itu sedang asik mandi-mandi di perairan wisata Putra Pantai Deli, Dusun II Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, pada Minggu (3/6), sekitar pukul 10.30 wib.

Korban dinyatakan menghilang karena terseret arus pasang naik air laut dimana mereka sedang menikmati suasana pantai dengan mandi-mandi dibibir pantai Putra Pantai Deli.Sebelum tewas, korban bersama dengan dua orang temannya Moh Ramhadana (21) warga Jalan Kawah 7 Tanjung Mulia Medan Deli, Ari (17) warga Jalan Kawah 3 Tanjung Mulia Medan Deli.

Ketiganya datang ke pantai tersebut menumpang sepedamotor dengan berboncengan tiga.Ketiganya diperkirakan sampai ke Putra Pantai Deli sekitar pukul 07.30 wib. Saat itu lokasi tempat wisata bahari itu belum buka, bahkan pihak pengelola pantai belum menjual tiket masuk kepada pengunjung.

Dipantai itu ketiganya mandi-mandi dipermukan bibir pantai yang saat itu kondisi air laut sedang pasang surut sebatas mata kaki. Mungkin karena sudah pernah berkunjung kelokasi itu, korban yang sudah putus sekolah itu, lantas  mengajak kedua temannya kelokasi pulau pasir yang berada di lokasi ditengah-tengah laut untuk bermain main.

“ Kami diajak Susanto, katanya Ia pernah kelokasi itu, kami ikut saja. Ketika itu permukan air laut hanya sebatas mata kaki. Sampai disana air laut naik, ” cerita Moh Ramhadana.
Di Pulau pasir itu ketiganya berteriak minta tolong kepada nelayan yang sedang melaut.

Hampir sekitar 15 menit ketiganya berteriak mintak tolong dengan kondisi seluruh tubuh telah terendam air. Ari kondisinya mulai lemas, bahkan tenggelam, lantas Susanto yang digolong mahir berenang itu, menyelamatkan Ari.  “ Korban bersama kawannya masuk kelokasi yang telah dilarang. Pulau pasir kalau istilah disini beting.” katanya. (btr)

Banjir Pujian, akan Dilombakan di Malaysia

Tujuh Mahasiswa FMIPA USU Kembangkan Bahan Bakar Air plus Bioetanol

Tujuh mahasiswa FMIPA USU yang dipandu seorang dosen kandidat doktor, berhasil mengembangkan bahan bakar air plus bioetanol untuk sepedamotor. Hasil rekayasa mahasiswa USU ini pun menuai pujian saat diuji coba. Seperti apa?

Ari Sisworo, Medan

Pemuda Sumatera Utara (Sumut) menciptakan bahan bakar air plus bioetanol untuk digunakan pada sepeda motor Penemuan yang merupakan inovasi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) itu, diujicoba oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Nurdin Lubis, dengan berkeliling halaman Biro Rektor USU  Sabtu (2/6).

“Luar biasa. Tarikannya lebih kontan dibanding sepedamotor premium. Suara mesinnya halus, buangan asapnya relatif tidak ada dan tidak mengeluarkan polusi dari kenalpotnya,” ujar Nurdin Lubis.

Bahan bakar air plus bioetanol untuk kendaraan bermotor ini salah satu dari tiga inovasi atau temuan terbaru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Fisika USU Medan. Keuanggulan temuan ini untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), mengurangi polusi udara dan global warning akibat efek rumah kaca dari pengaruh kendaraan bermotor serta biayanya jauh lebih murah.

Karya ini merupakan hasil penelitian tujuh mahasiswa dalam suatu tim yang dipimpin Tulus Ikhsan Nasution (candidat Doctor).

Dua temuan baru lainnya yakni Sistem Pengolahan Air dan Pendeteksian dengan Biosensor serta Sensor Diabetes melalui Udara yang dihembuskan dari Mulut.

Ketiga temuan yang sedang dalam proses pendaftaran hak kekayaan intelektualnya (HAKI) ini, rencananya akan dipamerkan pada Puncak Dies Natalis ke-60 USU yang diharapkan dihadiri Presiden RI bersama mobil “Horas”, inovasi mobil ramah lingkungan karya Fakultas Teknik USU yang akan ikut diperlombakan di tingkat internasional di Malaysia bulan depan.

“Teruslah berkarya, kata mereka sembari berjanji tentang biaya penelitian akan diupayakan dicari dari berbagai sumber yang memungkinkan,” ungkap Nurdin Lubis.

Rektor USU , Prof. DR Syahril Pasaribu menugaskan Tim 12 menginventarisasi potensi alumni USU serta menyusun rencana Musyawarah Besar IKA-USU yang direncanakan September 2012. Kelompok Kerja Tim 12 IKA-USU diberi waktu bekerja tiga bulan dan hasil tugas ini dilaporkan kepada Rektor USU.

Keputusan ini juga ditembuskan kepada Dirjen Dikti Kemendikbud RI di Jakarta, para Pembantu Rektor dan para Dekan Fakultas di lingkungan USU.

Tim 12 terdiri atas Drs H Sofyan Raz, H Nurdin Lubis SH MM (Sekdaprovsu), Zainul Bahar Noor (luar negeri), Ir Erwin Nasution, Drs Raja Bongsu Hutagalung MSi, Prof Dr Guslihan Dasa Tjipta Sp A (K), dr H Abidinsyah Siregar (Jakarta), Laksamana Adiyaksa SH, DR Januari Siregar SH, Ir H Awaluddin Thaib dan Drs H Eddy Syofian MAP.(ari)

Pendaftar SNMPTN di Unimed Capai 19.112

MEDAN-Pendaftaran SNMPTN jalur ujian tulis telah dibuka secara online sejak tanggal 10 hingga 31 Mei 2012 lalu, namun  masih banyaknya calon peserta yang sudah membeli formulir belum terdaftar, oleh karena itu panitia pusat terpaksa memperpanjang hingga 2 Juni 2012 pukul 22.00 WIB.

Kabag Humas Universitas Negeri Medan Tappil Rambe pada wartawan Minggu (3/6) mengatakan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur ujian tulis di Universitas Negeri Medan ditutup secara online, Sabtu (2/6) pukul 22.00 WIB karena mencapai 19.112 orang .

“ Jumlah ini melampaui angka yang kita prediksi sebelumnya yakni sebanyak 18 ribu pendaftar,” Tappil Rambe.

Lebih lanjut dikatakan Rambe bahwa selebaran SNMPTN jalur ujian tulis tersebut masing-masing untuk program IPA sebanyak 4.862 orang, IPS 7.780 dan IPC sebanyak 6.470 orang.Pelaksanaan ujian akan berlangsung Selasa, 12 Juni 2012, dengan materi ujian tes potensi akademik, dan tes bidang studi dasar.

Sedangkan pada hari kedua, Rabu 13 Juni 2012 dengan materi tes bidang studi IPA dan tes bidang studi IPS.Ujian dilaksanakan di tiga lokasi yakni Unimed, IAIN, dan UMSU. (uma)

Rebutan Suami,Dua Istri Saling Serang

LABUHAN-Cemburu dan dinilai tidak adil dalam memberikan nafkah Siti Khadizah alias Izah nekat melakukan penganiayaan terhadap Fatimah yang tak lain adalah istri tua suaminya.Tidak senang dengan perbuatan madunya tersebut alhasil warga Jalan Chingwan Gang Hakim Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, dengan kondisi luka dibagian kakinya korban melaporkan perkara tersebut ke Polsekta medan Labuhan, Minggu (3/6).

Peristiwa penganiayaan ini terjadi, saat itu korban sedang berada di dalam rumahnya.Entah kenapa pelaku datang dengan wajah emosi tanpa banyak bicara pada korban, warga Jalan Titi Pahlawan Gang Pringgan Marelan ini, lantas menyerang korban (Fatimah) menggunakan sebilah gunting yang sebelumnya sudah dipersiapkan Izah.

Akibat perbuatan Izah,  korban nyaris terkena tikaman dibagian perutnya namun korban mengalami luka dikedua kakinya. Keributan terjadi dipicu kecemburuan saja bahkan tersangka menginginkan suami itu tidak kembali pada istri tuanya, perkelahian keduanya berhasil dilerai warga setempat setelah para tetangga mendengar teriakan dari korban.

Sementara itu Kepala Lingkunagn II Kelurahan Martubung Ikhsan, Medan Labuhan yang mengetahui kejadian mengamankan kedua istri, Ramli, untuk selanjutnya dibawa ke kantor polisi.” Keduanya tadi sempat ribut dan salah seorang membawa gunting. Karena tak bisa didamaikan akhirnya keduanya kita bawa ke Polsekta Medan Labuhan,” kata, Ikhsan.(mag-17)

Wanita Pencuri Emas Terekam Kamera

KISARAN-Seorang wanita berjilbab dengan postur tubuh gemuk tinggi sekitar 160 Cm, wajah sedikit berjerawat tertangkap kamera CCTV (pemantau) saat melarikan rantai emas seberat 7,7 gram dari toko Mas Murni di Jalan Diponegoro Kisaran, Jumat ( 1/6 ) sekitar pukul 12.00 WIB.

Informasi dihimpun METRO (Group Sumut Pos), siang itu Taufan Anwar (62) dan Oei Siu ( 62 ) pasangan suami istri pemilik toko Mas Murni kedatang seorang pembeli perempuan dan tidak lama berselang datang lagi seorang wanita berjibab hitam, tinggi sekitar 160 Cm, bertubuh gemuk dengan wajah sedikit berjerawat.

“Awalnya wanita itu menawar kalung emas seberat 1,5 gram, setelah terjadi tawar menawar maka disepakati harganya Rp580 ribu, kemudian wanita itu kembali meminta diambilkan kalung emas yang lebih besar “ beber Taufan Anwar yang diamini Oei Siu.

Setelah diambilkan kalung emas yang lebih besar, lanjut Taufan, wanita itu meminta agar istri Taufan, Oei Siu mencoba perhiasan yang dipilihnya itu. Alasannya, agar pelaku bisa melihat tampilannya.

“Kemudian wanita itu meminta dan mencobanya sedikit berbalik menjauh dari setelingnya, kemudian kalung itu dikembalikan,” timpal Oei Siu, menirukan perintah yang disuruh pelaku terhadapnya.

Oei curiga saat wanita itu mengembalikan kalung emas tersebut. “Ini bukan barang sini pak, coba timbang,” kata Oei kepada Taufan, begitu Oei berbalik wanita itu langsung kabur. “Saya sempat mengejarnya, ternyata wanita itu sudah ditunggu seseorang di Jalan Imam Bonjol yang jaraknya hanya sekitar 20  meter dari tokonya,” bilangnya.

Menurut Taufan, dirinya sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Asahan, termasuk menyerahkan kalung emas imitasi yang ditinggalkan pelaku serta rekaman CCTV. “Semoga polisi dapat mengungkap kejadian itu dan bagi sesama pedagang emas agar berhati-hati karena pelaku kejahatan saat ini melakukan kejahatannya dengan modus bermacam-macam,” harap Taufan.

Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP R Berutu mengakui, pihaknya ada menerima laporan terkait pencurian di toko Mas Murni. “Kasusnya saat ini masih dalam proses lidik,” kata Berutu.(sus/smg)

Dua Kawanan Bajing Loncat Ditangkap

ASAHAN-Roinaldi (23) warga Kota Tanjungbalai dan Ardi ( 18 ) warga Desa Gontingsaga Kabupaten Labuhanbatu Utara anggota komplotan “bajing loncat” dibekuk Sat Reskrim Polres Asahan, beberapa hari.

Hal itu dikatakan Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani didampingi Waka Polres Kompol Budiman Bostang Panjaitan, Kasat Reskrim AKP Fahrizal, Kasubag Humas AKP R Berutu serta Kanit Resum Iptu T Pamungkas, Minggu (3/6) di Mapolres Asahan.

“Kami berhasil mengamankan dua pelaku anggota komplotan Bajing Loncat yang selama ini beroprasi di Jalinsum Kisaran-Labuhanbatu Utara,” kata Yustan.

Keberhasilan pihaknya membekuk dua pelaku anggota kawanan Bajing Loncat berawal dari laporan yang disampaikan korban Khairwan Fitriansyah (35) warga Deliserdang, pengemudi truk yang mutannya dicuri oleh orang tidak dikenal saat melintas di jalinsum Medan-Rantauparapat, persisnya di kawasan Kecamatan Airbatu, Jumat malam ( 25/5 ) sekitar pukul 21.00 WIB.

Mendapat laporan pihaknya langsunng melakukan lidik. “Berkat keterangan dari beberapa warga, pihaknya mengamankan Mobil minibus jenis Daihatsu Grand Max No Pol BK 1929 VJ, setelah dilakukan pemeriksaan didalamnya ditemukan 45 bungkus pampres merk Swity.

“Pengemudi mobil minibus Roinaldi serta rekannya Ardi kepada petugas mengaku, kalau barang itu diambil dari truk yang melintas di jalinsum,” ungkap Yustan.

Menurut pengakuan dua tersangka yang berhasil diamankan, mereka awalnya membuntuti truk yang akan jadi sasarannya, kemudian salah satu dari pelaku memanjat truk, tepat di daerah yang sepi pelaku baru mulai beraksi dengan mengoyak tenda serta menurunkan barang-barang.

Sebagian lagi ada yang berperan meminggirkan dan ada yang berperan mengutip barang dengan menggunakan mobil. Sebelum kedua tersangka ini ditangkap polisi sebelumnya menangkap dua rekan pelaku.(sus/smg)