Home Blog Page 13422

Siswa SMP di Pakpak Bharat Lulus Semua

PAKPAKBHARAT-Kabupaten Pakpak Bharat meraih prestasi yang memuaskan dengan kelulusan 100 persen dari hasil pengumuman ujian nasional (UN) untuk tingkat SMP sederajat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Pakpak Bharat, Jalan Berutu S.Pd MM. “Hal yang sangat menggembirakan juga ternyata Kabupaten Pakpak Bharat masuk urutan ke-6 tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk hasil kelulusan siswa SMP ini, dan seluruh kualifikasi mata pelajaran yang diujiankan meraih nilai A”, kata Jalan Berutu.

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA disinggung tentang kelulusan 100 persen hasil UN tingkat SMP menyatakan sangat bersyukur sekali dengan capaian yang diraih siswanya itu. (mag-14)

Ibu Tewas Digilas Truk

KISARAN-Seorang ibu rumah tangga (IRT) Suminem ( 38 ) tewas tergilas truk No Pol BK 9165 VN yang dikemudikan Ramli Manurung di Jalan Lintas Kisaran-Air Joman Kelurahan Karang Anyer, Sabtu, petang ( 2/6 ) sekitar pukul 17.00 WIB.

Warga Lingkungan II Kelurahan Siumbutumbut Kecamatan Kota Kisaran Timur itu tewas di tempat setelah tubuhnya tergilas truk pengangkut semen
Informasi dihimpun, sore itu korban mengendarai sepeda motor jenis bebek No Pol Bk 4570 VAI melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Air Joman menuju kota Kisaran.

Sepeda motornya kemudian bersenggolan dengan sepeda motor dari arah berlawanan. Suminem terjatuh dan langsung digilas truk yang datang dari arah berlawanan.

Kanit Laka Polres Asahan Ipda MP Pardede mengakaui adanya kejadian itu. ”Korban sudah dibawa keluarganya,” katanya. (sus/smg)

Hari Ini, Status Akbid Langkat Ditentukan

LANGKAT- Kejelasan status Akademi Kebidanan (Akbid) Pemkab Langkat, mungkin terpecahkan dari hasil pertemuan tim khusus yang dibentuk Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu, dengan berbagai kalangan di ruang Pola Sekretariat Pemkab hari ini, Senin (4/6).

“Untuk menjadi perhatian, Senin (4/6) pagi tepatnya di ruang kantor bupati akan dilakukan pertemuan tim khusus yang dibentuk bupati dengan pihak-pihak yang dinilai berkompeten dalam hal status Akbid tersebut,” kata Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal, Jumat (1/6) kemarin.
Syahrizal mengaku tidak memahami persis sampai sejauh mana investigasi tim khusus tersebut, pascamelakukan studi banding ke Pulau Jawa untuk mempelajari status Akbid.

Persoalan Akbid sudah tahun ketiga Ngogesa Sitepu memimpin di Kabupaten Langkat. Di era kepemimpinan bupati sebelum-sebelumnya, masalah status ini juga terkesan diabaikan. Keberadaan Akbid tidak masuk daftar di Kabupten Langkat termasuk dosen tetap dan stafnya. (mag-4)
merupakan pegawai Pemkab Langkat bukannya dari kopertis.(mag-4)

Roti Berisi Sabu Dikirim untuk Napi

Digagalkan Petugas Lapas Tebingtinggi

TEBINGTINGGI-Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Jalan Pusara, Kota Tebingtinggi, Sabtu (2/6) sekitar pukul 23.15 WIB menggagalkan masuknya narkotika jenis sabu-sabu seberat 1 gram kedalam lapas.

Sabu-sabu itu dibungkus dengan plastik hitam lalu dimasukan ke roti ganda yang sengaja dibawa oleh pengunjung berinisial DA (kini buron) untuk diberikan kepada tahanan lapas bernama Dery Andi alias Bery (35) warga Jalan Deblod Sundoro, Kota Tebingtinggi yang ditahan karena kasus kepemilikan sabu-sabu beberapa bulan lalu.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Tebingtinggi, Sukardi Sianturi SH mengakui petugas jaga malam Lapas,  Edoward N Bangun (32) dan Kurniawan Putra (29) menggagalkan masuknya sabu-sabu ke LP oleh pengunjung melalui roti ganda untuk dititipkan kepada tahanan bernama Derry. “Penemuan narkotika jenis sabu-sabu tersebut telah kami serahkan kepada pihak Polres Tebingtinggi bagian Satuan Narkoba malam itu juga guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut keterangan Edoward N Bangun, Minggu (3/6) di kediamanya di Jalan Pusara, Kompleks Perumahanan Lapas, Kota Tebingtinggi mengatakan malam itu saat bertugas, dia menerima pesanan paket roti ganda dari seorang berinisial DA untuk diberikan kepada tahanan bernama Derry. Curiga dengan gelagat DA yang langsung pergi setelah menitipkan bungkusan roti itu, Edoward bersama rekannya, Kurniawan langsung memeriksa isi bungkusan itu.

“Setelah diperiksa, rupanya di dalam roti ganda ditemukan satu paket bungkusan kecil sabu yang dibungkus plastik warna hitam, langsung penemuan itu kami laporkan kepada Kalapas,” papar Edoward.

Kata Edoward, hasil pemeriksaan sementara Lapas diduga sabu-sabu itu sengaja dimasukan ke dalam roti untuk mengelabui petugas jaga. Memang, pesan Kapalas Tebingtinggi, Sukardi Sianturi kepada petugas Lapas agar selalu hati-hati dalam memasukan titipan orang berbentuk barang untuk para napi.

“Kami sebagai petugas jaga Lapas harus menjaga amanah pimpinan, setiap pengunjung masuk membawa barang, makanan dan jenis lainnya, diharapkan petugas agar teliti memeriksanya dengan benar-benar agar tidak kecolongan,” kata Edoward mengingat pesan Kalapas.

Sementara, Pelaksana tugas Kasat Narkoba Polres Tebingtinggi Iptu Pandu Hendra mengakui pihak Lapas Kelas II B Tebingtinggi telah menyerahkan titipan penemuan barang jenis sabu-sabu itu kepada Satuan Narkoba Polres Tebingtinggi. “Kasus ini masih kami selidiki terkait kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu itu,” kata Pandu. (mag-3)

Kejatisu Panggil Dirut RSU Pirngadi

Dugaan Korupsi Dana SIR Rp7,7 M

MEDAN- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terus mendalami kasus dugaan korupsi dana Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) dr Pirngadi Medan senilai Rp7,7 miliar. Sejumlah pejabat penting rumah sakit milik Pemko Medan itu termasuk Dirut RSUD dr Pirngadi Medan, Dewi F Syahnan juga telah dipanggil dan dimintai keterangannya sebagai saksi “Pejabat yang telah diperiksa jaksa penyidik diantaranya kepala instalasi, bendahara, wakil termasuk dirut Pirngadi.

Hingga saat ini ada sekitar 30 orang yang sudah dimintai keterangannya baik dari pihak Pirngadi maupun rekanan dari PT Buana yang mengelola Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR),” ujar Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare SH MH, Minggu (3/6).

Selain itu, Kejatisu juga sudah mengantongi nama-nama yang bakal ditetapkan sebagai tersangka dari 30 orang yang diperiksa. “Cukup banyak saksi yang kita periksa. Masih kita pelajari lagi, memang kita sudah kantongi beberapa nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka, tapi untuk saat ini belum bisa dipublikasikan. Nantilah, karena kita masih terus mencari orang yang paling bertanggungjawab terutama pengelola SIR tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Asintel Kejatisu Raja Nafrizal, menambahkan ada kemungkinan sejumlah saksi yang telah diperiksa akan dipanggil kembali untuk kepentingan penyelidikan. “Ya mungkin saja, mereka nantinya dipanggil kembali dan jumlah saksi yang diperiksa akan bertambah. Tapi masih kita evaluasi, karena untuk penetapan tersangka tidak boleh gegabah,” cetusnya.

Terpisah, Praktisi Hukum, Muslim Muis menilai lambatnya penetapan tersangka dalam kasus korupsi tersebut menunjukkan inkonsistensi pihak Kejatisu. Untuk itu, pihaknya mendesak agar Kejatisu segera menetapkan dan mempublikasikan nama tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

“Memang pola-pola penentuan tersangka masih dalam proses. Tapi kenapa dalam kasus korupsi Pirngadi ini bisa lambat ditetapkannya tersangka? Berbeda dengan kasus lainnya. Jadi kita mendesak agar Kejatisu segera tetapkan tersangka untuk keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat,” tegasnya. (mag-11)

Tak Diberikan Uang, Suami Pukul Istri

MEDAN- Jerani Puspita (29), warga Starban Gang Mesjid, Medan Polonia, Medan, mengadukan suaminya, Selpan (32), ke Mapolsekta Medan Baru, Ming gu (3/6) dini hari 01.00 WIB. Pasalnya, Jerani Puspita tak terima dipukul suaminya di depan anak-anak mereka hingga memar di kepala, wajah  dan lengannya. Alasannya pun, hanya karena tak dikasih uang.

Dihadapan petugas, Jerani Puspita yang ditemani oleh keluarganya itu mengaku, malam itu suaminya datang ke rumah. Saat tiba didalam rumah, Selpan, sang suami meminta uang kepada istrinya itu. Jerani Puspita pun tak memberikan uang dimaksud kepada Selpan.
“Saya tak mau memberikan uangnya karena saat saya tanya mau kemana uang tersebut, dia malah diam,” jelasnya di hadapan petugas.

Suaminya tetap memaksa, namun dirinya pun tak memberikannya dan meminta penjelasan kepada suaminya untuk apa meminta uang. “Saya tanya apa alasannya minta uang tapi dia malah memukul saya di bagian kepala, wajah dan lengan saya,” jelasnya.

Jerani menuturkan, tak terima dengan perlakukan kasar suaminya itu, dirinya pun memberitahukan hal tersebut kepada keluarga dan oleh keluarga.

“Keluarga menyuruh saya agar melaporkan hal itu kepada petugas. Kan wajar saya menanyakan untuk apa dia meminta uang sudah larut malam. Kenapa saya harus dipukul dan itu memang sudah kewajiban saya mempertanyakan hal itu,” bebernya.(jon)

Sekolah Negeri Bebas Kutipan Uang Pembangunan

085371776xxx
Kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Yth. Saya mau menyampaikan mengenai kebenaran pengutipan uang pembangunan yang ada di SMA Negeri 11 Medan. Apakah benar siswa diwajibkan untuk membayar? Terima kasih.

Kutipan Uang Pembangunan di Sekolah Negeri Tidak Ada
Terima kasih atas informasinya. Untuk pengutipan-pengutipan di sekolah itu sudah ada ketentuannya. Dan pengutipan secara sepihak itu dilarang. Harus ada persetujuan dari wali siswa dan komite seolah. Besok (Hari ini) saya akan pastikan apa yang terjadi sebenarnya. Namun, untuk sekolah negeri tidak ada mengenai kutipan-kutipan uang pembangunan.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Lampu Penerangan di Jalan Kalingga Padam Satu Tahun

085373186xxx
Pak Wali Kota Medan Yth. Saya warga Jalan Kalingga/PJ Nehru Kecamatan Medan Petisah. Tolonglah dihidupkan lampu jalan di simpang Jalan Kalingga, karena mati sudah hampir satu tahun. Saya sudah tiga kali melapor ke bagian pertamanan di Lapangan Merdeka dan sudah lapor juga ke kelurahan. Tolonglah Pak, karena rawan perampokan, apalagi kalau subuh Pak mau ke masjid sholat jalanannya gelap. Mohon perhatiannya Pak.

Dicek Terlebih Dahulu
Terima kasih atas laporannya. Namun untuk terlebih dahulu kami akan melakukan pengecekan. Kami akan sesegera mungkin mengirimkan anggota untuk melakukan perbaikan terhadap lampu yang padam tersebut.

Erwin Lubis
Kadis Pertamanan Kota Medan

Inti Agama adalah Kasih Sayang, Rahmat bagi Seluruh Alam

Diskusi Keagamaan Majelis Pakar KAHMI Sumut dengan MUI Medan

MEDAN-Agama Islam datang membawa ajaran persatuan di atas segalanya, bahkan dalam membangun hubungan bernegara umatnya disuruh bersatu.

“Jadi tidak boleh memperuncing perbedaan-perbedaan,” kata Dr. H. Daud Rasyid, MA sebagai narasumber usai acara bedah hadis yang dilaksanakan Majelis Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan di Raz Plaza Jalan Dr Mansyur Medan, Sabtu (2/6).

Kegiatan dihadiri Letkol Iswan Batubara, Kolonel Samuel Petrus dari Kodam I/BB, H. Awaluddin Thayeb Sekretaris Majelis Pakar KAHMI, KH Zulfikar Hajar, Dr Zuhri dari MUI Medan, Azwir dari Hisbutahir Sumut, mahasiswa program doktor pascasarjana IAIN Sumut dan pimpinan ormas Islam.

Menurut Daud Rasyid, bagi perbedaan yang ada harus diperkecil ruang lingkupnya dan tidak membuka peluang terjadinya sebuah konflik.

“Karena konflik itu menghasilkan kerugian yang tak ada ujungnya. Jadi, bagi kaum muslimin perbedaan-perbedaan yang ada itu tidak boleh dipahami sebagai perpecahan,” katanya.

Umat Islam lanjutnya, harus berpegang kembali kepada sumber-sumber agamanya yaitu Alquran dan sunah nabi. Apabila mereka berpegang kepada dua sumber ini, kehidupan beragama mereka akan aman dan selamat.

Begitu juga kiprah mereka dalam membangun bangsa dan hubungan dengan umat-umat lain akan serasi dan indah karena ajaran Islam berdasarkan Alquran dan sunah merupakan rahmat bagi seluruh alam. “Bukan saja kepada manusia tapi kepada seluruh alam,” jelasnya.

Jadi, lanjutnya, suatu hal yang hebat dan luar biasa, sebuah agama yang turun dari Allah SWT melalui nabinya dengan kitab sucinya, intinya adalah ajaran membawa kasih sayang, rahmat bagi seluruh alam.

Menganai faham liberalisme yang ada di barat, kata Daud, kultur sosial, latar belakang masyarakat barangkali menuntut adanya faham liberalisme itu yang berdasarkan tiga pilar yakni kebebasan, individualisme dan rasionalisme.

“Kita di dalam Islam kebebasan itu sudah ada rumusnya kemudian individualisme itu ada batas-batasnya, begitu juga dengan rasionalisme itu terhormat di Islam tanpa harus mencontoh apa yang ada di barat,” jelas Daud.

Ketika faham liberalisme ini dicontoh apa adanya, papar Daud lagi, di barat dan dipraktikkan di Indonesia, maka itu akan menimbulkan konflik, karena itu memang tidak akan pernah serasi dengan semangat hidup kaum muslimin.

“Jadi para penganut faham liberal ini harus mau berlapang dada mau kembali ke jalan yang benar untuk kembali memilah-milah mana yang boleh diambil dari barat dan mana yang tidak boleh,” terangnya.

Ketua Majelis Pakar Kahmi Sumut Drs H Sofyan Raz, Ak MM mengatakan, pertemuan ini sangat luar biasa karena reaksi dari para peserta yang tokoh-tokoh agama cukup positif.
“Mereka di sini bisa bersatu dalam damai, tertib dan kalau bisa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan karena mendapat sambutan cukup luar biasa,” katanya. (azw)

Sampah tak Diangkat Lagi

08163137xxx
Wali Kota Medan Yth. Saya warga Jalan Sempurna Gang M Yakob Kelurahan Sudirejo 1. Saya punya bak sampah di depan rumah, tahun lalu sampah saya diangkat sama petugas dan saya bayar tiap bulan. Namun tahun ini mereka tidak mau lagi mengangkat sampah saya tanpa alasan yang jelas. Bagaiman ini Pak, padahal lurahnya punya program kebersihan?

Akan Ditindaklanjuti
Terima kasih atas laporannya. Informasi ini akan segera kami koordinasikan ke dinas terkait. Kami juga akan meneruskan pemberitahuan ini ke pihak Muspika setempat agar ada tindak lanjutnya.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan