Home Blog Page 13426

Defoe Kencani Putri Miliarder

SEPERTINYA tidak ada kata galau dalam kamus kehidupan cinta Jermain Defoe. Setelah dicampakkan penyanyi pop Inggris, Alexandra Burke, striker Tottenham Hotspur itu sudah menggandeng wanita lain.

Belum lama ini, Defoe tertangkap kamera sedang menghabiskan waktu bersama Chloe Green di London. Desainer fesyen itu adalah ahli waris miliarder Inggris pemilik Topshop, Sir Philip. Kala itu, Chloe terlihat santai mengenakan setelan legging jins biru dan baju putih tanpa lengan, serta sepatu hak tinggi bermotif macan tutul. Senada dengan Defoe yang memakai kaus putih dan celana abu-abu.

Chloe tampak malu-malu ketika Defoe memegang tangannya. Namun, mereka sesekali terlihat mesra. Benarkah keduanya sudah menjadi sepasang kekasih?
“Itu tidak seperti yang terlihat. Jermain dan Chloe hanya teman baik dan saling kenal belum lama ini,” demikian pengakuan salah seorang teman dekat mereka seperti dilansir The Sun, Rabu 30 mei 2012. “Mereka punya banyak teman yang saling kenal dan sering bertemu. Hanya saja fotografer sempat membidik mereka saat menghabiskan waktu berdua.”

Kisah asmara Defoe dan Alexandra kandas lantaran striker internasional Inggris itu ketahuan berselingkuh dengan Laura Brown. Akhir April lalu, model 23 tahun itu membeberkan penyesalannya setelah bercinta dengan Defoe di sebuah hotel di Newcastle. Defoe juga sempat memutuskan pertunangan dengan Charlotte Mears pada 2007, kemudian berpaling kepada Danielle Lloyd. (bbs/jpnn)

Ungkap Rahasia Wajah Murungnya

Victoria Beckham

DESAINER yang satu ini terkenal karena wajah dingin yang selalu ditunjukkannya. Rupanya, Victoria Beckham sendiri menyadari hal saat melihat foto-fotonya.

Namun seperti dilansir dari Dailymail, istri David Beckham ini menyangkal dirinya adalah orang yang murung dan tidak ceria. Walaupun wajahnya selalu tanpa ekspresi, namun dia mengaku sebagai orang yang selalu bahagia.

“Ya, memang aku terlihat seperti itu, tapi aku sangat berbeda dari yang terlihat,” ungkapnya.
Aku tak merasa perlu berteriak atau memekik karena ekspresi wajahku ini. Aku tahu aku ini orang yang selalu bahagia. Jadi aku takkan terkejut jika ada yang berkomentar bahwa aku selalu terlihat murung sepanjang waktu,” lanjutnya.

Ekspresi muka Victoria ini memang sudah ditampakkannya sejak dia masih eksis sebagai Posh di Spice Girls. Namun di balik wajah yang menyimpan misteri itu, dia berhasil menggaet salah satu bintang lapangan hijau paling tampan yang masih dikagumi orang hingga kini. (bbs/jpnn)

Awas Terjebak Gelar

Musim pendaftaran mahasiswa baru telah tiba. Calon mahasiswa baru terlihat sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Di tengah hiruk-pikuk pendaftaran, ada baiknya calon mahasiswa baru cermat dalam memilih perguruan tinggi.

Mengapa hal ini penting? Pasalnya, sebagaimana banyak diberitakan, banyak yang termakan tipu daya perguruan tinggi (PT). Mereka rela membayar puluhan juta rupiah demi selembar ijazah. Namun, apa yang mereka dapatkan? Ternyata ijazah tersebut palsu.

Maraknya ijazah illegal dan palsu mengindikasikan bahwa masyarakat masih bermental feodal. Masyarakat mudah terbuai gelar, pangkat, dan kedudukan. Masyarakat memandang bahwa kesejahteraan dapat terjamin dengan memegang ijazah S-1 dan S-2.

Ironisnya, lembaga mulia seperti lembaga pendidikan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem ini. Masyarakat yang memegang gelar kesarjanaan bangga menyandingkan gelar-gelar di depan ataupun di belakang namanya. Bahkan kadang namanya yang pendek tertutup gelar kesarjanaan yang panjang.

Pertanyaan yang muncul kemudian, mengapa PT sebagai institusi resmi yang boleh mengeluarkan gelar kesarjanaan terjebak dalam sikap pragmatis seperti ini? Mengobral ijazah Peranan PT sebagai lembaga mulia di masyarakat tampaknya sudah mulai bergeser. Kini di masyarakat ada adagium bahwa memperoleh ijazah dan gelar sangat mudah.
Hanya dengan kuliah beberapa bulan saja ijazah sudah dapat dibawa pulang. Tentu mereka harus membayar biaya administrasi yang telah ditentukan atau dijanjikan di awal perkuliahan.

Saya sempat kaget ketika seorang pejabat di daerah saya dengan bangga mengatakan tidak perlu susah payah untuk menumpuk gelar S-2. Lihat saja anggota DPR/DPRD itu, dalam satu tahun telah berhasil meraih gelar MSi atau MH. Apa yang dikatakan pejabat tersebut bukan omong kosong.

Beberapa pejabat dan anggota DPR/DPRD, tanpa harus bersusah payah membuat makalah dan menulis tesis, dalam satu tahun memperoleh gelar master, bahkan tanpa ijazah S-1. Seseorang dapat dengan mudah mendapatkan ijazah S-2. Ketika saya desak di mana kampusnya, sang pejabat enggan memberitahukannya. Fakta tersebut semakin menegaskan bahwa ada PT yang sengaja didirikan untuk mengobral ijazah kepada pegawai, pejabat, atau anggota DPR/DPRD. Adanya PT seperti ini tentu didorong animo masyarakat untuk mendapatkan gelar.

Dengan memperoleh ijazah S-1, misalnya, seseorang dengan mudah naik pangkat ke golongan III/a. Pegawai struktural tidak perlu menunggu waktu tiga sampai empat tahun, sementara pegawai fungsional dua hingga tiga tahun untuk naik pangkat.

Kenaikan pangkat tentu akan menambah pundi-pundi uangnya. Tanpa harus bekerja keras mereka mendapatkan gaji berlimpah. Maka, tidak aneh jika kita banyak menemui pegawai di kantor-kantor layanan masyarakat yang hanya datang, presensi, duduk, bermain game, dan ngobrol di kantor. Tidak ada pekerjaan lain selain hal tersebut.

Kemudahan mendapatkan ijazah ini juga didukung semakin banyaknya PT yang berubah status atau membuka program magister. Hampir semua PT kini telah mempunyai program S-2 walaupun tidak ada guru besar (profesor) atau tenaga pengajar yang mumpuni (doktor, S-3). Dengan satu guru besar yang dipinjam dari kampus lain, sebuah PT sudah dapat membuka program magister.

Datang langsung
Maka dari itu, cermatlah dalam memilih PT. Sebelum mendaftar, cari informasi selengkap mungkin mengenai profil PT, seberapa banyak guru besar dan staf pengajarnya, akreditasinya, dan seterusnya. Jangan mudah percaya dengan brosur atau selebaran. Sekiranya memungkinkan, calon mahasiswa perlu datang langsung melihat kondisi kampus yang akan dituju. Hal ini penting mengingat kini banyak PT asli tetapi palsu (aspal). PT dikelola dengan manajemen duit. Artinya, siapa yang siap membayar jutaan rupiah akan mudah mendapatkan gelar kesarjanaan yang diinginkan.

Guna mencegah masyarakat berperilaku pragmatis seperti ini, pemerintah, terutama Kementerian Pendidikan Nasional cq Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, perlu mendata ulang PT yang sehat dan tidak. Lebih dari itu, pemerintah perlu menindak PT nakal. PT nakal hanya akan semakin memperkeruh iklan PT Indonesia.

PT nakal juga akan menurunkan martabat kampus sebagai lembaga tertinggi dalam strata sosial masyarakat Indonesia. Jika banyak peserta didik yang kurang memenuhi nilai standar ujian nasional 5,5 saja diharuskan mengulang, mengapa banyak PT yang mengobral ijazah, bahkan palsu (ilegal), dibiarkan hidup dan berkembang pesat? Keberanian pemerintah tersebut perlu didukung elemen masyarakat. Sudah saatnya masyarakat berpikir bahwa kuliah bukan hanya masa mencari ijazah.

Kuliah merupakan ajang “adu intelektual”. Di kampus mahasiswa berproses menjadi manusia muda menuju taraf insani, mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Hal itu ditegaskan dalam Pasal 1 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Pada akhirnya, memilih PT yang mempunyai integritas, visi, dan misi yang jelas merupakan pilihan bijak. Pasalnya, PT bukan hanya tempat mencari ijazah dan gelar, melainkan tempat berproses dan menuntut ilmu yang sesungguhnya. (*)

Kuliah: Memilih Masa Depan

Bukan perkara mudah bagi para siswa sekolah menengah atas (SMA) yang akan lulus dalam menentukan perguruan tinggi mana dan jurusan apa yang harus mereka pilih. Apa pun keputusan yang diambil, hal itu menjadi titian awal yang akan menentukan nasib dan masa depan mereka.

Persaingan masuk ke perguruan tinggi yang kian ketat, serta biaya yang sangat mahal bagi sebagian siswa menjadi persoalan yang mempersempit peluang melanjutkan pendidikan. Banyak faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam memilih perguruan tinggi, terutama jurusan yang akan diambil.

Hasil survei  mencatat, tiga perguruan tinggi negeri yang paling diminati adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Di Sumut PTN favorit ialah Universitas Sumatera Utara (USU). Bagi sebagian lulusan SMA, keputusan yang diambil tidak hanya berhenti pada perkara akan melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya atau tidak. Lebih jauh, hal itu terkait pada keputusan untuk memilih jurusan yang akan mereka ambil.

Program studi yang mereka pilih pada akhimya menjadi pijakan karier yang akan mereka geluti di masa depan. Jurusan yang paling banyak dipilih calon mahasiswa adalah program yang berada pada kelompok studi non-eksakta (sosial dan ekonomi). Jurusan non-eksakta rupanya banyak diminati tak hanya oleh siswa dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, tetapi juga siswa dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Tercatat, sedikitnya 30 persen dari responden yang berasal dari jurusan IPA berniat untuk beralih mendalami program studi non-eksakta saat kuliah nanti.

Jurusan ekonomi (akuntansi, manajemen, dan bisnis) menjadi bidang studi yang paling banyak diminati di kelompok ilmu non-eksakta Adapun di kelompok ilmu eksakta, jurusan teknik yang paling banyak dipilih oleh siswa eksakta. Sebagian besar responden mengaku memilih bidang studi berdasarkan passion atau minat yang sesuai dengan kemampuan mereka, sebagian lainnya memilih jurusan berdasarkan pertimbangan bidang studi yang mereka pilih memiliki prospek karier yang cerah bagi masa depan mereka.

Meskipun demikian, ada juga sebagian kecil responden (6 persen) mengaku memilih jurusan tertentu atas permintaan atau anjuran orangtua mereka.
Jika melihat data statistik nasional yang dikelola Kementerian Pendidikan Nasional, tampak peningkatan jumlah pendaftar di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Demikian juga mahasiswa baru dan lulusan yang jumlahnya juga terus meningkat.

Fakta semakin besarnya jumlah lulusan perguruan tinggi tentu berarti pula persaingan di dunia kerja menjadi semakin ketat. Kesadaran pelajar atas realitas tersebut tecermin dari besarnya jumlah siswa dan orangtua yang melakukan persiapan secara serius agar siswa bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi idaman.

Hasil survei menunjukkan, sebagian terbesar siswa merasa tidak cukup dengan bertumpu dan mengandalkan materi pelajaran yang telah diterima dari sekolah. Ini tecermin dari fakta, bahwa sebagian terbesar responden merasa perlu mengikuti bimbingan belajar atau kursus privat untuk mengejar materi tes masuk perguruan tinggi. Padahal, siswa-siswa tersebut sebagian berasal dari sekolah unggulan. Bahkan, sebagian berasal dari sekolah berstandar internasional yang memiliki fasilitas dan kurikulum yang lebih progresif.

Biaya yang dikeluarkan untuk persiapan ini pun tidak sedikit. Setiap siswa mengeluarkan biaya Rp300.000 hingga Rp 1 juta per bulan untuk bimbingan belajar atau les privat. Bahkan, ada sejumlah siswa yang sudah melakukan persiapan secara intensif sejak menginjak kelas II SMA.

Hasil survei memang menunjukkan, mayoritas (84 persen) responden berencana melanjutkan kuliah. Namun, pada sisi lain, tercatat 16 persen responden menyatakan diri tidak akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Beragam alasan dikemukakan. Sebagian terbesar mengaku berniat langsung bekerja atau berwirausaha.

Sementara itu, tak kurang dari 15 persen responden dengan jujur mengaku tidak punya rencana kuliah karena kendala biaya. Responden yang tidak berencana melanjutkan kuliah mayoritas berasal dari sekolah menengah, kejuruan (SMK). Tercatat sedikitnya 46 persen responden siswa SMK yang menyatakan demikian.

Boleh jadi, ini menunjukkan sekolah kejuruan memang dipersiapkan untuk menelurkan lulusan yang siap bekerja sesuai keahlian mereka. Dengan demikian, paradigma ini yang kemudian menancap di benak para siswa SMK.

Siswa sekolah kejuruan sejak awal dipersiapkan untuk memiliki keahlian dan siap untuk bekerja setelah lulus. Meskipun demikian, sebagian mengaku memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi terkendala masalah biaya. Untuk itu, setelah lulus SMK, mereka memutuskan langsung bekerja atau membuka usaha sendiri. (net/bbs)

Siswa SMP Tawuran Usai Pesta Kelulusan

SUBANG-Puluhan pelajar dari Subang dan Purwakarta terlibat tawuran di depan pertigaan Ciater yang memakan satu orang korban ambruk tak sadarkan diri. Sebanyak 81 siswa siswi dari empat sekolah diamankan petugas Polsek Jalancagak.  Siswa tersebut dari SMP Cipendeuy, SMP Tegal Waru Plered Purwakarta.

Emmpat orang pelajar yang terdiri dari  tiga orang dari STM dan satu orang SMP Purwadadi bernama Ujang Supriatna (15) menjadi korban akibat benda tajam. Mereka ambruk dan tak sadarkan diri karena mengalami luka parah di bagian kepala. Kejaidan tersebut mencoreng muka pendidikan di hari pengumuman hasil Ujian Nasional (Unas) tingkat SMP.

Peristiwa yang terjadi pada pukul 18.00 WIB, sontak menggegerkan warga. Pasalnya, korban yang diisukan meninggal dunia membuat warga geram kepada para pelajar yang berbuat onar. Korban terluka di bagian kepala hingga robek lima centi meter yang dipukul oleh benda tajam.

Kapolres Subang AKBP M Awal Chairuddin SIK MH melalui Kapolsek Jalancagak Kompol H Agus Suryana SH membenarkan kejadian tersebut. Menurut Agus, pihaknya mendapat laporan dari tukang ojeg yang mangkal adanya tawuran. Dari informasi yang didapat kata dia, kejadian bermula konvoi siswa SMP Purwadadi ke daerah Subang Selatan tepatnya ke lokasi wisata Ciater. Kemudian bertemu dengan siswa SMP dari Cipeundey dan terjadilah bentrokan.

“Dipukuli siswa SMP Purwadadi itu. Salah seorang siswa dipukul pakai tas yang didalamnya terdapat benda tajam hingga terluka dibagian kepala. Ada korban satu orang siswa dari SM Purwadadi,” kata Agus.

Setelah itu lanjutnya, tersangka kabur dengan jalan kaki. Setibanya di Desa Palasari Kecamatan Ciater ada truk lewat yang membawa rombongan siswa-siswi SMP Tegal Waru dari Plered Purwakarta. “Kami cegat truk tersebut diperjalanan dan menggiring ke Mapolsek Jalancagak,” tambanya.
Setibanya di Mapolsek, Agus menuturkan, pihaknya mengamankan tiga orang orang dari SMP Tegal Waru yang membawa senjata tajam. “Mereka tidak tawuran tetapi membawa alat. Kemudian dari SMP Cipeundeuy ada tiga orang yang juga membawa benda tajam,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Agus mengatakan, pihaknya mengamankan semua siswa terlebih dahulu untuk diperiksa. Kemudian menghubungi pihak keluarga dan sekolah. Siswa dari Plered dipulangkan karena memang tidak terlibat tawuran. Tapi tiga orang yang membawa alat diamankan. Sedangkan dari SMP Cipeundeuy masih diperiksa karena terlibat tawuran,” katanya.(vry/jpnn)

Miranda Koreksi Ujian Mahasiswa, Angie dan Rosa Nonton TV Bareng

Ketika Rutan KPK Dihuni Tiga Tahanan Perempuan Istimewa

Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berumur dua bulan. Tapi, penjara yang memanfaatkan bekas gudang di basement gedung komisi antikorupsi itu sudah dihuni tiga sosialita papan atas. Yakni, Miranda Goeltom, Angelina Sondakh, dan Mindo Rosalina Manulang. Bagaimana kehidupan mereka di balik terali besi” 

THOMAS KUKUH, Jakarta

Mulai Jumat lalu (1/6), Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang mendapat teman baru. Dua perempuan yang terlibat kasus suap wisma atlet itu kini bisa berbagi rasa bersama mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda Swaray Goeltom dalam menghabiskan waktunya dalam tahanan KPK.

Miranda tiba di rutan yang luasnya hanya sekitar 80 meter persegi itu sekitar pukul 18.00. Sesuai prosedur, dia masuk rutan didampingi pengacaranya, Dodi Abdul Kadir dan Andi Simanunsong.

“Saya ingin memastikan apakah ruang tahanan untuk Ibu (Miranda) sesuai dengan aturan yang memperhatikan hak-hak tahanan atau belum,” kata Dodi seusai mengantar kliennya tersebut Jumat malam.

Perempuan yang pada 19 Juni nanti berulang tahun ke-63 itu ditempatkan di sebelah kamar tahanan Angie. Sederet dengan dua kamar pesakitan tersebut, masih ada tiga ruangan yang kosong. Sementara itu, kamar Rosa terletak berseberangan dengan kamar Angie dan Miranda. Namun, mereka tidak bisa bertatap muka karena dipisahkan dua kamar mandi.

Pukul 21.30, keluarga Miranda tiba di KPK. Jumlahnya 15 orang. Mereka langsung mencatat di buku tamu di ruang resepsionis. Mereka, antara lain, Oloan Siahaan, suami Miranda, serta Yohana Goeltom, anak Miranda.

Oloan yang merupakan rektor Universitas Dharma Persada itu enggan berkomentar saat diwawancarai wartawan. Anggota keluarga yang lain juga tidak banyak memberikan komentar soal kedatangan mereka ke rutan KPK.

Ada sejumlah barang yang dibawa keluarga untuk “menemani” Miranda di penjara. Di antaranya, dua bingkai foto. Yang satu foto keluarga, satu lagi foto cucu Miranda. Selain dua foto dan keperluan Miranda lainnya, ada setumpuk kertas serta sebuah bolpoin merah.

Menurut salah seorang anggota keluarganya, Miranda memang meminta dibawakan barang-barang khusus ke kamar prodeonya. Termasuk, berkas jawaban ujian mahasiswanya di Pascasarjana FE UI. “Ibu ingin mengoreksi ujian mahasiswanya di ruang tahanan,” katanya.

Meski sempat shock karena menjadi penghuni ruangan sempit “sekitar 3 x 4 meter” yang tidak dilengkapi AC, kondisi fisik Miranda tampak sehat saat masuk rutan. Bahkan, guru besar FE UI yang merupakan master in political economy dan graduate school economic di Boston University, AS, itu terlihat tegar menghadapi perubahan situasi tersebut.

Begitu dua bingkai foto dari keluarganya diterima, Miranda langsung meletakkannya di atas rak kecil di sebelah kasurnya. Rak atau lemari kecil itu memang salah satu fasilitas untuk para penghuni rutan KPK. Biasanya rak tersebut digunakan untuk tempat pakaian dan barang-barang keperluan lainnya.

Petugas yang meminta namanya tidak dikorankan tersebut mengungkapkan, fasilitas tahanan KPK memang sangat minim, sehingga cocok untuk menghukum koruptor. Jika biasanya orang-orang yang menguras uang negara bisa tidur nyenyak di kasur empuk lengkap dengan pendingin udara, kini mereka harus tidur di kasur busa tipis dengan dipan kayu di dalam ruangan yang sumuk.

“Tidak ada orang yang bisa tidur enak di sini. Tempatnya sumpek banget,” ujarnya.
Meski begitu, kondisi di dalam Rutan KPK tetap manusiawi. Terutama soal fasilitas air dan kamar mandi. KPK menjamin keperluan mereka untuk membersihkan diri benar-benar diperhatikan. (*)

Mubarak Kena Serangan Jantung

KAIRO – Ribuan orang yang dianggap musuh atau berbahaya bagi kekuasaannya telah dikirim ke penjara oleh Hosni Mubarak selama 30 tahun bertakhta secara diktatorial di Mesir. Tapi, ketika giliran dirinya yang harus meringkuk di balik jeruji, pria 84 tahun itu tak berdaya.

Kemarin, ketika dibawa ke rumah sakit penjara Tora, Kairo, setelah divonis penjara seumur hidup dalam kasus tewasnya 850 demonstran, Mubarak mengalami serangan jantung. ”Hosni Mubarak mengalami serangan jantung ketika helikopter yang membawanya mendarat di penjara Tora.” Demikian kantor berita Mesir, MENA, melaporkan, seperti dikutip The Daily Telegraph.

Hingga berita ini selesai ditulis, belum diketahui kondisi terkini pria yang dipaksa mundur dari jabatannya pada 11 Februari 2011 itu. Yang pasti, ketika hendak dibawa ke penjara Tora dari gedung pengadilan yang terletak di kompleks akademi polisi Kairo dengan menggunakan helikopter, Mubarak awalnya menolak. Sembari menangis, dia emoh meninggalkan ruang sidang.
Sejak diadili Agustus tahun lalu, Mubarak memang tak pernah ditahan di lingkungan penjara. Mantan perwira Angkatan Udara Mesir tersebut selalu dirawat di rumah sakit dalam kompleks militer.

Selain Mubarak, menteri dalam negeri terakhir di era Mubarak, Habib Al Adly, juga dijatuhi hukuman seumur hidup. Keduanya dianggap gagal mencegah penggunaan kekerasan yang berujung kematian kepada para demonstran tak bersenjata saat protes antirezim berkuasa bergolak di Mesir tahun lalu.
Namun, Mubarak dibebaskan dari dakwaan bersalah dalam kasus korupsi. Dua anaknya, Alaa dan Gamal, yang disidang terpisah dalam kasus korupsi juga dinyatakan tidak bersalah. Tapi, keduanya tetap ditahan karena masih harus menjalani sidang untuk kasus manipulasi di bursa saham. Sedangkan empat pembantu dekat Habib Al Adly yang diadili atas dakwaan membantu upaya pembunuhan kepada demonstran juga dinyatakan tidak bersalah.
Hakim Ahmed Refaat yang memimpin sidang yang telah berlangsung selama sepuluh bulan itu menegaskan bahwa persidangan berlangsung secara fair.

Dalam pembacaan vonisnya, dia menyebut 30 tahun era Mubarak sebagai ”30 tahun kegelapan”. Vonis untuk Mubarak itu disambut beragam. Awalnya, demonstran yang berkumpul di luar kompleks akademi polisi bergembira. Mereka berteriak dan membunyikan petasan. Begitu pula sebagian keluarga korban. ”Saya sangat bergembira (atas vonis ini),” kata Soha Saaed, istri salah seorang korban. Tapi, begitu mendengar Alaa dan Gamal dibebaskan serta Mubarak juga dinyatakan tak bersalah dalam kasus korupsi, kegembiraan itu berubah menjadi kekecewaan. Para demonstran di Tahrir dan akademi polisi pun bentrok dengan petugas. (c11/ttg/jpnn)

Ini Zamannya Laga Otak

Anuar Shah SE, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara

Dua periode menjabat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Wilayah  (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara,  Anuar Shah SE mengusung paradigma baru di organisasi kepemudaan itu. Seperti apa? Berikut petikan wawancara yang dilakukan 2 Juni 2012, sehari setelah peringatan hari lahirnya Pancasila.

Juni itu hari lahirnya Pancasila. Sebagai ormas pengawal pancasila, apa sikap PP di Sumut?
Sikap kita sudah jelas, mempertahankan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dengan naskah yang asli.

Dari kacamata MPW PP Sumut, Sudah seperti apa implementasi Pancasila di Sumatera Utara?
Masyarakat Sumatera Utara sudah benar-benar menjalankan dan mengamalkan Pancasila dengan utuh dan benar. Coba lihat wilayah lain di luar Sumut, kalau masyarakatnya benar-benar menjalankan Pancasila dengan benar dan sungguh-sungguh, tidak akan terjadi konflik yang berbau SARA.

Semua pedoman hidup sudah tertuang di Pancasila. Sila pertama menggambarkan Habluminallah, hubungan manusia dengan Tuhan, empat sila lainnya menggambarkan Habluminannas, hubungan manusia dengan sesamanya. Kalau nilai-nilai ini diimplementasikan, pasti kondusif. Seperti (yang dlaksanakan) di Sumut yang kaya akan keberagaman, dipandang mudah dipancing isu SARA.  Tetapi semua itu tidak terjadi.

Bagaimana peran PP dalam pengamalan Pancasila?
Kita kader Pemuda Pancasila, siap menjadi ujung tombak untuk mengamankan dan mengamalkan  Pancasila.

Bicara organisasi PP di Sumatera Utara, ada semacam anggapan yang menyebut anggota ormas ini kerap mengkonsumsi narkoba?
Selama kepemimpinan saya, dari 2007 sampai sekarang, kami jelas-jelas antinarkoba. MPW PP Sumut malah menjadi pencetus gerakan antinarkoba di Indonesia. Kami sadari, kalau tidak dimulai dari sekarang, mungkin yang dianggap masyarakat (PP) bagian dari itu (pecandu narkoba), akan lebih rusaklah pemuda dan masyarakatnya, terutama yang di bawah naungan Pemuda Pancasila.

Sebagai bukti keseriusan memerangi narkoba, apa upaya nyata dilakukan MPW PP Sumut?
Tes urin. Kita akan melakukan tes urin semua anggota PP, dari tingkat paling bawah ke tingkat paling atas. Setiap anggota yang terbukti mengkonsumsi narkoba, tidak akan diberi kesempata menempati posisi strategis di organisasi. Kalau mau jadi pengurus, di luar PP saja.

Apa tantangan pelaksanaan gerakan antinarkoba ini?
Pada awal kita cetuskan, ormas pemuda lain dan MPW PP di provinsi lain takut, kebijakan ini tidak populer dan malah menyusutkan jumlah anggota. Saya jawab, tegas, saya tidak perlu anggota banyak kalau terkontaminasi narkoba. Biarlah kecil (anggota sedikit) tapi organisasi kuat dan bebas narkoba. Alhamdulillah, jumlah anggota kita malah terus bertambah.

Selain bebas narkoba, apa yang bisa diberikan anggota PP untuk masyarakat di sekitarnya?
Saya sudah menginstruksikan jajaran PP Sumut agar dalam setiap kegiatan, seperti pelantikan di tingkat apapun, agar kegiatan disandingkan dengan kegiatan sosial untuk masyarakat di sekitar. Misalnya, memberi bantuan untuk anak yatim dan fakir miskin, bedah rumah dan kegiatan lain yang berguna untuk masyarakat sekitar.

Bila ada kemalangan, anggota PP diimbau untuk aktif membantu. Misalnya, dengan atribut lengkap membantu mengusung jenazah.
Kita juga mengimbau masyarakat yang akan mengadakan pestadan kegiatan lain,  jangan segan-segan minta bantuan anggota PP. Tanpa bayar. Ini MPW PP dengan paradigma baru. Tidak zamannya lagi ormas pemuda laga otot. Ini zamannya laga otak melalui program kerja.

Di Sumatera Utara ada 33 kabupaten/kota. Kabarnya, anda selalu bepergian ke daerah-daerah di Sumut itu. Bagaimana mengatur waktu untuk keluarga?
Saya mulai berorganisasi dari dasar, dari anak ranting, cabang, jadi Wakil Komando Koti (Komando Inti PP). Jadi saya dari dasar, mesti bisa membagi waktu.

Harus diakui, keluarga sering ditinggal. Pada waktu libur, justru banyak kegiatan organisasi. Bayangkan, Sumut punya 33 kabupaten/kota dan saya kerap berkeliling dari satu daerah ke daerah  lain.

Dua periode menjabat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Wilayah  (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara,  Anuar Shah SE mengusung paradigma baru di organisasi kepemudaan itu. Seperti apa? Berikut petikan wawancara yang dilakukan 2 Juni 2012, sehari setelah peringatan hari lahirnya Pancasila.

Mensiasatinya, waktu libur dan hari Minggu, bila sedang tidak ada kegiatan organisasi, saya membawa anak dan istri rekreasi ke tempat-tempat yang mereka suka. Dengan begitu, hubungan saya dan anak-anak bisa tetap dekat.

Keluarga itu seperti negara kecil. Contoh kecil kepemimpinan yang berhasil ya kemampuan memimpin keluarganya.

Bagaimana dengan sekolah anak-anak?
Semua berjalan normal dan baik. Saya beryukur, istri saya mampu membantu membimbing anak-anak.

Di MPW PP Sumut Anda sudah menjadi ketua selama dua periode. Apa kesan tak terlupakan yang didapatkan selama memimpin orman pemuda ini?
Saya puas jika kader PP bisa kita bantu perjuangkan menjadi pemimpin. Jadi pemimpin atau kepala daerah maupun menjadi legislatif. Selai itu menjadi ketua di organisasi-organisasi profesi. Itu kepuasan batin.

Bisa sebut nama kader PP yang menjadi kepala daerah?

Di Langkat ada Ngogesa Sitepu  di Labusel ada Wildan (Wildan Aswan Tanjung), Paluta ada Bachrum Harahap, di Sidimpuan ada senior kita Zulkarnaen NasutionM. Syahrul M Pasaribu di Tapsel Syahrul M Pasaribu, Plt Bupati Padanglawas Ali Sutan Harahap (TSO) dan beberapa nama lainnya. Kalau yang kita dukung dan jadi itu banyak. Misalnya, Syampurno di pilgub, di Deliserdang ada Amri Tambunan, di Sergai Erry Nuradi (lantas menyebut satu persatu kepala daerah maupun wakil di setidaknya 22 kabupaten/kota yang pencalonannya didukung PP)

Nama-nama yang kita dukung, Insya Allah, jadi. Patut dicatat, PP tidak mengutip apapun dalam memberi dukungan. (tms)

Istiqomah ke Mekah
Selasa, 6 Juli 2012, Anuar Shah bernat menjalankan ibadah Umroh untuk kedua kalinya. Di sana, pria berperawakan tinggi besar berniat memanjatkan doa, meminta petunjuk kepada Sang Pencipta.

“Berumroh, Istiqarah, mohon petunjuk kepada Allah SWT,” ujar ayah empat anak ini membenarkan rencana Umrohnya.
Dibeberkannya, hasil Muswil ke 12, sebagai ketua MPW PP terpilih, dia mendapat amanah dari Majelis Pinca II PP Sumut, dan memintanya untuk ikut dalam Pilgub yang akan dilaksanakan 2013 mendatang.

“Dalam Umroh, saya meminta petunjuk, apakah pencalonan ini lebih banyak manfaatnya bagi keluarga, anggota PP dan masyarakat di Sumut, dan saya akan berdoa supaya berhasil,” paparnya.
Andai nanti didapat petunjuk ternyata pencalonan sekaligus lebih banyak mudharatnya, pria yang akrab disapa Aweng ini, akan minta dijauhkan dari jabatan itu.

Selain meminta petunjuk melalui Umroh, Aweng telah menginstruksikan seluruh kekuatan di PP Sumut untuk mengkalkulasi peluangnya.
Seluruh jajarannya diminta  menyebarkan dan mengumpulkan kembali brosur dukungan dan KTP. “ Kita mengumpulkan data dukungan riil dan sukarela, tidak dibayar. Kita mau tau persentase suara PP hari ini,” ujarnya.

Bila ternyata dukungan riil bisa mencapai 15 persen, Aweng menyatakan siap bertarung di Pilgub mendatang.
“Saya tidak mau seperti pendekar mabok, tidak berhitung, tidak berkaca. Saya tidak mau konyol. Yang pasti, saya dan seluruh MPC se Sumut mesti bekerja sungguh-sungguh,” ucapnya . (tms)

Tanpa Pancasila, Indonesia Tidak Ada

Pdt Andreas A Yawangoe
Ketua PGI

Bila tidak berlandaskan pada falsafah negara, yakni Pancasila, berarti bukan Indonesia yang dicita-citakan.
Ketua PGI Pdt Andreas A Yawangoe mengemukakan, Indonesia tidak dapat dipahami tanpa Pancasila. “Pancasila adalah identitas bangsa, yang memberikan visualisasi terhadap terhadap masyarakat bangsa dan negara,” kata dia.

Bagi dia, Indonesia bisa saja tetap ada, namun bila tidak berlandaskan pada falsafah negara, yakni Pancasila, berarti bukan Indonesia yang dicita-citakan. Yewangoe pun mengimbau segenap lapisan masyarakat untuk tidak sekalipun melupakan sejarah, bahwa penemu Pancasila adalah Soekarno.
“Jangan sampai karena kita melupakan sejarah, dan menjadi pengkhianat di depan Mahkamah Sejarah,” tegasnya.

Dia mengapresiasi empat pilar yang sekarang ini dikampanyekan MPR RI. Tapi, lanjut Yewangoe, empat pilar harus direvitalisasi, agar mempunyai visi. “Dalam agama kami, dimana tidak ada visi, rakyat binasa, karenanya perlunya negara memiliki misi, dan itulah Pancasila.”

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa tidak bisa dilepaskan dengan sila-sila lainnya, maka bila dilepaskan, kecenderunganya akan terjadi. “Dari perspektif agama Kristen, ini wujud kasih Allah kepada manusia, dan Pancasila adalah masa depan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, intoleransi yang marak belakangan ini akibat pemahaman dan pengamalan keliru terhadap Pancasila. “Itulah yang oleh Bung Karno dirumuskan sebagai segenap rakyat Indonesia hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada egoisme agama,” ujarnya. Karena itu, iman kita kepada Tuhan tidak boleh membuat kita lupa bahwa kita adalah satu bangsa. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Agil Siradj mengatakan tidak ada tempat lagi di Indonesia bagi aspirasi untuk menjadikan negara Islam. Sebab nilai-nilai Islam sudah terkandung pada Pancasila.

Ia juga menegaskan Pancasila merupakan falsafah dasar tertinggi NKRI dari dulu hingga sampai kapan pun. “Tidak ada lagi tempat bagi organisasi yang memperjuangkan negara Islam, apalagi dengan kekerasan dan teror. Organisasi seperti itu harus dikategorikan sebagai organisasi kriminal dan harus ditindak.  Yang ingin membangun negara Islam pindah saja ke Afghanistan,” kata Said Agil Siradj di gedung MPR.

Sedangkan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, adalah sebuah ironi jika masyarakat Indonesia mengabaikan nilai-nilai Pancasilan, sementara negara lain menyanjung ideologi yang digali Soekarno itu. “Pimpinan rohaniawan Roma Katolik Paus Benediktus XVI, dan tokoh intelektual Katolik mengutarakan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah ideologi yang relevan dan menata dunia baru,” ungkap Din.

Din mengimbau segenap masyarakat Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai rumah surgawi, dan wadah bersama segenap warga negara. “Pancasila adalah kearifan dan kebijakan yang menginginkan keutuhan bangsa dan negara.”

Namun, dia mengakui, masih ada kelompok yang berupaya memaksakan ideologinya kepada orang lain. “Belum lagi  masih ada persoalan yang perlu diselesaikan, diantaranya korupsi, kolusi,  nepotisme dan manipulasi yang merugikan negara.” “Pancasila bukan hanya suatu pilar, tapi juga telah menjadi bangunan kokoh yang menangungi 240 juta penduduk Indonesia,” tutup dia. (bbs)

Fokus Kepada Tuhan

Pemain yang memegang barongsai melompat, maju dan mundur, berputar dengan energik diiringi pukulan tambur dan cien-cien, dua alat seperti tutup panci yang dipukulkan satu sama lain. Pertunjukan itu diadakan di sebuah aula gereja. Selesai kebaktian lansia ada acara kebersamaan dalam rangka Imlek.

Si barongsai terus mencari angpau-angpau yang diacungkan hadirin dan menyimpannya dalam kantung besar apron. Herannya si pemain barongsai tidak pernah menggubris apa yang dikatakan MC. Bila MC berkata, “Tuh, di kiri ada angpau!” ia malah pergi ke belakang. Bila disuruh ke kanan, ia ke kiri. Teman yang duduk di dekat saya berbisik,”Si pemain barongsai tidak bisa mendengar apa yang dikatakan MC. Ia terkena penyakit dan menjadi tuli!”

Ketika acara berakhir, dan pemain barongsai diperkenalkan, ternyata ia adalah seorang ibu 65 tahun. Teman saya memberitahu saya bahwa ibu itu dulu anggota paduan suara. Setelah tuli,ia tidak menyanyi lagi. Tetapi tetap semangat dan ceria dan melayani Tuhan dengan apa saja yang masih bisa dilakukannya, antara lain ya bersedia jadi pemain barongsai dadakan.

Ternyata kekurangan fisik tidak menjadi hambatan melayani Tuhan. Ketika direnungkan ternyata banyak orang-orang seperti itu. Ini mengingatkan pada wanita yang sekilas memiliki mata normal, tetapi hanya satu mata yang berfungsi. Ia melayani Tuhan sebagai koordinator kelompok doa, menghitung persembahan dan mengajar Sekolah Minggu.

Wanita lain di Semarang hanya memiliki satu lengan. Ketika terjadi gempa di Sumatera, ia tertimpa reruntuhan. Nyawanya selamat, tetapi lengan kiri harus diamputasi. Wanita cantik ini memiliki wajah penuh sukacita dan melayani Tuhan dengan berkhotbah.Wanita lain berjalan terpincang-pincang, tetapi mengurus dekorasi, mempersiapkan map lagu untuk paduan suara dan banyak hal lain di gereja.

Makin direnungkan ternyata banyak orang memiliki keterbatasan fisik, namun tetap melayani Tuhan dengan semangat. Mereka adalah orang seperti yang dikatakan Paulus dalam 2 Timotius 2:4. Mereka tidak memusingkan soal-soal penghidupannya. Mereka adalah orang-orang yang berfokus kepada Tuhan.(net)