Home Blog Page 13425

Tak Lolos Euro, Fans Jual Diri

BRUSSEL – Suporter Belgia merasakan frustrasi dan kesedihan mendalam karena timnasnya gagal lolos ke Euro 2012. Maklum, terakhir kali merasakan kemeriahan pesta sepak bola Eropa empat tahunan itu adalah 12 tahun lalu. Atau tepatnya saat menjadi tuan rumah bersama tetangganya, Belanda pada 2000.

Seperti diberitakan Dailymail (1/6) lalu, sebagai wujud sindiran atas prestasi jeblok Eden Hazard dkk, sekelompok suporter Belgia rela “menjual diri” di dunia maya. Sebanyak 300 suporter Belgia dengan terang-terangan melacurkan dukungan kepada negara manapun peserta Euro yang membutuhkan dukungan.

“Sekali lagi kami para suporter Belgia tak punya tim yang didukung pada Euro mendatang. Sekali lagi kami merasa bebas, tanpa aturan turun ke jalan dan tanpa bendera. Kami akan berbondong-bondong menuju stadion dan menonton pertandingan. Namun kami tak merasakan panasnya tensi laga,” tulis suporter Belgia di situs jual beli eBay.

“Kami berjanji akan total dan loyal kepada pemenang lelang. Bahkan seandainya itu adalah Belanda,” ujar situs itu. Perlu diketahui, suporter Belgia-Belanda memang tak akur meski negaranya bersebelahan.
Nah, lucunya lagi, meski terkesan main-main hingga kemarin sudah ada 49 peminat atas lelang kesetiaan suporter tersebut. Harganya pun bervariasi. Mulai dari puluhan hingga ratusan euro.

“Kami akan mendonasikan seluruh dana yang diberikan penawar dengan kesepakan tertinggi kepada Unicef,” kata para suporter. Bisa jadi karena dianggap gerakan sosial, maka peminat kegiatan melelang suporter pun makin menarik. (dra/ko/jpnn)

Mayang Putra Peringkat 3

Piala Specs 2012 U-15

MEDAN- Sekolah Sepakbola (SSB) Mayang Putra berhasil meraih juara tiga Piala Specs 2012 U-15 setelah mengalahkan tuan rumah SSB Kebun Bunga lewat adu penalti dengan skor 7-6. Sebelumnya, dalam waktu normal 2×35 menit, kedua tim bermain imbang 2-2.

Diawal babak pertama, Mayang Putra mampu menekan daerah pertahanan Kebun Bunga yang dimotori Sanjen Prakas. Tekanan yang dilakukan anak-anak asuh Rahimsah ini mampu membuat penjaga gawang Kebun Bunga Dinga Sanjaya kerepotan mengamankan gawangnya.

Namun begitu, Kebun Bunga melalui serangan balik juga mampu membuat pemain bertahan Mayang Putra kerepotan. Bahkan di menit kedua, Rido berhasil menerobos pertahanan Mayang Putra dan berhasil melesak bola ke gawang Mayang Putra yang dijaga Rio Agung, skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal 0-1, membuat anak-anak Mayang Putra semakin meningkatkan serangannya. Namun, sejumlah peluang gagal menghasilkan gol. Malah sebaliknya, di menit 23, Hansoma pemain Kebun Bunga sukses membobol gawang Rio Agung setelah memanfaatkan umpang silang dari Deo. Kebun Bunga unggul 2-0.

Tertinggal dua gol, pelatih Mayang Putra Rahimsah mengubah strategi permainan anak asuhnya. Ternyata, upaya itu berhasil. Di akhir babak pertama tepatnya menit 26 dan 33, Rio Handoko berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Di babak kedua, kedua tim juga bermain imbang, sehingga penentuan juara ketiga harus ditentukan lewat adu penalti.

Deo selaku eksekutor pertama dari Kebun Bunga sukses menjaringkan bola. Demikian juga dengan Yuda dari Mayang Putra, sukses menunaikan tugasnya sebagai algojo pertama. Demikian berturut-turut E Musa dan Rio dari Kebun Bunga juga sukses melakukan eksekusi penalti dengan mulus. M Jodi, Sanjen Prakas dari Mayang Putra juga berhasil menunaikan tugasnya.

Namun pada penendang keempat, Kalib dari Kebun Bunga gagal melakukan eksekusi penalti. Sedangkan penendang kelima Kebun Bunga, Ridho berhasil menjebol gawang Rio Agung. Sementara Rio Darma dan Bayu Syahputra sebegai eksekutor keempat dan kelima Mayang Putra sukses merobek gawang Dinga Sanjaya. Dengan kemenangan ini membuat anak-anak Mayang Putra menempati juara ketiga Piala Specs 2012 U-15.(mag-10)

Awas Jadi Bulan-bulanan

Persipura v PSMS

MEDAN-Tur ke tanah Papua kali ini sepertinya benar-benar berat bagi PSMS. Selain jarak jauh yang tentunya menguras fisik, kondisi psikis skuad besutan Suharto juga cukup terganggu akibat kekalahan WO sebagai buntut ulah manajemennya sendiri.

Kehilangan tiga angka, kini PSMS mulai merajut asa untuk memulihkan nama baik lewat duel kontra Persipura di Stadion Mandala Jayapura, Minggu (3/6) sore ini.

Celakanya, lawan yang dihadapi kali ini berada di level elit kancah sepak bola nasional saat ini. Persipura yang saat ini bertengger di posisi runner up klasemen adalah kandidat serius peraih titel juara ISL 2011/2012 bersama Sriwijaya FC. Rekor pertemuan kedua tim juga tak memihak PSMS.

Sembilan kali berduel, PSMS hanya menang sekali dan dua kali meraih imbang. Selebihnya Persipura begitu perkasa dengan torehan enam kemenangan. Empat di antaranya diraih di Stadion Mandala yang begitu angker bagi PSMS. Bahkan ironisnya PSMS hanya mampu mencetak dua gol ke gawang Persipura berbanding 10 gelontoran gol. Duel di putaran pertama, PSMS bermain tanpa gol di Stadion Teladan.

Karena itu statistik bak bumi dan langit itu, target satu angka sudah cukup realistis bagi PSMS yang saat ini tengah berupaya menjauh dari papan bawah.
“Persipura adalah klub yang tidak mudah dikalahkan apalagi bermain di kandangnya. Mereka bermain menyerang dan salah satu kandidat juara ISL. Tapi mencuri poin disini sudah cukup bagus,” kata Caretaker Pelatih PSMS, Suharto saat dihubungi kemarin.

Persipura yang sebelumnya dibungkam Sriwijaya dalam duel yang disebut-sebut penentu tentu tak ingin kembali kehilangan angka. Suharto tak memungkiri, Persipura bisa saja menjadikan PSMS bisa menjadi lumbung angkanya. Namun kemungkinan lain, Suharto melihat mental Persipura bisa jadi malah drop.

“Pasti mereka tidak ingin kembali kehilangan angka untuk mengejar Sriwijaya. Tapi bisa jadi malah mental mereka menurun karena kemungkinan untuk mengejar Sriwijaya sudah semakin sulit dengan selisih 12 angka,” tambahnya.

Syukurnya Persipura kali ini bakal pincang tanpa sejumlah pilar. Bio Paulin, Choi Dong Soo, Boas Salossa dan Zah Rahan dipastikan absen.
“Saya pikir ini keuntungan buat kita. Setidaknya mereka bakal sedikit pincang. Namun tidak bisa menilai Persipura dari individunya. Materi pemain mereka merata dan kolektivitas permainan yang tinggi,” jelas pelatih berkepala plontos itu.

Karena itu Suharto akan mengubah skema pakemnya dari 4-4-2 menjadi 4-2-3-1. Bermain dengan satu striker harus dilakoni dengan ketiadaan Nico Malau yang tak dibawa karena cedera. Penumpukan gelandang di tengah akan dilakukan untuk memenangkan duel di lini tengah.

Meski agresivitas lini tengah Suharto akan sedikit melempem tanpa Nastja Ceh dan Shin Hyun Joon, Suharto akan menempatkan para gelandang bertipe fighter seperti Anton Samba dan Zainal Anwar untuk membendung Yustinus Pae cs.  “Kuncinya kita mampu meredam agresivitas lini tengah mereka. Saya akui penempatan gelandang di tengah akan membuat pola kita sedikit bertahan. Tapi kita tidak punya pilihan lain dengan kondisi ini,” tandasnya.

Sementara lini pertahanan juga harus bekerja keras membendung tajamnya seorang Beto Goncalves. Striker asal Brazil itu telah mengoleksi 16 gol musim ini. Duet Sasa Zecevic dan Novi Handriawan kali ini dituntut tampil taktis mengamankan gawang Edi Kurnia dari ganasnya Mutiara Hitam. Mampukah? (mag-18)

Kapoldasu Didesak Tindak Keterlibatan Oknum Polisi

Pengusaha Ekspor-Impor Dianiaya

MEDAN- Meninggalnya pengusaha ekspor-impor asal Kota Medan, HM Soehoed pada 23 Mei 2011 di RS Bunda Thamrin membuat anak kandungnya curiga terhadap orang dekatnya dan aparat kepolisian. Pasalnya, di tubuh korban ditemukan bekas-bekas tanda penganiayaan.
Seperti dibeberkan anak kandung korban, Agus Sugiharto (50), Sabtu (2/6). Dipaparkannya, hingga kini keluarganya terus menempuh jalur hukum untuk mengetahui penyebab pasti kematian orang tuanya tersebut.

Dalam mengusutnya, Agus berkoordinasi dengan RS Dr Cipto Mangunkusumo untuk melakukan outopsi pada jasad orang tuanya itu. Rumah sakit tersebut, pada 10 April 2012 akhirnya mengeluarkan surat yang menyebutkan, H M Soehoed meninggal karena dianiaya. Hal itu berdasarkan dari hasil Visum et Repertum No 109/VER/377.03.12/IV/12. Hasil visum itu ditandatangani oleh dr Abdul Mun’I’m Idries SpF, yang merupakan dokter spesialis forensik Departemen Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal RSU Dr Cipto Mangunkusumo.

Pada surat visum itu disebutkan, pada tubuh H M Soehoed terdapat beberapa luka memar di dahi, leher, dada, tangan dan lengan. Disebutkan juga ada lima tulang iga patah. Tiga iga disisi kanan dan dua iga disisi kiri. Selain itu ditemukan juga ada memar ditubuh alm ayah saya semasa hidup.
“RS dr Cipto Mangunkusumo juga menyebutkan meninggalnya orangtua saya (Alm HM Soehoed, Red) diakibatkan kekerasan dengan benda tumpul pada daerah dada, leher,” bebernya.

Dikarenakan ada keganjilan yang ada pada tubuh Alm HM Sohoed, Agus bersama keluarganya yang lain melapor ke Polresta Medan. Laporan itu tertuang di Surat Tanda Bukti Lapor Nomor: STBL/1275/V/2011/SU/Resta Medan. Namun, laporan awal tidak ditanggapi, kemudian pada 9 Juli 2011, keluarga meminta penyelidikan dialihkan kepoldasu.

Pada saat itu, Polresta mengeluarkan surat SP2HP2 terkait penanganan kasus tindak penganiayaan. Kemudian Polresta kembali menindaklanjuti laporan keluarga korban terdahulu.

Kejanggalan kembali terjadi pada 29 Agustus 2011. Polresta Medan mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan dengan Nomor S/TAP/418-B/VII/2011/Reskrim, yang ditandatangani Kapolresta Medan ketika itu, Kombes Pol Tagam Sinaga.

Hanya saja, pada tanggal 25 Februari 2012, Polresta Medan kembali mengeluarkan Surat Pencabutan Penghentian Penyidikan (SP3) dengan nomor S.TAP/418-C/II/2012/Reskrim. Surat itu ditandatangani oleh Kapolresta Medan yang baru, Kombes Pol Monang Situmorang.
“Tanggal 25 Februari 2012, kami mendapat Surat Pencabutan Penghentian Penyidikan. Dalam surat itu, Polresta Medan akan melakukan penyelidikan lanjutan,” bebernya.

Selanjutnya, pada 29 Februari 2012, Agus menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP). Dalam surat itu dinyatakan bahwa proses penyidikan perkara belum maksimal dan dilakukan tindaklanjut penyelidikan serta penyidikan perkara.
“Dari semua bukti, jelas ini ada yang ganjil dalam kematian Alm Soehoed,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Medan, Komisaris Polisi (Kompol) Yorris Marzuki saat dikonfirmasi mengelak untuk menjawab. “Silahkan saja tanya sama Kanit Jahtanras, saya takut salah ngomong,” ungkap Yorris singkat. (mag-12)

Sementara Menjauh

1 Persikota v Pro Duta 2

MEDAN- Pro Duta FC berhasil mengamankan singgasana di puncak klasemen Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dengan menumbangkan Persikota Tangerang di kandangnya Stadion Badak Pandeglang Banten, Sabtu (2/6) kemarin. M.Rifqi menjadi pahlawan lewat golnya di menit 39. Tiga poin ini membuat Pro Duta sementara menjauh dari PSLS yang dianggap pesaing serius merebut tahta klasemen.

Pada laga tersebut Pro Duta mampu mendominasi. Bahkan 18 menit laga berjalan, Rahmad Hidayat menggetarkan jala tuan rumah. Namun Persikota yang tak ingin dipermalukan di depan publiknya sendiri sempat bangkit. Gendut Doni Christiawan sukses menyamakan kedudukan di menit 36 yang tak bertahan lama dengan aksi Rifqi.

Upaya Persikota bangkit di babak kedua semakin sulit dengan diusirnya Fikri yang menerima kartu kuning kedua. Laga berlangsung keras terbukti dengan dikeluarkannya empat kartu kuning untuk Choirul A dan Yakub (Persikota) serta Heri Irwansyah dan Xavi (Pro Duta).

Pelatih Pro Duta FC Roberto Bianchi pun cukup puas dengan hasil ini. Apalagi tiga poin ini diraihnya di kandang lawan.
“Menghadapi Persikota tidak mudah, mereka tim yang memiliki kolektivitas yang bagus, tapi pemain saya punya kekuatan yang kuat dan bermain dengan penuh motivasi,” ujar pelatih yang akrab disapa Beto itu.

Tanpa sejumlah pemain pilar seperti Ghozali dan Antonio Soldevilla, Beto bersyukur timnya bisa mendominasi dan membawa pulang angka penuh dari Banten. Apalagi timnya tengah bersaing ketat dengan PSLS yang berpotensi mengkudeta posisi Pro Duta di puncak klasemen.

“PSLS berpeluang menempel kita karena mereka baru menjalani 11 pertandingan. Karena itu kami akan konsentrasi menghadapi laga kontra PSLS di pertandingan berikutnya yang menjadi final match. Saya juga berharap PSLS tak meraih poin maksimal di sisa laga mereka,” tambah Beto.

Hasil ini membuat Pro Duta mengoleksi 34 angka unggul tujuh angka dari PSLS yang berada di posisi ketiga. Namun Pro Duta hanya tinggal menyisakan satu laga. Berbeda dengan PSLS yang bisa meraup poin maksimal 36. Sementara Persikabo yang berada di peringkat kedua tak lagi berpeluang mengkudeta Pro Duta karena tinggal menyisakan satu laga lagi dengan selisih 7 poin. (mag-18)

Cinta Ditolak, Gadis Mungil Dianiaya

MEDAN- Hanya dikarenakannya cintanya di tolak, Samuel (20) warga Jalan Karya IV Desa Helvetia Kecamatan Sunggal, Deliserdang menganiaya wanitaan pujaan hatinya, Nanda Alpian Martondang (18). Akibatnya korban mengalami luka di bagian wajahnya.
Tak terima atas penganiayaan itu, Nanda bersama orangtuanya membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan  Sunggal, Sabtu (2/6). Kepada penyidik polisi, siswi SMA Kelas II itu membeberkan kejadiannya.

Penganiayan itu dipicu saat Nanda berjalan-berjalan naik sepeda motor dengan seorang pria, Maulana. Di tengah perjalan, Samuel teman dekatnya menghubunginya. Karena merasa tak ada hubungan apa pun dengan Samuel.  “Saya jawab saja, pergi dengan Maulana. Pas aku jawab gitu, esoknya pipi saya ditamparin, baru ditumbuknya mataku ,” ucapnya yang mengaku ditampari saat diajak ke Pondok Seng Jalan Kapten Sumarsono, Medan.
Kasi Humas Polsek Medan Sunggal AIPTU B E Sirait membenarkan atas laporan tersebut. (gus)

Fabio Salahkan Wasit

1 PSMS v Persijap 1

MEDAN-Ambisi PSMS menjauhi zona degradasi kembali tertahan. Berlaga di Stadion Teladan, Sabtu (2/6) kemarin, PSMS gagal meraih poin penuh setelah ditahan Persijap 1-1.

Gol Made Wirahadi membuyarkan kemenangan PSMS yang sempat unggul lewat gol Ahn Heo Yean.
PSMS pun gagal menempel Persijap yang nangkring satu peringkat di atasnya. Syukurnya pesaingnya Bontang FC juga gagal menang sehingga posisi PSMS tetap berada satu strip di atas juru kunci. Bertanding di depan publiknya sendiri, Bontang FC dipermalukan Persema 2-5 sehingga berselisih satu angka dari PSMS.

Pelatih PSMS, Fabio Lopez memuji performa skuadnya namun tidak dengan kepemimpinan wasit Faulur Rosi yang dinilainya sangat buruk. Salah satunya keputusan menganulir gol Julio Cesar Alcorse di menit 78.

“Kalau wasitnya seperti itu seharusnya tidak usah jadi wasit. Kami bermain baik dan mencetak gol. Gol Julio itu sah karena posisinya tidak ada pelanggaran disitu,” katanya.
Soal gol lawan yang terjadi di menit awal babak kedua, pelatih asal Italia itu mengaku timnya kehilangan konsentrasi.

“Kami kehilangan konsentrasi selama tiga menit awal. Tapi selanjutnya kami terus menyerang. Bagi saya hasil seri di kandang maupun di luar itu sama. Seri di luar di kandang maupun tandang sama. Tapi masalahnya kita seri dengan tim yang harus mengejar mereka,” tambahnya.
Laga kemarin menyajikan pertarungan di lini tengah antar duo Korsel yang menjalankan peran sebagai kreator serangan timnya. Ahn Heo Yean di kubu PSMS dan Kim Sang Duk di kubu Persijap.

Kim mampu memotori timnya menguasai ball possession di babak pertama. Peluang emas tercipta di menit 7 lewat Danan Puspito.
Beruntung bagi PSMS, tendangannya masih mampu dihalau Decky ardian.
Namun Ahn justru mengungguli Kim lewat efektivitas. Meski terkurung, tuan rumah mampu menggetarkan jala lawan dengan Ahn sebagai pemecah kebuntuan.

Mendapat umpan crossing Jecky, mengontrol bola dengan dada, Ahn melepaskan tendangan voli yang gagal dihalau Danang Wihatmoko. Gol itu menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 PSMS.

Di awal babak kedua PSMS kecolongan. I Made Wirahadi lolos dari kawalan barisan belakang PSMS dan melepaskan tendanganyang masih mampu diblok Decky. Namun bola rebound kembali jatuh ke kaki Wirahadi dan dengan mudah mencocor bola ke gawang.
Gol ini membuat PSMS tersengat dan gantian mengurung Persijap. Namun beberapa peluang yang diciptakan tak mampu dikonversi menjadi gol. Beberapa kesempatan lewat eksekusi tendangan bebas Vagner tak berujung gol.

Di menit 78, PSMS sempat bersorak kegirangan saat Julio mampu mencetak gol. Namun wasit Faulur Rossi menilai striker Argentina itu melakukan pelanggaran. Bukannya menambah gol, bahkan satu poin itu terancam lenyap jika saja Noor Hadi tak menyia-nyiakan peluang di menit terakhir. Laga berakhir tanpa pemenang.

Pelatih Persijap, Sartono Anwar cukup puas mampu mencari satu angka. “Hasil 1-1 ini cukup baik untuk mencari poin di sini. Apalagi kami sedang berusaha memulihkan citra Persijap.  Apalagi sedang dirundung malang. Tadinya di Jepara ramai penonton tapi karena kekalahan yang terus menerus kami terima penonton mulai menghilang,” katanya. (mag-18)

Bayi 1 Tahun Telan Bola Bekel

MEDAN- Alfaru Putra Pamungkas (1) terpaksa dilarikan ibu dan ayahnya ke RSU Pirngadi Medan karena menelan satu buah bola bekel saat sedang bermain bersama kakaknya di kediamannya di Jalan Sehati Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (2/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

“Anak ku nelan bola bekel, cepat dokter, tolong anak saya, cepat dokter tolong,” pinta Andri (45) ibu bayi tertelan bola bekel di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Pirngadi Medan.

Kepada Posmetro (Grup Sumut Pos), ayah bayi malang itu, Taufik (45) mengatakan ketika itu Alfaru sedang bermain di ruang tamu bersama dengan kakaknya. Mengetahui bola bekel itu digigit oleh Alfaru, ketiga kakak korban yang masih kecil-kecil tidak menyangka bola bekel itu tertelan.

Di RSU Pirngadi, Alfaru dibawa ke ruang scaning mengecek bola bekel masuk ke dalam kerongkongannya. Dari hasil foto yang keluar, dokter di ruang IGD RSU Pirngadi menyimpulkan bola bekel berbahan karet masuk ke lambungnya. Menunggu reaksi 3 hari mendatang, Alfaru dibawa pulang. (zie/smg)

Persib Bantai Mitra Kukar

BANDUNG- Persib Bandung bangkit. Menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), Sabtu (2/6) sore WIB, Persib menang 5-0.
Dalam laga yang dihelat di Stadion Siliwangi, Persib tampil menyerang sejak menit awal dan kerap kali mengancam gawang Mitra yang dikawal Joyce Sorongan. Kebuntuan baru terpecahkan di menit ke-19 lewat kaki Miljan Radovic.

Diawali crossing datar Atep dari sayap kiri, M Ilham mencocor bola namun sempat ditepis oleh Joyce. Bola muntah kemudian langsung disepak Radovic dari sudut sempit dan Persib unggul 1-0.

Keunggulan Persib bertambah di menit 27 ketika sepakan keras Atep dari luar kotak penalti tak mampu dihalau Joyce dan bersarang di pojok kanan bawah gawang Mitra. Tiga menit sebelum turun minum giliran Noh Alam Shah yang menggetarkan gawang Mitra lewat heading menyusul umpan silang Ilham dari sayap kiri. Persib unggul 3-0.

Permainan Persib masih prima di babak kedua dan mereka meomdinasi jalannya laga. Di menit 68 gol keempat berhasil didapat ‘Pangeran Biru’ usai Alam Shah dijatuhkan Lee Sang Min di kotak penalti. Marcio Souza yang tampil sebagai eksekutor sukses menyarang si kulit bundar melewati jangkauan Hendro Kartiko.

Mitra di menit 88 sempat mendapat penalti namun Jajang Mulyana mengeksekusi bola terlalu lemah dan mudah saja ditangkap Jendri Pitoy. Gol kelima dibuat Persib tepat jelang berakhirnya laga dan Marcio mencatatkan namanya kembali di papan skor usai menyundul bola hasil crossing Airlangga Sucipto.

Hasil 5-0 ini adalah kemenangan terbesar Persib musim ini dan membawa tim asuhan Robby Darwis kokoh di urutan ke-7 dengan 39 poin dari 27 laga. Sementara itu Mitra Kukar yang dijuluki ‘Naga Mekes’ masih tertahan di urutan ke-9 dengan 35 poin dari 26 laganya. (net/jpnn)

Warga Mengadu ke DPRD Sumut

Jalan Ngumban Surbakti tak Tuntas di DPRD Medan

MEDAN- Persoalan ganti rugi tanah warga yang dipakai untuk jalan ringroad di Jalan Ngumban Surbakti tak kunjung tuntas sejak 8 tahun silam. Bahkan, janji dari Pemko Medan hingga anggota DPRD Medan serta Sumut untuk menindak lanjuti. Hasilnya tetap belum ada kata tuntas.

Hal itu terungkap dalam reses anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar di daerah pemilihan (Dapil) I, Kota Medan. Dalam reses itu, sebanyak 36 orang warga Jalan Ngumban Surbakti menyampaikan keluh kesahnya kepada politisi PDI-P tersebut, Sabtu (2/6).

Satu warga yang menyampaikan keluh kesahnya, Sunan Sembiring. Dia membeberkan,  Pemko Medan pernah berjanji mengganti rugi tanah warga untuk pembangunan Jalan Ngumban Surbakti. Kenyataannya, jalan yang dibangun sudah selesai tapi Pemko Medan tidak menepati janjinya membayar. Makanya warga sekarang emosi dan memblokir jalan.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, dialog warga dengan Pemko Medan dan DPRD Medan, tetap tidak kunjung mendapatkan kesepakatan. Pemko Medan tetap bersikukuh dengan membayar pengganti tanah timbun sebesar Rp50 ribu per meter persegi. Warga tetap meminta Rp500 ribu per meter persegi karena warga sudah dirugikan.

Mendengar paparan itu, Brilian mengaku kecewa dengan sikap Pemko yang membiarkan permasalahan ini berlarut-larut. Bahkan, ia berjanji mendorong DPRD Medan membetuk panitia khusus (pansus) tanah.

Dikesempatan lainnya, politisi PDI P Sumut menemukan masalah yang tak teratasi. Seperti pungutan liar (pungli) pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan KTP serta keluhan masyarakat mengenai Jamkesmas.  (ari)