Home Blog Page 13432

DPD Golkar Langkat Konsolidasi Internal

LANGKAT- Pengurus teras DPD II Golkar Kabupaten Langkat menggelar rapat konsolidasi di kantor sekretariat Jalan Tengku Putra Aziz, Stabat, Jumat (1/6) petang. Materi bahasan menyangkut persiapan Pilgubsu, Pilbup, dan masalah PAW salah seorang kader parpol itu di DPRD Langkat.

Sekretaris DPD PG Langkat, Hasanuddin Nano, yang juga mantan anggota DPRD Langkat mengisyaratkan agenda konsolidasi itu terkait Pilgubsu dan Pilbup yang mulai hangat diperbincangkan masyarakat  Langkat. Nano menegaskan pergantian antar waktu (PAW) salah seorang kader Golkar berinisial KN di DPRD Langkat yang ‘’lompat pagar’’ ke parpol lain. Surat usulan pemberhentian ke DPD Partai Golkar Sumut juga menjadi agenda pembahasan.

Nano tampak enggan ditanyai lebih jauh soal persiapan Partai Golkar Langkat  menyambut Pilgubsu dan Pilbup. Dia mengelak dengan menyebutkan persiapan ke arah sana masih jauh. Politisi yang biasanya komunikatif ini  mengatakan pihaknya masih konsentrasi menunggu surat jawaban KPUD soal usulan PAW mantan kader mereka. Politisi yang biasanya komunikatif ini juga tak bersedia menyebutkan siapa saja pengurus yang menghadiri rapat konsolidasi tersebut.

Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kab Langkat M Syahrul yang dihubungi via telepon mengakui konsolidasi itu membahas Pilgubsu, Pilbup dan PAW kader Golkar yang pindah parpol. (mag-4)

RE Kembalikan Formulir ke PDI-P

MEDAN- Mantan Sekadprovsu yang juga calon kuat yang bertarung di Pilgubsu 2013, DR Rustam Effendi Nainggolan secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran cagubsu ke PDI-P di kantor DPD I PDI-P Sumut, Jalan Hayam Wuruk No.5 Medan, Kamis (31/5). Mantan Bupati Tapanuli Utara yang akrab disapa RE itu mengatakan pengembalian formulir itu adalah bagian dari komitmennya untuk maju lewat ‘perahu’ parpol berlambang moncong putih tersebut. RE mengatakan dirinya sipa menjalani seluruh proses penjaring yang ditetapkan PDI-P sebagai syarat penetapan calon resmi yang digariskan parpol tersebut.

‘’Kapan saja saya siap karena sudah dipersiapkan jauh-jauh hari,’’ katanya. RE datang ke kantor PDI-P bersama sejumlah anggota timnya. Dari tujuh nama yang mengambil formulir pendaftaran cagubsu di PDI-P Sumut, tercatat RE Nainggolan dan Bintatar Hutabarat yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran.

Lima pendaftar lainnya yakni Gus Irawan Pasaribu, HT Erry Nuradi, Zuliari Batubara, Humala Karta Rajagukguk, dan Benny Pasaribu hingga Jumat (2/6) belum juga mengembalikan formulir. Wakil Ketua DPD I PDI Sumut, Eddy Rangkuti yang dikonfirmasi Sumut Pos menginformasikan kemungkinan Sabtu (2/6) atau hari ini sejumlah nama yang diperkirakan maju di Pilgubsu akan mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran. (ari)

Tolak Bersaing dengan AY Nasution, Cornel Simbolon Ngotot Cagubsu

Tepat pukul 14.00 WIB, Jumat (1/6), sebuah mobil Lexus warna cokelat BK 2 PQ, berhenti tepat di depan kantor DPD Partai Demokrat Sumut. Dengan langkah pasti seorang lelaki gagah yang belakangan diketahui sebagai mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen (Purn) Cornel Simbolon turun dari mobil berkelas tersebut.

MENGENAKAN kemeja putih-biru berlogo PD, Cornel yang didampingi sejumlah orang tersebut langsung menuju ke kantor itu, dan disambut salah seorang anggota tim sembilan PD Sumut, Borkat Hasibuan. Menunggu dan berbincang beberapa saat, Cornel Simbolon akhirnya menuju ke salah satu ruangan di lantai II kantor itu, untuk menyerahkan formulir pendaftaran cagubsu, yang diterima anggota tim sembilan PD Sumut, Meilizar Latief.

Seusai menyerahkan formulir, Cornel yang dimintai komentarnya terkait pencalonannya sebagai cagubsu, ketika ditanya apakah dirinya tidak merasa tersaingi jika benar nantinya ada juga mantan petinggi TNI dengan pangkat yang sama, yakni mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjend AY Nasution, juga turut menjadi cagubsu? Terkait hal itu, Cornel mengaku, pada prinsipnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baginya bukanlah suatu ajang persaingan. Tapi lebih menyamakan persepsi untuk membangun Sumut ke depan. “Tidak ada persaingan bagi saya. Ini untuk berbagi dengan masyarakat Sumut. Malah kalau ada yang lain, saya ajak lagi,” akunya.

Bagaimana dirinya melihat sosok Gatot Pujo Nugroho, selaku Incumbent? Menurut pria yang juga masuk dalam jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat tersebut, dalam persoalan kepemimpinan Sumut ke depan dibutuhkan orang-orang yang memiliki konsep pembangunan, untuk kesejahteraan masyarakat Sumut.

“Apakah dia (Gatot, Red) sudah menjalankan tugas yg baik?. Ini bukan persoalan persaingan, tersaingi atau tidak. Kita pahami dulu posisi Sumut seperti apa. Dulu Sumut bagian yang sangat penting bagi Indonesia. Banyak devisa yang diberikan oleh Sumut kepada Indonesia. Sumber Daya Alam (SDA), minyak, perkebunan, dan sebagainya. SDA punya peran penting bagi Indonesia di semua bidang. Sejak tahun 80-an Sumut jalan di tempat.
Tidak lagi bisa disebut sebagai barometer di Indonesia. Tahun 2004 lalu, Kualanamu katanya akan disiapkan tahun 2010. Namun itu tidak terealisasi. Jika infrastruktur bagus, maka semua bidang pembangunan bisa dibenahi,” ungkapnya.

Jika nantinya, dirinya yang terpilih menjadi Gubsu, apa yang akan dilakukannya kalau melihat banyak bawahannya yang terlibat kasus korupsi?
Menyangkut hal itu, Cornel berjanji, siapapun yang terjerat kasus korupsi, maka akan dibersihkannya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Begitu hal nya saat Cornel ditanya, jika nantinya dirinya yang terlibat korupsi, maka dia bersedia mundur dari jabatannya.

“Kalau saya korupsi, saya siap keluar dan siap diadili. Untuk pejabat lainnya, harus ditegakkan hukum seadil-adilnya,” janjinya. Cornel Simbolon tampak percaya diri alias PD dan terkesan ambisius maju menjadi orang nomor satu di Sumut. Dia terus terang menyatakan enggan dicalonkan menjadi calon wakil Gubernur Sumut (cawagubsu) kendati banyak koleganya sesama fungsionaris DPP PD yang sudah resmi mendaftarkan diri menjadi cagubsu.
“Saya tetap calon gubernur, saya tidak mau jadi cawagubsu,” tukasnya. Meilizar Latief, salah seorang anggota tim sembilan PD Sumut saat ditanya sikap Cornel Simbolon yang ogah dicalonkan menjadi cawagubsu, tidak bersedia mengomentari. Perempuan berjilbab yang juga anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut ini menjelaskan proses pendaftaran masih akan menjalani beberapa proses lain selanjutnya.

“Masih ada proses-proses selanjutnya, untuk pada akhirnya mengetahui siapa nantinya yang akan diusung. Secara resmi yang mendaftar dengan mengembalikan formulir pendaftaran sudah dua, Pak Sutan Bhatoegana dan Pak Cornel dari 10 orang yang mengambil formulir pendaftaran ke Demokrat,” katanya. Sayangnya Meilizar bersikukuh tak mau menyebut siapa saja 10 nama yang sudah mengambil formulir pendaftaran ke partai berlambang mercy tersebut. (ari)

Andi Telat Datang, Kader KNPI Sumut Nyaris Adu Jotos

Ruhut Kembali Singgung Menpora Mundur

Medan- Terkait dengan kasus korupsi yang menimpa seluruh fungsionaris Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meminta agar kader partai jangan membawa-bawa nama partai. “Cukup dirinya sendiri saja dan jangan pernah membawa-bawa nama partai karena ini bisa membuat nama partai menjadi jelek,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul saat di VIP Bandara Polonia Medan, Jumat (1/6) sore.

Pernyataannya Ruhut itu menyinggung Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng yang diduga kuat terlibat kasus korupsi proyek wisma atlet dan pusat olahraga Hambalang.  Terkait dengan pernyataan Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul yang meminta Menpora RI, Andi Mallarangeng untuk segera mundur, ditanggapi dingin oleh Andi Mallarangeng.

“Jabatan saya sebagai Menteri yang mengangkat adalah Presiden dan yang berhak memberhentikan saya adalah Presiden. Tak mungkin saya mundur dari jabatan saya,” kata Menpora RI, Andi Mallarangeng saat di VIP Room Bandara Polonia Medan, Jumat (1/6) malam 19.30 WIB. Dirinya akan tetap menjabat menteri dan tak akan mundur dari jabatan.

“Tak ada niat saya untuk mundur,” sebutnya. Disinggung mengenai adanya Adiyaksa Daud yang menyebut namanya juga terlibat, Andi Mallarangeng menuturkan, dirinya tak tahu mengenai itu. “Saya tak tahu mengenai hal itu,” bebernya. Saat disinggung mengenai hubungannya dengan sesama kader Partai Demokrat seperti Ruhut Sitompul, dirinya hanya diam saja dan tersenyum.

“Sudahlah itu,” pungkasnya sambil berlalu masuk ke dalam mobil. Ditengah-tengah menyambut kedatangan Menpora RI Andi Mallarangeng, sesama pengururs KNPI Sumut terlibat adu mulut di VIP Room Bandara Polonia Medan, antara Said Aldi Al Idrus dengan pengurus KNPI yang lainnya.
“Macam sudah hebat kali kau kawan, sabar kau jangan buat ribut kau dan sopanlah mulut mu,” kata Said Aldi Al Idrus kepada pengurus KNPI lawannya berdebat mulut. Perdebatan terjadi dimana salah satu pengurus KNPI merasa tak perlu kedatangan Menpora RI, Andi M, karena sudah telat dari jadwal acara selama 30 menit. (jon)

Malaysia tak Akui Sertifikat Halal MUI

JAKARTA-Sertifikasi halal yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ternyata masih diragukan oleh negara lain. Di Malaysia misalnya, barang konsumsi yang sudah mendapat sertifikat halal dari MUI ternyata tetap harus menjalani uji ulang.

“Harus kita akui, sistem sertifikasi kita di Indonesia ternyata masih diragukan oleh negara lain, khususnya Malaysia. Sehingga, mereka menolak hasil atau penerbitan sertifikasi halal dari Indonesia,” ungkap Dirjen Bimbingan Agama Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama, Abdul Djamil di Gedung Kemenag, Jakarta, Jumat (1/6).

Maka itu, lanjut Abdul, pihak Kemenag telah merencanakan pertemuan dengan pemerintah Malaysia untuk membahas tentang sertifikasi halal tersebut. Pasalnya, keraguan pihak Malaysia itu dikhawatirkan akan berdampak buruk pada eksportir asal Indonesia.

“Kita sudah menyampaikan masalah ini kepada pemerintah Malaysia. Mereka bersedia untuk berdialog mengenai masalah ini. Diharapkan kedua negara dapat menemukan solusinya,” ujar Abdul.

Lebih lanjut Abdul menambahkan, sesungguhnya tidak ada perbedaan tentang penggunaan label halal pada produk Indonesia. Secara prinsip, terang Abdul, mekanisme sertifikasi halal ini juga berlaku secara internasional. Hanya saja, memang ada hal teknis yang mungkin masih tidak sesuai dengan negara Malaysia.

“Itu masalah biasa, karena Malaysia tentunya juga memiliki aturan tersendiri. Sehingga, harus melakukan pengujian ulang terhadap produk-produk halal dari negara lain termasuk Indonesia. Indonesia juga seperti demikian, kalau ada produk Malaysia, pasti akan melakukan pengujian ulang,” paparnya. (cha/jpnn)

Said Aqil Siroj Politik Itu Artinya Bohong

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, mengatakan bahwa Pancasila merupakan penemuan paling penting dan paling mendasar bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar landasan negara, tapi juga falsafah hidup warga negara.

Hal tersebut diungkapkan Said saat mengisi acara peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di komplek DPR, MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (01/06).
Dalam kesempatan tersebut, Said sempat menerangkan makna dari politik dalam bahasa arab. “Lafal politik itu kan fa’, la’, ta, ka’. Kalau dibaca ‘fawallaituka’. Itu kalau orang Arab artinya ‘saya bohongi kamu’,” kata Said dalam pidatonya.

Dia juga menambahkan bahwa selama ini dirinya seringkali melakukan sosialisasi terhadap makna Pancasila di negara-negara Timur Tengah.
“Negara-negara Timur Tengah sering konflik, jadi saya ajari Pancasila,” ujarnya yang diiringi gemuruh tepuk tangan dari para tamu.

Selain itu, Said juga mengingatkan agar organisasi kemasyarakatan yang mengatasnamakan agama tertentu dan sering melakukan tindak anarkis harus dilarang. Karena, kata dia, hal ini bertentangan dengan Pancasila sebagai falsafah hidup bernegara.

“Siapa saja, organisasi apa saja, yang terang-terangan melawan Pancasila harus ditetapkan sebagai organisasi kriminal. Tidak boleh ada kekerasan atas nama agama,” tandasnya. (net)

Desember, Jalur KA Kualanamu Diuji Coba

MEDAN- Jalur Kereta Api (KA) Bandara Kualanamu, Deliserdang diperoyeksikan selesai dan beroperasi pada akhir tahun ini.

“Kami melaporkan progress atau kemajuan pembangunan jalur kereta api akses jalan ke Bandara Kualanamu, Insya Allah Desember ini jalur sudah siap untuk beroperasi,” ungkap Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero, Ignasius Jonan ketika beraudiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho, di rumah dinas Gubsu, Jumat (1/6).

Itu berarti, sambung Jonan, pengoperasian jalur angkutan kereta api menuju Bandar Udara (Bandara) Internasional Kualanamu, yang terletak di Deliserdang itu sudah rampung, sebelum beroperasinya bandara pengganti Bandara Polonia tersebut pada Maret 2013 mendatang.

Upaya pembangunan dan perampungan jalur kereta api tersebut, lanjut Jonan, tidak bisa dipungkiri memiliki kendala yang menyebabkan pengerjaannya menjadi tersendat-sendat.

Beberapa persoalan yang menyebabkan itu antara lain, banyaknya bangunan-bangunan liar yang sangat dekat baik di sisi kanan maupun kiri, sepanjang jalur kereta api dari titik Medan. Kondisi ini, bukan mustahil membahayakan masyarakat yang menempatinya.

Sejurus dengan itu, juga sangat riskan bagi kenyamanan operasional kereta api. Terlebih jalur tersebut merupakan jalur menuju bandara internasional, yang notabene nantinya akan sering dilalui para penumpang kereta api, khususnya yang datang dari luar negeri. Kondisi seperti itu, bisa menjadi citra buruk bagi Sumut.

Untuk keberlangsungan operasional perkeretaapian, menurut Jonan, akan berdampak positif bagi Sumut. Dan itu disebabkan dengan keberadaan Bandara Kualanamu tersebut.

“Bandara Kualanamu ini airport pertama di Indonesia, yang mempunya jalur kereta api dengan city check in. Bandara Soekarno-Hatta tidak punya. Ini Pekerjaan Rumah (PR) bagi kita semua,” imbuh Jonan. (ari)

Apple 1 Dilelang Rp1,6 Miliar

Kejayaan Apple saat ini bermula dari komputer sederhana yang dirakit secara manual oleh dua pendiri perusahaan tersebut, Steve Jobs dan Steve Wozniak.
Komputer yang kemudian dikenal dengan nama Apple 1 inilah yang akan dilego oleh balai lelang Sotheby’s, 15 Juni nanti.

Dari total 200 buah komputer Apple 1 yang pernah dibuat, hanya 6 unit yang masih bisa berfungsi. Salah satunya, komputer yang masuk lelang.
Apple 1 pada awalnya dibuat atas pesanan sebuah toko bernama ‘Byte Shop’ dan menjadi produk komersil pertama dari Apple. Di buat tahun 1976, Apple 1 memiliki spesifikasi teknis yang jauh berbeda dari komputer masa kini. Apple 1 hanya berupa papan PCB yang ditanami komponen-komponen, termasuk prosesor MOS 6502 berkecepatan 1 MHz dan RAM sebesar 4 kilobyte.

Apple 1 adalah komputer pribadi pertama yang memungkinkan penggunanya memakai keyboard untuk mengetik huruf-huruf di layar, tetapi dijual tanpa keyboard ataupun casing. Beberapa pengguna kemudian menambah keyboard dan casing sendiri.

Menurut perkiraan, harga komputer pertama Apple ini bisa mencapai hingga 180 ribu dollar AS atau sekitar Rp1,6 miliar.(net/jpnn)

Esia Tingkatkan Kualitas Data Broadband

MEDAN- Mengacu pada keadaan pasar yang saat ini membutuhkan layanan data dibandingkan suara, dianggap sebagai sebuah bisnis yang cukup menjanjikan bagi produsen. Berbagai tawaran menarik pun disediakan, seperti paket dengan harga terjangkau dan kecepatan yang stabil.

Seperti yang dilakukan oleh Esia, brand yang mengeluarkan produk CDMA ini menawarkan Mac-d bagi pelangganya yang memiliki berbagai kelebihan. Seperti tidak pilih kasih. Apapun paket internet yang dipilih, dimulai dengan tarif paket seharga Rp10.000 semua pelanggan dapat menikmati layanan data akses internet super cepat yang maksimal dengan kecepatan yang sama hingga 3.1 Mbs. Juga memanjakan pelanggan dengan memberikan kuota yang paling besar di setiap paket yang ditawarkan sehingga memungkinkan pelanggan dapat internetan dengan cepat tanpa harus takut kehabisan quota dengan kuota maksimum hingga 35 GB.

VP Indirect Channel Management, PT Bakrie Telecom Tbk, Herrie Widjaja dalam lauching Mac-d mengatakan total jumlah pelanggan layanan data Esia terus bertambah, layanan data broadband saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi para pelanggan, karena itu Esia melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja pada unit layanan pelanggan.

Apalagi saat ini Esia memiliki pandangan bahwa semua orang berhak atas layanan broadband dengan kualitas yang terbaik dan harga yang terjangkau. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Esia yaitu untuk memberikan layanan yang terbaik dan terjangkau bagi masyarakat pengguna jasa internet di Indonesia.

Sementara itu, General Manajer Regional Sumatera PT Bakrie Telecom Tbk, Candra mengatakan, pada saat peluncuran inovasi terbaru dari Esia ini, PT Bakrie Telecom Tbk mengerahkan seluruh karyawan nya untuk turun ke pasar, selain untuk membantu team terdepan dari perusahaan yaitu para sales person, para karyawan tersebut juga ditugaskan untuk mendistribusikan produk dan menghias toko. Belum pernah sebelumnya sebuah perusahaan menjalankan program seperti ini, dimana seluruh produk dapat terdistribusi di sejumlah 3000 outlet dalam 5 jam yang dilakukan sendiri oleh para karyawannya.

Program karyawan goes to the market ini adalah pertama kali dikalukan oleh Esia yang dilaksanakan secara serentak di 22 kota di Indonesia, dimana layanan ini dapat di akses oleh para pelanggan di kota yang dituju.
“Kami berharap dengan diselenggarakannya program karyawan ini, akan dapat membangun sense of belonging dari seluruh karyawan kami, agar juga tercipta kerjasama yang baik antara yang bekerja di kantor pusat, dengan rekan rekan nya di lapangan, kami ingin semuanya menjadi satu dan memiliki spirit yang sama yaitu spirit memenangkan semua pertempuran yang terjadi di lapangan,” tutup Candra. (ram)

Pemberantasan Korupsi hanya Angan-angan

Oleh: Benni Sinaga

Meskipun sudah banyak kasus korupsi yang ditangani, bangsa Indonesia dinilai masih lamban dalam memberantas korupsi. Bukti nyata adalah para koruptor masih berkeliaran. Bukti lain yang lebih menyedihkan adalah ketika suasana penegakan hukum bagi pelaku korupsi kuat didengungkan, pemerintah malah memberikan grasi dan amnesti bagi para tahanan koruptor. Keanehan ini mengindikasikan pemberantasan korupsi hanya sebuah wacana dan bayang -bayang yang tak kunjung berujung.

Di sisi lain. Banyaknya kasus korupsi yang dilaporkan ke penegak hukum, bertumpuk di meja KPK-RI justru menjadi ajang korupsi baru oknum tertentu yang tak bertanggungjawab banyak kasus yang hanya tinggal kasus tanpa kepastian penyelesaian. Hal ini kerap terjadi karena para koruptor punya akses politik kuat untuk menjadikan masalah berlarut-larut. Hal ini jelas menjawab akomodasi mereka yang punya “kuasa” dapat bertidak leluasa.

Wacana atau Pelajaran

Sudah benar-benar terbukti korup, dan dijerat hukuman yang terkesan ringan, namun pemerintah masih saja memberi potongan masa hukuman bagi koruptor. Berita itu, kini menyita banyak energi dan perhatian publik. Perhelatan ini semakin memanas tatkala wacana memiskinkan koruptor dan menghukum mati koruptor beberapa bulan lalu menjadi perdebatan, tapi kini, ditengah situasi kencangnya niat masyarakat mendukung pemberantasan korupsi pemerintah malah memberikan grasi kepada para koruptor. Kita masih ingat, kasus tahun 2006 lalu, ketika Supanji Hendarman, selaku jaksa  mendapat sorotan tajam dari publik, saat itu perspektif pemecahan kasus korupsi diwarnai dengan skandal yang mengatasnamakan pemberantasan korupsi tetapi dilakukan oleh “anak buah sendiri”. Akankah kita putar ulang roda sejarah yang lalu, yang jelas-jelas korupsi menyengsarakan rakyat?
Carut- marut ketidakjelasan pemerintah sebenarnya sudah tampak jelas sejak awal ketika sibuk menyelenggarakan seleksi KPK-RI tapi abai terhadap eksistensi Komisi Yudisial (KY). Di sisi lain, kepercayaan periode kedua Presiden SBY tetap dengan semboyan melanjutkan pemberantasan korupsi, tapi nyatnya malah memberi korting hukuman kepada koruptor. Pemerintah terkesan setengah hati menegakkan hukum terhadap koruptor. Kenyataan ini semakin memprihatinkan.

Sampai kapan pun tanpa kesungguhan pemerintah memberantas korupsi, selama itu pula republik ini tidak akan pernah mampu keluar dari gerbang keterpurukan bangsa. Korupsi adalah aib bagi bangsa. Sekalipun KPK tangguh dan gigih berjuang, mencucurkan keringat terbaiknya dalam pemberantasan korupsi, namun ketidaktegasan pemerintah akan berujung pada kegagalan. Harus diakui, pemerintah gagal meracik tim yang solid dalam menegakkan hukum dan hal ini menjadikan lembaga-lembaga penegak hukum maupun institusi pemerintah kebobolan gawang sendiri.

Ancaman utama penuntasan kasus korupsi ini sebenarnya berada pada intern penegak hukum.Bila lembaga penegak hukumpun sampai terjerat hukum, bagaimana mengharapkan pihak lain meneladaninya? Ditambah lagi, banyaknya tersangka pelaku korupsi. Pasalnya,  tersangka pelaku korupsi umumnya “pejabat yang kebal hukum” dan lamanya proses Audit terhadap penyelewangan uang rakyat hingga skenario skandal korupsi bertajuk pejabat.ini berlarut-larut dan habis ditelan waktu.

Tak jarang kesempatan ‘emas’ seperti ini menjadi peluang meski dalam kesempitan (favourable time or chance to do something wrong) bagi para komplotan koruptor untuk memusingkan kaum penegak hukum dan pemerintah dengan maksud mengalihkan perhatian publik dan penegak hukum dari masalah utama ke masalah korupsi lain yang juga cukup ruwet.

Korupsi sebagai sebuah permainan politik yang kotor akhirnya dapat ditutup bungkus sedemikian apik oleh segelintir aktor pemerintahan yang korup. Hal ini diperparah ketika lembaga-lembaga penegak hukum tidak mampu tegak berdiri menegakkan hukum, mereka malah loyo, kurang bergerak. Terkadang, kita begitu mudah menganggap semua ini cukup hanya sebagai sebuah pelajaran, bukan memandangnya sebagai sebuah permainan wayang diperankan langsung oleh dalangnya, yang perlu dicermati secara serius.

Kita seperti terhipnotis, tersugesti agar merasa asyik meski hanya menonton bayang-bayang yang sedang digerakkan, tanpa perlu mengetahui bahwa ada dalang dan wayang yang sedang bermain mengolok-olok kita, mencuri harta, menodai martabat serta merenggut kesejahteraan yang seharusnya dipersembahkan bagi rakyat, sehingga seiring waktu kubangan-kubangan korupsi semakin membesar dan bergerak sporadis hingga menjerat generasi muda. Jumlah kemiskinanpun bertambah besar dan kian parah.

Apa  Solusinya?

Sebagai bangsa yang sudah lama berkecimpung dalam penuntasan kasus korupsi yakni dibuktikan dengan undang-undangnya dan banyaknya komisi komisi pemberantasan korupsi secara liar, otomatis rakyat menyimpan banyak keprihatinan terhadap kondisi moral di tanah air. Perangkap kemiskinan ada didepan mata. Ini adalah sebuah zaman yang penuh kepalsuan. Problematika BLBI adalah sebuah blooding yang “tak bisa padam”. Bayangkan saja tanggungan bunga utang yang harus diangsur sampai tahun 2030. Itu baru bunganya saja. Dan bila kasus BLBI tidak tuntas maka bangsa ini akan tetap menangis, kini ditambah kasus skandal bailout Century.

Kasus skandal bailout Century jangan dipandang sebelah mata, sebab menyangkut kesejahteraan rakyat, kepribadian dan moral bangsa. Meskipun kasus ini tampaknya menyimpan segudang rahasia dan sengaja dikaburkan, namun tak ada teka-teki yang tidak dapat dijawab. Petunjuknya sudah ada! Permainan yang mantap, pemain yang handal, dan strategi yang cukup tangguh sekalipun pasti dapat dipatahkan seandainya semua lini pemerintahan ditingkatkan.

Bahkan partai politik pun menjadi tidak bisa membendung apa yang dinamakan korupsi tetapi semakin membuat menjamurnya korupsi atau dengan kata lain tempat sarangnya korupsi, terlihat pada saat pembuatan hak angket untuk menyelesaikan masalah mafia pajak, hak angket di tolak disini kalau menurut saya ada pemiliharaan atau dramatis penundaan penuntasan kasus-kasus mafia pajak.

Pertanyaannya adalah sampai kapan pemerintah membiarkan korupsi di negeri ini. Nampak jelas dengan di tolaknya hak angket penuntasan mafia pajak, rasa-rasanya pemerintah ‘cuci tangan” dalam penuntasan korupsi di negeri ini.Jadi jelasnya penyelesaian kasus ini sepenuhnya ada ditangan pemerintah, pertanyaanya: “Sudikah pemerintah ?”

Melihat penuntasan korupsi yang lambat di negeri membuat publik bosan dan jenuh, dengan permainan para penguasa-penguasa yang memiliki andil. Saya yakin Tuhan tidak  tidur melihat masalah korupsi di negeri ini, saya yakin suatu saat semuanya akan terungkap dan terbongkar. Saya pikir doa orang percaya tak kan begitu saja, semua akan terungkap indah pada waktunya.

Penulis adalah dosen STIE IBMI Medan, Aktif di Campus- Concern Medan