Home Blog Page 13433

Carrefour Konsen Bina UMKM

MEDAN- Carrefour Indonesia menegaskan komitmennya membantu memasarkan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Setiap gerai Carrefour di seluruh Indonesia punya program Pojok Rakyat, sebagai sarana memasarkan produk-produk  UMKM tadi.

Hal itu dijelaskan Hendrik Adrianto, Head of External Communications and Corporate Social Resposibility Carrefour Indonesia saat berkunjung ke redaksi Harian Sumut Pos, Jumat (1/6) kemarin.

“Membantu UMKM adalah komitmen kita dari awal. Pojok Rakyat akan menjual produk UMKM di Indonesia. Produknya beragam dan kita permudah agar penjualan produk mereka tertata,” kata Hendrik.

Komitmen itu dijelaskan Hendrik sebagai upaya Chairul Tanjung, pemilik 40 persen saham Carrefour di Indonesia untuk memajukan perekonomian. Kebetulan Chairul Tanjung merupakan mitra pemerintah dari kalangan non goverment yang dimintai presiden untuk turut memajukan perekonomian negeri. “Ini salah satu cara kita meningkatkan pertumbuhan produk UMKM. Sebenarnya produk kita tak kalah bagus dengan produk impor,” tambahnya.
Hendrik yang diterima Wakil Pemimpin Umum Sumut Pos, Goldian Purba dan sejumlah awak redaksi juga menjelaskan, pembinaan UMKM masih akan terus ditingkatkan. Di daerah, khususnya Kota Medan dan sekitarnya, mulai 2013, akan ada 100 pelaku UMKM yang siap dibina dan diorbitkan produknya. “Rinciannya, 30 UMKM yang kita bina langsung dan 70 lagi dari binaan pemerintah daerah. Semua akan kita bina melalui Universitas Sumatera Utara (USU) yang sebelumnya sudah kita agendakan,” tambah Hendrik.

Lalu bagaimana caranya jadi mitra binaan Carrefour yang bisa menjual produknya di  Pojok Rakyat? Tentu saja ada kriteria tertentu. Dijelaskan Hendrik, pertama yang akan dilihat adalah kualitas produk. Hanya produk terbaik yang bisa dipasarkan di Pojok Rakyat. Lalu kuantitas. Selanjutnya siap secara administratif. “Pemahaman akan pasar moderen juga menjadi perhatian kita. Itu akan ada sosialiasi dengan mengundang suplier dari kalangan UMKM tadi setiap tiga bulan sekali,” lanjut Hendrik.

Apa untungnya jadi mitra binaan Carrefour? Selain memudahkan dalam pemasaran, keuntungan menjadi suplier juga beragam. Dikatakan Hendrik, ada beberapa hal yang nantinya bakal menguntungkan pelaku UMKM. Misalnya soal perkenalan produk. “Soal brending, kita siap bantu. Biasanya kami akan label produk agar mampu bersaing dengan produk nasional dengan brand milik kita yakni Carrefour itu sendiri. Misalnya gula merek Carrefour dan lainnya,” terang Hendrik.

“Ada juga istilah list fee di moderen market. Dan bagi pelaku UMKM kami gratiskan biaya itu. Pembayaran juga lebih cepat. Hanya dalam tempo 14 hari kami sudah lakukan pembayaran produk yang terjual,” pungkasnya. (ful)

Pasokan Air PDAM Tidak Mengalir di Siang hari

MEDAN-Kepada yang terhormat bapak Direktur PDAM Tirtanadi, Saya warga Jalan Sampul Kelurahan Sei Putih Barat Satu, Kecamatan Medan Petisah yang menjadi pelanggan PDAM.Saya ingin menyampaikan keluhan pada bapak direktur PDAM, bahwa sudah beberapa bulan ini kami mengalami krisi air bersih dari PDAM.

Pasalnya, air PDAM yang menjadi kebutuhan kami sehari-hari ini untuk berbagai keperluan, tidak dapat kami nikmati pada siang hari.Pasokan air pada saluran kran rumah tangga kami berhenti total pada siang.Akibatnya aktifitas kami sehari-hari menjadi terganggu.

Bahkan yang lebih parah lagi, kalau air tersebut pada pagi hari pukul 2.00-3.00 WIB, itu hanya dua jam saja air tersebut mengalir.Bukan itu saja air yang disalurkan dari PDAM juga bermasalah alias tidak bersih.Kami sebagai pelanggan, hak kami merasa diabaikan oleh PDAM Tirtanadi.Sementara itu kewajibkan kami sebagai konsumen tetap kami penuhi per bulannya.Dan apabila kami menunggak membayar rekening air, saluran air kami diputus.
Kami juga tidak tahu bagaimana petugas pencatat meteran melakukan pencatatan sementara air disiang hari tidak pernah hidup alias mati total.Peristiwa inilah yang kami alami selama berbulan-bulan sebagai masyarakat di Kelurahan Sei Putih Barat I Kecamataan Medan Petisah, apalagi saya sebagai pedagang warung kopi sudah pasti sangat tertanggu kali dengan matinya penyaluran air PDAM Tirtanadi.

Jangan untuk berdagang untuk mandi saja kami terkadang harus menumpang dirumah warga lain yang menggunaka sumur.Untuk itu kami memohon perhatian pada bapak direktur PDAM untuk segera memperhatikan penderitaan kami sebagai pelanggan bapak yang sehari-harinya tidak bisa menikmati air leding pada siang hari.

Kalau keluhan ini tidak juga bapak perhatikan, maka kami warga Jalan Sampul Kelurahan Sei Putih Barat I Kecamatan Medan Petisah, akan melakukan aksi turun kejalan dengan mendatangi kantor bapak, dengana membawa seluruh peralatan rumah tangga dan pakaian kotor, untuk mencuci di kantor bapak.Karena penderitaan kami sebagai pelanggan merasa terabaikan oleh PDAM Tirtanadi.

Saya juga meminta pada PDAM Tirtanadi untuk melakukan razia karena banyaknya saluran air yang dilaur jalur resmi.Sehingga ini mungkin menjadi salah satu penyebab tidak masuknya pasokan air bersih ketempat kami.Apalagi disekitar tempat tinggal kami sudah banyak berdirinya komplek ataupun perumahan berupa rumah toko.Mereka kebanyakan memakai mesin penghisap air.Atas keluhan yang kami sampaikan dan kami berharap menjadi perhatian buat bapak, kami mengucap terima kasih.

Leli Susanti
Pelanggan PDAM

Terserang Virus HIV, Empat Tahanan Narkoba Dibantarkan

MEDAN-Empat tersangka narkoba yang menjadi penghuni rumah tahanan (Rutan) Polresta Medan diduga terindikasi terjangkit virus yang mematikan yakni HIV. Agar tidak menyebarkan pada sesama penghuni rutan, Polresta Medan membantarkan keempatnya ke RSU Bayangkara Medan di Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

Keempat penghuni Rutan Polresta yang dibantarkan tersebut berinisial CH,WPL, alias A, DAA, dan satu oknum anggota kepolisian AKP LS.CH sendiri dibandarkan pada Jumat (1/6) sedangkan ketiga tahanan lainnya masing-masing WPL alias A, DAA dan AKP LS dibantarkan secara bersamaan pada (5/5) lalu.

Wakil kepala (Wakasat) Reserse Narkoba Polresta Medan AKP Backhtiar Manurung pada wartawan Jumat (1/6) di Jalan HM Said Medan, membenarkan perihal pembantaran keempat penghuni Rutan Polresta Medan ke Rumah Sakit Bhayangkara, karena terindikasi terserang virus HIV.

“ Iya ada empat tahanan kita terjangkit HIV, semuanya sudah dibantarkan ke rumah sakit Polri di Medan.”ucapnya singkat.Lebih lanjut dijelaskan Baktiar, pembantaran tersebut berdasarkan pengecekan kesehatan terhadap para penghuni rutan yang dilakukan mereka secara rutin.
“ Terakhir tadi pagi kita lakukan pengecekan kesehatan terhadap tahanan kita termasuk CS,” sambungya.

Ia juga menyatakan bahwa AKP LS turut dibantarkan karena diduga terindikasi terjangkit virus yang sama.

” Iya juga terindikasi, masih terus dilakukan pengecekkan di rumah sakit akibat penyakitnya itu,“ tegas Bachtiar.
Wakasat Narkoba juga ini juga menegaskan bahwa keempat tahanan yang dibantarkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan terjerat dalam kasus narkoba. Pembantaran tersebut dilakukan agar keempat tahanan ini agar mendapatkan perawatan secara intensif dari tim medis.
‘’ Bukan itu saja pihak kita juga akan melakukan pemisahan ruangan sel penjara terhadap tahanan yang terjangkik HIV dan terus melakukan pengecekkan terhadap tahanan kita, kalau terjangkit pasti kita bantarkan dan akan kita pisah dengan tahanan lain, ucapnya menutup pembicaraan,” katanya. (gus)

Stan Makanan Terbakar, Pengunjung BSM Berhamburan

BINJAI- Asap tebal berwarna hitam tiba-tiba menyesakkan nafas pengunjung dan pekerja di pusat perbelanjaan Binjai Super Mall (BSM) Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Jumat (1/6) sekira pukul 10.45 WIB.

Pengunjung dan pekerja pun panik dan berhamburan keluar gedung, setelah seorang pekerja dari stan Food Cord (makanan,red) dan Hypermart berteriak kebakaran. Sejumlah petugas keamanan mall tersebut, sontak memerintahkan seluruh pekerja dan pengunjung keluar ruangan.

Situasai pun kian panic karena asap tebal terus menyelimuti seluruh ruangan mall berlantai tiga tersebut. Suasana makin mencekam ketika tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba dilokasi. Setelah hampir satu jam, api yang diduga berasal dari cerobong asap di lantai dasar berhasil dipadamkan. Walau tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun sebagian pengunjung dan karyawan mengaku mengalami pusing akibat menghirup asap hitam itu.

Informasi yang dihimpun, diketahuinya api saat seorang pekerja di food cord sedang memasak makanan. Namun, tiba-tiba api keluar dari pembuangan asap (Exsos-red). Selain api yang menjalar, suara dentuman juga sempat terdengar di dalam eksospen tersebut.

“ Kami tahu, api berasal dari salah satu stan food cord, mereka masak dan api membesar kemudian api langsung menjalar ke cerobong pembuangan asap. Selain itu, terdengar juga dentuman sekali di pembuangan asap itu,” kata salah seorang pekerja yang mengaku bernama Arfan.

Melihat api yang menjilati cerobong asap serta suara ledakan, membuat seluruh pengunjung dan pekerja yang sedang berada di lokasi tersebut berhamburan keluar mall berlantai 3 itu. Selain itu, asap tebal berwana hitam pekat membuat seluruh pengunjung dan pekerja susah untuk bernafas.
Mereka pun berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri masing-masing, sehinga mengakibatkan keriuhan di lokasi. Petugas keamanan juga berusaha mengevakuasi seluruh pengunjung plaza agar tidak ada yang terluka. Selanjutnya, mereka menelpon pemadam kebakaran.
“Asap tebal yang memenuhi mall membuat kepala kami pusing. Kami pun takut menjadi korban kebakaran itu. Soalnnya sudah dua kali suara ledakan tersebut terdengar,” ujar Ita, salah seorang pengunjung. (ndi)

Lontong Sayur Picu Inflasi Sumut 0,05 Persen

MEDAN- Sejak April lalu faktor yang mendukung inflasi di Sumut merupakan faktor sekunder. Dimana April yang lalu, Cukur Rambut menjadi penyumbang inflasi Sumut, dan Mei 2012, giliran kenaikan harga ketupat atau lontong sayur yang menyumbang inflasi Sumut sebesar 0,05 persen.
Walaupun begitu, inflasi ini tetap rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapau 0,07 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat komoditas ketupat/lontong sayur ini mengalami peningkatan sebesar 9,46 persen dibandingkan bulan lalu, dan menjadi pendorong utama inflasi di Medan, dan sekaligus Sumatera Utara

“Ketupat/lontong sayur pada Mei ini menjadi pendorong utama inflasi di Medan. Karena peran Medan terhadap tingkat inflasi di sumut lebih dari 80 persen, maka otomatis menjadi pemicu inflasi di Sumut. Munculnya komoditas ini akibat kenaikan yang cukup tinggi, di tengah harga komoditas pokok yang relatif stabil Mei lalu,” terang Kepala BPS Sumut Suharno (1/6)

Inflasi di Sumut sendiri tercatat sebesar 0,05 persen pada Mei 2012. Pergerakan ini relatif lebih rendah dibanding rata-rata inflasi nasional yang mencapai 0,07 persen. “Inflasi kita bulan ini tetap lebih rendah dari inflasi nasional. Termasuk inflasi kumulatif Januari – Mei. Sumut 0,91 persen sementara nasional 1,15 persen. Namun untuk laju inflasi tahunan, kita sedikit lebih tinggi, kalau nasional 4,45 persen, kita 5,29 persen,” ungkapnya.
Disamping harga ketupat/lontong sayur, komoditas lainnya penyumbang inflasi di Sumut yaitu tarif angkutan udara sebesar 6,16 persen, jeruk 10,45 persen, sewa rumah 0,57 persen, gula pasir 1,77 persen, cabe merah 3,46 persen dan sawi hijau 9,32  persen. “Tarif angkutan udara lagi-lagi mendorong inflasi di Sumut, meski bukan komoditas yang memberikan peran terbesar Mei lalu, tapi frekuensinya yang selalu muncul membuat perannya terhadap inflasi kumulatif termasuk besar,” jelasnya.

Di Sumut, dari 4 kota dengan indeks harga konsumen, 2 diantaranya mengalami inflasi, yaitu Medan dan Sibolga masing-masing 0,11 persen  dan 0,22 persen. Sementara dua lainnya yaitu Sibolga dan Pematang Siantar mengalami deflasi, masing-masing 0,49 persen dan 0,04 persen.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak menyatakan ketidaksetujuannya dengan data yang dikeluarkan BPS SU.
Menurutnya, BPS SU sangat lemah dengan angka-angka untuk dijadikan sebuah alat ukur, seperti inflasi.

“Kalau mau berhitung beneran, berapa besar masyarakat Kota Medan mengkonsumsi lontong secara terus menerus. Kalau konsumsi lontong naik maka logis industri lontong juga naik. Tapi, apa iya kenaikan di sektor ini menjadi pemicu utama inflasi di Kota Medan dan Sumut sementara komoditas pokok lainnya adalah stabil,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga-harga lontong selain peningkatan konsumen, juga sangat signifikan dipicu oleh komoditas pokok lain seperti beras, sayur, dan lain-lain. Sama seperti bulan lalu, penyumbang terbesar inflasi adalah jasa cukur rambut.

“Ini agak aneh juga, emangnya dari dulu-dulu, masyarakat Kota Medan, tak pernah cukur rambut, atau masyarakat Kota Medan, melakukan cukuran secara serentak? Inikan udah pola yang rutin,” tambahnya. (ram)

Golkar Sumut Kenalkan Pengurus Baru

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara melakukan konsolidasi ke DPD Tingkat II Partai Golkar Kabupaten Pakpak Bharat, Jumat (1/6). Konsolidasi itu dilaksanakan sesuai peraturan dari DPP Partai Golkar dengan Nomor: JUKLAK-14/DPP/GOLKAR/XII/2011 tentang Revitalisasi Organisasi Partai Golkar se-Indonesia.

Ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah Delapan (Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat), Richard Edy Lingga didamping Sekretaris Joy Sinuhaji, kepada Sumut Pos, Jumat (1/6) di Salak, mengatakan konsolidasi yang dimaksud bertujuan untuk memperkenalkan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara hasil revitalisasi dan evaluasi juga verifikasi organisasi ke DPD Partai Golkar Kabupaten Pakpak Bharat.

Pada kesempatan itu, Richard Edy M Lingga, mengajak seluruh kader Partai Golkar yang berada di Kabupaten Pakpak Bharat untuk melaksankan pendidikan dan pelatihan kader penggerak teritorial desa (Diklat Karakterdes) pada tiap daerah yang ada di kabupaten tersebut.

“Konsolidasi seperti ini telah dilaksanakan di DPP dan DPD Provinsi Sumut. Untuk tiga kabupaten yang berada di Provinsi Sumut yakni, Tanah Karo, Dairi dan Pakpak Bharat konsolidasi tersebut digelar agar nantinya pengurus tingkat kabupaten melaksanakan hal yang serupa pada tingkat kecamatan yang ada di daerah masing-masing,” tandas Richard.(mag-14)

Jalan Amblas, Empat Kecamatan Terancam Terisolir

LUBUK PAKAM-Tingginya curah hujan dalam sepekan ini, menyebabkan ruas jalan penghubung Deliserdang, Serdangbedagai dan Simalunggu, tepatnya di Desa Bangun Purban, Kecamatan Bangun Purba mengalami longsor perbukaan badan jalan amblas dan menimbulkan lobang besar.

Peristiwa longsornya tanah bangian bawah jalan,Rabu (29/5) lalu terjadi.Kondisi badan jalan mengalami amblas kebawah, kini menyisakan separo badan jalan yang dipakai warga untuk melintas. Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, warga setempat membuat tanda adanya kerusakan jalan dengan meletakan dua unit ban bekas besar dimasing masing ujung lobang besar itu.

Kepala Desa Bangun Purba, Ratinda Tarigan ketika dikonfirmasi,Jumat(1/6), pihaknya telah melaporkan peristiwa longsornya ruas jalan berada di depan SMA Negeri 1 Bangun Purba itu, kepada pihak kecamatan.” Kami telah laporkan kepada camat peristiwa itu dengan tujuan agar kecamatan membuat laporan ke Pemprovsu. Soalnya kekuatan kepala desanya hanya sebatas melaporkan saja,”ucapnya.

Selain memberi tanda adanya jalan rusak dan membuat laporan kepihak kecamatan. Ratinda mengimbau agar warganya selalu waspada bila melintas dari lokasi jalan yang amblas itu. Disebutkan, peristiwa yang sama pernah terjadi pada tahun 2011 silam, kemudian dilakukan perbaikan dengan cara membuat dinding cor semen pada sisi pingir jalan arah jurang. Diduga ketika saat dilakukan perbaikan, bagian pondasi tidak diperhatikan sehingga longsor kembali terulang saat diguyur hujan deras.

Disebutkan  Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pekerja Umum (PU) Provinsi Sumatera Utara, sedang melakukan perbaikan ruas jalan penghubung antar kabupaten itu. Ruas jalan penghubung itu merupakan asset Provinsi Sumatera Utara, pada tahun 2009 silam telah dilakukan perbaikan, menggunakan  sumber dari dananya APBD Provinsi Sumatera Utara TA 2009, 2010 dan 2011. Nilai pekerjan Rp 48 miliar, pelaksanan pekerjaan PT Sumber Mitra Jaya.

Ruas jalan antar kabupaten itu menghubungkan kabupaten Deli Serdang kecamatan Bangun Purba, Gunung Meriah, sedangkan Serdang bedagai, Kecamatan Silindak dan Kabupaten Simalunggun Kecamatan Seribu Dolok.(btr)

Drg Suyanto Kembali Diperiksa

BINJAI- Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Binjai, terus melakukan pemeriksaan terhadap tiga mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum (RSU) dr Djoleham Binjai. Ketiga mantan Dirut yang terus menjalani pemeriksaan itu yakni, Sri Hartati, dr Murad El Fuad, dan drg Susyanto.
Menurut Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Aris Fianto, Jumat (1/6), menjelaskan, pemeriksaan ketiga mantan Dirut yang sudah menjadi tersangka itu belum selesai dilakukan. Sehingga, pemeriksaannya masih akan terus berlanjut.

“Pemeriksaan awal kita lakukan terhadap Sri Hartati, yang kedua dr Fuad, dan ketiga Drg Susyanto. Hari ini, Jumat (1/6), kita kembali memeriksa Drg Susyanto karena pemeriksaanya kemarin belum selesai,” jelas AKP Aris.

Dikatakan Aris, setelah pemeriksaan Drg Susyanto ini selesai, Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap dr Fuad. “Kita akan kembali periksa dr Fuad. Sebab, pemeriksaan sebelumnya juga belum selesai,” tegasnya.

Pantauan di Polres Binjai, Drg Susyanto kembali menghadiri proses pemeriksaan di unit Tipikor Polres Binjai sekitar pukul 14.30 WIB. Dia datang bersama penasehat hukumnya. Pemeriksaan kali ini dilakukan petugas dengan sangat hati-hati dan santai, soalnya kondisi kesehatan Drg Susyanto masih belum membaik. (ndi)

Pakter Tuak Dibom Molotov OTK

LABUHAN- Warung (pakter) tuak sekaligus usaha kelontong di Jalan M Basir Gang Inpres Lingkungan 27 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, di lempar botol berisikan bensin (bom molotov) oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Jumat (1/6) dinihari sekira pukul 01.00 WIB.
Akibat lemparan bom botol berisikan bensin itu, warung milik Mula Pasaribu (52) dan istri Bunga Br Purba (48) terbakar. Sementara usai melakukan pembakaran itu para OTK yang diperkirakan lebih dari dua orang ini langsung kabur dengan meninggalkan warung milik korban yang sudah terbakar.
Untung, salah seorang tetangga korban bermarga Ginting yang saat itu baru pulang kerumahnya melihat warung depan milik korban sudah terbakar.Melihat kobaran api yang sudah mulai menjilati rumah tetangganya tersebut, lantas Ginting berusaha membangunkan penghuni rumah.

Takut api menjalar ke rumah lainnya,sambung br Damanik, ia dan korban yang dibantu warga sekitar selanjutnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.” Untung apinya dapat dipadamkan, hanya saja disitu ditemukan ada botol berisi minyak dan ada sumbunya,” tutur wanita beranak tiga ini.

Didampingi warga setempat, Mula Pasaribu, kemudian melaporkan pembakaran itu ke Mapolsekta Medan Labuhan.Bahkan korban tidak mengetahui apa motif dibalik pembakaran itu.Dirinya merasa tidak ada musuh.

”Aku merasa tak ada musuh, apalagi ribut sama warga karena hubunganku dengan tetangga dan warga lainnya baik-baik saja. Mungkin ada orang yang merasa tak senang,” ucap di Mapolsekta.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan Oktavianus saat dikonfirmasi wartawan Jumat (1/6) membenarkan kejadian pembakaran itu.” Kita sudah melakukan olah TKP. Kasusnya saat ini masih dalam proses pengambilan keterangan terhadap para saksi. Sedangkan laporan pengaduan korban sudah kita terima,” tegasnya.(mag-17)

Ada Bupati Direhabilitasi karena Kecanduan Narkoba

Gedung Kantor BNN Diresmikan

LUBUK PAKAM-Diminta kepada orangtua, yang mengetahui anak atau saudaranya yang ketergantungan narkoba diharapkan segera membuat laporan kepolisi.Karena pecandu narkotika bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi, tetapi merupakan musibah yang harus diatasi dengan cara rehabilitasi.
Demikian ditegaskan Sekretaris utama BNN RI Irjen Pol Bambang Abimayu saat meresmikan gedung kantor BNN Kabupaten Deliserdang di Jalan Karya Jasa kompleks perkantoran Pemkab Deli Serdang, Jumat (1/6). Pada kesempatan itu, 2 unit gedung kantor BNN diresmikan didua lokasi yang berbeda yakni Kabupaten Langkat dan Kota Pematangsiantar. Peresmian gedung rehabilutasi ini dilakukan dengan penandatangan prasasti gedung.

Sekretaris BNN ini mengatakan sudah tercatat 3,8 juta penduduk Indonesia atau sekitar 2,29 persen sebagai ketergantungan narkotika serta obat terlarang lainnya.Ada 18 ribu jiwa yang menjalani rehabilitasi.” Kepada orangtua, tolong anaknya dinasehati serta diawasi, sehingga tidak sempat kecanduan obat-obat terlarang dan narkotika,” jelasnya.

BNN saat ini,sambung Abimayu, ada melakukan rehabilitasi terhadap seorang Bupati di Panti Rehabilitasi Lido. Tindakan rehabilitasi itu bukan merupakan aib, tetapi  musibah yang harus diatasi masalahnya secara bersama-sama. Sementara dari Bangka, 8 personil kepolisian diantaranya pangkat perwira, dikirim ke Lido untuk direhabilitasi untuk mengobati kecanduannya terhadap narkotika.

Lebih lanjut dikatakan Bambang, tiga cara yang dilakukan untuk memerangi narkotika, dengan cara mengobati pecandu atau penyalahgunaan narkotika dengan cara rehabilitasi, memberikan penerangan atau sosialisasi tentang bahaya narkotika, dan memutuskan jarigannya dengan cara ditangkap.
Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars, peresmikan gedung BNN  Kabupaten Deliserdang adalah catatan sejarah penting,tentu akan memberikan tambahan semangat baru sekaligus memberi kontribusi tersendidri bagi upaya memerangi narkoba sebagai musuh besar bangsa saat ini, guna menyelamatkan generasi penerus kedepan.

Keadaan  itu tentu sangat memperihatinkan ,karena dampak negatif  yang paling kita hindari dari kondisi ini tentunya adalah ancaman  Hilangnya Generasi Penerus Bangsa  atau disebus sebagai  Lose Generation. Kita semua tentu harus segera melakukan langkah nyata guna menghindari  ancaman itu,” jelas Wabup.

Sementara itu Ketua BNN Kabupaten Deliserdang AKBP Magdalena Sirait S Si dalam laporannya mejelaskan tahun 2011 BNN telah mebangun  10 Gedung Kantor BNNP provinsi dengan 33 Gedung. BNN Kabupaten Deliserdang, dibangun diatas lahan  seluas  1.595 meter persegi.

Gedung  BNN ini terdiri dari  dua lantai dilengkapi  ruang jabatan eselon II A, eselon IV A dan ruang staf beserta fasilitas ruang lobi, ruang rapat, tim penyuluh, arsip ,penjangkauan atau konselor, musala, toilet, janitor, pentri dan ruang makan, tangga , koridor atau selar. Sedang di Kabupaten Langkat diatas lahan luas 550 meter persegi, serta di Kota Pematang Siantar di atas lahan seluas  1.100 meter persegi,(btr)