Home Blog Page 13447

Tuntut Dirut PD Pasar Dicopot

Pedagang Pasar Tradisional Mengamuk

MEDAN-Ratusan massa yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumut (P3TSU) Komunitas Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi LSM (KAMPAK) Merah Putih Medan dan Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumut (P3TSU) melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Pemko Medan, Selasa (30/5) siang.

Massa yang datang secara bergiliran menuntut agar Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mencopot Dirut PD Pasar Medan, Beny Sihotang Pasalnya, sejak dirinya dilantik memimpin 52 pasar tradisional di Medan, kondisi pasar di Medan semakin buruk dan tidak nyaman bagi pengunjung dan pedagang.

Pembina LSM Kampak, Ferry Sinaga mengatakan, dari hasil investigasidi lapangan, di Pusat Pasar Medan telah berdiri bangunan lima kios yang awalnya diperuntukkan untuk kios basah tapi telah diubah menjadi kios kering yang diduga bakal digunakan untuk kios berjualan baju. Bahkan dalam pembangunannya sama sekali tidak ada plang dari perusahaan yang memenangkan tender proyek tersebut.

“Kami menduga tidak ada IMB-nya, karena pembangunannya tidak jelas, plang pengerjaannya pun tidak ada. Kalau mau dibangun kios kering harusnya ada perubahan peruntukan lebih dulu. Akibat pembangunan ini, jalan dan parkir di pusat pasar menjadi sempit, makanya kami minta Pemko Medan harus menindak tegas, kalau bisa hari ini 9kemarin) juga kita ingin bangunan itu dihentikan dahulu,” kata Ferry.
Koordinator Aksi LSM Kampak Merah Putih, Sukri Sitorus mengaku, saat ini telah terjadi intimidasi dari petugas jaga malam kepada pedagang.

“Dulu uang jaga malam itu hanya Rp1.000 per hari sekarang menjadi Rp2.000, kalau ada kios yang tidak mau bayar langsung besoknya kiosnya dilem supaya tidak bisa berdagang lagi. Kami juga menduga adanya pemalsuan dukungan terhadap koordinator jaga malam saat proses pemilihannya, untuk itulah kami minta agar Pemko Medan dapat mengusutnya,” tegas Sukri.

Asisten Administrasi Umum Kota Medan, Cheko Wakhda Ritonga mengatakan dari tiga poin aspirasi yang disampaikan tersebut jelas untuk menindaknya memutuhkan proses.
“Aspirasi ini akan kami tampung dan tindak lanjuti kepada pejabat yang berwenang,” ucap Cheko didampingi Direksi Umum dan Keuangan PD Pasar Medan, Lely Amri Siregar.

Ditambahkan Lely, sepengetahuannya pembangunan lima kios itu sebenarnya bukanlah perubahan peruntukan. “Itu awalnya dulu bukan kios basah, melainkan bekas lokasi tempat menyimpan genset. Namun, karena tidak pernah digunakan, makanya dibangun kios agar bisa dimanfaatkan. Tapi saya tidak tahu perusahaan mana yang mengerjakannya,” jelas Lely.

Mendengar pernyataan tersebut, massa merasa tidak puas, dan menurut Ferry, pihaknya berjanji akan kembali melakukan aksi pada Jumat (1/6) mendatang. Sementara itu, aksi massa Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumut (P3TSU), juga menuntut agar Wali Kota Medan segera mencopot Dirut PD Pasar, Beny Sihotang.

“Beny Sihotang sudah menaikkan biaya kontribusi untuk jaga malam, kamar mandi dari 300 hingga 400 persen. Hal ini jelas telah menimbulkan keresahan bagi pedagang formal yang berjualan di pasar juga bagi pengunjung,” kata Ketua P3TSU Sumut, Harmon Habib.

Dijelaskan Harmon, berbagai keresahan terjadi akibat ketidakpatuhan Beny Sihotang terhadap aturan resmi yakni Perda Nomor 31 tahun 1994 pasal 3 ayat 7 juga rekomendasi dari Rapat Dengar Pendapat (RDP), antara DPRD Medan dengan badan Pengawas dan Dirut PD Pasar dan pedagang pada tanggal  8-9 Mei 2012 yang menyatakan bahwa tarif kontribusi sebesar 50 persen tanpa ada bahasa pengecualian.

Oleh karena itulah, lanjut Harmon, pihaknya meminta agar Wali Kota Medan segera memecat Beny dari Dirut PD Pasar Medan. “Kami juga meminta agar intimidasi terhadap pedagang supaya dihentikan,” cetus Harmon.

Gabungan pedagang dari Pasar Petisah, Pusat Pasar, Pasar Sukaramai, Pasar Brayan, Pasar Simpang Limun, Pasar Kwala Bekala dan lainnya ini terlihat membakar ban dan menggelar teatrikal, menggambarkan penyiksaan yang dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Pasar tepat di depan pintu gerbang Kantor Pemko Medan.

“Kami minta tindak Direktur Utama (Dirut) PD Pasar dicopot, karena sudah menyusahkan pedagang dengan menaikkan tarif kamar mandi, jaga malam dan lainnya,” kata salah seorang pedagang Pasar Petisah, Mia.
Mia sangat mengharapkan Pemko mendengar keluhan pedagang karena mereka tidak berjualan seharian ini. “Dalam sehari bisa dapat Rp1 juta tapi karena tidak berjualan, kami jadi rugi. Kami minta Pemko dengar keluhan pedagang,” ujarnya.

Begitu juga dengan Yunus, Pedagang Pasar Kwala Bekala mengaku dirinya sudah berjualan sebelas tahun tapi selalu merasa nyaman. Namun, setelah Dirut PD Pasar dipegang oleh Beny Sihotang kondisi pasar jadi tak karuan.

Mardi Chan pedagang dari pasar Sukaramai mengatakan, saat ini oknum di PD Pasar senantiasa mengutip setoran tanpa adanya bukti. “Ini jelas sudah pungli, makanya kami minta Beny dicopot. Seharusnya pedagang yang bisa bertambah, akibatnya pedagang sudah menurun begitu juga dengan pengunjung,” jelasnya.

Pengamat Pasar Tradisional, Rinaldi Siregar mengatakan, suatu kebijakan yang dilakukan satu institusi tentu memiliki reaksi, ada sifatnya dingin, memanas dan ada pula yang sifatnya stabil. Tapi, dengan munculnya pedagang mendatangi kantor Wali  Kota Medan, maka masuk dalam kategori panas.

Melihat tuntutan pedagang, sebenarnya sifatnya tidak begitu panas jika tidak ada pihak yang memanaskannya. Bisa dilihat dari tuntutannya, awalnya kenaikan retribusi 100 persen. Bisa dibayangkan, retribusi yang ada selama ini jumlahnya hanya dikisaran Rp300 hingga Rp1.500. Jika nilai retribusi itu disesuaikan dengan nilai tukar rupiah saat ini, maka angkanya tidak memiliki kesesuaian dibandingkan biaya pengeluaran PD Pasar.

“Hal inilah yang mestinya diperhatikan secara objektif oleh para pedagang. Karena dari retribusi inilah fasilitas terbaik bisa diberikan ke pedagang,” sebutnya.

Tak hanya itu, dia juga menyarankan kepada Pemko Medan, PD Pasar, DPRD Medan dan organisasi pedagang untuk sama-sama melakukan rapat bersama membahas kenaikan retribusi. Kemudian, membuat komitmen bersama. “Jadi tak mesti turun ke jalan yang bisa merugikan pedagang sendiri karena tak berjualan. Ada baiknya, pedagang menyuarakannya lewat organisasi tanpa harus turun ke jalan,” ingatkannya. (adl/mag-12/ril)

Ussy Sulistiawaty Bikin Usaha Sepatu

Ussy Sulistiawaty dan suaminya, Andhika Pratama, tak main-main terjun dalam bisnis sepatu. Sejak pertengahan tahun lalu, pasangan itu terjun dalam bisnis fashion tersebut. Mereka mendesain serta memproduksi sendiri sepatu-sepatu itu. Dengan merek Ussy, awalnya mereka menjualnya melalui online. Tetapi, seiring berjalannya waktu, permintaan akan produk mereka meningkat.

Akhirnya, Ussy dan Andhika mencari tempat untuk outlet resmi mereka. Satu gerai dibuka di Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, kemarin (28/5). Mereka tidak menyangka usaha yang awalnya dimulai dari ketidaksengajaan tersebut berkembang. Andhika menceritakan bahwa semua itu berawal dari koleksi sepatu Ussy yang begitu banyak di rumah. ”Dia itu banyak beli, tapi enggak cocok. Ada yang ketinggian, ada yang sakit kalau dipakai. Akhirnya, kepikir untuk pesan sepatu ke orang  urai Andhika.

Tadinya mereka berniat  buka usaha lain seperti restoran, tempat refleksi, dan salon. Tetapi, ternyata justru sepatu yang akhirnya berjalan bagus. Memang tidak mudah membangun itu. Dulu sering banget dibohongin sama tukang. Jadi, kami berdua modalin tukang, bahan, dan sebagainya. Pokoknya, mau dibikin sepatu begini, tapi kami kan enggak tahu banyak soal sepatu. Jadinya ditipu, sambungnya.

Saking seringnya ditipu, akhirnya Ussy sama Dhika penasaran. Sepatuku yang paling murah sampai yang paling mahal kami belek (dibedah, Red). Dari situ kami pelajari apa saja bagian-bagiannya, curhat Ussy.

Bahkan, mereka belajar membuat sepatu ke pabrik-pabrik di Surabaya dan Pandaan, Pasuruan. Sekarang mereka sudah memiliki tempat workshop sendiri. Mereka juga sudah punya sembilan karyawan yang mengerjakan sepatu-sepatu pesanan itu.

Peminat sepatu mereka banyak. Ussy sudah memiliki beberapa reseller di beberapa daerah. Bahkan, sepatu mereka sudah dibeli pemesan dari luar negeri. Menurut pengalaman Ussy, para pembeli suka sepatunya karena warnanya colorful dan ringan. (jan/c6/tia/jpnn)

Kadis PU DS Tersangka

MEDAN- Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejatisu, Kadis PU Deliserdang (DS) berinisial F ini bakal ditahan.

“Hasil gelar perkara di Pidsus Kejatisu F kita tetapkan sebagai tersangka. Dia (F) diduga terlibat dugaan korupsi Proyek Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan dan Jembatan yang yang bersumber dari APBD 2010 sebesar Rp168 milliar,” ungkap Kasi Penkum Kejatisu Marcos Simaremare.

Penetapan ini, sambung Marcos, setelah Kejaksaan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk Sekda Pemkab Deliserdang yang kemudian mengarahkannya kepada F.

“Kami sudah layangkan pemanggilan terhadap tersangka agar datang ke Kejatisu untuk diperiksa. Nanti dari hasil pemeriksaan tersebutlah maka ditentukan apakah tersangka ditahan apa tidak,” ucapnya kembali.
Dari hasil temuan penyidik diduga dari nilai proyek sebesar Rp168 miliar itu yang terealisasi hanya Rp80 miliar, sedangkan setengahnya lagi diduga fiktip pengerjaannya.

“Proyek tersebut ada pada bidang pemeliharaan jalan dan jembatan.Kita juga masih melakukan pengembangan terhadap kasus itu,” katanya.(rud)

Pengiriman Ganja 2,4 Kg Digagalkan

MEDAN- Petugas security Unit Bisnis & Gudang Kargo (UBGK) Avsec Bandara Polonia Medan kembali menggagalkan pengiriman ganja seberat 2.4 Kg yang rencananya akan dikirim ke Jawa Timur, Rabu (30/5).
Ganja tersebut dikirim melalui jasa titipan barang PT Pos Besar Medan yang dikemas dalam satu kotak sebanyak 3 bal bersamaan dengan makanan ringan berupa kerupuk. Tak hanya itu, rencananya ganja tersebut akan dikirim melalui pesawat Garuda GA 183 dengan tujuan Medan-Jawa Timur-Medan.

Petugas Security Avsec X-Ray UBGK Bandara Polonia Medan melakukan pemeriksaan rutin seperti hari-hari biasanya. Namun, saat melewati X-Ray, petugas melihat hal yang aneh dalam monitor X-Ray terhadap satu kotak tersebut. Melihat keanehan itu, petugas security Avsec Bandara Polonia Medan, Tiram Barus Cs, langsung memeriksa isi dalam kotak. Setelah dibuka, ternyata isinya daun ganja yang sudah dikemas 3 bal dengan berat 2.4 Kg bersamaan dengan makanan ringan, kerupuk dan lain-lainnya.

Paket tersebut dikirim dengan menggunakan jasa titipan barang PT Pos Besar Medan dengan nomor paket No.SMU CN.38/3809/3833, tujuan kiriman paket daerah Jawa Timur menggunakan pesawat Garuda GA 183. Tertera pada paket pengirim Ibu An, warga Jalan Tambon Tunong, Kelurahan Krueng, Kecamatan Geukuh, Aceh Utara dan penerima paket atas nama EM, warga Jalan Wijaya Kusuma RT 09/RW 04, Bligo Candi, Jawa Timur.

Melihat itu, petugas security Avsec UBGK Bandara Polonia Medan langsung melaporkan hal tersebut ke pimpinan mereka. Selanjutnya, petugas pun langsung menghubungi Bea & Cukai Bandara Polonia Medan dan Dir Narkoba Polda Sumut. Oleh petugas Dir Narkoba Polda Sumut, ganja 2.4 Kg tersebut langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk pengembangan lebih lanjut.

Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan Bea & Cukai Bandara Polonia Medan, Riski mengaku, ganja tersebut dikemas dalam paket dengan tujuan Jawa Timur menggunakan pesawat Garuda GA 183. “Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata isi dalamnya daun ganja seberat 2.4 Kg,” ungkapnya.(jon)

Skuad Azzuri Tertua

FLORENCE- Timnas Italia sudah mengumumkan daftar 23 pemain yang diboyong ke Euro 2012. Dan rataan skuad yang dibawa adalah yang tertua di antara kontestan lainnya.

Seperti pemberitaan sehari sebelumnya, allenatore Italia Cesare Prandelli mencoret striker non-caps Mattia Destro asal Siena. Itu berarti Prandelli hanya akan membawa winger Juventus Emanuele Giaccherini sebagai satu-satunya pemain yang belum pernah merumput bersama Gli Azzurri  sebutan Italia.

Sedangkan satu nama lagi yang tersisih adalah defender jangkung Inter Milan Andrea Ranocchia. Tersisihnya Ranocchia juga tidak terlalu mengejutkan karena pemain 24 tahun dan berpostur 195 sentimeter itu jarang mendapatkan tempat utama di Inter sepanjang musim lalu.

Ranocchia kalah bersaing dengan Angelo Ogbonna, defender asal Torino. Ogbonna sekaligus menjadi satu-satunya pemain dalam skuad Gli Azzurri yang berasal dari klub Serie B. Ogbonna juga dipilih karena bisa bermain di semua posisi di lini belakang.

Prandelli juga nekat membawa defender Juventus Leonardo Bonucci yang dikabarkan bakal diinvestigasi polisi terkait skandal judi dan pengaturan pertandingan sepak bola (Calcioscommese). Padahal, karena tersandung Calcioscommese, Prandelli mencoret bek kiri reguler, Domenico Criscito, sehari sebelumnya.

Seiring masih mengandalkan mayoritas muka-muka lama, skuad Italia pun tercatat sebagai yang tertua di Euro. Usia rata-rata pemain Azzurri adalah 28,8 tahun. Di sisi lain, skuad termuda adalah Yunani dengan usia rata-rata adalah 25 tahun.

“Tidak mudah memilih 23 pemain karena semua pemain yang saya panggil memiliki kelebihan. Tapi, inilah yang harus saya lakukan,” kata Prandelli seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.

Bersamaan dengan pengumuman 23 pemain yang dibawa ke Euro, juga dirilis nomor kostum. Antonio Cassano mendapat kehormatan mengenakan nomor prestisius, 10, sedangkan Mario Balotelli memakai nomor 9. Itu menunjukkan apabila Prandelli memang akan mengandalkan kedua pemain tersebut di Polandia-Ukraina nanti.

“Saya ingin improve dalam menjalani karir saya sebagai pesepak bola profesional dan kesempatan tampil dalam turnamen besar seperti Euro tidak akan saya sia-siakan,” kata Balotelli di Football Italia.
Balotelli yang menjadi pemain termuda dalam skuad siap dimainkan dengan siapapun di lini depan. “Cassano dan Di Natale adalah striker fantastis dan mereka punya jam terbang tinggi di level internasional,” sambung striker Manchester City tersebut.

Selain Italia, Prancis dan Yunani merupakan dua kontestan lain yang baru mengumumkan skuad utama mereka di hari terakhir deadline dari UEFA. Seperti Italia, kedua negara juga mencoret dua pemain untuk memenuhi kuota 23 pemain. (dns/jpnn)

Junjungan Pasaribu Layak Pimpin Ikatan Alumni UHN

MEDAN- Ir Junjungan Pasaribu ACPE disebut-sebut orang yang paling layak dipilih untuk memimpin Ikatan Alumni Universitas HKBP Nommensen dalam Kongres I di Kampus UHN Jalan Sutomo, Medan 6 sampai dengan 7 Juli 2012. Pasalnya, Junjungan merupakan orang yang berpengalaman di bidang organisasi, banyak dikenal berbagai kalangan, dan berwawasan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Teknik (FT) UHN Hotman Marpaung, Rabu (30/5).  Menurut dia, Junjungan Pasaribu adalah sosok yang paling layak menjadi Ketua Umum Alumni UHN karena cukup dikenal para alumni dan dikenal masyarakat Sumut khususnya di dunia jasa konstruksi dan jasa konsultan.

Hotman menyebutkan, kepemimpinan Junjungan sudah teruji, dibuktikan dengan pengalamannya memimpin sejumlah organisasi tingkat regional dan nasional. Kemudian Junjungan adalah sosok yang mementingkan organisasi, memahami regulasi, berani berbuat dan berkorban, transparan, siap dikritik dan mau dikritik serta mengerti dunia pendidikan.

Hal lainnya, paparnya Ikatan Alumni UHN sendiri bukanlah ikatan sembarangan, tapi ikatan yang harus berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa. Artinya, ikatan alumni harus mampu berjalan seperti ikatan sapu lidi, yang menjadikan alumni sebagai satu kekuatan sehingga dapat berperan untuk menjalankan dua tugas utama, yakni memberi solusi bagi alumni yang belum memiliki pekerjaan dan mengkoordinasikan potensi para alumni untuk mendorong berkembangnya almamater.

“Menurut pengamatan saya, Junjungan Pasaribu dapat mengerti dan menjalankan amanah Ikatan Alumni UHN, sehingga beliau cocok didukung sebagai ketua,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil (Ikateksi) UHN, Victor Sinaga mengatakan, perlu sosok yang bisa mendongkrak eksistensi universitas dan kalangan alumni. “Tapi sayang, saya hampir tak menemukan sosok itu selain sosok Junjungan Pasaribu,” kata Victor.

Menurut dia, Junjungan sosok yang berani menentang yang salah dalam koridor ketentuan. “Beliau sudah lama saya kenal. Berani berkorban pikiran, tenaga dan materi,’’ katanya. (ril)

DP Kredit Kendaraan dan Rumah Naik

Bank Indonesia telah menerbitkan kebijakan baru terkait dengan kredit kepemilikan. Kebijakan tersebut mengatur down payment (DP) kepemilikan kendaraan bermotor dan properti tipe 70 ke atas sebesar 30 persen. Kebijakan itu untuk pengamanan bank, karena setiap bulannya permintaan untuk kreditn
kendaraan bermotor dan perumahan terus meningkat. Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan praktisi ekonomi, M Ishak.

Apa pendapat Anda soal kebijakan ini?
Kredit konsumsi untuk properti mungkin turun, tapi pihak BI harus ingat bahwa kredit untuk konsumsi itu tidak hanya di sektor properti saja. Jadi, bukan kreditnya yang diperhatikan tapi aspek perilaku masyarakat yang masih konsumtif. Nah, semestinya fokusnya ke aspek perilaku itu. Tapi aku yakin, kebijakan ini bukan terletak pada masalah penurunan kredit konsumsi, tetapi lebih pada penurunan pola urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota) dimana kita ketahui bahwa orang-orang desa yang punya banyak uang (terutama dari hasil penjualan lahannya dan hsail perkebunannya) cenderung untuk beli rumah di kota. Akibatnya, kota semakin padat dan desa semakin tak dihuni. Kalo kondisi seperti ini dibiarkan, maka pembangunan secara nasional cenderung gagal. Sebab, selain tidak ada orang di desa, lahan-lahan pertanian pun mulai beralih fungsi menjadi lahan pabrik dan lain-lain.

Apakah kebijakan ini bisa menurunkan harga?
Secara keseluruhan tidak bisa. Sebab, konsumen akan membeli dalam kondisi persyaratan yang sesuai dengan kebijakan tersebut, itu berarti konsumen yang benar-benar punya uang atau ada sedikit uang tetapi tingkat kebutuhannya mendesak. Jadi, kebijakan itu, lebih bersifat mengerem pola konsumsi masyarakat di bidang perumahan atau pemerintah mencoba mengalihkan pola konsumsi dari perumahan ke bentuk lainnya.

Apa dampak kebijakan ini pada masyarakat?
Masyarakat kecil tak berdampak. Nah, masyarakat menengah dampaknya menjadi penuh ketidakpastian. Mau beli rumah atau nutupi kebituhan lainnya dulu. Sebab mereka punya yang terbatas (berada di tengah-tengah). Dampak yang paling terasa ada di masyarakat sebagai pegembang dan masyarakat yang ingin memiliki rumah yang berlebih (biasanya para pengusaha). Mereka itu pingin punya rumah lebih dari satu tetapi tidak mau kalau dana yang mereka miliki tidak produktif. Kalo beli rumah dengan syarat seperti yang ditetapkan BI, maka mereka harus menambah uang mereka yang tidak produktif. Ini yang merugikan mereka.

Bagaimana masyarakat kecil memandangnya?
Secara umum tidak tidak masalah. Masyarakat kecil itu cenderung untuk memilih kontrakan dibanding membeli. Sebab, kebutuhan mereka itu banyak yang terwujud karena penghasilan yang sangat terbatas. Jadi masyarakat bawah ini memandang untuk memiliki rumah masih merupakan sesuatu yang mewah. Apalagi kebijakan itu diberlakukan seiring dengan dimulainya masuk sekolah tahun ajaran baru. (*)

DPRD Minta Ridwan Dipecat sebagai Ajudan Gatot

Dituding Sering Persulit Urusan ke Gubsu

MEDAN- Sejumlah masyarakat yang ingin berurusan dengan Pelaksana tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho merasa resah. Pasalnya, mereka mengaku sering dipersulit oleh Ridwan Panjaitan, yang diketahui sebagai ajudan Gatot.

Seperti yang disampaikan sejumlah anggota DPRD Sumut kepada wartawan koran ini, Rabu (30/5). Syafrida Fitri dari Fraksi Golkar mengungkapkan, banyak pengusaha dan masyarakat yang mengeluhkan tindakan Ridwan Panjaitan yang terkesan mempersulit segala urusan yang berhubungan dengan Plt Gubsu.

Akibatnya, berbagai macam urusan menjadi terkendala. Seperti yang dialami pengusaha PT SA yang bergerak di bidang perkebunan di Serdangbedagai (Sergai). Menurut Fitri, pengusaha tersebut sudah empat bulan mengurus surat rekomendasi izin usaha perkebunan (IUP), namun belum selesai juga hingga kini. Padahal, pengurusan izin tersebut sudah sesuai prosedur dan mendapat persetujuan dari instansi terkait, termasuk Bupati Sergai. “Tapi urusannya terkendala di Plt Gubsu karena tingkah laku Ridwan ini,” kata Fitri.

Padahal, lanjut Fitri, Plt Gubsu pernah menyatakan, pengurusan izin paling lama dua minggu. “Tapi ini kenapa bisa sampai empat bulan belum selesai juga? Saya khawatir ini ada permainan dari Ridwan yang sengaja mempersulit agar dia mendapat pelicin dari pengusaha yang mengurus izin tersebut,” beber Fitri.
Selain itu, sejumlah angota dewan juga mengaku sering mendengar keluhan dari beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mengaku sering di telepon Ridwan untuk dimintai sesuatu dengan mengatasnamakan Plt Gubsu.

Karenanya, atas tindak-tanduk Ridwan yang dinilai meresahkan ini, Syafrida Fitri dan anggota dewan lainnya meminta Plt Gubsu mengambil tindakan tegas dengan memindahtugaskan Ridwan, karena menghambat kinerja dan tugas-tugas Plt Gubsu.

Saat dikonfirmasi, Ridwan Panjaitan membantah semua tudingan anggota dewan tersebut. Menurutnya, dia tidak pernah mempersulit urusan masyarakat, apalagi sampai meminta pelicin kepada masyarakat atau pengusaha.

“Ajudan Plt Gubsu bukan saya sendiri, tapi ada tiga. Tapi, orang tahunya cuma saya saja. Coba dicek lagi lah. Kalau urusan izin-izin itu urusannya ada di SKPD dan sebelum sampai ke Plt Gubsu, harus melalui sekretaris daerah (Sekda) dulu. Gak mungkin lah saya menghambat. Makanya, coba cek dulu dimana sangkutnya,” beber Ridwan saat dihubungi via ponsel kemarin petang pukul 18.24 WIB.

Ridwan juga membantah tudingan yang menyebutkan, dia sering menghubungi kepala SKPD untuk meminta sesuatu dengan menjual-jual nama Plt Gubsu. “Itu tak mungkin Bang. Atas dasar apa saya meminta sesuatu kepada kepala SKPD? Kalau terkait pemberitahuan, itu yang menghubungi langsung bagian protokoler. Coba sebutkan SKPD mana yang pernah saya mintai? Apa buktinya?” tegas Ridwan.(ari/ade)

Prandelli Pertahankan Bonucci

NASIB Domenico Criscito tak semujur Leonardo Benucci.  Meski sama-sama diduga terlibat dalam skandal judi pengaturan skor alias Calcio scommesse, Bonucci tetap bertahan di skuad Gli Azzurri-julukan timnas Italia.

Cesare Prandelli selaku pelatih Italia berkilah, dia mempertahankan Bonucci dalam daftar 23 pemain yang dibawa ke Euro 2012 karena statusnya masih saksi.  Sementara, Criscito sudah dijadikan tersangka. Bonucci hanya dimintai keterangan seputar kiprahnya ketika masih membela Bari pada musim 2009-2010.

“Memalukan karena beberapa orang mengaitkan antara kasus Bonucci dengan apa yang terjadi dengan Criscito. Saya jelaskan, Bonucci tidak mendapatkan surat penahanan dari jaksa. Itulah alasannya mengapa dia bisa berangkat ke Euro 2012,” kata Prandelli, kepada RAI.

Menurut Prandelli, pihaknya belum tahu kabar secara mendetail tentang status kedua pemain. “Tentu saja kami harus menunggu, tetapi saya sudah berbicara dengan anak itu (Bonucci) beberapa waktu lalu dan dia tidak tahu apa-apa,” lanjutnya.

Prandelli menjelaskan, Criscito terpaksa dicoret karena dinilai tidak bisa menahan tekanan terkait dugan terlibat dalam skandal judi “Pencoretan itu didasarkan pada faktor kemanusiaan. Kami tetap mendukung dia, tetapi kami akan menghadapi turnamen besar. Kami butuh kepercayaan diri dan kebersamaan,” ujar mantan pelatih Fiorentina itu.

Dari sisi teknis, Bonucci dipertahankan karena menjadi opsi utama di jantung pertahanan. Dalam daftar pemain utama, pemain yang berpeluang menghuni jantung pertahanan adalah Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini.

Sejatinya, ada Andrea Ranocchia.  Namun, dia dicoret karena dianggap kurang jam terbang musim ini. Prandelli lebih memilih Angelo Ogbonna yang merupakan pemain dari tim Serie B Torino.
Di sisi lain, Bonucci dinilai sudah padu dengan dua bek tengah lainnya, karena sama-sama berasal dari Juventus. Sedangkan, untuk Criscito, Prandelli memiliki Federico Balzaretti (Palermo) atau menggeser Chiellini ke kiri.

Selama ini, Chiellini juga piawai mengisi posisi bek kiri. Hanya, kehadirannya di bek kiri akan membuat daya serang dari sisi kiri sedikit berkurang karena dia cenderung bertahan. Namun, itu bisa menjadi variasi tergantung lawan yang dihadapi. (ham/bas/jpnn)

Dambakan Pria yang Keras

Vicky shu

Setelah sang ibu bercerai, penyanyi Vicky Shu memang berubah peran dalam keluarga menjadi sosok ayah.  Ia pun berharap mendapat jodoh seseorang yang berjiwa keras lebih darinya.
“Aku nyari yang lebih keras dari aku, mama single parent jadi aku kadang berperan jadi ayah juga karena anak pertama,” ungkapnya saat ditemui di Jakarta Barat, Rabu (30/5).

Sampai saat ini Vicky memang masih menjomblo. Ia pun berharap di usianya yang ke-25 tahun mendapat jodoh yang diimpikan. “Kalau sekarang aku masih jomblo. Kalau nanti diizinkan dua tahun ke depan kalau sudah ketemu jodohnya, mau masuk 25, maunya nggak lama-lama langsung menikah,” tuturnya.

Salah satu kriteria pria idaman pelantun ‘Mari Bercinta 2’ itu adalah bukan dari dunia hiburan. Menurutnya, ia punya pengalaman yang buruk saat menjalin asmara dengan sesama artis.
Saat ini, Vicky tengah mengerjakan proyek terbarunya. “Sekarang lagi menjalani kerjaan dan keluar kota, masih ada bisnis, ada kendala ada beberapa. Gebrakan baru itu setelah lebaran ya, kalau sekarang nanggung,” katanya. (bbs/net)