Home Blog Page 13448

Guru Demo, Kadisdik Siantar Sembunyi

SIANTAR- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Siantar Setia Siagian bersembunyi di ruang Ketua DPRD Marulitua Hutapea. Dia sembunyi karena puluhan guru melakukan demonstrasi ke DPRD Siantar, Rabu (30/5) sekira pukul 12.00 WIB. Setia Siagian baru berani keluar ruangan setelah puluhan guru ini meninggalkan gedung DPRD.

Sekira pukul 11.30 WIB, puluhan guru-guru melakukan aksi demonstarasi di kantor wali kota Siantar. Disebabkan tidak mendapat respon, guru-guru ini berjalan kaki menunju gedung DPRD. Sekira pukul 12.00 WIB, mereka tiba di gedung DPRD.

Para guru kemudian secara bergantian melakukan orasi. Tidak lama kemudian Ketua Komisi II Kennedi Parapat muncul dan meminta perwakilan guru-gurun
untuk mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPRD dan Komisi II.

Saat perwakilan guru-guru ini mengadakan pertemuan dengan anggota DPRD, sebagian besar guru-guru memilih berada di pelataran parkir DPRD. Tiba-tiba salah seorang guru melihat mobil Setia Siagian parkir di depan ruangan Komisi I. Akibat pemberitahuan ini, secara spontan guru-guru merengsek masuk ke depan pintu ruangan Ketua DPRD. Namun aksi mereka ini dihalangi personil Satpol PP.

“Kembalikan uang kami, bukan uangmu itu. Itu uang negara, tak punya malu kau, Setia,” teriak beberapa guru di depan Ruang Ketua DPRD setelah mereka terhalang masuk.

Selain memaki Setia, mereka juga mengetuk dinding piket tempat Satpol PP dengan tangan dan menyanyikan lagu ’Maju Tak Gentar Membela yang Benar’. Kejadian yang nyaris berakhir ricuh ini berlangsung hampir lima menit. Namun Setia memilih tetap bertahan dan tidak keluar dari ruangan Ketua DPRD.

Setia berada di dalam ruangan Ketua DPRD sekitar  pukul 11.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Sementara mobil pribadi Setia, Terios BK 1781 TZ parkir di pelataran parkir DPRD persis di depan ruangan Komisi I.

Kata Kabag Humas Daniel Siregar, penyebab Setia tidak keluar karena situasi emosional dan tidak memungkinkan yang bersangkutan keluar. Kemudian hasil pembicaraan dalam pertemuan dengan guru-guru akan dilaksanakan hari ini dengan mengundang Dinas Pendidikan dan Dinas Pendapatan.

“Lebih baik pertemuan dilaksanakan besok (hari ini) biar lebih lengkap datanya. Dinas Pendidikan tidak memiliki data penerima, yang memiliki data itu Dinas Pendapatan,” jelasnya.

Sekira pukul 15.00 WIB, Setia Siagian keluar dari ruangan Ketua DPRD bersama anggota DPRD Gundian. Setia langsung berjalan cepat, namun karena dikerumuni wartawan, Setia bergegas masuk ke ruangan Wakil Ketua DPRD Zainal Purba. Tidak berapa lama kemudian Setia kembali keluar.

Sambil berjalan, Setia enggan memberikan komentar. Dia memilih diam, saat disinggung keengganannya menemui guru-guru yang sudah hadir dan melaksanakan pertemuan dengan anggota DPRD. “Inikan mekanismenya sudah ada di DPRD,” katanya sambil berjalan.

Disinggung, uang insentif Gubernur 2011 Rp1,4 miliar dan sertifikasi guru Desember 2010 dan 2011 yang diduga digelapkannya dan beberapa pejabat lain di Dinas Pendidikan. “Semua datanya ada di Dinas Pendapatan, besok ada pertemuan dengan mereka, data itu akan mereka bawa,” kata Setia sambil terus berjalan.

Setia berjalan kaki dari gedung DPRD hingga persimpangan Lapangan Adam Malik. Dari lokasi ini, Setia lalu menaiki sepeda motor bersama salah seorang stafnya yang memang sudah menunggu yang bersangkutan.  (ral/smg)

Angelina Sondakh Kangen Bertemu Anak

TERSANGKA suap pembangunan Wisma Atlet, Angelina Sondakh, menitip salam rindu untuk ketiga anaknya, Aliya, Zahwa, dan Keanu, melalui perantara media. Dia berharap mereka bisa mendengar suara rindunya dari balik jeruji rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Mudah-mudahan mereka dengar. I need you and I love you,” ungkap Angie, sapaan akrabnya, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (29/5).
Aliya dan Zahwa adalah anak angkat Angie. Mereka putri mendiang Adjie Massaid dari pernikahannya yang terdahulu dengan penyanyi Reza Artamevia. Adapun Keanu merupakan anak kandung Angie dan Adjie.

Angie mengaku begitu rindu terhadap mereka. “Saya mau sampaikan kerinduan sama anak-anak. Mudah-mudahan mereka dengar,” katanya.
Angie keluar dari Gedung KPK, pukul 13. 30 WIB. Dia segera masuk ke dalam mobil tahanan setelah diperiksa lebih dari tiga jam. Berbeda dengan sebelumnya,  pemeriksaan yang ketiga itu, Angie bersedia membeberkan sedikit materi penyidikan. (net)

6 Rumah Dinas Brimob Rusak Diterpa Puting Beliung

Keluarga Terpaksa Tinggal di Dapur Umum

LUBUKPAKAM- Sedikitnya enam unit rumah dinas Kompi Brimob di Pasar VIII Jalan Batang Kuis-Tanjung Morawa rusak berat, akibat angin puting beliung, Senin (28/5) malam. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.

Keenam unit rumah dinas itu ditempati Bripka Darwin Sembiring, Brigadir Sahat Simanjuntak, Briptu Supandi, Briptu Suyanto, Briptu Agus Salim dan Brigadir Andi Syahputra itu, seng dan kayu terbang. Bahkan bangunan yang ada diteras rumah tidak luput dari terpaan angin puting beliung. Sementara rumah dinas yang ditempati Ipda Fahruddin Hutasuhut rusak ringan.

Wakil Kepala Sub Detasemen (Wakasubden) Kompi 2A, Iptu Syahrul Hamzah mengatakan akibat musibah ini, istri serta anak anggota Brimob yang rumahnya terkena angin puting beliung terpaksa tinggal di dapur rumah dinas untuk sementara waktu.

Saat ini, Wakasubden juga telah memperintahkan agar melakukan perbaikan. “Beberapa anggota kita kerahkan untuk melakukan perbaikan rumah dinas itu agar dapat ditempati lagi,” bilangnya.

Dari Kota Binjai, angin puting beliung itu juga telah menghancurkan 20 rumah di Kecamatan Binjai Timur dan Binjai Utara. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu.

Namun seorang nenek bernama Misri (60) dan cucunya Mila (6), nyaris jadi korban. Ia dan cucunya sempat tertimpa reruntuhan rumah saat kejadian berlangsung. Untungnya, mereka berdua hanya mengalami luka memar di bagian tangan dan kepala mereka.

Misni  mengaku, hujan disertai angin yang cukup kencang malam itu, datang secara tiba-tiba dari arah Selatan menuju Utara. Ia dan cucunnya pun berlindung dari hujan yang cukup deras tersebut. “Angin dan hujan pada malam itu cukup kencang kali. Jadi aku dan cucuku, masuk rumah,” kata Misni.
Namun, rumah yang menjadi perlintasan angin itu seluruhnya porak poranda akibat diterpa angin. Misni, yang memegang cucunnya erat-erat itu mencoba untuk melarikan diri dari reruntuhan rumah yang hancur diterpa angin.

Usahanya sia-sia. Reruntuhan seng rumahnya terlebih dahulu menimpa ia dan cucunnya. “Kami coba keluar rumah, saat seng mulai berterbangan. Tapi, kami tidak sempat dan aku mendekap cucuku karena dia mengalami luka yang cukup serius,” cetusnnya.

Tidak hanya rumahnya yang porak poranda akibat angina tersebut. Sebagian rumah warga yang lain seng juga tampak berterbangan sampai ke halaman rumah.

Setelah lebih kurang satu jam angin berhembus serta memporak porandakan sebagian rumah warga. Kemudian, seluruh warga yang rumahnnya hancur membenahi rumahnya. Mereka juga tampak mengangkati seng dan atap yang berserakan di halaman rumah mereka. (btr/ndi)

Kapal Bertambah, Kuota Solar Tetap

BELAWAN- Ratusan kapal ikan di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan terkendala beroperasi. Pasalnya, sejak tahun 2012 kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari Pertamina dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Solar masih sulit didapat, terkadang setiap kali akan melakukan pengisian di APMS (Agen Penyalur Minyak Solar) sering kehabisan. Inilah yang menjadi kendala nelayan melaut,” ujar Khairul salah seorang nelayan di Belawan, Selasa (29/5).

Dia mengaku tak tahu pasti penyebab langkanya ketersedian solar di Gabion Belawan, namun sebutnya, beberapa bulan belakangan ini jumlah kapal penangkap ikan kerap bertambah. Dia menduga penyebab sulitnya pasokan solar di dapat untuk keperluan kapal ikan melaut dikarenakan tidak adanya penambahan kuota BBM seiring dengan terjadinya penambahan jumlah kapal.

“Sudah hampir dua bulan terakhir nelayan sulit untuk mendapatkan solar, belum lagi soal adanya surat rekomendasi dari PPSB, setiap kali kapal ikan yang akan melakukan pengisian BBM sebelum berangkat yang kian memperumit nelayan,” katanya.

Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB), Julius Silaen mengatakan, untuk saat ini jumlah kapal ikan di pelabuhan perikanan Gabion Belawan mencapai 556 unit kapal dan pihaknya belum ada menerima laporkan terkait dengan adanya penambahan jumlah unit kapal di pelabuhan perikanan.
“Penambahan jumlah kapal ikan kita belum ada menerima laporan, tapi kalau pergantian kapal memang ada. Dan sampai saat ini keseluruhan kapal ikan di pelabuhan sekitar 556 unit,” terang Julius Silaen.

Sekretaris Asisoasi Pengusaha APMS Gabion Belawan, Zulfachri Siagian menyebutkan, jumlah kuota pasokan minyak solar yang didistribusikan ke APMS oleh pertamina dalam perbulannya saat ini sekitar 4.500 KL (kilo liter). Dari kuota yang telah ditetapkan itu nantinya akan didistribusikan ke ratusan kapal penangkap ikan.(mag-17)

Polisi Didesak Tahan Mantan Plt Kadis Tamben

KARO- Dituding lambat menangani kasus retribusi  galian C, batu dolomit yang melibatkan mantan Plt Kadis Pertambangan dan Energi (Tamben) Robert Perangin-angin, jajaran Polres Karo diultimatum 3 X 24 Jam.

Chici Ardi dari Aliansi Masyarakat  Karo (AMK) mengatakan, pihaknya tidak akan mentolelir sikap lambat jajaran Polres Tanah Karo dalam  memproses kasus ini.

“26 Januari lalu, Robert telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga hari ini kasusnya terkesan jalan di tempat. Bahkan ada isu beredar jika ada upaya pihak tertentu untuk mengalihkan status tersangka yang disandang Robert menjadi saksi,” ungkap Chici kepada wartawan koran ini, kemarin (29/5) di Kabanjahe.

Tidak ditahannya Robert, sambung Chici menjadi indikasi adanya upaya konspirasi antara oknum-oknum tertentu dalam kasus yang melibatkan mantan Kabag Humas era pemerintahan DD Sinulingga tersebut.

“Upaya pengalihan status tersebut tampaknya  buram karena kebocoran info yang diterima berbagai pihak termasuk insan pers. Oleh karenanya jika dalam 3 X 24 jam terhitung hari ini, Polisi tidak menahan Robert, kami akan gelar aksi demo. Jangan bandit kecil saja yang langsung diproses,” kata Chici .
Lebih lanjut dia mengatakan apabila jajaran Polres Tanah Karo tidak menggubris masalah tersebut. Maka pihaknya akan melanjutkan upaya demo ke Polda Sumatera Utara. Sehingga upaya penegakan hukum terhadap seluruh kalangan masyarakat, dapat terlihat sama dan merata di mata hukum.
“Kita minta kapolres tidak main-main dalam menangani kasus ini. Apalagi ini menyangkut pejabat publik dan  dapat berimbas terhadap bayak orang. Jika tidak digubris, maka kita akan mendatangi Poldasu untuk meminta Kapolres Tanah Karo diganti saja karena dianggap tidak sanggup melaksanakan tugasnya,” ujar Chici.

Sementara itu Kapolres  Karo, AKBP Maecelino Sampouw, melalui pesan singkat menjelaskan, kasus tersebut masih ditangani jajaranya dan sampai saat ini masih diproses di Unit Reskrim. Sebelumnya juga  Marcelino menyatakan jika dalam penanganan satu kasus butuh waktu dan penyidikan lebih lanjut.
Seperti diberitakan setelah diperiksa sejak Rabu (25/1), di ruang Unit Tipiter Polres Tanah Karo, Plt Kadis Pertambangan dan Energi Kabupaten Karo Robert Peranginangin SPd MSi ditetapkan sebagai tersangka.(wan)

Hingga Pemilu 2014 Sumut Tidak Ada Pemekaran

MEDAN- Hingga 2014 mendatang bisa dipastikan tidak akan ada pemekaran daerah di Sumatera Utara (Sumut), khususnya untuk pemekaran kecamatan, desa ataupun kelurahan.

Itu berlangsung hingga pemilihan umum (Pemilu) baik itu pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2013 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
“Tahun 2013 nanti, kita akan melaksanakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur secara langsung untuk kedua kalinya.
Guna menyukseskan itu, perlu didukung persiapan seperti data jumlah penduduk dan daftar penduduk potensial pemilih Pilkada (DP4), jumlah kecamatan, desa dan kelurahan di Sumut.

Jadi, rencana-rencana pemekaran yang ada agar ditunda sampai tahapan pemilihan gubernur dan presiden 2014 nanti,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho dalam acara Pemantapan Keseragaman Aparat Kecamatan di Provisi Sumatera Utara (Provsu) dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Pemerintah di Hotel Madani, Medan, Senin (28/5) malam.

Dijelaskannya, penundaan pemekaran tersebut bertujuan agar tidak terjadi kerancuan dalam persiapan dan pendataan jumlah pemilih.
Dan sebelumnya, bupati dan walikota telah diingatkan perihal penundaan pemekaran tersebut melalui surat No.257/2376 tanggal 16 Maret 2012.
Butir C di dalam surat itu disebutkan, pemekaran kecamatan, desa kelurahan untuk sementara waktu ditunda dahulu karena akan memasuki persiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2013.

Lebih lanjut Gatot menerangkan, dari hasil rapat dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut, penundaan pemekaran untuk menjamin  kepastian DP4 dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Selain itu, ada juga Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam rangka persiapan pemilihan presiden (Pilpres) 2014, mengenai penundaan pemekaran kabupaten maupun provinsi dalam upaya memberi kepastian pelaksanaan pemilu yang lebih mantap dan lebih baik.
Kepala Biro (Kabiro) Pemerintahan Umum Nouva Mahyar, menjelaskan tujuan pelaksanaan pemantapan keseragaman aparat kecamatan di Sumut adalah agar para camat dapat meningkatkan kinerja dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat.(ari)

Empat Karyawan PTPN2 Kwala Sawit Ditahan

Korupsi Pengalihan Hasil Sawit

LANGKAT- Polres Langkat menetapkan sekaligus menahan empat tersangka dalam dugaan kasus korupsi Rp2 miliar lebih di PTPN2 Kebun Kwala Sawit Kecamatan Batangserangkan, Langkat .

“Sudah, sudah ada empat orang ditetapkan sebagai tersangka sekaligus ditahan. Semua tersangkanya dari internal perusahaan kebun PTPN2 kebun Kwala Sawit,” kata Kapolres Langkat melalui Kasat Reskrim AKP Aldi Sabartono terkait tindaklanjut pengusutan polisi dalam dugaan kasus korupsi di kebun milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, Selasa (29/5).

Aldi menjelaskan, keempat karyawan yang telah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka di Mapolres Langkat yakni AG alias Agus, AB alias Abu. Kemudian SH alias Sumba, NR alias Ono. Kedua nama disebutkan terakhir merupakan krani timbang.

Disinggung kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka dalam dugaan kasus korupsi berjamaah di perusahaan bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit itu, Kasat mengaku tidak tertutup kemungkinan bertambah mengingat penyidikannya masih berjalan.

Sebagaimana informasi diperoleh wartawan, dugaan korupsi di PTPN2 Kebun Kwala Sawit tersebut semula diduga hanya sebagai kasus penggelapan. Terjadi mulai awal Juli 2010 hingga 30 April 2011. Namun setelah diproses, BPKP ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp2.057.742.610.
Kasus tersebut bermula ketika oknum manajer Kebun Kwala Sawit memanggil dan memerintahkan pengurus serikat pekerja perkebunan (SPBUN), dan pengurus serikat pekerja merdeka (SPM) setempat yakni yakni KS, AG, AB, SB, AI, dan SG untuk mengalihkan hasil produksi berondolan (buah sawit) milik PTPN2 kepada pihak ketiga (CC, JAB, CV ADJ dan CV ST). Untuk mulusnya ‘permainan’ tersebut SH dan NR selaku karani timbang ikut dilibatkan.
SH dan NR selaku krani timbang juga ditugasi menukar surat pengantar barang (PB-25) milik PTPN2 menjadi surat pengantar (SP) milik pihak ketiga. Cara itu, membuat PTPN2 wajib membayar kepada pihak ketiga melalui rekening bank, setelah dana dicairkan maka pihak ketiga menyerahkan uang hasil pengalihan kepada pengurus SPBUN dan SPM.

Uang tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada yang oknum yang persekongkol. Untuk mengusut kasus korupsi yang semula diduga hanya merupakan kasus penggelepan itu, petugas Polres Langkat telah memintai keterangan terhadap sedikitnya 50 orang saksi. (mag-4)

Tunggu Kajian Pencemaran di Danau Toba

Rencana Pencabutan Izin PT Aquafarm Nusantara

MEDAN- Agustus mendatang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), akan memutus perpanjangan atau penghentian operasional PT Aquafarm Nusantara yang membudidaya ikan air tawar di sekitar Danau Toba.

Guna merealisasikan itu Pemprovsu akan mengkaji sejauh mana pencemaran yang dilakukan perusahaan asing asal Swiss itu.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut Wan Hidayati, kepada wartawan, di Medan, Selasa (29/5).

Menurutnya, mereka menemukan terjadinya pencemaran air Danau Toba yang melebihi ambang batas di sejumlah areal kerja perusahaan eksportir ikan tawar tersebut. “Pakan (makanan) ternak yang diberikan dengan menabur ke danau pastinya tidak habis semua, pasti ada yang tersisa. Ini masih kita lakukan kajian lebih lanjut,” tambahnya.

Kata Wan Hidayati, kajian yang akan mereka lakukan itu terkait daya dukung dan daya tampung sistim perikanan di kawasan Danau Toba. Dan kajian ini lah yang masih dalam proses. “Kemungkinannya selesai Juli atau Agustus,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Sumut, Ajib Shah menegaskan, dalam kasus ini Pemprovsu tidak bisa berdiam diri saja dan harus mengambil sikap tegas.
Jika Pemprovsu tidak tegas, maka pencemaran tersebut akan semakin parah dan dikhawatirkan menimbulkan perlawanan dari masyarakat sekitar.
“Solusinya adalah, kembalikan kepada aturan yang berlaku, penuhi standar ambang batas pencemaran lingkungan atau tutup Aquafarm,” tegas politisi Golkar ini.

Anggota Komisi A DPRD Sumut lainnya, Ahmad Ikhyar Hasibuan menyatakan, dibutuhkan pemberian batas waktu oleh Pemprovsu kepada PT Aquafarm terkait perbaikan pelanggaran yang terjadi.

“Kalau pencemarannya melebihi ambang batas, harusnya diberi deadline untuk mengurangi intensitas pencemaran. Jika dalam waktu itu belum ada perubahan, dicabut saja izinnya,” tegas Ikhyar.(ari)

Suami Melaut, Istri Selingkuh

LANGKAT-Tragis memang nasib pria yang menjadi suami Fitri (35). Bagaimana tidak. Disaat suaminya  mencari nafkah di lautan sebagai anak buah kapal (ABK), ternyata secara diam-diam istri yang dipercaya merawat tiga anaknya malah berselingkuh dengan pria lain.

Fitri tertangkap warga saat berduaan di dalam kamar rumahnya di Blok C, Perumahan Kelapa Sawit, Kelurahan Perdamean, Kecamatan Stabat, Langkat, Sabtu (26/5) pagi. Pada saat kejadian itu sang suami sedang tidak berada di rumah.

Usai kejadian itu Fitri menghilang dari kampungnya. Seiring menghilangnya Fitria dari perumahan itu, pria yang diduga menjadi selingkuhannya tadi juga tak lagi pernah pulang kerumah. Hal itu diketahui setelah istri dari pria tersebut datang mencari-cari kerumah Fitri.  Dari KTP pria selingkuhan Fitri  tadi diketahui kalau, pria itu bernama Eka Edi Sucipto (36) warga Kecamatan Tanjungpura, Langkat.

Kabar yang didapat Metro Langkat (group Sumut Pos) Selasa (29/5) terbongkarnya kisah yang membuat malu keluarga ini karena leluasanya Fitri membawa pasangan selingkuhannya menginap di dalam rumahnya. Tanpa rasa sungkan akan statusnya istrinya orang dan memiliki tiga orang anak, Fitri sering membawa pria lain saat suaminya pergi bekerja. (dw/smg)

Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah

BINJAI-Hujan disertai angin kencang lebih kurang selama satu jam, Senin (28/5) kemarin malam, memporak porandakan lebih kurang 20 rumah di Kecamatan Binjai Timur dan Binjai Utara. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu.

Tapi, seorang nenek bernama Misri (60) dan cucunya Mila (6), nyaris jadi korban. Ia dan cucunya sempat tertimpa reruntuhan rumah saat kejadian berlangsung. Mereka berdua hanya mengalami luka memar di bagian tangan dan kepala mereka.

Misni yang sempat ditemui POSMETRO (Group Sumut Pos) mengaku, hujan disertai angin yang cukup kencang malam itu, datang secara tiba-tiba dari arah Selatan menuju Utara. Ia dan cucunnya pun berlindung dari hujan yang cukup deras tersebut. “Angin dan hujan pada malam itu cukup kencang kali. Jadi aku dan cucuku, masuk rumah,” kata Misni.

Namun, rumah yang menjadi perlintasan angin itu seluruhnya porak poranda akibat diterpa angina. Misni, yang memegang cucunnya erat-erat itu mencoba untuk melarikan diri dari reruntuhan rumah yang hancur diterpa angin.

Usahanya sia-sia. Reruntuhan seng rumahnya terlebih dahulu menimpa ia dan cucunnya itu. “Kami coba keluar rumah, saat seng mulai berterbangan. Tapi, kami tidak sempat dan aku mendekap cucuku agar dirinnya mengalami luka yang cukup serius,” cetusnnya.

Informasi dihimpun POSMETRO, sedikitinnya 15 rumah di Kelurahan Sumber Karya, Lingkungan IX, Kecamatan Binjai Timur, mengalami rusak parah. Di Kecamatan Binjai Utara, sedikitnnya 5 rumah juga mendapat terjangan angin.(bam/smg)