Home Blog Page 13477

Budidayakan Apotek Hidup

SELAYANG- Menyadari pentingnya tanaman apotek hidup dalam kehidupan sehari-hari, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, berinisiatif membangun taman PKK dengan membudidayakan tanaman jenis apotek hidup. Jenis tanaman ini berupa Jahe, Lengkuas, Temu Lawak, Kencur, Kunyit, Salak, Sawo, dan Pala.

“Tanaman apotek hidup di taman PKK Kelurahan Simpang Selayang ini adalah bagian dari program penghijauan kecamatan. Kami ingin kecamatan ini tak sekadar bersih, tapi memiliki lingkungan yang asri,” ungkap Lurah Simpang Selayang, Topan OP Ginting, Selasa (22/5). Taman PKK itu tuntas dikerjakan pada akhir April lalu atas partisipasi warga dan para Kepala Lingkungan.

Topan mengungkapkan bibit tanaman apotek hidup di taman PKK itu adalah hasil swadaya warga Keluarhan Simpang Selayang. Taman apotek hidup itu kelak tidak hanya dibudidayakan di taman PKK saja, melainkan diarahkan ke seluruh lingkungan di Kelurahan Simpang Selayang. Menurut dia, sejumlah lingkungan sudah membangun taman apotek hidup dan mengembangkan penanaman pohon Mangga yang akan dijadikan ciri khas Kelurahan Simpangh Selayang.

Soal perawatan taman PKK di kelurahan dan taman apotek hidup di lingkungan, Topan menyebutkan, cara perawatan dilakukan setiap hari dengan memberikan kompos dan menyiramnya. “Setiap hari disiram ya, kecuali hujan turun,” tukasnya.

Topan mengharapkan warga konsisten merawat taman PKK di Kelurahan dan  lingkungan masing-masing. Dia juga mengaku tak bosan-bosan mengingatkan warga agar membuang sampah di wadah yang disediakan.
“Hal terpenting dari semua itu adalah menjaga kebersihan lingkungan. Bila bersih penyakit akan menjauh,” ujarnya. (omi)

Empat Pencuri Sepeda Motor Diringkus

LUBUK PAKAM- Empat orang kawanan pencuri  sepeda motor  diamankan polisi, Selasa (22/5).  Selain tersangka, dua unit sepedamotor diduga hasil kejahatan juga diamankan.

Keempat tersangka itu adalah Juli Swandi Barus (19) warga Jalan Kosena Desa Bangun Sari Tanjung Morawa, Andi Setiawan alias Andi (17) warga Gang Karoja Dusun V Desa Bangun Sari Tanjung Morawa, Ahamad Fauzi (31) Dusun III Desa Payah Kerupuk Kecamatan Tanjung Pura dan Heru (30) Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Denai.

Terungkapnya kawanan pencurian bermotor itu, bermula saat tertangkapnya Juli Swandi Barus, usai beraksi mencuri sepedamotor Supra X 125 tanpa plat kepunyaan Elfi Yunita Hutahuruk (20).

Kejadiannya Sabtu (14/5) saat korban beribadah di Gereja HKBP di Simpang Penara Kecamatan Tanjung Morawa.
Lalu kehilangan itu dilaporkan Elfi Yunita Hutahuruk kepada  polisi. Kemudian Kepolisian menindak lanjuti laporan itu, selang seminggu kemudian Juli Swandi berhasil ditangkap ketika mengendarai sepeda motor hasil curianya di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa.

Lalu, kepolisian melakukan pengembangan atas penangkapan itu. Dari keterangan Juli didapat informasi bahwa, dia tidak sendirian. Saat melakukan aksinya, Juli dibantu Andi Setiawan tetapi saat itu Andi sempat melarikan diri. Beberapa saat kemudian, kepolisian berhasil menangkap Andi dikediamanya.

Kapolres Delisedang AKBP Wawan Munawar SiK melalui Kanit Satu Reskrim Polres Deliserdang Iptu Saut Simarmata,membenarkan penangkapan empat kawanan pencurian bermotor itu.

“Pelaku sudah diamankan. Bahkan ada salah satu diantara mereka sudah disidang . Mereka dijerat pasal 363 dan 480 KUHPidana,”bilang Iptu Saut Simarmata mengakhiri pembicaraan dengan koran ini.(btr)

Kapolres Diduga Terima Upeti

Galian C Tetap Beroperasi

BINJAI-  Masih beroprasinya galian C ilegal di areal eks PTPN2 Sei Semayang, ternyata melibatkan sejumlah tokoh di Kota Binjai. Bahkan, kabar terbaru yang diterima Sumut Pos, suksesnya perjalanan galian C ilegal itu, karena adanya upeti kepada petinggi Polresta Binjai.

Tak tanggung-tanggung, upeti yang diserahkan diduga sebesar Rp25 juta per bulan. Hal inilah yang diyakini warga penyebab tidak adanya tindakan petugas kepolisian terhadap laporan PTPN2 terkait pengerusakan dan penyerobotan lahan eks PTPN2 Sei Semayang yang sudah sejak setahun lalu membuat laporan ke Polresta Binjai.

Informasi ini diperoleh dari seorang warga berinisial Z, warga Kelurahan Rambung, Kecamatan Binjai Seletan. Menurutnya, informasi itu sudah sejak lama diterimanya, tapi dia sungkan membeberkan berita yang diterimanya itu ke publik. “Memang ada itu, saya sudah sejak lama mendengar kabarnya, tapi saya takut membeberkannya,” ungkap dia.

Ditambahkannya, pemberian itu diserahkan setelah adanya penangkapan dua alat berat milik pengusaha berinisial A di Kelurahan Bhakti Kharya, Kecamatan Binjai Selatan.

Saat itu, pengusaha galian C tersebut datang untuk membebaskan dua unit alat berat milik mereka. Namun, yang keluar hanya satu unit.
Sementara itu, Kapolresta Binjai AKBP Musa Tampubolon ketika dihubungi membantah menerima upeti dari pengusaha galian C ilegal. Menurutnya, pihaknya yang paling getol menyuarakan larangan beroperasinya galian C ilegal tersebut.

“Kepada siapa yang diberikan, siapa yang memberi? Saya sudah tiga kali menyurati Pemko Binjai dan ditebuskan ke DPRD Binjai terkait penertiban galian C ilegal. Kami siap backup kalau sudah ada permintaan dari Pemko Binjai,” bantahnya.

Ditambahkan dia, terkait tindak pidana yang diterima pihaknya, hanya masalah penyerobotan dan sampai sekarang pihak PTPN2 sebagai pelapor belum bias menunjukkan HGUnya. Jadi kalau isu bohong jangan ditanggapi, sebaiknya yang diberitakan fakta bukan isu,” jelas dia.
Ketika ditanya pengusaha yang memberikan upeti berinisial A, Kapolres tetap membantahnya. Malah, orang nomor satu di Polresta Binjai ini menyebut, kalau ada pengusaha berinisial ZH, ingin memberinya upeti, tapi dia mengaku menolak tawaran pengusaha tersebut.

“Ini fakta, Zahar mau beri saya upeti tapi saya tolak. Begitu juga kubu Acong, alat beratnya ada yang kami tahan. Jadi jangan menduga, justru saya menolak semua pengusaha ilegal. Kalau ada yang kleim berikan ke saya, akan saya tuntut dan saya pidanakan, termasuk sama siapa diberikan, langsung atau perantara?” pungkasnya melalui pesan singkat yang dikirimkan ke Sumut Pos, kemarin (23/5).

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Binjai Syahrizal ketika dihubungi  mengaku, persoalan tersebut merupakan ranah hukum pihak kepolisian. “Itu persoalan kepolisian,” ucapnya.

Ketika ditanya soal penegakan Perda tentang larangan galian C, dia mengatakan, sampai saat ini Perda larangan belum  ada. Tapi kalau soal perizininan berada di Dinas Bapedalda. “Belum ada Perdanya, kalau soal izin Tanya ke Bapedalda saja,” imbaunya.

Sebelumnya, Korlap PTPN2 Rayon C Sei Semayang, S Samosir ketika dihubungi mengaku, pihaknya sudah dua kali membuat laporan ke Polresta Binjai terkait pengerusakan dan penyerobotan lahan eks PTPN2 Sei Semayang. “Memang ada petugas kepolisian menahan alat berat pengusaha galian C, tapi kembali dilepaskan. Seperti di galian C Tunggurono, alat berat yang diamankan satu unit dan sudah dilepaskan. Sedangkan alat berat di Bhakti Karya, diamankan dua unit, satu unit sudah dilepaskan dan kembali beroperasi,” ujarnya. (ndi)

Aksi Pencurian Terekam CCTV

BINJAI- Aksi pencuri spesialis rumah kembali beraksi. Kini, giliran Optimus Komputer di Jalan A Yani, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, disatroni. Dari dalam ruko berlantai 3 di kawasan komplek Gread Wall ini, kawanan pencuri yang diduga sudah sering berakasi, berhasil mengondol laptop, modem, printer dan LCD, Rabu (23/5) pagi.

Sayangnya, aksi kawanan pencuri ini, terekam CCTV yang dipasang pemilik toko di sudut ruangan. Seluruh aksi dan wajah mereka terlihat jelas dalam CCTV tersebut. Saat ini, petugas kepolisian tengah mencari pelaku pencurian tersebut.

Martopo Wijaya (32), pemilik toko menyebutkan, pelaku melakukan aksinya sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, kedua penjaga komplek A Manik dan Wiyan, tengah tertidur pulas di pos jaga yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari ruko.

Sebelum masuk kedalam ruko, pelaku terlebih dahulu memutus gembok pintu besi. Setelah berhasil memutuskan gembok tersebut, pelaku merangkak ke dalam toko barang elektronik tersebut. (ndi)

Medan Denai Tata PKL dan Drainase

DENAI- Kecamatan Medan Denai terus melakukan penataan dan keindahan lingkungan menuju kawasan bebas sampah, indah, dan asri. Program kali ini  adalah melakukan perawatan drainase dengan mengorekan selokan di sepanjang Jalan Datuk Kabu dan menata Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membangun kios di atas drainase.

“Program ini sebetulnya sudah dilaksanakan sejak sebulan lalu. Tapi kami cermati hasilnya belum maksimal. Dalam waktu dekat kami akan merawat drainase di sepanjang ruas Jalan Denai bekerjasama dengan petugas pemadam kebakaran. Drainase akan disemprot pakai selang pemadam kebakaran agar sampah-sampah di kolong-kolong drainase bisa terlempar keluar semua,” ungkap Camat Medan Denai, Edi Mulia Matondang, kepada Sumut Pos di Kantor Camat Jalan Pancasila, Selasa (22/5).

Perawatan drainase ini amat penting mengingat intensitas hujan yang tinggi dalam sebulan terakhir. Jika drainase terabaikan dipastikan aliran air di selokan akan tersumbat dan meluap menggenangi ruas Jalan Datuk Kabu. “Warga mengeluh terus saat hujan deras. Ya, bagaimana Jalan Datuk Kabu tak banjir kalau aliran drainase mampet gara-gara sampah yang menumpuk,” tukasnya.

Edi mengatakan pihak Kecamatan akan menyertakan warga dalam aksi gotong-royong yang dilakukan saban hari Minggu. Selain banjir yang menganggu warga dan pengguna jalan, menurut Edi, gotong-royong itu juga untuk membasmi sarang nyamuk aedis agypti yang rentan tumbuh di setiap kelurahan. “Kalau tak dibersihkan saya khawatir warga terjangkit penyakit Demam Berdarah,” katanya.

Soal kebersihan lingkungan ini, Edi mengimbau warga agar senantiasa menempatkan sampah di wadah yang sudah disediakan, serta tidak sesekali membuang ke dalam selokan. Warga juga diminta menghijaukan lingkungan masing-masing dengan menanam pohon atau membuat taman-taman di pinggir jalan.

“Aparatur kecamatan seperti kami hanya bisa mengimbau saja, kalau warga tak patuh tentunya mereka yang lebih dulu merasakan dampaknya. Jalan banjir dan nyamuk penyebabb DBD bersarang dimana-mana,” ujarnya. (omi)

Majelis Taklim Harus Mampu Lawan Kemiskinan

DPW BKMT Sumut Periode 2012-2017 Dilantik

Dewan Pimpinan Wilayah Badan Kontak Majalis Taklim (DPW BKMT) Sumut periode 2012-2017 dilantik di Asrama Haji Medan, Selasa (22/5). Pelantikan pengurus itu langsung dilakukan Ketua BKMT Pusat, Prof DR Tutty Alawiyah AS MA.

Pelantikan DPW BKMT Sumut periode 2012-2017 dihadiri sekitar seribu majelis taklim. Dalam pelantikan itu, majelis taklim lebih dominan dihadiri perempuan dari berbagai daerah di Sumut serta Kota Medan.

Hadir dalam pelantikan itu, yang mewakili Plt Gubsu, H Gatot Pujo Nugroho ST yakni  Ir Hj Sabrina MSi, Direktur Utama PT Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM, mewakili Kakanwil Kemenag Sumut, Kabid PK Pontren dan Penamas Drs H Jaharuddin SPdi MA, perwakilan Kodam I/BB serta perwakilan Polda Sumut.

Dalam pelantikan itu, Prof DR Tutty Alawiyah AS meminta kepada pengurus untuk tetap bersinergi dengan pemerintah, karena BKMT merupakan mitra pemerintah sejak berdirinya.

Memberikan sambutan di pelantikan DPW BKMT Sumut, Tutty merasa bangga atas perkembangan organisasi keagamaan ini di Sumut. Selama ini, menurut dia, DPW BKMT Sumut terpantau aktif meningkatkan silaturahim pembelajaran di antara anggota majelis. Terobosan lain yang dirintis adalah menghidupkan sektor ekonomi dan kesehatan. “Saya lihat BKMT Sumut sudah diisi beragam profesi. Ada dokter, guru, pengusaha, dan lainnya. Hal ini yang membuat DPW BKMT Sumut berjalan sangat baik,” ujarnya.

Tutty mengingatkan sewaktu BKMT didirikan 31 tahun silam jumlah anggotanya masih 732 majelis. Seiring waktu jumlah pengurus BKMT di daerah hingga pengurus kecamatan. Jumlah sekarang mencapai belasan ribu majelis. Lebih lanjut, dia mengatakan, pertumbuhan jumlah anggota majelis itu seyogianya diiiringi dengan program peningkatan harkat dan martabat bangsa.
Dalam kesempatan itu, Tutty melantik Dra Hj Rosmawati Harahap selaku ketua DPW BKMT Sumut dan Asliani Harahap SH MHum selaku sekretaris dan Hj Ernawaty sebagai bendahara.

Sebelum dirinya resmi dilantik, Rosmawati berjanji, BKMT Sumut periode 2012-2017 akan mengembangkan kegiatan dakwah atau tabligh dengan merelevansikannya dengan masalah aktual dan pembinaan organisasi secara profesional.

Kemudian, paparnya mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dalam kepengurusan agar tetap menjadi tauladan masyarakat, mengembangkan program kesehatan masyarakat dan berperan lebih pro-aktif dalam menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah maupun lembaga keuangan pemerintah/swasta untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Sementara itu, Plt Gubsu dalam sambutannya yang dibacakan Sabrina menyampaikan, setiap organosasi harus patuh dengan AD/ART, sehingga roda organisasi bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kemudian, jadikan organisasi sebagai wadah berkumpul untuk melaksanakan kegiatan sosial yang lebih baik lagi.

Di kesempatan yang sama, Dirut Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu mengajak BKMT Sumut untuk terus mengembangkan zakat. Karena potensi zakat sekarang ini belum diambil seluruhnya.

“Padahal zakat itu diharuskan dalam Islam, bila umat muslim membayar zakat. Maka kemiskinan tak akan terjadi lagi di negeri ini,” sebutnya.
Di akhir kegiatannya, majelis BKMT se-Sumut menggelar foto bersama dengan Prof DR Tutty Alawiyah AS MA dan bernyanyi. (*)

Perbaiki Jembatan Jalan Pahlawan

HAMPARAN PERAK- Perbaikan jembatan penghubung di Jalan Pahlawan Desa Baru Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, yang sudah lama rusak terkesan lamban.

Buktinya lubang jembatan itu  belum juga diperbaiki dan dikhawatirkan mengancam keselamatan jiwa para pengendara.
Amatan Sumut Pos di sekitar jembatan, akibat belum dilakukan perbaikan para pengendara sepeda motor sebagai salah satu pengguna jembatan itu mengeluh karena merasa  kesulitan setiap akan melintas.

“Saya berharap kepada Pemkab Deliserdang agar segera memperbaiki  jembatan penghubung Desa Baru ini. Karena terkadang mobil harus antrean, sebab takut menjadi korban akibat lubang yang berada di tengah jembatan,” kata Zulkifli.

Penuturan serupa juga dikatakan, M Hatta (36) salah seorang masyarakat setempat. Dia mengharapkan Pemkab Deliserdang segera mengambil tindakan yang tepat guna memperbaiki kondisi jembatan rusak dan berlobang sebelum korban berjatuhan. Apalagi jembatan ini sebagai sarana penghubung demi kelancaran arus transportasi warga perlu mendapatkan prioritas Pemerintah dalam menunjang tumbuh kembangnya perekonomian warga.(mag-17)

Pelaku Penganiayaan Diringkus

BIRUBIRU- Petugas Polsek Biru-biru menangkap pelaku penganiayaan Anaria Manalu (25), bernama Erwin Syahputra alias Bimbim (28) dan istri mudanya Sri Rahayu (21) warga Perumahan ASABRI Dusun V Desa Selamat Kecamatan Biru biru, Rabu (23/5) sekira pukul 13.30 WIB.
Tak hanya itu saat melakukan penangkapan, di rumah itu juga polisi menemukan narkoba.

Informasi yang dihimpun POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos), saat itu personel unit Rekrim Polres Deliserdang dan Polsek Biru biru hendak melakukan penangkapan terhadap Bimbim dan Sri Rahayu yang merupakan pelaku penganiayaan terhadap Anaria Manalu yang merupakan istri tua Bimbim.
Penangkapan keduanya sesuai dengan laporan istri tua Bimbim Anaria Manalu ke Polres Deliserdang karena keduanya telah melakukan penganiayaan terhadap Anaria Manalu Selasa (17/5) lalu sesuai dengan LP/305/IV/SU/2012/Res DS tertanggal 17 April 2012.

Sebelumnya polisi meringkus keduanya, Sri Rahayu sempat melihat sepasukan polisi berpakaian preman mendekati kediamannya. Melihat kedatangan polisi, Sri Rahayu pun langsung menutup pintu rumahnya dan memberitahukanya kepada Bimbim suaminya. Mendengar laporan
Sri, Bimbim yang berprofesi sebagai sopir angkot ini, langsung membuang bungkusan plastik asoi yang berisi bong alat pengisap sabu dari arah jendela.
Ternyata apa yang dilakukan Bimbim terlihat oleh petugas yang telah mengelilingi rumahnya. Begitu petugas meringsek masuk dan melakukan penggeledahan.

Lalu petugas kembali menemukan 1 Amp ganja kering, satu batang rokok yang berisi ganja siap hisap, 2 bungkus kecil sabu-sabu paket 200 Ribu, plastik klip transparan ukuran kecil, kaca penghisap sabu, 1/2 butir ekstasi dalam bungkus klip kecil, mancis dan 4 buah pipet yang digunakan tersangka untuk mengisap sabu. (roy/smg)

Urus Akta Kelahiran Rumit

085361311xxx
Wahai Bapak Wali Kota Yth. Kami minta tolong beri kepastian tentang prosedur pengurusan akta kelahiran. Beberapa waktu lalu kami baca, masih harus melalui pengadilan dengan prosedur yang teramat rumit dan juga biaya yang mahal. Meskipun Kadisdukcapil berulang kali bilang urus akta tak sulit, tapi bagi kami rakyat kecil tetap saja kesulitan dan biayanya sangat memberatkan. Trima kasih.

Cukup Lengkapi Persyaratan
Terima kasih atas laporannya. Untuk mengurus akta kelahiran anak, cukup melampirkan surat kelahiran dari bidan atau rumah sakit, dengan catatan lahir di Kota Medan. Apabila lahirnya di luar Kota Medan, maka diurus sesuai domisili kelahirannya. Selanjutnya, melampirkan foto copy KTP kedua orangtua dan kartu keluarga. Untuk mengurusnya tak dikenakan biaya apapun, namun dengan syarat usia bayi tidak lebih dari 60 hari. Apabila sudah lebih dari 60 hari, orangtua terlebih dahulu mengambil formulir di Kantor Disdukcapil Kota Medan di Jalan Iskandar Muda Medan.

Selanjutnya, petugas akan mengarahkan mengurus surat-surat dan membawanya ke Pengadilan Negeri Medan. Sebelum surat dibawa, diwajibkan kepada pemohon membayar Rp10 ribu sebagai biaya keterlambatan atas pengurusan administrasi kependudukan.
Sedangkan bagi bayi yang baru berusia satu bulan, silahkan saja langsung datang sendiri tanpa melalui calo ataupun menyuruh orang lain. Dengan itu, kami tak akan memungut biaya apapun untuk pengurusan akta kelahiran anak.

Darussalam Pohan
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Distribusi Air Bersih 6 Jam per Hari

KABANJAHE- Pendistribusian air bersih oleh PDAM Tirta Malem ke pelanggan di Kecamatan Kabanjahe hanya 6 jam dalam sehari. Hal ini diungkapkan Plt Dirut PDAM Tirta Malem, Esra Tarigan di kantornya kepada Wartawan, Rabu (25/5).

Dalam kesempatan itu, Esra banyak mempermasalahkan soal pendistribusian air kepada masyarakat yang volumenya sangat sedikit. Sehingga masyarakat  Karo yang bermukim di Kabajahe banyak membeli air dari sumur bor setiap harinya.

Selain itu, kurang anggaran terhadap operasional PDAM Tirta Malem, membuat motor penggerak air yang sudah tua di beberapa titik sumber air tidak dapat diganti. Sehingga pelayanan terhadap pelanggan tidak maksimal.

Menyikapi masalah ini Bupati Karo, Karo Jambi mengatakan pihaknya akan menargetkan kenaikan volume waktu salur dari pipa induk kepada konsumen. Mengingat adanya langkah penggantian pipa yang sudah berusia tahunan di Lau Berneh dan Lau Bawang.
Selain perbaikan jaringan, instrumen lain yang harus dikedepankan adalah peningkatan pelayanan, dalam bentuk tersedianya tenaga tenaga kerja yang mampu bekerja secara tepat.

Pengurangan angka karyawan yang telah dilakukan, sambung Karo Jambi tidak akan berpengaruh pada hasil akhir program pemantapan distribusi air yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.

“Kita sadar betul akan warisan masalah di PDAM Tirta Malem yang telah akut. Namun kebutuhan terhadap air sangatlah penting, sehingga  dibutuhkan langkah-langkah percepatan perbaikan dengan memanfaatkan modal yang ada, hasil dari retribusi air yang diberikan konsumen,” ujar Bupati.

Plt Dirut PDAM Tirta Malem, Esra Tarigan menerangkan, efesiensi yang sekarang dilakukan dengan tujuan perbaikan pengelolaan air sedikit banyaknya telah terjawab. Tunggakan hutang listrik PDAM Tirta Malem sebagai contoh, sudah diselesaikan secara berkala.

Dengan memanfaatkan 60-an karyawan hasil perampingan, usaha  lega. Saat ini memfokuskan penanganan distribusi dan pelayanan lainnya di Kota Kabanjahe. (mag-19)