Home Blog Page 13485

600 Jenis Jajanan Sekolah Hambat Pertumbuhan

MEDAN-600 jenis jajanan anak sekolah mengandung pemanis buatan yang dapat mengganggu pertumbuhan. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan terhadap 600 sampel jajanan anak sekolah.

Kepala Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM Medan, Sacramento mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan 600 sampel.

Sacramento mengatakan, untuk jajanan anak sekolah berupa minuman, tak boleh mencampurkan pemanis buatan.

“Kalau diminum 1 sampai 2 kali sehari tak ada masalah. Jika diminum secara terus menerus tak diperbolehkan
karena mengganggu pertumbuhan,” sebutnya.

Menurut Sacramento, BBPOM Medan tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan melalui 600 sampel makanan dalam dua tahap yakni awal Januari dan tahap kedua September mendatang.

“Bila hasil uji laboratorium ditemukan hasil seperti mengandung bahan-bahan bermasalah dicampur dalam jajanan anak sekolah, maka kita meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pembinaan terhadap masing-masing sekolah,” katanya.

Dijelaskannya, pihaknya juga meminta kepada Dinas Pendidikan agar melakukan pembinaan kepada masing-masing kantin sekolah.
Sacramento menyebutkan, ke-600 sampel makanan itu diantaranya kue basah, bakso, mie, tahu, kerupuk. Sacramento juga meminta semua pihak termasuk orangtua siswa juga melakukan pengawasan terhadap jajanan anak-anak mereka.

“Kepada orangtua siswa juga diminta agar tetap mengawasi jajanan dari anaknya masing-masing saat di sekolah,” pungkasnya.(jon)

Pelajar Perlu Dapat Sosialisasi HIV/AIDS

Pergaulan bebas di kalangan remaja berisiko terhadap  penularan HIV/AIDS, penyakit menular seksual dan kanker rahim.

Bahkan data menyebutkan, jika dari seluruh penderita HIV 57 persen diantaranya adalah remaja dan dari angka tersebut 25 persen diantaranya adalah pelajar. Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Kesuma Ramadhan dengan praktisi kesehatan, dr Delyuzar SpPA.

Bagaimana Anda menilai fenomena seks bebas di kalangan remaja?

Seks bebas di kalangan remaja khususnya di Kota Medan, tidak bisa dipungkiri memang cukup tinggi. Tentu saja ini berakibat terhadap beberapa penyakit menular seperti HIV/AIDS, IMS, dan kanker rahim. Bahkan, penularan HIV sudah tidak lagi dikelompokkan berdasarkan risiko tinggi saja seperti pekerja seks maupun pelanggan seks, namun sudah masuk komunitas umum. Komunitas umum bisa seperti ibu rumah tangga, pelajar dan tentunya masyarakat. Sehingga perlu penanganan dan penangkalan dari lingkungan masyarakat seperti sekolah dan sebagainya

Bagaimana langkah nyata dalam meminimalisasi penularan penyakit menular seperti HIV/AIDS?

Untuk meminimalisasi, langkah awal adalah mengurangi Dimmannya (keinginan memakai atau menggunakan), seperti narkoba jarum suntik ataupun keinginan melakukan seks bebas. Salah satunya dilakukan oleh pihak kepolisian dengan langkah preventif lewat tindakan. Selain itu bentuk sosialasi ke masyarakat dan sekolah juga sangat berperan dalam meminimalisasi penyebaran sekaligus memberikan pemahaman menganai dampak dan akibat yang dihasilkan dari perbuatan seks bebas.

Siapa saja yang paling berperan dalam memberikan. pemahaman terutama bagi pelajar?

Dalam hal ini tentunya yang paling berperan adalah orangtua, keluarga, guru, dan tokoh-tokoh agama. Selain itu pemerintah daerah juga harus bisa mengatur daerah strategis seperti tempat lokalisasi sebagai transaksi seksual untuk tidak berada di lokasi keramaian dan mudah dilalui. (*)

Dibilang WTS, Ngadu ke Polisi

MEDAN- Intan (27), warga Jalan Binjai Km 8,8 mengadu ke Mapolsekta Medan Sunggal, Selasa (22/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Pasalnya, ibu rumah tangga itu tak sedang dibilang wanita tuna susila (WTS) oleh Opin (22) tetangganya.

Keterangan yang dihimpun, kejadian itu berawal saat Intan memberikan pekerjaan kepada Opin untuk menjualkan sepeda motor miliknya dengan harga Rp7 juta. Intan berjanji kalau laku akan memberi imbalan Rp200 ribu kepada Opin jika berhasil menjualnya.

Opin ternayat berhasil menjualkan sepeda motor milik Intan dan memberikan uang hasil penjualan kepada Intan. Tapi, Intan tak kunjung memberikan imbalan jasa yang pernah dijanjikannya kepada Opin.

Alasan Intan, uangnya sudah dipotong Opin.

“Malas aku kasih udah disunat uang ku sama dia,” ujar Intan.

Opin yang kesal akhirnya mendatangi kediaman Intan dan meminta agar Intan segera memenuhi janjinya, untuk melunasi pembayaran imbalan dari hasil penjualan sepeda motor.

Bukannya diberi imbalan, malah Opin dimarahi Intan.

“Gimana nggak ku bilang wanita tuna susila ditipunya aku,” celoteh Opin. Intan tak senang dan mengadu ke Mapolsekta Sunggal.
Personel Polsekta Sunggal, Aiptu BE Sirait mengaku kasusnya hanya gara-gara masalah sepele. (mri/smg)

Kios di Pusat Pasar Dilem OTK

MEDAN-Sejumlah pedagang Pusat Pasar Medan dikejutkan dengan kios mereka yang tidak bisa dibuka, karena lubang gembok disumbat dengan lem setan oleh orang tak dikenal (OTK). Akibatnya, para pedagang tidak bisa membuka pintu kiosnya dan tidak bisa berdagang.

Pedagang kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Medan dengan No:STBL/1393/V/2012/SPK/Resta Medan.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah pedagang sempat melakukan protes dengan petugas penjaga malam yang baru, pasalnya mereka merasakan seperti memang diintimidasi oleh penjaga malam yang baru.

Sebelum mereka pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan, terlihat salah seorang petugas kepolisian dan petugas penjaga malam melakukan negosiasi terhadap para pedagang.

Dengan adanya kejadian itu, salah seorang pedagang, Rumondang mencoba menghubugi Dirut PD Pasar, Beni Sihotang untuk menyelesaikan permasalahan itu. Alhasilnya, harapan pedagang tidak seperti yang diinginkan mereka, PD Pasar sendiri hanya menyarankan agar peristiwa itu segera dilaporkan sendiri.

“Memang kurang peduli dia (Beni, Red) sama kami, saya hubungi dari tadi datangnya baru jam 15.00 WIB, begitu datang cuma bilang kalau sudah dilaporkan ke polisi ya sudah,” ujar Rumondang.

Salah seorang pedagang, Enita Silitonga, mengakui kalau selama dirinya berdagang tidak pernah membuat kesalahan, namun tidak tau kenapa kios miliknya dilem oleh orang tidak dikenal. Padahal Pusat Pasar memiliki penjaga malam yang baru.

“Saya bingung kenapa kios saya yang dibuat begitu, padahal saya tidak pernah ada salah. Percuma aja ada penjaga malam yang baru,” ujar dia.
Pedagang yang lain, Riri mengalami nasib yang serupa seperti Enita, hingga pukul 11.00 WIB, dirinya tidak bisa berdagang karena kiosnya tidak bisa terbuka. Dengan kejadian seperti ini, menurut dia sangat membahayakan, karena apabila terjadi kebakaran sudah jelas barang-barang dia tidak bisa terselamatkan lagi.

“Cobala bayangkan saya belum jualan sampai sekarang, dan paling bahaya kali kalau terbakar, barang saya tidak bisa terselamatkan lagi,” ungkapnya.
Hal yang hampir serupa dikatakan Elita Panjaitan. Semenjak pergantian penjaga malam yang lama, para pedagang tidak pernah mendapatkan kepuasan. Kejadian ini telah membuktikan penjaga malam yang baru sangat tidak profesional.

“Memang semenjak Pak Frengky diganti kami tidak mendapatkan kepuasan, inikan sudah terbukti mereka tidak cocok menjadi pengelola jaga malam,” terang dia.

Dirut PD Pasar Beni Sihotang, membenarkan kejadian itu. “Ya, tadi saya mendapatkan telepon dari pedagang. Memang saya tidak meninjau langsung tapi saya sudah datang ke Pusat Pasar. Kalau memang sudah dilaporkan ke polisi ya laporkan saja,” ungkapnya.
Ke depan dirinya akan mengelola kembali pasar dengan baik. (gus)

PP Sumut Prioritaskan Kondusifitas dan Kepedulian Bersama

MEDAN–Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) kembali mengingatkan seluruh pengurus Pemuda Pancasila se-Sumatera Utara untuk ikut serta menjaga kondusifitas dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Setiap Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP diwajibkan terlibat langsung, menjaga ketertiban dan bereksplorasi meningkatkan mutu kehidupan bermasyarakat.

Ketua MPW PP Sumatera Utara, Anuar Shah menyatakan setiap MPC PP yang tersebar di 33 kabupaten dan kota diwajibkan menjaga keamanan. ”MPC PP wajib menjaga suasana kondusif di mana pun seluruh kader berada,” tegas Anuar Shah biasa disapa A Weng.

Penegasan itu disampaikan Aweng ketika menerima audiensi panitia persiapan pelantikan MPC PP Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (22/5) siang, di Sekretariat MPW PP Sumut, Jalan Thamrin, Medan, didampingi  Sekretaris MPW PP Sumut, Firdaus Nasution dan Bendahara, Ali M Mahdy.

Aweng  menekankan agar MPC PP di Sumut terus menggeliatkan bakti sosial, membantu masyarakat. ”Membantu  warga yang tidak mampu,” ujar Aweng.
MPW PP Sumut, kata Aweng, terus berpartisipasi untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Peranan dan keberadaan Pemuda Pancasila, Aweng menjelaskan,  diwujudkan  dalam berbagai bentuk kegiatan melalui lembaga yang ada.

Guna melebarkan sayap peranan Pemuda Pancasila di Sumut,  MPW PP Sumut melahirkan kembali lembaga, yakni Lembaga Pengusaha PP. Kehadiran lembaga itu, menambah jumlah lembaga di MPW PP Sumut, yang sebelumnya,  Lembaga Koti Mahatidana, Penyuluhan dan Pembelaan Hukum,  Lembaga Srikandi,  dan Satuan Pelajara dan Mahasiswa.

”Lembaga itu dihadir di MPC PP kabupaten/kota yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah,” ujar Aweng.

Sementara  rombongan audiensi panitia persiapan pelantikan MPC PP Kabupaten Sergai, dipimpin H Syaiful Azhar melaporkan, menjelang acara
pelantikan,  kader PP Kabupaten Sergai telah menggelar beragam kegiatan.
”Membantu 500 anak yatim, membagikan obat, menyantuni 300 janda , juga penanaman pohon sebagai wujud mendukung penghijauan,” kata  Syaiful.(gus)

Utang Non Pokok PDAM Tirtanadi Dihapuskan

MEDAN-Komisi Teknis yang terdiri dari Departemen Keuangan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kementerian Pekerjaan Umum menyetujui usulan penghapusan utang non pokok dan usulan restrukturisasi utang pokok Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.

Penghapusan utang non pokok dan restrukturisasi utang pokok tersebut diusulkan PDAM Tirtanadi dalam rapat dengan Komisi Teknis di ruang rapat Direktorat Sistem Manajemen Investasi di Gedung Priyadi Praptosuhardjo I Lantai III Kementerian Keuangan Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarata Pusat, Rabu (16/5).

Rapat tersebut dilakukan dalam rangka pengajuan Business Plan PDAM Tirtanadi 2011-2015 sesuai persyaratan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 Tahun 2008 untuk mengusulkan restrukturisasi utang perusahaan. Pembahasan Business Plan PDAM Tirtanadi 2011-2015 meliputi proyeksi kenaikan tarif full cost recovery, tingkat kehilangan air, cakupan pelayanan, rasio pegawai, jangka waktu penagihan piutang, laba/rugi, investasi dan saldo kas.

Dalam rapat dengan Komisi Teknis yang dipimpin Kasubdit PSD Direktorat SMI, DJPB, Kementerian Keuangan, Noor Faisal Acmad itu dihadiri Direktur Pengawasan BUMD, BPKP, Nyoman Sardiana dan Kasi Investasi Wilayah II Subdit Investasi, Direktorat Pengembangan Air Minum, Kementerian Pekerjaan Umum, Marshaulina membahas Business Plan PDAM Tirtanadi yang disampaikan Direktur Utama PDAM Tirtanadi Azzam Rizal didampingi Tim Asistensi Ramli M.Sihombing (Kabid Akuntansi Negara BPKP Perwakilan Sumatera Utara) berserta  tim.

Rapat Komisi Teknis merupakan kelanjutan dari rapat Kelompok Kerja (Pokja) PMK 120/2008 yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 November 2011 dalam rangka mengikuti restrukturisasi utang sesuai persyaratan PMK 120/2008. Business Plan yang telah diperbaiki dalam rapat Pokja kembali dibahas dapat rapat Komisi Teknis tersebut.

Pinjaman yang diusulkan PDAM Tirtanadi untuk dilakukan restrukturisasi utang  ke Komisi Teknis PMK 120/2008 adalah SLA 1148 utang PDAM Tirtanadi pada saat pembangunan Medan Metropolitan Urban Development Project (MMUDP) III dan RDA 285 merupakan utang PDAM Tirta Deli Kabupaten Deli Serdang yang pembayaran utangnya dialihkan ke PDAM Tirtanadi karena adanya perjanjian kerjasama operasi (KSO) antara kedua PDAM.
Adapun usulan restrukturisasi utang yang disampaikan PDAM Tirtanadi pada rapat dengan Komisi Teknis adalah : penghapusan utang non pokok sebesar Rp19.998.810.728,72, tunggakan pokok sebesar Rp5.304.667.631,08, dan USD 1.749.503,87 diusulkan untuk dijadwalkan selama 5 tahun mulai 2012 sampai dengan 2016, pokok belum jatuh tempo sebesar Rp14.916.397.380,85 dan USD 10.451.193,08 dibayar sesuai tanggal jatuh tempo. “Kesimpulan rapat menyatakan Business Plan PDAM Tirtanadi dapat disetujui oleh Komite Teknis, sedangkan permohonan restrukturisasi akan diproses,” kata Dirut PDAM Tirtanadi, Azzam Rizal kepada wartawan, Selasa  (22/5).

Menurut Azzam, disetujuinya penghapusan utang non pokok PDAM Tirtanadi  sekitar Rp20 miliar  itu sangat membantu mengurangi beban keuangan perusahaan.

Ditambahkan, tujuan restrukturisasi utang adalah untuk mengurangi beban keuangan, sehingga PDAM dapat melakukan kegiatan investasi dan perbaikan pelayanan, seperti menambah Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan menambah sistem perpipaan untuk pelayanan kepada pelanggan.

Kemudian, perbaikan manajemen PDAM.  Di mana PDAM dapat menjalankan Business Plan yang telah disetujui Komite. Membantu PDAM untuk mendapatkan sumber pendanaan dalam rangka investasi. Dengan neraca PDAM yang sehat akan menarik investor. (jun)

Bahan Sifon Menambah Kesan Mewah

Rancangan Kreatif untuk yang Berjilbab

Film Sex and City yang menceritakan tentang kehidupan 4 wanita dewasa di ibukota ini biasanya menjadi inspirasi bagi wanita dalam hal berpakaian. Bagaimana tidak, dalam film ini, semua tokoh dalam film ini menggunakan fashion yang menarik, mulai dari tas, sepatu hingga model pakaian merupakan yang sedang trend saat ini.

Dan terinspirasi film tersebut, Risma Susana Marpaung, mahasiswi Unimed jurusan Tata Busana ini mendesain pakaian untuk wanita. “Kita terinspirasi dari Carrie, salah satu tokoh dalam film Sex and City,” ungkap Risma. Desain baju yang bertema Carrie Bradshaw’s Beauty ini lebih diutamakan bagi yang menggunakan penutup kepala (jilbab). “Saya terinspirasi mendesain busana muslim yang memiliki karakter,” ujarnya.

Salah satu yang menarik dalam desain baju ini, dimana perancang menambahkan creatif fabric yang berbentuk detail lipatan pada baju tersebut. Terbuat dari bahan sifon bunglon sebagai bahan creatif fabric sehingga busana terkesan anggun dan mewah. “Bukan berarti wanita yang menggunakan jilbab, tidak bisa tampil dengan mewah, sexy, dan anggun,” ucapnya.

Melalui film tersebut, desainer membuat baju sesuai dengan film. Karena dalam film tersebut menggunakan style yang unik, dramatis, dan seksi. Menggunakan warna gelap, seperti merah, maroon, dan hijau. Baju ini bisa dipakai dalam berbagai kesempatan, seperti untuk pesta, santai, dan acara formal.

Risma Susana memperkenalkan rancangannya ini pada acara pagelaran busana 2012 di Unimed beberapa hari yang lalu. Acara ini  mendapat perhatian dari para penonton. Selain karena menggunakan warna yang mencolok, bahan pakaian juga sangat elegan. “Bahan sifon ini dapat ditemukan di pasaran. Selain, bahan ini juga memberikan kesan mewah,” lanjutnya. (ram)

 

Spirit Biabo – Czerwoni

Piala antara klub Eropa sudah 14 kali digelar. Terhitung sejak tahun 1960, timnas Polandia baru sekali berlaga di ajang ini. Itupun hanya sampai di babak penyisihan grup pada even yang digelar tahun 2008.

Di tahun itu Polandia menorehkan hasil dua kali kalah dan sekali imbang. Hasil itu diperoleh ketika ditekuk Jerman dengan skor  0-2 pada pertandingan yang berlangsung 8 Juni, selanjutnya bermain imbang 1-1, empat hari berselang, dan kembali takluk dengan skor 0-1 saat menghadapi Kroasia, sepekan kemudian.

Jelas, hasil yang dituai tim berjuluk BiaBo-czerwoni (Putih Merah) itu mengecewakan seluruh rakyat Polandia. Menyikapi masalah tersebut Perdana Menteri Polandia Donald Franciszek Tusk pun menargetkan Polandia yang bersama Ukraina dipercaya sebagai tuan rumah Euro 2012 meraih sukses, baik dari segi penyelenggraan maupun dari sisi prestasi.

Menurutnya, persiapan Polandia untuk menggelar Euro 2012 sudah 100 persen rampung dan siap untuk menerima tamu-tamu khususnya dari 15 negara partisipan Euro lainnya.

“Investasi luar biasa telah kami lakukan jelang Euro 2012 bukanlah stadion-stadion yang indah, terminal bandara yang hebat, jalan-jalan dan stasiun kereta api, melainkan investasi dalam citra dan reputasi Polandia di antara ratusan juta fans yang akan menyaksikan Euro lewat TV dan juga ratusan ribu yang akan datang. Mereka takkan menilai kami dengan sebatas isu olahraga,” tutur sang Perdana Menteri.

“Kami akan menunjukkannya kepada seluruh Eropa dan dunia bahwa Polandia adalah tempat yang bagus, tempat di mana hal-hal hebat terjadi, tempat tinggal orang-orang yang luar biasa dan tempat yang layak untuk dirindukan oleh para pengunjung,” lanjutnya.

Sementara itu Menteri Olahraga Joanna Mucha menambahkan bahwa, kesiapan mereka merupakan buah dari ketelatenan para panitia lokal yang selalu berusaha mengikuti jadwal persiapan sejak beberapa bulan lalu.
“Sejak Februari lalu hingga sekarang, kami telah mengikuti perencanaan dalam pedoman untuk pengoperasian semua persiapan di area turnamen,” timpal Mucha.

Itu dari sisi pelaksanaan. Bagaimana persiapan Polandia agar dapat menorehkan hasil maksimal di ajang Euro 2012, seperti yang pernah mereka lakukan ketika suskes menempati peringkat ketiga pada pelaksanaan Piala Dunia tahun 1974 dan 1982.

Pelatih Polandia Franciszek Smuda mengatakan bahwa meski pada Euro nanti timnya banyak bermaterikan pemain muda, namun dirinyna tetap yakin jika BiaBo-czerwoni takkan memperoleh hasil mengecewakan.

“Mereka kumpulan pemain muda yang memiliki semangat dan mental tak kenal menyerah. Itu sangat penting pada sebuah kompetisi bersifat turnamen seperti ini,” bilang Smuda.

Sesunguhnya Smuda tak sepenuhnya bergantung kepada pemain, karena ada beberapa nama di dalam skuadnya yang justru merupakan nama-nama pemain yang sangat berpengaruh saat membela klubnya masing-masing seperti Wojciech Szczesny (Arsenal), Robert Lewandowski (Borussia Dortmund) dan Lukasz Piszczek (Borussia Dortmund).

“Selama 2,5 tahun, saya punya waktu untuk mengetahui apa yang para pemain bisa lakukan. Saya yakin tim yang telah dipiluh ini bisa memberikan kegembiraan kepada fans,” ungkap Smuda.

“Saya mencoba memilih beberapa pemain muda, tidak hanya untuk Piala Eropa, tapi juga di masa mendatang. Turnamen ini selalu mencetak nama baru, dan saya yakin dua atau tiga diantara mereka berasal dari Polandia,” tambahnya.

“Target kami  adalah lolos fase grup, dan saya yakin kami bisa melakukannya. Rusia memiliki pemain fantastis, dan Yunani merupakan tim bagus. Namun kami bermain di kandang, dan harus melakukan semuanya untuk lolos,” tuntas Smuda. (jun/bbs)

Terkendala Kebugaran

Palestina vs Indonesia

Sebab, pesimisme di awal karena persiapan yang compang-camping menjelang turnamen ternyata bisa dipinggirkan dan timnas mampu memenuhi target awal, lolos semifinal.

“Kita lihat nanti hasil akhirnya. Yang terpenting anak-anak mu kerja keras, semangat dan displin dalam bermain. Peluang untuk menang tetapo terbuka,” ujarnya melalui pesan singkat kepada wartawn koran ini, kemarin (21/5).

Kendati yakin, bukan berarti timnas tanpa kendala. Selain harus kehilangan penjaga gawang utama Wahyu Tri Nugroho yang cedera kepala, timnas juga terkendala dengan kebugaran pemainnya setelah bertanding di babak penyisihan.
“Tidak mudah adaptasi dengan iklim di timur tengah. Pemain cepat merasa lelah, dinginnya juga sangat kalau main malam,” terang politisi asal partai Demokrat tersebut.

Menurut Ramdhan, saat ini masalah kebugaran itu coba disiasati oleh pelatih Nil Maizar dengan tidak memberikan porsi latihan yang cukup keras. Para pemain hanya diinstruksikan untuk menambal kekuarangan dalam sisi penyelesian akhir dan variasi serangan yang mengandalkan bola-bola datar.
Itu digunakan sebagai antisipasi dari permainan Palestina yang diprediksi akan mengandalkan bola-bola atas dan memaksimalkan keunggulan dalam tinggi badan.

“Itu menjadi tugas pelatih. Saya yakin racikan strateginya sudah siap untuk menghadapi tim tuan rumah yang pasti didukung penuh oleh penonton,” paparnya. Di sisi lain, para penggawa merah putih juga berharap dua pemain yang sampai saat ini visanya masih tertahan bisa segera memasuki Palestina. Ya, Oktovianus Maniani dan Yosua Pahabol masih standby menunggu untuk bisa dimainkan karena visa bemrain merka belum dikeluarkan oleh pihak Israel.

“Menurut LO Palestina (panitia) masih diminta menunggu karena Israel belum memberi Izin. Kami harus sabar meskipun kehadiran mereka sebenarnya sangat dibutuhkan untuk menambah kekuatan tim,” tutur anggota Komisi III DPR RI tersbeut.
Selain Indonesia, lanjut Ramadhan, pemain dari negara lain juga mengalami kondisi yangs ama dengan pemain Indonesia. Karena itu, pelatih Nil Maizar tetap meksimalkan pemain yang pasti bisa diturunkan dalam pertandingan nanti.

“Untuk komposisi itu tergangtung pelatih. Pasti yang terbaik yang akan diturunkan,” tandasnya.
Palestina sendiri adalah salah satu tim yang difavoritkan untuk menjadi juara. Sebab, dalam perjalanananya ke semi final, mereka sukses mengalahkan Vietnam dan Pakistan serta lolos sebagai juara grup A dengan 6 poin. (aam/jpnn)

Sudah Berlatih Hadapi Inter

SKUAD Liga Selection U-23 hari ini mulai berlatih dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi pertandingan eksebisi melawan klub Italia, Inter Milan.
Latihan tersebut digelar di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Senin (21/5) sore, dipimpin asisten pelatih Widodo C. Putro. Dari 18 pemain yang dipersiapkan, dua yang belum hadir adalah duo Persebaya, Andik Vermansyah dan Otavio Dutra.

“Ini kita latihan pertama, tujuannya untuk adaptasi dan conditioning dari mereka. Karena mereka baru berkumpul jadi perlu adaptasi, khususnya untuk pengenalan para pemain asing dengan pemain lokal,” ujar Widodo.

Seperti halnya pemain lokal, lima pemain asing yang telah dipilih berasal dari klub-klub Indonesian Premier League (IPL). Mereka adalah Edward Wilson (Semen Padang), David Pagde (Semen Padang), Utavio Dutra (Persebaya), Ezequiel Gonzales (Persiba Bantul) dan Kwon Joon (PSM Makasar).
Mengenai keterlibatan pemain asing, Widodo mengakui bahwa tim perlu kekuatan tambahan untuk bisa mengimbangi Inter.

“Soalnya pemain-pemain U-23 masih baru. Kami tidak bisa berbuat banyak. Kemarin kami rapat dan memutuskan ini. Kami juga ingin suguhkan kekuatan saat lawan Inter,” tutur dia. “Kenapa lima, karena memang jatahnya cuma lima.”

Mengenai formasi yang akan dipakai, Widodo mengisyaratkan dua kemungkinan: pola 4-3-2-1 atau bisa berubah menjadi 4-3-3. “Pemain ini dipilih karena mereka sesuai dengan strategi yang akan digunakan pada laga nanti. Sektor kiri, bek tengah dan juga striker, kalau kita pakai pemain lokal lini itu yang akan menjadi titik lemah kita,” kata Widodo.

Liga Selection U-23 akan meladeni Inter Milan di Stadion Gelora Bung Karno pada 24 Mei. Dua hari kemudian giliran timnas senior Indonesia yang akan menjajal klub top Italia itu. (net/jpnn)