Home Blog Page 13486

Smart FM Aksi Donor Darah di Ultah ke 6

MEDAN- Merayakan enam tahun berdirinya Smart FM di Medan, dan ke 16 tahun secara nasional, manajemen radio tersebut melakukan aksi donor darah bekerjasama dengan Yayasan Oncologi Anak Indonesia di Kantor Radio Smart FM   Jalan Thamrin, Medan, Senin (21/5) pagi.

“Aksi donor darah yang dilakukan kali ini bertepatan dengan HUT Radio Smart FM Medan yang ke-6 dan HUT Radio Smart FM secara nasional yang ke-16 hari ini. Aksi donor darah ini juga bekerja sama dengan Yayasan Oncologi Anak Indonesia Sumut.

Donor darah ini sesuai dengan tema Radio Smart FM dimana Smart FM untuk Indonesia maka dari itu kita melakukannya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat,” ungkap Station Manager Smart FM Medan, Yudhi Suprianto, didampingi Riski.

Menurut dia, aksi donor darah ini juga bekerja sama dengan RSUP H Adam Malik dalam mengambil darah dari pendonor. Tak hanya itu, tambahnya, acara donor darah ini juga disambut baik oleh Yayasan Oncologi Anak Indonesia karena mereka bisa menyalurkan langsung darah tersebut kepada anak penderita Thalasemia.

“Darah ini sendiri akan disalurkan oleh Yayasan Oncologi kepada anak penderita Thalasemia yang membutuhkan darah. Kami juga sudah melakukan pemberitahuan kepada media yang lain dalam acara donor darah ini,” bebernya.

Yudhi menuturkan, aksi donor darah yang dilakukan ini diikuti oleh warga Kota Medan dan tak tertutup untuk masyarakat lainnya seperti mahasiswa, supir, pegawai dan pekerja yang lainnya. “Kami juga melakukan acara Klinik Fisioterapi gratis bagi yang ingin dilakukan fisioterapi,” akunya.
Disinggung soal kendala, Yudhi menambahkan, sampai saat ini kesadaran dari masyarakat masih kurang dalam mendonorkan darahnya. “Kendala yang sering ditemui dilapangan saat aksi donor darah yakni kesadaran masyarakat masih kurang dalam mendonorkan darahnya dimana ini merupakan kegiatan manusiawi dan menolong manusia juga,” akunya.

Menurut dia, acara seperti ini juga akan dilakukan diluar dari HUT Radio Smart FM setiap tahunnya. “Next kita akan acara aksi donor darah seperti ini dan ini dilakukan bukan karena dalam ultah Radio Smart FM  tapi masih tetap dalam konteks misi kemanusiaan,” ujarnya.

Salah satu pendiri Yayasan Oncologi Anak Indonesia Sumut, Jenny Ong, mengatakan, pihaknya merasa gembira atas kepedulian kru Smart FM yang concern terhadap penderitaan anak-anaj pengidap Thalasemia. Tak hanya itu, lanjut Jenny, kantongan darah hasil donor itu akan dikirim ke Laboratoium RS Adam Malik, Medan untuk dilakukan screaning.

“Prioritas utama dari Yayasan Oncologi Anak Indonesia adalah penderita Thalasemia bagi penderita yang masih anak-anak,” jelasnya. Jenny menuturkan, pihak harus menghabiskan darah dalam jumlah yang banyak untuk keperluan anak-anak penderita Thalasemia.

“Yayasan Oncologi Anak Indonesia Sumut harus mengeluarkan darah 200 kantong bagi penderita setiap bulan. Tak cuma itu kami juga harus mengeluarkan 1.000 kantong darah setiap bulan untuk penderita Thalasemia, Haemophillia, dan Oncology,” jelasnya. Dikatakan, sejauh ini terdapat 80 anak yang berada dibawah naungan Yayasan Oncology Anak Indonesia yang dirawat di Rumah Bersama di Jalan Bunga Ncole di depan SLTP Negeri 14, Medan,” ungkapnya. (jon)

Gerhana Matahari Hibur Sebagian Warga Dunia

Senin (21/5) kemarin, bulan berada di posisi antara bumi dan matahari. Ya, sebuah gerhana matahari. Sayangnya, tidak semua belahan dunia dapat melihat gerhana matahari ini. Dan, tidak semua menyadari kalau kemarin ada gerhana.

Gerhana yang dikenal dengan gerhana matahari cincin ini dapat dilihat jelas di wilayah China, Jepang, Pasifik dan bagian barat Amerika Serikat. Gerhana cincin ini terjadi karena bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi sehingga bayang-bayangnya (umbra) tidak sampai Bumi. Adalah perpanjangan dari umbra (antumbra) yang sampai ke Bumi.

Gerhana Matahari Cincin hari ini berlangsung selama 5 menit 46 detik, dari total seluruh wilayah Bumi, hanya 0,74 persen saja yang bisa menyaksikannya. Gerhana “bergerak” dari wilayah China menuju Jepang, kemudian ke area Pasifik dan akhirnya berakhir di wilayah Amerika. Awal gerhana terjadi 21 Mei 2012 sekitar pukul 06.06 di China. Sementara, gerhana berakhir di Amerika Serikat saat waktu setempat masih menunjukkan tanggal 20 Mei 2012 sore hari. Jadi, seolah-olah gerhana bergerak mundur.

Di Jepang ‘tur gerhana’ digelar di berbagai sekolah dan taman-taman kota hingga di atas kapal pesiar dan bahkan pesawat terbang pribadi. Bahkan televisi di Tokyo menayangkan fenomena alam ini secara langsung.

Saat terjadi gerhana, hujan gerimis turun di Tokyo. Namun, kemudian mendung menipis saat gerhana mencapai puncaknya sehingga menciptakan pemandangan yang sangat indah. “Ini sebuah situasi yang sangat misterius. Saya tak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya,” kata seorang warga Tokyo, Kaori Sasaki kepada BBC.

Perusahaan elektronik raksasa Jepang, Panasonic bahkan mengirim ekspedisi ke puncak Gunung Fuji untuk mereka gerhana menggunakan peralatan yang menggunakan tenaga matahari. “Tujuan kami adalah menyiarkan gerhana terindah di dunia dari puncak gunung tertinggi di Jepang,” demikian pernyataan Panasonic.

Sementara itu, ratusan warga Hongkong yang berkumpul di Pantai Kowloon tempat Museum Angkasa Luar berada ternyata tak terlalu beruntung. Meski museum telah mempersiapkan teleskop berfilter matahari namun mendung tebal di atas Hong Kong membuat gerhana tak terlihat. Gerhana yang seluruhnya berlangsung selama 3,5 jam itu mulai tidak terlihat saat mencapai Texas, Minggu malam waktu setempat.
Sementara di banyak tempat di Asia dan Amerika Utara, masyarakat hanya bisa melihat sebagian dari gerhana ini.

Selama gerhana matahari cincin kemarin, wilayah Indonesia seperti Sulawesi, Kalimantan, Papua dan Maluku hanya menyaksikan gerhana matahari Sebagian. Di Indonesia, gerhana matahari cincin pernah terjadi pada 26 Januari 2009 lalu.

Warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menyaksikan langsung fenomena tersebut. Mereka pun menaiki tempat tinggi untuk menyaksikan peristiwa alam tersebut.Warga mengakui fenomena itu membuat panorama alam di sekitar Sungai Kahayan tampak lebih indah. Fenomena itu pun dapat disaksikan di Sulawesi. Namun, tak sedikit pula warga yang tak mengetahui fenomena itu.(bbs)

DPD AMPI Sumut Lantik Kader Fungsional

MEDAN- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumatera Utara (Sumut) melantik pengurus Satuan Pelajar (Satpel), Satuan Mahasiswa (Satma), Kartini, dan Badan Pengelola Kader Fungsional (BPKF) AMPI Sumut.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPD AMPI Sumut, HM. Syaf Lubis, didampingi Sekretaris, Faisal Jafar, Bendahara, Anggie Lubis, Jumat (18/5) di Medan Club, Jalan RA Kartini, Medan.

Hadir dalam pelantikan itu Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Wakil Wali Kota Medan Drs HT  Dzulmi Eldin MSi, mantan Pj. Wali Kota Medan  Drs H Afiffuddin Lubis MSi, Ketua Umum DPP AMPI Dave Laksono, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Syukron Tanjung, Wakil Ketua DPRD Medan H Sabar Syamsurya Sitepu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Medan Ainal Mardiah, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Medan Ferdinand Lumban Tobing, dan Ketua DPD AMPI Medan Nanda Ramli.

Ketua DPD AMPI Sumut, HM Syaf Lubis dalam sambutannya menegaskan seluruh kader AMPI Sumut diminta tetap berkomitmen dalam membesarkan Partai Golkar, khususnya pada Pilgubsu tahun depan.

Dia mengajak seluruh pengurus Satpel, Satma, Kartini, BPKF AMPI Sumut, agar bisa bersinergi dengan Pemko Medan, yang Wali Kota dan Wakil Wali Kotanya didukung AMPI Medan. “Jangan lupa dengan jasa-jasa beliau yang banyak membantu membesarkan organisasi ini,” ujar Syaf.

Plt. Gubsu Gatot Pujonugroho dalam sambutannya lebih memfokuskan terhadap Satpel dan Satma AMPI. Dimana menurut dia, bisa bersaing di dunia kerja, seseorang harus memiliki serangkaian skill. Pertama, hard skill, yakni keterampilan teknis yang melekat atau dibutuhkan untuk profesi tertentu. Dengan hardskill saja tak cukup, tapi juga harus dibarengi dengan softskill, yakni keterampilan yang tidak melekat pada jenis pekerjaan tertentu. Semisal saja kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan dan kemampuan memotivasi diri.

“Sekarang Anda sudah aktif di Satma dan Satpel AMPI. Di sinilah momen yang tepat untuk melatih softkill, baik itu kemampuan berorganisasi, leadership, lobi, dan skill organisasi lainnya. (ril)

HPPLKN Minta BPN Sumut Selektif Terbitkan Sertifikat

MEDAN- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara diminta selektif menerbitkan sertifikat di tanah Eks HGU PTPN II seluas 5.873 hektar. BPN Sumut juga harus berani membatalkan sertifikat yang disinyalir diterbitkan untuk kelompok-kelompok mafia tanah. Saat ini lahan dimaksud masih berstatus tanah negara dan pengaturan, penguasaan, pemilikan, pemanfaatan, dan penggunaannya diserahkan kepada Gubsu.

Hal itu ditegaskan Ketua Kelompok Tani (Himpunan Penggarap Pengusahaan Lahan Kosong Negara (HPPLKN), Saifal Bahri kepada wartawan, di Medan, Minggu (20/5).

“Dalam surat Gubsu, Drs Rudolf M Pardede tanggal 16 April 2007 No 593/1977, dijelaskan areal eks HGU tersebut statusnya dikuasai langsung oleh negara,” ungkapnya didampingi pengurus Kelompok Tani 71-79, Kelompok Tani Selambo, Jas Merah, Kelompok Tani Bandar Rejo Bersatu, Kelompok Tani Maju Bersama Rakorba, PPRM Sumut, Perempuan Mahardika, SMI Cabang Medan, L-KESRA dan KPOPRP yang seluruhnya tergabung dalam Komite Tani Menggugat (KTM).

Dalam surat nomor 42-44/HGU/BPN/2002 tanggal 29 Nopember 2002 untuk areal di Deliserdang, Langkat, Binjai dan Nomor 10/HGU/BPN/2004 tertanggal 6 Februari untuk areal Deliserdang, BPN Sumut menetapkan, tanah tersebut dikuasai oleh negara yakni Gubsu yang selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku.

“Sementara yang terjadi saat ini di lapangan, tanah eks HGU PTPN II telah beralih kepada mafia-mafia yang mendirikan bangunan perumahan dan terjadi jual beli di bawah tangan. Dan ini jelas tertuang dalam surat Gubsu dan diakui sampai sekarang Gubsu belum mendistribusikan tanah tersebut kepada siapa pun karena pada masa pak Rudolf sudah 4 kali menyurati Meneg BUMN dan sampai saat ini belum ada pelepasan asset,” jelasnya.

Disebutkannya, tanah eks HGU milik negara seluas 74 hektar di Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, sekarang ini telah berdiri bangunan perumahan dan pengerjaannya terus berlangsung. Padahal tanah tersebut status quo (stanvas) berdasarkan hasil rapat kerja dengan pendapat  DPRD Sumut, BPN Sumut, Biro Pemerintahan Umum Setda Provsu, Bupati Deliserdang, BPN Deliserdang, Kades, PTPN II dan masyarakat penggarap pada 12 Juli 2011 silam.

“Tidak ada upaya pihak Pemkab Deliserdang dan kepolisian untuk menghentikannya dan sepertinya di-back up oleh oknum-oknum tertentu dan tidak mau tahu  dengan keputusan yang telah disepakati yakni status quo (stanvas),” sebutnya.

Bahkan ada disinyalir BPN Sumut telah menerbitkan 234 sertifikat atas tanah tersebut. Namun setelah dikonfirmasi, BPN Sumut mengklaim tidak menerbitkannya. Dia melihat BPN Sumut terlampau jauh mengambil wewenang Gubsu untuk menerbitkan sertifikat di  lahan eks HGU di Pasar IV, Desa Helvetia, Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang. ‘’Pengambil kebijakan telah memberi kesempatan pada mafia tanah untuk mendirikan bangunan. Ini membuktikan jajaran pemerintah yakni eksekutif, penegak hukum sudah terkontaminasi oleh mafia tanah. Oleh karena itu kita tinggal menunggu kebijakan dan ketegasan Gubsu,” ucapnya.

Saifal mengatakan, 106 hektar tanah Eks HGU PTPN II di Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang  dimana 74 hektar telah dikuasai namun status stanvas, yang digugat Titin Kurniawati Rahayu Cs ke PN Lubukpakam pada 2006 dengan alas hak Surat Keterangan Penerimaan Tanah Sawah dan Ladang (SKPT-SL) oleh Gubsu tanggal 20 Januari 1954 itu tidak berlaku lagi sesuai keputusan BPN nomor 540.1-1138 tertanggal 10 Mei 2004. Dia mengatakan dua orang yang mengaku pemilik lahan dengan alas surat itu sudah ditangkap polisi, yakni Misran Sasmita dan Sudarsono.

“Kami mengimbau masyarakat jangan membeli lahan di lahan eks HGU PTPN II di Pasar IV, Desa Helvetia, Labuhan Deli. Lahan itu masih bermasalah dan dalam proses hukum,” ujar Saifal.

Opung Juntak dari kelompok tani HPPLKN menyayangkan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho yang belum menuntaskan masalah tanah eks HGU. Gatot berjanji menyelesaikan paling lambat Mei 2012. “Jangan BPN dan Gubsu dikendalikan mafia,” dia menegaskan. (*/ila)

Pantang tak Top

Ramadhan Batubara
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

PTT. Sebuah akronim yang marak di Kota Medan. Ya, PTT atawa Pantang tak nge-Top ini cenderung diberikan pada orang-orang yang tak mau kalah; orang yang maunya terus tampil; orang yang harus jadi perhatian; dan lain-lain. Intinya, PTT adalah julukan yang diberikan agar si penerima julukan mau mengurangi ke-PTT-annya tadi.

Tapi, Ini Medan, kata warga Sumatera Utara. Soal sindirian sudah tak lagi ampuh; jangankan sindiran, makian pun kadang tak dipedulikan. Maka, biarkan saja dia PTT.

Soal PTT ini sejatinya bak sudah mendarah daging. Lihatlah, pantang ada produk baru yang dikeluarkan sebuah perusahaan, warga Medan seakan tak mau ketinggalan untuk memilikinya. Buktinya, berbagai jenis otomotif terbaru, elektronika teranyar, dan sebagainya seakan tak luput dari kota ini. Maka, ketika seorang kawan dari seberang melihat mobil Hummer melintas di jalanan Medan, dia geleng-geleng kepala. Ayolah, mobil itu harganya lebih dari tiga miliar rupiah. “Gak haruslah pakai mobil seperti itu. Untuk apa sih? Gaya banget,” keluhnya.

Tapi, begitulah, PTT memang soal gaya. Nah, yang namanya gaya, tentunya bisa mencuri perhatian. Maka, bukan sesuatu yang aneh ketika beberapa tokoh ramai-ramai buka suara soal keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Sumatera Utara yang baru. Bukankah gubernur merupakan posisi yang penuh gaya? Dan, seorang gubernur tentu memiliki posisi paling top alias paling tinggi di sebuah provinsi.

Menariknya, beberapa waktu ke belakang, geliat tokoh untuk maju dalam Pilgubsu tidak hanya milik tokoh lokal alias Sumatera Utara semata. Mereka yang berkecimpung di level nasional pun seakan berebut tampil di Sumut. Tambah menarik, di Partai Demokrat, beberapa kader juga PTT. Sebut saja Sutan Bathoegana, Ruhut Sitompul, dan yang terbaru Jhonny Allen serta Kastorius Sinaga. Pertanyaannya, adakah mereka berempat akan bersaing mewakili Demokrat dalam Pilgubsu 2013?

Pasti, jawabannya belum tentu. Sutan Bathoegana mungkin sudah serius untuk menjadi mewakili Demokrat. Setidaknya, dia telah mengembalikan fomulir pendaftaran atau resmi mendaftar dari partai berlambang mercy itu. Ruhut atau si Poltak Raja Minyak dari Medan? Dia belum melakukan gerakan apa pun selain mengklaim paling beken. Sedangkan Jhonny Allen dan Kastoris Sinaga, dua tokoh ini memang belakangan muncul untuk isu Pilgubsu, jadi belum begitu terlihat, meski kabarnya sudah melakukan survey kecil-kecilan.

Karena itulah, sosok Sutan mungkin paling tampak. Apalagi, dia telah mengklaim mendapat restu dari sang ketua partai, Anas Urbaningrum. Sayangnya, klaim itu malah dibantah Kastoris. Kata Kastoris, Sutan memang sudah mendapat restu, tapi Anas juga memberi restu pada siapa saja yang mau maju dalam Pilgubsu mendatang.

Nah, terlepas dari peluang masing-masing tokoh dari Demokrat tadi, unsur PTT tadi memang lebih tampak dalam geliat mereka bukan? Tidak hanya tokoh dari Demokrat, sosok dari partai lain pun sama saja. Semuanya seakan tak mau tak tampil. Semuanya seakan ingin diperhatikan. Dan, semuanya seakan paling mantap.

Itu namanya panggaron, kata seorang kawan. Orang yang panggaron itu memang aneh. Makin dielus, makin jadi. Contohnya, ketika dia dipuji karena makan satu buah cabai rawit, maka dia akan memakan lebih banyak lagi. Meski merasa kepedasan, dia tetap makan cabai itu karena pujian tadi. Nah, menurut kawan saya, seperti itulah PTT tersebut.

Jadi, bisa saja apa yang dilakukan para tokoh tak murni untuk benar-benar maju dalam Pilgubsu. Bukankah bisa diartikan mereka memanfaatkan waktu yang panjang sebelum pendaftaran resmi calon gubsu untuk ajang PTT?  Hm, bagaimana Anda menyikapinya sajalah. (*)

 

Pamit ke Sekolah Anak, Jasad Terindentifikasi dari Air Liur Anak

Kisah Kornel Sihombing Menuju Sukhoi Maut

Kesedihan mendalam meliputi keluarga Kornel Sihombing, salah satu korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak. Kepala salah satu divisi di PT Dirgantara Indonesia itu tak memberi tahu keluarga untuk ikut joy flight. Dia sempat pamit ke anaknya yang ikut UN SD, dan dari air liur anaknya itu pula jasad Kornel bisa teridentifikasi.

KORNEL yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat, ini hanya berpamitan menghadiri rapat dengan utusan Sukhoi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dia memang telah sebulan sibuk mengurusi kerja sama antara PT DI dengan Sukhoi.

Rabu (9/5) pagi lalu, Kornel tampak sedikit muram. Dia kesal tak bisa bertemu Korin, anak sulungnya. Padahal, dia tergesa-gesa harus menuju Jakarta untuk menghadiri rapat dengan Sukhoi itu. Keinginan Kornel bertemu Korin pagi itu tidak bisa dibendung.

Dia nekat menyusul anaknya yang tengah mengikuti ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar.

“Kornel bergegas menuju sekolah Korin untuk bertemu dan mengucapkan selamat ujian dan sukses,” tutur Yakobus Setyoko di kediaman Kornel, Jalan Gempol Wetan 117, Kelurahan Citarum, Bandung Wetan, Senin (21/5). Yakobus adalah kakak ipar Kornel.

Pagi itu, tambah Yakobus, Kornel yang merupakan alumni SMAN 1 Medan itu sempat memasak nasi goreng untuk Korin. Aktivitas itu dijalaninya sekitar pukul 05.30 WIB. Setelah itu, Kornel berolah raga ringan di sekitar kompleks rumahnya. “Saat kembali ke rumah, Kornel kesal karena tidak bertemu dengan Korin yang sudah berangkat ujian. Ia kemudian menyusul ke sekolah,” kenangnya.

Usai bertemu Korin, Kornel kemudian dijemput untuk bersiap pergi ke Jakarta. Sebelum berangkat, dia meminta istrinya, Indriati Ayub, mengambilkan baju setelan hitam-hitam. Padahal, Indriati sudah menyiapkan pakaian celana abu-abu dengan setelan kemeja putih. “Pagi itu, Kornel memang minta memakai baju setelan hitam-hitam,” kata Yakobus.

Berangkat lah Kornel ke Jakarta. Siang harinya, keluarga Kornel melihat kabar di televisi bahwa ada pesawat Sukhoi yang hilang kontak. “Saat itu kami berpikir, Kornel tidak ikut dalam pesawat Sukhoi. Dia pamit hanya rapat dengan pihak Sukhoi di Halim Perdanakusuma,” kata Yakobus.

Namun, keluarga Kornel terkejut alang-kepalang, ketika ada utusan dari PT DI datang di kediaman mereka. Utusan itu mengabarkan bahwa Kornel turut dalam penerbangan Sukhoi yang dinyatakan hilang saat itu. “Saat itu pula, istrinya sangat kaget, dia tidak menyangka suaminya ikut dalam penerbangan itu,” ujar Yakobus.

Dua hari setelah tragedi maut itu, keluarga Kornel bergegas mendatangi tim Disaster Victim Identification (DVI). Tim itu mengambil air liur Korin untuk memastikan jasad Kornel. Sepekan kemudian, tepatnya hari Jumat, keluarga Kornel mendapat informasi dari Mabes Polri bahwa jasad Kornel teridentifikasi.

“Hari Jumat kemarin pihak keluarga diberi kabar oleh Mabes Polri, yang menyatakan jasad Kornel Sihombing sudah teridentifikasi dari hasil tes DNA yang diambil sampelnya dari anak pertamanya,” ungkap Yakobus.

Dari 45 penumpang dan pesawat Sukhoi Superjet-100 yang celaka di Gunung Salak, tak ada satupun jenazah yang ditemukan dalam kondisi utuh. Tim DVI harus berjuang mengenali identitas korban dari bagian-bagian tubuhnya. Termasuk jasad Kornel Sihombing korban tewas dari PT Dirgantara Indonesia (DI). Ia teridentifikasi berkat DNA anak pertama Kornel, Korin Sihombing (12).

“Identifikasi terhadap Kornel berhasil dicocokan dengan DNA anaknya melalui air liur yang sudah diambil oleh tim DVI dua hari setelah Sukhoi dinyatakan hilang,” ungkap kakak ipar korban, Yakobus Setyoko (53) di kediaman Kornel Sihombing, Jalan Gempol Wetan 117, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandungwetan, Kota Bandung, Senin (21/5).

Informasi dikenalinya jenazah Kornel sendiri, didapat pihak keluarga dari Mabes Polri Jumat lalu. “Hari Jumat kemarin pihak keluarga diberi kabar oleh Mabes Polri, yang menyatakan jasad Kornel Sihombing sudah teridentifikasi dari hasil tes DNA yang diambil sampelnya dari anak pertama Kornel,” ungkapnya.

Meski telah mengirimkan jas, sepatu, dan dasi untuk keperluan kebaktian jenazah, keluarga ikhlas jika perlengkapan itu tak bisa dipakaikan ke tubuh jenazah. Sebab, menurut Mabes, tak ada jasad yang ditemukan utuh. “Kami menerima ikhlas apapun kondisi dan keadaan Pak Kornel,” papar Yakobus.
Bahkan, pihak Mabes sendiri telah menyarankan agar keluarga tidak melihat jasad korban. “Saya sudah disarankan oleh pihak Mabes Polri, keluarga yang akan melihat jasad korban, disarankan didampingi psikolog yang disiapkan Mabes Polri di RS Kramat Jati,” ungkap Yakobus.

Kornel Sihombing tewas dalam tugasnya saat mengikuti joy flight Sukhoi Superjet-100 dari Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (9/5). Sebelum dimakamkan Kamis (24/5) mendatang, keluarga akan menyelenggarakan kebaktian dan upacara adat Batak bagi alumni Teknik Mesin ITB itu. Pemakaman umum Pandu kota Bandung menjadi tempat peristirahatan terakhir bapak dua anak itu. (bbs/jpnn)

Anang: Malam Ini Aku Bilang, Istriku Hebat

Wajah bahagia terukir dari pasangan Anang Hermansyah – Ashanty yang baru saja melangsungkan resepsi pernikahan mereka. Kebahagiaan mereka semakin lengkap karena banyaknya undangan yang bisa hadir. “Alhamdulillah banyak yang diundang hampir semua datang, 4.700 (orang).

Alhamdulillah banyak yang doakan kita berdua, di rumah juga yang lihat acara tadi,” ucap Anang ditemui di Hotel Shangri La, Jakpus, Minggu (20/5).
Meski sejak awal sudah dipersiapkan secara matang, namun pelaksanaan resepsi berikut persiapannya memang menyita tenaga. Bahkan Ashanty mengaku akan terjatuh saat menyambut para tamu yang datang, karena kondisinya yang terlalu capek.

“Kita kira ada waktu istirahat, ternyata salaman terus, sudah nggak konsen, salaman terus, itu kan mendoakan kita, pas aku duduk 1 menit lihat antrian itu nggak tega. Aku nyanyi sudah nggak kuat mau jatuh, sudah capek banget, makannya nggak banyak, alhamdulillah acara berjalan dengan sukses dan baik,” ungkap Ashanty.

Sementara Anang, menilai kalau istri barunya itu memiliki stamina yang luar biasa. Karena dua hari terakhir, persiapan pernikahan membuat mereka nyaris tidak tidur. Belum lagi menyiapkan penampilan mereka saat menyanyi lagu baru, yang sekaligus sebagai kado pernikahan mereka.

“Malam ini aku bilang istriku hebat, 2 hari ini dia stres tidurnya, aku tenangin. Mulai sore dia kecapekan. Tadi berhasil nyanyi medley berhasil, lagu baru berhasil, salut dengan stamina dia, dia kan perfeksionis. Istriku hebat luar biasa kan,” tegas Anang memuji.
Ikut hadir di acara ini penyanyi Krisdayanti, yang juga mantan istri penyanyi Anang.

Anang  mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua orang yang hadir dan juga pemirsa yang menyaksikan pernikahan mereka secara langsung. Dalam pernikahan dengan konsep nuansa Indonesia yang glamor dan elegan tersebut, beberapa artis seperti Ahmad Dhani, Liza Natalia dan Mulan  turut menyumbangkan suara mereka. Sementara Ashanty sempat tidak bisa menahan haru dalam pernikahan tersebut. Apalagi ketika Aurel atau Lolie membacakan puisi untuk mereka berdua. (bbs/net)

Audy Item Ajak Iko Uwais Bertemu Keluarga

Audy nampaknya sudah tak malu-malu lagi mengakui hubungan istimewanya dengan Iko Uwais. Belum lama ini, pelantun lagu ‘Satu Jam Saja’ itu pun memboyong sang kekasih ke keluarga besarnya.
“Itu silaturahmi saja. Keluarga kenal dekat ya kami jadi semakin dekat saja,” ujarnya saat ditemui di Planet Holywood, Jakarta Selatan, Senin (21/5).
Audy mengaku pertemuan itu belum membicarakan kelanjutan hubungan ke arah yang lebih serius. Meski begitu Audy berharap pertemuan tersebut menjadi awal yang baik.

“Belum ada urusan tanggal-tanggalan. Doain saja,” kata mantan kekasih Tyo Nugros itu.
“Pokoknya kami sekeluarga besar mendoakan yang terbaik,” tandasnya kemudian.

Audy  sempat menjadi buah bibir masyarakat saat dituding menjadi orang ketiga dalam hubungan asmara Jane Shalimar dan Iko Uwais. Bahkan, keluarga Audy sampai mempertanyakan tudingan tersebut.

Untungnya, Audy  bisa menjelaskan hal sebenarnya kepada keluarganya. Alhasil, kini keluarga pun percaya dan mendoakan agar dirinya mendapatkan yang terbaik.

“Ya pasti mereka (keluarga) bertanya-tanya kenapa begini, kenapa begitu karena saya enggak pernah ngomong apa-apa di media, mereka doakan yang terbaik,” tuturnya.

Pemilik nama asli Paula Allodya Item itu menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud mempermalukan keluarga besarnya. Ia pun lebih senang dikenal dengan karyanya, bukan karena sensasi.  (bbs/net)

Krisdayanti Hamil Lagi!

Kabar bahagia datang dari penyanyi Krisdayanti dan Raul Lemos. KD mengaku saat ini tengah mengandung anak keduanya.
Raul pun seperti tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu. Ia seperti tak sabar menanti kehadiran dari anak keduanya itu.

“Alhamdulillah, anak kami Amora, sebentar lagi akan punya adik,” tutur Raul saat ditemui usai resepsi pernikahan Anang dan Ashanty di Shangri La Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (20/5). Senada dengan Raul, Krisdayanti juga sepertinya tak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Ia menjelaskan, usia kehamilannya sudah masuk dua bulan.

Pasangan selebriti ini memang  tengah menikmati masa pertumbuhan anak mereka, Amora Arianna Lemos. Menurut KD, sang suami sangat luwes dalam mengurus anak.

“Dia mah lebih luwes dari kita yang perempuan. Dia sebagai suami bukan hanya berbagi tapi ngebantu banget urus Amora,” ucap KD. Selain tak segan mengganti popok Amora, Raul juga suka menyuapi anaknya makan. Bahkan kelihaiannya mengurus Amora bisa melebihi KD. “Malahan dia ngatain saya kalau urus anak aku,” ucap KD seraya tertawa.

KD dan Raul resmi menikah pada 20 Maret 2011 lalu. Kehadiran Amora Arianna Lemos pun semakin menambah lengkap kebahagiaan keluarga mereka.(bbs/net)

Helikopter Mainan dengan Kecepatan Hebat

MEDAN- Helikopter sempat menjadi perbincangan menarik belakangan ini. Alat untuk terbang ini menjadi salah satu alat untuk menolong saat terjadi bencana. Seperti penyelamatan saat pesawat Sukhoi jatuh, penyelamatan korban banjir, dan lainnya. Sebagian dari kita, pasti ingin memiliki alat terbang yang memiliki baling-baling ini. Tidak asli, tetapi setidaknya mainan.

Saat ini, telah tersedia mainan untuk semua kalangan, Helikopter Air Leader ini memiliki ukuran yang cukup besar. Memiliki panjang sekitar 1 meter, mainan helikopter ini dilengkapi dengan teknologi untuk mencapai kecepatan yang menarik. Bahkan, helikopter mainan ini bisa diajak untuk naik turun, atau melakukan gerakan maju mundur.

“Selain kecepatan yang menarik, heli ini juga dapat melakukan gerakan maju mundur dan naik turun secara bergantian,” ujar Sharly, karyawan toko mainan SunKing Toys.

Dengan kecepatan 3,5 channel, sehingga kecepatannya itu dapat mencapai sesuai dengan kecepatan yang telah tersedia, terutama saat helikopter bergerak maju, akan membuat heli lebih memiliki kecepatan. Keunikan lain, pada umumnya, helikopter mainan agak sedikit sulit untuk melakukan gerakan maju atau mundur. Tetapi, helikopter ini akan dengan mudah untuk melakukannya, walau bentuk dan panjangnya lebih besar.

Untuk menggerakkan helikopter ini, pada remote controlnya, membutuhkan baterai 6 buah, dan ini mampu bertahan 2 hingga 3 hari. “Tapi ini tergantung pemakaian. Semakin sering dipakai, maka akan semakin cepat dia habisnya,” tambah Sherly. Selain remote, sebelum bermain, helikopter sebelumnya harus dicas selayaknya handphone. Helikopter dicas selama 1 jam, maka helikopter mampu bertahan untuk dimainkan selama 30 menit.
Helikopter ini saat dioperasikan, mampu mencapai ketinggian terbang hingga 50 meter, sedangkan untuk gerakan mampu mencapai jarak hingga 35 meter. “Jarak paling jauh yang ditempuh mencapai 35 meter. Karena helikopter dilengkapi dengan antena,” tambah Sherly. Keunikan lain, yang menjadi perbedaan antara helikopter Air Leader dengan helikopter mainan lainnya adalah lampu yang terletak di bagian ekor heli. “Lampunya terletak di ekor, kerlap-kerlip dan banyak warnanya,” ungkap Sherly.

Untuk saat ini, di SunKing Toys sendiri, helikopter ini masih tersedia warna merah saja, dan dengan harga dipasaran Rp1.260.000. “Ini sudah mendapat potongan dari harga normal,” ungkap Sherly. Dan toko mainan anak-anak ini, bisa ditemukan di mall besar di Kota Medan, seperti Plaza Medan Fair, Sun Plaza, dan lainnya.(ram)