Home Blog Page 13509

Duo Kinantan Hijrah ke Lubukpakam

Juni, Stadion Teladan Direnovasi

MEDAN- Perbaikan Stadion Teladan yang kondisinya kian memprihatinkan mulai menemui titik terang. Tim monitoring Kemenegpora yang diwakili Bandingan Daulay sudah meninjau kondisi stadion kebanggaan masyarakat Medan ini pada Senin (14/5) lalu. Rencananya, Juni mendatang stadion yang menjadi kandang duo PSMS yang berkiprah di Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL)  ini akan mulai direnovasi.

“Sudah datang tim monitoring dari Kemenegpora dan dia sudah tinjau kondisi stadion. Seperti rencana awal Kemenegpora akan mengucurkan Rp10,9 milyar untuk perbaikan di beberapa sisi dan saat ini masih proses tender. Sedangkan perbaikan sisanya menggunakan dana APBD. Bulan Juni, stadion harus dikosongkan dari kegiatan,” kata Ketua KONI Medan Dzulhifzi Lubis saat ditemui di Sekretariat KONI Medan, Rabu (16/5).

Beberapa sisi yang dianggap sangat krusial untuk dibenahi antara lain lapangan tengah, drainase lapangan, ruang ganti pemain, pintu masuk pemain dan tempat duduk teribun VIP. Sedangkan, pembuatan tribun tertutup dan penambahan tempat duduk di sebelah Timur akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan.

Bak dua sisi mata uang, PSMS harus menanggung keuntungan dan kerugian dalam jangka waktu berbeda. Keuntungan yang dimaksud tentu saja kondisi stadion akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Ini manfaat untuk jangka panjang. Namun jangka pendeknya, duo Ayam Kinantan harus mencari kandang baru selama stadion direnovasi. Padahal, kompetisi belum usai dan baik di ISL maupun IPL PSMS masih menyisakan beberapa laga kandang.

PSMS yang berlaga di ISL masih menyisakan lima laga kandang. Khusus di Bulan Juni, PSMS punya sisa tiga laga kandang terakhir kontra Persib (17/6), Pelita Jaya (23/6) dan PSAP (28/6). Bahkan seharusnya untuk dua laga kandang terdekat kontra Persela (20/5) dan Arema (26/5), seharusnya tim besutan Suharto sudah tak lagi diperbolehkan berkandang di Teladan.

“Memang seharusnya saat menghadapi Persela kita sudah tidak bisa main di Teladan. Tapi kita sudah minta dispensasi ke KONI selaku tim renovasi. Tapi untuk bulan Juni, tiga laga kandang terakhir kita memang harus pindah ke Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam. Kita sudah rapatkan hal ini dengan BLI,” kata CEO PSMS ISL, Idris SE dihubungi kemarin.

Sementara itu dihubungi terpisah, CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat juga mendukung renovasi dilakukan. Namun pihaknya masih mengharapkan dispensasi dari tim renovasi stadion agar laga-laga kandang PSMS IPL dapat dimainkan. “Kami baru terima surat dari KONI Medan kemarin bahwa 1 Juni sudah tidak bisa lagi digunakan. Pada dasarnya kita mendukung. Tapi kalaupun dikasih kita diperbolehkan main di Stadion Teladan. Kita juga belum komunikasikan ini kepada PT LPIS,” jelasnya.

Bahkan laga kandang sisa PSMS IPL banyak dijadwalkan di bulan Juni antara lain kontra Persijap (2/6), Persema (9/6), Persibo (16/6) dan Persibo (30/6). Sementara jadwal kontra Arema yang seharusnya (26/5) ini ditunda karena bentrok dengan jadwal kandang PSMS ISL. (mag-18)

SMKN 1 Pakam Juara LPI se-Deliserdang

DELISERDANG- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lubukpakam sukses menjuarai Liga Pendidikan Indonesia (LPI) se-Kabupaten Deliserdang, setelah mengalahkan SMAN 2 Lubukpakam lewat adu penalti 4-3 di Stadion Baharoedin Siregar Lubukpakam, Rabu (16/5).

Keempat gol penalti SMKN 1 Lubukpakam diciptakan Egi Hernando, M Arif, Azwin Trianda dan Egas Adahsi. Sementara tiga gol SMAN 1 dicetak Jeri Rossi S, Oki Kazuya dan Yudha Andika.

Secara keseluruhan penempilan kedua kesebelasan terbilang berimbang, ditandai dengan porsi penguasaan bola dan peluang yang tercipta. Hingga berakhir waktu normal, kedua tim harus puas dengan hasil 0-0. Bahkan, pada tambahan waktu 2×7 menit, tak satupun gol yang tercipta, sehingga penentuan pemenang harus dilakukan dengan adu penalti.

Hasilnya, SMKN 1 Lubukpakam menciptakan 4 gol dari lima orang penendang sedangkan SMAN 2 Lubukpakam hanya mampu mencetak 3 gol, sehingga kedudukan menjadi 4-3.

Waliyadi, pelatih SMKN 1 Lubukpakam mengaku bangga kepada abak asuhnya. “Semua ini tercipta atas dukungan pihak sekolah khususnya Kiniken selaku kepala sekolah dan tentunya hasil latihan anak-anak selama ini,” katanya. Sementara juara 3 diraih SMA Harapan Bangsa Tanjungmorawa dan juara 4 diraih SMKN 1 Kutalimbaru.(mag-10)

Tanam Pohon dan Makan Lele

Dari HUT Binjai ke-140

BINJAI- Kemeriahan perayaan hari jadi Kota Binjai ke-140, yang diadakan Rabu (16/5), memiliki segudang peristiwa mulai dari pagi hingga menjelang sore. Adapaun kegiatan yang dilangsungkan di awal acara yaitu, sidang paripurna istimewa, penanaman pohon, pawai budaya, makan ikan lele sampai terjadi kehebohan di lapangan saat seorang pagar ayu jatuh pingsan.

Usai melaksanakan sidang paripurna istimewa di gedung DPRD Binjai, Wali Kota Binjai HM Idham, Ketua DPRD Binjai Zainuddin Purba, Plt Gubsu diwakili Asisten IV Pemprovsu Asrin Naim dan Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, serta sejumlah undangan lainnya melaksanakan penanaman bibit pohon binjai di halaman Gedung DPRD Binjai.

Setelah penanaman bibit pohon binjai dilakukan, rombongan langsung menuju Lapangan Merdeka Binjai untuk melaksanakan rangkaian kegiatan HUT Kota Binjai.

Di tengah lapangan yang luas dan teriknya matahari, rombongan Wali Kota Binjai diarak menuju pentas berukuran cukup luas dengan tenda putih menutupi.

Setelah rombongan wali kota duduk di atas pentas bertenda, ada tiga pasang pagar ayu yang tinggal di bawah pintu masuk pentas, persis di bawah teriknya matahari. Begitu acara demi acara di mulai protokoler, tiba-tiba seorang gadis pagar ayu terkulai lemas ke tanah. Sontak sejumlah ajudan yang juga menunggu di bawah pentas, menangkap gadis tersebut dan memboyongnya ke pendopo.

Spontan, pandangan seribuan pengunjung mengarah ke gadis yang pingsan tadi termasuk sejumlah pejabat yang tengah mengikuti acara dari atas pentas yang megah. Setelah gadis itu diboyong dan diberi perawatan, akhirnya acara pun dilanjutkan.

Dalam kata sambutannya, Wali Kota Binjai HM Idham menyampaikan, rasa syukurnya kepada Sang Pencipta atas rahmat dan nikmat yang diberikan, sehingga Kota Binjai tetap aman dan nyaman tanpa ada gangguan apapun.
“Semua ini untuk rakyat, selamat ulang tahun Kota Binjai!” teriaknya dari atas panggung dihadapan seribuan pengunjung.

Setelah tokoh Sumut dan Binjai memberikan kata sambutannya dalam perayaan HUT Kota Binjai, selanjutnya  rombongan wali kota menyambangi puluhan stan yang menyediakan beragam hidangan dengan bahan baku dari ikan lele, mulai dari ikan lele goreng, ikan lele saus tomat sampai ikan lele sayur asam di pamerkan dan diberikan kepada masyarakat Kota Binjai yang hadir dalam perayaan tersebut.

Kemudian, acara disambung dengan parade kebudayaan dengan menampilkan pakaian adat dan tarian dari sejumlah etnis di Kota Binjai seperti, etnis Jawa, Melayu, Karo, Tionghoa, dan berbagai etnis lain yang ada di Kota Binjai. Parade ini sekaligus menutup rangkaian acara dengan mengelilingi Lapangan Merdeka Binjai. (ndi)

Gas 3 Kg Langka

KARO- Keberadaan gas bersubsidi kemasan tabung 3 kg mengalami kelangkaan di Kecamatan Berastagi dan sekitarnya.
Beberapa pengecer yang ditemui wartawan koran ini mengaku kelangkaan disebabkan karena kurangnya pasokan.

Awi, pemilik toko gas di Jalan Veteran Berastagi mengaku sudah dua hari ini dia tidak mendapatkan gas dari pangkalan. Dia mengatakan pelanggannya marah dan kecewa karena kesulitan mendapatkan gas.

“Saya  sudah dua hari tidak mendapakan gas tabung 3 kg, pelanggan saya  marah dan kecewa sampai mengancam tidak akan berbelanja lagi di sini. Saya sudah menghubungi pangkalan gas tempat saya biasanya membeli, tapi mereka bilang gas lagi kosong tidak ada barang. Saya juga sudah coba beli gas kepangkalan lainnya, tapi jawaban mereka sama, gas tidak ada,” kata Awi kesal.

Di lain pihak, masyarakat pengguna gas bersubsidi seperti kedai Kopi di seputaran Berastagi, juga kewalahan karena tidak mendapatkan gas. Untuk memasak air guna menyajikan secangkir teh atau kopi, yang biasa digunakan tabung gas isi 3 kg harus dialihkan ketabung gas 15 kg. Dengan begitu mereka harus merogoh kocek lebih besar untuk kebutuhan sehari-hari.

“Selain usaha kedai kopi saya juga menjual gas kemasan 3,5 kg. Biasaya untuk memasak air saya gunakan gas isi 3 kg, tapi sekarang saya pakai tabung 15 kg karena sulit mendapatkan tabung kecil. Bahkan untuk dijual juga saya tidak punya. Banyak pelanggan saya yang kecewa karena biasa berbelanja di kede ini, tapi sekarang mereka tidak bisa lagi dapatkan gas,” kata Dermawan Purba pemilik kedai di Jalan Bioskop Ria Berastagi ini. (wan)

Diramaikan Pembalap Wanita Asal Swiss dan Aktor Bucek Depp

XTrim Sumatera Expedition

Arena  jelajah alam bermotor XTrim Sumatera Expedition II/2012 yang berlangsung Jumat dan Sabtu (18 dan 19 Mei) dengan lokasi start dari  Tuk-tuk, Kab. Samosir dan finish di Medan, menjadi lebih semarak dengan kehadiran peserta luar negeri, aktor film serta dua offroader perempuan.

Ketua XTrim Indonesia, Doddy, di Medan, Rabu (16/5) mengatakan, ajang lintas motor yang digelar klubnya  menjadi lebih meriah dengan ikut sertanya Christoph Soland asal Zurich, Swiss, yang kebetulan singgah di Medan, dalam bagian lawatan keliling dunianya.

Selain Christoph, even menjadi ramai dengan kehadiran Bucek Depp, aktor film yang namanya tidak asing lagi di kancah adventure Tanah Air, serta peserta perempuan Nita Boediarti dan Devi Alviani, masing-masing dari Bandung dan Kediri.

“Kita tentu gembira dengan kehadiran mereka, yang ikut langsung menjelajahi alam dan menyaksikan keindahan lokasi-lokasi wisata yang dilewati. Dengan ikut sertanya mereka, promosi kegiatan tentu menjadi lebih luas lagi, hingga ke manca negara, dan menang hal itu yang kita harapkan” sebut Doddy.

“XTrim Sumatera Expedition memang adalah kegiatan otomotif offroad roda dua non kompetisi yang lebih menitik beratkan kepada wisata petualang, sembari menggali potensi wisata yang ada di Sumut.  Karenanya, event ini  juga diliput dan ditayangkan oleh media massa nasional,” ungkapnya lagi.

Crishtoph, Bucek, serta Nita dan Devi, tambahnya, adalah bagian dari 500 peserta yang akan ambil bagian dalam salah satu kegiatan jelajah alam roda dua bergengsi dan terbesar di Tanah Air. Sementara partisipan lain, selain para pecinta offroad roda dua di Sumut juga datang  dari DKI Jaya, Jabar, Jateng, DIY, Solo, Kaltim, serta  Riau, Sumbar, dan Aceh.

Christoph Soland, ditemui kemarin mengatakan, sangat senang mendapat kesempatan mengikuti XTrim Sumatera Expedition II, karena dia memang punya hobby adventure. Sedangkan persinggahannya di Medan, adalah bagian dari rute perjalanan keliling dunia yang sudah dilakoninya selama dua tahun, setelah tiba di Indonesia dari Australia. Christoph akan memulai lagi tour dunianya pada Senin, dengan bertolak ke Malaysia.

Sementara Bucek Depp, yang juga dikenal lewat petualang darat ekspedisi Euroasia beberapa waktu lalu menyebut, dirinya sangat tertarik ikut kegiatan karena Sumut memang dikenal punya lokasi-lokasi outdoor yang sangat menarik. “Apalagi rutenya mengitari Danau Toba yang sangat terkenal, tentu menjadi sangat menarik,” tutur Bucek.

Ketua Panpel Faisal Arif Nasution, mengatakan, mulai Kamis (17/5) pagi hari ini, masing-masing peserta sudah bertolak menujuk Tuk-tuk, di mana Panpel memfasilitasi penyeberangan ferry dari Prapat , yakni pada pukul 16.00.

“Kita harapkan, semua peserta tepat waktu tiba di dermaga penyeberangan, karena pada Kamis malam juga ada undangan dari Bupati Samosir Mangindar  Simbolon guna menghadiri  wellcome dinner, di Tuk-tuk,” ungkap Faisal.

Dikatakan, start hari pertama berlangsung Jumat (18/5) pagi pukul 07.00 di Bukit Beta, Tuk-tuk, sebelum peserta  menjelajahi  rute sepanjang 192 km dengan jalur offroad mencapai 160 km. Sedangkan start dari kedua, dari Sibolangit, Kab. Deliserdang juga berlangsdung pagi hari, di mana peserta masih harus menyelesaikan 180 km lagi, untuk tiba di garis finish Istana Maimoon,  Medan. (jun)

Kantor Pelayanan Publik tak Libur

MEDAN-Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Medan, Parluhutan Hasibuan mengatakan, selama libur panjang merayakan Kenaikan Isa Almasih mulai Kamis (17/5) hingga Minggu (20/5), semua operasional pelayanan publik tetap berjalan.

“Seperti dinas pencegah pemadam kebakaran (P2K), puskesmas semuanya harus tetap buka selama libur dan nanti mereka yang akan mengatur sistemnya seperti apa,” terang Parluhutan.
Ketika disinggung jumlah kehadiran Pegawai Ngeri Sipil Pemko Medan, Rabu (16/5), Parluhutan menyebutkan tingkat kehadiran PNS masih normal.

“Kalau hari ini tingkat kehadiran PNS masih seperti biasa. Besoknya (17/5) kita baru libur hingga Minggu,” terang Parluhutan.
Kepala Dinas P2K Medan, Marihot Tampubolon mengatakan selama libur, petugas P2K Medan tetap stand by.

“Kita tidak ada libur, pelayanan tetap kita berikan sama seperti biasa. Hanya saja untuk umat Nasrani kita berikan libur,” terang Marihot.
Dijelaskan Marihot, bagi petugas yang masuk di hari libur diberikan uang makan sebesar Rp50 ribu.

Kepala Dinas Kesehatan Medan, Edwin Effendi mengatakan untuk pelayanan kesehatan juga tetap beroperasi seperti puskesmas 24 jam, rumah sakit dr Pirngadi Medan.

“Selama libur ini kita ambil kebijakan untuk memberlakukan piket,” terangnya.
Ketika disinggung apa yang dilakukan Dinkes Medan jika ada puskesmas 24 jam yang tutup selama hari libur, Edwin menegaskan pihaknya akan melakukan pemantauan. “Jika ada yang tutup selama libur ini maka akan kita berikan sanksi,” tegas Edwin.

Sedangkan, pelayanan administrasi kependudukan seperti pengurusan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga dan lainnya diliburkan.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Medan, Darusalam Pohan mengatakan, pelayanan administrasi kependudukan tidak dioperasionalkan sementara karena petugas libur.

Pilih ke Luar Kota
Menjelang libur panjang Kenaikan Isa Almasih, Kamis (17), warga mulai memenuhi Stasiun Kerata Api dan Bandara Polonia untuk berlibur ke kampung halaman.

Amatan Sumut Pos di Stasiun Kereta Api Besar Medan  sejak pagi sudah dipenuhi warga baik yang tiba dari luar Medan maupun yang akan berangkat keluar kota.
“Libur kali ini panjang. Kita manfaatkan bertemu dengan keluarga,” kata Indah (28), seorang penumpang, Rabu (16/5).
Hal senada juga diucapkan Maria (26). “Karena libur panjang sampai tiga hari saya dan keluarga ingin jalan-jalan,” ujarnya.

“Mumpung libur panjang, mendingan kumpul  sama keluarga,” sambungnya.
Humas PT KAI Sumut, Hasri mengaku, sudah mengantisipasi lonjakan penumpang setiap hari libur, dengan penambahan gerbong sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Penambahan gerbong baru dilakukan Rabu (16/5) sore hingga Kamis (17/5),” katanya.
Di Bandara Polonia Medan jumlah penumpang yang tiba dan hendak berangkat juga meningkat. Sementara harga tiket masih normal. (jon/adl)

Unimed Siapkan 55 Jurnal Online

MEDAN-Universitas Negeri Medan (Unimed) menyiapkan 55 jurnal online dari 38 program studi yang tersedia di kampus tersebut.
Ini dilakukan dalam menyikapi edaran Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) mengenai lulusan S1, S2 dan S3 yang harus menulis hasil kajian skripsi di jurnal ilmiah.

“Sesuai edaran Dikti per Oktober, akan diberlakukan bahwa setiap lulusan S1 harus menulis kajian skripsi di Jurnal Ilmiah, dan dalam hal ini jurnalnya adalah online. Begitu juga tesis S2, sedangkan untuk S3 yakni Jurnal Internasional,” kata Pembantu Rektor I Unimed, Prof Dr Khairil Ansari MPd, saat membuka acara pelatihan pengelolaan Jurnal Online Unimed, di ruang VIP Gedung Serbaguna Unimed, Selasa (15/5).
Sejauh ini, bilang Khairil, ada beberapa web jurnal online yang telah ada, namun belum diakui pemerintah. Untuk itu harus masuk dalam portal yang telah disiapkan pemerintah yakni Portal Garuda.

“Selain untuk lebih memberikan keringanan biaya dibandingkan menggunakan jurnal cetak, yang hanya dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu untuk jangka panjang. Jurnal online ini juga mencegah terjadinya plagiat dalam pembuatan karya skripsi,”ucapnya.
Menurut Khairil, jurnal online Unimed tersebut, disiapkan dalam mengantisipasi edaran Dikti, sebelum menjadi Permendiknas.

“Sebelum edaran ini nantinya jadi peraturan menteri pendidikan, maka kita harus persiapkan dari sekarang agar tidak kewalahan. Saat ini kita telah mendaftarkan 55 Jurnal Online dan diharapkan dalam minggu depan sudah mulai diisi dengan karya skripsi mahasiswa kita yang baru saja di wisuda kemarin,” tegasnya.

Sementara itu, ketua panitia, Dr I Wayan Dirgayasa M Hum mengaku, untuk  pengelolaannya Unimed melakukan pelatihan terlebih dahulu dengan memanfaatkan narasumber dari Universitas Semarang (UNESS).

Mengingat sejauh ini, UNESS telah memiliki dan menerapkan jurnal online sesuai edaran Dikti.
“UNESS telah memiliki 110 jurnal online dan telah berjalan. Untuk itu kita menghadirkan pembicara dari UNESS yakni DR Sutikno ST MT, agar bisa memberikan masukan dan pengalaman dalan pengelolaan jurnal online yang telah mereka terapkan sebelumnya,”ungkap Wayan. (uma)

Gubuk Ludes Terbakar

MEDAN-Gubuk tempat memasak dan menyimpan peralatan dapur milik Misdi Suhardi (45), di Jalan Bajak V, persisnya di samping Lapangan Bola Medan Amplas ludes terbakar, Rabu (16/5) siang.

Menurut Misdi, sebelum kebakaran istri Misyani (43)   sedang memasak air di gubuk tersebut dengan menggunakan kayu bakar. Istrinya meninggalkannya begitu saja dalam keadaan api sedang menyala.

Tanpa disadari ternyata api sudah marak dan mulai membakar gubuk yang terbuat dari papan tersebut. Misdi beserta istrinya dibantu dengan warga sekitar langsung berusaha menyelamatkan barang-barang yang berada di dalam sambil memadamkan api dengan air yang diambil dari rumah warga.

Tak lama 2 unit mobil pemadam kebakaran pun tiba di lokasi dan memadamkan api.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh peralatan dapur seperti panci, dandang, kuali ikut hangus terbakar. Ada juga sebuah becak dayung milik tetangga korban, Ady (50) yang sedang terparkir beserta 3 sepeda, beberapa ekor ayam yang berada dalam kandang milik korban juga ikut terbakar. Diperkirakan korban mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah. (gus)

Lupakan Rasa Sakit Usai Transfusi

Semangat Anak-anak Thalasemia

Wajahnya ceria, dengan memakai topi warna putih serta kaos hijau, Muhammad Rifai Haryansah (16) tampak semangat mengambil kertas gambar yang diberikan salah seorang petugas RSUP H Adam Malik Medan. Begitu juga dengan adiknya, Dwi Shella Agistia (10), langsung mengambil crayon dari dalam tas mungilnya lalu mewarnai kertas yang diberikan tadi.

Sesekali, Rifai melihat ke sekeliling ruangan. Terasa sangat aneh baginya melihat ruangan yang begitu ramai, pegawai rumah sakit yang ikut bergembira, serta ratusan anak penderita Thalasemia. Maklum, tidak pernah ada kegiatan seperti itu, karena biasanya mereka hanya bercengkrama dengan jarum, kantong darah, infus dan obat-obatan. Lain halnya dengan Dwi, dirinya terlalu asik mengerjakan kertas gambar miliknya, kegiatan siang itu, tidak begitu diperdulikannya.

Peringatan Hari Thalasemia se-Dunia di Aula Lantai III RSUP H Adam Malik Medan, Rabu (16/5) yang diadakan oleh POPTI (Perhimpunan Orangtua Peduli Thalasemia) Sumut bekerjasama dengan Family Support Group (FSG) Sumut itu, sangat berarti bagi kedua bocah tersebut. Rasa sakit setelah menjalani transfusi darah, terlupakan saat berkumpul dengan sesama penderita Thalasemia.

Sementara, ibunya Nurhayati (37) mengaku, mereka tiba di RSUP H Adam Malik Medan, Senin (14/5) dini hari. Warga asal Kisaran itu membawa kedua buah hatinya yang menderita Thalasemia untuk menjalani transfusi darah setiap bulan. “Anak saya tiga, tapi yang mengalami kelainan darah dua orang,”ujar Nurhayati.

Memiliki dua anak penderita Thalasemia, tidak pernah terpikir dalam benaknya. Namun begitu, rasa sayang terhadap kedua buah hatinya tidak pernah pudar. “Saya nggak pernah menyesal.

Setiap bulan, kita harus ke-Medan untuk transfusi darah. Saya harus menjaga mereka dengan baik. Anak Thalasemia tidak boleh terlalu capek. Kalau waktu transfusi semakin dekat, tubuh mereka mulai melemah, pucat dan bisa jatuh tiba-tiba.  Transfusi darah juga tidak boleh lewat dari tanggal yang  ditentukan dan Hemoglobin si penderita tidak boleh rendah. Jika tidak, akibatnya bisa fatal,” jelasnya.

Ketua POPTI Sumut, Syarmawati mengatakan jumlah penderita Thalasemia di Sumut mencapai 110 orang. Diperkirakan masih banyak anak Thalasemia yang tidak terdata. “Di RSUP H Adam Malik Medan ada 60 anak, RSU Pirngadi Medan 5 orang, RS Permata Bunda 13 anak, RS Imelda 6, RS Martha Priska 7, RS Herna 4 dan dibeberapa rumah sakit lainya,” sebut Syarmawati.

Penderita Thalasemia, katanya, ibarat fenomena gunung es.  ‘’Banyak orangtua yang tidak tahu kalau anaknya menderita kelainan darah sehingga mereka hanya membawa berobat sekadarnya. Bahkan diantaranya berfikir,  penyakit yang diidap anaknya karena palasik.  Akibatnya penderita terlambat mendapat pertolongan,” jelasnya. (mag- 11)

Pagi Cerah, Malam Hujan

MEDAN- Cuaca belakangan ini berubah-ubah. Pagi dan siang cerah sedangkan malam hari hujan.  “Hujan umumnya turun menjelang malam disertai angin kencang,” kata Kepala Data dan Informasi BMKG Wilayah I MedanHendra Menurutnya, hujan biasanya disertai dengan gemuruh dan angin kencang. Kecepatan angin pada masing-masing daerah berbeda-beda karena faktor topografinya.

“Namun rata-rata kecepatan angin 30 knot dan untuk curah hujan mulai sedang hingga deras,” ujarnya.
Hendra mengaku, daerah yang rawan hujan disertai angin puting beliung di antaranya Langkat, Binjai, Deliserdang, Sergai, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Humbahas, Taput dan Kota Medan.

“Saat panas suhu mencapai 35 derajat celcius terutama di daerah pesisir dan perkotaan, namun saat hujan turun suhunya 29 derajat celcius. Untuk daerah pegunungan suhunya 29 derajat celcius saat hujan turun suhunya bisa mencapai 24-25 derajat celcius,” tegasnya.
Hendra menmabhakan, untuk jarak padang masih dalam kategori aman. “Jarak pandang itu 5-7 km,” ujarnya.

Humas Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Firdaus menambahkan, sudah memberitahukan kepada masing-masing maskapai apabila tak memungkinkan terbang agar tak melakukan penerbangan. (jon)