Home Blog Page 13510

34 Pejabat Eselon III Dilantik

LUBUK PAKAM- Sebanyak 34 pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Deliserdang diambil sumpahnya oleh Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars, di Gedung Balairung Pemkab Deliserdang, Rabu (16/5). Kegiatan itu disaksikan Kajari Lubuk Pakam Khairil Aswan Harahap SH, bersama unsur Muspida.

Ada pun ke 34 pejabat yang dilantik itu meliputi Irawadi Harahap SH MAP dilantik sebagai Kepala Bagian Hukum dan Humas pada Sekretariat DPRD Deliserdang, Drs Ferry Syahriza SmHK sebagai Kepala Bidang Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi, dr H Isnaini Dakhry Kabag Tata Usaha RSUD Lubukpakam, Rahmad Sejati SSos Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat, Johny Siburian SSos Kabid Ekonomi pada Bappeda, Ahmad Tarmiji SH Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dra Wastianna Harahap Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Terikut Ginting SH Kabid Usaha Sarana Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Robinson Simorangkir SH MSP Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan, Jaminten Saragih SH Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Selanjutnya Jonas Damanik SH Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Deliserdang, Hj Wilda SE Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Nelson SH Kabid Ketentraman dan Ketertiban Dinas Pasar, Norma Siagian SE Kabid Pemerintah Desa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Afwan Efendi SE Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Drs Andreas Bangun SH Inspektur Pembantu Wilayah I Pada Inspektorat Deliserdang, Rahman Saleh Dongoran SP Kabid Pengkajian Pangan pada Badan Ketahanan Pangan.(btr)

Awetkan Bunga Mawar dengan Air Es

Aroma bunga mawar yang harum  dan segar juga keindahan kelopaknya membuat bunga ini memiliki banyak pengagum setia. Namun sayangnya bunga ini mudah layu dan Anda tak bisa lagi menikmati keindahannya.Ada cara mudah yang bisa membuat bunga mawar tetap awet tanpa perlu repot mengganti setiap hari air di vas bunga.

Caranya: Ambillah bunga mawar yang sudah agak layu, kemudian batang bagian bawah dipukul-pukul kemudian dibakar lalu rendamlah dengan air es. Maka bunga mawar Anda pun bisa tahan lebih lama dan selalu segar di dalam vas. (net)

Penggarap Bentrok, Dua Luka Bacok

MEDAN-Dua kelompok penggarap terlibat bentrok di areal lahan garapan Pasar II, Desa Bandar Kalipah, Kecamatan Percut Seituan, Rabu (16/5) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, dua orang menderita luka bacok.

Informasi yang diperoleh, bentrokan berawal saat kelompok penggarap yang diketuai Senen sedang mentraktor lahan garapannya untuk segera ditanami.

Saat proses pentraktoran berjalan, tiba-tiba datang kelompok Gatul yang mengklaim lahan tersebut selama ini dikuasai kelompoknya. Kedatangan kelompok Gatul tak dihiraukan oleh kelompok Senen, sehingga massa penggarap yang jumlahnya ratusan orang tersebut saling adu mulut dan sebagian lagi nyaris aduk fisik.

Tak lama kemudian, di tengah keributan tersebut terdengar suara jeritan disusul terkulainya dua pria akibat luka sabetan senjata tajam dan bacokan parang. Kedua korban luka senjata tajam tersebut langsung dilarikan warga ke rumah sakit terdekat guna mendapat pertolongan Sejumlah petugas Polsek Percut Seituan yang turun ke lokasi akhirnya membubarkan kedua kelompok penggarap yang bertikai, sedangkan lokasi  areal garapan sudah dikosongkan.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, AKP Faidir Chan menjelaskan, bentrokan antar kelompok penggarap tersebut dilatar belakangi perebutan lahan garapan.

“Masing-masing kelompok penggarap mengklaim lahan garapan tersebut miliknya sehingga mereka terlibat bentrok,” jelas Faidir Chan.

Menurut Faidir, dua penggarap terkena luka sabetan senjata tajam dan sudah dilarikan ke rumah sakit. “Dua korban luka sabetan masih dirawat dan belum membuat laporan pengaduan ke polisi,” sebut Faidir Chan.(gus)

BAP Pembunuh Biduan Dilimpahkan

LUBUK PAKAM- Kepolisian melimpahkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan biduan keyboard Deni Fristika Lase alias Eka ke Kejaksaan Negeri Lubukpakam, Rabu (16/5). Dalam berkas itu disebutkan dua tersangka yakni Jhoni Syahputra (37), mantan suami korban  dan Fujiono (24) warga pasar VI Desa Sidodadi Kecamatan Beringin.

Kapolsek Beringin AKP Pantas Sinaga mengatakan, pelimpahan BAP kedua tersangka disertai barang bukti, berupa alat serta benda- benda yang dipakai untuk melakukan tindakan pembakaran terhadap korban sehingga tewas.

Sekadar mengingatkan, ketiga pelaku sudah merencanakan untuk membakar Deni Fristika Lase alias Eka dan langsung meninggalkan rumah kontrakan korban di Dusun Blora Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin, pada Senin (19/3) lalu sekitar pukul 03.00 WIB. (btr)

Joey Wakil Sekretaris Golkar

KARO-Tokoh Pemuda Karo Drs Joey Harlim Sinuhaji mendapatkan kepercayaan menjadi pengurus  Partai Golkar Sumut. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya  nomor: KEP-170/DPP/GOLKAR/V/2012 yang disahkan di Jakarta 2 Mei 2012, pria yang kerap dipanggil Nonink ini di posisikan sebagai wakil sekretaris masa bakti 2009 – 2015.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Karo ini bertekat membangun Tanah Karo di masa mendatang bersama Partai Golkar. Untuk itu Nonink berharap seluruh masyarakat Karo mendukung Partai Golkar untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Karo.
“Dari pada saya jadi perusuh di kampung halaman, lebih baik saya menjadi pejuang di daerah lain. Artinya saya akan menjadi pejuang bagi masyarakat Karo dari Sumatera Utara,” ujar Alumnus Fakultas Fisipol USU ini.

Menurutnya, membangun kampung halaman  tidak harus tinggal dan bermukim di daerah itu, namun tujuan terpenting guna membangun masyarakat dan Karo.  Dalam kesehariannya putra Karo kelahiran Berastagi 12 Januari 1960 ini aktif di bidang pertanian. Ia diposisikan sebagai  Sekjen Assosiasi Eksportir Holtukultura Sumut.(mag- 19)

Nelayan Ancam Demo Konjen Malaysia

BELAWAN- Kerap menjadi korban penjarahan oleh oknum petugas patroli negara tetangga, kalangan nelayan di Belawan yang tergabung dalam DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kota  Medan, mengancam melakukan demo ke Konjen Malaysia di Medan.
Belakangan ini Malaysia selalu memberikan alasan klasik dengan menuding nelayan telah melanggar batas dan mencuri hasil laut wilayah negara asing tersebut.

“Penjarahan dilakukan oknum petugas kapal patroli negara tetangga ini harus segera ditindak, beberapa hari lalu nelayan hasil ikan tangkapan nelayan kita berikut peralatan navigasi ketiga kapal nelayan kembali menjadi korban. Kita minta Malaysia bertanggungjawab, kalau tidak HNSI bersama nelayan akan demo ke Konjen Malaysia di Medan,” ungkap Wakil Ketua DPC HNSI Medan, Abdul Rahman, Rabu (16/5).

Sebagaimana peristiwa dialami tiga kapal penangkap ikan asal Belawan.  Petugas patroli negeri serumpun tersebut menurut dia, telah melakukan tindakan kesewenang-wenangan terhadap para nelayan Indonesia.(mag-17)

Audit Selesai, Belum Ada Tersangka

Dugaan Korupsi SIR di RSU dr Pirngadi Medan

MEDAN-Tim tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sudah memeriksa lebih dari 30 saksi, terkait dugaan korupsi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) senilai Rp7,7 miliar tahun anggaran 2009-2010 di RSUD dr Pirngadi Medan.

Selain itu tim juga sudah melakukan audit investigasi ke RS dr Pirngadi dan PT Buana sebagai perusahaan rekanan dari rumah sakit.

“Audit investigasi sudah dilakukan. Status sudah naik  ke penyidikan namun belum ada ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasi Penkum Kejatisu Marcos Simaremare SH kepada wartawan. Menurutnya, jaksa belum menetapkan tersangka, karena perkara tersebut melibatkan berbagai pihak.

“Kasus ini melibatkan berbagai pihak, jadi untuk penetapan tersangka kita akan melakukan pendalaman. Namun apabila hasil audit sudah selesain perhitungannya maka kita akan menetapkan tersangkanya,” ungkap Marcos.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI tahun 2011 No 19/S/XVIII.MDN/01/2011,  rumah sakit milik Pemko Medan itu tersandung kasus  dugaan korupsi penyelewengan penerimaan dana Instalasi Farmasi sebesar Rp11.625.046.868, kerugian sebesar Rp563.317.190 terkait keterlambatan pelaksanaan proyek di RSUD Pirngadi dan pembayaran atas pelayanan tindakan cuci darah pasien Askes pada Instalasi Hemodialisa sebesar Rp2.285.924.900.

Selain itu adanya dugaan pembayaran ganda pengunaan jasa pelayanan Rp557.018.253, dugaan penyimpangan pengaturan lelang sehingga negara merugi sebesar Rp231.599.070/ tahun, serta denda atau sanksi keterlambatan pelaksanaan proyek sebesar Rp563.317.190 dan dugaan penyelewengan penetapan pemenang tender pekerjaan lanjutan gedung rawat inap Kelas III sebesar Rp869.850.700.

Sekadar diketahui, salah satu pejabat yang diperiksa dr  Nasrullah Anas, kepala instalasi, bendahara dan wakil direktur RSUD dr Pirngadi Medan.

RSU dr Pirngadi bekerjasama dengan PT Buana mengelola SIR tahun 2009-2010 senilai Rp7,7 miliar. Sistem ini dibangun untuk mengetahui transaksi di setiap instalasi di rumah sakit milik pemerintah. Dalam sistem kerjasamanya pengelola SIR sitem bagi hasil sebesar 7 persen dari omse. Tahun 2010 sistem berhenti tapi bagi hasil terus berlangsung. (rud)

8 Urine Personel Polres Deliserdang Terindikasi Narkoba

LUBUK PAKAM- Delapan dari dua puluh enam sampel Urine yang diambil dari personel Polres Deliserdang dinyatakan positif terindikasi pengguna narkoba. Hasil itu terungkap, saat uji tes terhadap Urine personel Polres Deliserdang yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Deliserdang di Aula Kamtibmas Polres Deliserdang, Rabu (16/5).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Deliserdang AKBP Magdalena Sirait mengatakan uji test terhadap Urine personel Polres Deliserdang itu dilakukan pagi hari sekira pukul 09.00 WIB.

Tes uji uren itu dilakukan secara berkala pada personel kepolisian, saat ini tahap pertama melibatkan tiga puluh personil. Namun, yang mengikuti hanya dua puluh enam, sedangkan empat orang lagi tidak hadir, tanpa penjelasan.

Sampel Urine yang diambil dari personel kepolisian itu, dimasukan ke dalam wadah uji tes narkoba. Kemudian sampel Urine itu ditandai sesuai dengan diberikan nama serta nomor. Kemudian petugas laboratorium melakukan uji sampel Urine itu dengan zat tertentu.

Kegiatan uji tes Urine  tersebut bertujuan untuk membersihkan para penegak hukum, dari keterlibatan penggunaan narkoba. (btr)

Pengunduran Pesta Danau Toba 2012 Diprotes

PARAPAT– Ketikdakpastian pelaksanaan Pesta Danau Toba (PDT) 2012 menuai pro dan kontra.  Ketua Umum ( Ketum ) Pesta Danau Toba (PDT) 2012, JR Saragih mengklaim pelaksanaan PDT  telah diundur ke bulan Oktober 2012. Sementara Pelaksana tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujonugoroho  menegaskan bahwa pelaksanaan PDT tetap pada bulan Juni-Juli.

Pimpinan Yayasan Pusik Buhit Sakti, Prof Dr. Sorimangaraja Sitanggang sempat terkejut dengan digagalkannya pelaksanaan PDT 2012 yang sebelumnya direncanakan tanggal 30 Juni–14 Juli.  “ Padahal ketika kami tampil di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta  pada April yang lalu salah satu yang kami promosikan adalah pelaksanaan PDT 2012. “ ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Elehar Perdan yang dihubungi melalui telepon genggam di Jakarta mengatakan terpaksa menunda liburan ke Bonapasogit setelah mendengar pelaksanaan PDT diundurkaan. “Bah, padahal kita sudah buat rencana yang matang, untung tiket pesawat dan akomodasi di  Parapat dan Ajibata belum di pesan.” katanya.

Senada disampaikan Rismon Raja Mangatur yang turut mepromosikan pariwisata Danau Toba di Taman Ismail Marzuki belum lama ini. Menurutnya penundaan itu menunjukkan panitia yang tidak konsiten dan tidak memiliki prinsip untuk membangun pariwisata Danau Toba.

“Tahun lalu juga demikian,  tahun ini terulang lagi, kalau alasannya tidak di agendakan di APBD provinsi berarti ini kesalahan DPRD TK I dan Panitia,” katanya
Berbeda dengan Ketua Yayasan Taman Eden 100 di Lumban Julu Marandus S menanggapinya dengan positif. Menurut Penegelola Agrowisata Rohani Lumban Rang ini, jika diundur berarti panitia ingin mempersiapkan pelaksanaannya lebih matang dan berbobot.

“Ada baiknya diundur, kalau dipaksakan bulan Juni–Juli dampak pelaksanaannya bisa asal jadi seperti tahun lalu,” katanya.
Peraih Kalpataru bidang Perintis Lingkungan Hidup ini juga mengkritisi pelaksanan PDT tahun lalu. Dia berpendapat PDT 2011 yang diselenggarakan pada Desember itu terlalu dipaksakan sehingga pelaku wisata, budaya dan masyarakat kawasan danau toba kurang meresponinya.

Berkaitan dengan penyelenggaran PDT, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pempropsu) meminta tidak membenturkan persoalan yang belum ditampung anggaran penyelenggaraan PDT 2012 dengan pihak panitia yaitu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun. Karena ada persoalan mekanisme penganggaran yang tidak memungkinkan untuk dialokasikan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Nurdin Lubis membantah tudingan, Pemprovsu tidak menampung anggaran PDT 2012. Karena yang sesungguhnya belum dilakukan pembahasan mengingat saat itu tidak ada pengajuan resmi penyelenggaraan PDT 2012 masuk dalam Rancangan-PAPBD 2012. Nurdin juga menampik kalau itu kesalahan panitia penyelenggara, Pemkab Simalungun. (ari/smg)

Ibu jadi TKW, Dipelihara Uwak Sejak Kecil

Bocah Tewas Disambar Petir Dikebumikan

MEDAN-Suasana duka menyelimuti rumah Aditya Prabowo alias Sipoh (12) di Jalan Karya Kasih/Metrologi No 39, Medan Johor. Seluruh keluarga, teman-teman sekolahnya datang melihat korban untuk yang terakhir kalinya.

Orangtua Aditya, Edy (36) masih syok dan enggan memberikan komentar. Painah (52), uwak Aditya mengatakan, semenjak lahir tahun 2000 korban sudah diurusnya, karena ibunya Painah (32) bekerja sebagai TKW di Malaysia Korban merupakan anak yang ceria dan aktif.

“Dari kecil sudah saya yang ngurus, kan ibunya kerja di Malaysia. Jadi di sini ia tinggal dengan bapaknya dan saya. Anaknya ceria, suka melucu, namanya anak laki-laki, agak bandel sedikit, tapi nggak nyangka kalau cepat kali dia perginya” ujarnya meneteskan air mata.

Menurutnya, korban merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Abangnya Febri Sutoyo (20) sekarang bekerja sebagai buruh bangunan dan tinggal di Tebingtinggi bersama dengan neneknya.
Sebelumnya dari kelas I-IV, korban sekolah di SD 067952 (SD 52) dan setelah kelas V, korban kemudian pindah sekolah ke SD Al-Kautsar yang tidak jauh dari rumahnya.

Menurut Rahmadhani (32), bibi korban mengatakan, saat kejadian korban bermain sepeda di lapangan. Korban tidak mengindahkan teguran Fikri (12) teman sepermainannya yang menyuruh untuk berteduh karena hujan deras.

Sekira pukul 12.00 WIB, bocah kelas V SD itu langsung dikebumikan di pemakaman kampung dalam daerah Avros (depan SMA N 2 Medan). Seluruh keluarga juga ikut mengantarkan korban ke tempat peristirahatan yang terakhir. Terlihat teman-teman korban yang masih mengenakan seragam SD menangis saat melihat korban dimasukkan ke mobil ambulans.

Sekadar mengingatkan, Aditya tewas disambar petir di lapangan. Perut kanannya tampak luka bakar. Beberapa menit kemudian, korban lalu dibawa ke RS Mitra Sejati. Naas, sekitar setengah jam dirawat, korban menghembuskan napas terakhir.(gus/smg)