Home Blog Page 13512

Lagu Sing-Sing So itu Cukup Terkenal di China

Victor Hutabarat

Bicara sosok, pasti semua orang sudah mengenal siapa itu Victor Hutabarat. Apalagi mereka yang berusia diatas 30 tahun. Tapi kalau lagu Sing-Sing So sampai begitu terkenal di negara China dan bahkan ada versi bahasa Mandarinnya, hal ini justru baru diketahui koran ini saat berbincang dengan Victor di Jakarta, kemarin.

“Itulah luar biasanya lagu batak itu,”ungkap penyanyi pop nasional yang kini tengah menginjak usia 56 tahun ini. Memang selama ini menurut Victor, ia telah mendengar akan hal tersebut. Dimana disebut-sebut, Sing-Sing So sama terkenalnya seperti lagu Bengawan Solo di Jepang. Namun merasakan bagaimana perpaduan lagu yang sama dalam dua bahasa yang berbeda, itu merupakan pengalaman baru. Dan baru terjadi saat dirinya bersama sejumlah artis-artis Mandarin, berkolaborasi saat mengisi acara Gong Xi Pat Chai di Kemayoran beberapa waktu lalu. “Nah di acara yang dihadiri RI-1 ini, saya bersama artis-artis Mandarin itu membawakan lagu Sing-Sing So. Mereka menggunakan bahasa Mandarin, dan saya berbahasa Batak,” ungkapnya.

Tentu saja hasilnya sangat luarbiasa. Apalagi kemudian akhirnya usai bernyanyi para artis Mandarin tersebut menjadi bertanya-tanya bagaimana sebenarnya cara menyanyikan lagu tersebut dalam bahasa Batak. “Mereka tahu kalau itu memang lagu Batak. Tapi cara menyanyikannya tentu berbeda dengan cengkok Batak. Itu saya kasih tahu. Jadi ini membuktikan bahwa sebenarnya pangsa pasar lagu-lagu lama Batak itu, sangat mengena di china,” ungkapnya kemudian.

Dan tidak heran, jika hal-hal seperti inilah yang semakin memacu Victor untuk berkreatifitas mengangkat nilai-nilai budaya. Terutama budaya Batak. Makanya beberapa waktu lalu, ia sampai melahirkan sebuah album Batak. “Di album yang saya kasih judul, Album lagu-lagu Batak terpopuler tersebut, ada lagu Butet, Mariam Tomom, Sinanggartulo dan sejumlah lagu-lagu lama lainnya,” sebutnya. Kenapa membawakan lagu-lagu lama? Alasan Victor kemudian justru sangat sederhana. “Saya niatnya memang ingin mengangkat kembali lagu-lagu itu. Kalau tidak, lama-lama bisa terlupakan. Jadi perlu diangkat kembali. Kalau nggak kita, siapa lagi? Tapi tentunya dengan catatan, jangan memperkosa lagu-lagu tersebut,” lanjutnya.  (gir)

Beredar Video Mesum Mirip Merry Putrian

Disengaja atau apes, entahlah. Yang jelas, telah beredar video mesum mirip artis dan presenter infotainment, Merry Putrian. Dalam video berdurasi 18 menit itu, pemeran wanita yang mirip Merry itu awalnya terlihat bersantai di pantai, berkacamata hitam sembari menenggak minuman.

Seorang pria yang merekam gambar itu lalu bersamaan dengan sang perempuan menuju sebuah penginapan. Di dalam kamar, perempuan itu kemudian melucuti pakaiannya satuper satu. Sementara sang pria terus merekam gambar.

Selanjutnya mudah ditebak, yang mirip Merry beradegan seks dengan pria itu.

Selintas, wajah perempuan itu beneran mirip Merry asli. Wajah, rambut serta struktur giginya mirip dengan pesinetron Bidadari 3 itu. Merry mempunyai gigi gingsul di bagian gigi taring sebelah kiri sama dengan perempuan di video itu.

Namun Merry membantah dugaan itu.  “Dia bilang, ‘Aku bersabar saja, yang jelas video itu beda banget sama aku. Postur tubuhnya itu beda, bukan aku’,” jawab manajernya Merry, Budi.

Pastinya Merry sangat terganggu dengan pemberitaan tersebut. Tapi bisa dirasakan kalau berita itu tidak lebih dari berita-berita gosip, seperti yang pernah dialami sebelumnya.”Ya mengganggu. Sebenarnya kalau gosip-gosip murahan sudah sering ya. Jadi media yang kita anggap bagus, malah jadi media yang beritanya sampah. Merry sih konsentrasi saja sekarang buat kerja. Kalau mau teman-teman pers datang saja ketemu, tunjukin videonya,” tutur Budi.

Karier Merry diawali dari dunia model. Karena dorongan ibunya, Merry masuk ke sekolah mode milik Soraya Haque. Dari sekolah itu, Merry masuk ke majalah model dan akhirnya masuk ke Looks Elite Model. Wanita setinggi 175 cm ini pernah menjadi finalis Wajah Femina 2001, Elite Model Look 1995 dan Cover Girl Majalah Mode 1995. Ia pun jadi model iklan dan main sinetron termasuk jadi host banyak program televisi. (rm/jpnn)

Tindak Pungli di Kecamatan

085277221xxx

Yth Wali Kota Medan. Sering terjadi pungli di kecamatan. Sebagai warga, kami tak bisa apa-apa. Kemana kami harus melaporkan tindakan ini?

Laporkan Langsung ke Pemko Medan

Terima kasih atas pemberitahuannya. Lengkapi dengan data, seperti dari kecamatan mana dan nama oknum yang melakukan pungli. Lakukan laporan langsung ke Pemko Medan atau juga ke Camat bersangkutan. Dengan demikian Pemko Medan dapat memberikan tindakan sesuai dengan prosedur yang ada.

Budi Haryono, Kabag Humas Pemko Medan

Apa Kabar Pengangkatan Guru Honor?

085277462xxx

Saya ingin bertanya, bagaimana ya kabar pengangkatan honor menjadi PNS? Saya mengajar sudah tujuh tahun dari 2005. Tapi sampai sekarang belum ada pendataan ke sekolah saya, apa yang harus saya lakukan?

Langsung Lapor ke Disdik Medan

Terima kasih. Mengenai hal ini, bisa langsung melapor ke Disdik Medan dengan membawa data lengkap. Dengan adanya data ini kita akan mengklarifikasi dan menentukan kebijakan.

Rajab Lubis
Kepala Disdik Medan

Bandar Sabu tak Ditangkap

085370379xxx

Yth Pak Kapolda Sumut. Kenapa di Jalan Warna Ujung Kelurahan Sukaraja di belakang Istana Maimun, ada bandar sabu dan ganja tak ditangkap-tangkap? Mereka sudah merusak generasi sini. Apakah ada kerjasama dengan pihak kepolisian karena mereka sangat bebas sekali. Siang ini mereka sedang transaksi begitu bebas di depan rumah saya. Kepling sudah tak mau tahu. Kami selaku warga sangat berharap pertolongan dari Bapak. Terima kasih.

Akan Diteruskan ke Polres dan Polsek

Terima kasih. Dengan adanya informasi ini, masyarakat sangat membantu kinerja kepolisian dalam memberantas narkoba yang merupakan ancaman serius di tengah-tengah masyarakat, terlebih kepada generasi muda. Untuk itu, laporan ini akan kami teruskan ke Kapolres dan Kapolsek terkait agar segera ditindaklanjuti dan dilidik.

Kombes Pol Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Perampokan Resahkan Warga

085276996xxx

Kami warga Jalan Bambu I Simpang Gaharu sangat resah terhadap perampokan yang sangat sering terjadi. Perampok sering mangkal di warkop dekat parit busuk menunggu dan mengincar calon korbannya. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan yang diambil Kepling setempat dan pihak kepolisian. Semoga menjadi perhatian Kapoldasu, Kapolresta dan Kapolsek Medan Timur.

Akan Kami Telusuri

Terima kasih informasinya. Laporan ini akan kami teruskan ke Kapolres dan Kapolsek terkait untuk ditindak lanjuti.

Kombes Pol Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Babura Calon Terbaik

MEDAN- Kelurahan Babura Kecamatan Medan Baru secara rutin terus mengawasi kebersihan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), khususnya yang terletak di Jalan Pasar Peringgan. Rutinitas ini semakin kerap dilakukan mengingat kesempatan yang diberikan Kelurahan Babura sebagai calon kuat kelurahan terbaik dari sisi kebersihan lingkungan di Kota Medan.

“Pengawasan rutin untuk merawat kebersihan sampah di TPS dan lingkungan dilakukan untuk mewujudkan kebersihan di lingkungan kelurahan. Dengan begitu kota ini akan menjadi kota yang bersih dan terbebas dari sampah dari tingkat kelurahan,” ungkap Lurah Babura Kecamatan Medan Baru, Ahmad Zukri Alrasyid, Selasa (15/5). Pengawasan rutin dilakukan setiap Jumat, Sabtu dan Minggu.

Dikatakan, setiap Jumat pagi, pihak kelurahan Babura melakukan pengawasan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di setiap rumah di lingkungan dan TPS. Kegiatan PSN itu bekerjasama dengan pihak puskesmas setempat. Pada hari Sabtu pihak kelurahan membersihkan TPS di Pasar Peringgan. Dan, terakhir, setiap Sabt digelar kebersihan di setiap lingkungan di wilayah Kelurahan Babura.

“Saya bersyukur sekali program pembersihan berjalan dengan baik,” ungkapnya. Zukri mengatakan dirinya merasa bangga atas kesempatan yang diberikan kepada kecamatan Medan Baru yang terpilih sebagai salah satu calon kuat kelurahan terbaik di kota Medan. ‘’Kesempatan ini akan kami manfaatkan agar Kelurahan Medan Baru betul-betul terpilih sebagai kelurahan terbaik dari sisi kebersihan,” cetusnya.

Dia mengakui untuk menyabet gelar tersebut tentu dibutuhkan kerjasama yang baik dari berbagai pihak. ‘’Untuk itu saya berharap kepada seluruh warga kelurahan Babura, kepala-kepala lingkungan konsisten dan bergandeng-tangan mewujudkannya,’’ ujar Zukri.

Kepada para pengguna jalan yang melintas di Kelurahan Babura, Zukri meminta kesadaran mereka untuk tidak membuang sampah plastik atau botol bekas minuman di sembarang tempat. ‘’Kami sudah sediakan tempat, ya, buanglah sampah di situ,” ucapnya. (omi)

Kelurahan Kemenangan Tani Optimalkan Sampah Kompostik

MEDAN- Sampah kompostik yang merupakan sampah yang terdiri dari daun-daunan, ranting-ranting kayu, sisa sayur-sayuran, dan bekas pemotongan rumput ternyata bisa dioptimalkan untuk menanam bunga. Sampah itu juga mudah diperoleh karena selalu ada pada tumpukan sampah rumah tangga.
“Sampah kompostik dipilah setiap hari di kantor kelurahan. Ini dipergunakan untuk menyuburkan bibit pohon mangga atau pohon trembisi di lingkungan Kelurahan Kemenangan Tani,” ungkap Lurah Kemenangan Tani, , Kecamatan Medan Tuntungan, Joyo Purba, Selasa  (15/4).

Joyo mengatakan sampah kompostik sangat bermanfaat bila diolah secara optimal. Apalagi tingkat kesuburannya lebih bagus ketimbang pupuk kompos yang diperoleh dari tanah bakar. Kelebihan lainnya adalah praktis dan relatif mudah ditemukan daripada tanah bakar.

Joyo mengingatkan sampah yang didapatkan dari pembakaran justru rentan terhadap bahaya penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA). “Saya baru sadar dampak bahaya membakar sampah itu saat dosen dan siswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Adam Malik melakukan sosialisasi bahaya membakar sampah di kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan belum lama ini,” terangnya.

Selain sampah kompostik, sampah an-organik yang terdiri atas sampah plastik, barang-barang logam, kardus, atau kabel juga masih bernilai ekonomis. Sampah-sampah itu dikumpulkan lebih dulu di kantor kelurahan kemudian para pembeli langsung datang langsung membelinya. ‘’Uang hasil penjualan itu digunakan membeli bibit pohon mangga atau trembisi,” cetusnya.

Joyo berharap warga di kelurahannya lebih sadar lagi terhadap pemanfaatan sampah yang ada di sekeliling tempat tinggal mereka. Sebab tidak semua  sampah yang dianggap sebagai kotoran dan mengundang bau itu sekadar sampah yang harus dibuang, tapi nyatanya bisa diolah dan dimanfaatkan.
Program pengolahan sampah untuk menyuburkan tanaman bunga itu juga menjadi bagian dari mengarahkan Kota Medan sebagai ‘flower city’. Program ini dinilai akan berhasil bila warga rajin membuat ‘tabulapot’, yakni menanam tanaman di pot bunga dan menanam tanaman di tanah tanpa pot bunga (tabulakar). “Program ini yang didorong Wali Kota Rahudman Harahap saat rapat di rumah dinasnya baru-baru ini,” tukas Joyo. (omi)

Kerja Ekstra untuk Medan Bersih

Wali Kota Medan Wujudkan Bebas Sampah

Upaya meningkatkan keindahan kota sekaligus mewujudkan Kota Medan bersih, dimulai dari revitalisasi kawasan-kawasan pasar dengan penataan lingkungan, taman-taman kota, lampu penerangan jalan umum, pengelolaan sampah medis dan penataan reklame serta air tergenang.

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM serius menyikapi kebersihan kota agar kota terbesar ketiga di Indonesia ini benar-benar membuat nyaman bagi penghuninya dan warga yang berkunjung.

Rahudman menyebutkan, membuat rasa nyaman kepada masyarakat bukan hal yang mudah, tapi tidak juga sulit. Terpenting adalah kerja keras semua pihak agar kota itu indah dan membuat ketenangan, serta kenyamanan bagi penghuninya.

Dalam mewujudkan itu, dia menyebutkan, kebersihan kota menjadi hal utama. Guna mencegah kekotoran kota, Pemko Medan menyediakan mobil penyisir dan ambulan sampah di samping mobil-mobil angkutan sampah yang bergerak rutin dari Tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

Secara fasilitas, paparnya Pemko Medan telah menyiapkannya sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan pelayanan tentang sampah. Dengan begitu pula, diharapkan memiliki hasil yang baik.

Di samping itu, Rahudman menyebutkan, Pemko Medan juga berniat bisa meraih Piala Adipura tahun 2012. Karena sejak lima tahun terakhir, praktis Kota Medan tidak pernah lagi mendapatkan Piala Adipura sebagai satu bukti telah dinilai tim dari sisi kebersihan kota.

Untuk meraih Piala Adipura, dia menyebutkan, setiap kepala lingkungan (Kepling), lurah dan camat harus lebih ekstra memantau wilayahnya. Prioritas utama yang dinilai oleh tim Adipura antara lain mengenai sampah, drainase, pasar, tempat pembuangan akhir (TPA) dan tempat-tempat umum.
Selain itu, dia mengingatkan kepala sekolah, kepala Puskesmas harus menata kebersihan di lingkungannya, termasuk pengecetan pagar. Sedangkan untuk camat, lurah dan kepling dapat kerja ekstra memantau kebersihan parit dari rumput-rumput dan lumpur.

“Saya minta jangan ada sampah di luar TPS, sampah jangan berserakan di persimpangan jalan. Bersihkan spanduk dari pohon-pohon dan menghidupkan semua lampu-lampu jalan serta lampu taman. Kemudian, tata rambu-rambu jalan dan pedagang. Ini semuanya dilakukan untuk menciptakan lingkungan sehat, dan meraih Piala Adipura,” katanya.

Lebih lanjut, Rahudman memaparkan, pengelolaan sampah pada masa mendatang semakin berat, jika mengacu pada target Millenium Development Goals (MDGs), pada 2015. Diharapkan 65 persen penduduk Indonesia harus memperoleh akses terhadap sanitasi yang layak. Sedangkan di sisi lain, peningkatan jumlah sampah di perkotaan bergerak eksponensial seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

“Dengan luas lebih kurang 25.510 hektar dan penduduk sekitar 2,8 juta jiwa serta pola produksi dan konsumsi yang tinggi, maka jumlah sampah perhari diperkirakan mencapai 1.500 ton,” sebutnya.

Berdasarkan jumlah tersebut, dia mengatakan, diperkitrakan persentase sampah yang terangkut ke TPA sebesar 81 persen. Sementara Kota Medan sampai saat ini baru memiliki 2 TPA dengan lahan yang sangat terbatas. Kondisi itu menuntut pengelolaan persampahan secara lebih komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir.

Tak hanya itu, dia juga menyebutkan, Pemko Medan saat ini telah memiliki Bank Sampah. Manfaatkan, Pemko Medan akan menggerakkan pengelolaan sampah dengan program 3 R yakni Reduce, Reuse dan Recycle. Kemudian, memfasilitasi pelatihan di tingkat masyarakat sehingga melahirkan komunitas-komunitas peduli lingkungan.

Menurut dia, hal itu dilakukan untuk mendesain bagaimana  program pengelolaan sampah yang tepat berbasis partisipasi masyarakat. “Semua yang dilakukan dipengaruhi komitmen untuk mewujudkan Medan Bebas Sampah yang telah dicanangkan sejak 1 April 2011,” cetusnya.
Selain itu, tambahnya Pemko Medan sudah menggagas agar dilaksanakannya program Medan Berhias yakni bersih, hijau, sehat dan sejahtera. Dalam upaya  mendukung program kebersihan lingkungan sekaligus peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Program Medan Berhias diharapkan didukung semua pihak, termasuk perusahaan, pelaku usaha, praktisi  akademisi, media, relawan Kota Medan dan masyarakat di setiap kelurahan.
“Masalah kebersihan merupakan satu harga diri yang harus dipertahankan, apalagi Medan merupakan kota metropolitan dan ibu kota Sumatera Utara,” katanya.(adl)

Sedetik pun Tiada Henti Kejar Adipura

Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar mengatakan, upaya untuk meraih penghargaan Adipura terus dikejar tanpa henti. Mulai berkoordinasi dengan instansi lainnya yakni Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan Medan, Satpol PP serta PD Pasar.

“Ada delapan instansi terkait untuk mendapatkan adipura. Bukan hanya Dinas Kebersihan saja, makanya keseluruhan harus berkoordinasi dan saling mendukung sehingga Adipura ini bisa diraih,” kata mantan Kabag Tata Pemerntahan ini.

Dia menyebutkan, sekarang ini ada satu upaya yang dilakukan pihaknya dengan menambah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Medan, serta menambah pengangkutan sampah hingga empat kali dalam sehari.

“Petugas terus kami upayakan untuk maksimal, untuk pengangkutan sampah yang dulunya dua hingga tiga kali, sekarang empat kali dalam sehari, kami bekerja dari mulai pagi hingga sore hari,” ungkapnya.

Saat disinggung soal sampah yang masih terlihat di beberapa jalan dan pasar, Pardamean mengatakan sekarang ini pihaknya sedang berupaya untuk segera mengangkut dan menambah TPA di pasar.  “Kami terus melakukan pengangkutan dengan sebaik-baiknya. TPA pun sudah kami tambah,” pungkasnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, dalam penilaian Adipura yang terpenting poin yang harus tinggi ada pada parit seperti pembersihan parit dan pasar. Kedua bidang itu sebagai bagian untuk terus ditingkatkan, sampai kepada parit itu tak boleh jorok dan berlumut.

“Makanya, untuk meraih Adipura memang harus didukung beberapa instansi, terutama untuk membersihkan parit dan pasar karena itu poinnya harus tinggi, untuk dua sektor itu penilaiannya harus sembilan supaya bisa meraih Adipura,” bebernya. (adl)

Kapolri dan Jagung Hadiri Konser Horas 2012

MEDAN- Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrie Arief akan menghadiri ‘Konser Horas 2012’ dan diagendakan menerima piagam deklarasi anti-pembajakan hak intelektual dan karya cipta musisi Indonesia. Piagam deklarasi anti-pembajakan itu akan disampaikan oleh musisi Rinto Harahap, Ketua Umum PAPPRI, Tantowi Yahya, Ketua Lembaga Antipembajakan Musik Indonesia  (LAPMIN), Ketua Umum Panitia Sujono Manurung, dan Edi Ramli Sitanggang selaku penasihat panitia dalam ‘Konser Horas 2012’ di Balai Raya Tiara Convention Centre, Rabu (16/5).

“Rinto Harahap mewakili musisi yang akan memberikannya. Konser tersebut  menghadirkan berbagai artis dari tiga generasi, diantaranya Emilia Contessa, Iis Soegianto, Rita Butarbutar, Joy Tobing, Tetty Manurung, R N’ B Trio, Rita Butar-butar, dan Trio Ambisi,” ungkap Sujono di Medan, Selasa, (15/5).

Dikatakannya, konser digelar atas kerja sama Angkatan Muda Indonesia Bersatu (AMIB) pimpinan Edi Ramli Sitanggang, LAPMIN yang dinakhodai Sujono Manurung, PAPPRI yang dipimpin Tantowi Yahya, serta FKPPI Sumut yang dikomandoi Nazaruddin Sihombing.

“Pilihan menghadirkan artis tiga generasi ini agar undangan dapat bernostalgia sesuai masanya. Tapi niat yang sesungguhnya adalah memerangi praktik pembajakan yang merugikan negara dan mematikan kreativitas musisi,” tukas Sujono.

“Selain konser, acara ini juga diisi seminar bertema ‘Melindungi Industri Rekaman Nasional serta Karya Cipta Insan Musik Indonesia’ yang berbarengan rapat kerja daerah AMIB Sumut,” tambah sekretaris panitia yang juga Sekretaris AMIB Sumut Indra Utama. Ia didampingi Aswin Hasibuan, Beckman Hutabarat, Mandalasyah Turnip, Mukhlis, Fathul Bahri, Magdalena Lubis yang merupakan Ketua Perempuan LIRA Sumut.

Edi Ramli Sitanggang mengatakan, Medan terpilih sebagai pusat dan awal kegiatan karena panitia yakin warga Medan memahami soal isu pembajakan hak cipta. (*/adl)