Home Blog Page 13511

Pengusaha Ikan dan Cumi Keluhkan Infrastruktur

Kunjungan Anggota DPRD Sumut Fadly Nurzal ke Tanjungbalai

BURUKNYA infrastruktur di Tanjungbalai dan Asahan, mengakibatkan enggannya investor untuk berinvestasi di Kota Kerang tersebut. Karenanya diharapkan kepada pemerintah, baik Bupati Asahan dan Wali Kota Tanjungbalai serta Gubernur Sumatera Utara (Sumut) untuk segera memperbaiki infrastruktur di sana.

Hal ini diungkapkan Hasan, pengusaha ikan dan cumi di Kota Tanjungbalai kepada anggota DPRD Sumut Fadly Nurzal saat mengunjungi gudangnya di Jalan Teluknibung, Tanjungbalai, belum lama ini. Hasan menceritakan, ada seorang temannya dari luar negeri ingin berinvestasi pengolahan ikan dan cumi di Asahan dan Tanjungbalai. Namun karena infrastruktur tidak mendukung, seperti jalan serta pasokan listrik, temannya batal berinvestasi.
“Saya berharap, kalau Bang Fadly jadi pemimpin di Sumut, bisa membantu masyarakat di sini, khususnya memperbaiki infrastruktur yang ada, sehingga investor mau berinvestasi di sini,” harap Hasan.

Menurut Hasan, produksi cumi dan ikan yang diolah di gudangnya akan diekspor keluar negeri seperti Jepang, Korea, China dan lainnya. Permintaan dari negara-negara tersebut setiap tahun semakin meningkat, sebab kebutuhan akan makanan sea food di luar negeri semakin banyak.
Dengan banyaknya permintaan ikan dan cumi dari luar negeri, sehingga dia membutuhkan pekerja yang banyak. Karenanya, saat ini dia bisa memperkerjakan lebih dari 100 orang tenaga kerja yang berasal dari warga sekitar.

“Jam kerja kami dari jam 08.00 WIB hingga jam 24.00 WIB, itupun tergantung jumlah ikan dan cumi yang masuk ke gudang,” terang Hasan.
Menanggapi persoalan yang dihadapi Hasan tersebut, Fadly Nurzal yang juga anggota DPRD Sumut itu menegaskan, dirinya akan menyampaikan keluhan ini ke Pemrovsu, Pemkab Asahan dan Pemko Tanjungbalai.

Fadly juga mengaku salut yang dilakukan Hasan, apalagi mampu menggerakkan perekonomian di Kota Tanjungbalai sehingga masyarakat bisa bekerja di gudang ikan dan cumi tersebut. (ade)

Penganiaya Pencuri Ayam Bisa jadi Tersangka

LANGKAT- Polisi mendalami kasus tewasnya Mahyuddin (50) alias Keleng warga Dusun Paya Palas Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjungpura yang tewas digebuki massa saat tertangkap mencuri ayam di Dusun IV Desa Mulia Kecamatan Padang Tualang-Langkat.

Lima warga kini sudah dimintai penjelasannya oleh petugas Polsek Padang Tualang. “Ya, kita sudah memintai keterangan sejumlah warga disana (Dusun IV Desa Mulia Padang Tualang). Sampai saat ini, tercatat lima warga dimintai penjelasannya,” singkat Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang, Iptu Firman, melalui telepon genggam, Rabu (16/5).

Sebelum mengakhiri penjelasan, Firman menjelaskan, kemungkinan warga ada yang dijadikan tersangka mungkin saja terjadi. Karena itu tindakan main hakim sendiri

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi S, secara terpisah menegaskan bahwa pihaknya (kepolisian) melakukan jemput bola atau pro aktif memintai keterangan sejumlah warga terkait kasus dimaksud. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan petugas di sana (Polsek Padang Tualang) guna pro aktif memintai keterangan warga yang mungkin terlibat dalam aksi main hakim sendiri,” kata AKP Aldi.

Kasat menilai adanya rumor menyatakan polisi (Polsek) menolak laporan keluarga Mahyuddin dalam kasus ini, itu tidak benar. (mag-4)

Buah Pinang Hilangkan Bekas Cacar

Penyakit cacar menjadi hal yang cukup menakutkan buat beberapa orang. Salah satunya karena luka bekas cacar yang sulit dihilangkan, dan membuat kulit menjadi bernoda bercak hitam.
Ada cara alternatif yang bisa membantu Anda mengatasinya.

Caranya: Ambillah buah pinang lalu bakar sampai hitam. Kemudian tumbuk hingga halus, beri sedikit minyak lalu oleskan pada bopeng/luka bekas cacar. Rutinlah menggunakannya, sampai bercak bopeng Anda hilang dan kembali mulus. Selamat Mencoba! (net)

Lapangan Olahraga Makin Minim

Fasilitas olahraga di Kota Medan semakin minim. Terutama lapangan sepakbola yang kerap dijadikan lahan untuk bangunan-bangunan bertingkat. Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Doni Hermawan dengan pengamat tata kota dan olahraga Sumut, Rafriandi Nasution.

Apa pendapat Anda semakin minimnya fasilitas olahraga, karena lahan sering dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis?
Sebenarnya sudah diatur tentang sarana dan prasana olahraga ini dalam UU No 3 tahun 2005, tentang keolahragaan. Baik peran serta masyarakat pemerintah dan lainnya. Aturan mainnya sudah dijelaskan di situ. Hanya saja mungkin untuk sosialisasinya dan penerapannya tidak maksimal. Sehingga, banyak lahan olahraga dialihfungsikan.

Apa yang harus dilakukan karena sering terjadi sengketa antar masyarakat yang merasa memiliki lahan?
Selama ini memang tidak ada eksekusi hukum yang dilakukan, semacam syok terapi. Selain itu penerapan UU itu harus konsisten. Itu yang tidak terjadi.

Lalu bagaimana peran pemerintah?
Terkadang pemerintah tidak bisa disalahkan. Karena kebanyakan lapangan-lapangan itu lemah dalam hukum. Sering tidak ada sertifikatnya. Tapi pemerintah mungkin bisa menginventarisis berapa banyak lapangan mulai dari tingkat kota, kabupaten, kecamatan, kelurahan dan lainnya.

Lalu bagaimana peran masyarakat?
Registrasi ke Menegpora ataupun Koni setempat harus dilakukan. Apalagi datanya bisa terdaftar dan diakses di internet. Selama ini lapangan sering diwariskan tanpa ada keabsahan surat atau sertifikat yang jelas. Hanya karena sering digunakan itu masyarakat merasa memilikinya. Mau bilang apa kalau tiba-tiba ada pihak yang mengaku punya surat lengkap ditandatangani akta notaris dan sebagainya.

Bagaimana dampak dari minimnya fasilitas olahraga di Kota Medan?
Dampaknya sangat luas sekali. Anak-anak maupun remaja tidak tahu bahkan bingung untuk mengaplikasikan kegiatan olahraga, misalnya bermain bola di lapangan sekitar rumah. Ujung-ujungnya pelampiasan mereka ke warnet bahkan menjadi anggota genk motor. Coba kalau di tiap lingkungan disediakan fasilitas olahraga, tentu kegiatan negatif bisa terhindari. (*)

Jati Diri Orang Muda Batak Mengkhawatirkan

Harun Situmeang

JAKARTA-Ternyata saat ini, banyak orang muda yang malu mengakui dirinya berasal dari suku batak. Terutama dari mereka yang telah tinggal dan bermukim di kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta. Hal ini dapat terlihat dengan jelas, setidaknya dari penggunaan marga maupun bahasa.

Lebih memprihatinkan lagi, kondisi ini menurut musisi senior Harun Situmeang, sudah sampai pada taraf yang begitu mengkhawatirkan.
Mantan personel trio Melody King ini membandingkan pada masa lalu ketika sumpah pemuda diproklamirkan, “Itu orang muda Batak, tidak malu-malu menunjukkan identitas diri sebagai Jong Batak.”

Demikian juga pada masa-masa era 80-an, banyak perantau-perantau membentuk komunitas orang muda dengan identitas kebatakan yang tetap melekat erat. “Tapi kini masalah jatidiri ini, sepertinya telah begitu mengkhawatirkan,”ungkapnya. Oleh sebab itu, Harun sangat mendorong dan mengapresiasikan jika ada orang-orang muda yang mau peduli, walau sekecil apapun kontribusi yang ada, menurutnya itu sudah lebih dari cukup untuk menggugah. Semisal dengan menggelar festival lagu-lagu batak khusus bagi orang-orang muda. Maupun membentuk komunitas seperti organisasi Naposo Bulung Jakarta (Nabaja) dan Paguyuban Siantar Man.

“Banggalah menjadi orang Batak, sebab batak merupakan identitas diri yang telah melekat sejak dari nenek moyang yang tidak dapat dilepaskan, meskipun kita tidak mau mengakuinya,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, Batak sendiri merupakan identitas yang telah mendunia. Batak yang cukup sukses hingga ke mancanegara, namun tetap mengakui dirinya sebagai orang Batak. (gir)

Kapoldasu Diminta Tangkap Dirut PT PLS

Dugaan Illegal Logging di Tabagsel

MEDAN-Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Kelestarian Hutan se-Tapanuli Bagian Selatan(Tabagsel), Rabu (16/5) sekitar pukul 11.00 WIB, mendatangi Markas Polda Sumatera Utara (Mapoldasu). Mereka menggelar unjukrasa, untuk segera menghentikan perambahan hutan di kawasan Tapanuli Selatan (Tapsel) itu.

Massa yang membawa atribut seperti spanduk bertuliskan kecaman itu, menyikapi ketidakpatuhan PT Panai Lika Sejahtera (PT PLS) terkait berbagai persoalan yang telah dilakukan daerah tersebut, sehingga merugikan kelestarian alam dan masyarakat disekitarnya.

Menurut Koordinator aksi, Asrul Hasibuan dalam orasi pembacaan pernyataan sikapnya di Malpoda Sumut, memaparkan surat Bupati Kabupaten Tapsel No 552/4013/2009, perihal laporan Illegal Logging yang ditujukan kepada Menteri Kehutanan RI dan Kapolri.

“Tangkap dan penjarakan Budianto alias Aseng Naga, kalau Kapoldasu tidak mampu menanganinya patut diduga kepolisian juga turut kongkalikong dalam kasus perambahan hutan.” tuding massa.

Ka Siaga Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kompol A Sitinjak berjanji akan menyampaikan aspirasi massa itu ke Kapoldasu.
Sementara Budianto membantah semua tudingan itu. (gus/rud)

Dulu Sakit, Sekarang Terbaik

PDAM Tirta Bulian

TEBINGTINGGI- Perusahaan air minum daerah (PDAM) Tirta Bulian Kota Tebingtinggi bersama beberapa istansi Pemerintah Kota Tebingtinggi mengikuti Indonesia Urban Water Anitation Hygiene (Iuwash) di Pondok Bagelen Jalan Deblod Sundoro Kota Tebingtinggi, Rabu (16/5).

“Menjadi perusahaan daerah air minum yang prefosional,sehat dan mandiri serta bisa menjadi salah satu PDAM terbaik di Sumatera Utara,” jelas Direktur PDAM Tirta Bulian Ir Oki Doni Siregar usai menandatangani  kesepakatan bersama untuk peningkatan pelayanan air minum dan sanitasi di Kota Tebingtinggi yang disaksikan oleh Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan dan Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Syarial Malik.

Dijelaskan Oki Doni Siregar bahwa untuk tahun 2012 di Kota Tebingtinggi jumlah pelanggan mencapai 10.000 Kepala Keluarga (KK). Tingkat kesehatan perusahaan PDAM ini masuk dalam katagori cukup sehat pada tahun 2009 hingga 2012, sebelumnya pada tahun 2003 hingga 2008 PDAM Tirta Bulian mengalami katagori sakit.

“ Cakupan pelayanan meningkat mencapai 53,31 persen pada tahun 2011 dari pada sebelumnya hanya 46 persen,” ungkap Oki Doni Siregar. Untuk program penyehatan PDAM harus mengikuti program restrukturisasi hutang PDAM sesuai Permenkue Nomor 120/PMK.05/2005. (mag-3)
bahwa hutang pokok sudah dilunasi hutang non pokok sudah disetujui dan dimonitor untuk penghapusannya oleh Mentri Keungan dan perusahaan sudah mencapai full cost recovery.

Untuk program peningkatan pelayanan kepada pelanggan menurut Oki Doni Siregar dengan mengupayakan pelayanan dengan sistem manajemen mutu ISO 9001 tahun 2008 dengan Auditor Standard Australia International Global (Sai Global) International Certifier. “ Maksudnya, menyediakan ruang pelayanan prima bagai pelanggan,” kata Oki.(mag-3)

Curi Laptop Teman Kos

Cewek asal Tarutung Nova br Tobing (26) mendekam di sel tahanan Maspolsekta Medan Baru. Pasalnya, Nova ketahuan mencuri laptop teman kosnya.  Informasi yang dihimpun menyebutkan, Nova ngekos di Jalan PWS, Gang Mawar, usai kembali dari Malaysia menjadi TKI.

Karena malu pulang kampung ke Tarutung, dia memilih kos di Medan Setelah 2 bulan ngekos dia tak kunjung mendapat pekerjaan. Sementara uang hasil bekerja dari Malaysia makin menipis. Akibatnya, dia nekat mencuri laptop milik teman kosnya.

Saat ditemui di sel tahanan, Nova mengaku, rencananya akan menjual laptop tersebut untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya.

“Rencana mau ku jual biar ada biaya sehari-hari, karena aku belum pulang ke kampung. Aku nyesal kali bang, malu kali aku,” terangnya.
“Aku minta maaf sama kakak itu (pemilik laptop) bang, aku tak mau di penjara bang. Nyesal kali aku bang,” ungkap.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Dony Alexander saat dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan seorang wanita pelaku pencurian. (wel/smg)

Dian Sastro Ke Festival Film Cannes

Untuk kali pertama Indonesia mewakilkan artisnya dalam Festival Film Cannes (FFC) di Prancis, 16-27 Mei 2012. Dia adalah Dian Sastrowardoyo.
Dian menjadi satu-satunya artis dari Asia Tenggara yang kali pertama terlibat dalam acara tersebut.  Dian mewakili Indonesia karena merupakan brand ambassador L”Oreal Paris. Juga, sudah 15 tahun belakangan perusahaan tersebut menjadi officials make-up artist festival itu.

Perempuan cantik tersebut akan berada di FFC mulai 25 Mei 2012. Dian juga akan berpartisipasi di red carpet pada 27 Mei 2012. Istri pengusaha Indraguna Sutowo tersebut akan bergabung dengan para bintang yang mewakili ikon L”Oreal Paris dari seluruh dunia seperti Gwen Stefani, Gong Li, Aishwarya Rai, Andy Mc Dowell, Aimee Mullins, serta Sonam Kapoor.

‘’Senang sekali. Aku kan belum pernah ke FFC. Pernah sih ke festival film di luar negeri, tapi bukan yang seheboh (festival film) Cannes,” ungkapnya antusias.

Dian yang ditemui di Pastis, Kuningan, Jakarta, kemarin (14/5) mengungkapkan bahwa dirinya tidak mau bikin malu di sana. “Mau ketemu Aishwarya Rai. Aduh, aku takut agak-agak norak minta foto bareng,” imbuhnya lantas tertawa.

Di sana, dia akan “diurus” para beauty stylist dan make-up artist kelas dunia. Ada Billy B yang merupakan make-up artist yang pernah mendandani Lady Gaga, Beyonce, dan J-Lo. Rambut Dian akan ditangani John Nollet. Lalu, busananya akan dipegang Michael Angel.

Bagaimana persiapan Dian ? “Yang pertama sih aku jaga kulit aku supaya kinclong dulu. Sebulan ini rutinitas perawatan kulitku enggak ada yang bolos,” urai peraih banyak penghargaan di dunia film tersebut. Selain itu, Dian telah menyiapkan tiga baju rancangan desainer Indonesia. Yakni, gaun cocktail rancangan Sebastian Gunawan yang akan digunakan untuk interview dengan media. Untuk after party, dia akan mengenakan rancangan Didit Hediprasetyo yang terbuat dari songket. Sementara itu, untuk red carpet, busana dipercayakan kepada Eddy Betty.

Dian dipilih pihak L”Oreal Paris untuk mewakili Asia Tenggara karena latar belakangnya sebagai public figure yang berprestasi. (jan/c5/tia/jpnn)

Tanamkan Ajaran Agama dalam Keluarga

Ajaran Islam harus ditanamkan dalam rumah tangga agar tercipta  keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Keluarga diharapkan menjadi titik yang sangat strategis dalam membangun kehidupan berbangsa. Untuk itulah peran seorang istri sangat penting dalam mengelola keluarga.

“Karena itu, diharapkan seorang wanita dapat memahami hak dan kewajibannya dalam keluarga baik sebagai istri maupun ibu bagi anak-anaknya. Jadi ajaran-ajaran Islam harus ditanamkan apalagi pada anak-anak,” kata Ketua Pengurus Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (PW BKMT) Sumut, Dra. Hj. Rosmawati Harahap.

Menurutnya, PW BKMT Sumut yang beranggotakan para ibu-ibu ini dibentuk sebagai wadah untuk mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam bagi  keluarga serta untuk sosialisasi  program pemberdayaan kesejahteraan keluarga  berdasarkan nilai-nilai Islam. ”PW BKMT ini mayoritas beranggotakan para ibu-ibu pengajian. Jadi kita harap PW BKMT dapat menjadi wadah dalam menyerap aspirasi  masyarakat. Melalui pengajian kaum ibu yang kita gelar nantinya secara rutin, diharapkan sekaligus untuk mengetahui apa yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, program kedepannya, unit koperasi akan dibentuk. “Jadi para ibu sekaligus bisa membantuk perekonomian dalam keluarganya,’’ungkapnya.
Dengan kepengurusan yang baru, PW BKMT Sumut diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan ditengah masyarakat. ‘’Kalau dulu, kegiatan hanya berupa pengajian saja,  kedepan sharing mengenai masalah keluarga, kesehatan serta ekonomi,” jelasnya.

Kepengurusan PW BKMT Sumut yang baru, diketuai oleh Drs.Hj Rosmawati Harahap, Wakil Ketua Dra.Hj Irawati Rusli Situmorang, Sekretaris Asliani Harahap, Bendahara Hj.Ernawati Harahap, Wakil Bendahara Hj Yusni Ariaty dan Hj Ismah Tanjung akan dilantik secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus BKMT Pusat Prof.Dr.Hj Tuty Alawiyah di Aula 1 Madinatul Hujjah Asrama Haji Medan  22 Mei 2012 mendatang.  (mag-11)