Home Blog Page 13520

Sulaman Emas Menambah Kesan Mewah

Busana Muslim Stelan India

Tren busana muslimah  terus mengalami perkembangan. Busana dengan sentuhan gaya India kini mulai menjamur dan digandrungi para wanita muslimah. Seperti yang tersedia di Butik Labiba The Exlusive Design, yang bertempat di Komplek Ruko Johor Indah Permai No.3 Jalan Karya Wisata Medan.
Busana stelan India di Butik Labiba tersebut dapat dikenakan pada saat menghadiri pesta ataupun acara formal. “Pemakainya terlihat lebih cantik. Baju ini panjangnya hingga selutut dan didesain khusus buat wanita muslimah,” ujar Umi karyawan Butik Labiba The Exlusive Design.

Tambahan batu swaroski, manik-manik serta sulaman emas dibagian dada, membuat busana muslim ini semakin menambah pesona bagi pemakainya. “Kesannya lebih mewah dan tidak biasa. Bahannya sendiri dari tile India. Selain itu, lembut dan sangat sesuai dikenakan,” tambahnya.

Busana muslim ini akan lebih cantik bila dikenakan dengan memakai sari. “Karena modelnya juga busana India, maka lebih sesuai bila dikenakan dengan sari. Busana ini memang tersedia satu style. Jadi tidak perlu susah untuk mengkombinasikannya,” terangnya lagi.

Karena desain yang eksklusif, maka tak salah bila harganya dibandrol lumayan tinggi. “Harganya sesuai dengan model dan desainnya yaitu diatas Rp1 juta-an. Apalagi busana muslim di Butik Labiba ini, memang didesain khusus dan bahannya juga bagus. Jadi tak salah bila harganya dibandrol tinggi,” bebernya.  (mag-11)

Pasar Padang Bulan Dibersihkan

MEDAN- Aparatur Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru, Senin (14/5), sekitar pukul 08.00 WIB, membersihkan areal Pasar Padang Bulan dan bantaran sungai di dekat pasar tersebut.

“Kebersihan di pasar itu kan sulit dilakukan, tapi, kali ini kami bersama pedagang Pasar Bulan bersama-sama membersihkan sampah yang berserakan di jalan,” ungkap Lurah Padang Bulan, Frans Siahaan.

Frans mengatakan kebersihan adalah hal utama yang perlu diperhatikan oleh pihak Kelurahan Padang Bulan. Ini sebagai bagian dari program menciptakan Medan sebagai kota yang bersih dan indah. “Tentunya semua areal ditargetkan bersih, tidak pasar saja,” katanya.

Agar kebersihan terjaga selalu, menurut Frans, pihak kelurahan sudah memberikan tugas kepada Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Padang Bulan untuk tetap  mengontrol wilayahnya setiap hari. “Setiap beberapa jam sekali kami monitor Kepling soal kebersihan di wilayahnya. Bila ada laporan yang tidak baik kami tak segan-segan menegur Kepling,” ungkapnya.

Frans mengatakan dirinya selalau berkomunikasi dengan Kepling agar warga juga dilibatkan dalam menjaga kebersihan. Salah satunya mengajak gotong-royong atau kerja bakti.

“Warga juga diimbau tidak cuek bila menemukan sampah berserakan di jalan. Bisa saja dilaporkan ke Kepling,” ujarnya. Selain program bersih-bersih, warga Padang Bulan diminta mematuhi jadwal pembuangan sampah yakni pukul 07.00 WIB setiap hari di tempat yang disediakan.
Dengan demikian pekerjaan petugas kebersihan mengangkut sampah akan lebih efektif. “Memang siang atau malam juga ada jadwal mengangkut sampah, tapi itu kan tergantung wilayahnya. Jadi tak semua wilayah yang dibersihkan,’’ katanya. (omi)

Madras Hulu Bersihkan Drainase dan Pinggir Jalan

MEDAN- Demi menciptakan kota Medan menjadi kota bersih yang terbebas dari timbunan sampah hingga tingkat lingkungan, Kelurahan Madras Hulu menggalakkan program pembersihan sampah dengan menyisir drainase dan pinggir jalan. Aksi ini dibarengi dengan penanaman pohon dan pembuatan taman PKK.

“Kami dari kelurahan selalu berupaya menyukseskan program Wali Kota Medan untuk mewujudkan Medan bersih dan bebas sampah. Salah satunya adalah program pembersihan secara rutin,” ungkap Lurah Madras Hulu, Supianto, kepada Sumut Pos di sela-sela aktivitas bersih-bersih di sekretariat kelurahan Jalan T, Cik Ditiro Medan, Senin (14/5).  Menurut Supianto, program pembersihandi tingkat kelurahan Madras Hulu dikerjakan bersama para kepling serta dibantu para warga setempat.

“Warga kelurahan di Madras Hulu. Kalau ada waktu senggangnya selalu membantu upaya program pembersihan,”katanya.
Saat ini, menurut dia, program kebersihan yang dilakukan di kelurahan sudah menunjukkan hasilnya yakni sampah yang tidak ada lagi berserakan di pinggiran jalan. Kendati masih ada terlihat di sana-sini, Supianto yakin yang membuang sampah itu bukan warga Keluarahan Madras Hulu. ‘’Saya yakinkan itu warga luar yang sembarangan membuang sampah di pinggir jalan,’’ katanya.

Dia mengatakan kondisi drainase telah pula berjalan lancar. Bila sebelumnya drainase penuh dengan sampah dedaunan dan botol air mineral, kini pemandangan itu tak terlihat lagi.

“Kalau aliran drainase bersih dan lancar tentunya jentik nyamuk tidak akan berkembangbiak di parit. Warga di sini terbebas dari serangan penyakit Demam Berdarah,” ungkapnya.

Dia mengimbau warga setempat tidak membuang sampah di pinggir jalan karena tong-tong sampah sudah disediakandi pinggir jalan di Kelurahan Madras Hulu.

“Saya selalu mengimbau warga agar sama-sama menciptakan kebersihan di sini. Kebersihan tak akan tercapai tanpa tanggungjawab bersama. Lagi pula kebersihan itu untuk kesehatan warga juga,” cetusnya.

Terkait langkah Kelurahan Madras Hulu menggalakkan aksi bersih-bersih di wilayah kerjanya, Camat Medan Polonia, Ody Dody Prasetyo mengapresiasi pekerjaan yang sudah dilakukan pihak kelurahan. Dia berharap  setiap pihak kelurahan di wilayah Kecamatan Medan Polonia juga menggalakkan program kebersihan secara rutin.

“Kami selalu menginstruksikan kelurahan agar konsisten mewujudkan program ‘Medan Bersih dan Bebas Sampah’. Bila dilakukan secara teratur niscaya Kecamatan Medan Polonia akan tetap tertata indah, bersih, dan asri,’’ ujarnya. (omi)

UMA Jaga Mutu Lewat Skripsi

MEDAN- Mulai tahun akademik 2012/2013 Universitas Medan Area (UMA) mencanangkan surat pernyataan orisinalitas skripsi bagi seluruh calon sarjana yang akan diwisuda. Kebijakan tersebut untuk menghindari duplikasi dan plagiat tesis maupun skripsi calon sarjana. Hal itu terungkap dalam semiloka regulasi penyusunan dan penulisan buku panduan skripsi bagi sarjana S-1 di kampus  II UMA Jalan Sei Serayu Medan, Selasa (8/5).

Semiloka berlangsung selama dua hari 7-8 Mei diikuti oleh 40 orang peserta dari kalangan dekan, ketua program studi, wakil bidang akademik, wakil dekan bidang kemahasiswaan di lingkungan UMA. Menurut Ketua panitia semiloka yang juga Direktur PPs UMA Prof Dr Ir Hj Retna Astuti Kusmawardani MS didampingi Humas UMA Ir Asmah Indrawaty menegaskan calon sarjana UMA harus dapat mempertanggungjawabkan nilai-nilai akademisnya dalam penyusunan skripsi.

Antisipasi  itu dilakukan melalui penandatangan surat pernyataan orisinalitas dalam penyusunan skripsi bagi calon sarjana UMA. “Jika calon sarjana UMA terbukti melanggar, akan kami beri sanksi berupa pencabutan skripsinya,” kata Retno  menegaskan. Semiloka dengan kegiatan serupa untuk penyusunan tesis bagi calon sarjana S-2 juga telah dilaksanakan untuk  meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan dalam proses akademik mahasiswa S1 dan S2 di UMA. “Melalui semiloka ini yang hasilnya akan disampaikan para peserta dapat menyampikan aturan-aturan yang berlaku  kepada mahasiswa maupun dosen pembimbing mulai penyusunan proposal sampai ujian akhir skripsi,” kata Retno yang juga  direktur Program Pascasarjana (PPs) UMA.

Tujuan semiloka ini, lanjut dia, agar mahasiswa bisa tepat waktu menyelesaikan kuliahnya dengan menyusun skripsi  tanpa kendala melalui panduan dan regulasi penyusunan skripsi. Semiloka ini membahas dua hal yakni menyangkut regulasi pembimbingan skripsi dengan pembicara Kepala Badan Administrrasi Akademik Ir Azwanah MP dan Prof Dr Ahmad Rafiqi Tantawi. Sedangkan penyusunan buku pedoman skripsi bidang  eksakta dan non eksakta menjadi hal kedua yang dibahas dalam semiloka ini dengan pembicara Drs Dadan Ramdan M Eng MSc dan  Dra Nina Siti Salmaniah MSi.
Retna menambahkan, dengan adanya regulasi dan penyusunan buku pedoman skripsi maka mahasiswa dan dosen pembimbing  memiliki aturan yang bisa dipedomani mulai dari pengajuan judul, penelitian, seminar proposal, hasil bimbingan skripsi dan ujian. “Regulasi ini juga mengatur etika-etika dosen pembimbing dan mahasiswa dalam proses pembimbingan, sehingga kedua  belah pihak tidak ada yang dirugikan” ujarnya.

Selain itu regulasi tersebut juga dapat dijadikan pedoman umum sehingga mahasiswa bisa menyelesaikan penyusunan  skripsi dan lulus tepat waktu sesuai kalender akademik.     Semiloka ini juga membahas tentang logbook atau kendala yang dihadapi dalam proses pembimbingan, penentuan dosen  pembimbing 1 dan 2 serta ketua tim penguji. “Kami berharap dengan adanya aturan sistematika dan adanya rambu-rambu seperti ini, mahasiswa bisa sedari dini  membuat planning untuk penyusunan skripsinya,” imbuhnya.

Sementara itu, empat Program Studi Pascasarjana UMA yakni Magister Administrasi Publik (MAP), Magister Agribisnis (MSi), Magister Hukum (MH) dan Program Studi Magister Psikologi (MPsi) diharapkan  menjadi satu-satunya program studi terunggul dan yang paling banyak diminati masyarakat Sumut.
Penegasan itu disampaikan Direktur Program Pascasarjana (PPs) UMA Prof Dr Ir Hj Retna Astuti Kusmawardani MS didampingi Wadir Bidang Akademik Ir Erwin Pane MS, Wadir Bidang Administrasi dan Keuangan Drs Usman Tarigan MS, Wadir Bidang Kemahasiswaan Muazzul SH MH.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Prodi MAP Dr Warjio SS MA, Sekretaris Isnaini SH MH, Ketua Magister Agribisnis Ir E Harso Khardhinata, MSc, Ketua Prodi Magister Hukum (MH) Dr Mirza Nasution SH MH dan Ketua Prodi  Magister Pasikologi Prof Dr Abdul Munir, MPd, Sekretaris.Nurmaida Irawani Siregar SPSi MPsi dan staf Wiwiek.

Direktur PPs UMA mengatakan, kemajuan PPs UMA sejak berdiri tahun 2000 hingga kini tidak terlepas dari peran dan kerjasama dengan pers yang sudah terbina sejak lama. Tersampai atau tersosialisasinya berbagai informasi dan ragam kegiatan program PPs UMA kepada stakeholder tidak terlepas dari peran media massa.

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak berhenti meningkatkan kualitas layanan pendidikan UMA sehingga menghasilkan lulusan yang unggul.
Dijabarkan dia, berbagai kegiatan seperti kuliah terstruktur, studi banding, kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dalam dan luar negeri, swasta dan pemerintah demi memantapkan kualitas lulusan.

‘’Masing-masing prodi sudah memiliki kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri seperti UGM Yogyakarta, IPB Bogor, Unpad Bandung dan Universitas Indonesia,” jelas Wadir Bidang Akademik, Ir. Erwin Pane, MS. Ia menambahkan, PPs UMA membuka pendaftaran mahasiswa baru Mei hingga Agustus 2012 di Kampus Jalan Setia Budi Medan.

Wadir Kemahasiswaan PPs UMA Muazzul SH MHum berharap peran alumni memajukan PPs UMA semakin dapat dirasakan, khususnya dalam mendorong UMA melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi antara lain meningkatkan taraf pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat,” katanya. (*/dmp)

XL Apresiasi Paramedis Perempuan

MEDAN- Menyambut Hari Kartini pada 21 April lalu, Akademi Kebidanan Helvetia dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Sari Mutiara meneken nota kesepahaman (MoU) dengan PT XL Axiata. Penandatanganan MoU ini berkaitan penggunaan fasilitas telekomunikasi XL di komunitas Sari Mutiara.

“Kami ingin memberikan pengetahuan dan motivasi kepada para mahasiswi. Khususnya para mahasiswi yang berkecimpung di dunia keperawatan, kebidanan dan kesehatan masyarakat. Ini penghargaan bagi para perempuan yang memilih profesi pengabdian pada masyarakat,” kata Bambang Badra, GM Finance & Management Services, PT XL Axiata, Tbk, Regional Sumatera.  Dua pembicara yang diundang adalah Staf Pengajar USU, Syafrizal Helmi, SE., MSi, dan Ketua Perhimpunan Psikologi Sumatera Utara,  Rahmadani Hidayatin, SPSi., MPsi.

“Tak semua orang bisa menjadi bidan atau perawat. Mengapa? Karena pada dasarnya keinginan menjadi bidan dan petugas kesehatan masyarakat adalah   pengabdian yang lahir dari hati. Ini tidak mudah. Begitu juga bidan atau perawat, ini tak mudah untuk dilakoni,” terang Rahmadani.

Dari kacamata yang lain, Syafrizal Helmi menambahkan, peran tenaga paramedis amat dibutuhkan untuk melayani 12 juta penduduk di Sumut. Saat ini masih membutuhkan banyak tenaga paramedis. Dalam hitungan sederhana, minimum satu perawat atau satu bidan itu untuk satu desa.  (ila)

Rahmat Shah Motivasi Mahasiswa UNIMED

MEDAN- Anggota DPD RI DR H Rahmat Shah memberikan motivasi kepada Mahasiswa Universitas Negeri Medan dalam kegiatan Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha yang diselenggarakan oleh Bidang Kemahasiswaan UNIMED, Rabu (9/5) di ruang sidang B Lantai III UNIMED.

Acara sosialisasi dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor III Prof Dr Biner Ambarita, MPd  yang menekankan kepada para mahasiswa untuk benar-benar memanfaatkan sosialisasi ini, karena para narumber yang hadir adalah figur berbobot serta memiliki prestasi luar biasa. “Bapak Rahmat Shah adalah tokoh Sumut yang sudah dikenal banyak berbuat untuk daerah. Beliau seorang entrepreneur sejati, karena berangkat dari bawah dan setelah sukses, banyak memberikan sumbangan pemikiran, tenaga, bahkan dana untuk kepentingan masyarakat, khususnya mahasiswa,” ujarnya. Sosialisasi yang diikuti oleh ratusan mahasiswa ini berlangsung komunikatif, karena Rahmat Shah yang latar belakangnya adalah pengusaha ini memaparkan success story-nya berjuang dari nol, bekerja sebagai montir bengkel.

Rahmat Shah mengajak peserta sosialisasi agar untuk memulai usaha atau jika ingin berwirausaha, supaya fokus terhadap usaha apa, skalanya, lokasi, serta pangsa pasar yang hendak dituju. “Pilih usaha yang sesuai dengan kemampuan, angkat beban sesuai kemampuan,” sarannya.
Dia juga mengimbau kepada mahasiswa agar jangan terlalu bernafsu untuk membuka usaha dengan berspekulasi, tapi jujur dan etika sebagai modal yang tidak kalah penting, karena akhir-akhir ini kejujuran serta etika mengalami krisis di tengah-tengah masyarakat.

“Jangan sukses sesaat, banyak pengusaha muda yang rontok karena ingin sukses sesaat. Ingin agar citranya naik, dengan mengikuti gaya yang sebenarnya belum sesuai dengan kondisinya. Tidak akan bisa bertahan dan berkembang,” tambah Konsul Jenderal Kehormatan Republik Turki untuk Pulau Sumatera ini.

Selain memberikan motivasi berdasarkan pengalamannya sebagai seorang pengusaha, Rahmat Shah yang juga Ketua PMI Sumut ini mengundang seluruh peserta dalam pertemuan tiga atau empat bulan ke depan untuk berkunjung ke Galleri Satwaliar yang dikelolanya, sekaligus mengevaluasi hasil sosialisasi.

Bila nantinya di antara para peserta sudah memulai usaha, Rahmat berjanji akan memberikan suntikan dana berputar yang akan dikembangkan di kalangan mahasiswa. (*/ila)

Digosipin Cerai

Kiki & Markus

Markus kesulitan ekonomi karena tak dilirik klub papan atas lagi. Sedangkan Kiki jarang ngartis dan baru saja melahirkan. Berulang kali rumah tangga Kiki Amalia dan Markus Horison diterjang isu tak sedap. Keduanya dikabarkan sering cek-cok soal ekonomi dan pekerjaan. Buntutnya, muncul keinginan bercerai.

Namun, Kiki terlihat santai karena sudah keseringan digosipin aneh-aneh. “Ada isu cerai dan saya dibilang sudah pisah rumah. Saya tegaskan semua itu nggak benar,” jawab Kiki saat ditemui, akhir pekan lalu.

Isu cerai makin santer setelah Markus mulai pindah klub sepakbola. Seorang sumber kepada Rakyat Merdeka (grup Sumut Pos) mengungkapkan,  prestasi Markus sebagai penjaga gawang sudah tak paten lagi. Imbasnya pemain timnas Indonesia ini tak dilirik klub papan atas lagi. Alhasil, penghasilan Markus jadi seret, dapur mulai kurang ‘ngebul’. Padahal, Kiki tidak terlalu banyak kegiatan keartisan.

“Markus sering blunder, makin tidak meyakinkan mainnya. Beberapa klub sudah hilang kepercayaan disamping umurnya yang tak muda lagi. Untung saja ada beberapa temannya yang bantu, dia itu (Markus) beneran lagi susah hidupnya. Kasihan Kiki kan baru lahiran punya anak,” ungkap sumber itu.
Ditanya kabar tadi, Kiki cuek bebek. ”Saya dan suami tidak kesulitan ekonomi, kami hidup bahagia. Kami berdua punya tabungan. Alhamdulillah kita bisa survive,” tangkis Kiki.

Soal masalah gaji suaminya, Kiki tak mau ikut campur. Ia memilih lebih fokus come back ke dunia entertainment. “Itu intern pekerjaannya. Suami saya sih nurut saja dengan karier saya,” ucap pesinetron dan presenter ini.

Kiki pun diam-diam sudah melahirkan anak pertamanya. Namun, proses kelahiran itu tidak dibeberkan ke publik. “Saya cuma ingin masalah itu nggak diekspos dulu. Saya Alhamdulillah senang. Wanita mana sih yang nggak bahagia memiliki anak,” tuturnya.

Saat ditanya mengapa prosesi kelahiran bayinya disembunyikan, Kiki merasa lebih bagus membicarakan prestasi ketimbang mengumbar masalah pribadi. Kiki tetap menganggap Markus adalah pria terbaik yang ia kenal.

Sosok Markus di mata Kiki adalah pria yang bisa membimbing dan membawa pengaruh positif. Kiki senang Markus banyak mengajaknya untuk beribadah.
“Walaupun dia mualaf. Dia tidak berhenti mengajak ibadah. Puasa-puasa sunah yang saya jalankan itu banyak diajak dia. Dari awal saya memang bermimpi punya suami yang bisa membimbing dalam hal agama, karena itu kunci kebahagiaan dalam hidup kita,” ucap Kiki. (rm/jpnn)

2013 Gubsu Masih Dipilih Rakyat

Demokrat Usul DPRD Pilih Gubernur Usai Pemilu 2014

JAKARTA-Kemungkinan gubernur Sumatera Utara dipilih oleh DPRD masih jauh panggang dari api. Pasalnya, partai besar tak mau dituding mengambil kesempatan dengan mekanisme akal-akalan sebelum Pemilu 2014. Ini berarti, Pilgubsu yang digelar pada Maret 2013 masih secara langsung.

Setidaknya hal ini dinyatakan oleh Fraksi Partai Demokrat di DPR. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu mengatakan fraksinya mendukung penuh usulan pemerintah yang tertuang di Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pemilukada. Bahkan, fraksi partai penguasa ini menghendaki tidak hanya gubernur saja yang pemilihannya dilakukan oleh DPRD. Fraksi Partai Demokrat mengusulkan agar pemilihan bupati dan wali kota juga dilakukan oleh DPRD, tidak lagi lewat pemilihan langsung.

Namun, dia menepis tudingan sebagian kalangan yang menyebut model pemilihan kepala daerah oleh DPRD ini hanya akal-akalan saja, sebagai cara partai-partai besar seperti Partai Demokrat, untuk mendapatkan kursi kekuasaan eksekutif tertinggi di daerah.

Khatibul mengatakan, agar usulan ini tidak dicurigai, fraksinya akan mengusulkan agar di RUU pemilukada nantinya disebutkan bahwa pemberlakukan UU pemilukada ini setelah Pemilu 2014. Maksudnya, pengesahan RUU dilakukan sebelum diketahui siapa sebenarnya partai pemenang Pemilu 2014.
“Kalau masih ada kecurigaan, nanti kita usulkan agar di RUU itu ada klausul, bahwa ini berlaku setelah pemilu 2014,” ujar Khatibul Umam Wiranu, anggota komisi yang membawahi urusan pemerintahan dalam negeri itu, kepada Sumut Pos di Jakarta, Senin (14/5).

Dia mengatakan, fraksinya nanti akan mengusulkan agar bupati dan walikota juga dipilih oleh DPRD. Alasannya, pemilu legislatif sudah dilakukan dengan model terbuka, tidak lagi menggunakan nomor urut. Artinya, para anggota DPRD yang terpilih, memang berdasarkan pilihan rakyat. “DPRD representasi suara rakyat. Bupati dan walikota, termasuk gubernur, cukup lah dipilih oleh wakil rakyat,” terangnya.

Alasan lain, sebagaimana sering disampaikan pihak pemerintah, adalah untuk penghematan dana APBD, termasuk agar para pasangan calon tidak mengeluarkan biaya tinggi, yang berimplikasi pada nafsu mengembalikan modal dengan cara korupsi.

Umam menyatakan mendukung jika calon wakil gubernur, wakil bupati, dan wakil wali kota, diusulkan dari kalangan birokrat tertinggi di daerah. Pada poin ini, lanjutnya, publik tak perlu mencurigai ada agenda partai besar untuk menempatkan orangnya sebagai wakil kepala daerah.
“Kalau birokrat itu pejabat karir, netral. Kami setuju itu karena birokrat tertinggi di daerahlah yang lebih paham pemerintahan serta kondisi masyarakat di daerah masing-masing,” cetusnya.

Umam memperkirakan, akhir tahun ini RUU pemilukada sudah bisa disahkan menjadi UU. Pasalnya sesuai ketentuan, maksimal pembahasan RUU harus kelar dalam dua kali masa persidangan DPR.  “Standar dua kali masa sidang. Kecuali ada yang luar biasa dan tak selesai, ditambah lagi satu masa sidang. Tapi ini kan tak banyak perubahan,” urainya.

Sebelumnya diberitakan, Fraksi PKS di DPR menolak materi RUU tentang pemilukada, yang menyebutkan gubernur dipilih oleh DPRD provinsi, bukan lewat pemilihan langsung oleh rakyat.

Partai Demokrat yang hingga saat ini masih menguasai DPRD di sebagian besar daerah, sudah bisa dipastikan akan menangguk keuntungan dengan model teranyar yang ditawarkan pemerintah ini. Dengan kata lain, calon gubernur yang diusung Partai Demokrat lah yang terbanyak bakal memenangkan pemilukada oleh DPRD ini. Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jeiry Sumampow, juga mencurigai ada agenda politik partai besar di balik RUU ini.

Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR, Agus Purnomo, menyatakan, jika gubernur dipilih oleh DPRD, maka akan dengan mudah memetakan siapa calon yang akan menang, cukup dengan melihat jumlah anggota masing-masing fraksi di DPRD.

Seperti diberitakan, pemerintah bersama DPR akan mulai membahas RUU tentang pemilukada pada 30 Mei mendatang. RUU ini akan mengatur perubahan mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/walikota dan wakilnya.

Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek menjelaskan, dalam RUU itu, pemerintah mengajukan usulan, pemilihan gubernur dilakukan oleh DPRD provinsi. Sedang wakilnya, calonnya diusulkan oleh gubernur terpilih setelah enam bulan menjabat dan dipilih oleh DPRD.Untuk bupati dan wali kota, tetap dipilih lewat pemilukada langsung. Hanya saja, untuk wakil bupati dan wakil walikota, calonnya diusulkan bupati/wali kota terpilih dari kalangan birokrat tertinggi di daerah.

Terpisah, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jeiry Sumampow, menilai, gagasan pemerintah yang dituangkan di RUU pemilukada ini gampang terbaca. “Ini upaya partai-partai besar untuk bisa mengambil jabatan gubernur,” ujar Jeiry. (sam)

Jalan Panjang RUU Pilkada yang Baru

  • Komisi II DPR RI masih harus merampungkan RUU Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta dan RUU Aparatur Sipil Negara sebelum membahas RUU Pilkada
  • Komisi II selaku alat kelengkapan yang menggodok RUU tidak boleh membahas lebih dari dua RUU dalam satu masa sidang.
  • Setiap RUU diberikan tenggat waktu pembahasan selama dua kali masa sidang dengan kemungkinan perpanjangan satu masa sidang berikutnya.
  • Jika RUU Pilkada mulai dibahas setelah tuntasnya RUU Keistimewaan Jogjakarta dan RUU Aparatur Sipil Negara, kemungkinan tercepat,pembahasan RUU Pilkada baru bisa dimulai pada Juli 2012.
  • Jika gagal dipercepat pada Juli 2012, RUU Pilkada bisa dibahas kembali pada masa sidang I periode 2012 – 2013.
  • Jika tidak tuntas pada Oktober 2012. Konsekuensinya, Pilgubsu akan menggunakan UU lama yakni UU No 32 Tahun 2004 beserta seluruh perubahannya.

* Data Olahan Sumut Pos dari Komisi II DPR RI

Tim Pansus RUU Pilkada/Revisi UU Pemda No. 32/2004

[table]Ketua,Totok Daryanto,(PAN)
Wakil Ketua ,Khatibul Umam Wiranu ,(DEMOKRAT)
,Ibnu Munzir,(GOLKAR)
,Bduiman Sudjatmiko ,(PDI-P)
Anggota ,Darizal Basir ,(DEMOKRAT)
,Abd. Gafar Patappe ,(DEMOKRAT)
,Abd. Wahab Dalimunthe ,(DEMOKRAT)
,Ramadhan Pohan ,(DEMOKRAT)
,Nanang Samodra ,(DEMOKRAT)
,Subyakto ,(DEMOKRAT)
,Eddy Sadeli ,(DEMOKRAT)
,Nurul Arifin ,(GOLKAR)
,Taufiq Hidayat ,(GOLKAR)
,Hardisoesilo ,(GOLKAR)
,Ali Wongso Sinaga ,(GOLKAR)
,Bambang Sutrisno ,(PDI-P)
,Ganjar Pranowo ,(PDI-P)
,Arif Wibowo ,(PDI-P)
,Nursuhud ,(PDI-P)
,Theodorus Jakob Koekrits ,(PDI-P)
,Hermanto ,(PKS)
,Yan Herizal ,(PKS)
,Abd. Azis Suseno ,(PKS)
,Rusli Ridwan ,(PAN)
,Akhmad Muqowam ,(PPP)
,AW Thalib ,(PPP)
,Bachruddin Nasori ,(PKB)
,Abd. Malik Haraman ,(PKB)
,Hj. Mestariyani Habie ,(GERINDRA)
,Mirsyam S. Haryani ,(HANURA)[/table]

Sumber: Setneg DPR RI

Kenali Serangan Migrain Sejak Dini

Sakit kepala sebelah atau migrain umumnya sering terjadi pada kaum wanita. Namun, sampai saat ini penyebap utama dari serangan sakit kepala ini belum diketahui.  Tetapi serangan migrain juga dapat dilihat melalui tanda-tanda berikut ini:

1. Cepat marah, bahagia, dan depresi

Seperti yang dikutip dari Healthmeup, mood yang cepat berubah menjadi salah satu tanda besar bahwa Anda terserang penyakit migrain. Pada beberapa kasus, kemungkinan merasakan depresi yang luar biasa dapat terjadi meskipun  tanpa sebab apapun.

Tanda Anda akan terserang  migrain juga terlihat pada saat Anda merasa gembira dan rasa ingin bebas dari rutinitas. Hal ini dapat terjadi begitu saja tanpa sebab akibat. Dan yang harus dipahami pada gejala ini adalah Anda akan menjadi mudah depresi, sehingga berujung pada migrain.

2. Sulit tidur nyenyak

Rata-rata orang yang mengalami migraine akan merasakan kelelahan usai bangun tidur.  Beberapa penelitian menunjukan, hal ini dikarenakan frekuensi dan intensitas dari migrain, bahkan jika hal ini terjadi terus menerus Anda akan terserang insomnia.

3. Nyeri pada satu atau dua sisi kepala

Jika kepala Anda berdenyut dan nyeri baik disatu atau kedua sisi kepala, Anda harus waspada, ada kemungkinan Anda terserang migrain. Rasa sakit itu akan terus mengganggu Anda. Cara terbaik  mengatasinya adalah dengan mencari penyebab timbulnya rasa sakit terlebih dahulu, baru kemudian mencari cara efektif untuk meredakan sakit kepala tersebut.

4. Sensitif pada suara, bau,dan cahaya

Tidak semua orang dapat merasakan hal ini. Kebanyakan,  pemicu migrain disebabkan oleh suara bising, kemudian bau yang tak sedap yang menyengat,  atau dapat juga disebabkan karena cahaya, Misalnya pencahayaan yang terlalu terang yang dapat menimbulkan rasa pusing di kepala.
Untuk kasus satu ini akan sulit diobati dengan obat-obatan, satu cara solusinya adalah Anda menghindari tempat –tempat yang dapat memicu serangan migrain.

5. Mati rasa dan kesemutan pada satu atau sua sisi kepala

Kebanyakan orang terserang migrain klasik atau migrain dengan aura. Migrain jenis ini akan membuat Anda merasakan denyut dan pusing dalam waktu yang bersamaan. Ini akan terjadi mulai dari salah satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya dalam waktu yang bersamaan, seperti  diawali denyutan jari-jari tangan kemudian berjalan ke lengan hingga kearah wajah. (net)

Jalan Protokol Dipasangi Portal

082165267xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan. Apakah dibenarkan jalan protokol menuju jalan tol menuju KIM dipasang portal? Dan ini hanya menguntungkan pemuda setempat. Kalau kami mau lewat bayar, kalau tidak bayar kami gak bisa lewat.

Kalau kami pas silap, ketabrak, sudah mobil kami rusak disuruh betulkan portal lagi. Kalau jalan rusak yang memperbaiki dari Dinas PU. Kami pemilik mobil besar dan masyarakat yang mau belanja barang bangunan merasa keberatan dan sangat-sangat keberatan. Trima kasih. Semoga Bapak sukses selalu, amin. Semoga Bapak Wali Kota dapat membantu kami.

Tidak Dibenarkan

Terimakasih atas informasinya. Jalan protokol tak dibenarkan untuk dibangun portal. Gang atau jalan alternatif juga tak dibenarkan selain ada ijin dari pihak Dinas Perhubungan. Untuk hal ini akan kami koordinasikan dengan pihak terkait dalam memberikan tindakan terhadap perlakukan etrsebut.

Budi Haryono
Humas Pemko Medan