Home Blog Page 13566

DPO Kejati Aceh Dibekuk

MEDAN- Itelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dibantu Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Minggu (29/4) sekira Pukul 07.15 WIB berhasil membekuk tersangka kasus korupsi (DPO) asal Aceh, Drs Djamaluddin (51) warga Jalan S Parman, Desa Sriwijaya, Kuala Simpang. Tersangka dibekuk di Bandara Polonia Medan.

Sebelumnya Kajari Kuala Simpang Basar Rifai mengaku tersangka (Djamaluddin,red) merupakan mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Tamiang, yang tersangkut kasus korupsi pengadaan 26 item alat-alat kesehatan di RSUD Kab Aceh Tamiang, dengan nilai pagu Rp8,8 miliar APBN 2010.
Dalam pemeriksaan Kejati Aceh sudah memeriksa puluhuan saksi dalam kasus ini dimana, tersangka merupakan salah satu dari 6 tersangka yang sudah lebih dahulu ditetapkan.

“Penyidikan awalnya di Kejari Kuala Simpang, seterusnya kita serahkan ke Kejati Aceh. Namun pada Desember 2011, begitu ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan (Djamaluddin,red) tak kunjung memenuhi surat paggilan yang sudah dilayangkan kepadanya,” ungkap Basar Rifai.
Plh Kasi Penkum/Humas Kejatisu Ronald H Bakara yang juga ikut menangkap tersangka di Bandara Internasional Polonia Medan menjelaskan, kronologi penangkapan berawal dari penguntitan tim Kejagung RI kepada tersangka yang hendak berangkat dari Jakarta menuju Medan.

“Sebelumnya kita berkoordinasi dengan tim intel Kejagung RI, dimana ciri-ciri tersangka juga sudah kita gambar, dan begitu sesampai di bandara polonia atau pintu masuk kedatangan, kita langsung mengamankan yang bersangkutan,” jelas Ronald sembari mengatakan, awalnya tersangka mengelak kalau dirinya adalah Djamaluddin.

Usai mengamankan tersangka, Ronald beserta tim Kejaksaan lainnya, membawa Djamaluddin ke Kejatisu.(cr-5/smg)

Kafilah Pakpak Bharat Siap Juara

PAKPAK BHARAT- Bupati Pakpak Bharat melalui Sekda Drs Holler Sinamo nengharapkan duta kafilah Kabupaten Pakpak Bharat bisa meraih juga di MTQ tingkat Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Kafilah yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi MTQ yang dilaksanakan Kabupaten Pakpak Bharat, Maret lalu di setiap kecamatan.

Sekda dalam arahannya meminta, agar para peserta dapat mengharumkan nama kabupaten Pakpak Bharat. “Raihlah prestasi dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas demi seluruh masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat sebagaimana yang sering disampaikan Bupati,” ujar Sekda.
Pimpinan kafilah Pakpak Bharat, Makner Banurea, SP yang juga Ka BP4K Pakpak Bharat menyampaikan pelaksanaan MTQ di Sergai dilaksanakan mulai Jumat 27 April sampai 5 Mei 2012.

zMewakili Kabupaten Pakpak Bharat yaitu Hidayatul Fahmi Capah (Tartil Putra), Putri Aulia Padang (Tartil Putri), Walimansyah  Bancin (Tilawah Anak-anak), Siti Rahma Pasaribu (Tilawah Anak-anak Putri), Fitriadi (Tilawah Remaja Putra), Nurhayati Boangmanalu (Tilawah Remaja Putri), Suherman (Tilawah Dewasa Putra), Ida Suryani Berutu (Tilawah Dewasa Putri), Al Amin (MK2Q Putra) dan Ismahanul Aflah Siregar (MK2Q Putri
Selain Pakpak Bharat juga memberangkat 10 orang official yang dipimpin Makner Banurea, SP dengan anggota Jalil Angkat, SH, Drs H Saidup Kudadiri MM, Irwan Sidebang SAg MM, Drs Malindung Capah, Syarifuddin Manik MAk, M Nasip Yusuf Tumangger, SAg, Riswan Gajah SAg SPd MM, Remsina Tumangger SPd dan Zulkarnaen Padang.

“Kami mohon do’a restu seluruh masyarakat demi kesuksesan kafilah Kabupaten Pakpak Bharat mengikuti MTQ ini,” kata Makner Banurea. (mag-14)

Mendengar dan Memberi Semangat

Dameria Situros, Resepnya Membina Hubungan Suami Istri

Banyak mendengar dan tidak banyak bicara. Itu salah satu kebiasaan yang diterapkan  ibu 3 anak ini. Setidaknya dengan resep ini dirinya mampu mempertahankan keharmonisan hubungan suami istri yang sudah berjalan hingga 29 tahun.  “Kalau kita mendengar, suami pasti akan lebih sering bercerita. Walau tidak semuanya, tetapi setidaknya kita mengetahui permasalahannya,” ujar Dameria Sitorus, istri dari Direktur Bisnis PT Inalum, Sahala Haloloan Sijabat.

Mendengar,  bukan berarti tidak memberikan masukan, atau hanya diam seribu bahasa saja. ‘’Tetapi, kita juga memberikan masukan, walau hanya sekedar kata-kata semangat bersifat universal. Bilang saja, jangan takut. Ayo semangat, atau papa pasti bisa mengatasinya. Secara tidak langsung ungkapan itu menjadi masukan dan memberikan sedikit semangat,” ungkap Dameria.

Disadarinya,  profesinya sebagai perawat memang beda jauh  dengan profesi sang suami. Tetapi,  karena sang suami sering bercerita, sedikit banyaknya menambah wawasannya  tentang  pekerjaan suami. “Ini  juga memudahkan kita memahami masalah sang suami,”tambahnya.

Hal yang sama juga diberlakukan untuk anak-anaknya. Dan  ini membuat dirinya tidak pernah kehilangan moment dalam membesarkan ke tiga buah hatinya. Padahal, saat anak beranjak dewasa, para anak ditinggal dan diajarkan untuk mandiri. “Saya dan suami tinggal di Kuala Tanjung, Inalum. Jadi, begitu anak-anak sekolah, mereka kost. Syukur, karena sering mendengar, membuat anak juga suka bercerita,” tambahnya.

Menyinggung soal penampilan sehari –hari, Dameria mengaku sering meminta pendapat anak dan suami. Dia  tidak terlalu suka mengikuti trend. ‘’Kalau cocok harga, baru saya mau,” tambahnya. Hal tersebut juga berlaku untuk produk aksesoris seperti tas dan sepatu. “Tas dan sepatu ada, tapi tidak banyak. Itu dia harus sesuai harga,” tambahnya.

Dirinya mengisahkan, saat awal pernikahan, sang suami mulai meniti karier, dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dirinya ikut bekerja sebagai perawat.  “Saat itu, semua pengeluaran harus disesuaikan, karena anak-anak harus sekolah. Karena itu, saya terbiasa mengeluarkan uang sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Bahkan untuk menjaga kecantikan,  dirinya menggunakan cara yang alami, “Cukup banyak makan buah dan sayur.  Sedangkan untuk nasi dikurangi. Ini untuk menjaga berat badan dan kecantikan kulit,” ungkapnya. (ram)

Cacingan pada Ibu Hamil Menyebabkan Anemia

MEDAN – Masalah cacingan, bukan hanya menimpa anak-anak, tapi juga ibu hamil. Bahkan ibu hamil yang cacingan memiliki resiko tinggi terkena anemia atau kurang darah. Hal ini tentunya sangat berbahaya baik terhadap ibu maupun bayi dalam kandungan. Demikian dikatakan Dokter Spesialis Kandungan, Khairani Sukatendel SpOG.

“Kasus cacingan adalah masalah kesehatan yang perlu penanganan serius. Biasanya cacingan ini banyak terjadi didaerah tropis. Sama seperti kasus cacingan pada anak-anak, pada ibu hamil, cacingan juga disebabkan karena pola hidup yang tidak bersih atau kurangnya akses mendapatkan air bersih,” katanya.

Menurutnya, isu kesehatan seperti cacingan dan anemia kurang mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Daerah pedesaan dinilai lebih tinggi ditemukan kasus cacingan pada ibu hamil yaitu diperkirakan hingga 10 persen. Sedangkan pada kawasan perkotaan hanya sekitar 5 persen saja.

“Jumlahnya tidak banyak. Tapi perlu mendapat perhatian. Biasanya ibu hamil terlihat kurus dan pucat. Begitupun, untuk menentukan ibu hamil cacingan atau tidak, dilakukan pemeriksaan pada fesesnya,” urainya.

Secara umum, katanya, infeksi cacingan pada ibu hamil dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi, menurunkan berat badan ibu hamil karena kekurangan micronutrient dalam darah yang menyebabkan pasokan gizi ibu hamil dan janin berkurang.

“Untuk meminum obat cacing sendiri harus sesuai dengan anjuran dokter. Namun, sebaiknya selama sepertiga pertama kehamilan tidak minum obat yang membunuh cacing. Untuk itu, ibu hamil dianjurkan menjaga kebersihan untuk mematahkan siklus cacing sehingga tidak terjadi re-infeksi. Setelah itu pengobatan boleh dilakukan tentunya dengan pengawasan dokter,” terangnya. (mag-11)

Copot Oknum Pelaku Pungli

LANGKAT- Pasca menyeruaknya dugaan pungutan liar (Pungli) dana bantuan operasional sekolah (BOS) TA 2012 disebut-sebut dilakukan oknum Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pemkab Langkat, menimbulkan sorotan tajam hingga sanksi pencopotan.

“Inspektorat harus bekerja cepat dan tegas, jika terbukti oknum di Dikjar yang diduga melakukan pungutan liar aliran dan BOS maka sebaiknya rekomendasikan pencopotan jabatan untuk selanjutnya diserahkan ke penyidik polisi atau jaksa,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Langkat, Syafril.

Syafril melalui telepon selulernya kepada Sumut Pos, Minggu (29/4), menekankan perlakuan oknum Dikjar sudah tidak dapat ditolerir sedikitpun. Padahal memiliki kewenangan jelas sesuai tufoksi, memajukan pendidikan seperti didengungkan di butir visi misi Bupati ternyata malah mencederai.
Karena itu, sambung Safril, sebagai partai pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada lalu, pihaknya turut merasa dipermalukan oleh ulah oknum tak bertanggung jawab dimaksud. Sebab pendidikan salah satu poin penting sekaligus menjadi perhatian serius.(mag-4/smg )

Tampilkan Beragam Atraksi Eskul Memukau

Perpisahan Siswa Kelas IX SMP Al-Washliyah 8 Medan

Smp Al-Washliyah 8 Medan menggelar acara perpisahan di Aula Kampus Universitas Al-Washliyah (Univa) Jalan SM Raja Medan, Minggu (29/4).
Perpisahan siswa kelas IX yang menamatkan pendidikan di SMP Al-Washliyah 8 Medan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan diwakili Kasi Teknis Edukatif Prasekolah Pendidikan Dasar Anwardin Lubis, Rektor Univa diwakili Wakil Rektor IV Drs Sultoni Trikusuma MA,
Kepala SMP Al-Washliyah 8 Medan Dra Cut Putri Elda Vivibach MPd, guru, orangtua siswa dan undangan.

Perpisahaan ini menampilkan sejumlah atraksi ekstrakurikuler yang dikembangkan sekolah. Diantaranya, atraksi tekwondo, tari, nasyid, baca puisi, panjat tebing, pramuka dan grup band. “Perpisahan ini diwarnai penampilan atraksi siswa yang memukau. Ini merupakan prestasi yang membanggakan,’’ kata Kadis Pendidikan Kota Medan diwakili Kasi Teknis Edukatif Prasekolah Pendidikan Dasar Anwardin Lubis.

Ia mengajak siswa SMP Al-Washliyah 8 untuk melaksakan ibadah salat, berbuat baik pada orangtua dan belajar dengan keras. Anwardin juga mengingatkan siswa untuk menjauhi narkoba, geng motor dan kenakalan remaja.

Wakil Rektor IV Drs Sultoni Trikusuma MA mengatakan, lulusan SMP Al-Washliyah 8 sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.  “Sinergikan sain dan seni dengan pendekatan kebangsaan dan kebhinekaan,’’ katanya.

Kepala SMP Al-Washliyah 8 Medan Dra Cut Putri Elda Vivibach MPd melaporkan keberadaan sekolah yang didirikan sejak tahun 1978, saat ini memiliki 663 siswa yang diasuh 41 staf pengajar. ‘’Siswa SMP Al-Washliyah 8 Medan banyak memilikim potensi dan bakat yang harus dibina agar berprestasi,’’ katanya.

Ke depan, lanjut dia, sekolah yang dipimpinnya akan sejajar dengan sekolah terkemuka di Medan. Ia pun tamat dari SMP Al-Washliyah 8 Medan mampu terus meraih kesuksesan. Jaga nama baik almamater,’’ imbuh dia.(*)

Raidir Pimpin SP PLN Sumut

MEDAN- Ketua DPP Serikat pekerja PLN Rio Supriyanto SH melantik pengurus dewan pimpinan daerah serikat pekerja (DPD-SP) PT PLN Wilayah Sumut periode 2012-2016 yang diketuai Raidir Sigalingging SE, di ruang Astakona PLN Sumut Medan, Jumat (27/4).

Turut menyampaikan sambutan pada acara itu Raidir Sigalingging SE, Asnizar SH mewakili Kadisnaker Sumut, GM PLN Sumut  Ir Krisna Sumbaputra dan Rio Supriyanto.

Adapun sebagai sekretaris Ir H Suparyono, Wakil Ari Ariawan SH, Bendahara Marthalena dan wakil Devi Fitriani.

Pengurus dilengkapi biro-biro, yakni  Biro Pendanaan dengan Ketua Syaiful Lubis dengan anggota Yulizar Wahyudi. Ketua Biro Organisasi Ir Erwan Tanjung. Ketua Biro Litbang Budiman Sinurat. Ketua Biro Advokasi Ir Suwito. Ketua Biro Humas RS Limbong. Ketua biro kesejahteraan Agustini SH dan  Ketua Biro Diklat Ir Suyadi.

Raidir Sigalingging yang terpilih secara aklamasi pada Musda SP PLN Sumut di Berastagi dan terpilih untuk ketiga kalinya mengatakan, serikat pekerja harus siap 24 jam menjaga perusahaan. “Ini merupakan pengorbanan kita bersama. Saat ini 9 DPC di Sumut sampai saat ini tetap solid,” kata Raidir.
Sementara Kadisnaker Sumut dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asnizar SH mengatakan, dewasa ini di Indonesia dalam bidang ketahanan kerjaan sering menjadi pokok bahasa seperti pengangguran dan hubungan yudisial serta isu kebebasan berserikat hak azasi manusia, demokratisasi, kesetaraan, percepatan peningkatan kualitas hidup dan lain-lain telah menyebabkan semakin kompleksnya masalah yang timbul dan memerlukan penanganan serta pemecahan masalah segera secara konprehensif.

Perubahan yang bergejolak dan kondisi ketidakpastian yang terus berjalan secara cepat dan tidak menentu telah memaksa birokrasi, praktisi, akademisi dan berbagai profesi lainnya untuk berpacu mengembangkan berbagai strategi perubahan.

Strategi perubahan yang dibuat harus  diikuti dengan kebijakan antisipatif agar selalu mampu menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan baru masyarakat searah dengan perubahan lingkungan strategis yang dialami.

Sejalan dengan perubahan lingkungan tersebut juga sangat berpengaruh di bidang ketenagakerjaan khususnya terhadap pelaksanaan hubungan industrial yang semakin kompleks sehingga membutuhkan peran aktif dari serikat pekerja/ buruh dan pengusaha untuk dapat merespon dan mengantisipasinya sehingga tercipta hubungan industrial harmonis dan ramah investasi sehingga pengangguran dapat diatasi.

“Tujuan dibentuknya serikat pekerja serikat buruh adalah sesuai pasal 4 ayat 1 UU No 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/ buruh adalah memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja, buruh dan keluarganya,” pungkasnya.(ila)

Semoga Mendapat Tuah…

Serdang Bedagai Tuang Rumah MTQ Ke-33 Sumut

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi dibuka Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, HR Agung Laksono, Sabtu malam (28/4) di Lapangan Reflika Sultan Serdang Jalan Lintas Sumatera Perbaungan.

Pembukaan itu ditandai dengan penekanan tombol MTQ oleh HR Agung Laksono didampingi Menteri Agama Surya Dharma Ali, Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho, Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi, Wakil Bupati Sergai Ir H Soekirman, Ketua Panitia Drs H Haris Fadillah MSi, dan Sekda Provsu Nurdin Lubis.

Hadir juga dalam acara itu konsulat jenderal negara-negara sahabat seperti Mesir, Al Jazair, Afganistan, Malaysia dan konsulat jenderal lainnya. Tak lupa juga undangan dari Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), unsur Muspida Sumut, Muspida Sergai, kepala daerah di Sumut dan terutama seluruh kafilah dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang atas tamu-tamu yang hadir dalam acara pembukaan MTQ tersebut. Kemeriahan dalam acara pembukaan ini lanjut Erry Nuradi merupakan wujud kekompakan antar seluruh pemuka agama yang ada di Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Sergai.

Dalam kesempatan itu Erry Nuradi juga mengucapkan terima kasih atas ditunjuknya Sergai sebagai tuan rumah MTQ ke-33 tingkat Sumut, terlebih usia Sergai masih muda yakni 8 tahun. Kepada seluruh undangan yang hadir dan khususnya kepada seluruh kafilah selama berada di Kabupaten Sergai hendaknya mendapatkan tuah, sesuai dengan moto Kabupaten Sergai ‘Tanah Bertuah Negeri Beradat’.   Tambah Erry Nuradi dukungan seluruh panitia, unsur muspida dan seluruh komponen terkait menjadi kunci suksesnya acara ini.

Sementara itu Agung Laksono dan Surya Dhrama Ali dalam pidatonya sama-sama mengajak seluruh umat muslim, khususnya di Sumatera Utara untuk sama-sama mengamalkan ajaran Al-Quran. Soalnya Al-Quran merupakan petunjuk bagi umat muslim dan bahkan harus tertanam dalam diri setiap muslim untuk menjadikan Al-Quran sebagai sarana untuk mencari solusi dalam menjalani kehidupan di dunia. Pemahaman utuh terhadap Al-Quran akan memberi kontribusi untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih baik.

Ditambahkan Surya Dharma Ali, di Kementerian Pendidikan Agama saat ini sedang menggalakkan Magrib mengaji di setiap masjid atau musalla. Program ini bertujuan untuk  menanamkan kecintaan setiap muslim kepada Al-Quran. Artinya dengan membaca Al-Quran, kemudian memahami artinya dan mengamalkannya perintahnya maka hidup seorang muslim akan semakin baik.

Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho menyampaikan bahwa selama ini meskipun Sumut memiliki banyak etnis dan agama, namun kerukunan antar agama dapat terwujud. Khusus kecintaan masyarakat Sumut terhadap Al-Quran sambung Gatot juga dapat dibanggakan. Ini dibuktikan dengan banyaknya forum-forum keagamaan yang dibentuk.

Tak hanya itu Sumut juga merupakan gudang qori dan qoriah khususnya tingkat nasional dan bahkan internasional. Sebagai contoh pada MTQ nasional di Banten lalu salah satu juaranya adalah putra Labura, Jakfar Hasibuan. Kemudian ada juga qori terbaik Fadlan Hasibuan, dan banyak lagi qori lainnya. Dia berharap ke depan pemenang MTQ tingkat Sumut ini juga nantinya akan menang di tingkat nasional yang berlangsung di Ambon Provinsi Maluku mendatang.

Ketua Panitia Haris Fadillah menjelaskan, MTQ ke- 33 ini diikuti 32 kab/kota, perguruan tinggi negeri, perseroan terbatas perkebunan nusantara dan PT Lonsum. Peserta berjumlah 840 orang, 317 official, serta para penggembira dari 32 kabupaten/kota se-Sumut yang diperkirakan sebesar 15.000 peserta dan undangan.

Pembukaan diawali dengan pelaksanaan pawai ta’aruf dan pawai kendaraan hias. Pawai tersebut diikuti sekitar 10.000 orang terdiri dari kontingen kab/kota, perguruan tinggi pelajar dan ormas dimulai pukul 08.00 WIB. Di sela-sela MTQ itu juga panitia menggelar expo pembangunan Serdang Bedagai 2012 di lokasi pelaksanaan MTQ yang diikuti 170 stan dari Sumut dan luar provinsi. (dra)

Ingin jadi Pelayan Masyarakat

Wali Kota Medan Safari Jumat di Masjid Al Hidayah

Penyerapan aspirasi masyarakat melalui safari Jumat, kembali dilakukan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM. Kali ini, rombongan menyinggahi Masjid Al Hidayah, Jalan Bromo Lingkungan XIII, Kelurahan  Binjai, Kecamatan Medan Denai, Jumat (27/4).

Kegiatan kali ini, sebagai upaya meningkatkan hubungan silaturahmi antara umaroh (pemimpin, red) dengan masyarakat.
“Membangun komunikasi dengan masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat proses pembangunan. Tanpa dukungan dan partisipasi penuh dari masyarakat, semua program pembangunan tak mungkin dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Selain membangun komunikasi, Rahudman berjanji akan terus memperbaiki kinerja aparaturnya sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Saya ingin seluruh apratur saya menjadi pelayan bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Dalam rangka peningkatan silaturahmi kepada masyarakat sekarang ini, bukan hanya melalui kegiatan safari Jumat, akan tetapi juga dilakukan melalui safari magrib dan safari subuh,” cetusnya.
Tak lupa Rahudman memberikan bantuan kepada nazir Masjid Al Hidayah, H Sam Siregar sebesar Rp30 juta untuk pengembangan Masjid Al Hidayah.
Rahudman juga menyerahkan bantuan sebanyak 50 paket sembako atas partisipasi masyarakat Lingkungan XIII yang diserahkan kepada masyarakat yang kurang mampu di lingkungan tersebut.

Diharapkannya, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan masjid sebagai bentuk kepedulian Pemko Medan.
Selain kegiatan sosial, Rahudman juga menyikapi persoalan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Medan sebesar 100 persen.

“Akhir-akhir ini, masyarakat ribut di media masa tentang besaran PBB. Hal itu sudah menjadi ketentuan UU No 28 Tahun 2009. Namun, saya sudah perintahkan agar di bentuk tim untuk mengkajinya kembali bersama FE USU. Sedangkan bagi masyarakat yang merasa keberatan besaran PBB agar segera melaporkannya secara tertulis ke Pemko Medan, nanti akan ditinjau langsung oleh petugas,” kata Rahudman didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin.

Rahudman juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan keinginan sejumlah oknum yang bermukim di kelas A terkait keberatan dengan kenaikan PBB tersebut. Karenanya, orang nomor satu di Pemko Medan ini kembali menegaskan bahwasannya PBB tidak akan memberatkan masyarakat.

“Perlu saya sampaikan, bahwasannya saya menjadi Wali Kota dan Pak Eldin menjadi Wakil Wali Kota harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu apa yang menjadi keluhan masyarakat pasti kita sikapi,” tegasnya.

Karena sebelumnya, kata Rahudman, pihaknya sudah memerintahkan bawahannya untuk segera membentuk tim dan melakukan pemabahasan bekerja sama dengan Falkultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (FE USU).

Hal tersebut dilakukan guna menyahuti adanya sejumlah keluhan yang  disampaikan masyarakat terkait terjadinya kenaikan PBB mencapai 100 persen ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Kota Medan Drs Syahrul Harahap MAP, dalam acara seminar publik tentang pengalihan hak dan wewenang Pajak, Bumi dan Bangunan (PBB) sektor pedesaan, perkotaan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjelaskan, BPHTB sudah menjadi pajak daerah mulai 1 Januari 2011, sedangkan PBB sudah menjadi pajak daerah mulai 1 Januari 2012.

“Suatu hal yang dapat kita banggakan terkait pengalihan pajak tersebut, Kota Medan merupakan salah satu kota di Indonesia yang tercepat di dalam pencetakan SPPT PBB, sebab awal Februari SPPT sudah selesai dicetak dan siap untuk di bagikan kepada masyarakat,” ucap Syahrul.
Untuk penanganan BPHTB, lanjut dia, sudah membuat online system dengan instansi terkait yakni Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Bank Sumut sebagai tempat pembayaran online 24 jam.

Namun diakuinya, pengalihan BPHTB dan PBB kepada pemerintah daerah bukan hal yang mudah, banyak kendala dan hambatan-hambatan  yang dihadapi dalam menanganinya. Untuk itu Syahrul berharap dukungan dan partisipasi dari semua pihak, terutama dunia pendidikan se-Kota Medan.
“Terkhusus kami minta kepada pihak USU untuk membantu kami dalam mensosialisasikan  BPHTB dan PBB menjadi pajak daerah adalah amanah Undang-Undang No.28 Tahun 2009 dan bukan merupakan kemauan daerah sendiri ataupun Kota Medan,” harapnya.(adl)

Real Final

Manchester City vs Manchester United

DINI HARI nanti akan menjadi saat paling krusial bagi dua tim yang kini berebut menjadi pemuncak klasemen Premier League, Manchester United dan Manchester City. Betapa tidak, ketika laga musim ini hanya menyisakan tiga laga lagi, kedua tim ini justru harus saling bentrok di Ettihad Stadium. Siapa pun yang menjadi pemenang pertandingan ini, maka peluang untuk menjadi pemuncak klasemen di akhir kompetisi menjadi sangat terbuka.

Itu bisa terjadi karena margin poin di antara keduanya hanya berselisih tiga angka. The Red Devils yang berada di puncak klasemen memiliki poin 83, sementara pesaingnya The Citizens baru mengumpulkan 80 angka. Hanya saja selisih gol yang dimiliki Aguero dkk (87-27) lebih baik dari pada milik Rooney dkk (86-32).

Artinya, jika mampu membawa timnya mengalahkan United, maka Roberto Mancini berpeluang mengantarakan The Citizens meraih gelarnya yang ketiga, setelah sebelumnya tim ini dua kali memenanginya, masing-masing pada tahun 1937 dan 1968.

Namun, jika hanya meraih hasi imbang, apalagi sampai kalah maka Mancio (panggilan akrab Roberto Mancini) harus mengucapkan kata selamat tinggal pada tropi Premier League musim ini.

Memang, sungguh teras njomplang jika membandingkan raihan tropi milik city dan milik The Red Devils yang sejauh ini telah mengumpulkan 19 tropi (terbanyak sepanang sejarah Liga Inggris).

Pada pertemuan pertama di musim ini yang berlangsung di Old Trafford, anak asuh Sir Alex Feruson dipermalukan dengan skor 1-6. Dan itu merupakan rekor kekalahan terbesar yang dialami United atas City, setelah sebelumnya pada tahun 1926 tim Biru Langit itu juga mempermalukan United, juga dengan skor yang sama.

Terlepas dari faktor sejarah pertemuan yang menyelimuti kedua tim, perlu diingat bahwa pada dua pertandingan tersisa setelah laga ini dituntaskan, The Citizens hanya menghadapi dua tim yang di atas kertas dapat dibekuk yakni Newcastle (6/5) dan QPR (13/5).
Benar jika saat Newcastle berada dalam kelompok empat besar klasemen sementara Premier League, namun jangan lupakan jika klub berjuluk The Magpies ini kerap mati gaya setiap kali berhadapan dengan The Citizens. Kali terakhir tim ini mengalahkan The Citizens adalah pada 24 September 2005. Saat itu Magpies yang bertindak sebagai tuan rumah menang 1-0 atas City. Dan itu sudah terjadi tujuh tahun lalu.

Bagaimana dengan United? Tim yang sedang berupaya mengejar tropi ke-20 itu akan menjamu Swansea (5/5) dan bertandang ke markas Sunderland, sepekan berselang (13/5). Ini masalahnya, The Black Cat (julukan Sunderland) meski dalam sepuluh tahun terakhir tak pernah berada di kelompok empat besar, namun tim ini kerap memeri kesulitan bagi United. Buktinya, pada pertemuan musim lalu di Stadium of Light (markas Sunderland), tim tuan rumah mampu memaksakan hasil imbang atas United.

“Jika City menang mereka mungkin berpeluang untuk memenangi gelar juara dari sana. Meskipun mereka harus melawat ke Newcastle, saya pikir mereka tetap memiliki peluang yang besar,” jelas Fergie. “Jika kami yang menang, maka kami akan jadi favorit kuat. Bahkan dengan hasil imbang pun kami tetap favorit untuk memenanginya (tropi Premier League).  Itu tak diragukan lagi. Dua laga terakhir, satu bermain di kandang. Yang pasti, kami tidak akan datang ke City hanya untuk kalah,” tandasnya.

Seakan tak ingin kalah gertak, pelatih Manchester City Roberto Mancini mengatakan bahwa akan sangat membanggakan bila mampu mengantarkan City menjadi juara musim ini.

“Peluang itu (menjadi juara) kini kembali terbuka. Dan itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tak boleh ada kesalahan pada pertandingan nanti, karena itu akan membuat semuanya menjadi sia-sia,” bilang Mancio. Jadi, menurut anda siapa yang akan menjadi pemenang pertandingan ini? (*)