Home Blog Page 13573

Masjid Al-Ikhlas Dibangun Kembali

MEDAN-Acara refleksi 1 tahun penghancuran Mesjid Al-Ikhlas Jalan Timor Medan digelar Aliansi Ormas Umat Islam Pembela Masjid, sejak Kamis (3/5) malam hingga Jumat (4/5) petang.

Acara Tabligh Akbar dimulai setelah salat Jumat dengan khatib, Rafdinal MAP, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan. Rafdinal menegaskan tiga hal yaitu konsistensi atau istiqamah perjuangan, keikhlasan dan strategi perjuangan. Setelah itu, Tabligh Akbar diisi Ketua BKM Al-Ikhlas Jalan Timor, Sudirman Timsar Zubir.

“Mesjid Al-Ikhlas Insya Allah akan dibangun kembali. Mari kita husnudzon. Kita sudah melihat titik-titik positif dalam perjuangan ini. Kita harus menjalin silaturahim dan ukhuwah dengan seluruh pihak. Sudah ada itikad baik dalam perjuangan ini,” kata Timsar disambut ucapan Alhamdulillah dan pekikan takbir oleh jamaah.

Sementara itu, Ketua Aliansi, H Leo Imsar Adnan, menambahkan, Allah merahmati perjuangan umat Islam selama ini.

“Sudah setahun kita salat Jumat di reruntuhan Masjid Al-Ikhlas Jalan Timor ini, tapi tidak satu kali pun turun hujan. Ini merupakan perlindungan dan rahmat Allah kepada kita semua. Alhamdulillah, kita akan berjuang terus. Aliansi terus membangun kekompakan, ukhuwah dan silaturahim dengan seluruh organisasi Islam,” katanya.

Acara refleksi dan tabligh akbar pada Kamis malam dan Jumat siang, dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-quran dan disambung dengan laporan Ketua Panitia, Drs Anwar Bakti. Anwar menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah atas ketidakhadiran Wakil Ketua MUI Pusat yang  sudah direncanakan.
“Bagaimanapun, kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Semuanya karena Allah karena itu hanya Allah-lah yang dapat membalasnya. Refleksi ini merupakan momentum untuk memperjuangkan masjid-masjid yang lain. Ini merupakan bukti dari kekuatan jamaah,” katanya.

Sebelumnya, pada refleksi Kamis (3/5) malam, umat Islam juga telah mendengar uraian hasil diplomasi Tim Negosiasi Aliansi Umat Islam dengan pihak Kodam I Bukit Barisan. Dilaporkan oleh Prabu Alam dan drg Syahbana, tim memanjatkan rasa syukur yang mendalam karena perjuangan itu telah mendekati titik-titik akhir yang menggembirakan.

“Kita sudah mendengar langsung kabar gembira itu, dan mesjid akan dibangun kembali dalam waktu dekat ini. Allah telah membukakan pintu hidayahnya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Alhamdulillah,” kata mereka. (gus)

Widwiono Jabat Kepala BKKBN Sumut

MEDAN- Drg Widwiono MKes resmi dilantik menjadi sebagai Kepala Perwakilan Badan  Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi  Sumut oleh Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho di ruang Kenanga Lantai 8 Kantor Gubsu, Jumat (4/5). Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Badan Kepala Kependudukan Nasional Pusat  No 109/III/  KEP/12 .

Sebelumnya, Drg Widwiono menjabat sebagai Plt  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Yogyakarta. Pelantikan tersebut sekaligus menandai perjalanan program KB di Indonesia telah berusia lebih dari empat dasawarsa, yang diawali sejak tahun 16 Agustus 1967 silam.
Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho dalam sambutannya mengatakan banyak sasaran yang harus dicapai oleh oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara yang baru  ke depan. Di antaranya mengupayakan terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk, ditandai dengan total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran.

“Saya berharap sasaran ini tercapai, dan termasuk juga program Jampersal yang diluncurkan awal 2011 lalu. Berdasarkan laporan kelahiran yang disertai pemasangan KB masih kecil. Ini harus didorong dan disosialisasikan untuk tenaga kesehatan di lapangan,’’ tukas Gatot.

Sebagai institusi yang bertanggungjawab di bidang kependudukan, BKKBN juga diharapkan segera menyelesaikan grand design kependudukan. Sejalan dengan era desentralisasi, dia yakin dengan kerja BKKBN yang sudah merumuskan visi dan misi baru program kependudukan dan KB yakni “Penduduk Tumbuh Seimbang 2015” dan misi mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.
“Lewat visi dan misi ini diharapkan BKKBN perwakilan Sumut dapat menjadi inspirator, fasilitator, penggerak, program dan penetapan parameter kependudukan dan KB Nasional,” katanya.

Di tempat yang sama, Drg Widwiono M.Kes yang baru dilantik mengingatkan saat ini  penduduk indonesia mencapai 240 juta jiwa dengan laju pertumbuhan sekitar 1,49 per tahun. Sedangkan populasi Sumut berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 tercatat sebesar 12,9 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,1 persen.

“Persoalan pertumbuhan penduduk ini akan terjadi pada tahun 2015. Diproyeksikan penduduk indonesia akan berjumlah 250 juta jiwa. Dengan begitu hingga tahun 2014 diperkirakan jumlah penduduk indonesia bertambah menjadi 14 juta,” katanya. Pertumbuhan penduduk yang begitu cepat ini diprediksi akan mengancam ketahanan pangan nasional, tenaga kerja, pendidikan, dan kesehatan ke depannya.

“Untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan berkualitas, pemerintah menetapkan kebijakan KB. Sejumlah programnya adalah usia ideal perkawinan dan melahirkan, jumlah ideal anak, jarak ideal kelahiran anak, serta penyuluhan reproduksi,” katanya.

Widwiono optimistis pembangunan kependudukan dan KB adalah program dasar yang strategis untuk meningkatkan kualitas keluarga yang memberikan peluang dalam pembentukan SDM yang tangguh dan mandiri. “Saya mengimbau kepada para staf dan jajaran perwakilan BKKBN untuk membantu saya memajukan program KB seperti mengajak keluarga atau pasangan usia subur yang belum ikut program KB agar menjadi peserta yang setia, lestari hingga dapat menata diri sebagai teladan dan contoh bagi masyarakat ,” katanya.

Dalam acara pelantikan ini turut hadir pula  Inspektur Utama BKKBN pusat  Mike Selvia Sangiang, Kepala Biro Kepegawaian Pemprovsu Edi Purwanto, Kepala Biro Umum Pemprovsu Darus, anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, Ketua FKUB  Sumut Maratua Simanjuntak, unsur Muspida plus, Kepala Bidang dan Kepala Seksi di lingkungan BKKBN Sumut. (*/ila)

Kanwil Jiwasraya Medan Temui Bupati Tapsel

TAPSEL- Jajaran PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Kantor Wilayah Medan yang membawahi Sumut dan Aceh melakukan audiensi dengan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul Pasaribu di Kantor Bupati Tapsel, Senin (9/4) lalu. Informasi itu disampaikan Instruktur PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Kantor Wilayah Medan Ediwardo Ritonga SSos di Medan, Kamis (3/5).

Kedatangan rombongan Jiwasraya yang dipimpin Kakanwil Medan Rotua Pasaribu itu didampingi pula oleh Kepala Cabang Jiwasraya Sibolga Lukman M Siahaan, Kepala Kantor Padangsidempuan Mahyudin Nasution, dan Kepala Bagian Pertanggungan Febriana Koswara.

Ediwardo yang turut hadir di pertemuan itu mengulang harapan Rotua yang menginginkan kerjasama yang erat antara Jiwasraya sebagai BUMN yang bergerak di jasa Asuransi Jiwa dengan pemerintah daerah. ‘’Sebagai asuransi yang berdiri selama 152 tahun, Jiwasraya sudah memperkenalkan berbagai produk asuransi untuk masyarakat dari semua lapisan,’’ katanya.

Syahrul Pasaribu yang didampingi Asisten Bupati Hamdan Nasution menyambut baik kedatangan Kakanwil Jiwasraya Medan dan rombongan. Syahrul, yang juga abang kandung Rotua, ini menyambut baik produk-produk asuransi Jiwasraya yang disalurkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Tapsel. (*/dmp)

PPP Ajak FUUI Galakkan Maghrib Mengaji

MEDAN- Ketua Fraksi PPP DPR RI Hasrul Azwarmenggelar reses dengan sejumlah ustadz dan ustadzah yang tergabung di Forum Ustadz Ustadzah Indonesia (FUUI) Sumut. Dalam pertemuan itu, FUUI diajak menggalakkan Maghrib Mengaji dan ikut mengawal setiap kebijakan pemerintah mengenai syariat Islam.

“Selama ini setiap habis salat Maghrib biasanya anak-anak langsung berjalan-jalan. Hal inilah yang perlu dirubah, kita semua umat muslim harus menggalakkan Maghrib Mengaji,” ujarnya saat menggelar reses bersama puluhan Ustadz dan Ustadzah di Asrama Haji Medan, akhir pekan lalu.

Dia menyebutkan, dengan digallakkannya Maghrib Mengaji, maka pendidikan moral bagi anak-anak dan generasi muda sebagai penerus bangsa, memiliki moral yang lebih baik dari sebelumnya. Kemudian, menggalakkan Maghrib Mengaji ini sebagai bagian untuk menjalankan syariat Islam di negarai ini.
Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini juga membeberkan, kondisi bangsa sekarang ini membutuhkan sentuhan Islami. Maka, sangat dibutuhkannya peran para Ustadz dan Ustadzah dalam membimbing masyarakat. Pola pendekatan seperti inilah yang semestinya terus diperluas hingga ke pelosok tanah air, khususnya Sumut.

“Bukan setelah memimpin melupakan pendidikan Islami, tapi harus terus mendukung dan terus maju hingga ke lapisan terbawah, umat Islam mendapatkan pengajaran pendidikan Islami yang setara,” sebutnya.

Selain itu, dia menyampaikan, PPP berkomitmen tetap menjadi partai Islami, dan hanya menjadi terbuka ketika ada umat Islam yang hendak bergabung. Di luar itu, PPP tetap partai yang satu-satunya berbasis Islam dan berjuang untuk umat Islam.

“PPP tetap partai Islam, dan tetap berjuang untuk umat Islam.Kami terbuka jika ada umat Islam hendak bergabung ke PPP. Jadi di seluruh Indonesia seluruh  anggota DPR dan DPRD-nya yang berasal dari PPP adalah beragama Islam. Inilah bukti konsisten kami sebagai partai Islam,” ujarnya.
Sementara, Ketua DPP FUUI Yulnaidi Tanjung menginformasikan FUUI merupakan wadah berkumpul para ustadz dan ustadzah di Indonesia. Sejauh ini FUUI tetap konsisten mendukung perjuangan umat Islam. Bila sekarang PPP sebagai satu-satunya partai islam di Indonesia, dia mengatakan, FUUI selalu berada di dekat PPP dan membangun kolaborasi dalam sistem penguatan syariah Islam.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah pengurus PPP seperti Wakil Sekjen DPP PPP Husein Husairi, Ketua DPW PP P Sumut Fadly Nurzal, Ketua DPC PPP Kota Medan Aja Syahri, Sekretaris DPC PPP Kota Medan Irzal Fikri, Ketua DPC PPP Deliserdang Waluyo Hadi, sertai pengurus PPP se-Kota Medan. (ril)

Tim Debat LP3I Medan Siap Bersaing di NUEDC 2012

MEDAN-LP3I Medan kembali menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah politeknik unggul di Kota Medan. Hal itu dibuktikann lewat sebuah prestasi membanggakan, yakni mampu menasbihkan diri sebagai runner-up dalam ajang debat Bahasa  Inggris Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh di Medan, akhir April kemarin.

LP3I berhak merebut tiket di ajang National University English Debatting Championship (NUEDC) 2012 yang akan diselenggarakan pada Mei. Untuk tingkat nasional, tim yang terdiri atas Reza Syahdan, Marina WP, dan Winda Agussela ini akan bersaing dengan 100 tim dari perguruan tinggi lainnnya di tanah air.

Direktur LP3I Medan, Akhwanul Akmal menilai, raihan prestasi itu merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan, sekaligus mampu mengulang prestasi yang sama pada 2010 lalu.

“Prestasi anak-anak cukup fantastis. Mereka mampu mengungguli dominasi tim debat dari perguruan tinggi terkemuka di Sumut dan Aceh dengan meraih posisi runner-up. Dalam ajang nasional nanti kami menargetkan bisa menembus peringkat tiga besar skala nasional,”ungkap Akhwanul.
Sebagai persiapan, tim debat LP3I Medan terus mengasah kemampuannya dengan konsen mengikuti program LP3I English Club (LEC) yang ada di kampus tersebut.

“Prestasiyang diukir tim debat LP3I Medan juga tidak terlepas dari adanya LEC. Di sana mereka banyak belajar, salah satunya mengasah kemampuan dalam penguasaan materi debat,”ucapnya lagi.

Selain mempersiapkan diri tampil di NUEDC 2012, Reza, Marina dan Winda juga  akan mengikuti kompetisi debat Bahasa Inggris antar Politeknik Nasional di Maluku Tenggara pad 26-30 Mei mendatang. “Bagi kami, ini satu kehormatan bisa mewakili rekan-rekan di dua even bergengsi tingkat nasional. Tak ada beban bagi kami, kepercayaan yang kami terima ini justru menjadi motivasi buat kami mengukir prestasi yang terbaik,”sebut Winda optimis.(uma)

Rahudman dan Buruh Berjoget

Wali Kota Pimpin Upacara May Day

Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama 13 Serikat Buruh dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Medan menggelar upacara penyampaian sepuluh butir pernyataan sikap di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (1/5). Upacara itu diikuti lebih dari seribuan buruh dan diharapkan bisa menjadi momentum bagi buruh untuk menyampaikan aspirasinya dengan cerdas.

Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap MM pada upacara hari buruh itu mengatakan, hari buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei setiap tahunnya,  diharapkan dapat lebih memperkokoh hubungan industrial, yakni antara pengusaha dan pekerja.

Selanjutnya, sebutnya bisa menjadi pendorong semangat kerja sekaligus menumbuhkan kebangaan bagi seluruh pekerja, dalam rangka pengabdian kepada pembangunan nasional dan daerah serta dilandasi sistem hubungan industrial Pancasilais.

“Kita berharap peringatan Hari Buruh Internasional bukan hanya sekadar kegiatan serimonial. Tapi perlu memahami berbagai isu yang sering dibicarakan di kalangan pekerja seperti persoalan outsourching, kontrak kerja, tingkat kesejahteraan, kenaikan harga pangan, situasi harga BBM dan lain-lainnya,” katanya.

Dia membeberkan, apabila sebuah isu tidak dikomunikasikan, tentu dapat menimbulkan suasana yang  kurang  kondusif  di tengah-tengah masyarakat. Pada kesempatan ini, peme rintah terus berupaya mencari jalan keluar ataupun merumuskan  solusi yang baik.  Tapi, perlu diketahuai, pemerintah bekerja bukan hanya untuk kepentingan pekerja dan dunia usaha, melainkan untuk kepentingan seluruh masyarakat.

“Untuk itu kita semua harus bersatu dan bekerjasama sehingga hubungan tripartit antara pekerja, dunia usaha dan pemerintah dapat lebih harmonis lagi,” ucapnya. Menanggapi 10 butir pernyataan sikap yang disampaikan para buruh, Rahudman mengatakan terkait dengan tuntutan menyangkut Pemerintah Pusat akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat.  Sedangkan  me ngenai tuntutan terkait UMK,  harus dilakukan pengkajian ulang tentang kelayakan hidup para buruh. Tapi, revisi itu bisa dilakukan jika ditemukan persoalan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok.

Di kesempatan itu, Rahudman juga menyampaikan rasa terima kasihnya, pasalnya para buruh telah menyampaikan aspirasi dengan jalan yang lebih santun.  “Ini sungguh luar biasa. Semoga ini dapat menjaga kekondusifan. Pernyataan sikap tidak harus dengan anarkis, cara yang dilakukan seperti ini sangat baik sekali dan tuntutan yang menyangkut dengan kewenangan Pemko Medan kita tampung,” ungkapnya.

Sementara itu, 13 serikat buruh yang tergabung dalam upacara itu yakni perwakilan serikat buruh/serikat pekerja dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI), Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (F-SPMI), Kesatuan Buruh Independent, Serikat Buruh Sejahtera Independen,  Fron Nasional Perjuangan Buruh Indonesia, Serikat Buruh Republik Indonesia, Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Buruh Medan Independent, Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) dan Serikat Pekerja Mandiri (SPM).

Ketua K-SPSI, Usaha Tarigan mengatakan, perayaan May Day dirayakan dengan berbagai cara dan kegiatan. Bila biasanya, momen ini digunakan sebagai ajang menyampaikan pendapat, aspirasi sekaligus tuntutan.

“Kami juga merayakan May Day dengan cara yang simpatik, santun dan elegan. Cara ini kami harapkan mendapatkan empati dari pemerintah dan masyarakat, bahwa pekerja/buruh adalah bagian masyarakat yang cinta damai dan jauh dari kekerasan serta anarkis,” katanya.
Saat disinggung mengenai kondisi ketenagakerjaan yang ada saat ini, belum ideal seperti yang diharapkan oleh kaum buruh. “Kesejahteraan yang merupakan cita-cita buruh masih jauh dari harapan. Untuk itu kami minta agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dapat membenahi sistem dan kondisi ketenagakerjaan yang ada,” ujarnya.

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan menjadikan 1 Mei sebagai libur nasional, hapuskan outsourching, stop union busting (pemberangusan serikat buruh), tolak sistem upah murah, wujudkan sistem jaminan sosial nasional, buat Perda tentang ketenagakerjaan di Kota Medan, hapuskan PPH-21 bagi pekerja/buruh, revisi segera UMK Medan 2012 sesuai dengan kenaikan harga pasar sebagai dampak kenaikan/pembatasan BBM, cabut Permenaker No.17/2005 serta berikan fasilitas penguatan serikat pekerja/serikat buruh.

Pernyataan sikap itu selanjutnya diserahkan Ketua K-SPSI Usaha Tarigan mewakili 13 perwakilan serikat buruh/serikat pekerja  kepada Wali Kota Medan selaku pembina upacara. Usai penyampaian itu, buruh dan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap berbaur, mulai bernyanyi hingga berjoget ria. Tak ayal, Kapoldasu Irjend Pol Wisjnu Amat Sastro SH dan Pangdam I BB Mayjend Lodewijk F Paulus digendong para buruh untuk berjoget. Suasana ketika itu semakin meriah dan akrab. (adl)

Aktif Tindaklanjuti Laporan Buruh

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Medan , Marah Husin mengaku pihaknya selalu aktif menindaklanjuti berbagai permasalahan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Bila ada perusahaan yang melakukan pelanggaran, dinas akan melakukan penindakan langsung ke lapangan.

“Kami melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh perusahaan. Jika terbukti melakukan pelanggaran, langsung kami tindak,” ucapnya.
Dia menyebutkan, untuk penindakan, pihaknya membentuk tim untuk memonitor seluruh perusahaan yang ada di kota ini. Tim tersebut bertugas melaksanakan kewajiban, tidak hanya kepada perusahaan. Melainkan tenaga kerja agar melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan aturan berlaku, khususnya berkaitan dengan masalah pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Untuk masalah PHK, kami menurunkan mediator. Sedangkan terkait masalah normatif, akan ada diturunkan tim pengawasan. Pastinya kami selalu proaktif,” pungkasnya.

Husin menambahkan, kondisi Kamtibmas di Kota Medan khususnya terkait dengan perayaan May Day 2012 secara umum terkendali. Hal itu tidak terlepas dari upaya yang telah dilakukan jauh hari dengan para buruh, Wali Kota dan intansi terkait lain nya dalam merayakan May Day.
“Kegiatan yang diadakan di Lapangan Merdeka dengan mengumpulkan para buruh, bertujuan agar ulang tahun buruh bisa dinikmati dan sekaligus melepaskan kerinduan serta melepaskan rasa penatnya,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, pada kegiatan itu ada drum band, hiburan dan terakhir diberikan door prize. Diharapkan apa yang telah dilakukan sebagai langkah monumental dan dapat diteruskan selanjutnya.

Husin berpendapat, menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun, dinilainya tingkat kecerdasan buruh semakin meningkat. Artinya, buruh mulai sadar jika turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi akan mengganggu masyarakat umum.

“Semoga ke depan menjadi lebih baik. Terakhir, saya mengimbau kepada pengusaha agar ada kepedulian kepada buruh. Jika ada kelebihan jam kerja, berilah kelebihan itu. Artinya, pengusaha butuh buruh dan buruh butuh pengusaha,” pungkasnya. (adl)

Kantor Bupati Mesuji Dibakar Massa

MESUJI-Kantor bupati dan kantor Sekretariat daerah Kabupaten Mesuji kemarin (3/5) sekitar pukul 13.00 WIB dibakar massa. Pembakaran kantor bupati itu diduga dilakukan oleh massa pro Ismail Ishak sebagai buntut kekecewaan mereka terkait keputusan pencopotan Ismail Ishak dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Mesuji, karena berstatus narapidan dalam kasus penggelapan APBD Tulangbawang pada tahun 2007.

Pembakaran ini terjadi setelah pada Rabu (2/5) massa merusak plang kantor dan memecahkan kaca di ruang protocol lantaran belum adanya jawaban dari pemerintah pusat tentang keinginan mereka agar Ismail Ishak tidak dicopot dari jabatannya. Untuk meluapkan rasa kekecewaannya, ratusan masa akhirnya membakar Kantor Bupati dan Sekertariat Mesuji.

Sekadar diketahui, massa telah menduduki halaman depan Sekertariat Pemkab Mesuji sejak Senin (30/4) hingga Kamis (3/5) siang Pukul 13.00 WIB. Pembakaran Kantor Pemkab Mesuji baik Sekretariat Pemkab maupun Kantor Bupati Mesuji kemarin nampak tak bersisa.

Salah satu staf bagian perlengkapan menggatakan, amukan masa itu dipicu akibat buntut dari tuntutan masa yang menghendaki agar Wakil Bupati Mesuji tidak dicopot dari jabatannya. Namun, sejak hari Senin-Kamis, tidak ada keputusan yang jelas. Untuk melampiaskan kemarahannya masa akhirnya membakar Kantor Pemkab Mesuji.

”Peristiwa pembakaran itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, pembakaran itu tidak lain akibat kekecewaan masa terhadap pencopotan wakil bupati,”imbuhnya.

Diceritakannya, pembakaran Kantor Pemkab Mesuji ini bukan dilakukan oleh ratusan masa Ismail Ishak, namun diduga masa yang berasal dari kawasan register 45, sebab, kedatangan ratusan masa dari arah simpang pematang tersebut yang langsung membakar kantor bupati.
”Saya kurang tau masa itu masanya siapa. Sebab, mereka tiba-tiba datang dan langsung membakar kantor Pemkab Mesuji, dan sekertariat Mesuji,” imbuhnya. (fei/jpnn)

Bathoegana Kantongi Restu Anas

Bursa Pencalonan Cagubsu dari Demokrat

JAKARTA-Niat Sutan Bhatoegana Siregar untuk maju sebagai calon gubernur Sumut sudah bulat. Tawaran dari Ketum DPP Demokrat Anas Urbaningrum agar Sutan menjadi salah satu menteri pada 2014 mendatang pun ditolaknya. Sutan lebih memilih maju sebagai cagub. Anas pun menyetujui.

Saat dihubungi Sumut Pos kemarin, Sutan menceritakan awal mulanya mengapa dirinya sampai harus minta izin Anas. Semula, Sutan menemui Wakil Ketum DPP Demokrat Jhonny Allen Marbun, yang juga Koordinator Tim Khusus Demokrat menghadapi Pilgubsu Sumut. Kepada Jhonny, Sutan mengungkapkan kegelisahannya karena hingga saat ini tak ada kader Demokrat yang ikut meramaikan bursa pilgub Sumut.
“Saya bilang ke Jhonny Allen, kenapa belum muncul calon kita (dari Demokrat, Red).

Saya khawatir kalau Demokrat malah dipakai orang lain. Kalau orangnya baik, tak apa-apa. Kalau tak baik, rusaklah partai kita,” cerita Sutan mengenai dialognya dengan Jhonny.

Jhonny tidak langsung setuju. Jhonny mengatakan ke Sutan, pengurus pusat masih membutuhkan dirinya. Sutan pun mengatakan, lantas siapa yang turun ke daerah jika semua di pusat. “Lantas Jhonny mengatakan, okelah kalau begitu, tapi izin dululah ke ketua umum (Anas, Red),” sambung Sutan.
Sutan setuju saran Jhonny agar segera minta izin Anas. Menurut Sutan sendiri, izin ke Anas juga penting agar Anas tak terkaget-kaget. Nah, begitu bertemu Anas, mantan ketum PB HMI itu pun tidak langsung mengiyakan.

“Anas bilang begini, ‘jujur saya Bang. Abang itu porsinya menteri, bukan gubernur’. Lantas saya jawab, menteri itu kan 2014, yang sudah di depan mata sajalah 2013 (Pilgubsu, Red). Ini untuk pengabdian yang jelas ke daerah, ini lebih gampang dan jelas ngaturnya, karena bukan nasional. Saya bilang begitu, Anas lantas bilang, ‘okelah kalau itu yang terbaik, turun gurunglah, mulai saja sosialisasi’,”  beber Sutan mengenai pertemuannya dengan bosnya itu.

Memangnya menteri apa yang ditawarkan oleh Anas? Sutan mengatakan, tidak sampai bicara kursi menteri apa. “Maksud Anas, kalau Partai Demokrat masih menang, saya salah satu yang diajukan menjadi menteri. Tapi ya itu tadi, saya bilang saya milih yang lebih jelas dulu lah, ini ibadah (jadi cagub, Red),” urai Sutan.

Dia mengatakan, DPP Partai Demokrat pada enam bulan menjelang pemilihan gubernur mengumumkan hasil survey tentang tingkat popularitasan seorang tokoh. “Bila hasil survey tingkat popularitasannya berada di posisi 1 atau 2 dan 3, maka sudah positif maju sebagai Cagubsu dari Partai Demokrat. Tapi, bila posisinya di nomor empat, maka Partai Demokrat akan meminta posisi cawagubsu kepada cagubsu yang akan diusung nanti,” terangnya.

Bila hasil survey yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI) dirinya di posisi ke-4, apakah berniat menjadi wagubsu? “Bila wakil, saya tidak. Saya maju bukan untuk gagahan, tapi kalau sudah ada yang lebih bagus kader Partai Demokrat selain saya, lebih baik saya berada di pusat menjalankan aktivitas,” ujarnya.

Saat ditanyakan alasannya maju sebagai Cagubsu, pria kelahiran Pematang Siantar itu, mengaku kehadirannya dalam bursa Cagubsu bukan sebatas untuk gagah-gagahan, melainkan turun gunung sebagai bagian penggilan jiwa dan bentuk pengabdian serta beribadah di tanah kelahiranya, Sumut.  “Kalau untuk gagah-gagahan, saya kita sekarang ini saya sudah gagah. Jadi saya maju jadi Cagubsu untuk beribadah dan membangun Sumut,” sebutnya.

Politisi yang dikenal kocak itu pun sudah menyiapkan slogan untuk kampanyenya nanti jika resmi menjadi cagub. Slogannya adalah Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Asri, Bersih (MANTAB). Biar MANTAB barang tuh…!” katanya.

Sutan juga ingin mengubah stigma negatif tentang singkatan Sumut yang diplesetkan menjadi Semua Urusan Menggunakan Uang Tunai. “Sumut itu harus kita ubah, jadi Semua Urusan Mesti Tuntas,” katanya.

Sutan juga menyebutkan, sudah ada beberapa tokoh yang sudah mendekatinya untuk menjadi cawagub. Siapa tokoh itu? Sutan tak menyebut nama. Dia hanya menyebutkan, tokoh tersebut saat ini ketua DPD salah satu partai di Sumut. “Ada juga bupati dan wakil bupati,” ujarnya.
“Tapi saya akan mencari yang sevisi dengan saya, sehingga nanti menjadi dwi tunggal. Sama rata, sama rasa. Satu kakinya sakit, sakit semua. Satu gembira, gembira semua. Jadilah barang itu,” ujar Sutan sembari terkekeh.

Sebelumnya, Jhonny Allen Marbun masih ngotot untuk menggaet Manatan Wali Kota Medan Abdillah. Katanya, Abdillah cocok untuk memimpin Sumut. Dan, jikapun Abdillah terhalang masalah hukum, Jhonny tetap ngotot menggaet untuk menjadi penasihat dalam Pilgubsu mendatang.

Terkait hal itu, anggota Tim Sembilan Demokrat, Hasbullah Hadi, enggan berkomentar. Dikatakannya, persoalan bidikan terhadap sosok Cagubsu/Cawagubsu dari Demokrat diserahkan kepada pengurus DPP. Soal sudah berapa orang atau sosok yang mengambil formulir pendaftaran di Demokrat Sumut, Hasbullah mengaku, sampai sejauh ini masih tiga orang. “Saya lagi di luar kota, belum ada konfirmasi. Ya, sejauh ini mungkin masih tiga orang,” katanya tanpa bersedia menyebut nama ketiga sosok yang telah mengambil formulir pendaftaran tersebut.

Sementara itu, dari perbincangan Sumut Pos dengan Ketua DPRD Medan, Amiruddin, tidak menutup peluang jika benar Abdillah menjadi bidikan PD. Menurutnya, sosok Abdillah di mata masyarakat Sumut khususnya Medan, masih memiliki aura.

“Ya, bisa saja itu yang menjadi pertimbangan. Mungkin selama ini, partai lain belum atau tidak melihat itu. Ya, tapi segala sesuatunya diputuskan di pusat,” katanya.

Pengamat: Bathoegana Biasa saja

Diberitakan sebelumnya, Jhonny Allen membeber ada 25 nama yang masuk daftar akan disurvei. Ke-25 nama itu mayoritas sudah beredar di publik. Antara lain, HT Milwan, Gus Irawan, Chairuman Harahap, T Erry Nuradi (bupati Serdang Bedagai), Amri Tambunan (bupati Deliserdang), Sutan Bathoegana, Hasbullah Hadi, Letjen (Purn TNI) AY Nasution (mantan Pangkostrad), Tritamtomo (mantan Pangdam I BB/anggota DPR F-PDIP), RE Nainggolan (mantan Sekdaprov Sumut), mantan bupati Madina, Bintatar Hutabarat (PLN), Parlindungan Purba (DPD), Rahmat Shah (DPD), Abdillah, dan sejumlah nama lagi.  Terbaru, disebut Syah Afandin juga masuk daftar.

Terpisah, Pengamat Politik Dadang Darmawan mengatakan, dalam mengusung kandidat Cagubsu, Partai Demokrat lebih baik mempertimbangkan kemampuan untuk mengusung calon tanpa butuh koalisi. Penunjukkan Sutan Bathoegana semata-mata untuk memanfaatkan kemampuan Partai Demokrat dalam memajukan tanpa koalisi.

“Saya lihat ini hanya strategi Partai Demokrat saja, yang coba-coba mengusung kadernya Sutan Bathoegana. Tapi apa yang dilakukan ini bisa berdampak buruk bagi partai itu sendiri,” katanya.

Dia menyatakan, selama ini Sutan sebetulnya belum melakukan upaya optimal di Sumut, baik kerja-kerja selama ini yang belum menunjukkan kegiatan optimal bagi masyarakat Sumut. Kemudian, belum melakukan sosialisasi optimal dalam pencalonan Gubsu  periode 2013-2018.
“Ada baiknya Partai Demokrat melakukan pertimbangan internal, kalau pertimbangan eksternal track record Sutan belum begitu terasa ke masyarakat, dan dalam sosialisasi Pilgubsu juga dilakukan Sutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia memaparkan dalam Pikada sebenarnya tidak serta merta bersandar kepada partai, melainkan figure calon kepala daerah. Selama ini Partai Demokrat selalu menyebut berbasis popularitas figure, itu diputuskan melalui riset. Bila sekarang Sutan diusung jadi Cagubsu, sifat keputusannya sangat internal.

Hal lainnya, dia menyatakan, elektebilitas Sutan selama ini juga masih biasa-biasa saja, kemudian belum ada yang menonjol. Selain itu, sampai sekarang ini belum ada dilihat ada permintaan masyarakat kepada Sutan untuk maju jadi Cagubsu. “Ini sangat internal sekali, tanpa melihat lapangan,” sebutnya. (sam/ril/ari)

Tokoh Balon Gubsu dari Demokrat

Sutan Batoegana
“Saya bilang ke Jhonny Allen, kenapa belum muncul calon kita. Saya khawatir Demokrat malah dipakai orang lain. Kalau orangnya baik, tak apa-apa. Kalau tak baik, rusaklah partai kita. Saya sampaikan ini ke Anas tapi Anas malah janjikan saya kursi menteri. Tapi saya bilang saya milih yang lebih jelas dulu lah, jabatan ini ibadah untuk daerah saya.”

HT Milwan
Belum ada pernyataan resmi soal pencalonan dirinya meskipun menjadi orang nomor satu di DPD Demokrat Sumut. Milwan juga tercatat sebagai anggota Tim-9 yang menyeleksi pendaftaran cagubsu.

Gus Irawan
Kendati dia dikenal sebagai ‘orang’ Golkar lantaran kedekatan emosional dengan Akbar Tandjung, manuver Gus merapat ke Demokrat terlihat saat dirinya dibulang-bulangi oleh Dewan Penasehat Demokrat T.B Silalahi. Peluang mengawinkan kedua partai itu bisa saja terbuka, namun posisi Gus di Golkar saat ini juga tengah ‘sulit’.

Chairuman Harahap
Kader Golkar ini sempat mendaftar di Demokrat sebagai Cagubsu periode 2008-2013, namun langkahnya terhenti karena Demokrat memilih Abdul Wahab Dalimunthe maju di perhelatan Pilgubsu saat itu.

T. Erry Nuradi
Kader Golkar ini sudah lebih dulu mendaftar di PDI-P, namun kesempatannya melaju lewat Demokrat cukup terbuka. Petinggi Demokrat melihat kesuksesan Erry memimpin Sergai selama dua periode dus popularitasnya di kalangan Melayu menjadi poin penting dalam mengeruk massa.

Letjen (Purn) AY Nasution
Nama AY masuk dalam bursa, bahkan posisinya teratas dibandingkan sejumlah tokoh lainnya di Sumut karena AY punya hubungan langsung dengan pengurus Demokrat di pusat. Restu AY maju sebagai Cagubsu berasal dari sosok penentu partai. AY tinggal memantapkan pencitraan ke masyarakat. Restunya sudah lebih 50 persen.

RE Nainggolan
Pamor mantan Sekdaprovsu ini dinilai sangat mengakar di kalangan etnis Batak dan komunitas Kristen. RE kenyang pengalaman birokrat, organisasi sosial, dan keagamaan. Komunikasi terus dijalin lewat petinggi Demokrat di daerah. Terakhir RE tampak bersama Dewan Penasehat Demokrat di penekenan kerjasama Museum Batak milik TB Silalahi di Balige dengan sejumlah museum Belanda dan Korea.

Parlindungan Purba
Kalangan Demokrat menilai gerak dinamis Parlindungan selama menjabat anggota DPD membuat dirinya layak diperhitungkan. Selain aktif di organisasi kepengusahaan, Parlindungan juga rajin turun ke berbagai wilayah di Sumut.

Rahmat Shah
Sosok anggota DPD RI ini sungguh patut diperhitungkan. Memiliki wajah tampan dan simpati, dia saat ini aktif menjadi Ketua PMI  Sumut dan organisasi sosial lain. Rahmat juga punya kapital yang kuat, baik sendiri maupun sokongan keluarga besarnya.

Syah Affandin
Adik Syamsul Arifin ini diperkirakan bisa mendulang suara dari komunitas Melayu. Disamping sudah punya ‘perahu’ dari PAN, langkah Syah Affandin juga akan ditopang popularitas dan massa akar rumput Syamsul.

Abdillah
Demokrat mengacu pada survei internal menjelang Pilgubsu 2008. Ketika itu popularitas Abdillah tertinggi. Johnny Allen mengatakan bila memungkinkan secara Undang-undang, Abdillah akan kembali dimajukan di Pilgubsu 2013.

Sumber: Berbagai Analisis Olahan Sumut Pos 

Temukan sang Buah Hati Dipasung Isteri di Surabaya

David Donaldson, Warga New Zealand yang Menikahi Wanita Indonesia

Pernikahan warga New Zealand David Donaldson dengan WNI Yuhanie Marisa Latinia berakhir dengan persoalan pelik. Dua di antara lima anak mereka mengalami epilepsi kompleks. Di tengah proses pengobatan, Yuhanie mengambil anak keempat, Simon Donaldson, dan memasungnya di rumah.

AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta

Mendung masih menggantung di langit Jagakarsa, Jakarta Selatan, ketika Jawa Pos (grup Sumut Pos) menemui David Donaldson di rumahnya Sabtu lalu (28/4). Lelaki 57 tahun itu tak bisa menyembunyikan wajahnya yang muram dan gelisah karena memikirkan nasib anaknya, Simon Donaldson. “Saya hanya mengkhawatirkan kesehatannya. Ibunya tidak pernah membawa dia ke dokter.

Bagaimana dia bisa tumbuh sehat?” kata warga negara New Zealand itu lantas meletakkan tangan di pipinya.

Sesekali dia bergantian meletakkan tangan di rambutnya yang memutih sambil pandangannya menerawang. “Hanya dia (Simon Donaldson) yang menjadi beban pikiran saya selama ini,” imbuhnya.

Simon kini berusia 26 tahun. Lelaki yang didiagnosis menderita epilepsi kompleks dan leucodystrophy itu tinggal bersama ibu kandungnya, Yuhanie, di Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur. Selama ini, keluarga David tidak boleh menjenguk Simon. Meski hanya untuk melihat wajahnya. “Kami pernah berusaha membawanya ke Jakarta untuk kami periksakan ke dokter. Tapi, Yuhanie selalu melarang,” tuturnya.

Padahal, pengusaha jasa keamanan pertambangan minyak itu berencana memindahkan Simon ke New Zealand untuk ditangani dokter ahli. Sebab, kata David, selama ini Yuhanie tidak pernah membawa Simon ke dokter. Alasannya, Simon menderita penyakit yang disebabkan ilmu hitam. Yuhanie pun sudah membawa Simon ke sejumlah ‘orang pintar’, namun tak pernah ada hasilnya. Meski begitu, Yuhanie tidak pernah mau menyerahkan Simon kepada David kecuali dia menggantinya dengan sejumlah uang.

Akibatnya, Simon tak pernah mendapat perawatan medis yang tepat. Sehari-hari dia hanya tinggal di kamar sempit di sebuah rumah kontrakan di Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Aktivitasnya hanya makan dan minum. Wajahnya juga selalu murung dan muram. Hidupnya tak bergairah karena tak pernah beraktivitas sebagaimana pria seusianya.

David pernah mendatangi rumah mantan istrinya tersebut bersama sejumlah polisi dan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Waru pada 26 Maret lalu. Saat itu rumah dikunci rapat. Bahkan, untuk masuk, mereka harus melalui pintu berlapis. Setelah berhasil mendobrak pintu rumah, David mendapati Simon yang tak berdaya di kamar tidurnya. Tangannya dirantai di ranjang. Namun, upaya untuk membawa Simon gagal karena Yuhanie keburu datang dengan mengerahkan sejumlah warga untuk mengusir petugas.

Salah seorang petugas imigrasi sempat memotret Simon yang dipasung ibunya itu. Foto tersebut menyebar cepat hingga ke tanah air David di New Zealand. Koran The New Zealand Herald sampai memasangnya sebagai foto utama dengan berita kondisi Simon sebagai headline. Salah satu koran yang berpengaruh di New Zealand itu memberi judul: Sick Kiwi Man Held in Chains.

Wartawan New Zealand sempat membawa isu tersebut ketika mereka ikut rombongan Perdana Menteri New Zealand John Key ke Indonesia pada 17 April lalu. Key juga sempat didesak untuk membicarakannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, karena agenda kunjungan lebih ke masalah perdagangan, isu itu tak sampai ke SBY. Lagi pula, ada kesungkanan mengingat level SBY yang terlalu tinggi mengurusi persoalan tersebut.
Masalah Simon kini bukan lagi masalah domestik antara David dan Yuhanie. Imigrasi dan Kedutaan Besar New Zealand di Jakarta ikut turun tangan. Misalnya, status kewarganegaraan Simon ikut ke pihak sang ayah, yakni New Zealand. Karena itu, izin tinggal Simon di Indonesia harus diperpanjang per tiga tahun.

Nah, saat ini izin tinggal Simon di Indonesia sudah habis alias overstay. Kedutaan Besar New Zealand di Jakarta sudah meminta Kantor Imigrasi Indonesia menyerahkan Simon. Jangankan mengambil Simon, Kantor Imigrasi Surabaya malah memberikan waktu kepada Yuhanie selama lima bulan ke depan untuk mengurusnya. Alasannya, Simon harus menjalani perawatan penyakitnya. “Padahal, status hukum Simon di Indonesia itu ilegal,” kata David.

Kisah pilu Simon sejatinya bisa dihindari. Bahtera rumah tangga David dan Yuhanie yang dijalin sejak 1977 berakhir pada 1992. Pengadilan memutus David-lah yang berhak mengasuh lima anak hasil pernikahan mereka. Lima anak itu adalah Alexander Donaldson (kini berusia 33 tahun), Robin Donaldson (31); James Donaldson (28); Simon Donaldson (26); dan Joanna Donaldson (24).

Setelah bercerai, David lantas memutuskan untuk merawat anak-anaknya di Jakarta, sedangkan Yuhanie kembali ke kampung halamannya di Surabaya. Awalnya, David belum mengetahui kelainan Simon dan Robin yang didiagnosis terkena epilepsi kompleks. Saat memasuki masa puber, Robin mengalami disleksia alias kesulitan membaca yang cukup serius. Terkadang dia juga mengalami semacam temporary insanity (kegilaan sementara). Scanning MRI (magnetic resonance imaging) menunjukkan bahwa terjadi kelainan di otak Robin. Robin lantas diterbangkan ke New Zealand untuk mendapat perawatan intensif.

“Robin saat ini berada di sebuah kamar khusus yang dibangun di rumah kami. Dia bisa beraktivitas di luar seperti orang biasa. Tapi, dia tetap harus menjalani pengobatan rutin di rumah. Ada orang yang secara khusus merawatnya di sana,” ungkap David.

Gejala serupa dialami Simon. Dia mengalami disleksia dan sering kejang-kejang seperti epilepsi. Dokter mendiagnosis Simon menderita epilepsi kompleks dan leucodystrophy, semacam kelainan gen yang menyerang sel putih otak. Kelainan tersebut memengaruhi saraf motorik dan pertumbuhan fisik penderita. Karena itulah, Simon dan Robin terkadang sulit berjalan.

Yang membuat David makin sedih, penyakit yang diderita Simon tidak seperti jenis leucodystrophy yang dikenal dunia kedokteran. “Gejalanya sedikit dari pola yang ini dan sedikit dari yang itu, tapi tak pernah benar-benar mengikuti tipe penyakit tersebut. Ini benar-benar langka,” ujarnya.
Dokter menyatakan, kelainan tersebut dibawa gen orangtuanya. Ada gen dari David dan Yuhanie yang bertolak belakang. Kelainan tersebut biasanya dialami pada anak laki-laki. Penyakit mulai menyerang ketika sang anak memasuki masa pubertas. Karena itulah, anak kedua dan anak keempat David mengalaminya.

Setelah mengetahui diagnosis Simon, David berupaya memberikan pengobatan maksimal. Dia bahkan mendatangkan guru khusus untuk penderita disleksia dari New Zealand. Dalam sebulan, Simon yang saat itu memasuki usia sekolah sudah bisa membaca tulisan. Dia juga mulai banyak beraktivitas.
“Dia terlihat bahagia karena bisa membaca. Dia mengetahui apa yang terjadi di sekitar,” ungkapnya.

Pada 2003, Yuhanie menghubungi David. Dia menyatakan bahwa Simon sakit karena diguna-guna. Karena itu, dia lalu menawarkan untuk membawa Simon ke ‘orang pintar’ di Surabaya. David semula tak percaya dan menolak ide Yuhanie. Namun, akhirnya dia memperbolehkan Simon dibawa Yuhanie ke Surabaya.

“Saya sebenarnya melarang. Tapi, setelah itu, Simon terus-menerus murung. Dia bilang kepada saya, barangkali dia memang kena ilmu hitam,” katanya.
Akhirnya David membawa Simon ke Surabaya. Dia menyerahkan sepenuhnya pengobatan Simon kepada Yuhanie. Tiap tiga bulan sekali dia menjenguk putranya itu. Dia juga mengirim biaya perawatan untuk Simon rutin setiap bulan.

Tapi, lama-kelamaan, David curiga karena Simon tak kunjung sembuh. Dia akhirnya meminta Yuhanie mengembalikan Simon. Yuhanie ganti menolak karena merasa yakin Simon akan sembuh. “Saya tidak habis pikir. Saya ingin segera membawa Simon ke New Zealand agar mendapat perawatan seperti kakaknya,” tegasnya. (*)

Outsourcing Buat Pegawai BUMN Malas

JAKARTA-Hari Buruh menjadi momentum bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan untuk mengkritisi perusahaan BUMN yang masih menggunakan jasa tenaga kerja outsourcing. Menurutnya, penggunaan tenaga outsourcing justru tidak produktif bagi BUMN.

Alasan Dahlan, karena outsourcing justru membuat karyawan tetap BUMN menjadi malas bekerja karena sebagian tugas-tugas utamanya justru dikerjakan oleh tenaga kerja outsourcing.  “Ini keterlaluan,” ujarnya Selasa (1/5) lalu. Padahal, kata Dahlan seharusnya BUMN yang sudah memiliki sumber daya pegawai dalam jumlah besar, harus bisa mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya dalam operasional perusahaan. “Apalagi, biasanya pekerjaan karyawan outsourcing atau karyawan kontrak ini lebih berat dibandingkan karyawan tetapnya,” katanya.

Dahlan menyebut, perbedaan beban tugas maupun perbedaan penghasilan antara karyawan outsourcing dengan karyawan tetap juga berpotensi memicu isu ketidakadilan. Sebab, karyawan outsourcing yang beban kerjanya lebih berat, seringkali justru gajinya lebih kecil.

Karena itu Dahlan mengimbau kepada manajemen BUMN untuk memperbaiki pola rekrutmen tenaga kerja. Menurut dia, BUMN memang masih bisa menggunakan jasa tenaga kerja outsorcing jika memang terpaksa. “Tapi, tugas utama harus tetap dikerjakan karyawan tetap, tidak boleh diserahkan pada karyawan kontrak,” jelasnya. (owi/jpnn)