Home Blog Page 13574

Penadah Mobil Curian Berkeliaran di Asahan

ASAHAN: Polres Asahan diminta menangkap tersangka penadah mobil curian antarprovinsi yang saat ini berkeliaran di Kisaran. “Polisi sepertinya tutup mata, tidak menangkap pelaku penadah yang sudah masuk dalam menjadi daftar pencarian orang (DPO),” kata Rajendar Singh, SH, pengacara Rudi alias Lim Cing Liang, salah seorang terdakwa kasus pencurian mobil yang sudah menjalani masa hukuman.

Kepada wartawan di Medan, Kamis (3/5) Singh menyebutkan, kasus pencurian mobil Toyota Fortune milik Saripin, warga Medan terjadi 24 Juli 2010.  Mobil dicuri dari salah satu hotel di Kisaran.Dalam penyelidikan polisi Asahan,  A Guan dan Rudi alias A Cuan ditangkap di Medan. Pengakuan keduanya, mobil dijual ke bengkel Car Station milik Suwandi alias A Cun di Jalan Letda Sujono, Medan. Tetapi saat hendak dilakukan penangkapan, Suwandi sudah kabur sehingga dia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Asahan.

Namun, Rudi alias Lim Cing Liang diduga terlibat dalam penadahan mobil itu ditangkap Polres Asahan. Dalam pemeriksaan polisi, Lim Cing Liang mengaku hanya membeli dashboard, bumper dan lampu depan Fortune kepada Suwandi yang digunakan untuk mobilnya. Namun begitu, Lim Cing Liang tetap dipersalahkan sebagai penadah, dan ditahanan selama setengah tahun di penjara.

Suwandi yang masuk DPO Polres Asahan kini  kembali, tapi polisi menangkapnya. “Kami mendesak Polres Asahan menangkap penadah mobil antarprovinsi itu, jangan tebang pilih dalam memproses perkara,” kata Singh. (azw)

PT AquaFarm Nusantara Tabur Benih Mujahir di Pea Parohan

SAMOSIR- PT AquaFarm Nusantara (PT AN) Toba Growout Ajibata dengan Pemerintah Kabupaten (Pembkab) Samosir melakukan penanaman pohon di Pea Parohan Salaon Toba Kecamatan Ronggur Ni Huta Kabupaten Samosir. Selain itu sebanyak 30 ribu benih ikan mujahir ditabur di Danau Pea Parohan (Danau di atas Danau Toba) Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir Rabu (2/5).

Sebelum penaburan bibit Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon menyampaikan terima kasih kepada PT AN  yang telah ikut peduli terhadap pengembangan perikanan khususnya di Samosir. Diharapkannya melalui PT AquaFarm yang telah hadir di Samosir, ekonomi dan taraf hidup masyarakat semakin  meningkat.

Dalam kesempatan itu Manager PT AN Toba Growout Project Bambang Kuntoro Setyo SPi menerangkan bahwa PT AN telah melakukan kerjasama dengan Pemkab Samosir untuk melakukan tabur benih di perairan Danau Toba.”Dalam operasional usahanya PT AN memiliki beberapa program CSR (Corporate Sociel Renponsibility) sebagai kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Banyak program yang telah berjalan dan terus kami pelihara agar manfaat yang diharapkan bisa tercapai maksimal. Seperti tabur benih ikan di Sidihoni saat ini,  Danau Sidihoni berjarak 8 kilometer dari Pangururan ini cukup indah,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya PT AN terus memiliki komitmen terhadap lingkungan Danau Toba terutama restocking (penambakan) ikan nila yang memiliki  tujuan untuk meningkatkan biota ikan  mujahir/ikan nila yang mulai berkurang populasinya.

“Rencanaya  dalam jangka panjang dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan masyarakat umum di Danau Toba.” harapnya.
Sementara itu Humas PT AN Jhonson Hutajulu kepada METRO (Group Sumut Pos) mengatakan tujuan dari penaburan bibit danau Pea Parohan adalah untuk melestarikan kekayaan alam dan sebagai bentuk kepedulian PT AN terhadap lingkungan hidup.
Penaburan bibit dilakukan secara bergilir yang dilakukan oleh Management PT AN Rela Sembiring SE , R Buttu Sidabutar, Budi Syahputra SPi, Ir Sinode Godang Sinaga, Johnson Sidabutar, Royon Sinaga, Rahman Gultom dan Heri Tambunan SE MAP.(dra)

Jelang Piala Emas, Tim Futsal Sumut Fokus Stamina

MEDAN- Turnamen Futsal Piala Emas yang dimulai 13 Mei mendatang di Jakarta sebagai agenda pemanasan tim-tim futsal daerah sebelum PON XVIII September mendatang tampaknya dipersiapkan secara serius dihadapi tim futsal Sumut. Tim besutan Alpinus ini tengah menggeber fisik pemain yang akan berpengaruh pada pemantapan strategi tim.

Salah satunya dengan menggelar cross country atau jelajah alam di kawasan Lau Sidebudebu, Brastagi, Sabtu (28/4) lalu. Pelatih Alpinus mengatakan, kegiatan ini sangat tepat dalam menggeber stamina para atlet. “Kita sudah melakukan cross country Sabtu kemarin di Lau Sidebu Brastagi. Ini melengkapi upaya kita membenahi fisik pemain. Sebelumnya kita juga rutin menggelar kegiatan fitnes,” katanya.

Selain itu, latihan fisik rutin digeber dengan lari keliling lapangan di lintasan lari Unimed. “Jarak tempuhnya 8 kilometer sehari. Persiapan tim futsal PON Sumut memang tidak jauh dari penguatan stamina. Ini persiapan khusus untuk Piala Emas yang sejalan dengan persiapan kita menghadapi PON September nanti,” katanya.

Penguatan stamina pemain itu berdampak positif pada hasil VO2 Max pemain yang menunjukkan peningkatan fisik. Alpinus tak memungkiri stamina yang kuat akan mendukung taktik dan strategi yang diterapkannya. “Penguatan stamina menjadi fokus utama disamping game untuk taktik dan teknik. Terutama strategi pressing yang akan saya terapkan di tim ini. Menekan terus tentu butuh stamina yang kuat,” tambahnya.

Selain itu beberapa pemain yang baru bergabung juga sudah mulai beradaptasi dengan tim. “Perlahan mereka sudah mulai menyatu dengan tim. Total 15 pemain ini akan terus dimatangkan kekompakan dan kerjasamanya,” katanya.

Sebelumnya Sekretaris Tim Futsal PON Sumut, Furkanis Chan berharap Syahidan Lubis, pemain andalan Sumut dapat bergabung dengan tim. Syahidan saat ini tengah ikut seleksi timnas senior pasca menjalani turnamen Piala AFF bersama timnas U-21. “Syahidan tetap stay di Jakarta. Kemungkinan dia bisa bermain bersama kita. Kehadirannya memang sangat kita harapkan demi mencapai target semifinal maupun final di Piala Emas nanti,” pungkasnya.(mag-18)

Ibu-Anak Demo Limbah PT GSI

MEDAN DELI- Puluhan warga terdiri dari ibu-ibu dan anak kecil berdomisili di Jalan KL Yos Sudarso Lingkungan III Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli, berunjuk rasa di depan pabrik pengolahan besi dan baja PT.Growth Sumatera Industri (GSI), Kamis (3/5) kemarin.
Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan karena mereka menilai limbah pabrik PT GSI diduga tergolong B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) selama ini telah meracuni mereka.

Dari pantauan Sumut Pos di lapangan, para pendemo memenuhi pintu masuk pabrik. Dengan mengusung poster mereka terus mendesak agar manajemen pabrik memenuhi tuntutan warga. Karena sejak pabrik ini di dirikan beberapa tahun lalu, keluhan warga tentang dampak pembuangan limbah yang mengancam kesehatan pernafasan warga diabaikan.

“Kami dirugikan karena limbah pabrik menyengat, bunyi mesin bising, dan debu asapnya juga mengganggu pernafasan. Kami minta kompensasi,” kata, Yanti (34) salah seorang pengunjuk rasa. (mag-17)

Koperasi Jerat Leher Parbetor

BINJAI- Amburadulnya pengelolaan becak bermotor (betor) di Kota Binjai, ditenggarai akibat lemahnya pengawasan dan sosialisasi Pemko Binjai dalam hal ini Dinas Koperasi (Diskop) terkait diberlakukannya peraturan wajib masuk koperasi bagi pengendara betor.

Hal ini menyebabkan munculnya gejolak pada komunitas parbetor untuk menuntut pemerintah memberlakukan peraturan tersebut kepada seluruh parbetor di Kota Binjai yang berjumlah 3.000 betor.

Tuntutan tersebut disampaikan perwakilan perbetor Kota Binjai saat bertemu dengan Komisi A DPRD Kota Binjai, Kamis (3/5).
Dalam pertemuan itu, Samio (43) perwakilan perbetor menerangkan, sejak diberlakukannya peraturan ikut koperasi itu, pihaknya merasa semakin terjepit dan dirugikan. Soalnya, peraturan tersebut mengharuskan parbetor membayar uang masuk Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. (ndi)

Sulit Dapat Solar, Nelayan Belawan tak Melaut

BELAWAN- Dari dulu sampai sekarang nasib nelayan kian terpuruk. Sudahlah hasil tangkapan ikan minim, karena dijarah kapal-kapal ikan berukuran besar, kini para nelayan di Belawan kembali dihadapkan dengan persoalan lainnya. Nelayan Belawan mengaku sulit mendapat jatah solar subsidi untuk kebutuhan mesin perahu (boat) mereka. Padahal, pemerintah baik pertamina dan PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk (AKR) telah membangun belasan stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBN) dan stasiun pengisian Solar Packed Dealer Nelayan SPDN di sekitar kawasan pesisir.

Menurut penuturan beberapa nelayan pada Sumut Pos, Kamis (3/5) kemarin, menyebutkan, sulitnya mereka mendapatkan pasokan minyak solar sudah dirasakan sejak sejak lama. Anehnya, beberapa oknum pengelola SPBN (Solar Paket BBM Nelayan) yang mendapat izin peruntukan menyalurkan minyak solar subsidi kepada nelayan diduga enggan menjualnya solarnya.

“Seperti di SPBN punya PT AKR di Pajakbaru Jalan Hiu, Belawan asal kami mau beli solar tak dikasih, padahal ketentuan supaya nelayan bawa boat dalam membeli solar sudah dilakukan. Kalau dipikir-pikir yang dibutuhkan nelayan tak banyak, cuma 60 liter buat mesin boat berangkat melaut,” keluh, Syaifullah nelayan asal Belawan ini.

Pria yang akrab disapa, Iful ini menuturkan, kejadian seperti ini sudah dirasakan nelayan selama beberapa bulan terakhir. Bahkan akibat sulitnya dia dan sejumlah nelayan lainnya mendapatkan solar tak jarang mereka membeli solar ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang biasa diperuntukan bagi kenderaan atau transportasi di darat dengan harga sedikit lebih mahal.

“Dari pada nggak berangkat melaut, ya terpaksa beli minyak solar ke SPBU dengan harga agak mahal atau Rp5000 per liternya,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, sulitnya nelayan untuk mendapat jatah bahan bakar solar bukan dikarenakan pasokan BBM ke SPBN habis atau tidak di distribusikan oleh PT Aneka  Kimia Raya Corporindo Tbk (AKR). Namun disebabkan pihak pengelola SPBN AKR berinisial, AHU terkesan enggan menjual solar yang khusus diperuntukan bagi nelayan tersebut.

“Kami ini rakyat kecil, cuma janganlah pula dipersulit untuk cari makan. Dulu untuk membangun SPBN disini kami dimintai tanda tangan. Tapi kenapa kok sudah berdiri, minyaknya tak boleh dibeli, kalaupun dikasi kenapa hanya beberapa orang saja. Ada apa ini,?” ujarnya.
Sementara, informasi diperoleh sumut pos, kelangkaan solar yang dirasakan nelayan ini tidak lain karena adanya beberapa SPBN di Belawan yang disinyalir menyalurkan pasokkan minyaknya ke sejumlah gudang penampungan tak resmi untuk kemudian dipasok ke industri yang berada di luar kota Medan.

Diantara SPBN yang diduga menjual jatah solar nelayan itu ke pihak lain menurut sumber adalah SPBN PT AKR di Jalan Hiu Pajak Baru Kelurahan Belawan Bahagia Kecmatan Medan kota Belawan, SPBN di Jalan Young Panah Hijau Kecamatan Medan Marelan dan SPBN yang berada di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Gabion Belawan. (mag-17)

Penjualan SPBU Coco Overload

BELAWAN- Pertumbuhan kendaraan bermotor melaju pesat. Dengan demikian kebutuhan BBM (Bahan Bakar Minyak) juga akan meningkat pula. Seperti di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Coco Jalan Merak Jingga, Medan. Target penjualan usaha milik PT Pertamina Retail ini mengalami over  load dari 4140 KL (kilo liter) menembus angka 4680 KL selama triwulan pertama tahun ini.

“Penjualan BBM untuk jenis premium dan solar kita over  load, dari 46 KL per hari yang ditargetkan, tembus menjadi  52 KL per  harinya. Ini disamping adanya isu rencananya kenaikan BBM subsidi juga dikarenakan perkembangan kendaraan bermotor kian meningkat,” kata M Ali Akbar Simanjuntak Pengawas Non BBM SPBU Coco, Kamis (3/5).

Melonjaknya kebutuhan konsumsi BBM dengan sendirinya turut mendorong terjadinya peningkatan laba (keuntungan) usaha. Untuk tahun 2011 lalu, SPBU Coco yang berada di inti Kota Medan ini diperkirakan meraih laba bersih Rp1,9 miliar.

Sedangkan untuk tahun 2012 laba bersih usaha milik anak perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tersebut diperkirakan mencapai Rp2,3 miliar. Menurut dia, meningkatnya konsumsi BBM bagi pengendara seperti mobil maupun sepeda motor terlihat kian mencolok terjadi pada hari Senin, Sabtu , dan Minggunya.

“Sebenarnya hari-hari  biasa pun ramai, tapi yang terlihat mencolok hari Senin dan Sabtu ataupun menjelang hari libur lainnya. Di samping kita juga mengutamakan pelayanan kepada konsumen sesuai dengan SOP pertamina,” ujarnya saat dihubungi Sumut Pos.

Sedangkan, penjualan BBM non subsidi atau pertamax lanjutnya belum melampaui target penjualan. Dari 2.600 liter per hari yang ditargetkan, penjualan pertamax hanya 1.800 liter  per harinya. Hal ini menurut dia, dikarenakan terjadinya kenaikkan harga pertamax.

“Perbedaan harga pertamax yang mengakibatkan konsumen banyak beralih menggunakan premium, dan ini akan berdampak pada marjin perusahaan berpotensi berkurang bila dibandingkan dengan sebelumnya,” ucapnya. (mag-17)

Rumah untuk Guruku

Guru yang berstatus PNS dan guru honor se-Sumatera Utara (Sumut) akan mendapatkan fasilitas kredit perumahan.

Hal ini ditandai dengan penandatangan MoU antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah Nurdin Lubis dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Medan yang dalam hal ini juga diwakili CEO Achmad Santosa Miad, di Aula Martabe, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (3/5).

Achmad Santosa Miad menjelaskan, fasilitas kredit yang digelontorkan BNI Wilayah Medan ini, merupakan implementasi program Rumah Untuk Guru Ku. Dan kerja sama tersebut sebagai komitmen BNI bersama Pemprovsu untuk pengentasan backlog (kekurangan rumah) yang diamanatkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI yang saat ini berjumlah 13 hingga 14 juta unit. “Melalui kerja sama dengan sejumlah pemda, salah satunya dengan Pemprovsu, BNI menargetkan pengentasan backlog  untuk tahun 2012 sebanyak 32.000 unit,” ucap Miad.

Menurutnya, program Rumah Untuk Guru Ku ini menjadi komitmen seluruh kantor wilayah BNI di Indonesia. Program ini sebagai apresiasi atas tugas mulia para guru dalam dunia pendidikan.

“BNI melalui Kantor Wilayah Medan mencoba membantu meningkatkan kesejahteraan para guru se Sumut mulai tingkat pra sekolah (TK) sampai SMA/SMK yang jumlahnya mencapai 194.121 orang,” bebernya.

Keinginan BNI, diakuinya untuk memfasilitasi kepemilikan rumah kepada para guru PNS dan non PNS se Sumut itu tidak saja disiapkan melalui produk BNI Griya Komersil (non subsidi), tetapi juga melalui BNI Griya Bunga Subsidi.

“Dengan dua skema itu, para guru dapat memilih produk BNI Griya yang lebih variatif dan kompetitif,” ujar Miad.
Sementara, Sekdaprovsu Nurdin Lubis menyatakan, melalui kerja sama ini, program pemerintah untuk pengentasan  backlog di Sumut, bisa lebih cepat terwujud. Karena, hingga saat ini, jumlah penduduk miskin di Sumut sekitar 1,6 juta orang atau 7,3 persen dari 13.042.317 jiwa penduduk.
“Para penduduk yang kurang beruntung itu membutuhkan pemukiman yang layak. Karenanya, kerja sama seperti ini sangat diapresiasi Pemprovsu, terutama untuk menekan angka backlog di daerahnya ini yang kira-kira mencapai angka 100.000 unit rumah,” ungkap Nurdin Lubis.(ari)

Ganti Ganja Aceh dengan Buah Nag

SIGLI-Aceh merupakan daerah penghasil ganja terbesar di Asia selain Thailan, Bahkan ganja di Aceh sangat populer di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan negara-negara lainnya di Asia.

Demikian kata Kapolres Pidie AKBP Dumadi SH SStMK yang membacakan amanat Kapolda Aceh Iskandar Hasan pada acara penanaman perdana buah Naga untuk menggantikan tanaman ganja di Gampong Papuen Kecamatan Muara Tiga, Pidie Kamis (3/4).

Tambah Kapolres, ada beberapa daerah penghasil ganja dengan kwalitasnya sangat bagus, seperti Aceh Besar, Bireun dan Kabupaten Pidie. Dengan dibudidayakan buah Naga menggantikan tanaman ganja, mudah-mudahan masyarakat semakin sejahtera dan tidak lagi menanam ganja. Buah naga bisa mencegah kolestrol, gula darah, dan mengandung zat besi.

“Kita berharap dengan adanya penanaman buah Naga maka masyarakat tidak lagi menanam ganja”.jelasnya.
Dalam acara itu ikut hadir Kapolres Pidie AKBP Dumadi SH SStMK, Kasdim 0102 Pidie M.Rohimad, Danyon 17/RS Armed Simpang Beutong Letkol ARM Erdi Eka Wijayanto. (mir/jpnn)

TKI Tewas Terjatuh, Majikan Didenda

SINGAPURA-Seorang wanita Singapura diadili atas kasus tewasnya seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia yang jatuh dari lantai 5 apartemen. Oleh pengadilan Singapura, wanita tersebut hanya dikenai denda 5 ribu dolar Singapura (sekitar Rp37 juta).

Gan Hui Leung (46) dianggap lalai untuk memastikan PRT-nya bekerja dengan mematuhi standar keamanan. Korban yang bernama Siti Ustima, tewas terjatuh dari jendela apartemen lantai 5 ketika membersihkan kaca jendela.

Insiden nahas tersebut terjadi pada 11 November tahun lalu. Siti menderita banyak luka pada tubuhnya dan akhirnya meninggal dunia. Diketahui bahwa Siti bekerja pada Gan sejak April 2010 hingga November 2011. Demikian seperti dilansir oleh Channel News Asia, Kamis (3/5/2012).

Dalam persidangan yang digelar hari ini, terungkap bahwa Gan sering melihat Siti membersihkan jendela sembari berdiri di atas kursi, dalam kondisi kaca jendela terbuka lebar. Namun tidak pernah sekalipun Gan sebagai majikan, memperingatkan Siti untuk berhati-hati ataupun mengajarkan cara membersihkan jendela yang lebih aman.

Atas kegagalannya untuk menjamin keselamatan pekerjanya, Gan pun terancam hukuman maksimum 6 bulan penjara atau denda maksimal sebesar 5 ribu dolar Singapura. (net)