Home Blog Page 13572

Rusak Lingkungan, Warga Demo Galian C

BINJAI- Ratusan warga Lingkungan IX, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, menggelar aksi di lokasi galian C ilegal di areal perkebunan PTPN 2 Tunggurono, Kota Binjai, Jumat (4/5).

Dalam aksinya, warga meminta galian C tersebut ditutup karena telah merusak lingkungan dan dapat membahayakan anak-anak mereka saat bermain di galian C tersebut. Soalnya, alat berat galian tanpa izin itu, telah membuat kolam-kolam besar yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawa warga setempat.

Saat berada di lokasi galian, warga sempat kesal. Sebab, alat berat yang digunakan pengusaha untuk mengeruk bahan galian C berupa tanah timbun dan pasir, disembunyikan di gudang eks peternakan ayam sekitar 100 meter dari lokasi galian.

Warga yang kesal, beriringan mendatangi gudang peternakan ayam dan mendobrak pintu gudang untuk mengusir paksa alat berat yang masih berada di lokasi. Tak ayal, aksi massa yang mulai memanas mendapat hambatan dari petugas kepolisian. Setelah mengadakan dialog, akhirnya petugas kepolisian bersedia menemui pengusaha dan mengeluarkan axcavator (alat berat) yang berada di gudang peternakan ayam.

Dari dalam gudang, petugas menemukan dua alat berat yang baru saja dioprasikan, karena di rodanya, masih berlumuran tanah.

Dari keterangan joki excavator Heri (23) dan Ahmad (26), kedua alat berat tersebut milik AZ, tokoh masyarakat Kota Binjai yang sebelumnya tersangkut kasus penganiayaan sopir pribadi istri Wali Kota Medan. “Saya cuma joki, kami disuruh Bang Jahar (sapaan akrab AZ),” kata keduanya.
Mereka mengaku, untuk mengemudikan excavator tersebut, mereka diberi imbalan uang Rp400 ribu per minggu. “Kami bayarnya per minggu,” kata Ahmad ketika ditanya Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon.

Usai mengintrogasi kedua joki excavator tadi, Kapolresta Binjai pun bergegas meningkalkan lokasi kejadian dan meminta bawahannya untuk mengamankan excavator. Sementara, warga yang setia menunggu pihak kepolisian mengeluarkan alat berat tersebut, akhirnya membubarkan diri sesaat memasuki waktu salat jumat.

Terpisah, Ketua DPRD Binjai Zainuddin Purba mendukung langkah aparat kepolisian menutup galian C yang terletak di atas lahan PTPN II tersebut.
Menurut Zainuddin Purba, penutupan dan tindakan tegas yang dilakukan Polres Binjai janganlah pilih bulu. Polres Binjai juga harus menutup usaha galian C ilegal lainnya di Kota Binjai ini. “Kapolres saya minta jangan pandang bulu dan pilih kasih dalam mengambil tindakan tegas, kalau satu ditutup ya tutup semua galian C di Binjai ini, baik itu yang ada dibantaran aliran Sungai Bingai maupun di atas lahan PTPN 2,” terang Zainudin.(ndi)

Jenglot Hebohkan Warga

ASAHAN-  Ratusan warga Kecamatan Rawang Paca Arga Kabupaten Asahan berbondong bondong mendatangi kediaman HM Sueb (60) di Dusun IX Desa Rawang Lama, Jumat (4/5). Kedatangan mereka ingin menyaksikan secara langsung jenglot makluk klenik yang berhasil ditangakap.

Informasi yang dihimpun selama ini HM Sueb selalu kehilangan uang dalam jumlah besar dan hal serupa juga sering dialami warga setempat  “Siapa pelakunya mungkin saja ada yang pelihara tuyul,” cetus Abdul Rahim warga setempat menirukan ucapan HM Sueb saat dikonfirmasi di tengah – tengah kerumunan warga, Jumat (4/5 ).

HM Sueb yang merasa kesal, kemudian menghubungi Ageng salah seorang paranormal muda yang bermukim di Kota Medan.  “Dengan disaksikan HM Sueb serta beberapa warga yang sengaja diundang, Ageng melakukan ritual untuk menangkap makluk yang sering mencuri uang itu,” tegasnya.
Abdul Rahim yang saat itu diundang HM Sueb untuk menyaksikan proses penangkapan makluk halus, duduk bersila sekitar dua meter menyaksikan Ageng melakukan ritual.

Tampak gulungan kain putih dan lembaran kapas, dan beberapa saat kemudian kapas itu terbakar oleh sulutan rokok yang dipegang Ageng. Ageng langsung bangkit dan memegang gulungan kain putih di kedua sisinya.

“Di dalam gulungan kain putih seperti ada yang bergerak- gerak, kemudian oleh Ageng, kain putih itu dililit dengan menggunakan benang merah yang kemudian diperlihatkan,” katanya. Di dalam kain itu bukan tuyul melainkan jenglot.
Kabar penangkapan jenglot itu secepat kilat menyebar ke seluruh pelosok Kecamatan Rawang Panca Arga, jenglot itu sebelum akhirnya dibakar terlebih dahulu seperti disiksa oleh Ageng. (smg)

Gedung Baru DPRD Binjai Rp5 M

BINJAI- Kontroversi pembangunan gedung wakil rakyat yang serba mewah, tak menghalangi DPRD Binjai untuk membangun gedung baru yang lebih elit dari gedung sebelumnya dengan mengusulkan anggaran Rp5 miliar.

Usulan ini disampaikan Ketua DPRD Binjai, Zainuddin Purba SH saat melakukan silaturahmi bersama tokoh masyarakat, LSM dan organisasi profesi di Gedung Dewan, Jumat (4/5) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Zainuddin, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota Binjai merupakan gedung terkecil dan terburuk dari gedung dewan di seluruh Indonesia. Untuk itu, pihaknya mengusulkan anggaran Rp5 miliar untuk pembangunan tahap pertama. “Rancangan pembangunan gedung baru itu, sudah kita serahkan ke Bappeda dan Dinas PU Binjai,” kata Ucok sapaan akrab Zainuddin Purba.

Mengenai lahan bangunan baru itu, sambung Ucok, rencananya tetap di lahan semula di Jalan Veteran Kota Binjai, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota. Anggaran untuk pembangunan gedung baru itu, bakal dimasukkan ke dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Binjai tahun 2012 ini.

Ditambahkan dia, sudah selayaknya gedung dewan dibangun yang baru, karena kondisi bangunan sekarang sangat kecil, baik ruangan sidang paripurna dan ruangan lainnya.  Diuraikannya, pada prinsipnya rencana pembangunan gedung dewan yang baru nanti, bakal dikerjakan sebanyak 4 tahap. Untuk tahap pertama digelontorkan Rp5 miliar , sedangkan untuk tahap berikutnya melihat kondisi keuangan yang ada. “Rencananya 4 tahap,” ungkapnya.(ndi)

tapi kita lihat dulu anggaran yang tersedia ke depan,” urainya.

Menyikapi rencana pembangunan gedung baru tersebut, Ir Suseno Arto dari Forum Silaturahmi Umat (FSU) Sumatera Utara yang hadir dalam pertemuan itu, meminta pihak DPRD Kota Binjai untuk menunda pembangunan, mengingat masih banyak kebutuhan rakyat yang belum terpenuhi oleh Pemko Binjai.

“Melihat situasi dan kondisi masih banyak masyarakat Kota Binjai yang jauh dari kehidupan yang sejahtera, sebaiknya mereka menunda pembangunan gedung baru itu. Lebih baik biaya Rp5 miliar itu diperuntukkan bagi rakyat Binjai di segala aspek dan bidang,” pinta Ir Suseno Arto.
Ditambahkannya, dari anggaran Rp5 miliar itu DPRD dan Pemko Binjai dapat fokus memajukan perekonomian rakyat, misalkan memberikan bantuan kepada rakyat untuk modal membuka usaha.

“Banyak UKM yang perlu bantuan dari Pemko untuk membuka usaha atau menambah modal mereka, agar bisa terus berkembang demi kemajuan Kota Binjai, ketimbang harus dihabiskan untuk pembangunan gedung baru DPRD yang saya rasa masih bisa dimanfaatkan dalam beberapa tahun ke depan,” lugasnya.

Hal serupa diungkapkan Syamsudin Damanik dari For Peoples Binjai. Dia mengatakan, usulan pembangunan gedung baru DPRD Binjai tidak perlu karena masih banyak yang perlu dibenahi untuk kemajuan Kota Binjai.

“Anggaran Rp5 miliar untuk pembangunan gedung DPRD baru lebih bagus ditempatkan untuk kemajuan perekonomian dan meningkatkan kualitas pendidikan Kota Binjai, serta pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin Kota Binjai,” usulnya. (ndi)

Polair Amankan Kapal tanpa Awak

BELAWAN- Kapal Motor Pulau Samosir berbobot 27 gros ton (GT) ditemukan di perairan Barombang Kabupaten Labuhan Batu. Kapal tanpa sengaja ditemukan petugas saat patroli KP-II 2005.

Guna proses penyelidikan lebih lanjut kapal tanpa awak tersebut kemudian diserahkan ke Mako Satpolair Barombang untuk diamankan.
“Kita belum dapat pastikan, apakah awak kapal dirompak atau tidak. Yang jelasnya saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Kombes Pol Ario Gatut Kristianto, Direktur Dit Polair Polda Sumut kepada Sumut Pos, Jumat (4/5).

Ario menjelaskan, penemuan kapal kayu tanpa awak tersebut bermula ketika jajarannya sedang menggelar patroli rutin di sepanjang perairan Pantai Timur Sumatera.

Memasuki kawasan Labuhan Batu persisnya di perairan Barombang, petugas mendapati kapal KM Pulau Samosir terkantung-katung di tengah laut.
“Kecurigaan pun muncul, kemudian kapal patroli kita merapat ke KM Pulau Samosir. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan baik awaknya maupun dokumen kapal tidak ditemukan. Selanjutnya dilakukan pengamanan. Dan saat ini masih diproses di Satpolair Barombang, hasilnya belum diketahui tentang siapa pemilik kapal tersebut,” tandasnya. (mag-17)

Mari Berwisata di Bumi Sergai

WATER BOOM: Arena water boom yang bisa dinikmati di lokasi Theme Park Pantai Cermin.

Pelaksanaan MTQ ke-33 tingkat Provinsi Sumatera Utara sudah finish, tinggal acara seremoni penutupan yang rencananya digelar Sabtu malam (5/5) di PTPN II Kebun Melati Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai.

Sebagai tuan rumah MTQ, Pemerintah Kabupaten Sergai akan selalu memanjakan tamu-tamunya, tidak terkeculi para kafilah dan official MTQ yang hadir. Rencananya, Sabtu (5/5) pagi seluruh kafilah dan official serta undangan akan dibawa berwisata ke Theme Park Pantai Cermin serta berkeliling melihat keindahan pantai di kabupaten pemekaran tersebut.

Theme Park Pantai Cermin merupakan salah satu dari sekian banyak objek wisata di daerah yang dipimpin Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi dan Wakilnya Ir H Soekirman ini. Selain itu ada juga Pantai Gudang Garam, Pantai Sialang Buah, Pantai Kuala Putri, Pondok Permai dan sejumlah pantai lain di sepanjang 55 km garis pantai yang ada di Kabupaten Sergai.

Semuanya tertata dengan rapi dan baik. Panorama keindahaan pantai dapat dirasakan seluruh pengunjung. Konsep Sapta Pesona yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sergai dapat terlaksana dengan baik. Semuanya berkat kerja keras aparat pemerintah yang dalam hal ini dikomandoi Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga.

Setiap saat dan setiap kesempatan Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga yang dipimpin Drs Herlan Panggabean selalu berpromosi.
Berbagai even promosi baik tingkat lokal, nasional bahkan internasional, mereka tidak pernah absen. Bahkan di arena MTQ-33 tingkat Sumut ini juga, Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga berpromosi dengan membuka stand. Mereka menjelaskan keindahan objek wisata yang ada di Sergai, membagikan brosur, leaflet, poster dan lain sebagainya kepada pengunjung.

THEME PARK: Sejumlah pengunjung memadati arena bermain di Theme Park Pantai Cermin.

Menurut Panggabean jika selama ini mereka hanya mempromosikan mayoritas wisata pantai kepada dunia luar, sekarang tidak hanya itu lagi. Soalnya ada beberapa objek wisata lain yang memiliki nilai jual sehingga bisa menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang. Objek wisata itu adalah Arung Jeram Desa Bulu Duri Kecamatan Sipispis.  Objek wisata ini bukan hanya mengandalkan panorama air terjun saja, tetapi nilai olahraga arung jeramnya juga begitu menonjol. Saat ini setiap hari, terutama hari-hari libur arung jeram ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang datang baik secara pribadi maupun bersama klub-klub pencinta arung jeram.

Lebih menarik lagi sambung Panggabean tahun ini ada dua objek wisata baru yang layak untuk ditonjolkan. Keduanya adalah objek wisata air terjun yang berada di lokasi PTPN IV Kebun Pabatu dan objek wisata tanaman magrove.

Untuk objek wisata air terjun, sambung Panggabean pihaknya masih ingin menjalin kerjasama dengan direksi BUMN tersebut tentang pengelolaan objek wisatanya. Tapi dari analisa pihaknya, Panggabean yakin objek wisata ini memiliki nilai jual yang tinggi dan ke depan diyakini akan banyak mendatangkan pengunjung.

Sementara itu untuk objek wisata mangrove di Desa Naga Lawan Kecamatan Pantai Cermin sudah berjalan. Bahkan di areal pinggir pantai tersebut ribuan mangrove sudah tertanam. “Di sana (lahan hutan mangrove) setiap yang menanam mangrove namanya akan dipatrikan, sehingga begitu dia berkunjung kembali dan melihat magrove yang ditanamnya itu, akan timbul kebanggan tersendiri,” ujarnya.

Kini objek wisata tanaman mangrove sudah dikelola secara profesional apalagi mereka sudah dibantu oleh lembaga British Konsul. “Kita mengharapkan kedepan wisata tanaman mangrove ini menjadi ikon wisata Sergai tersendiri di luar wisata bahari yang selama ini sudah ada,” ujarnya.  Panggabean menambahkan selain dunia pariwisata, dinas yang dipimpinnya juga bertanggungjawab soal kebudayaan, kepemudaan dan olahraga. Khusus di dunia kebudayaan pihaknya sedang mengimpentarisir benda-benda cagar budaya. Soalnya benda itu menjadi daya tarik untuk mendatangkan pengunjung. Sementara di bidang pemuda dan olahraga sudah banyak yang dilakukan Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga.

AIR TERJUN: Peserta arung jeram berfoto dengan latar belakang arung jeram yang sangat deras dan indah.

Saat hari jadi ke-8 Pemkab Sergai beberapa waktu lalu, seluruh atlet berprestasi yang ada di Pemkab Sergai mendapatkan santunan. Ini merupakan kepedulian Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi terhadap atlet. “Tak hanya santunan, atlet berprestasi yang bisa menunjukkan piagamnya juga akan diberdayakan Pemkab dengan menempatkan mereka di setiap SKPD,” ujar Panggabean. Guna pembinaan ke depan, setiap bulannya rutin digelar pertandingan cabang olahraga. Panggabean menambahkan pihaknya juga setiap tahun membina paskibra untuk dikirim di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional. (dra)

Boyong 18 Pemain ke Padang

MEDAN- PSMS IPL boyong 18 pemain untuk melakoni persiapan menghadapi Semen Padang di Stadion H Agus Salim Padang, Senin (7/5) sore. Skuad Ayam Kinantan bertolak menuju Padang Sumatera Barat pada Minggu (6/5) siang.

Usai tiba di lokasi, dijadwalkan sore atau malam harinya, PSMS langsung menggelar uji coba Stadion H Agus Salim. “Tim berangkat Minggu (6/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Jarak Medan-Padang tak terlalu jauh, jadi kami akan langsung menggelar uji coba stadion sore atau malam harinya,” ungkap sekretaris tim PSMS Heru, Jumat (4/5).

Namun Heru mengaku, pihaknya belum bisa memberikan nama-nama pemain yang berangkat lantaran daftar pemain baru akan diserahkan pelatih PSMS Fabio Lopez, besok (Hari ini) sore.

Meski demikian, PSMS yang dipastikan tidak diperkuat dua pemainnya, bek Goran Gancev dan gelandang Ahn Hyo Yeon akibat akumulasi kartu kemungkinan akan memaksimalkan peran Fadli Hariri dan Denny Wahyudi di lini belakang. Di lini tengah, pemain anyar Ronny Firmansyah akan berjibaku bersama Tri Yudha Handoko dan Heri Suwondo.

Di lini depan, Rinaldo, Julio Cesar Alcorse dan Andrea Abu Bakar akan menjadi tumpuan ujung tombak.

Itu pula yang menjadikan skuad Semen Padang sedikit bisa bernafas lega. Absennya Goran, dirasa menjadi angin segar bagi Semen Padang bisa meraih poin di kandang. “Goran Gancev tidak bisa main, itu satu hal yang kami syukuri jelang pertandingan melawan PSMS,” ungkap media officer Semen Padang Ronny Suhatril, ketika dikonfirmasi, Jumat (4/5).

Memang, Semen Padang dipastikan tidak akan diperkuat bomber andalannya Edward Junior Wilson yang terkena akumulasi kartu. Namun begitu, konsentrasi penuh PSMS diperlukan menutup sekecil apapun peluang Semen Padang menciptakan gol. (saz)

Koordinasi Buruk

PERSIBA vs PSMS

MEDAN- Buruknya koordinasi antar lini skuad PSMS berakhir skor telak 3-1 atas Persiba Balikpapan di Stadion Persiba Komplek Pertamina Parikesit, pada lanjutan ISL, Jumat (4/5) sore.

Gol PSMS satu-satunya berasal dari tendangan bebas playmaker asal Slovenia Nastja Ceh di menit 19. Sementara dua gol dari Persiba dicetak striker Persiba Kenji Adachihara menit ke-44 dan 49. Dan sebelumnya rekanan setimnya Shohei Matsunaga telah membobol gawang PSMS yang dikawal Eddy Kurnia pada menit 35.

Dengan kemenangan ini, selain sukses melakukan revans, Persiba juga berhasil merangsek ke posisi empat klasemen sementara ISL dengan torehan 36 poin dari 22 pertandingan. Sementara PSMS harus puas berada di peringkat 12 dengan koleksi 25 poin dari 23 laga.

Mengomentari hal ini, karteker pelatih PSMS Suharto AD mengaku lini pertahanan skuad besutannya sangat lemah. “Pemain sangat kurang mengcover lawan. Dua gol pertama Persiba harusnya tak terjadi. Rahmad yang kurang sigap membuat Matsunaga dan Kenji leluasa bergerak dan mencetak gol. Tapi, pemain lain juga harusnya membantu melakukan cover,” ungkapnya saat dihubungi Sumut Pos  usai laga.

Pelatih berkepala plontos ini juga menuturkan, parahnya koordinasi antar lini  PSMS menyebabkan lini tengah tim berjuluk Beruang Madu itu dengan mudah mengirimkan umpan-umpan matang. “Di babak pertama kita tampil bagus. Semangat dan kemampuan meredam serangan Persiba lebih baik dari perkiraan. Tapi, usai gol pertama sebagai penyeimbang, anak-anak kehilangan konsentrasi. Apalagi di babak kedua semangat tim juga jauh berkurang,” tutur Suharto.

Suharto juga mengeluhkan faktor lapangan yang cukup becek. Menurutnya, karena permasalahan itu, Nastja Ceh dkk memporsir tenaga. “Ini memang tak bisa dijadikan alasan kekalahan. Tapi, Persiba memang bermain luar biasa bagus kali ini.  Kami kesulitan, dan lini pertahanan membuat kesalahan ” ujarnya. (saz)

Pegawai Lapas Tanjung Gusta Kedapatan Miliki Bong dan Sisa Sabu

Ditangkap Bersama Istri Kedua

MEDAN-Direktorat Reserse Narkoba Poldasu menangkap seorang pegawai Lapas Tanjung Gusta, Agus Atmaja (45) istrinya  Bahrain Fanny (24), di rumahnya Jalan Amaliun, Gang Kampung Boyan, Medan Area, Kamis (3/5) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Dari hasil penggerebekan polisi menyita alat isap (bong), sisa sabu-sabu (bong) dan senjata soft gun serta mobil Avanza BK 1501 KF warna hitam.
Direktur Ditresnarkoba Poldasu, Kombes Pol Andjar Dewanto menyebutkan, penggerebekan tersebut berdasarkan informasi masyarakat.
“Dari informasi masyarakat, tersangka merupakan bandar narkoban dan bukan pengedar. Namun sayangnya petugas kita belum bisa menyita dan menemukan barang bukti di kediaman tersangka. Yang berhasil kita sita hanya bong dan ada sisa sabu-sabu,” jelas Andjar.

Disebutkannya, istri tersangka juga masih dimintai keterangan. “Suaminya mengaku masih sebatas menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Istrinya belum ditetapkan sebagai tersangka, penetapan sebagai tersangka menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) untuk pengecekan tes urine,” ungkapnya.

Dikatakannya, Bahrain Fanny merupakan istri kedua tersangka yang dinikahi pada tahun 2010. Dari istri pertama bernama Susi Yanti memiliki anak dua.
“Bahrain Fanny kenal dengan tersangka di salah satu diskotek di Medan. Tersangka pertama bertugas Lapas Klas II Banda Aceh,” jelasnya.

Dijelaskannya, petugas masih terus mengembangkan untuk mengungkap kasus peredaran narkoba yang dilakukan oleh tersangka. “Agus Atmaja kita curigai merupakan pemasok narkoba ke Lapas Tanjung Gusta Medan dan ada kaitannya dengan jaringan bandar narkoba yang di DPO berinisial IC,” paparnya.

Sementara tersangka yang ditanyai wartawan tidak banyak berkomentar. Setiap pertanyaan wartawan selalu mendapat jawaban tidak ada.
“Tidak ada itu,” ucapnya singkat.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM Sumut, Baldwin Simatupang mengatakan, akan memecat anggotanya yang terlibat dalam kasus narkoba.

Dia juga mengatakan bahwa proses hukum pada anak buahnya diserahkan pada hukum yang berlaku.
“Saya tidak akan melindungi anggota saya yang terlibat narkoba. Biar hukum yang memprosesnya. Sangsi bagi pegawai yang terlibat narkoba akan kita ajukan untuk proses pemecatan,” ujar Baldwin Simatupang.

Baldwin Simatupang juga menyatakan, bahwa ia sudah sudah melakukan berbagai upaya penekanan agar pegawai lapas, rutan, untuk tidak tersangkut masalah narkoba. (gus/rud)

Senjata Api Itu Milik Korban…

Pengakuan Tersangka Penembak

MEDAN-Senjata api (senpi) jenis revolver yang digunakan tersangka Dedi Arianto Nasution (30) membunuh temannya Irwansyah Putra (30), berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

“Senjata api yang saya gunakan itu milik Irwansyah Putra. Kami mendapatkan senjata api itu dari Aceh. Saya saat itu (Senin 30 April 2012) mengantarkan uang Rp1.500.000 ke rumah korban yang berada di Kompleks Panggon, Pasar V Marelan. Saat itu dia berada dalam kamar sedang membersihkan senjata apinya,” tutur tersangka Dedi Arianto Nasution. Kemudian, kata Dedi, dia bertanya kepada korban, dari mana senjata itu didapat. Lalu korban menjawab senjata ini dari Aceh.

“Saya kembali bertanya kepada korban, kapan kepastian uang itu dikembalikan. Karena uang itu milik ibu angkat saya. Sambil menunggu uang itu dikembalikan korban saya pun menginap di rumahnya selama tiga hari. Tapi tidak juga dikembalikan oleh korban. Akhirnya saya mengajak korban ke rumah Ronal (teman korban) di Desa Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis,” terang tersangka.

Dedi Arianto Nasution menjelaskan, setelah sampai di rumah Ronal, korban pun menumpang mandi. Saat korban sedang mandi tersangka mengambil senjata api itu dari jaket korban 3 Mei 2012 sekira pukul 10.00 WIB.

Kemudian korban mencari senpinya dan dirinya langsung menuduh bahwa Dedi yang mencuri senpinya. Kemudian dengan emosi Dedi langsung mencari keberadaan pelaku bersama Ronal. Mengetahui pelaku berada di Gang Seram, korban langsung menghampiri pelaku, Melihat korban dan pelaku berjumpa, Ronal pun memilih menjauhi keduanya dengan meninggalkan lokasi kejadian.

Kemudian korban mendatangi pelaku di Jalan Letda Sujono, Gang Seram. Adu mulut pun terjadi.

“Dia (Irwansyah, Red) sempat berjanji akan membayar setelah beraksi merampok, namun aku tidak percaya, aku suruh pergi, kalau tidak aku tembak. Karena dia terus mengikutiku dia ku tembak,” kata pelaku, sambil digiring petugas masuk ke dalam sel.

Setelah melihat korban terkapar tidak berdaya pelaku langsung melarikan diri ke rumah ibu angkatnya.

“Setelah terkapar di tanah aku melarikan diri ke Jalan Kelambir V Lorong Tower, Medan Sunggal tempat tinggal ibu angkatku bernama Eti Hartati,” jelas tersangka.

Korban dan pelaku baru saja berkenalan seminggu. Sedangkan Ronal dengan tersangka sudah kenal sekitar enam bulan yang lalu.

Kasat Reskrim Kompol M Yoris Marzuki mengatakan, senjati api jenis revolver yang digunakan tersangka didapat dari Aceh milik Herman yang sudah tewas dalam penembakan.

“Tapi kami akan terus melakukan penyelidikan dan masih mengejar seorang berinisial R yang juga menyaksikan aksi penembakan itu. Untuk saksi, kita sudah memeriksa enam orang terdiri dari warga sekitar dan pihak keluarga korban,” tukas M Yoris Marzuki.

Yoris menyebutkan, pelaku sudah lima kali melakukan kejahatan Tapi, dari catatan polisi sudah empat kali ditangkap dalam kasus yang berbeda yakni, tahun 2002-2007 kasus pembunuhan, 2007-2008 kasus narkoba jenis sabu-sabu, 2008-2010 serta 2011 kasus pencurian kendaraan bermotor.
Menurut Yoris, tersangka dan rekan-rekannya satu kelompok mengaku polisi saat melumpuhkan korbannya. Sedangkan senjata api milik korban.
“Pelaku sudah merencanakan pembunuhan itu, terlihat pelaku mencuri senpi korban saat korban mandi di rumah rekannya,” ucap Yoris.
Yoris menjelaskan korban terkena tembak di bagian perut sebelah kiri mengakibatkan korban tewas. (gus)

Gaji Honorer Diskominfo Dipotong

MEDAN-Puluhan tenaga honorer di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Medan mengeluh. Pasalnya, gaji dua bulan terakhir dipotong tanpa diketahui penyebabnya.

Pemotongan bervariasi mulai Rp200 ribu-Rp300 ribu.

“Sudah dua bulan belakangan ini gaji kami setiap bulan dipotong. Kami tidak tahu apa penyebabnya, kenapa gaji yang kami terima setiap akhir bulan tidak sesuai dengan gaji pokok kami,” kata tenaga honorer Diskominfo Medan yang minta namanya tidak ditulis, Jumat (4/5)n
Dikatakannya, setiap bulan tenaga honorer di Diskominfo Medan menerima gaji sebesar Rp1.325.000. Namun, sejak bulan Maret 2012 gaji yang diterima tidak sesuai dengan yang seharusnya.

“Kalau gaji dinaikkan tidak masalah, ini malah dipotong pula. Padahal, kami bekerja sesuai dengan prosedur yang ada, tetapi kenapa pula gaji kami dipotong. Ini ada apa?” ucap pria yang sudah dua tahun bekerja di Diskominfo Medan itu.

Menurutnya, pimpinan SKPD harus bisa memberikan penjelasan apa alasan memotong gaji. “Kalau memang kami bekerja ada yang salah, tolong diberitahu. Jangan dilakukan pemotongan gaji tanpa adanya alasan yang tepat. Kalau seperti ini apa tidak menyesengsarakan kami,” ucapnya.
Kenapa tak protes? “Ah, bisa gawat nanti. Takutnya kami malah di keluarkan pula, padahal kami masih mau bekerja untuk bisa menafkahi keluarga,” bebernya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Medan, Zulkifli Sitepu yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahuinya. Dirinya berjanji akan segera melakukan penyelidikan.

“Ah, tidak benar itu. Kalau begitu saya akan menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan,” pungkasnya singkat.(adl)