Home Blog Page 13579

Pemilih Pemula Dapat Sosialisasi Pemilu

PAKPAK BHARAT- Seluruh calon pemilih pemula yang berdomisili di Kabupaten Pakpak Bharat diharapkan untuk menumbuhkembangkan kesadaran berpolitiknya sejak dini dalam pemilihan umum mendatang. Hal itu ditegaskan salah seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pakpak Bharat Sonti Banurea, pada sosialisasi pemilu di Hotel Waris, Salak, Rabu (25/4).

Menurutnya, jumlah pemilih pemula diprediksi mencapai 20 persen dari total pemilih. Estimasi angka tersebut dinilai cukup besar dan berpengaruh signifikan untuk lahirnya dukungan dari kelompok dimaksud. Akan sangat disayangkan, jika hak pilih mereka tidak terakomodasi, sebagai akibat dari adanya kesalahan dan ketidaktahuan mereka dalam memberikan hak suaranya. Dicontohkan, hak pilih tidak bisa disalurkan seumpama mereka tidak terdaftar.   (mag-14)

Awasi Tontotan Anak

Maudy Koesnaedi

Maudy Koesnaedi adalah salah seorang diantara sekian banyak orang yang menikah lintas budaya. Maudy menikah dengan Erik Meijer yang asli Belanda. Anak mereka pun memiliki pengetahuan dua budaya. Komunikasi diajarkan dengan menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

“Bahasa yang diterapkan sekarang mulai bilingual. Selama Eddy bisa mengungkapkan kata-kata, saya pakai dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Sekarang kan dia berumur lima tahun,” kata Maudy saat ditemui di Djakarta Theatre Senin (23/4).

Sebagai seorang ibu, Maudy sangat concern terhadap cara mendidik anak. Dia harus menjadi ibu yang cerdas dan bijaksana di tengah minimnya tontonan dan konsumsi lagu untuk anak sekarang. “Eddy kalau di rumah nonton channel anak-anak,” ucap bintang film Garuda di Dadaku tersebut. Hal itu sengaja dilakukan supaya apa yang ditonton anaknya adalah tontonan yang sesuai dengan usianya.

Tidak heran, anak semata wayangnya itu lebih mengenal lagu-lagu anak, bukan lagu-lagu orang dewasa. Sebab, Maudy telaten mengenalkan lagu-lagu anak kepada Eddy. “Dia tahunya lagu Cublak-Cublak Suweng. Kalau lagu dewasa, dia enggak tahu.

Saya ajarin lagu-lagu anak seperti lagunya A.T. Mahmud,” ucapnya. Maka, ketika Sony Music meluncurkan album lagu anak-anak, dia menyambut gembira. Dia juga tengah mencari sekolah untuk anak yang memberikan pendidikan tentang lagu-lagu anak.

Maudy terlihat semakin menikmati peran sebagai ibu. Hingga sekarang, dia belum berencana menambah momongan. “Belum tahu mau nambah anak atau enggak. Belum ada rencana ke situ,” katanya. (jan/c6/tia/jpnn)

Anggaran tak Cair, Kinerja SKPD Lemot

LANGKAT- Sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di jajaran Pemkab Langkat mengeluhkan sikap badan keungan dan asset daerah (BKAD) setempat yang sampai kini belum juga menyalurkan anggaran 2012.

“Kami  heran, mengapa BKAD sampai saat ini di triwulan pertama dan kedua belum juga menyalurkan anggaran rutin maupun anggaran lainnya untuk tahun ini (2012) ke masing-masing SKPD. Makanya jangan heran kalau aktivitas di SKPD saat ini menjadi lemot (lambat),” kata  PNS di jajaran Pemkab Langkat, Rabu (25/4).

Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal ketika dikonfirmasi membenarkan sampai triwulan kedua ini anggaran APBD tahun 2012 belum dapat dimanfaatkan SKPD. “Ya, tapi lebih jelasnya langsung ke BKAD saja,” sarannya. (mag-4)

Perawat Puskesmas Tolak Pasien Lakalantas

PERBAUNGAN- Amnur Syahlita alias Nisa (18) warga Desa Melati, Kecamatan Perbaungan, Sergai, ditolak saat akan berobat di Puskesmas Perbaungan akibat jatuh dari sepeda motor yang dikemudikannya, Rabu (25/4) sekira pukul 11.00 WIB.

Penolakan itu terjadi pada saat Nisa mengalami luka bagian bibir akibat jatuh dari sepedamotor. Dengan wajah pucat dan dipenuhi darah, Nisa dilarikan ke Puskesmas Perbaungan.

Anehnya, setibanya di Puskesmas Plus Perbaungan, para perawat menolak Nisa berobat di Puskesmas dengan alasan Nisa luka parah dan Puskesmas tidak sanggup mengobati.
Selain itu, beberapa perawat menolak dengan alasan tidak ada yang mengangkat Nisa, sementara kereta sorong pasien tidak bisa digunakan.

Pengakuan Sari (15) rekan Nisa siang itu, mereka naik sepedamotor berbonceng tiga dengan Lisa dan Astri. Saat melintas di jalan umum pasar Bengkel, tiba-tiba sepedamotor mereka menabrak pohon, akibat tabrakan itu bibir Nisa belah dan giginya rontok.
Melihat kejadian itu, warga langsung mengevakuasi ketiganya ke Puskesmas Perbaungan. Dengan naik becak ketiganya meluncur ke Puskesmas Plus tersebut.

Terpisah, Kadis Kesehatan Sergai dgr Zaniar MAP menyesalkan penolakan yang dilakukan Puskesmas terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan baik itu akibat sakit maupun kecelakaan.

“Saya sangat kecewa terdapat penolakan itu, karena seorang dokter atau perawat harus tanggap, apapun penyakitnya beri pertolongan pertama kalau tidak mampu baru dirujuk,” ujar Zaniar.

Zaniar berjanji akan memanggil dokter dan perawat yang menolak pasien untuk berobat. ”Saya akan tindak lanjuti laporan itu,” janji Zaniar.(lik/smg)

Dokter Cabul Diduga Gila

BATUBARA- Oknum dokter Puskesmas yang yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan oleh pihak kepolisian diduga mengalami gangguan jiwa.
Hal itu disebutkan Anto, tetangga pelaku (tersangka) yang juga sangat dekat dengan tersangka, saat ditemui METRO (grup Sumut Pos), Rabu (25/4) di Desa Perlanaan.

Dikatakan dia, tingkah laku dokter tersebut akhir-akhir ini tergolong sangat tidak sesuai seperti dengan biasanya. “Sepertinya pikirannya terganggu dan kacau. Memang dulu dokter ini pernah punya kekasih warga Padang yang cantik rupawan, namun dokter ini tidak mau menikahinya,” ucapnya.

Dia menambahkan, keluarga dekter ini tergolong orang berada dan memiliki abang seorang perwira tentara di Jakarta. (ck1/smg).

 Hindari Sol yang Tipis

Jangan sampai Anda melupakan perawatan yang satu ini jika tak ingin tampilan Anda menjadi tidak indah. Lakukan perawatan sederhana ini agar penampilan Anda tetap terjaga.

– Gantilah sepatu yang Anda pakai setiap hari. Artinya, jangan gunakan sepatu yang sama setiap hari. Sepatu perlu dikeringkan dari keringat dan bakteri. Gantilah kaus kaki Anda setiap hari. Jika Anda memiliki masalah bau kaki, rendam kaki Anda di dalam air hangat yang telah dicampur cuka.

– Jangan memakai sepatu yang kekecilan. Karena hal itu dapat menyakitkan sekaligus mencegah pertumbuhan kaki. Jika Anda pengguna hak tinggi, pilihlah hak yang lebar, stabil, dan tidak lebih dari dua inci.

– Sandal jepit dan flat shoes dengan sol yang tipis tidak dapat menyangga kaki dengan baik. Sebaiknya, jangan terlalu sering memakai sepatu dengan sol tipis demi mendapatkan kaki yang sehat dan kuat.

– Berhati-hatilah jika Anda gemar melakukan pedikur di salon. Perhatikan kebersihan alat-alat yang digunakan. Jika Anda memiliki penyakit diabetes, konsultasikanlah dengan dokter. (net)

Guru Agama di Tebingtinggi Rangkap Calo PNS

Oknum guru agama di salah satu SMA Negeri di Kota Tebingtinggi berinisial RH (40) warga Perumahan Kompleks Griya Asri Begelen, Jalan Abdul Hamid, Kota Tebingtinggi, nekad menjadi calo PNS.

Kali ini korbanya, Rahmawati (33) guru honorer di Sekolah MTs Guppi Kota Tebingtinggi, warga Jalan Cemara Ujung, Kelurahan Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi. Diceritakan Rahmawati, dia menderita kerugian setelah menyetor uang senilai Rp5 juta sebagai uang pertama pengurusan berkas dan apabila nantinya lulus menjadi PNS dari pengangkatan honorer, korban harus menyetor uang sebanyak Rp50 juta lagi.

Ditemui di rumahnya, Ramahwati didampingi suaminya Kodirun mengaku, RH mengaku bisa mengangkat dirinya menjadi PNS di Pemkab Serdang Bedagai melalui bantuan saudaranya yang bertugas di BKD Sergai. Karena terpengaruh bujuk rayu RH, korban pun menurut dan menyetor uang senilai Rp5 juta untuk keperluan dimaksud.

“Sebenarnya saya jadi guru honorer mulai tahun 2006 lalu, karena mereka (pelaku dan keluarga) bisa menguruskan berkas itu di Pemkab Sergai kami hanya menurut saja,” kata Rahmawati.

Penyetoran uang Rp5 juta di atas kwitansi bermaterai dilaksanakan tanggal 6 Juni 2011 lalu, saat penjaringan untuk data base pegawai honorer yang bertugas di bawah tahun 2005, tetapi karena Surat Keputusan (SK) pengangkatan guru honorer itu di Kota Tebingtinggi, pihak BKD Pemkab Sergai langsung menolaknya.

“Sejak itu RH kembali membujuk untuk menjumpai Kepala BKD Kota Tebingtinggi, tetapi hingga sekarang saya tidak juga menjadi PNS, saat ditagih agar uang dikembalikan RH tetap menghindar dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Sementara itu, RH ketika ditemui di seklah tempatnya bekerja di Jalan KL Yosudarso Kota Tebingtinggi mengaku, akan membayar hutangnya setelah mobil angkot (angkutan kota) atau rumahnya laku terjual. “Setelah rumah laku dikontrakan dan mobil laku dijual semua hutang akan saya bayar,” ujar RH yang menjadi guru agama selama 11 tahun disekolah tersebut.

Diakui RH, dia memang ada meluluskan satu orang menjadi PNS di Pemkab Sergai, tetapi untuk kali ini dua orang korban yang ditipunya tak kunjung menjadi PNS. Uang senilai Rp5 juta menurut RH dipergunakan sebagai biaya pengeluaran untuk mengurus berkas serta membeli pulsa, untuk uang penyetoran ke pihak BKD baru akan dilakukan setelah korban dinyatakan lulus menjadi PNS. “Tidak ada uang diberikan kepada pihak BKD Sergai, tetapi uang habis untuk membeli pulsa dan keperluan pengurusan berkas,” elak RH yang pandai berkelit.

Karena pihak korban akan mengadukan permasalahan tersebut kepada pihak kepolisian atas kasus penipuan, RH berjanji akan membayar hutangnya pada tanggal 5 Mei 2012 mendatang.(mag-3)

Cetak Tujuh Gol, Syahidan Dilirik Timnas Senior

MEDAN-Tim nasional futsal U-21 gagal meraih tiket final di Piala AFF. Langkah tim besutan Israqul Issa ini dihentikan Vietnam setelah kalah 3-5 di laga semi final Rabu (25/4) kemarin di Stadion Thonburi Bangkok.

Bagi Syahidan Lubis, satu-satunya duta Sumut di timnas U-21, kegagalan ini cukup menyakitkan. Syahidan saat dihubungi dari Medan kemarin mengaku kecewa karena tidak bisa membawa timnas U-21 merebut gelar juara. Padahal di kesempatan pertamanya berkostum merah putih, ia ingin memberi kesan manis.
“Kecewa dan sedih pastinya. Belum bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Ini jadi pelajaran buat kami,” katanya.

Padahal Syahidan menunjukkan performa cukup apik selama turnamen. Tujuh gol diceploskannya dan membantu timnas meraih tiket semifinal dengan menghuni runner up grup B. Empat gol diceploskannya ke gawang Timor Leste, dua gol ke gawang Brunei Darussalam. Bahkan di semi final menghadapi Vietnam, ia mencetak satu gol. Namun tak dapat berbuat banyak untuk membantu timnas lolos ke final.

Namun dibalik kekecewaaannya ia mendapat berkah lain. Performa apiknya selama membela timnas U-21 dilirik timnas senior yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia. “Ya dipanggil seleksi di timnas senior. Setelah ini langsung ikut pemusatan latihan menghadapi Piala Asia di bulan Mei,” jelasnya.

Pemain kelahiran tahun 1992 ini optimis akan mampu menembus level persaingan menuju timnas senior. “Kalau peluang lolosnya belum tahu. Tapi saya tetap optimis bisa menembus timnas,” katanya.

Disinggung apakah akan bergabung dengan rekan-rekannya di tim PON Sumut menghadapi Piala Emas pada pertengahan Mei mendatang, Syahidan belum bisa memastikan. “Belum tahu karena mungkin masih TC dengan timnas,” tambahnya.

Kabar gembira ini pun disambut baik tim PON Sumut. Pelatih tim PON Sumut, Alpinus mengaku bangga dengan pemanggilan Syahidan untuk seleksi timnas senior. “Tentu ini kebanggaan bagi kami. Salah satu pemain tim PON Sumut berkostum timnas U-21 bahkan berpeluang menembus timnas senior. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi pemain lainnya,” pungkasnya saat ditemui pasca latihan tim PON Sumut di Lapangan futsal Disporasu kemarin. (mag-18)

Puji Program Agar Rakyat Tidak Lapar

Dua Hari Kunjungan Kerja Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian di Sumut

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Prof Dr Ir Achmad Suryana MS mengadakan kunjungan kerja di Sumatera Utara selama dua hari pada tanggal 24-25 April 2012. Pejabat eselon I Kementerian Pertanian menggelar beberapa kegiatan di Medan dan Deliserdang.

KUNJUNGAN melihat diversifikasi makanan non beras dan tepung terigu serta pemanfaatan pekarangan rumah dengan budidaya tanaman dan ternak ini diawali dengan mengunjungi dua toko roti yakni Juman Bakery di kampus Universitas Pembangunan Pancabudi (Unpab) dan Wali Bakery di Desa Laudendang Kecamatan Percut Sei Tuan.

Di dua toko roti ini, Achmad melihat roti yang menggunakan tepung mocaf atau tepung ubi yang memiliki cita rasa yang enak dengan harga lebih murah. Pejabat eselon I Kementerian Pertanian dari Jakarta didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Ir Setyo Purwadi MM disambut Enny, pengelola Juman Bakery dan Susyanto, pengelola Wali Bakery.

Achmad juga bertemu dengan kelompok warga P2KP Annisa Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan dipimpin Edinar Tanjung dan kelompok warga di Rumah Pangan Lestari Sedar Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan dipimpin Marjono. Di sini Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian memberi bantuan peralatan pertanian sekaligus meninjau pemanfaatan lahan perkarangan rumah untuk ditanami sayur dan mengelola ternak ikan lele dan bawal.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Prof Dr Ir Achmad Suryana MS juga menghadiri acara sosialisasi kebijakan Badan Ketahanan Pangan di Hotel Garuda Plaza Jalan SM Raja Medan. Pertemuan ini diikuti Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kepala Bappeda dan instansi terkait lain Pemkab/Pemko se-Sumut.

Dari lima pertemuan ini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Prof Dr Ir Achmad Suryana MS memberi apresiasi terhadap program diversifikasi pangan di Sumut termasuk upaya Pemprovsu melalui Badan Ketahanan Pangan Sumut dalam mewujudkan visi pemerintahan ‘Syampurno’ dipimpin Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho agar rakyat tidak lapar.

Dari dua hari kunjungan di Sumut, Achmad memberi penilaian sangat menggembirakan atas program diversifikasi dan ketahanan pangan di daerah ini. ‘’Ibu-ibu merasakan manfaatnya dalam mewujudkan ketersediaan pangan, positif dalam pembinaan keluarga dan memberi tambahan pendapatan,’’ imbuhnya.

Diakui Achmad, kedepan permasalahan pangan akan semakin besar antara lain karena adanya perubahan iklim, harga komoditi internasional, konversi lahan pertanian dan semakin banyaknya penduduk. ‘’Itu akan menjadi persoalan apabila kita bertumpu pada satu komoditas. Untuk itu pemerintah melaksanakan program diversifikasi pangan guna menganekaragamkan pangan yang diharapkan konsumsi beras per kapita secara nasional menurun 1,5 persen pertahun,’’ katanya.

Ia memberi dukungan terhadap program ‘manggadong’ dimana saat makan pagi tidak harus mengkonsumsi nasi tapi dapat juga mengkonsumsi umbi-umbian atau yang lain. Demikian pula dengan program pemanfaatan lahan perkarangan rumah untuk keperluan sayuran dan ikan dapat diperoleh dari pekarangan.

‘’Kalau ini dapat dikembangkan di Sumut akan memberi dukungan pada ketahanan pangan nasional. Program ini juga membikin hidup sehat dan dapat berolahraga sembari mengurus tanaman dan ikan,’’ katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Ir Setyo Purwadi MM melaporkan kondisi spesifik pangan di Sumut yang surplus beras 1,2 juta ton. Begitu juga dengan ketersediaan pangan pokok lain seperti jagung, ubi kayu, kedelai, daging dan minyak goreng mengalami peningkatan produksi. ‘’Upaya kampanye percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dengan memasyarakatkan icon ‘manggadong’ dimana konsumsi beras dari 139,5 kg/kapita tahun 2009 turun menjadi 134,24 kg/kapita tahun 2011,’’ urainya.

Setyo juga menjelaskan program pengembangan desa mandiri pangan, penanganan daerah rawan pangan, program aksi gema pangan, penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat, pemberdayaan lumbung pangan masyarakat, percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, penanganan keamanan pangan segar dan penguatan peran dewan ketahanan pangan sehingga dapat mewujudkan visi/misi Syampurno yang dilaksanakan Pemprovsu agar rakyat tidak lapar,’’ ujarnya. (*)

PT SW Diduga Serobot Hutan Lindung

LUBUK PAKAM- Keberadaan tapal batas lahan HGU PT Sungai Wang (PT SW) seluas 500 hektar  yang berada di dua Desa Pematang Lalang, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Desa Sei Tuan Kecamatan Pantai Labu tidak jelas. Diduga PT SW menyerobot areal Hutan Lindung atau jalur hijau.

Hal itu terungkap saat dilakukannya dengar pendapat antara Komisi A DPRD Deli Serdang, Rabu (25/4). Bahkan terjadi Ketidaksinkronan data antara Kabag Hukum Pemkab Deli Serdang dengan Dinas Kehutanan serta BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Akibat ketidaksinkronan data antara lembaga itu, maka disepakati akan dilakukan pengukuran ulang HGU PT SW. “Pekan depan kita (DPRD) bersama instansi terkait akan mendatangi lokasi serta melakukan pengukuran lahan yang dipermasalahkan warga itu,”  bilang pimpinan rapat Rakhmad Syah SH yang juga Sekretaris Komisi A itu.

Kabag Hukum Deliserdang Redwin SH mengatakan kawasan yang diberikan HGU itu sebagian besar merupakan kawasan hutan berdasarkan TGHK (Tata Guna Hukum Kesepakatan) yang dikeluarkan tahun 1982 dan dilanjutkan dengan SK 44 Tahun 2005. (btr)