Home Blog Page 13581

Bolton Menang di Villa Park

BIRMINGHAM – Bolton Wanderers menuai asa lolos dari degradasi usai memastikan tiga angka di Villa Park markas Aston Villa, dengan 1-2.

Bolton lebih mendominasi permainan dengan penguasaan bola 56 persen dan melancarkan enam tembakan ke arah target berbanding empat milik tim tuan rumah seperti yang dilansir dari Soccernet.
Villa sukses memecah kebuntuan dengan menciptakan gol di menit 61 lewat Stephen Warnock.

Keunggulan The Villans hanya bertahan selama semenit saja. Pelanggaran Carlos Cuellar di kotak penalti membuat wasit Chris Foy menunjuk titik putih.
Martin Petrov tampil sebagai algojo dan sepakan kaki kirinya sukses membobol gawang Shay Given untuk membawa Bolton menyamakan skor 1-1 di menit 62.

Bolton bahkan membalikkan keadaan. Umpan terukur Chris Eagles disambut dengan tembakan David N’Gog. Bolton pun unggul 2-1 di menit 63. (net)

Pique Masuk Rumah Sakit

SIAL betul nasib Barcelona dini hari tadi. Meski mendominasi pertandingan, klub asal Catalan tersebut justru harus menelan hasil imbang 2-2 dari Chelsea dan tersingkir dari Liga Champions.

Ini memperburuk rekor dua kali kalah dan sekali imbang dalam tiga laga terakhir. Namun selain kabar duka kekalahan itu, Barca juga  harus kehilangan Gerard Pique.
Palang pintu Barca tersebut harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah berbenturan dengan Victor Valdez dan bomber Chelsea asal Pantai Gading, Drogba di menit ke  16.

Saat itu, Pique yang berupaya menghalangi laju Drogba harus berbenturan dengan Valdez yang datang dari arah gawang. Valdez yang melompat menghantam kepala Pique dengan tubuhnya. Pique kemudian jatuh bersama Drogba dan mendapatkan perawatan tim medis. Posisi Pique kemudian digantikan Dani Alves di menit ke 26.

“Gerard Pique menjalani pemeriksaan di rumah sakit setelah tabrakan dengan Valdez dan Drogba. Pemain akan tetap dalam (masa) observasi di rumah sakit meskipun semua jenis cedera telah dieketahui,” ujar pihak Barca, dalam situs resminya usai laga. (zul/jpnn)

Pemilih Pemula Harus Cerdas

LUBUK PAKAM- Komisi Pemilihan Umum Deliserdang (KPU DS) menggelar sosialisasi peningkatan partisipasi pemilih yang melibatkan seluruh guru-guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) se-Deliserdang di Gedung Cadika Lubuk Pakam,  25 hingga 26 April. Kegiatan ini sebagai upaya konkret KPU DS untuk menciptakan pemilih pemula yang cerdas dan memahami proses-proses demokrasi.

Acara yang mengambil tema melalui peran aktif guru PKn kita tingkatkan partisipasi politik pemilih pemula di Deliserdang itu secara resmi dibuka oleh Bupati Deliserdang yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga  Hj  Sa’adah Lubis SPd MAP, Rabu (25/4).

Turut hadir dalam acara itu, Kabag Tata Pemerintahan Deliserdang Drs Ahmad Sujono, Ketua KPU Deliserdang Moh Yusri MSi, serta seluruh komisioner, Zakaria Siregar S Sos, DR Fajar Pasaribu , Ir Agusnedi dan Bajoka Nainggolan MSi.

Bupati Deliserdang dalam sambutannya berharap agar seluruh peserta sosialisasi yang terdiri dari guru-guru PKn Deliserdang dapat mengikuti dan mencermati seluruh materi yang disampaikan oleh narasumber. (btr)

Tokoh OKP Diserbu Orang Sekampung

Warga Jalan Garu II Marah Karena Ditantang Pakai Kelewang

MEDAN- Sebuah rumah bertingkat dua di Jalan Garu 2A, Kelurahan Harjosari 1, Medan Amplas, diserbu warg, Selasa (14/4) malam.

Warga kesal terhadap pemilik rumah, Maniur Sihotang (35), setelah memukul seorang warga, Ahmad Rifai alias Butong (15). Warga juga tak suka dengan sikap arogan Maniur yang terang-terangan menantang warga sekitar sambil menyeret kelewang. Maniur berani menantang warga dengan mengandalkan sejumlah rekannya anggota sebuah organisasi kepemudaan (OKP).

Pantauan Sumut Pos, seratusan warga yang menyerbu dan mengerumuni rumah tersebut terus berteriak-teriak untuk membakar rumah tersebut. Di antara mereka, ada yang membawa alat seperti kayu. Kaca rumah tersebut juga tampak pecah akibat lemparan batu.

“Dia menantang sambil menyeret-nyeret kelewang. Ini yang memancing amarah warga sekampung. Dia sudah sangat meresahkan dan sering berbuat onar,” ungkap warga setempat, Rizwan Hasbi Nasution kepada Sumut Pos.

Pria yang mengaku sebagai sebuah LSM Cabang Medan Amplas menuturkan, perselisihan antara pemilik rumah dengan warga setempat, sudah beberapa kali berulang.
“Sekitar pukul 19.00 WIB tadi sudah lempar-lemparan antara warga dan pemilik rumah. Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Sebaiknya dia (Maniur, Red) diusir saja dari sini,” terangnya lagi.

Mengapa Maniur memukul Butong? Menurut Fauzi, warga Pasar Merah yang tengah berkunjung ke rumah mertuanya, tidak jauh dari rumah yang dikepung warga tersebut, Maniur Sihotang diduga kesal kepada Butong. “Tadi ceritanya, si Butong lagi main gitar di depan rumahnya. Mungkin merasa terganggu, Maniur mendatangi kemudian langsung memukulnya (Butong). Terus menantang warga sini, dengan menyeret-nyeret kelewang. Sempat lempar-lemparan,” bebernya.

Maniur menempati rumah berlantai dua yang juga difungsikan sebagai tempat kos-kosan, sejak dua tahun lalu. “Dia pindahan dari Mandala By Pas, lebih kurang dua tahun belakangan ini,” ujar Rizwan Hasbi Nasution.

Penghuni tempat kos-kosan diisi beragam kalangan. Selain dihuni mahasiswa, tempat kos-kosan itu ditempati pasangan yang tidak jelas identitasnya. “Di rumah itu banyak PSK (Pekerja Seks Komersil). Warga pun sering melihat orang mabuk-mabukan di sana,” tuturnya lagi.

Abang kandung Butong, Suhaimi alias Mimi mensinyalir, banyak praktek terlarang yang terjadi di rumah kos-kosan itu. “Di dalamnya pasti ada narkoba. Nggak tahulah bandar atau tidak,. Ada PSK juga,” tuturnya kepada Sumut Pos.

Kondisi yang sempat ramai itu akhirnya bisa dikendalikan pihak keamanan. Puluhan personel polisi berseragam lengkap dari Polresta Medan mengamankan para penghuni rumah dari amuk massa.

Ahmad Rifai (17), warga Jalan Garu 2 yang mengaku menjadi korban pemukulan oleh Maniur menuturkan, Selasa (24/4) malam sekira pukul 23.30 WIB,  ia bersama seorang rekannya melintas di depan rumah Maniur dengan tujuan hendak membeli rokok. Saat bersamaan, rumah Maniur dilempar oleh orang tak dikenal.  Melihat Rifai melintas, Maniur yang saat itu sedang berkumpul bersama sejumlah rekannya pun memanggil Rifai yang tak tahu apa-apa.

Rifai langsung cerca dengan kata-kata kasar hingga mendapat kan pukulan.
“Kalian jangan sok jago, kau panggil kawanmu, mayatmu pun bisa ku beli,” tutur Rifai menirukan perkataan Maniur padanya.

Rifai pun tetap tidak mengakui bahwa pelemparan itu dilakukannya. Mendapat perlakuan arogan begitu, Rifai pun mengadukan peristiwa yang dialaminya pada warga lainnya. Rifai menjelaskan, beberapa saat kemudian beberapa warga pun mendatangi kediaman Maniur.
Namun tak lama kemudian, warga dengan jumlah lebih besar mendatangi rumah Maniur.

Rumah kos-kosan Maniur di lokasi tersebut menjadi sasaran kemarahan warga hingga rumah tersebut rusak.Debi, istri Maniur membantah suaminya kerap bertindak arogan terhadap warga. “Nggak ada kami kereak,” kata Debi.

Ia pun membantah suaminya telah melakukan pemukulan seperti yangdisebutkan. “Kenapa jadi suami saya yang diperiksa,” tutur Debi.
Dirinya mengaku saat ini tidak berani pulang ke rumahnya karena khawatir dan masih trauma.

Polresta Medan masih melakukan pemeriksaan terhadap sang pemilik rumah Maniur Sihotang (34) dan 11 orang warga yang diduga melakukan pemukulan terhadap seorang warga, yang menjadi penyulut aksi massa.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Yoris Marzuki mengatakan, saat ini polisi telah mengamankan 11 tersangka. (gus)

Badan Melepuh Seperti Terbakar

Diduga jadi Korban Mal Praktek RS Bidadari

BINJAI-  Niat Hariani (28) berobat ke rumah sakit Bidadari di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, guna menyembuhkan penyakit diare yang dideritannya usai melahirkan, malah berbuah bencana.

Sekujur badannya, mulai dari tangan, punggung, badan dan wajah hitam-hitam seperti terbakar (melepuh-red), setelah keluar dari rumah sakit. Diduga, ibu satu anak ini menjadi korban mal praktek oleh dokter yang merawatnnya.

Hingga kini sekujur badannya mengalami panas yang berkepanjangan dan kini istri dari Mardian (34), seorang buruh pabrik yang hanya berpenghasilan 40 ribu perhari ini hanya bisa terbaring di rumah orang tuannya Desa Securai, Pasar 2, Kecamatan Balbalan, Kabupaten Langkat.

Ironisnnya Sari Baniah yang ditemani Yatno, pamannya datang ke rumah sakit untuk mepertanyakan kenapa keadaan cucunnya bisa seperti itu, malah disodori kwitansi untuk membayar biaya perobatan selama tiga hari di rawat di rumah sakit.

Tidak terima dengan apa yang dilakukan pihak rumah sakit tersebut. Mereka mengadukan peristiwa itu ke Polres Binjai, Rabu (25/4) sekitar pukul 14.00 WIB.Sari Baniah, nenek korban yang tidak sampai hati melihat keadaan cucunnya itu saat ditemui POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) di Polres Binjai mengaku, peristiwa itu berawal dari sakit munmen yang diderita  cucunya sesaat setelah melahirkan di rumahnya.

“Sehabis melahirkan di rumah dengan seorang bidan dengan keadaan selamat. Hariani, mengaku sakit perut dan muntah-muntah. Menurut, bidan yang merawatnnya ia harus dilarikan ke rumah sakit dan bidan itu merujuknnya ke rumah sakit Bidadari,” kata Sari Baniah, dengan mata berkaca-kaca.

Tidak ingin penyakit yang dideritannya menjadi-jadi. Wanita paruh baya inipun menuruti perintah bidan dan mebawa cucunya itu ke rumah sakit yang dimaksud. Dengan rasa was-was, merekapun langsung membawa Hariani, ke rumah sakit. “Hariani, melahirkan Kamis (19/4), selanjutnnya kami pun membawanya ke rumah sakit malam itu juga. Kami sangat cemas melihat keadaannya yang mengaku sakit dan muntah-muntah itu,” katanya.

Setibannya di rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB, tim perawat yang merawatnnya langsung memeriksannya dan dinyatakan benar jika ia mengalami penyakit diare. Ia pun dirawat di rumah sakit tersebut dan dokter memberinya obat dan suntikan kepadannya untuk mencegah penyakitnnya supaya tidak menjadi-jadi.

H Firmansyah SE, Wakil Dirut Rumah Sakit Bidadari membantah jika pihak rumah sakit telah melakukan mal praktek terhada Hariani. “Kita lakukan sesuai prosedur. Jadi jangan dibilang kita melakukan mal praktik,” katanya.(mag-4/smg)

Kasek Diduga Jual Kunci Jawaban UN

Terungkap di MTsN Kampung Baru Rantauparapat

RANTAUPRAPAT- Nama baik dunia pendidikan Labuhanbatu tercoreng. Oknum kepala sekolah (Kasek) MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) Kampung Baru H KT diduga menjual kunci jawaban soal UN (Ujian Nasional) kepada MTs Negeri (skala besar) dengan harga tinggi.

Tudingan miring terhadap oknum Kasek tersebut muncul dengan adanya SMS gelap yang ditujukan kepada Kemdikbud di Jakarta dan panitia UN dinas/kemenag Provsu/Labuhanbatu. Disebutkan, bahwa para guru dan kasek di MTs skala kecil (swasta-red) merasa sangat dirugikan dengan perbuatan oknum kasek.

Padahal, mereka telah membayar biaya sub rayon kepada oknum kasek MTsN Kampung Baru itu sebesar Rp60 ribu per siswa untuk 2 ribu siswa. Akan tetapi, mereka tidak mendapatkan kunci jawaban dari sang kasek yang telah membagikan kunci jawaban tersebut kepada MTs-MTs skala besar (negeri-red).

Kronologis pemberian kunci jawaban dilakukan dengan cara menukar kertas jawaban milik siswa setelah mereka selesai menjawab soal di ruang ujian dan meninggalkan ruangan. Kertas jawaban siswa ditukar dengan kertas jawaban baru yang telah diisi sesuai dengan kunci jawaban di ruang khusus multimedia di bawah koordinator dua orang guru masing-masing MS dan IZ.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTsN Kampung Baru H Kamal Tanjung ketika dikomfirmasi wartawan membantah dengan alasan tidak mungkin dirinya menjual kunci jawaban. Karena menurutnya, pada saat siswa ujian, diawasi oleh puluhan pengawas baik dari dinas pendidikan maupun aparat kepolisian. ”Tidak mungkinlah, karena kita diawasi,” bantahnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan, ketika dikomfirmasi POSMETRO MEDAN (grup Sumut Pos) mengungkapkan, pihaknya akan melakukan tindakan kalau memang benar terjadi persoalan itu. ”Akan kita tindak kalau ada datanya,” ucap Kapolres.(zul/smg)

Antisipasi ISPA dan DBD

Cuaca yang tak menentu belakangan ini berpotensi menimbulkan penyakit DBD dan ISPA. Bagaimana mengatasinya? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan dengan Kepala Puskesmas Medan Johor, dr Marlina Pasaribu.

Apa jenis penyakit yang paling menonjol di Medan Johor dan sekitarnya?
Penyakit yang paling mendominasi di  Medan Johor ISPA, infeksi usus, darah tinggi, sistem otot, diabetes militus serta DBD.

Mana saja daerah yang rawan DBD?
Kelurahan Pangkalan Mansyur di antaranya lingkungan VII, VII, IX dan XIII. Untuk Kelurahan Gedung Johor yakni Lingkungan VI, VIII dan X. Untuk Kelurahan Kwala Bekala yakni lingkungan I dan VII. Tak ada daerah yang rawan ISPA karena semua daerah sama menderita ISPA.

Apa langkah untuk mengantisipasi DBD dan ISPA?
Langkah yang kita lakukan untuk ISPA yakni kita melibatkan posyandu, unit kesehatan sekolah (UKS), poli umum, kader puskesmas dan anak-anak PKL di puskesmas. Untuk DBD kita memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga dan kita juga melakukan kebersihan setiap tanggal 17 setiap bulannya. Tak hanya itu, kita juga gencarnya melakukan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan kita juga melibatkan semua pihak.

Berapa jumlah penderita DBD dan ISPA selama 2011 hingga 2012 ?
Untuk penderita DBD selama 2011  54 orang dan untuk 2012 dari Januari hingga Maret 2012 total 6 orang saja. Untuk penderita ISPA selama 2011 itu jumlahnya 20.196 dan untuk penderita ISPA dari Januari hingga Maret 2012 totalnya 4.523 orang.

Apa saran dan imbauan Anda?
Kepada warga masyarakat khususnya Medan Johor harus lebih sering melakukan PSN dan membersihkan lingkungannya agar terhindar dari DBD. Begitu juga kepada warga Medan Johor dalam memberantas ISPA kepada warga tetap menjaga stamina tubuh dan membiasakan hidup sehat.(*)

Lima Rumah Kontrakan Terbakar

MEDAN-Si jago merah melalap 5 unit rumah di Jalan Mandolin, Pasar II Padang Bulan Medan, Rabu (25/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu.
Informasi yang dihimpun kelima rumah yang terbakar  merupakan rumahn
kontrakan milik Ngadiman. Kebetulan saat kejadian seluruh penghuni rumah lagi bekerja dan sekolah.

Penuturan saksi mata, Feni  api berasal dari rumah kontrakan bagian belakang.
“Tiba-tiba api menyala dari rumah kontrakan yang di bagian belakang,” kata Feni.
Kemudian, katanya,  api membesar sehingga warga sekitar langsung mendobrak pintu rumah. Mereka membantu menyelamatkan harta benda secara bergotong-royong dari dalam rumah. Namun, api terus membakar kelima rumah.

Feni menduga kebakaran itu disebabkan korsleting. “Listriknya rusak, bolak-balik korslet, tapi nggak diperbaiki, padahal sejak tiga hari lalu diadukan ke PLN,” ucapnya.
Petugas dari Dinas Pencegah dan Pemadaman Kebakaran (DP2K) Kota Medan baru bisa memadamkan api setelah 90 menit dengan menurunkan enam unit mobil pemadam kebakaran. (gus)

Berharap Tuah San Mames

Bilbao vs Sporting

BILBAO- Athletic Bilbao dalam misi penting melaju ke final Europa League. Syaratnya sulit tapi mungkin: menang atas Sporting Lisbon pada semifinal leg dua Europa League di San Mames, dini hari nanti.

Kenapa sulit, tentu saja karena mereka harus menang minimal satu gol. Di leg pertama lalu, anak asuh Marcelo Bielsa kalah 2-1. Syukur, karena setidaknya mereka bisa bikin gol di kandang lawan. Itu pula yang melatar-belakangi kenapa Bielsa optimis timnya bisa mencapai target masuk final.

Tentu juga karena mereka main di kuil sepak bola Bilbao: San Mames. Di sini, Bilbao sulit kalah. Manchester United saja menyerah di sini. “Kans melangkah ke final tersedia di sini (San Mames). Terimakasih atas dukungan luar biasa fans tanpa pamrih,” kata Bielsa seperti dilansir Marca.

Untuk mencari kemenangan di kandang, pelatih asal Argentina itu didukung kembalinya skuad andalannya. Antara lain Javi Martinez dan Iker Muniain.  Namun gelandang Oscar de Marcos dipastikan absen lantaran suspensi. Gantinya besar kemungkinan dialihkan kepada Gaizka Toquero.

Di sisi lain, pelatih Sporting Ricardo Pinto dipastikan tak menurunkan andalannnya  Elias, Fito Rinaudo dan Alberto Rodriguez. Namun gelandang asal Chili, Matias Fernandez dikabarkan siap turun setelah absen di dua laga klub asal Portugal itu. (ful)

Api Berasal dari Wayar Sound Sistem

Tim Labfor Identifikasi Lokasi Kebakaran Jet Plane

MEDAN-Tim Labfor Mabes Polri Cabang Medan turun tangan melakukan identifikasi di lokasi kebakaran di Karaoke Jet Plane yang berada di basement pelataran parkir Plaza Medan Fair L 17, L18, Rabu (25/4) siang.

Pantauan Sumut Pos  di lokasi kejadian,  lima personel tim Labfor Mabes Polri Cabang Medan bersama personel Polsekta Medan Baru menyelidiki penyebab kebakaran, dengan melakukan identifikasi setiap puing dari sisa kebakaran yang berada di lokasi.

Kasubbid Forendik Kebakaran, Kompol John Hutabarat menyebutkan ruangan yang terbakar di KTV dua yang berada di bagian sebelah kanan. Penyebabnya, katanya, akibat hubungan arus pendek dari sound sistem menuju layar monitor yang ada di KTV dua. Percikan api kemudian membesar.

Sementara itu, Kapolsekta Medan Baru, Kompol Dony Alexander Sik mengaku sudah memintai keterangan empat orang saksi diantaranya pegawai yang bekerja di tempat hiburan tersebut.
Menurutnya, pihaknya masih menunggu hasil dari identifikasi  tim labfor yang kemudian akan ditindak lanjuti apabila ada indikasi tindak pidana.

Lokal Representatif Manajer Plaza Medan Fair, Pangihutan Sihotang menegaskan bahwa tidak ada toko yang tutup saat kebakaran. Bahkan, katanya, semua operasional berjalan lancar karena sistem penerangan listrik di masing-masing toko sudah terorganisir.
Pangihutan juga mengaku pengelola pusat perbelanjaan salah satu Grup Lippo Karawaci ini tidak ada mengalami kerugian.

Korban Sudah Pulang
Sementara Wahyu (21), warga Jalan Pasundan korban kebakaran sudah diizinkan pulang dari RSU Vina Estetika, Rabu (25/4) siang.

“Saya siang ini (kemarin) pulang karena kondisi saya sudah fit. Saya hanya menghirup asap saja dan semua sudah diobati,” kata Wahyu.
Dijelaskannya, dirinya terjebak asap di dalam toko tempatnya bekerja, Moto Spa dan langsung dilarikan ke rumah sakit tersebut.

“Saat melihat asap, kemudian saya masuk ke dalam dan mengeluarkan barang-barang yang sudah saya masukkan tadi. Saat saya mengangkat barang dari dalam keluar, asap semakin membesar dan saya pun terjatuh hingga pingsan,” jelasnya.

Wira, ibu Wahyu menuturkan, anaknya sudah bisa pulang karena kondisinya fit.
Salah seorang perawat yang tak mau namanya ditulis mengaku, pasien kondisinya sudah sembuh. “Berdasarkan keinginan keluarga dan hasil pemeriksaan, kondisi korban sudah fit dan mereka minta pulang,” akunya.(jon/gus)