Home Blog Page 13585

RI Tuntut Pertanggungjawaban Polisi Malaysia

JAKARTA- Pemerintah Indonesia secara tegas telah meminta pertanggungjawaban polisi Malaysia atas terjadinya kasus kematian tenaga kerja Indonesia (TKI) di sana. Pasalnya, kematian TKI tersebut diduga sebagai korban salah tembak yang dilakukan oleh anggota kepolisian Malaysia.

“Pemerintah  Indonesia meminta kecepatan dan ketegasan sikap polisi Malaysia atas peristiwa ini dan pertanggungjawaban kalau memang salah dalam penembakan ini,” tegas Muhaimin di Gedung Kemenakertrans, Jakarta, Selasa (24/4).

Muhaimin juga mengaku telah mendapat informasi dari Kementerian Luar Negeri bahwa polisi Malaysia sudah siap melakukan penelusuran lebih dalam mengenai kasus tersebut.

“Jika memang terbukti salah, Malaysia harus berani bertanggung jawab atas kejadian ini,” tandasnya.

Sementara itu,  Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kemnakertrans Reyna Usman mengatakan, pihak Kemenakertrans telah melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur untuk mempercepat penyelesaian kasus ini.
“Menurut informasi yang kita terima, ketiga korban tersebut  merupakan warga Desa Pancor Kopong Pringgasela Selatan dan Pengadangan Kecamatan Pringgasela kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat,” kata Reyna.

Seperti diketahui,  ketiga TKI yang meninggal dunia adalah Herman, Abdul Kadir Jaelani dan Mad Noon yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, dipulangkan dari Malaysia pada tanggal 5 April 2012 lalu.

Ketiganya ditemukan meninggal dunia pada 23 Maret 2012 di kolam pemancingan di Seremban, negara bagian Negeri Sembilan, Malaysia dan surat keterangan yang menyertai mayat ketiganya menyebutkan penyebab kematian adalah luka tembakan
Kecurigaan timbul karena  adanya jahitan tidak wajar yaitu di kedua mata, dada dan perut bagian bawah dan menduga bahwa kematian ketiga TKI tersebut adalah sebagai korban dari perdagangan organ tubuh manusia. (cha/jpnn)

Mengenang Jejak Pahlawan Emansipasi

Arfan Adha Lubis

Tepatnya 21 April 1979 lalu lahir Srikandi Wanita di bumi Jepara. Seorang pahlawan emansipasi yang gigih membebaskan nasib kaumnya dari belenggu adat, tradisi, diskriminasi, penindasan serta eksploitasi.

Dialah Kartini, sumber inspirasi wanita-wanita Indonesia. Kartini menegaskan bahwa perempuan bukan the second human being (manusia kelas dua). Perempuan juga punya kualitas mumpuni, dengan catatan kaum hawa diberi pendidikan setinggi-tingginya.

Menurut Kartini perempuan memiliki peran strategis sebagai lokomotif pertama memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Beliau membuktikan tugas perempuan tidak sebatas di dapur, sumur dan kasur. Tetapi juga kaum perempuan mempunyai hak mengembangkan potensi diri plus meraih cita-cita tanpa melupakan kodratnya.

Hal ini selaras dengan tuntunan ajaran Islam yang tidak pernah mempertentangkan hak laki-laki dan perempuan. Terlebih Islam diturunkan untuk menegakkan syariat bagi seluruh kehidupan manusia. Sehingga laki-laki dan perempuan, sejatinya dapat meraih kemuliaan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam….” (Al-Isra’: 70).

Pengorbanan Kartini selayaknya diberi apresiasi tinggi di relung kalbu setiap anak bangsa. Walau Kartini tidak dapat melawan belenggu tradisi dimasanya, namun gaung semangat cita-cita beliau menjadi cikal bakal bangkitnya semangat emansipasi seluruh wanita-wanita Indonesia.
Realitas sekarang, jamak srikandi-srikandi pertiwi membanggakan prestasinya. Menduduki jabatan krusial di berbagai lembaga pemerintah. Memberikan sumbangsih plus kontribusi bagi bangsa. Perempuan di zaman ini semakin menunjukkan eksistensi diri bukan hanya di level domestik tetapi juga di ranah publik. Walau disadari pula belum semua wanita Indonesia mendapatkan hak-haknya.

Namun seiring itu, kita dikejutkan dengan fenomena Wanita Indonesia. Teraktual, kita masih ingat fakta empiris menggetarkan hati, aksi brutal sekumpulan preman menyerang Rumah Sakit Pusat TNI AD (RSPAD). Pembantaian berdarah yang merenggut 2 nyawa dan 4 korban terluka di RSPAD. Siapa sangka dibalik aksi sadis tersebut terdapat seorang wanita, yang mendapat julukan “Kill Bill dari kampung Ambon”. Dialah Irene Sophia Tupessy atau Renny Tupessy, yang ditangkap jajaran Polres Jakarta Pusat di tempat persembunyiannya di Indramayu, jawa Barat (Forum Keadilan, No. 45 Edisi 12-18 Maret 2012).

Sebelumnya srikandi wanita seperti Angelina Sondakh terjerat kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlit di Sea Games Palembang, dan Miranda S. Gultom serta Nunun Nurbaeti yang tersangkut cek pelawat, ketika pemilihan Miranda S. Gultom sebagai deputi senior Bank Indonesia. Fenomena ini sangat kontraproduktif dan kontroversi dari semangat plus cita-cita Kartini.

Sejatinya kaum wanita sekarang tidak terjerembab akibat modernisasi. Notabene menghilangkan identitas dan integritas kodrat kewanitaannya. Idealnya wanita Indonesia tidak kehilangan jati diri serta melupakan kodrat sebagai srikandi. Hal ini sangat urgensi dalam menghadapi dampak globalisasi yang merasuk seluruh sendi-sendi kehidupan.

Sementara di sisi lain belum semua kaum wanita Indonesia mendapatkan kesempatan emasnya. Masih banyak menjadi korban eksploitasi, kekerasan, diskriminasi bahkan pelecehan seksual. Fenomena terakhir dilihat pahlawan-pahlawan Visa Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri mendapat siksaan yang melampaui batas-batas kemanusiaan. Mereka disetrika, diperkosa, plus dianiaya serta tidak diberikan hak-hak sebagai manusia merdeka. Sebagian lagi menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang hampir terjadi dalam semua lapisan dan golongan masyarakat.

Data dan fakta tentang para korban menunjukkan dengan gamblang bahwa semua perempuan dari berbagai lapisan sosial, golongan pekerjaan, suku, bangsa, budaya, agama maupun rentang usia rentan tertimpa kekerasan (Farha Ciciek: 2005).

Perlakuan kejam plus tidak manusiawi dialami sebagian srikandi mengakibatkan berbagai macam penderitaan, rasa tidak berdaya, depresi, putus asa, bahkan berpotensi melakukan aksi bunuh diri.

Namun sebagian memilih tetap tegar, kembali menjalankan roda kehidupan. Tidak sedikit mutiara bangsa ini tulang punggung keluarga. Tetap setia, tak pernah mengeluh bergelut di denyut kehidupan yang begitu keras. Tegar mempunyai semangat baja menafkahi buah hati si belahan jiwa. Kisah heroik tersebut boleh jadi kerap terjadi di seantero negeri.

Kartini & Pendidikan

Pemikiran Kartini jauh melampaui zamannya. Kartini menyadari pendidikan bekal utama bagi wanita untuk mengerti hak dan tanggungjawabnya. Dengan berbekal ilmu pengetahuan kaum perempuan akan lebih mampu menentukan jalan hidup sendiri. Dengan pendidikan perempuan akan bangkit berjuang mematahkan belenggu peradaban.

Perjuangan tersebut akan menghasilkan buah yang disebut Kartini sebagai persamaan hak yang telah terbayang di udara (Y.B. Sudarmanto: 1996). Kartini berpendapat perempuan harus mengecap bangku pendidikan dan mendapatkan cakrawala pengetahuan seluas-luasnya.

Pemikiran srikandi mulia itu sangat mumpuni. Notabene di tengah kehidupan sekarang yang begitu kompetitif dalam segala lini kehidupan. Idealnya wanita Indonesia harus cerdas, memiliki pengetahuan dan tidak hanya cantik fisik semata.

Penutup

Habis gelap terbitlah terang merupakan kumpulan surat-surat Kartini yang dibukukan sahabat-sahabatnya. Seorang srikandi Pertiwi yang begitu besar jasanya untuk perempuan Indonesia. Walau Kartini tak sempat mengecap hasil perjuangannya, beliau merupakan mutiara bagi bangsa Indonesia. Terimakasih dan Hormat Ku kepada Mu Wahai Pahlawan Emansipasi.

Penulis adalah Alumni FH-UMSU,
Kandidat Magister Program Pascasarjana Ilmu Hukum UMSU

Jaksa Kukuh Tuntut 80 Tahun, Sidang Pembunuhan Teller BRI Syariah Ricuh

MEDAN-Sidang lanjutan pembunuhan teller BRI Syariah, Sri Wahyuni Simangunsong kembali digelar di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri Medan, Selasa (24/4).

Sidang dengan agenda pembelaan tersangka (pledoi) Erwin Panjaitan, Ria Hutabarat, Eva Lestari Surbakti dan Suherman dihadiri puluhan pengunjung dan dikawal personel polisi.

Sebelum sidang dimulai, para tersangka dimasukkan ke dalam tahanan Pengadilan Negeri Medan. Erwin Panjaitan, Suherman di tahanan pria sedangkan Eva Lestari Surbakti dan Ria Hutabarat di tahanan wanita. Sambil menunggu panggilan sidang, reporter mencoba melihat ruang tahanan wanita yang ditempati oleh 9 tahanan wanita, yang di dalamnya ada Ria Hutabarat (istri Erwin) dan Eva Lestari Surbakti (istri Suherman). Tak ada raut sedih di wajah kedua tersangka. Bahkan, mereka berdua asyik mengobrol dengan polisi dan pengawal tahanan Kejari Medan dari balik jeruji besi. Sesekali, keduanya tertawa sambil memainkan ponsel yang diberikan oleh seorang pegawai Kejari Medan.

Sekitar pukul 13.00 WIB, sidang pun dimulai. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Agus Setiawan SH. Hakim memberikan kesempatan kepada pengacara terdakwa untuk menyampaikan pembelaan.

Dalam pembelaan, pengacara tersangka mengatakan bahwa keempat tersangka memang melakukan perampokan, tapi apakah mereka menbunuh juga. Apalagi Erwin Panjaitan, selama perjalanan dari Medan menuju Samosir mengemudi mobil dan dari beberapa saksi yang dipanggil, seluruhnya tidak ada yang mengetahui persis bagaimana pembunuhan itu terjadi.

“Peran Erwin adalah menyetop dan membawa mobil, Jadi mengapa jaksa menjeratnya dengan pasal 365 ayat 4 sedangkan para saksi tidak ada yang tahu jelas siapa pelaku pembunuhan itu,” jelasnya.

Karena JPU, P Siburian tetap pada tuntutannya menghukum keempat terdakwa selama 80 tahun penjara dan pengacara tetap pada pembelaannya, hakim pun mengundur sidang hingga Selasa (8/4)mendatang.

Usai sidang tiba-tiba saja keluarga korban berteriak minta supaya hakim menjatuhi hukuman seumur hidup kepada keempat tersangka.
“Hukum saja mereka seumur hidup Pak, karena mereka telah membunuh anakku, dasar pembunuh, nyawa harus dibayar nyawa,” ujar Khainidar, ibu Sri Wahyuni. Polisi yang sudah dari awal sidang berjaga, langsung menyuruh pengunjung keluar ruang sidang.

Ketika polisi mengawal terdakwa keluar dari ruang sidang, keluarga korban yang masih menunggu di luar langsung mengejar keempat terdakwa. Salah satu keluarga korban sempat menarik selendang milik Ria Hutabarat dan membawanya.  (gib/smg)

KUPJ Terbang Hantam IRT

MEDAN- Sambil terus mengucap syukur, Asnah  terlihat pucat. Wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu selamat dari maut setelah angkutan umum KUPJ terbang dan menghancurkan sepeda motor yang dikendarainya di Jalan Padang, Kec Percut Sei Tuan, Selasa (24/4) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.00 WIB. Asnah mengaku saat itu ia sedang melintas di Jalan Padang bermaksud pulang ke rumahnya melewati rel menuju Jalan Rajawali, Medan.

Namun belum lagi sampai di rel sebuah mobil angkutan umum KUPJ melaju dengan kecepatan tinggi dan menghantam besi pembatas rel. Mobil BK 7093 DN  langsung terbang ke arah Asnah yang sedang melaju pelan diatas sepeda motornya.
Melihat mobil terbang kearahnya, Asnah langsung lompat dari atas sepeda motor. Sepeda motor Honda Supra X BK 3066 UU milik Asnah pun ringsek ditimpa KUPJ itu.

“Mobil itu sudah dekat kali, kulihat sudah terbang kearah ku. Entah apa yang buat aku bisa reflex dan langsung lompat, luka-luka nggak ada cuma tanganku saja yang sakit karena menahan badan tadi,” ujar Asnah di TKP sambil menunjuk ke arah KUPJ yang menimpa mobilnya.
Melihat peristiwa itu, dalam hitungan detik warga sekitar langsung berkumpul di TKP. Warga yang kesal lalu berteriak-teriak meminta supir bus tersebut keluar.

Awalnya supir mabuk itu tak mau keluar. Emosi, warga langsung membuka pintu bus dan menarik supir yang terlihat sempoyongan itu dari dalam bus.
Tanpa dikomando, warga yang kesal langsung menghajar supir. Beruntung para orang tua di sekitar TKP langsung mengamankan supir itu dan menghungi Polsek Percut Sei Tuan.

Tak lama, supir itu langsung diboyong menuju Pos Lantas Percut Sei Tuan. Sementara Asnah yang tinggal di Jalan Parkit 10 Perumnas Mandala, Kec Percut Sei Tuan dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian.

“Dari mulutnya tercium aroma alkohol, baru siap minum dia itu bang. Mabuk-mabuknya aja dibawanya,” ujar Parlin Tamba (23) warga sekitar yang juga menyaksikan manuver maut bus KUPJ itu.

Belakangan diketahui, supir mabuk itu bernama Arihta Ginting (50) warga Perumnas Mandala. Sebelumnya, Arihta baru saja pesta minum minuman keras bersama rekannya sesama supir.

Saat akan pulang kerumahnya di Jalan Rajawali Perumnas Mandala Arihta oleh dan menyenggol seorang ibu-ibu yang sedang berjalan. Warga yang melihat langsung meneriaki dan mengejar Arihta. Tak mau konyol, Arihta pun tancap gas menuju Jalan Padang. (ala/smg)

Uang Tunjangan Sertifikasi Guru Dipungli

LABUHAN-  Bagi guru yang menerima tunjangan sertifikasi guru adalah rezeki. Tapi beda halnya dengan 4 guru yang mengajar di SD Negeri 068475, Griya Martubung, Medan Labuhan ini.

Mereka mengaku kecewa karena uang tunjangan sertifikasi guru itu dipungli oleh kepala sekolah Nurbaeta sebesar Rp250 ribu.
Bahkan beredar kabar pungli itu langsung diperintahkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Medan Labuhan.

Keterangan yang diterima Januari 2012 lalu, 4 guru termasuk Kepala SD Negeri 068475 Nurbaeta menerima dana tunjangan sertifikasi guru tahap kedua tahun anggaran 2011.

Kemudian uang itu diminta Nurbate kepada 4 gurur tersebut dengan alasan atas perintah Ka UPT Dinas Pendidikan Medan Labuhan Dra Khairani Khalifah.

Kepsek SD Negeri 068475 Nurbaeta ini meminta uang kepada keempat gurunya masing-masing sebesar Rp250 ribu. “Saya diperintahkan Ka UPT meminta dana tunjangan sertifikasi Rp250.000 kepada kalian,” kata Nurbaeta kepada keempat guru, seperti ditirukan oleh salah satu guru yang mengeluhkan pungli tersebut.

Dengan berat hati atas tindakan yang dilakukan oleh Nurbaeta, keempat guru tersebut memberikan uang itu.

Menyikapi tindakan itu, Ka UPT Dinas Pendidikan Medan Labuhan Drs Khairani Khalifah yang dihubungi wartawan, Selasa (24/4) membantah menyuruh Kepsek SD 068475 Nurbaeta SPd untuk melakukan pungutan sebesar Rp250.000 kepada guru yang menerima tunjangan sertifikasi terhadap guru SD. Dia menegaskan tidak pernah melakukan hal itu.

Dihadapan wartawan, Drs Khairani langsung menghubungi Kepsek 068475 Nurbaeta melalui sambungan selular. Dalam percakapan itu Khairani memarahi Nurbaeta karena telah menjual-jual namanya untuk kepentingan pribadi. “Memang si Nurbaeta ini selalu membuat masalah,” kata Khairani.
Nurbaeta membantah tudingan itu. “Itu tidak benar dek,” ungkapnya.(ril/smg)

Mantan Pejabat Diskanla jadi Tersangka

LUBUK PAKAM- Ini terobosan perdana yang dilakukan Kajari Lubukpakam Khairul Aswan pasca dilantik sebulan yang lalu. Selasa (24/4)  Aswan menetapkan empat orang tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) di Tanjung Morawa.

Keempat tersangka itu lanjut mantan Asdatun Kendari ini adalah mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadiskanla) Deliserdang Ir Ronis Agus Azis, pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Abdurahman dan dua orang pemborong Syaiful Ridwan Sofyan dan Halomoan Lubis.

Menurut Aswan ditetapkannya keempat tersangka itu berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan anak buahnya. Dengan ditetapkannya tersangka ini maka dalam waktu dekat keempatnya akan ditahan. “Tadi (24/4) baru menetapkan sebagai tersangka saja, setelah itu baru dilakukan pemanggilan untuk diperiksa sekaligus ditahan,” kata mantan Kajari Tebing Tinggi ini.

Dari hasil pemeriksaan jelas Aswan keempatnya diduga melakukan dugaan korupsi proyek pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) tahun anggaran 2008 dengan total kerugian negara Rp68 juta.

Diuraikannya dalam pembuatan kolam ikan terindikasi terjadi pengurangan tebal plasteran dari 15 mm menjadi 10 mm dan beton cor campuran tidak sesuai kontrak sehingga negara dirugikan Rp30 juta.

Demikian juga pengaspalan jalan masuk dan pembuatan parit beton terindikasi ada pengurangan plasteran campuran dari 2.453,18 meter kubik menjadi 2.358,36 meter kubik, beton campuran kurang volumenya dari 310,38 meter kubik menjadi 288,5 meter kubik, pekerjaan menghampar hot mix kurang tebal dari 4 cm menjadi 3 cm dan lapisan pondasi klas B dengan volume 58,80 meter kubik tidak dikerjakan. Sehingga mengakibatkan kerugian Rp38 juta.  “Total kerugian dari dua proyek itu sebesar Rp 68 juta,” tegas Aswan Harahap.

Dalam kasus lain Kejari Lubukpakam juga menetapkan Kepala Seksi (Kasi) Penagihan Pajak Restoran pada Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Deliserdang, Harapan Nasution sebagai tersangka dugaan korupsi pajak restoran.

Menurutnya, hasil pengutipan pajak restoran yang dilakukan oleh Harapan Nasution tidak disetorkan ke kas daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah. (btr)

Sejumlah Kawasan di Karo Terendam Banjir

KARO- Hujan deras jelang petang hingga tengah malam, Senin (23/4) membawa dampak bencana di sejumlah lokasi di Kabupaten Karo. Satu diantaranya adalah banjir kiriman di Desa Doulu Kecamatan Berastagi.

Informasi yang di peroleh Sumut Pos,  akibat curah hujan tinggi di hulu, aliran air dari Desa  Semangat Gunung  yang berbatasan langsung dengan Gunung Api Sibayak, menerjang Desa  Doulu.

Tidak ada korban jiwa, namun  puluhan rumah terendam air setinggi  4 meter selama dua jam.  Selain itu, puluhan hektar sawah  warga rusak, sehingga  mengakibatkan gagal panen, dengan kerugian materi  mencapai ratusan juta rupiah.

Di malam yang sama, longsor juga terjadi di kawasan Kelurahan Tambak Lau Mulgap II, persisnya di belakang Los Pancur Batu Berastagi.  Longsor  sedalam seratus meter, menimbun areal perawahan warga dibawahnya.

Sementara di Kecamatan Munte dan Tiga Binanga, puluhan hektar tanaman jagung rusak diterjang hujan disertai tiupan angin kencang. Di sekitar kawasan  Desa Singga manik (arel perkuburan Jepang red) setidaknya tiga tiang listrik mengalami kerusakan.

Bahkan satu tiang,  ketiga kabelnya melintang di tengah jalan. Jelang siang pihak PLN  terlihat di lokasi melakukan perbaikan instalasi.  Akibatnya, hingga  Hingga Kecamatan Tiga Binanga terjadi pemadaman  sore hari kemarin.

Kaban Kesbang Pol dan Linmas Pemkab Karo, Drs  Suang Karo- Karo  mengatakan, untuk  penaggulangan awal, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kecamatan yang terkena dampak bencana dengan Dinas PU, Pertanian, Sosial dan Dinkes.(wan)

Anak Bersisik Masuk Pirngadi

MEDAN- Lamhot Sirait (16), warga Pasar VI Marelan Gang Uka yang sehari-harinya hidup di jalanan terpaksa dibawa ke ruang IGD RSU Dr Pirngadi Medan, Selasa (24/4) sore.

Pasalnya pemuda yang kesehariannya meminta-minta di persimpangan lampu merah ini terkulai lemas dengan badan bersisik di sekujur tubuhnya karena menderita penyakit Steven Jhonson Syndrome (alregi obat-obatan) harus mendapatkan perawatan medis.
Pengakuan Lamhot, dirinya mengidap penyakit ini sejak sebulan terakhir. Diceritakannya, dia bisa  memiliki sisik seperti ular disekujur tubuhnya ini bermula saat dia memakan ayam goreng yang dibelinya.

Namun, terangnya, usai memakan ayam tersebut tubuhnya berasa gatal-gatal dan oleh ibunya ia diberikan obat Amoxilin dan Bodrek. “Awalnya saya tidak ada merasa apa-apa, tapi ketika saya makan ayam goreng, badan saya gatal-gatal semua, lalu saya di beri obat sama mamak, rupanya beberapa hari kemudian tubuh saya bersisik seperti ini,” jelasnya.(jon)

Kayu Gelondongan Masuk via Belawan

BELAWAN- Sedikitnya 2.200 meter kubik kayu gelondongan yang masuk melalui Pelabuhan Belawan akan dilakukan pemeriksaan. Hal ini dilakukan karena Dinas Kehutanan Sumut berkomitmen akan menindak setiap pengusaha yang berani melakukan pengiriman kayu ke daerah ini tanpa adanya izin resmi dari pihak kehutanan.

“Jangan main-main lagi sekarang, kalau memang kayu yang mereka masukan tidak ada izin bakal kita tindak, jadi tidak ada lagi alasan untuk bermain-main dengan kayu,” tegas Kepala Dinas Kehutanan Sumut JB Siringoringo saat dihubungi, Selasa (24/4).

Menurut dia, biasanya setiap kayu gelondongan yang masuk lewat Pelabuhan Belawan pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan manifest maupun dokumen perizinan lainnya.

“Jadi setiap kayu yang masuk kita periksa, dan dilapangan ada petugas kita,” katanya.

Sebelumnya, ribuan meter kubik kayu gelondongan diduga hasil penebangan baru masuk secara rutin lewat Pelabuhan Belawan Lama.
Kayu-kayu asal Kepulauan Riau itu diangkut dengan menggunakan jasa kapal tongkang Ocean Soraya dan tiba Sabtu (21/4) lalu.
Informasi diperoleh, ribuan meter kubik kayu gelondongan dimaksud akan dipasok ke PT Tanjung Timberindo Industri di Tanjung Morawa yang disebut-sebut merupakan anak perusahaan PT Mujur Timber industri produsen kayu lapis di Sumut.(mag-17)

Dimeriahkan Festival Barongsai Memperebutkan Piala Wali Kota

Kongres Agama Konghucu Sedunia di Kota Medan

Kongres Agama Konghucu sedunia digelar di Kota Medan dan dimeriahkan festival barongsai tingkat dunia. Pada pelaksanaan Festival bertema The First Major Cup Medan World Championship Lion Dance sekaligus memperebutkan Piala Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.

Pada pelaksanaan kongres Agama Konghucu, panitian akan mengemasnya dengan festival Barongsai tingkat dunia. Dalam festival ini akan diikuti 30 tim yang berasal dari sejumlah negara, sekaligus mendukung program Visit Medan Year 2012.

Hal itu saat Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap menerima audensi Ketua Panitia Konggres Agama Konghucu dan Festival Bakchang serta Barongsai, Andy Wiranata di Balai Kota, Selasa (24/4).

Dalam kesempatan itu, Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Kadisbudpar Drs Busral Manan dan Kabid Pemasaran Disbudpar Drs Agus Suriyono.
“Saya sangat berterima kasih karena telah memilih Kota Medan sebagai tuan rumah pelaksanaan Kong res Agama Konghucu Sedunia dan Festival Bakchang serta barongsai tingkat dunia,” sebutnya.

Menurut dia, dengan ditampilkannya barongsai terpanjang di Indonesia. Tentunya sangat mendukung program Visit Medan Year 2012.  Sehingga, Kadisbudpar Medan diminta untuk mengawal berlangsungnya seluruh kegiatan mulai dari persiapan sampai berakhir.

“Hal itu penting dilakukan agar seluruh peserta merasa aman dan nyaman, sehingga tertarik untuk mengunjungi Kota Medan kembali. Saya minta kepada Kadisbudpar Medan untuk terus bersinergi dengan panitia,” pintanya.

Sedangkan pihak paniti penyelenggaran Kongres Agama Konghucu sedunia dihadiri ketua panitia kongres Andy Wiranata didampingi Nurdin Purnomo, Budi Tamtomo (Ketua Barongsai Seluruh Indonesia), HP Siow (juri barongsai internasional), Ar Leong Lik Thong serta Fitri Ipid Alice selaku sekretaris panitia.

Andy menyampaikan bahwa dukungan dan keseriusan yang diberikan Wali Kota Medan atas digelarnya kegiatan ini mendapat apresiasi cukup tinggi dari luar negeri. Sejauh ini, pihaknya telah mendapat kepastian bahwasannya 80 pemakalah yang merupakan guru besar dan cendikiawan akan menghadiri kongres dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Hongkong dan Taiwan.

Selain itu paparnya, konggres akan dihadiri pengusaha dan orang-orang terpandang di negaranya masing-masing, tentunya akan mendatangkan nilai positif bagi Kota Medan.
“Efek dilaksanakan Kongres Agama Konghucu sedunia di Kota Medan, tentunya sangat bagus sekali untuk Indonesia, khususnya Kota Medan. Selain dari segi agama, kami juga bisa melakukan pertukaran informasi dan hubungan kerjasama di bidang lainnya seperti ekonomi,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia memaparkan, untuk festival barongsai, pihaknya telah mengundang sejumlah negara. Sampai saat ini sudah 12 tim yang menyatakan kesediaannya tampil dalam festival tersebut. Dimana, 3 tim berasal dari Indonesia, sedangkan 9 tim lagi dari beberapa negara dari ASEAN ditambah China , Macao dan Hongkong.

Dia juga menyebutkan, melihat dukungan Wali Kota Medan untuk mensukseskan kegiatan ini begitu besar sekali, makanya pengurus agama Konghucu sedunia sepakat festival barongsai digelar untuk memperebutkan Piala Wali Kota Medan sebagai bentuk ucapan terimakasih sekaligus penghormatan.
“Baru pertama kali ini festival barongsai digelar untuk memperebutkan Piala Wali Kota Medan,” katanya.

Selain festival barongsai, Andy menyatakan, konggres akan diisi dengan penampilan barongsai terpanjang di Indonesia. Diharapkannya, selain menghibur warga Kota Medan, kehadiran barongsai terpanjang di Indonesia bisa masuk dalam rekor MURI.

“Dengan begitu, kami telah melakukan persiapan sehingga kehadiran barongsai terpanjang di Indonesia ini dapat menghibur warga Kota Medan,” ucap Andy yang diamini Budi Tamtomo.

Sebelum mengakhiri audiensi, Rahudman menerima bingkisan berupa poster barongsai yang dibingkai dan baju tradisional China bewarna merah. Bingkisan tersebut sebagai ungkapan terima kasih dari seorang pengurus Konghucu yang merupakan penjahit terkenal dari Singapura dan telah banyak menjahit pakaian orang-orang terkenal di dunia. Termasuk baju untuk Wali Kota Medan.

Selanjutnya, Wali Kota Medan langsung mengenakan pakaian yang telah disiapkan penjahit asal Singapura dan foto bersama semberi menyerahkan bingkisan kepada panitia. (adl)

Medan Simpan Sejarah China

Deputi Presiden Asosiasi Konfusianisme Malaysia, Tan Kee Sang mengatakan, penyelenggaraan kongres tahun 2012 merupakan tahun keenam. Ditahun 2012 ini sekaligus digelar perayaan agama Khonghucu untuk ketiga kalinya.

“Kongres diadakan tiap dua atau tiga tahun sekali. Tahun 2012 kami melihat Medan bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan kongres. Karena itu, Asosiasi Konfusianisme Internasional mengagendakan menggelar kongres sedunia di Medan pada Juni mendatang,” ucapnya di dalam ruang tamu utama Wali Kota Medan.

Dia menyatakan, dengan digelarnya kegiatan ini, Pemko diharapkan bisa memastikan kondusifitas dalam pelaksanaannya. Tan Kee Sang menyebutkan, adapun alasan dipilihnya Kota Medan karena daerah ini memiliki berbagai peninggalan sejarah China seperti rumah Tjong A Fie, Masjid Raya yang dibantu pembangunannya oleh Tjong A Fie dan lainnya. Kemudian, secara organisasi, di kota ini terdapat Majelis Kelenteng Khonghucu Indonesia (MKKI), yang memiliki visi ingin menyebarkan konfusius ke seluruh dunia. “Dari segi perkembangan, Indonesia khususnya Kota Medan bisa berkembang pesat, karena itu kami tertarik untuk datang,” ujarnya.

Asosiasi Konfusianisme Malaysia berharap Pem ko Medan bisa memberikan kepastian keamanan, sehingga peserta yang berasal dari berbagai negara tidak ragu datang menghadiri kongres. Selain itu, pemerintah bisa menyediakan acara lain untuk memeriahkan acara sehingga pelaksanaan kongres semakin meriah.

“Segi tempat, keamanan itu menjadi perhatian utama yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kongres selama lebih kurang lima hari. Apalagi peserta pada umumnya berasal dari luar negeri dian taranya Inggris, Jeman, Malaysia, Thailand, Vietnam, Amerika, Prancis, New Zealand, Canada, Korea, Jepang dan lainnya,” bebernya.

Dia menejelaskan, Kota Medan dinilai layak menjadi tuan rumah kongres karena letaknya strategis, dekat dengan negara lain sehingga memudahkan peserta untuk datang.

“Lokasi Medan sangat strategis sehingga memudahkan transportasi. Kita harap Pemko siap menyambut tamu mancanegara karena Medan merupakan kota yang terkenal dengan kota kuno dan bersejarah,” katanya.  (adl)