Home Blog Page 13588

Lazio Kalah, Zona Eropa Makin Panas

UDINE- Lazio terlempar dari empat besar zona Liga Champions. Klub ibukota Roma itu turun dua peringkat dari posisi empat ke posisi enam setelah kalah dari Udinese 2-0 dalam lanjutan Liga Italia, Senin (1/5). Sementara itu kemenangan ini mendongkrak posisi anak asuh Francesco Guidolin naik ke posisi empat.

Namun demikian yang menarik kekalahan Lazio membuat persaingan untuk merebut posisi tiga dan empat klasemen sebagai tiket Champions musim depan semakin terbuka. Pasalnya empat klub yang berada di posisi tiga, empat, lima dan enam kini mempunyai poin yang sama yakni 55 angka dari 35 laga. Yang membedakan mereka hanya selisih gol. Mereka dalah Napoli di posisi ketiga,  Udinese ke empat, Intermilan ke Lima dan Lazio di peringkat ke enam.
Artinya dalam tiga laga tersisa empat klub ini masih memiliki kesempatan yang sama melaju ke liga champion musim depan. Inter mungkin merupakan tim dengan lawan-lawan paling berat dalam tiga laga tersisa mereka. Pekan depan mereka harus menghadapi Parma, kemudian menjalani laga derby melawan AC Milan lalu pada laga pamungkas berseteru melawan Lazio.

Sementara Udinese akan melawan Cesena, Genoa dan Catania. Demikian halnya Napoli akan menghadapi Palermo, Bologna dan Siena. Sementara Lazio selain melawan Inter di laga pamungkas mereka harus menghadapi Siena pekan depan dan Atalanta pekan berikutnya. (zul/jpnn)

Porto Juara Liga Primeira Lagi

LISBON – Ditinggal pelatih Andre Villas-Boas tidak membuat prestasi FC Porto terjun bebas. Sekalipun tidak segemilang musim lalu kala menyapu empat ajang sekaligus alias quadruple (Piala Super Portugal, Liga Primeira, Piala Portugal, dan Europa League), sukses Porto mempertahankan gelar Liga Primeira musim ini layak diacungi jempol.

Dragoes -sebutan Porto- merengkuh gelar liga ke-26 setelah saingan utamanya, Benfica hanya bermain 2-2 di kandang Rio Ave kemarin dini hari WIB. Alhasil, Porto yang sehari sebelumnya menang 2-0 atas Maritimo unggul enam angka (69-63) setelah 28 laga atau kompetisi menyisakan dua laga lagi.
Secara matematis, Benfica memang masih bisa menyamai perolehan angka Porto. Tapi, Liga Primeira tidak menggunakan penghitungan selisih gol, melainkan head to head. Porto pun otomatis juara karena mengalahkan Benfica 3-2 di kandang lawan dan bermain draw 2-2 di kandang sendiri.

“Kami menjalani musim transisi (pelatih) dan kami berterima kasih atas kinerja pelatih baru,” kata Pinto da Costa, presiden Porto, seperti dilansir A Bola.
Liga Primeira sebenarnya bukan trofi pertama yang dipersembahkan Pereira bagi Porto. Sebelum kickoff musim ini atau sekitar sebulan setelah menangani Porto, Pereira membawa Hulk cs memenangi Piala Super Portugal setelah menang 2-1 atas Vitoria Guimaraes. “Saya tahu capaian kami musim ini mungkin tidak seperti ekspektasi fans. Saya juga berterima kasih kepada klub dan fans karena masih diberi kepercayaan sejauh ini,” tutur Pereira yang sempat dikritik fans setelah Porto kandas di fase grup Liga Champions tersebut. (dns/jpnn)

Rekrut Kiper di Saat Terakhir

PASCA didepaknya Markus Horisson, PSMS ISL tampaknya kehilangan palang pintu terakhir pertahanan.

Sosok yang tepat di bawah mistar gawang pun masih dicari. Itulah kenapa secara tiba-tiba manajemen mendatangkan Bayu, kiper yang sempat memperkuat Medan Jaya.

Tapi anehnya, perekrutan itu tak sesuai peraturan. Bayu didatangkan pada 23 April. Padahal tranfers windows ISL sudah berakhir 22 April. Ujungnya, Bayu tak bisa didaftarkan di skuad PSMS yang sedang melawat ke Balikpapan.

Pasca datang 23 April lalu, Bayu sudah berlatih bersama tim. “Sebelum berangkat ke Palembang (26/4), ia sudah berlatih bersama kita tiga hari (23-25 April),” ujar pelatih PSMS, Suharto yang kemudian diamini pelatih kiper PSMS Sugihar.

Sugihar menambahkan, kedatangan mantan kiper Medan Jaya ini belum dipastikan diplot untuk menggantikan Eddy. “Ya kita lihat perkembangan dan hasil latihan nanti.

Kita belum bisa menilainya, karena baru latihan tiga kali. Sepulang tur tiga pulau ini baru kita lakukan penilaian lagi. Jika performanya bisa melebihi Eddy, ya kita lihat nanti,” katanya.

Namun, saat akan mengklarifikasi kerancuan yang dilakukan manajemen PSMS mengenai perekrutan pemain di luar jadwal bursa transfer ISL, telepon selular manajer PSMS Benny Tomasoa dalam keadaan tak aktif.

Yang juga patut dipertanyakan, bagimana dengan kiper tiga PSMS yang kini naik pangkat jadi kiper dua, Alrian. Sejak direkrut dari Bintang Medan awal musim ini, Alrian sekalipun tak pernah diturunkan. (saz)

Djohar Bicara Soal Peluang Markus di Timnas

KEPUTUSAN Markus Haris Maulana menyebrang dari PSMS ISL menuju PSMS IPL membuat peluangnya kembali berdiri di bawah mistar timnas kian besar. Meskipun PSSI sudah merubah kebijakannya dengan memanggil pemain ISL sebelumnya.

Hal itu dikatakan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin saat menyaksikan laga Pro Duta kontra PSP Padang di Stadion Baharoeddin Siregar,  Minggu (29/4) kemarin.

Djohar cukup memaklumi keputusan pemain untuk menentukan masa depannya. Seperti halnya Markus yang memilih hijrah ke IPL karena finansial di PSMS ISL sangat memprihatinkan.

“Soal Markus, itu hak seorang pemain untuk menentukan masa depannya. Selama Markus masih bisa menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang kiper timnas, peluang itu terbuka,’ katanya.

Begitupun peluang Markus tetap bergantung pada kebijakan pelatih kepala timnas, Nil Maizar. “Memanggil pemain ke timnas itukan wewenang pelatih. Tapi menurut saya peluang besar,” lanjutnya.

Memang dari deretan pemain ISL yang turut dipanggil timnas, nama Markus tak tercantum disana. Bisa saja kiper plontos itu kembali berkostum timnas jika mampu menampilkan performa terbaiknya.

Menanggapi peluangnya membela timnas, Markus enggan berkomentar banyak. Menurutnya ia masih fokus untuk memperjuangkan posisinya di PSMS IPL. Apalagi sebelumnya PSMS IPL kerap mempercayakan posisi utama kepada kiper Decky Ardian.
“Saya belum memikirkan itu (masuk timnas). Saat ini, saya pindah murni karena ingin melanjutkan karir dan melanjutkan hidup. Karena saya hidup dari bola,” pungkasnya saat dikonfirmasi kemarin. (mag-18)

Mobil Horas Hemat BBM, 90 Km per Liter

Siap Bertarung di Ajang SEM Asian 2012

MEDAN- 14 Mahasiswa Fakultas Teknik  Universitas Sumatera Utara (FT-USU) jurusan Teknik Mesin, yang tergabung dalam tim yang diberi nama Horas  berhasil meluncurkan mobil hemat bahan bakar, Senin (30/4) di Pendopo USU Medan.

Hasil rancangan mahasiswa ini rencananya akan diikutkan dalam kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2012 di Sepang, Malaysia, Juli mendatang.
“Selain USU ada 17 tim lainnya yang berhasil masuk dalam SEM. Hanya saja untuk Sumatera, hanya USU sebagai perguruan tinggi yang bisa masuk,” ungkap Manajer Tim Horas, Munawir R Siregar, di sela-sela peluncuran mobil Horas di pendopo USU, kemarin.

Masih menurut Munawir, keikutsertaan USU dalam SEM Asia 2012 merupakan yang pertama selama tiga tahun kegiatan itu digelar.

Yang mana, sambungnya, USU akan berkompetisi dalam kelas kendaraan Urban Concept atau mobil yang dirancang untuk menyerupai konsep mobil perkotaan saat ini, dengan bahan bakar bensin.

Sejauh ini, bilang Munawir, rekor untuk katagori Urban Concept, sementara masih dipegang oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan pencapaian 149,8 km per liter.

“Target kita saat ini yakni bisa mencapai 200 km per liter agar bisa menjadi juara, dan saat ini masih 90 km per liter. Untuk itu, kita masih akan terus melakukan penyempurnaan untuk mengejar hasil rekor tahun lalu,” sebutnya.

Disinggung mengenai pembiayaan dalam proses penciptaan mobil itu,  diakui Munawar akan membutuhkan biaya yang tergolong besar.
Setidaknya selama 8 bulan pengerjaan rancangan mobil sudah meghabiskan sekitar Rp60 juta.

“Dimana, biaya yang dibutuhkan untuk membangun kendaraan, serta akomodasi tim untuk berkompetisi di SEM Asia sesuai proposal mencapai Rp250 juta. Karena hingga saat ini masih banyak yang harus kita perbaiki lagi agar catatan nilainya bisa lebih baik,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama Rektor USU, Syahril Pasaribu memberikan apresiasi yang besar, dengan keseriusan para mahasiswa mempersiapkan mobil rancangannya.

“Setiap saya pulang praktek saya sempatkan melintas di lokasi mereka merancang mobil, dan anak-anak kita lihat terus bekerja tanpa mengenal lelah. Ini menunjukan keseriusan mereka untuk menyiapkan mobil ini,” sebutnya. Syahril juga mengaku bangga, karena USU bisa ikut berkompetisi dalam
kegiatan SEM Asia 2012.

Dimana, tidak semua perguruan tinggi mampu lolos dalam perlombaan ini.

“Horas adalah bukti bahwa semangat mahasiswa kami dalam menghadapi isu dan tantangan energi masa depan yang tidak kalah dengan perguruan tinggi lain di Indonesia, maupun Asia. USU sangat bangga akan kompetisi dan kerja keras dari mahasiswa fakultas teknik,” ucapnya.
Syahril juga mengaku, dalam menciptakan rancangan mobil tersebut memang memiliki hambatan biaya sangat besar.
Namun begitu, Syahril meminta mahasiswa tidak patah semangat. Sebab, rektorat akan membantu menyarikan pendanaan dari pihak luar, baik itu institusi pemerintahan atau swasta.

“Ini bukan persoalan menang kalah, ini persoalan kemampuan. Kita ingin buktikan bahwa anak medan bisa berkompetisi di level internasional,” jelas Syahril.

Sementara hal yang sama juga diungkapkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, yang berkesempatan hadir dalam kegiatan itu.
Rahudman memberkan apresiasi yang tinggi atas ide dan kreativitas mahasiswa yang menciptakan rancangan mobil hemat energi.
“Kita bangga karena kita satu dari 18 tim yang bertarung dalam kompetisi ini, terlebih USU merupakan wakil dari Sumatera,” ucapnya.
Rahudman mengaku, jika mobil itu nantinya bisa dikembangkan lebih baik lagi, maka pihaknya melalui Pemerintah Kota memiliki keinginan untuk membeli kendaraan tersebut untuk dipergunakan sehari-hari.

Selain sebagai upaya mendukung penghematan energi juga mempromosikan hasil karya anak Medan. (uma)

Tunda Bulan Madu

Cathy Sharon

Tak ada rasa stress sedikit pun dirasa artis cantik Cathy Sharon saat menggelar resepsi pernikahan untuk yang ketiga kalinya. Bagi dia dan suami, doa para sahabat dan kerabatlah yang menjadikan mereka tetap merasa bahagia.

“Nggak stres tapi capek, iya. Tapi yang penting punya energi positif dengan orang-orang yang ucapin selamat,” paparnya usai menggelar acara resepsi di kediaman suaminya, Eka Kusuma yang terletak di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Minggu (29/4) siang.

Sudah menjadi kebiasaan umum bagi pasangan pengantin baru untuk menikmati suasana hanya berduaan saja. Namun tidak halnya bagi pasangan Cathy Sharon dan Eka. Mereka sama sekali belum sempat untuk melakukan bulan madu.

“Honeymoon belum sempet soalnya tiap weekend selalu ada acara. Cari duit dulu, baru honeymoon,” ujar Cathy.
Belum ada rencana untuk bulan madu, Cathy justru berencana pergi ke Paris bersama adiknya, “Aku mau ke Paris sama Julie. Tadinya mau bertiga sama suami. Tapi suami nggak bisa karena banyak kerjaan,” tuturnya.

Cathy menikah dengan pengusaha bernama Eka Kusuma pada 14 April 2012 di Bali. Setelah mengadakan resepsi di Bali, pasangan tersebut juga mengadakan resepsi di Palu dan Jakarta. (bbs/net)

Dokter Tergugat tak Hadir, Sidang Gugatan Pasien Rp3,16 M Ditunda Lagi

MEDAN-Sidang kedua gugatan keluarga pasien Berliana br Tamba terhadap RSU dr Pirngadi Medan, di Pengadilan Negeri Medan, Senin (30/4) ditunda lagi. Alasannya, dokter yang bersangkutan dan hakim tidak hadir.

Dari perwakilan  tergugat RSUD dr Pirngadi Medan hanya diwakili pejabat humasnya, sedangkan dari tergugat dokter perawat korban, dan dari Dinkes Pemko Medan, Wali Kota Medan dan Dinkes Sumut, tidak  hadir.

Sobambowo Ulolo SH, selaku kuasa hukum keluarga penggugat Ganda Nainggolan mengatakan, penggugat tidak memenuhi undangan persidangan dengan alasan tidak jelas.

“Kami minta pada hakim yang menangani perkara itu agar tegas. Ini untuk yang kedua kali persidangan ditunda dari para penggugat dengan alasan tidak jelas. Kita mau peradilan ini harus digelar untuk meminta kepastian hukum,” ujar Subambowo.

Subambowo juga meminta para pihak tergugat bersedia hadir ke persidangan, untuk menunjukkan itikad baik pihak tergugat menyelesaikan kasus ini.
“Sejauh ini hanya perwakilan dari Pirngadi saja yang datang. Itupun hanya diwakilkan humas,” ujarnya.
Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan menjelaskan, dia hadir untuk mewakilin
RSU dr Pirngadi dan dokter sebagai kuasa hukum.

“Surat panggilan itu kami terima Jumat (27/4) kemarin,” bebernya.

Edison menuturkan, dirinya sebagai kuasa hukum rumah sakit dan tiga orang lagi merupakan kuasa hukum Pemko Medan sebagai tergugat I.
“Ketiga kuasa hukum dari Pemko Medan diantaranya Ikhwan Habibi Daulay SH MH, Salmando Tifa SH, Rahmad Doni SH MHum,” jelasnya.
“Seharsunya sidang kali ini mendengarkan keterangan penggugat dan mengetahui siapa-siapa saja kuasa hukumnya,” ungkapnya.

Sekadar mengingatkan, Berliana br Tamba mengajukan gugatannya dengan register No.189/PDT.G/2012/PN-Medan. Berliana menggugat rumah sakit karena lalai dalam menjalankan tugasnya yang mengakibatkan anaknya, Ganda Hermanto Tua Nainggolan yang menderita sesak nafas dan disertai dengan pembengkakan meninggal dunia pada hari ke-29 dirumah sakit itu tepatnya 28 Maret 2012 lalu. (jon/rud/uma)

PAUD demi Generasi Mapan

Pengaruh pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tak bisa langsung dilihat kasat mata hasilnya. Dengan perkembangan zaman di masa mendatang, baru hal tersebut nyata sangat diperlukan. Lantas, PAUD seperti apa yang harus sudah diterapkan saat ini? Berikut hasil wawancara wartawan Sumut Pos, Rahmat Sazaly Munthe dengan Kepala Disdik Sumut, Syaiful Syafri.

Apa pentingnya PAUD diterapkan sedini mungkin?

Dengan lebih menumbuhkembangkan dan menerapkannya sedini mungkin, program PAUD ini diharapkan bisa menciptakan generasi cerdas di masa mendatang. Peningkatan pendidikan bagi anak usia dini sangat penting dalam upaya menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih mapan secara kualitas.

Kepada siapa PAUD ditujukan?

PAUD merupakan jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar. Hal ini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Hal ini dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak.

Tentunya agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal maupun informal.

Apa tujuan utama diselenggarakannya PAUD?

Untuk membentuk anak yang berkualitas, yakni anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.

Siapa lagi yang memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan program PAUD?

Pengembangan PAUD merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat, khusususnya Pemprovsu. Mengingat usia dini merupakan satu hal yang sangat berharga untuk dikembangkan dengan terarah. Usia dini adalah aset bangsa dan tugas kita untuk memaksimalkan mutu pendidikan yang bakal dikecapnya.

Bagaimana peningkatan PAUD di Sumut?

PAUD mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Semua ini tak terlepas dari kerjasama antara Pemprovsu, tim penggerak PKK serta seluruh elemen masyarakat.

Sejak 2011 hingga sekarang mengalami peningkatan menjadi 14 persen yang awalnya hanya 10 persen. Dengan jumlah siswa saat ini 138.143 orang dari 5.517 sekolah serta memiliki jumlah 15.321 guru. Ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik, karena jumlah anak yang wajib mengikuti PAUD berjumlah 2.046.000 orang di Sumut.

Apa harapan Anda?

Sesuai komitmen Pemprovsu sendiri, tak boleh ada anak di Sumut yang tak bersekolah dari jenjang umur PAUD, SD, SMP hingga SMA. Hal ini merujuk kepada kerjasama yang sudah dijalin dengan pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran cukup besar. (*)

Sepeda Motor Dilarikan Kenalan Baru

MEDAN-Apes menimpa Isna (18). Sepeda motor Honda Beat BK 5354 AAC miliknya dilarikan oleh teman baru dikenalnya bernama Haris, usai bertemu di Jalan Stadion Teladan, Senin (30/4).

Keterangan Isna, dia baru kenal dengan pelaku sehari sebelumnya. Ia berkenalan dengan pelaku di taman Stadion Teladan. Setelah bertukar nomor telepon, mereka pun janjian untuk bertemun esok harinya di tempat yang sama.

Korban ditemani temannya Rani (18) pun menjumpai pelaku di Taman  Teladan. Sedangkan pelaku juga bersama temannya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio.

Setelah beberapa saat mengobrol pelaku beralasan mendapat telepon dari temannya kalau sepeda motor temannya itu mogok, lantas pelaku merayu korban untuk mengantarkannya ke tempat kawannya tersebut dengan mengendarai Honda Beat milik korban. Sementara Rani dan teman pelaku ditinggal di Taman Teladan.

Korban pun dibawa ke bengkel sepeda motor di daerah Jalan Pelajar. Sampai di sana teman pelaku tidak ada. Lantas, korban disuruh menunggu dan seepeda motornya dipinjam, dengan alasan pelaku mau mencari sepeda motor temannya yang mogok tadi. Karena percaya korban pun memberikan kunci kontak dan menunggu, setelah beberapa jam ditunggu pelaku tidak kunjung datang, merasa curiga korban kemudian menelepon Rani yang berada di Taman Teladan, ternyata Rani juga sudah ditinggalkan oleh teman pelaku.

Merasa sudah tertipu, korban kemudian menelepon orangtuanya untuk menjemputnya di Jalan Pelajar dan kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Medan Kota.

“Aku kenalnya baru semalam, namanya Haris katanya tinggal di Amplas. Kami janjian jumpa di Taman Teladan,” ujar cewek yang duduk di kelas II SMA Mamiyai itu.

Rani mengatakan, kalau teman pelaku hanya sebentar saja menemani temannya di Taman Teladan, dan tak lama korban bersama pelaku pergi, teman pelaku juga ikut pergi. (bay/smg)

Tolak Tanda Tangan, Pedagang Diancam dan Diintimidasi

Pergantian Pengelola Jaga Malam di Pusat Pasar

MEDAN-Beberapa pedagang Pusat Pasar diancam  akan diadukan ke PD Pasar bila tidak menandatangani surat pernyataan pergantian pengelola jaga malam yang lama, serta mendapatkan pemaksaan untuk melakukan tanda tangan tersebut.

Menurut pedagang, oknum penjaga malam yang baru didampingi oleh oknum petugas PD Pasar dan oknum kepolisian meminta tanda tangan ke pedagang dengan membawa kertas kosong tanpa kepala surat. Mereka diminta tanda tangan dengan alasan untuk mendata kios yang akan dijaga oleh penjaga malam, tapi setelah ditandatangani, tanda tangan tersebut adalah untuk dukungan kepada penjaga malam yang baru.

“Kalau tidak mau tanda tangan akan aku laporkan sama PD Pasar,” ujar seorang pedagang Zuraidah SH menirukan ucapan orang yang mendatanginya.
Karena Zuraidah merasa tidak mengenal tiga orang yang mendatanginya dan sempat mendapatkan ancaman, dia pun tidak jadi menandatangani surat pernyataan yang diberikan padanya.

“Disuruh tanda tangan, karenan aku nggak kenal sama orang itu aku nggak jadi tandatangani, yang aku tahu jaga malam saudara Frengky,” terang pedagang sudah berjualan delapan tahun itu.

Sementara itu, seorang pedagang yang berjualan di lantai dasar pusat pasar membeberkan, semenjak adanya pernyataan tanda tangan yang dilakukan oleh pengelola yang baru, dirinya sempat mendapat ancaman melalui SMS.

“Beberapa hari yang lalu saya dapat ancaman lewat SMS,” ujar pedagang yang tidak mau namanya ditulis.

Dalam ancaman lewat SMS tersebut, dia merasa ketakutan pasalnya dalam isi SMS yang dia dapat tentang keselamatan nyawanya.
“Jangan terlalu sibuk mengurus orang, nanti terancam nyawamu,” jelasnya menirukan isi SMS yang diterimanya.

“Saya sempat lihat, mereka adu mulut dengan orang yang membawa surat pernyataan, karena tidak mau tandatangan dan didampingi oleh petugas PD Pasar,” sambung seorang pedagang daging di Pusat Pasar.

Selain itu, sejumlah pedagang pusat pasar juga merasa diberatkan dengan adanya kenaikan dana retrubusi yang dikutip oleh pihak PD Pasar sebesar 60 Persen.

Menurut seorang pedagang, Muhammad Anaf, kenaikan retrubusi sebesar 60 persen yang dikutip dari tiap pedagang tidak wajar.
Pasalnya, semenjak kenaikan yang dilakukan tersebut para pedagang bukan mendapatkan kepuasan malah semakin tertekan.
“Saya keberatan, kenapa harus 60 persen seharusnya 20 persen dulu. Kitakan pedagang kecil,” terangnya.

Menurutnya, selain menaikkan 60 persen, sejumlah pedagang juga merasakan ketidakpuasan akibat adanya pemutusan listrik di beberapa toko pedagang.

“Bukannya mendapatkan kepuasan, beberapa toko pedagang ada listriknya yang diputus. Alasan mereka pencurian arus tapi mereka tidak bisa menunjukkan buktinya,” terang dia.

Pedagang lainnya, Erliwati berharap, bila memang kenaikan retribusi pengutipan dari pedang, pihak PD Pasar seharusnya memberikan kenyamanan bagi sejumlah pedagang.

“Maunya kalau uda naik bekerjalah dengan bagus, bukan seperti ini, listrik pedagang pun diputus,” terang dia.
Erliwati menjelaskan, semenjak adanya pergantian pengelola jaga malam yang baru, fasilitas kebekaran seperti gas beracun di pusat pasar belum ada. Hal ini membuat dirinya dan sejumlah pedagang lainnya semakin takut untuk berjualan di pasar tersebut.

“Takutlah, kalau pengelola yang lama memang memfasilitasi sendiri,” kata dia.

Dia menambahkan, dengan adanya pergantian pengelola jaga malam yang baru yang, keresahan para pedagang semakin besar. Pasalnya, semenjak jaga malam yang dikelola oleh saudara Frangky Napitupulu, personel penjaga malam selalu memberikan kenyamanan bagi para pedang.

Hal yang hampir serupa juga dikatakan Khairudin, pedagang yang sudah belasan tahun ini menyatakan bahwa dirinya sempat ditawari pengutipan dana sebesar jutaan rupiah hanya untuk mengurus izin untuk memperbaiki atap tokohnya.

“Saya membeli toko yang memang sudah tidak beratap, tapi waktu saya ingin memperbaiki saya didatangi oleh orang dari PD Pasar untuk mengurusnya izinnya harus bayar lima juta rupiah,” ujar dia.

Dirut PD Pasar, Benny Harianto Sihotang SE mengakui adanya kenaikan retrubusi hingga 100 persen namun dilakukan dengan cara bertahap.
“Memang ada kenaikan, kita lakukan 60 persen dulu namun di bulan Juni mendatang baru 100 persen,” kata dia.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut dilakukan guna untuk melakukan pencapaian mensukseskan pusat pasar di Kota Medan. “Dilakukan buat pajak agar betul-betul bagus,” ucap dia.

Komisi C DPRD Medan Dituding tak Serius

Sementara Pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) mengaku kecewa kepada Komisi C DPRD Medan, terkait pembatalan jadwal rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas penolakan kenaikan tarif kontribusi hingga 100 persen.

Pembatalan RDP melibatkan pedagang dan pihak Direksi PD Pasar Medan tersebut dinilai para pedagang sebagai bukti bahwa anggota DPRD Medan, khususnya di Komisi C tidak serius menyeesaikan sejumlah permasalahan yang menimpa para pedagang di pasar tradisonal.

Ketua P3TM, Mardi Chaniago mengungkapkan, pembatalan jadwal rapat tersebut diakui Wakil Ketua Komisi C, Kuat Surbakti dikarenakan adanya masa transisi pemilihan pimpinan komisi serta adanya rapat Badan Musyawah (Banmus) mengenai revisi PBB.

“Pembatalan (RDP, red) katanya karena transisi dan rapat di Banmus. Harusnya hal seperti itu tidak terjadi mengingat permasalahan yang meimpa para pedagang di pasar-pasar tradisional sudah terlalu lama berlangsung,” kata Mardhi saat mendampingi sejumlah pedagang dari Pasar Brayan mengadu ke Komisi C DPRD Medan, Senin (30/4).

Kehadiran sejumlah pedagang yang diterima Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan, Kuat Surbakti tersebut mengeluhkan kondisi sarana dan prasaranan Pasar Brayan yang sangat buruk. Mereka menilai, kenaikan tarif kontribusi kebersihan dan jaga malam sebesar 100 persen di Pasar Brayan sangat tidak pantas diberlakukan oleh PD Pasar Medan.

Menurut para pedagang, pihak PD Pasar Medan juga telah menyerahkan pengutipan terhadap sewa lapak pedagang kepada oknum preman, begitu juga pengutipan kontribusi jaga malam dan kebersihan. “Kita khawatir dana yang dikutip itu tidak masuk ke kas PD Pasar. Terbukti perbaikan infrastrktur pasar tidak pernah dilakukan,” ujar salah seorang pedagang.

Mardi Chaniago mengungkapkan, keberadaan preman di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, seperti di Pusat Pasar, Pasar Helvetia, Pasar Aksara, dan Pasar Sukaramai sudah menjadi masalah yang sangat meresahkan para pedagang.

“Selain masalah kenaikan tarif kontribusi 100 persen, masalah preman ini sebenarnya sudah lama dikeluhan para pedagang. Karena itu, kami sangat mengharapkan agar DPRD Medan bisa menyelesaikan masalah yang menimpa para pedagang ini,” ujar Mardi.
Menurut Mardi, rapat di Komisi C DPRD Medan untuk membahas permasalahan para pedagang di pasar tradisional seyogianya berlangsung, Senin (30/4). Namun rapat tersebut ditunda sampai denagan waktu yang belum ditentukan.
“Kami berharap Pemko dan DPRD Medan bisa segera menuntaskan permasalahan antara pedagang dengan PD Pasar Medan. Kami memberi waktu satu bulan, apabila pihak Pemko dan DPRD Medan tidak mengindahkan tuntutan pedagang, maka pedagang akan melakukan aksi turun ke jalan,” tandasnya. (adl)

(gus)