Home Blog Page 13589

Lorenzo Salahkan Ban

JEREZ – Jorge Lorenzo masih menyimpan sedikit kecewa menyusul kegagalannya meraih kemenangan di GP Jerez, Spanyol. Pembalap andalan Yamaha Factory ini menyebut kegagalannya kali ini tak lepas dari kesalahan dalam memilih ban.

Lorenzo harus mengubur impiannya menyabet kemenangan ketiga secara beruntun atau hattrick di sirkuit Jerez. Pada balapan Minggu (29/4) malam tadi, Lorenzo harus mengakui keunggulan rival utama, Casey Stoner yang tampil sebagai pemenang.

Usai balapan, Lorenzo mengakui salah dalam pemilihan ban. Keputusannya dirinya dan tim menggunakan ban depan dengan type soft, membuatnya gagal menyaingi Stoner dan harus puas berada di podium dua.

“Hari ini (kemarin-red) saya tahu,pemilihan ban yang tepat akan jadi keputusan yang sangat penting,” ujar Lorenzo yang menang di Jerez pada dua musim terakhir.

“Akhirnya, kami memilih type soft untuk ban depan. Namun sayangnya, keputusan kami itu salah dan saya banyak mengalami masalah sepanjang balapan. Saya tidak percaya diri seperti saat latihan,” sambungnya dikutip Autosport, Senin (30/4).

Meski hanya finis kedua, namun Lorenzo masih bisa sedikit sumringah karena masih sukses menjaga posisinya di puncak klasemen sementara pembalap. Lorenzo mengoleksi 45 poin, atau unggul 4 poin dari Stoner di urutan dua.

“Tanpa feeling yang bagus, jadi finis kedua sudah cukup bagus. Kami masih memimpin klasemen dan dan punya motivasi bagus menatap Estoril,” pungkas Lorenzo seraya berjanji akan membalas kekalahannya di MotoGP Portugal, 6 Mei mendatang.
Terpisah sang juara GP Jerez Casey Stoner justru mengaku puas mampu mendahului Lorenzo. “Mengingat penampilan saya secara umum sepanjang akhir pekan, dan juga betapa cepatnya Jorge (Lorenzo) dan Dani (Pedrosa) di trek ini, maka, kemenangan di sini sangat spesial buat saya,” tutur Stoner. (bbs/jpnn)

5,6 Kg Heroin dari Malaysia Masuk Medan

MEDAN- Penyelundupan 5,6 kg heroin dari Malaysia yang dibawa seorang perempuan asal Jakarta, Saning Sokhib Saji (38), berhasil digagalkan aparat Bea dan Cukai Bandara Polonia, Minggu (29/4).

Perempuan kelahiran Lamongan, Jawa Timur, dengan nomor paspor A2121451 tersebut, merupakan penumpang Pesawat Air Asia AK 1350 dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Upaya penyelundupan barang haram tersebut, diketahui saat Saning melintas di bagian pemeriksaan Terminal Kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan. Tepatnya saat pemeriksaan X-Ray, dimana petugas Bea Cukai merasa curiga dengan barang bawaannya. Kemudian dilakukan pemeriksaan, dan ternyata ditemukan bubuk heroin dengan berat sekitar 5,6 kg yang disembunyikan didalam dinding koper hitam.

Temuan ini langsung ditangani  Direktorat Interdeksi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memburu pemilik heroin itu. Tersangka dan barang bukti  langsung diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat Lion Air JT 303.

“Penumpang dari Malaysia itu diamankan sekitar pukul 08.00 WIB. Dia ditangkap  pihak Bea Cukai. Lalu, dibawa BNN ke Jakarta,” papar Humas Angkasa Pura II, Firdaus kepada wartawan.

Kepala Pos (Kapos) Polisi Bandar Udara Polonia Medan, Aiptu Saut Sihombing juga menyatakan, penumpang dari Malaysia itu ditangkap karena membawa heroin.

“Informasi dari Bea Cukai, katanya narkotika jenis heroin. Untuk pengembangan, dibawa BNN  ke Jakarta,” katanya.
Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andjar Dewanto, mengatakan pihak BNN Pusat tidak ada melibatkan Polda Sumut dalam penangkapan tersebut. Pasalnya, tersangka yang diketahui membawa heroin itu merupakan target operasi (TO) dari BNN Pusat.
“Jadi memang enggak ada pihak kita (Polda Sumut) dilibatkan untuk penangkapan itu, memang sudah TO BNN Pusat,” ujarnya.(ari/jon)

Loeb Juara, Subhan Dapat Poin

CARLOS PAZ-Seri kelima Kejuaraan Reli Dunia (WRC) yang digelar di Argentina dimenangi oleh Sebastien Loeb. Hasil ini membuat Loeb makin kokoh di puncak klasemen sementara.

Dalam lomba yang berlangsung pada 26-29 April dan menempuh jarak 502,73 kilometer, Loeb tampil sebagai yang terbaik. Pereli yang memperkuat Tim Citroen ini membukukan waktu total 5 jam 34 menit 38,8 detik.

Peringkat kedua ditempati oleh rekan setim Loeb, Mikko Hirvonen. Catatan waktu Hirvonen lebih lambat 15,2 detik di belakang Loeb. Pemenang Reli Portugal, Mads Ostberg, berada di posisi ketiga. Di belakangnya, menyusul Martin Prokop, Thierry Neuville, Petter Solberg, Sebastien Ogier, Evgeny Novikov, Nasser Al-Attiyah, dan Ott Tanak.

Dengan kemenangan ini, Loeb untuk sementara memuncaki klasemen dengan raihan 91 poin dari lima seri. Solberg menguntit di posisi kedua dengan 73 poin, disusul Hirvonen dengan 70 poin.

Sementara itu pereli Indonesia Subhan Aksa merampungkan aksinya di Reli Argentina kelas PWRC dengan finis nomor tujuh. Ia mendulang enam poin dari ajang bergengsi tersebut.

Setelah mengalami kecelakaan di hari ketiga pada Special Stage (SS) kedelapan di hari ketiga, sehingga tak bisa melanjutkan lomba sampai SS ke-13, Subhan memperbaiki performanya pada hari Minggu (29/4) kemarin.

Menggeber Mitsubishi Lancer Evo X, Subhan berduel ketat dengan Campos di SS ke-15, antara Mina Clavero-Giulio 1 sejauh 17,41 km. Campos menang dan bahkan menjadi yang tercepat. Subhan finis keempat dan selisih mereka tinggal 36,8 detik.

Di SS berikutnya Subhan menyelesaikan lomba di posisi kelima, dan akhirnya terlempar ke peringkat tujuh di klasemen PWRC. “Kami memang tak ingin memforsir diri karena target sejak awal adalah bisa finis. Alhamdulillah, kita finis dan juga dapat poin. Ini yang bisa saya dan Hade berikan. Terima kasih pada manajemen tim dan Bosowa yang telah berjasa mewujudkan hasil ini,” ujar Subhan. (bbs/jpnn)

IPSI Medan Target Kembalikan Dominasi

MEDAN-Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Medan H Ahmad Arif SE MM mengalokasikan sejumlah peralatan latihan bagi atlet yang mengikuti program pembinaan KONI Kota Medan.

Penyerahan sarana latihan atau peralatan perlengkapan latihan tersebut diserahkan langsung Ketua IPSI Kota Medan kepada kedua pelatih program pembinaan KONI Kota Medan yakni Sudarto SE bersama Dr Tarsyad Nugraha M Kes, minggu (29/4) di lapangan fakultas ilmu keolahragaan (FIK) Unimed Jalan Pancing Medan.

Arif dalam arahannya, menekankan agar dari sarana latihan yang telah diupayakan kelengkapannya itu, turut memacu atau meningkatkan intensitas berlatih.

”Kita tak ingin terlalu banyak istirahat saat latihan, hanya karena peralatan latihan kurang mendukung, untuk itu dari paralatan yang sudah diupayakan kelengkapannya bisa ikut meningkatkan intensitas berlatih mereka, dan ini semakin berbeda dibanding yang lalu,” ucapnya dihadapan para pelatih dan atlet yang tengah menggelar latihan rutin tersebut.

Dia berjanji, dari peralatan yang ada (body protector 3 set, petching bad 3 set, pelindung kemaluan 3 set) akan terus ditambah, sehingga  target awal kepengurusannya untuk mengembalikan dominasi silat di Sumut dapat terpenuhi. (mag-10)

Medan Kehilangan Petinju Potensial Asal Unimed

Baru Dua Hari jadi Juara dan Empat Hari jadi Sarjana, Tewas Ditabrak Truk Pasir

MEDAN-Dunia olahraga Kota Medan kembali berduka. Itu setelah salah seorang petinju potensial yang dimiliki Pertina Medan Imanuel Situmeang, kemarin menagalami kecelakaan yang akhirnya menewaskannya.

Imanuel Situmeang, petinju kelas 52 Kg menghembuskan nafas terakhir setelah sepeda motornya ditabrak truk pasir BK 6916 LV di Jalan Menteng VII Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai, Senin (30/4) pagi.

Menurut Informasi yang dihimpun Sumut Pos, korban yang baru empat hari wisuda di FKIP  Unimed, sebelum tewas mengendarai sepeda motor Mega Pro dengan nomor plat BB 2275 MG. Saat itu korban baru saja mengantar adiknya Alex (22) ke Terminal Amplas.

Setelah mengantar adiknya tadi, dirinya berencana kembali ke kos yang berada di jalan Durung Gang Bersama Medan. Namun sesampai di kawasan Menteng VII, dirinya berusaha memotong sepeda motor jenis Revo yang berada di depannya. Saat memotong sepeda motor tersebut, tiba -tiba dari depan muncul sebuah truk pengangkut pasir yang di kendarai Tajuddin dengan no polisi BK 9616 LV.

Gugup dihadapannya melaju sebuah truk, korban kehilangan keseimbangan sehingga sepeda motornya oleng dan terjatuh. Tak ayal, tanpa sempat menghindar truk tadi menggilas Imanuel hingga yang bersangkutan tewas seketika.

Sedangkan sang supir yang saat itu terlihat berusaha kabur, akhirnya berhasil diringkus dan diamankan masyarakat untuk selanjutnya diserahkan ke lantas polsek Percut Sei Tuan.

“Tadi aku nampak korban (Imanuel, Red) mencoba melewati sepeda motor di depannya, tiba-tiba saja sepeda motornya oleng. Tak sempat lagi truk itu menghindar sehingga dia (Imanuel) terlindas dan mati di tempat,” ucap Sukarno, saksi mata warga Menteng VII.
Salah seorang rekan Imanuel saat berada di RSU dr Pirngadi Medan mengatakan bahwa korban dalam kesehariannya adalah sosok yang menyenangkan dan baru saja menyelesaikan kuliahnya di Unimed.

“Baru Kamis lalu dia diwisuda bang. Dan Sabtu kemarin dia baru saja menjadi juara tinju kelas 52 Kg yang berlangsung di Sasana Sena,” ucap Topan, teman satu kos korban.

Dilanjutkannya, bahwa sebagai teman yang sehari-hari selalu bersama Imanuel, dirinya tak memiliki firasat apa-apa tentang kawannya itu.
Terkait kecelakaan yang dialami Imanuel ini, Ketua Pertina Kota Medan Binson Simbolon mengatakan bahwa pihaknya mengaku kehilangan sosok petinju potensial. “Karenanya kami mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Imanuel. Jika tak ada halangan, besok (hari ini, Red) kami (pengurus Pertina Medan) akan melayat ke rumah duka,” bilang Binson.

Terpisah, Kanit Lantas Polsek Percut Seituan AKP. Maju Harahap, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengamankan supir truk yang diduga menjadi penyebab kematian Imanuel pada insiden tabrakan di Menteng VII. “Supir truk sudah kita amankan, namun belum bisa kita tetapkan sebagai tersangka” ujar AKP Maju Harahap kepada wartawan. (gus/jon/mag-10)

Diduga Korsleting di Rumah Asiong

MEDAN-Penyebab kebakaran di Jalan Peternakan, Starban, Medan Polonia didugaa akibat korsleting listrik di rumah Asiong.

“Kalau asal api dari rumah sebelah (rumah Asiong) diduga korsleting listrik. Saat kejadian rumahnya kosong,” tandas Jimmy, seorang warga.
Kapolsek Medan Baru Kompol Dony Alexander saat dikonfirmasi mengatakan polisi masih menunggu hasil identifikasi labotorium forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Medan, untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran, dan pihaknya akan memeriksa saksi-saksi termasuk pemilik rumah.
“Kita masih menunggu hasil identifikasi, kita akan periksa saksi termasuk pemilik rumah,” terang nya.

Sementara, warga sekitar lokasi kebakaran mungais puing-puing bangunan sisa kebakaran untuk dijual ke penampung barang-barang bekas, di lokasi kebakaran,  Senin (30/4).

Dari beberapa warga yang berada di lokasi tak seorang pun pemilik rumah yang terbakar. Menurut  Jimmy (35), dia disuruh oleh pemilik rumah Aling untuk mengumpulkan barang-barang dan menjualnya kepada penampung barang bekas.

Jimmy mengatakan, pemilik rumah sedang berada di rumahnya yang lain tak jauh dari lokasi kebakaran.  Amatanw artawan, warga sibuk memindahkan barang-barang yang masih bisa dipergunakan. Sebagian warga tampak di sekitar lokasi kebakaran yang masih terpasang garis polisi.
Kepala lingkungan VII, Kelurahan Polonia Medan Polonia, Tarsidi (45) mengatakan, hingga saat ini pemilik rumah yang diduga sumber asal api belum datang ke lokasi. (gus)

489 Peserta Ikuti Olimpiade Fisika Tingkat SMA

MEDAN-Sebanyak 489 siswa dari 73 sekolah mengikuti Olimpiade Fisika antar SMA sederajat di Gedung Serbaguna Unimed, Sabtu (28/4) kemarin. Olimpiade ini digelar Jurusan Ilmu Fisika Fakultas MIPA Unimed. Kegiatan ini dirangkai dengan Workshop Kit SMA, open house alat-alat laboratorium fisika modern dan alat-alat fisika kebumian.

Tampil sebagai juara I, siswa SMA Methodist 3 Medan, Kelvin. Aisyah Panggabean, siswa SMAN  1 Tarutung harus puas di tempat kedua. Sementara Apriyantina siswa MAN Padang Sidempuan menjadi juara III. Sementara juara harapan I-III, Candy Olivia Mawalim (SMA Methodist 5 Medan), Wahyu Kennedi Bangsawan Nasution (SMA Daruk Mursyid Sipirok) dan Fitrah (MAN 1 Medan)

Sebelumnya, Rektor Unimed diwakili Pembantu Rektor IV, Prof. Dr.Berlin Sibarani, MPd. Berlin berharap kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang mengukur kemampuan siswa di bidang Fisika.

“Saya memahaminya sebagai sebuah ajang dimana kita bisa mengukur kemampuan kepada bidang fisika. Ini bisa menjadi Feedback evaluasi pembelajaran fisika di sekolah masing-masing,” katanya.

Menurut Berlin, pembelajaran fisika maupun ilmu eksakta lain diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. “Ini bukan alat mencapai tujuan. Namun untuk pembelajaran fisika dan ilmu eksakta lain diharapkan menghasilkan orang yg berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan berbagai sektor,” tambahnya.

Sementara itu Ketua jurusan Fisika FMIPA Unimed, Dra Derlina, Msi mengatakan selain olimpiade fisika, pihaknya juga menggelar Workshop kit IPA Fisika dengan peserta para guru pendamping siswa yang ikut olimpiade. (mag-18)

MBR Dapat Cicilan Rumah Rendah

JAKARTA – Rencana menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) oleh Presiden SBY, disambut baik oleh para pengembang properti.
Adanya kenaikan PTKP dari Rp1,3 juta/bulan menjadi Rp2 juta/bulan atau Rp15,8 juta/tahun menjadi Rp 24 juta/tahun akan meningkatkan kemampuan cicilan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Saya juga baru dengar rencana PTKP ini. Jika benar, tentu akan meningkatkan daya beli, dan kemampuan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) Fuad Zakaria kepada wartawan, Senin (30/4).

Menurutnya, potongan pajak juga bisa untuk meningkatkan cicilan, atau biaya yang bisa dialihkan untuk sertifikat. Menurut Fuad, memang selama ini pemerintah tidak cukup adil dalam menetapkan pajak penghasilan yang kena pajak. Tidak seharusnya wajib pajak dikenakan merata. Bagi MBR dengan kemampuan ekonomi rendah, bukan langkah bijak untuk dikenakan pajak.

Sebelumnya Presiden SBY menyatakan akan menaikkan pendapatan tidak kena pajak (PTKP) dari Rp15,8 juta per tahun menjadi Rp24 juta per tahun. Berarti nantinya pegawai atau buruh bergaji Rp2 juta per bulan bakal bebas pajak.

Dirjen Pajak Fuad Rahmany membenarkan rencana tersebut. Ini dilakukan pemerintah untuk membantu golongan berpendapatan rendah. “Jadi agar tidak perlu pajak bila pendapatannya di bawah PTKP atau lebih sedikit bayar pajaknya karena dinaikkannya PTKP,” kata Fuad.

Sebelum SBY melalui Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz merayu Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mau mengucurkan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk masyarakat yang tidak berpenghasilan tetap dan tak tersentuh bank.”Kami harapkan BPD-BPD ini bisa memberikan kredit perumahan bagi masyarakat yang belum bankable, artinya yang belum mempunyai penghasilan tetap,” kata Djan di hadapan para Dirut BPD di kantornya, Jakarta, kemarin. Ini dilakukan kata Djan Faridz, agar cita-cita Presiden SBY bisa tercapai yakni masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah yang layak huni. “Risiko kredit macet? Tenang kreditnya akan kita asuransikan 100 persen ke Askrindo dan negara yang nanggung,” ujar Djan.(net)

Angelina dan Oscar Terbaik PBI Series

MEDAN- Peboling tuan rumah Sumut sukses menduduki podium tertinggi di ajang PBI Series Waspada 2012 setelah Angelina Karto menjuarai nomor master open putri di Lintasan Super Bowl Perisai Plaza Medan, Minggu (29/4) malam.

Angelina yang dipersiapkan menghadapi PON XVIII Riau itu tampil juara setelah mengemas 3.126 poin dalam 16 game. Wanita berusia 40-an tahun itu tetap tampil enerjik untuk mencatat average 195 (nilai rata-rata per geme).

Gelar juara itu sekaligus memastikan atlet peraih medali perunggu PON XVII di Kaltim itu mencetak hatrik, di mana sebelumnya Angelina juga sukses menjuarai nomor grade B dan master graded.

“Sebelumnya saya tidak pernah tampil juara di tiga kategori sekaligus. Ini prestasi yang sangat membanggakan dan menjadi motivasi saya dalam menatap PON di Riau nanti,” ujar atlet binaan Sejahtera Boling Club itu.

Posisi kedua master open putri juga diraih peboling Sumut, Aldila Indryati. Atlet junior masa depan Sumut itu memastikan gelar juara setelah mencatat 2.987 poin, diikuti Alisha (Jabar/2.901), Nadia Paramita (Jabar/2878), dan Marwati Ningrum (Sumut/2.821).

Pada kategori master open putra, gelar juara diraih peboling asal Jawa Barat, Oscar, dengan mengemas 3.534 poin dalam 16 game. Peraih medali perunggu SEA Geme 2011 itu berhasil mengatasi perlawanan ketat peboling tuan rumah, Ronal Lazuardi, yang harus puas finish di urutan kedua dengan 3.337 poin.

“Puas rasanya bisa juara di Medan. Apalagi ini penampilan pertama saya. Awalnya saya tidak ada target muluk-muluk, tekad saya cuma ingin membuktikan kalau masih mampu bersaing dengan atlet-atlet muda lainnya,” ucap peboling berusia 32 tahun itu.

Ronald Lazuardi mesti gagal juara, penampilannya pantas mendapat apresiasi. Di usianya yang sudah lebih 50 tahun, Ronald masih mampu bersaing dengan atlet-atlet muda yang beberapa di antaranya andalan Indonesia di SEA Games 2011 lalu.

Posisi ketiga diduduki Billy M Islam dengan catatan 3.280 poin, mengalahkan juara bertahan tahun lalu, Jerry R yang tampil di posisi keempat dengan 3.280 poin. Keduanya merupakan mantan atlet SEA Gemes 2011 asal Jabar.

Sementara itu, peboling junior putra andalan Sumut, Imam Wiguna, harus puas menempati posisi kelima dengan torehan 3.255 poin. Imam yang hingga game ke-14 menempati peringkat ketiga, terpeleset dua peringkat setelah disalip Billy dan Jerry. (jun)

Surat Keterangan Tinggal Seharga Rp30 Ribu

081361537xxx

Bapak Wali Kota Medan, di bulan November 2011 saya membuat KTP dikenakan biaya Adm Rp20 ribu. April 2012 saya membuat Surat Keterangan Tinggal juga dikenakan biaya Adm Rp30 ribu. Tapi saya kasih Rp20 ribu, ibu PNS berambut kribo di depan orang banyakpun mereka tak sungkan memintanya. Ini terjadi di Kelurahan Mabar Hilir, lalu yang gratis itu biaya apa?

Tidak Ada Biaya

Sayang, laporannya tidak lengkap seperti nama petugas yang meminta. Sesuai instruksi Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM, setiap urusan kependudukan tidak dikenakan biaya apapun alias geratis. Tolong sampaikan data petugas agar dapat kita tindaklanjuti sesuai prosedur yang ada. Terima kasih.

Darussalam Pohan
Kadis Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Pemko Harus Tanggap Pengaduan Warga

Ini sudah kelewatan. Seharusnya sebagai perpanjangan tangan pemerintah, harus melayani kebutuhan masyarakat terlebih yang dirundung kemalangan seperti ini. Bukan malah memeras sampai sebegitu besar. Dalam hal ini Pemko Medan harus tanggap akan pengaduan warga di atas. Bagaimana pun peristiwa ini bertentangan dengan semangat pembangunan yang didengungkan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM. Harus ada sanksi tegas tidak saja kepada petugas bersangkutan. Bila perlu hingga pihak kecamatan. Dengan demikian menjadi peringatan bagi Muspika lainnya.

Untuk itu, kita juga minta warga menyampaikan laporannya ke Komisi A DPRD Medan dan akan kita panggil itu petugas. Apa dasarnya memungut dana sebesar itu dari warga. Terimakasih.

Drs Aripai Tambunan MM
Anggota Komisi A DPRD Medan