Home Blog Page 13590

3 TKI Diduga jadi Korban Jual Beli Organ Tubuh

Kemenlu Masih Menunggu Hasil Visum RS di Indonesia

JAKARTA- Kasus memilukan kembali mendera TKI di Malaysia. Kasus terbaru, ada tiga TKI asal Lombok yang tewas ditembus peluru polisi Diraja Malaysia. Tragisnya lagi, keluarga korban menduga jenazah ketiga TKI itu juga menjadi korban praktik jual beli organ ilegal.

Ketiga TKI asal Lombok yang tewas itu adalah, Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon. “Mereka adalah warga Desa Pringgasala, Lombok Timur, NTB,” ujar Direktur Eksekutif Migrant CARE Anis Hidayat di Jakarta, kemarin (23/4).

Dia menuturkan, kecurigaan keluarga muncul setelah melihat bekas jahitan yang cukup lebar dan berbentuk huruf Y di bagian tubuh ketiga TKI tadi.
Menurut Anis, bekas pembedahan yang menyerupai huruf Y itu sangat janggal jika dibandingkan dengan penyabab kematian ketiga TKI itu. Dari data yang dikumpulkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), ketiga TKI itu tewas tertembak polisi Malaysia karena diduga terlibat aksi perampokan. Ketiga TKI itu terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melawan aparat saat akan diamankan.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Migrant CARE dari rumah sakit di Malaysia, ketiga TKI tadi memiliki luka tembak yang berbeda-beda. Herman memiliki luka tembak di bagian kepala, Abdul Kadir Jaelani (beberapa luka tembak), dan Mad Noon (juga beberapa luka tembak).

“Dari keterangan rumah sakit ini, janggal sekali jika melihat bekas jahitan di tubuh ketiga TKI itu,” katanya. Anis semakin yakin jika ketiga TKI itu telah menjadi korban perdagangan organ tubuh ilegal. Sebelum dipulangkan ke Indonesia, diduga organ dalam ketiga TKI itu sudah diangkat sebelum diterbangkan pulang ke tanah air.

Di bagian lain, Juru Bicara Kemenlu Michael Tene mengatakan, ada dua aspek dalam kasus yang menimpa tiga TKI asal Lombok ini. Yang pertama adalah aspek kebrutalan polisi yang menembak hingga tewas ketiga TKI itu. “Untuk aspek ini, kita masih menunggu laporan lebih mendalam dari pihak Malaysia,” katanya.

Sementara itu, aspek yang kedua adalah dugaan ketiga TKI ini menjadi korban jual beli organ. Tene menuturkan, pihaknya tidak bisa gegabah memastikan ketiga TKI ini menjadi korban jual beli organ. “Kita masih menunggu hasil otopsi kedua,” katanya. Tene menuturkan, pihak keluarga korban sudah menyepakati akan melakkan otopsi kembali ketiga jenazah TKI itu.

Pada intinya, Tene mengatakan, praktik jual beli organ itu tidak dibenarkan. Apalagi jika dilakukan secara illegal atau tanpa sepengetahuan ahli waris jenazah. Untuk itu, dia menegaskan Kemenlu siap mendampingi pengusutan dugaan praktik jual beli organ ini jika akhirnya benar-benar terbukti. Tene mengatakan, sampai kemarin otopsi di RS di Indonesia belum dilakukan.

Di bagian lain, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Tatang Razak mengatakan, terlalu dini menyimpulkan dugaan ketiga TKI tadi menjadi korban praktek jual beli organ.

Tatang mengatakan jika KBRI di Kuala Lumpur mendapatkan kabar kematian ketiga TKI ini pada 2 April. Sedangkan kasus penembakan yang akhirnya merenggut nyawa tiga TKI ini terjadi pada 25 Maret.

“Ada lima polisi yang menemukan tiga orang mencurigkan,” kata dia.

Ketiga orang yang mencurigakan itu ternyata adalah TKI. Mereka membawa parang dan menutup muka dengan masker. Tatang menegaskan, polisi menembak ketiganya karena berupaya melawan saat akan ditangkap.

Setelah tertembak, ketiga TKI ini sempat dilarikan ke rumah sakit Port Dickson, Malaysia, tetapi nyawanya tetap tidak tertolong. Menurut Tatang, berdasarkan perundang-undangan di Malaysia, jika ada orang yang tewas tidak wajar, harus menjalanani otopsi.
Dia menduga, luka atau bekas jahitan di tubuh ketiga TKI itu merupakan bekas dari otopsi. “Laporan dari KBIR, otopsi dilakukan dengan membuka badan korban dengan sayatan berbentu huruf Y,” kata dia. Dia menegaskan, belum pernah mendapatkan laporan WNI menjadi korban perdagangan organ di Malaysia. (wan/jpnn)

Nunun Dituntut Empat Tahun Penjara

JAKARTA- Terdakwa kasus suap cek pelawat pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia Nunun Nurbaeti mendapat tuntutan berlapis. Selain tuntutan empat tahun penjara, Nunun juga harus membayar denda Rp 200 juta dan merelakan aset Rp1 miliar untuk disita.

Jaksa M. Rum menganggap Nunun melakukan tindak pidana korupsi. Menurut jaksa, menyuap anggota DPR 1999-2004 agar memilih Mirand Swaray Goeltom sebagai deputi gubernur senior Bank Indonesia adalah tindakan melanggar hukum.

“Terdakwa melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujar M. Rum dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin. Jaksa juga meminta agar hakim mengabulkan penyitaan harta Nunun sebesar Rp1 miliar. Uang itu senilai dengan pencairan 20 lembar cek pelawat. Total cek perjalanan yang dibagikan untuk pemenangan Miranda mencapai Rp24 miliar.

Hal yang memberatkan Nunun adalah perilakunya dinilai merusak DPR RI. Yang meringankan, sosialita itu belum pernah dihukum sebelumnya. Bagaimana dengan pelarian Nunun ke Thailand? Jaksa tidak menyinggungnya sebagai hal yang memberatkan tuntutan.

Hal tersebut berbeda dengan terdakwa suap kasus wisma atlet M. Nazaruddin. Bekas bendahara umum Partai Demokrat itu dituntut lebih berat karena dianggap tidak kooperatif. Nazar sempat melarikan diri ke beberapa negara sebelum akhirnya tertangkap di Cartagena, Kolombia.

Jaksa Andi Suharlis mengatakan, pihaknya sengaja tidak memasukkan unsur melarikan diri. Tuntutan yang mereka ajukan pun hampir maksimal, yakni lima tahun. Karena itu, jaksa memilih untuk tidak mempermasalahkan pelarian diri Nunun.

Nunun sendiri tidak terlalu banyak bicara. Berbagai pertanyaan wartawan hanya dia balas dengan senyuman. “Nanti saja di pledoi. Mengenai tuntutan, biasa saja,” tutur istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu.

Penasihat hukum Nunun, Ina Rachman, menilai tuntutan jaksa menciderai fakta persidangan. Sebab, selama persidangan para saksi menyatakan tidak memiliki hubungan apapun dengan kliennya. Termasuk kaitan antara Nunun dengan Miranda maupun cek pelawat. “Jaksa hanya menggunakan keterangan Arie Malangjudo,” ujar Ina.

Dia berharap agar hakim bijaksana dalam memandang kasus ini. Menurutnya, jaksa hanya copy paste dari materi dakwan tanpa melihat fakta persidangan. Ina menegaskan bahwa tidak ada bukti bahwa kliennya memberi cek perjalanan senilai Rp 20,8 miliar.

Mulyaharja, penasihat hukum Nunun lainnya, berharap agar jaksa menuntut bebas Nunun. Alasannya, dakwaan yang disampaikan kepada kliennya tidak terbukti. Terutama perihal tuduhan bahwa Nunun bertindak sebagai pemberi cek perjalanan. (dim/ca/jpnn)

Bilang Gay, Sesama Marinir Bertikai

WASHINGTON – Keributan antar tentara ternyata tak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika Serikat yang disebut sebagai kampiun demokrasi, keributan antar tentara juga terjadi.

Di Washington DC, akhir pekan lalu seorang anggota marinir bernama Michael Poth ditangkap polisi. Poth menjadi buruan penegak hukum setelah membacok dan menewaskan rekannya sesama marinir. Penyebabnya, karena saling ledek.

Sebagaimanan dilaporkan ABC News, Minggu (22/4) sore waktu setempat, Poth yang kini berusia 20 tahun menusuk Philip Bushong di bagian perut dengan pisau saku. Kejadian penusukan ini terjadi Sabtu (21/4) dini hari di depan sebuah toko alat olahraga, tepat berseberangan dengan barak US Marine Corps di tenggara Washington. Hanya sekali tusuk, Bushong terkapar dan pihak rumah sakit tak mampu lagi menyelamatkan nyawanya.

Menurut saksi, Poth menusuk Bushong beberapa saat setelah keduanya terlibat cekcok. Keduanya bertengkar setelah Poth menyebut  Bushong sebagai homeseksual. Poth dilaporkan sempat kabur setelah melakukan penusukan, hingga akhirnya ditangkap oleh beberapa petugas penjaga barak yang melakukan pengejaran.

Seorang detektif dari Kepolisian Metro Washington, Letnan Robert Alder mengatakan, polisi tidak menemukan indikasi kedua marinir tersebut sudah saling kenal sebelumnya. “Kejadian ini awalnya hanya bermula dari saling ledek dan berakhir dengan penusukan fatal,” kata Alder.(ara/jpnn)

Militer Korut Janji Bumi Hanguskan Seoul

PYONGYANG- Pertikaian antara Korea Utara (Korut) dengan Korea Selatan (Korsel) terus belanjut. Kali ini, Korut  benar-benar serius dengan seruannya untuk menyingkirkan Presiden Korsel Lee Myung-Bak terkait tudingan penghinaan. Militer Korut bahkan mengancam hendak melakukan ‘operasi khusus’ membumihanguskan Seoul, ibu kota Korsel.

Ancaman Korut ini erat kaitannya dengan pernyataan Presiden Lee pada peringatan 100 tahun lahirnya Kim Il-Sung, yang dinilai menghina pemimpin dan rakyat Korut. Belakangan, Korut mengeluarkan penyataan yang semakin tajam dan provokatif. Para pengamat menilai, ancaman militer Korut ini sangat mungkin terjadi.

“Operasi khusus yang dilakukan oleh angkatan bersenjata kita yang revolusioner akan segera dilakukan, untuk menghancurkan tantangan-tantangan dari kelompok pengkhianat,” demikian pernyataan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir AFP, Senin (23/4).
“Target mereka adalah Lee Myung-Bak dan kelompok pengkhianatnya, para penjahat, dan kelompok-kelompok pengerat lainnya termasuk media massa yang konservatif yang telah mengancurkan keberadaan opini publik yang adil,”  katanya.

Namun sayangnya, tidak dijelaskan seperti apa operasi khusus yang akan dilakukan tersebut. KCNA hanya menyatakan, bahwa operasi terhadap Korsel ini akan dilakukan oleh tim khusus dari militer Korut. Menurut KCNA, operasi ini akan menghancurkan Seoul dalam waktu singkat.

“Jika operasi khusus ini dilakukan, akan mampu menghancurkan kelompok pengerat dan para provokator hingga menjadi abu dalam waktu hanya 3 atau 4 menit, bahkan lebih singkat dari itu, dengan alat dan cara khusus yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” tegas KCNA.
“Angkatan bersenjata kita tidak pernah berbicara omong kosong,” tandas KCNA.

Pada Jumat (20/4) lalu, puluhan ribu warga Korut melakukan unjuk rasa dan long march besar-besaran menyerukan kematian Presiden Korsel Lee Myung Bak. Massa meneriakkan orasi yang menunjukkan kebencian kepada Presiden Lee. “Bawa kelompok pengerat itu pada kematian!” teriak mereka. Tidak hanya itu, massa juga membawa sebuah karikatur raksasa Presiden Lee dengan leher digorok.
Diketahui bahwa pekan lalu, Korut dengan terang-terangan menuding Presiden Lee telah menodai peringatan 100 tahun lahirnya pendiri Korut, Kim Il-Sung, yang jatuh pada 15 April lalu.

Sementara Presiden Lee mempermasalahkan biaya pembuatan roket jarak jauh Korut yang menghabiskan dana sebesar US$ 850 juta, padahal akhirnya gagal. Menurut Lee, uang sebanyak itu lebih baik digunakan untuk membeli 2,5 juta ton jagung bagi rakyat Korut yang kelaparan.

Sukses Revans

PSMS vs Persidafon

MEDAN-PSMS berhasil revans atas lawannya Persidafon Dafonsoro dengan skor 1-0 pada lanjutan kompetisi ISL di Stadion Teladan, Senin (23/4) sore. Di putaran pertama Persidafon berhasil mengalahkan PSMS dengan skor .

Caretaker pelatih PSMS Roekinoy menuturkan, usai dikalahkan Deltras FC Sidoarjo 1-3 di Stadion Teladan, Kamis (18/4) lalu, tim pelatih telah melakukan evaluasi mendasar kepada tim. “Secara psikis kita sudah bisa mengembalikan mental pemain. Meski kami (Tim Pelatih) harus putar otak dan peras keringat. Namun, hasilnya cukup baik, kita berhasil revans,” ungkapnya usai laga.

Namun, ia tak menampik lini depan skuad Ayam Kinantan kurang suplai bola dari lini tengahnya. “Memang kita tempatkan Ramadhan dan Anton sebagai gelandang bertahan. Karena hasil evaluasi pertandingan sebelumnya, kita sangat lemah di lini pertahanan,” tutur Roekinoy.
Ia juga menjelaskan, kedua pemain tersebut tak ada penggantinya. “Kita memang punya tiga gelandang lagi, seperti Joon, Alamsyah dan Antoni. Tapi mereka bertipikal menyerang seperti Nastja dan Zulkarnain. Jika dipaksakan Ramadhan dan Anton diganti bisa merusak pola taktik yang diharapkan tim pelatih,” ujar Roekinoy lagi.

“Karena itu kita memang kurang suplay bola ke striker. Namun, faktor lucky (Keberuntungan) memang sedang berada di pihak kita,” tambahnya.
Sementara itu, asisten pelatih Persidafon Edy Sukamto mengatakan, semua harus diterima lapang dada. “Itulah sebuah pertandingan, ada kalanya menang, kalah juga seri. Namun, kekalahan kita kali ini memang sedikit banyak dipengaruhi faktor kelelahan pemain,” katanya.
“Perjalanan dari Merauke ke Sabang sangat menguras tenaga. Dan sekali lagi, ini memang ada kaitannya dengan faktor lucky seperti yang dikatakan asisten pelatih PSMS,” jelas Edy pula.

Namun menurut Edy, Persidafon sudah menyuguhkan tontonan menarik. “Permainan taktik yang apik tanpa permainan kasar sudah kita tunjukkan. Kalau dihitung peluang, kita memiliki dua peluang emas yang harusnya menjadi gol. Tapi sekali lagi ini faktor lucky, dan kali ini memang luckynya PSMS,” ujarnya.

Ia juga tak menampik skuad PSMS sekarang sudah berbeda dibanding pada putaran pertama lalu. “Kita lihat sendiri, kini PSMS diperkuat pemain asing yang sangat potensial di posisinya masing-masing. Khususnya di lini pertahanan,” kata Edy.

“Ditambah kita juga tak diperkuat dua pemain pilar kami, yakni Patrick dan Edu. Inilah sebuah pertandingan,” tuturnya.
Pada pertandingan tersebut, satu-satunya gol yang tercipta yakni dari titik putih oleh Osas Saha di menit 23. Wasit Dodi Setia Purnama menunjuk titik penalti usai Saha dijatuhkan kiper Persidafon Selsius Gebze di kotak terlarang. Tak banyak peluang di babak pertama, memaksa skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, kedua tim meningkatkan tempo permainan. Alhasil banyak peluang tercipta, namun tak satu pun yang bisa dikonfersi menjadi sebuah gol. Hingga babak kedua berakhir skor tetap 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Atas torehan tiga poin ini, PSMS berhasil merangkak ke posisi sembilanm klasemen sementara dengan mengumpulkan poin 25. Sedang Persidafon masih tetap berada di posisi 13 dengan 22 poin. (saz)

Penebusan atau Penegasan

Barcelona vs Chelse

Tiga hari lalu Barcelona dipermalukan Real Madrid pada laga bertajuk El Classico yang berlangsung di Camp Nou. Bagi Real Madrid, kemenangan ini memiliki banyak arti, namun yang terpenting, dengan kemenangan ini maka peluang mereka untuk memenangi tropi La Liga Primera yang ke-32 kalinya semakin terbuka lebar.

BAGI kubu Los Blaugranas, kekalahan yang mereka alami, selain mengecilkan peluang untuk memenangi tropi ke-22 nya, di sisi lain kekalahan itu pun kian menegaskan jika Los Blaugranas sedang dalam kondisi tak bagus.

Tak heran bila ini mengurangi favoritas Blaugranas saat menjamu Chelsea pada leg kedua Liga Champions yang berlangsung di Stadion Camp Nou, dini hari nanti.

Sungguh ironis karena tahun lalu selain mampu memenangi gelar La Liga Primera untuk ketiga kali secara berturut, anak asuh Guardiola pun juga memenangi tropi Liga Champions.

“Kami kembali menjalani ujian, kali ini di ajang Liga Champions saat menghadapi Chelsea. Kami harus bangkit, meski kami menyadari jika mereka lawan yang tangguh,” bilang Gusrdiola, entrenador Barcelona.

Tekad yang diapungkan Guardiola ini diamini kapten tim Carles Puyol. Bahkan secara tegas Puyol mengatakan bahwa seluruh pemain Barcelona siap memberi yang terbaik guna mengantarkan Blaugranas berlaga di partai final Liga Champions yang berlangsung di Munich.
“Kini konsentrasi kami curahkan pada pertandingan itu, sebab pada pertandingan nanti kami  akan menghadapi sebuah tim yang paling piawai melakukan counter attack,” bilang Puyol.

Di tempat terpisah pelatih Chelsea Roberto Di Matteo tak mau kalah gertak. Secara tegas pria asal Italia ini mengatakan bahwa dirinya ingin mengulangi hasil yang diraih timnya pada leg pertama lalu.

Sayangnya, menatap pertandingan ini Di Matteo memiliki masalah karena tak bisa menurunkan pencetak gol Didier Drogba akibat cedera. Tak ayal kondisi ini membuka peluang kepada striker Fernado Torres untuk diturunkan sebagai starter.

“Dia piawai melakukan serangan balik. Dia sangat berbahaya di kotak penalti lawan. Karenanya saya optimis jika dia mampu mencetak gol saat bertandang ke Camp Nou,” bilang Roberto Di Matteo, tactician Chelsea.

Tak salah jika Di Matteo menaruh harapan kepada Torres, sebab pria berkebangsaan Spanyol yang pernah menjadi ikon Atletico Madrid pada era 2007 hingga 2011 itu memiliki catatan yang apik setiap kali mengadapi Barcelona.

Bayangkan dari sepuluh kesempatan menghadapi Barcelona, Atletico Madrid menang sebanyak 4 kali, sedang Barcelona hanya menang 2 kali, dengan 2 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Dari seluruh pertandingan itu Torres membobol gawang Barcelona sebanyak delapan kali. Prestasi terbaiknya adalah ketika melakukan hat-trick pada pertandingan yang berlangsung 1 Februari 2003.

“Menghadapi mereka selalu memiliki arti tersendiri dan mampu membuat kita menjadi sosok pemain yang hebat. Selalu ada motivasi berlebih untuk dapat mengalahkan tim sebesar Barcelona,” tandas Torres.

Nah, dengan semua yang dibeberkan di atas, akankah Barcelona menjadikan pertandingan ini sebagai ajang penebusan atas kekalahan yang mereka alami dari Real Madrid, atau justru Chelsea yang kembali meraih kemenangan sekaligus menegaskan jika kemenangan pada leg pertama bukanlah sebuah kebetulan? Sama-sama kita tunggu jawabannya dini hari nanti. (*)

Soal Century, Abraham Samad Diminta Nekad

JAKARTA – Tak kunjung adanya tersangka dugaan korupsi bailout Bank Century yang ditangani KPK, membuat politisi Golkar di Komisi Hukum DPR, Bambang Soesatyo gemas. Bambang yang juga anggota Tim Pengawas (Timwas) Penangana Kasus Century itu menilai perlu ada kenekadan pimpinan KPK terutama Abraham Samad untuk menaikkan penyelidikan kasus Century ke tingkat penyidikan.

Menurut Bambang, Abraham Samad dan wakil Ketua KPK Zulkarnaen pernah menyampaikan bahwa kasus Century layak dinaikan ke penyidikan dan diikuti dengan penetapan tersangkanya. “Ada yang dari BI (Bank Indonesia), LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan),” kata Bambang, Senin (23/4).

Ditambahkannya,  KPK menjanjikan akan menyampaikan perkembangan tersebut pada rapat Timwas usai reses DPR. Politisi Golkar yang dikenal vokal itu mengingatkan, penanganan kasus Century sudah hampir tiga tahun hanya jalan di tempat.

Menurutnya, ini jelas berbeda dengan janji Abraham Samad saat fit and proper test calon pimpinan KPK, yang menjanjikan bakal menuntaskan kasus Century dalam 100 hari pertama sejak di KPK. “Abraham sendiri sudah berjanji, setahun tidak tuntas akan mundur. Ini sudah lebih 120 hari,” ujarnya.
Karenanya Bambang menegaskan, dalam penanganan kasus Century itu memang dibutuhkan kenekadan atau keberanian Abraham seperti halnya saat mengumumkan Miranda Gultom dan Angelina Sondakh sebagai tersangka korupsi. (boy/ara/jpnn)

Ketika Membaca tak Lagi Membudaya

Khoirotul Ula

Pemuda adalah harapan masa depan bangsa. Begitulah setidaknya kalimat yang sering dilontarkan oleh para pendahulu yang selalu menaruh harapan besar pada kehidupan dan masa depan bangsa.

Pemuda dianggap sebagai agen perubahan, agen of  sosial control dan sebagai agen perjuangan. Sebagai cerminan karakter bangsa, pemuda menjadi tolok ukur utama akan kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Sebab, kepribadian bangsa dilihat dari ketokohan pemuda dan pemimpinnya.

Indonesia adalah negara yang secara kuantitas pemudanya  berada pada jumlah yang tinggi. Namun hal ini menjadi suatu masalah, ketika melihat jumlah kriminalitas yang tinggi sebagian besar disebabkan oleh pemuda.

Belum lagi kenakalan remaja yang semakin memerosotkan nilai-nilai kepribadian bangsa. Di satu sisi pemuda bagi bangsa Indonesia adalah harta kekayaan yang tak ternilai, dimana pemuda adalah pewaris pemimpin dan penerus masa depan bangsa. Tetapi disisi yang lain, pemuda justru terjebak dalam paradigma hedonisme dan kesenangan tak bermoral  yang menurunkan martabat bangsa.

Berbicara tentang pemuda, rasanya tidaklah jauh dari kehidupan pelajar, mahasiswa, serta gerakan organisasi-organisasi kepemudaan. Sebagai agen perubahan, pemuda secara umum mempengaruhi karakter bangsa. Sehingga jika pemudanya pemalas, maka kecil kemungkinannya untuk menjadi bangsa yang maju.

Budaya Baca Minim, Pemuda Semakin Tak Berkualitas

Rendahnya budaya membaca menjadi salah satu pemicu penurunan kualitas pemuda. Apalagi mahasiswa –pemuda- menjadi miskin intelektualnya disebabkan oleh sedikitnya khazanah keilmuan dan kearifan  yang dimiliki. Hal ini tentu menjadi sebuah permasalahan yang memprihatinkan.
Sebagai calon pemimpin bangsa, seyogyanya pemuda banyak membaca, terkhusus membaca sejarah pemimpin bangsa-bangsa yang maju. Sebab, dengan membaca, sejarah besar pemimpin masa lalu bisa diteladani sekaligus menjadi semangat dan motivasi untuk maju.

Dengan membaca, berarti telah membuka cakrawala dunia. Namun, ketika membaca mulai dipahami sebagai pengguguran kewajiban_hanya untuk mengikuti ujian_ saja,  justru akan mengakibatkan nilai-nilai intelektual tak tersentuh sama sekali. Seringkali mereka hanya asyik dan disibukkan oleh permasalahan asmara dan sebagainya. Inilah yang memicu kemunduran semangat untuk menuju perubahan yang nyata.

Jika mahasiswa sebagai kaum terpelajar  saja tidak mengindahkan budaya membaca, apalagi pemuda-pemuda yang kesehariannya tidak pernah mengenyam pendidikan formal maupun nonformal. Mahasiswa sebagai aktor intelektual juga terjebak pada budaya pragmatisme dan enggan berbudaya intelektual. Sedangkan hal-hal yang mereka bicarakan di kampus hampir tak menentu arahnya. Padahal seiring dengan kemajuan teknologi, informasi sangat mudah untuk diakses. Namun yang terjadi justru penyalahgunaan sarana informasi itu sendiri, seperti internet hanya dibuat untuk melihat situs-situs porno an sich.

Elemen-elemen terdidik bangsa seperti siswa, guru, mahasiswa dan sebagainya  pun tak lagi menganggap bahwa membaca itu penting. Bukan maksud untuk mengeneralisir, tetapi melihat pada kenyataan  yang ada, membaca hanya dilakukan ketika akan menghadapi ujian saja. Ditambah lagi sistem pendidikan yang kebanyakan bersifat doktrin dan tidak memberi ruang gerak untuk meninjau hal-hal lain di luar kurikulum yang telah ditetapkan,  membuat pelaku pendidikan enggan mengakses informasi lain untuk menambah wawasannya.

Kiranya, budaya  membaca tetaplah menjadi jalan utama untuk membuat bangsa ini semakin berkualitas. Membaca sejarah membuat bangsa ini semakin bijak, membaca situasi dan keadaan membuat bangsa ini cerdas dan tepat dalam mengambil keputusan. Thus, sebagai pemuda dan kaum terpelajar, menggalakkan budaya membaca sejak dini berarti telah mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin yang cerdas.  Membaca apapun itu, yang konkrit maupun abstrak  haruslah dilakukan dan dibudayakan untuk mengukir peradaban bangsa.(*)

Penulis adalah mahasiswi IAIN
Sunan Ampel Surabaya.

Meta Sikut Harden, Lakers Jinakkan Thunder

LOS ANGELES – Menjamu Oklahoma City Thunder di Staples Center, Los Angeles Lakers butuh hingga dua kali Overtime, untuk mengamankan kemenangan. Laga ini juga diramaikan insiden penyikutan Metta World Peace yang menyungkurkan Guard Thunder, James Harden.

Di pertandingan itu sendiri, Lakers yang masih berkutat di klasemen ketiga wilayah Barat, bermian ‘ngotot’ sejak kuarter perdana. Tapi sayangnya, Thunder berhasil mencuri 25 menit pertama. Tapi Lakers bangkit dan di kuarter kedua, meski perolehan total Thunder masih unggul. Kuarter demi kuarter berjalan kian sengit, hingga akhirnya di kuarter keempat, kedua tim memperoleh poin yang sama. Hingga overtime pertama, Thunder masih bertahan untuk terus mengimbangi tuan rumah yang kian beringas.

Tapi di overtime kedua, sang tamu harus menyerah dan Lakers sukses menutup laga dengan kemenangan 114-106. Sebagaimana sedikit dikupas di atas, kemenangan ini juga diwarnai insiden penyikutan World Peace terhadap Harden, secara tak sengaja.

Metta yang meluapkan emosinya usai melakukan slamdunk, tak sengaja melakukan selebrasi yang berlebihan. Ayunan tangan kanannya, melayang ke kepala Harden. Sang korban pun sempat tak sadarkan diri, sebelum dibawa ke ruang ganti untuk mendapatkan pertolongan pertama. Metta yang terlahir dengan nama Ron Artest itu, mengaku salah dan terlalu emosional saat itu. Harapan agar tak terjadi hal yang lebih buruk, tentu dilontarkan Metta, yang mencetak 12 poin ke ring Thunder, dini hari tadi. “Saya terlalu emosional dan sialnya, James terkena sikutan saya secara tak sengaja. Saya harap dia baik-baik saja. Saya meminta maaf kepada Thunder dan James Harden. Kejadian itu sungguh disayangkan,” tutur Metta. (bbs/jpnn)

Hari Pertama Pelaksanaan UN SMP, Peserta Saling Contek

TEBINGTINGGI- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP mulai digelar kemarin. Beragam kejanggalan pun terlihat saat ujian berlangsung, salah satunya peserta UN saling contek ketika mengerjakan soal ujian.

Aktivitas yang seharusnya dilarang keras itu, terlihat saat Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan meninjau langsung kondisi para peserta UN di sekolah MTS Negeri, Jalan AMD, Kota Tebingtinggi.

Para peserta dengan bebas melakukan pencotekan dan bebas berbicara dengan teman saat berlangsungnya UN. Tetapi, saat pelajar melihat wartawan mengambil gambar, mereka langsung ketakutan dan berdiam diri sejenak sembari berpura-pura mengisi lembar soal UN tersebut dengan tenang. Padahal, dalam kesempatan tersebut peserta UN ini diawasi oleh guru.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi mengungkapkan pelaksanaan UN kali ini berjalan lancar. Sementara, dia berharap kelulusan UN untuk tingkat SMP/MTS kali ini seratus persen. “Mereka akan melanjutkan kembali jenjang pendidikan ke tingkat SLTA,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Tebingtinggi Drs Pardamean Siregar mengatakan, pelaksanaan UN terdaftar sebanyak 3.319 peserta, namun dihari pertama pelaksanaan UN tidak hadir sebanyak 27 orang, diantaranya 2 orang berasal dari sekolah Tandean, 2 orang dari SMP Negeri 2, 6 orang dari SMP Negeri 3, 1 orang dari SMP Negeri 6 , 6 orang dari SMP Negeri 5, 7 orang dari SMP Dipanegara, 2 orang dari SMP Negeri 8, 1 orang dari SMP Negeri 9,  2 orang dari SMP Negeri 7, 1 orang dari MTS Percontohan dan 1 orang dari MTS Rahdatul Islamiah.

Sementara itu di Pakpak Bharat, dari 939 siswa yang terdaftar mengikuti UN, sebanyak 23 siswa tidak hadir pada hari pertama pelaksanaan UN.
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, saat meninjau pelaksanaan UN di SMP N 1 Salak dan SMP N 1 Siempat Rube mengungkapkan, pelaksanaan UN di dua sekolah berjalan lancar.

Terpisah, Sri Wahyuni (15) siswi Madrasah Tsanawiyah dari Lembaga Pendidikan Amaliyah Desa Secanggang, Kecamatan Secanggang, Langkat, mengikuti ujian nasional (UN) di kantor guru menyusul sakit radang paru-paru diderita sejak sembilan bulan sebelumnya.
“Saya sudah sembilan bulan menderita sakit, kata dokter radang paru-paru. Bukan hanya itu juga sakit radang usus, anemia, kekurangan yodium, tifus dan ada dua penyakit lagi tapi saya lupa. Biarpun begitu, tetap optimis akan sehat sekaligus berharap lulus serta melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi,” kata Sri didampingi panitia UN Tsanawiyah Amaliyah Hermina S Pd, Senin (23/4).

Sri Wahyuni anak ke-3 dari 4 bersaudara pasangan Ali Syafar (42) dan Painem (37) warga Dusun Tanah Tinggi, Desa Secanggang, ketika mengikuti UN tampak tenang dan bersemangat mengerjakan soal-soal UN kendati sesekali tampak merasakan sesuatu di bagian perutnya. (mag-3/mag-4/jie)
“Ya modal semangat yang tinggi, Insya Allah bisa menjawab soal-soal sampai UN berakhir Kamis mendatang,” optimis Sri yang sudah berulangkali opname di Rumah Sakit.