Home Blog Page 13590

Surat Keterangan Meninggal Dunia Rp500 Ribu

082165018xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan apa benar Pak dalam mengurus surat keterangan meninggal dunia di Lingkungan 9 Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung dikenakan biaya sampai Rp500 ribu? Mohon Pak ditindaklanjuti. Kami perlu surat itu, tapi kami jangan diperas Pak.

Kita akan Panggil Keplingnya

Terimakasih atas informasinya. Kepada warga yang diberatkan agar membuat laporan ke Pemko Medan dengan mencantumkan bukti fisik agar dapat ditindaklanjuti. Warga dapat mengkonfirmasi biaya pengurusan langsung ke lurah dan camat terkait. Karena tidak ada pengutipan dalam bentuk apa pun untuk pengurusan surat keterangan. Kami juga akan teruskan laporan ini ke Camat Medan Tembung untuk mengklarifikasi kebenarannya kepada Kepling bersangkutan.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Camat Medan Kota Jangan Buang Badan

085276123xxx

Asalamulaikum, mohon pada Bapak Camat Medan Kota jangan buang badan tentang masalah yang terjadi di Lingkungan 1 Kelurahan Sudirejo 2. Kami sudah berapa kali menyampaikan keluhan pedagang ikan yang berjualan di Jalan Tanjung Bunga 1. Apa yang kurang kami buat? Surat keberatan sudah disampaikan kepada Lurah Sudirejo 2 dan katanya sudah ditangani Kecamatan. Apa Bapak mau sampai kami warga membuat aksi sweeping sampai timbul bentrok sama pedagang yang notabenya 95 persen orang luar Lingkungan 1? Saya menghimbau kepada Bapak Camat Medan Kota tanggap masalah ini. Kami tunggu dalam 1x 24 jam dari sini, kalau tidak ada tindakan dan timbul bentrok antara warga dan pedagang, itu tanggung jawab Bapak Camat Medan Kota dan unsur pengurus P3T. Karena Camat dan P3T adalah dalang terjadinya pedagang ikan bagaikan jamur di Jalan Tanjung Bunga.

Siapkan Penataan Bersama Muspika

Terima kasih untuk perhatiannya. Informasi yang kita peroleh dari Camat Medan Kota bila saat ini tengah mempersiapkan penataan bersama unsur Muspika yang rencananya dilaksanakan di Jalan Seksama. Dari situ kita harapkan didapat solusi yang terbaik untuk permasalahan di kawasan Jalan Tanjung Bunga 1 ini.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Tingkatkan Peran Memajukan Bangsa

Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Asrama Haji Medan

MUKTAMAR Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Asrama Haji Medan, Senin (30/4) menghadirkan dua pembicara yakni Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal diwakili Staf Ahli Dede Romli dan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Agussani. Kedua penceramah banyak memberi motivasi kepada anggota IMM se-Indonesia agar dapat menjadi pemimpin sukses di masa mendatang.

Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal menyebutkan peran pemuda dari sisi sosiologi, demografis, historis dan politis yang berperan sebagai jembatan antara kaum tua dan anak anak, tersebar di desa maupun kota, selalu menoreh tinta emas dalamsejarah Indonesia dan memiliki daya preassure.  ‘’Kader IMM merupakan sumber rekrutmen kepemimpinan, sumber pemikir pembaharu, kekuatan moral dan sebagai sosial control,’’ katanya. Sedangkan Rektor UMSU Agussani mengutarakan tekadnya terus membina IMM secara serius karena keberadaan anggota IMM merupakan kekuatan suatu kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Ia pun mengajak anggota dan pimpinan IMM se-Indonesia untuk solid menjalin kerjasama. ‘’Di Indonesia terdapat 156 Perguruan Tinngi Muhammadiyah dimana terdapat 10 rektor pembina IMM se-Indonesia.’’ katanya.

Sedangkan Sekretaris Panitia Lokal Muktamar IMM Dedi Irawan didampingi Ketua Panitia Lokal Muktamar IMM Chandra A Siregar dan Wakil Bendahara Panitia Lokal IMM Dedek Kurniawan Gultom mengungkapkan rasa syukur pelaksanaan Muktamar IMM yang akan berlangsung hingga 2 Mei 201 dapat berlangsung dengan lancar dan sukses. Dedi Irawan meyakini, Muktamar IMM akan terpilih pengurus yang benar-benar dapat bekerja memajukan IMM. Ke depan, lanjut Dedi Irawan, IMM dapat terus memberikan peran strategis untuk memajukan bangsa dan negara. (*/dmp)

Kapoldasu dan Dirut PTPN III Terima Ketua Umum KBPPP

MEDAN-Kapoldasu diwakili Waka Poldasu Brigjen Cornelis Hutagaol MM didampingi Direktur Binmas Poldasu Kombes Pol H Hery Subiansauri SH menerima kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Keluarga Besar Putera Puteri Polri (KBPPP) Agenanda Djamika.

Kehadiran Agenanda Djamika bersama dua pengurus pusat dari Jakarta yakni Wakil Sekjen PP KBPPP Nico Haloho, Bidang Organisasi PP KBPPP Hendra Setiawan. Kunjungan Agenanda ke Mapoldasu Jalan SM Raja Km 10,5 Medan Jumat (27/4) didampingi Pengurus Daerah (PD) KBPPP Sumut yakni Ir Diapari Siregar (ketua), Zulkifli Dahlan (sekretaris), Zainy AA (wakil sekretaris), Sutrisno (wakil bendahara) dan Deddi Mulia Purba SP (koordinator bidang Kominfo).

Ketua Umum PP KBPPP Agenanda Djamika juga mengadakan kunjungan silaturahmi kepada Direktur Utama Holding Company PTP Nusantara III Drs Megananda Daryono di kantor PTPN III Jalan Sei Batang Hari Medan.

Agenanda Djamika bertemu Waka Poldasu untuk berkoordinasi dengan Kapoldasu selaku pembina KBPPP di Sumatera Utara sehingga organisasi KBPPP semakin memberi manfaat maksimal kepada masyarakat di daerah ini.

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan ini, Kapoldasu memerintahkan PD KBPPP Sumut terus melaksanakan konsolidasi baik internal maupun eksternal hingga berakhirnya periodenisasi kepengurusan KBPPP Sumut dibawah kepemimpinan Ir Diapari Siregar.

Saat bertemu Dirut Holding Company PTPN III Drs Megananda Daryono juga berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Megananda banyak bercerita mengenai perkembangan perkebunan di Sumut termasuk PTPN III yang banyak menanam karet.

Ia juga menceritakan keinginan membangun kawasan Danau Toba untuk memakmurkan masyarakat antara lain dengan pembangunan Bandara Silangit dan infrastruktur pendukung lainnya. Karenanya, Dirut mengajak pengurus dan anggota KBPPP di Sumut dapat berperan aktif dalam pembangunan.
Ketua Umum PP KBPPP Agenanda Djamika dalam dua pertemuan ini meminta dukungan dari pembina KBPPP Sumut dan pihak terkait lain untuk terus dapat bekerjasama membangun Sumut dan memberi dukungan terhadap organisasi KBPPP Sumut. (*/dmp)

Damai Tanpa Imbalan Uang

Meriam Bellina vs Hotman Paris

Meriam Bellina melaporkan Hotman Paris ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. Namun kini, mereka telah berdamai. Meriam pun mencabut laporan tersebut. Tak pelak perdamaian itu diguncang isu tak sedap.

Kabarnya Meriam menerima sejumlah imbalan dari Hotman. Namun secara tegas mereka membantahnya. Bahkan, bantahan itu menjadi salah satu syarat permintaan maaf Hotman dikabulkan Meriam.

“Pihak 2 (Hotman) menegaskan perdamaian ini tercapai tanpa ada pemberian uang dan harta benda,” ungkap kuasa hukum Meriam, Dwi Ria Latifa saat menggelar jumpa pers Senin (30/4).

Hotman pun menilai permasalahannya dengan Meriam sudah tuntas. Ia mengaku sebelumnya memang sengaja untuk tak terlalu banyak berkomentar tentang pelaporan Meriam tersebut.

“Sudah selesai persoalan, ya selesai tanpa perlu ngomong berkoar-koar atas masalah sendiri,” tutur Hotman.
Sebelumnya Meriam Bellina sempat mengaku bahwa kekasihnya, Hotman Paris menuduhnya sebagai perempuan jual diri. Itu juga salah satu alasan dirinya melaporkan Hotman ke polisi.

Namun, setelah keduanya  berdamai dan mencabut pelaporan itu, bagaimana Meriam menyikapi pernyataan Hotman yang jelas-jelas menyinggungnya itu?

“Hotman mengakui kalau Meriam sebagai perempuan terhormat, mandiri, bekerja sendiri untuk menghidupi anak-anaknya,” ungkap kuasa hukum Meriam, Dwi Ria Latifa.

Hotman memang telah meminta maaf kepada Meriam atas tuduhannya tersebut. Bahkan, itu menjadi salah satu syarat perdamaian itu terjadi.
Meriam mengajukan sembilan syarat agar permintaan maaf Hotman diterima. “Dengan perdamaian ini, saling membebaskan satu sama lain. Tidak saling tuntut di kemudian hari,” lanjut Dwi Ria. (bbs/net)

KONI Sumut Tundukkan KONI Tebingtinggi 2-1

TEBINGTINGGI- Kesebelasan KONI Sumut menundukkan KONI Tebingtinggi 2-1 dalam pertandingan sepakbola yang digelar di Lapangan Bola Asrama Brimob Detasmen B, Jalan Ahmad Yani, Kota Tebingtinggi, Minggu (29/4) sore. Gol KONI Sumut dicetak oleh Misnan dan Gus Irawan di babak kedua. Sedangkan gol balasan KONI Tebingtinggi dicetak Sarwo dipenghujung babak kedua.

Di babak pertama, dalam pertandingan yang berlangsung 2×25 menit ini, kedua tim bermain sama kuat 0-0. Hingga turun minum tak satupun gol diciptakan. Kemudian, memasuki babak pertama, permainan semakin seru. KONI Sumut mendominasi jalannya pertandingan.

Di menit 35, Misnan membawa KONI Sumut memimpin dengan skor 1-0 dengan menjebol gawang KONI Tebingtinggi. Berselang 5 menit, giliran Gus Irawan yang kini menjabat Ketua KONI Sumut, membobol gawang KONI Tebingtinggi sehingga mengubah skor menjadi 2-0.

Ketinggalan 2 gol, KONI Tebingtinggi mulai meningkatkan permainan, sedangkan KONI Sumut mulai menurunkan tempo permainannya. Upaya untuk memperkecil ketertingalan membuahkan hasil. Sarwo berhasil melepaskan tendangan jarak jauh yang tak mampu dihalau penjaga gawang KONI Sumut. Skor pun berubah menjadi 2-1.

Usai pertandingan, Gus Irawan Pasaribu mengaku sangat berambisi menciptakan gol dan ternyata keinginan itu kesampaian juga.
Sementara Ketua KONI Tebingtinggi Muhammad Daniel Sultan mengaku, ke depan akan terus menggelar pertandingan sepak bola persahabatan antar KONI di Sumatera Utara bersama masyarakat serta Muspida yang ada. “Ini akan membuat banyak masyarakat mencintai sepakbola, dari sini akan lahir bibit-bibit pemain sepakbola,” katanya.(mag-3)

Hujan-hujan Kebakaran

5 Rumah dan 1 Pabrik FiberGLASS di Polonia Ludes Dilalap Api

MEDAN-Lima rumah dan satu pabrik fiberglass di Jalan Starban dan Jalan Ternak, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia ludes. Bangunan tersebut terbakar di saat hujan deras di kawasan tersebut.

Kejadian berlangsung selama dua jam, tepatnya mulai pukul 19.30 WIB dan baru berakhir pukul 21.30 WIB, tadi malam. Selain dibantu hujan deras, pemadaman api juga dilakukan oleh 20 unit mobil pemadam kebakaran.

Selain rumah dan pabrik, kebakaran juga menghanguskan satu unit mobil Toyota Avanza yang terkurung di dalam rumah. Korban jiwa dalam peristiwa itu tidak ada, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut informasi yang diterima di lokasi, api diduga berasal dari arus pendek dari kediaman Asiong, pemilik pabrik fiberglass di Jalan Ternak. Lalu api dengan cepat menyambar rumah warga milik Acung dan Aling yang berada tepat di sebelahnya.

Warga dengan peralatan seadanya mencoba menghalau api yang telah menjilati rumah warga lainnya. Api yang terus membesar tak dapat dijinakkan dan menyambar rumah warga lainnya seperti milik Fatimah dan Pantun Sari di Jalan Starban.

“Karena tahu ada api, warga panik dan langsung melakukan penyelamatan dengan menyiramkan air ke arah api berasal,” ungkap Eli (45), warga sekitar lokasi.

Ia juga menjelaskan, saat kejadian berlangsung, rumah Asiong dalam keadaan kosong. “Untung saja rumahnya dalam keadaan kosong, kalau tidak pasti sudah ada korban,” kata Eli lagi.

Sementara, Naen yang juga warga sekitar juga mengatakan, tiba-tiba saja asap tebal keluar dari dalam rumah. “Ada percikapan api dari tiang listrik setelah kepulan asap tebal yang berasal dari rumah Asiong,” akunya.

Kepala Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, M Tampubolon yang turun ke lokasi mengatakan pihaknya menurunkan sebanyak 20 unit mobil damkar. Kesulitan yang dihadapi petugas damkar hanya keterlambatan datang ke lokasi. “Kalau kendala hanya macet saja. Tetapi yang penting api padam dululah,” cetusnya.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Dony Alexander belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan warga di sekitar lokasi. “Penyebab kebakaran masih kita selidiki, yang jelas tidak ada korban jiwa,” katanya.

Pantauan Sumut Pos, meski kebakaran terjadi sekira pukul 19.30 WIB dan dalam keadaan hujan deras, pihak pemadam kebakaran tampak kesulitan memadamkan api. Terbukti, dengan masih sibuknya pemadam hingga sekira pukul 21.30 WIB. Tampak pemadam, terus menyemprotkan air ke rumah yang terbakar. Sedangkan keadaan rumah tampak tidak bersisa lagi karena kebanyakan rumah tersebut terbuat dari kayu. “Berdasarkan keterangan yang kita peroleh, asal api dari rumah milik Asiong yang juga pemilik pabrik Fiberglass, diduga akibat arus pendek,” kata Camat Medan Polonia, Oddy Dodi Prasteyo yang berada di lokasi.

Dikatakannya, seluruh pemilik rumah yang menjadi korban kebakaran sedang tidak berada di dalam rumah. Sehingga petugas agak kesulitan memadamkan api karena pintu masuk yang terbuat dari jeruji besi itu terkunci dengan gembok.

“Terpaksa, petugas damkar menerobos pintu dari pabrik yang sudah terbakar untuk memadamkan api,” pungkasnya. (adl/saz)

Pejabat Tewas Saat Kencan di Aryaduta

Tugas Kabiro Perenanaan dan Organisasi Kemenparekraf Berakhir Tragis

MEDAN- Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Turman Siagian (48), ditemukan tewas dalam kondisi bugil di dalam kamar 1186 Hotel Arya Duta Medan. Turman ditemukan tewas sekira pukul 01.30 WIB, Minggu (29/4), saat bersama teman wanitanya.
Dari informasi yang dihimpun Sumut Pos, warga Bekasi, Jawa Barat itu menginap di Hotel Arya Duta Jalan Kapten Maulana Lubis bersama wanita dari karaoke yang diketahui bernama Anggi Murni (20), warga Jl Tanjung Balai Desa Payageli Medan Krio.

Setelah beberapa waktu di dalam kamar, Anggi yang diketahui merupakan teman kencannya itu keluar dan langsung menjumpai resepsionis dengan napas terengah-engah. “Saya pun terkejut mendengar informasi dari wanita itu saat menyampaikan kalau teman kencannya di dalam kamar sudah tewas kepada resepsionis,” ucap seorang saksi yang tak ingin namanya dikorankan.

Dirinya juga tidak dapat melihat kondisi mayat yang diduga tewas dikarenakan sakit jantung setelah mengkomsumsi obat kuat dengan kondisi tubuh membiru dibagian wajah dan dada. “Saya pun tak bisa masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi mayat. Yang saya tahu, sekujur tubuhnya membiru di bagian wajah dan dadanya,” katanya lagi.

Pihak hotel langsung melaporkan kejadian itu ke pihak petugas Polsekta Medan Baru. Petugas kepolisian, lalu mengidentifikasi jasad korban guna olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya jasad korban dievakuasi dengan menggunakan mobil Toyota Avanza hitam BK 1399 KG ke instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan.

“Mayat tidak dilakukan otopsi dan sudah diberangkatkan ke Bandara Polonia Medan, sekitar pukul 13.00 WIB (kemarin) untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Bekasi, Jawa Barat. Itu pun atas permintaan dari pihak kepolisian,” ucap petugas kamar mayat RSUD dr Pirngadi yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sedangkan Anggi yang menjalani pemeriksaan di ruang juru periksa (Juper) Polsekta Medan Baru tidak diizinkan oleh pihak kepolisian untuk diwawancarai. “Jangan dulu Bang, tanya sama Kapolsekta saja,” kata seorang Juper yang sedang berada di depan pintu ruang Juper sembari menutup pintu.

Kapolsekta Medan Baru, Kompol Donny Alexander, enggan memberikan komentar. Beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya tak juga diangkat, begitu juga saat di SMS tak juga ada balasan. Tak lama kemudian, telepon selulernya tidak aktif. Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, AKP Andi Eko, pun bungkam ketika dimintai keterangan. “Untuk lebih jelas apa penyebab tewasnya korban kita tunggu aja hasil periksa oleh Dokter Forensik yang memeriksa,” ucapnya.

Biasanya Singgah ke Rumah Tante

Sebelumnya, suasana duka jelas terlihat di Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan. Kepergian Turman Siagian (48) membawa duka mendalam bagi keluarga yang ditinggal. Bahkan, firasat buruk dirasakan oleh Sinerlia Siagian (60) tante korban. Itu terjadi saat Sinerlia pulang dari tempat ia berjualan kain dipajak Padang Bulan, Sabtu (28/4) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Saya heran sepulang dari tempat belanja, semacam ada yang membisikan saya untuk berhenti di depan pagar pintu masuk IGD yang juga dekat pintu masuk kamar mayat RS Pirngadi Medan, rupanya itu pertanda Turman sudah tiada. Dan biasanya kalau datang ke Medan ia selalu singgah ke rumah tapi kali ini ia tidak singgah “ jelas Sinerlia.

Sementara, Drs Kosmas Harefa M.SI Dirut Akademi Pariwisata(AKPAR) di Instalasi Jenazah mengaku, kedatangan Turman untuk kunjungan kerja. Turman tiba di Medan pada Jumat (27/4) dan menginap di Hotel Arya Duta. Keesokannya, Sabtu ( 28/4) Turman berangkat mengunjungi Kabupaten Asahan dalam rangka menbicarakan perkembangan rencana memajukan pariwisata arung jeram di daerah tersebut.

“Dia kembali ke Medan Sabtu malam dan menginap di Hotel Arya duta. Rencananya Senin (30/4) sekitar pukul 15.00 WIB sore kembali ke Jawa Barat. Saya dapat kabar sebelumnya Turman sudah tewas di dalam hotel dan memang Turman itu tewas karena penyakit yang dideritanya,” ujarnya.
Terpisah, Andriana Hendrawati, Head Marketing Comunication Hotel Arya Duta enggan berkomentar yang langsung mematikan telepon selulernya ketika dihubungi. Namun, Fifin Erdiany, Director of Sales Hotel Arya Duta menjelaskan kalau dirinya tidak mengetahui ada tamu hotel tewas saat bersama gadis muda di dalam kamar. “Aduh, saya belum mendapatkan informasi itulah. Saya bisa minta tolong kalau nama hotelnya jangan dibuat. Karena kami takut masalah ini dapat mengurangi tamu berkunjung di hotel kami,” pinta Fifin singkat.

Tewas Begitu Buka Baju

Informasi yang dihimpun POSMETRO (grup Sumut Pos) di sekitar lokasi hotel berbintang tersebut, korban memasuki hotel dan memesan 2 kamar bernomor 1186 dan 1111 yang berada di lantai 11 pada tanggal 27 april hingga 28 april. Korban tidak sendirian, dia bersama seorang wanita rekan kerjanya yang tak diketahui namanya. Korban menginap di kamar 1186 dan rekan wanitanya di kamar 1111. Kemudian setelah waktu pakai kamar habis, rekan wanita korban kembali ke Bekasi namun tidak dengan korban, ia malah memilih untuk memperpanjang kamar hingga tanggal 29 april.

Setelah itu korban yang sendirian di kamar hotel memilih untuk berkaroke di salah satu karoke keluarga di Jl Raden Saleh yang tak jauh dari hotel tempatnya menginap. Di dalam karoke, korban berkenalan dengan seorang wanita penghibur bernama Anggi Murni (37) warga Jl Tanjung Balai Desa Payageli Medan Krio. Setelah bernego, korban dan sang wanita menuju ke kamar hotel.

Pihak sekuriti hotel mengatakan jika korban diketahui tewas sekitar pukul 01:30 WIB. “Diia sama teman wanitanya, posisinya telentang tanpa memakai pakaian,” Terang seorang sekuriti berinisial IS saat ditemui di lobi Hotel Arya Duta.

Sementara itu Anggi Murni saat ditemui di Polsek Medan Baru mengatakan jika dirinya dikenalkan kepada korban oleh seorang pria yang berada di karaoke. “Kami belum ngapa-ngapain Bang, langsung jatuh dia pas uda buka baju,” terang wanita hitam manis itu. Namun saat ditanya apakah korban sebelumnya mengonsumsi obat kuat atau minuman keras, wanita tersebut mengaku tak mengetahuinya. (adl/mag-11/wel/smg)

Mbah Surip Lokal untuk Garuda

Akan ada hiruk pikuk lagi di BUMN beberapa hari mendatang. Di samping soal interpelasi, akan ada heboh soal penjualan saham Garuda dan susunan direksi baru perusahaan penerbangan itu. Akan ada juga heboh-heboh soal gula dan tebu. Lalu, segera menyusul kehebohan soal direksi Telkom. Tentu itu belum semuanya. Kehebohan-kehebohan lain bisa saja akan terus menyusul.

Mengapa soal saham Garuda akan heboh? Ini boleh dikata merupakan ‘heboh turunan’. Sejak penjualan perdana saham Garuda ke publik setahun yang lalu memang sudah heboh: Rp750 per lembar saham dianggap terlalu mahal.

Akibatnya, tiga perusahaan grup BUMN yang harus membeli 10 persen saham Garuda waktu itu langsung kelimpungan. Sebab, sesaat setelah IPO, harga saham Garuda nyungsep menjadi hanya Rp570 per lembar. Bahkan, pernah tinggal Rp395 per lembar!

Tiga perusahaan sekuritas milik BUMN itu (Danareksa, Bahana, Mandiri Sekuritas) tiba-tiba harus menanggung kerugian ratusan miliar rupiah. Lebih parah lagi, uang yang dipakai untuk membeli saham itu adalah uang pinjaman. Sudah rugi, harus membayar bunga pula. Tentu tiga perusahaan BUMN itu tidak akan kuat lama-lama memegang ‘saham panas’ tersebut. Kalau terlalu lama digenggam, saham panas itu akan membakar tubuh mereka: kolaps.
Itulah sebabnya, ketika menjabat menteri BUMN, saya langsung mengizinkan keinginan tiga perusahaan tersebut untuk segera melepas saham Garuda. Dalam bisnis, selalu ada prinsip ini: Rugi Rp200 miliar masih lebih baik daripada rugi Rp400 miliar. Rugi Rp400 miliar lebih baik daripada rugi Rp600 miliar.

Yang terbaik tentu jangan sampai rugi. Tapi, hanya orang yang tidur seumur hidupnya yang tidak pernah rugi. Kalau saham panas itu harus segera dijual, kepada siapakah dilepas? Saya setuju dengan ulasan Kompas Jumat lalu: dijual kepada partner strategis. Yakni, perusahaan penerbangan internasional yang reputasinya baik, yang seperti lagunya Mbah Surip, akan bisa menggendong Garuda ke mana-mana.

Tiga perusahaan sekuritas tersebut tentu sudah melakukan itu. Bahkan, mereka sudah menawar-nawarkan ke berbagai investor internasional. Hasilnya nihil. Ada memang yang menawar, tapi maunya macam-macam: Harganya harus murah, tidak mau hanya 10 persen, dan banyak permintaan lain lagi.
Kalau itu dipenuhi, pasti menimbulkan kebisingan yang luar biasa: Mengapa dijual begitu murah?
Mengapa jatuh ke tangan asing?

Waktu untuk menunggu datangnya partner strategis juga terbatas. Kian lama menunggu, kian termehek-meheklah napas tiga perusahaan sekuritas BUMN tersebut: megap-megap. Itulah sebabnya, saya berinisiatif menghubungi lima perusahaan besar nasional. Saya kirimkan SMS kepada mereka berlima dengan bunyi yang sama (hanya saya ganti nama pengusahanya):

“Mohon pertolongan, berminatkah grup perusahaan Anda membeli saham Garuda yang dikuasai tiga sekuritas BUMN dengan harga pasar saat ini? Kasihan tiga sekuritas tersebut. Kalau tidak ada pengusaha dalam negeri yang ambil, tentu akan dibeli asing. Saya tahu ini kemahalan dan kurang menarik. Tapi, siapa tahu bisa bantu. Mohon gambaran berminat atau tidaknya. Salam.”

SMS itu saya kirim ke Nirwan Bakrie, CT, Sandiaga Uno, Rahmat Gobel, dan Anthony Salim.

Begitulah bunyi SMS saya kepada lima pengusaha itu. Saya tahu, tidak mudah bagi mereka untuk bisa membantu tiga perusahaan sekuritas BUMN tersebut. Dalam dunia bisnis pernah ada pemeo begini: Untuk jadi jutawan itu mudah. Jadilah miliarder dulu, lalu belilah perusahaan penerbangan, Anda akan segera jadi jutawan!”

Saya juga merasa, pasti akan ada permintaan macam-macam dari para calon investor itu. Sebuah permintaan yang dalam dunia bisnis memang sudah menjadi standar praktik sehari-hari: Diskon! Apalagi, mereka tahu bahwa tiga perusahaan sekuritas tersebut dalam posisi lemah: Help! help! help!

Dari lima penawaran saya itu, tiga pengusaha menyatakan berminat membantu. Lalu, kepada mereka saya sampaikan: Silakan hubungi langsung ke korporasi masing-masing. Tugas saya sebatas mencarikan calon pembeli. Setelah ada peminatnya, saya serahkan sepenuhnya agar mereka melakukan transaksi sendiri: Bagaimana caranya, seperti apa prosedurnya, berapa harganya, dan bagaimana cara memutuskannya. Silakan lakukan sesuai dengan prinsip yang diperbolehkan.

Tentu saya mengharapkan keajaiban. Saya tahu bahwa ‘tokoh membawa berita’ adalah salah satu doktrin jurnalistik. Karena tiga tokoh telah menyatakan minat membeli 10 persen saham Garuda yang ada di tiga sekuritas itu, berita di sekitar saham Garuda menjadi hangat. Tiba-tiba saja harga saham Garuda di lantai bursa seperti digoreng: melonjak menjadi Rp650-an dan terus terbang sampai Rp720 per lembar.
Tiba-tiba saja nilai perusahaan Garuda bertambah triliunan rupiah. Garuda sangat diuntungkan! Namun, tokoh-tokoh yang telanjur berminat itu menjadi empot-empotan. Tiba-tiba mereka harus membeli saham Garuda jauh lebih mahal daripada yang mereka bayangkan. Mereka tentu mengira akan membeli saham Garuda dengan harga Rp570 per lembar seperti yang saya tawarkan.

Tapi, dengan kenaikan harga saham Garuda di bursa yang begitu tinggi, masih maukah mereka membeli? Atau sebaliknya, masih maukah tiga sekuritas tersebut menjual? Bisa saja para pengusaha yang semula berminat tiba-tiba mengurungkan keinginannya. Sebaliknya, bisa saja justru tiga sekuritas kita yang tidak mau melepas, misalnya, menunggu siapa tahu harga saham tersebut masih terus menanjak.

Di sinilah kontroversi akan terjadi. Kehebohan akan muncul. Tiap-tiap pihak melontarkan pandangannya sendiri-sendiri.
Kalau dilepas sekarang dan kemudian harga saham ternyata masih naik, para pengamat akan mengecam habis-habisan: Kok dijual murah! Tapi, kalau tidak dilepas sekarang dan ternyata harga saham turun lagi (batalnya transaksi ini bisa saja memukul balik harga saham), para pengamat juga akan menggebuki tiga sekuritas tersebut.

Saya memilih untuk tidak mencampuri pilihan mana yang terbaik. Direksi tiga perusahaan tersebut adalah orang-orang yang sudah malang melintang di bidang itu. Mereka adalah orang-orang yang hebat. Yang penting: Putuskan! Risiko dikecam adalah bagian dari kehidupan yang sangat indah! Ambillah keputusan terbaik dengan fokus tujuan demi kejayaan perusahaan!

Kalau Anda menunda keputusan hanya karena takut heboh, perusahaanlah yang sulit. Kalau perusahaan menjadi sulit, banyak yang akan menderita. Orang-orang yang dulu mengecam itu (atau memuji itu) tidak akan ikut bersedih! Jadikan kecaman-kecaman itu bahan mengingatkan diri sendiri agar jangan ada main-main di sini. Takutlah pada permainan patgulipat!

Lalu, bagaimana dengan heboh pembentukan direksi baru Garuda? Itu pun rupanya juga heboh turunan. Bahkan, pergantian direksi Garuda beberapa tahun lalu bisingnya melebihi mesin 737-200. Di setiap pergantian direksi memang akan selalu muncul pertanyaan: Mengapa si A dipilih dan mengapa si B tidak? Padahal, keduanya sama-sama hebat.

Tentu yang terbaik adalah semua calon yang terbaik itu duduk di dalam satu tim direksi. Itu akan menjadi tim yang kuat.

Namun, adakalanya tidak semua orang hebat bisa duduk bersama-sama dalam satu tim yang hebat. Kalau dipaksakan pun, hasilnya bisa tidak baik. Orang Surabaya sering bergurau begini: Soto yang paling enak dicampur dengan rawon yang paling enak, rasanya justru jadi kacau!

Para star yang dipaksakan bergabung dalam satu tim belum tentu bisa memenangkan tujuan. Bahkan, bisa saja justru terjadi perang bintang di dalam tim itu.

Setidaknya bisa terjadi perang dingin di bawah selimut. Energi terlalu banyak terbuang untuk perang bintang (yang kelihatan maupun yang tersembunyi). Bahkan, lantaran yang bersitegang itu adalah atasan, bawahan mereka bisa-bisa ikut terbelah.

Dalam hal seperti itu saya mengutamakan terbentuknya sebuah tim yang kompak, serasi, saling melengkapi, dan solid. Toyotomi Hideyoshi bisa menjadi panglima yang menyatukan Jepang pada abad ke-16 dengan modal utamanya: kekompakan. Bahkan, dia sendiri mengakui bahwa dirinya bukan seorang yang ahli memainkan pedang. Karena itu, Hideyoshi mendapat gelar Samurai tanpa Pedang.

Tim direksi Garuda yang baru ini dibentuk dengan semangat itu. Juga dengan semangat menampilkan yang lebih muda. Presiden SBY sangat mendukung konsep pembentukan dream team di setiap BUMN.

Munculnya tim yang kuat di Garuda itu dan terjadinya transaksi 10 persen saham Garuda di tiga sekuritas BUMN mendapat sambutan yang luar biasa dari pasar modal. Saham Garuda hari itu bukan lagi naik, tapi meloncat. Bayangkan, berapa triliun rupiah pertambahan aset Garuda hari Jumat minggu kemarin itu.

Lantas, bagaimana dengan orang-orang hebat yang tidak semuanya bisa masuk tim? Saya akan terus mengamati apakah mereka memang benar-benar hebat. Orang hebat adalah orang yang tetap hebat ketika gagal jadi direksi sekalipun. Orang yang benar-benar hebat adalah mereka yang mementingkan peran melebihi jabatan.

Kalau mereka bisa membuktikan diri tetap hebat dalam suasana duka sekalipun, saya harus memperhatikan orang-orang hebat dengan kepribadian hebat seperti itu: dijadikan direktur di tempat lain! Tapi, ketika orang hebat itu tiba-tiba menjadi orang yang frustrasi saat menjalani ujian hidup, berarti ternyata dia belum benar-benar hebat. Ingat: Atasan yang baik adalah atasan yang pernah menjadi bawahan yang baik!

Kini tim baru Garuda Indonesia dengan Dirut-nya yang tetap Emirsyah Satar harus bisa membuat Garuda terbang lebih tinggi. Garuda yang di Singapura kini sudah dipercaya menggunakan terminal 3 yang mewah itu harus tetap kerja, kerja, kerja dengan kreatif.

Tiga perusahaan sekuritas itu pun, yang sudah lebih setahun lamanya menderita, tidak terlalu galau lagi. Saya yakin “Mbah Surip lokal” juga akan bisa menggendong Garuda ke mana-mana. (*)

Dahlan Iskan, Menteri BUMN

PAN Prioritaskan Ondim

JAKARTA-Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) belum secara resmi menetapkan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Sumut Syah Afandin atau yang akrab disapa Ondim, sebagai calon yang akan dimajukan di pilgub 2013 mendatang. Secara resmi, penetapan calon oleh PAN baru akan dilakukan sekitar akhir 2012.

Salah seorang Ketua DPP PAN, Nasril Bahar, mengakui, beberapa pengurus DPD PAN Kabupaten/Kota di Sumut mendorong Ondim untuk maju di pilgub Sumut. Meski diakui juga, nama yang muncul di internal PAN bukan hanya Ondim, adik Gubernur Sumut nonaktif Syamsul Arifin itu.
“Namun, karena kondisi dan posisi Syah Afandin adalah ketua DPW, maka beliau akan mendapat prioritas,” ujar Nasril, yang juga anggota DPR RI itu, kepada Sumut Pos, Minggu  (29/4).

Jadi majunya Ondim belum keputusan resmi DPP? Nasril menjelaskan, mekanisme penjaringan kandidat belum berlangsung. “Tapi dukungan mengalir (untuk Ondim, Red),” imbuh alumni UMSU Medan itu.

Ondim mendapat prioritas apa karena dia adiknya Syamsul? Nasril membantahnya. Dijelaskan, prioritas diberikan karena Ondim merupakan ketua DPW PAN Sumut. “Tidak ada keterkaitan dengan posisi Pak Syamsul Arifin,” tegasnya.

Meski mendapat prioritas, lanjutnya, nama Ondim nantinya tetap akan disurvei bersama sejumlah nama lain, guna melihat tingkat popularitasnya. “Sepanjang hasil survei bagus dan mendapat pasangan yang tangguh, pasti maju,” imbuh suami Kilopatra itu.

Mengenai siapa nama lain selain Ondim yang muncul di internal PAN, Nasril tidak mau menyebutkan. Yang jelas, lanjutnya, di pilgub 2013 mendatang, PAN memastikan akan mengajukan kadernya sendiri, entah sebagai cagub atau pun cawagub. “Itu harga mati, karena selama ini PAN belum pernah mengajukan kadernya sendiri di pilgub Sumut,” terangnya.

Namun diakui, dengan tujuh kursi di DPRD Sumut, PAN tidak kaku harus mengajukan cagub. Bahkan, lanjutnya, Ondim sendiri mengincar kursi cawagub. “Keinginannya memang cawagub. Tapi kalau ada peluang cagub, mengapa tidak,” kata anggota Komisi VI DPR RI itu.DPW PAN Sumut, menurutnya, juga sudah membentuk tim khusus untuk persiapan menghadapi pilgub 2013. Tim ini sudah dilaporkan ke DPP PAN. “Dan DPP mempersilakan tokoh-tokoh atau kandidat, untuk mulai melakukan sosialisasi,” kata Nasril.

Seperti diberitakan, Ondim sendiri mengaku telah mendapat restu dari abangnya, Syamsul Arifin. “Itu yang paling utama. Pertama restu dari emak dan abang,” aku Ondim.

“Kita diinstruksikan untuk mengambil peran. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PAN, sudah menyepakati Ketua Umum DPP, Pak Hatta Rajasa menjadi calon presiden 2014. Antara capres dan pilkada di provinsi dan kabupaten/kota, memiliki sinergi,” terangnya.

Fadly Direstui Ketum PPP

Pencalonan Fadly Nurzal menjadi Gubernur Sumatera Utara ternyata mendapat persetujuan dari Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali. Pernyataan itu disampaikannya menjawab pernyataan wartawan seputar sosok yang akan dicalonkan PPP pada Pilgubsu 2013 mendatang.
“Secara pribadi, saya setuju Fadly Nurzal menjadi calon Gubsu 2013 mendatang,” kata Suryadharma Ali kepada wartawan di Medan, Sabtu (28/4).
Lebih lanjut dikatakan Suryadharma Ali yang akrab disapa SDA, saat ini sosok Fadly Nurzal  merupakan kader terbaik yang dimiliki PPP. Karena itu, tak ada alasan bagi PPP untuk tidak mendukung kadernya maju pada Pilgubsu nanti.

Pada kesempatan itu, SDA mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sudah banyak elemen masyarakat yang memberikan dukungan atas pencalonan Fadly Nurzal. “Semakin banyak yang memberikan dukungan, tentu itu akan semakin banyak. Memang kita percaya, Fadly Nurzal sebagai tokoh kaum muda yang santun cerdas dan bersahabat, mampu merangkul seluruh umat di Sumatera Utara,”ujarnya.

Disebutkan SDA, terkait pencalonan, PPP memiliki mekanisme dan perosedur yang harus dilalui. Salah satunya adalah melalui Musyawarah Kerja Wilayah. Forum Mukerwil adalah salah satu mekanisme yang harus dilalui. “Meskipun kami dari DPP sudah mengetahui bahwa berdasarkan kesepakatan di Muswil dan Mukerwil DPW PPP Sumut, dukungan terhadap Fadly Nurzal sebagai calon gubernur sudah disepakati seluruh DPC-DPC,” terang SDA.
Fadly Nurzal ketika ditanya tanggapannya tentang dukungan dan persetujuan yang diberikan Ketua Umum DPP PPP atas pencalonannya menjadi Gubsu. Ia mengatakan, sebagai kader yang loyal, dukungan yang diberikan pimpinan sangat saya hargai. “Mudah-mudahan dukungan itu bisa dijaga dan dipertahankan. Namun saya akan tetap menghargai mekanisme dan prosedur yang telah ditetapakan partai,” ujarnya. (sam/ade)