Home Blog Page 13594

Pick Up Kontra Taksi Blue Bird, 1 Luka-luka

MEDAN-Mobil pick up hitam dengan nomor polisi BK 8567 BI menabrak Taksi Blue Bird dengan nomor polisi BK 1301 UC  di Jalan Stadion Teladan, sekitar 10 meter dari Mapolsekta Medan Kota, Senin (23/4) siang. Akibatnya, sopir mobil pick up, Zulkarnain (30), warga Jalan Tuba, Medan Denai luka-luka dan terpaksa dilarikan ke RSU dr Pirngadi Medan.

Informasi yang dihimpun, mobil pick up meluncur dengan kecepatan tinggi dari Jalan Stadion Teladan, tepatnya dari arah Polsek Medan Kota munuju ke Jalan Gedung Arca. Sementara Tak si Blue Bird yang dikemudikan Riadi Irsad (39) meluncur dari Jalan Gedung Arca.

“Saya lihat mobil itu sudah miring jalannya dan agak mengambil jalur kanan, sehingga tabrakan tak dapat dihindari,” kata Riadi Irsad, pengemudi taksi yang tidak mengalami luka sedikitpun.

Akibat benturan keras tersebut, bagian depan mobil pick up rusak parah, begitu juga dengan mobil taksi mengalami rusak parah pada bagian depannya. Zulkarnain berhasil diselamatkan setelah puluhan warga dan kernetnya Helmi (31) mengevakuasinya  dari dalam mobil dan langsung dibawa ke RS Bakti dengan kondisi muntah darah.

Personel Polsek Medan Kota yang  tiba sesaat  setelah kejadian segera mengamankan lokasi dan mendorong kendaraan ke pinggir jalan, agar arus lalulintas tak macet.

Petugas Sat Lantas Polsek Medan Kota mengatakan mobil pick up kehilangan kendali akibat gerdang mobil patah. Sehingga mobil yang dibawa korban berupaya untuk dihentikan, namun tidak bisa sehingga terjadi tabrakan.

“Pengemudi taksi juga kaget karena mobil terus melaju ke kanan,” kata seorang petugas.

Zulkarnain mengaku, dirinya saat baru pulang dari Titi Kuning habis mengantarkan belanjaan pembelinya. (adl/jon)

Karyawan Hotel Royal Perintis Babak Belur Dipukuli

MEDAN-Muhammad Fariz Pasha (19), karyawan Hotel Royal Perintis warga Jalan Medan Area, Medan Area mengalami luka memar di kepala dan punggung, karena dipukul setelah dituduh mencuri oleh manajemen Hotel Royal Perintis, Senin (23/4) siang.

Informasi yang diperoleh, Rabu (14/3) lalu pihak hotel kehilangan satu unit infocus. Muhammad Fariz Pasha yang merupakan staf receptionist di Hotel Royal Perintis dipaksa mengaku mencuri oleh pihak hotel. Padahal dia sama sekali tidak melakukan pencurian tersebut.

Pengakuan Muhammad Fariz Pasha, dirinya sama sekali tidak melakukan pencurian. Tapi dia harus mengakui perbuatan itu di bawah tekanan operational manajer hotel dan oknum aparat.

“Saya disiram dan dipukul. Saya disuruh mengaku mencuri infocus milik hotel. Padahal sama sekali saya tidak pernah mencurinya. Kata mereka masalah ini mau dibicarakan secara kekeluargaan, tapi saya malah disiksa dan dipukuli,” ujar Muhammad Fariz Pasha di dampingi ibunya, Ernawati Zein (45).

Karena tidak senang dia mengadukannya ke Mapolresta Medan.  Operational Manajer Hotel Royal Perintis, Arus Aswad ketika ditemui wartawan kemarin sore mengatakan, sudah berdamai dengan keluarga Muhammad Fariz Pasha.

“Saya juga terkejut mengapa dia (Muhammad Fariz Pasha) mengadu ke Mapolresta Medan. Padahal, Minggu (22/4) malam, Muhammad Fariz Pasha ini sudah menandatangani surat pernyataan damai yang disaksikan oleh orangtuanya,” bebernya.(gus)

Empat Putra Petir untuk Prof Widjajono

Saya terkesan dengan logika berpikir Prof Widjajono Partowidagdo, wakil menteri ESDM yang baru saja meninggal dunia di pendakiannya ke Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Sabtu lalu (28/4): Kurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM)

Kalau sudah tahu bahwa produksi minyak kita terus menurun, kemampuan kita membangun kilang juga terbatas dan pertambahan kendaraan tidak bisa dicegah, mengapa kita terus mempertahankan pemakaian BBM?

Almarhum sering sekali mengajak saya berbicara soal itu. Almarhum merasa perdebatan soal BBM yang riuh-rendah selama ini sangat tidak mendasar. Tidak menyelesaikan akar persoalan. Hanya menimbulkan huru-hara politik. Saya sangat setuju dengan konsep almarhum untuk semakin beralih ke gas. Hanya saja memang diperlukan upaya yang ekstra keras untuk mengalihkan kebiasaan menggunakan BBM ke bahan bakar gas (BBG).

Almarhum juga sangat setuju mobil listrik nasional diperjuangkan. Bahkan, almarhum mengatakan BBM harus dikeroyok ramai-ramai dari segala jurusan. Terutama dari jurusan gas dan dari jurusan listrik. Tanpa usaha yang keras dari dua jurusan itu akan terus timbul kesan di masyarakat bahwa pemerintah, khususnya Pertamina, sengaja lebih menyukai impor BBM.

Pertamina dikesankan lebih senang impor BBM karena bisa menjadi obyek korupsi dan kolusi. Istilah mafia impor BBM begitu gencarnya ditudingkan –entah seperti apa wujud mafia itu. Seserius-serius Pertamina berupaya memberantas korupsi, tuduhan itu akan terus berlangsung. Apalagi, kenyataannya, impor BBM-nya memang terus meningkat

Tidak mungkinkah kita berhenti impor BBM? Tentu saja bisa. Tapi syaratnya berat sekali: kita harus memiliki kilang yang cukup. Minyak mentah itu baru bisa jadi BBM kalau sudah diolah di kilang. Kebutuhan BBM kita sekarang ini sekitar 50 juta kiloliter/tahun. Sedang kilang kita sendiri hanya bisa memproduksi BBM kurang dari separonya.

Kalau kita menghendaki tidak mau impor BBM lagi, kita harus membangun kilang baru sebanyak dan sebesar yang telah ada sekarang. Saat ini kita punya tujuh kilang minyak: Pangkalan Brandan, Dumai, Musi, Cilacap, Balikpapan, Kasim, dan Balongan. Total kapasitas produksi BBM-nya kurang dari 25 juta kiloliter/tahun.

Di sinilah pokok persoalannya. Mampukah kita membangun sekaligus kilang-kilang baru sebanyak kekurangannya itu?

Sejak 15 tahun lalu, kita memang tidak pernah punya kemampuan membangun kilang baru. Kilang terbaru kita umurnya sudah 18 tahun. Yakni kilang Balongan, Jabar, yang dibangun oleh Presiden Soeharto di tahun 1994. Presiden-presiden berikutnya tidak sempat memikirkan pembangunan kilang baru. Padahal, jumlah kendaraan terus bertambah. Akibatnya impor BBM tidak bisa dihindarkan. Bahkan terus meningkat.

Baru tahun lalu Presiden SBY memutuskan membangun kilang tambahan di Cilacap. Tahun ini Presiden SBY juga sudah memutuskan membangun dua kilang lagi. Tapi, Pertamina tidak mungkin membiayai pembangunan kilang-kilang itu sendirian. Sebuah kilang dengan kapasitas 300.000 barel, memerlukan biaya investasi sampai Rp 70 triliun. Bayangkan kalau harus membangun tiga kilang sekaligus.

Pertamina harus menggandeng investor. Mencari investor pun tidak mudah. Di samping biayanya sangat besar, masih ada kesulitan lain: sebuah kilang, baru bisa dibangun manakala sudah diketahui jenis minyak mentah seperti apa yang akan diproses di situ. Beda jenis minyak mentahnya beda pula desain teknologinya.

Para pemilik minyak mentah tahu posisi strategisnya itu. Mereka bisa mendikte banyak hal: mendikte harga dan mendikte pasokan. Investor kilang yang ingin masuk ke Indonesia, misalnya, meminta berbagai syarat yang luar biasa beratnya: tanahnya seluas 600 ha harus gratis, pemerintah harus menjamin macam-macam, dan pajaknya minta dibebaskan dalam masa yang sangat panjang.

Kalau dalam masa pemerintahan Presiden SBY ini berhasil membangun tiga proyek kilang sekaligus, tentu ini sebuah warisan yang sangat berharga. Saya sebut warisan karena bukan Presiden SBY yang akan menikmati hasilnya, tapi pemerintahan-pemerintahan berikutnya.

Dari gambaran itu, jelaslah bahwa sampai lima tahun ke depan impor BBM kita masih akan terus meningkat. Kecuali ide almarhum soal konversi ke gas itu berhasil dilakukan dan mobil listrik nasional berhasil dimassalkan. Kilang-kilang baru itu, seandainya pun berhasil dibangun, baru akan menghasilkan BBM di tahun 2018.

Kita tahu persis apa yang terjadi dalam lima tahun ke depan. Saat kilang-kilang itu nanti mulai berproduksi kebutuhan BBM sudah naik lagi entah berapa puluh juta kiloliter lagi. Berarti, impor lagi. Impor lagi.

Di sinilah Prof Widjajono geram. Kenaikan harga BBM, menurut beliau, seharusnya juga dilihat dari aspek pengendalian impor ini. Yang tidak menyetujui kenaikan harga BBM, menurut beliau, pada dasarnya sama saja dengan menganjurkan impor BBM sebanyak-banyaknya!

Kalau Prof Widjajono sering mengajak saya bicara soal konversi gas, saya sering mengajak bicara beliau soal mobil listrik nasional. Termasuk perkembangan terakhirnya. Saya tahu konversi gas memang bisa dilakukan lebih cepat dari mobil listrik nasional. Namun, kami sepakat dua-duanya harus dijalankan. Kami juga sepakat bahwa upaya ini tidak mudah, tapi pasti berhasil kalau dilakukan dengan semangat Angkatan 45.

Saya bersyukur sempat menginformasikan perkembangan terakhir mobil listrik nasional. Ribuan email dan SMS mendukung dengan gegap-gempita kehadiran mobil listrik nasional itu. Dan yang secara serius mengajukan konsep, desain, dan siap memproduksikannya ada empat orang.

Saya sudah melakukan kontak intensif dengan empat orang tersebut. Saya juga sudah membuat grup email bersama di antara empat orang tersebut. Kami bisa melakukan rapat jarak-jauh membicarakan program-program ke depan. Tanggal 21 April kemarin, kami menyelenggarakan rapat sesuai dengan program semula, meski pun rapat itu berlangsung di dunia maya.

Empat orang tersebut adalah orang-orang muda yang luar biasa.

Ada nama Mario Rivaldi. Dia kelahiran Bandung, pernah kuliah di ITB, kemudian mendapat bea siswa kuliah di Jerman. Mario bahkan sudah melahirkan prototype sepeda motor listrik dan mobil listrik. Saya sudah pernah mencobanya di Cimahi. Mario sangat siap memproduksi mobil listrik nasional. Selama ujicoba itu tiga tahun terakhir, Mario bekerjasama dengan LIPI dan ITB.

Ada nama Dasep Ahmadi yang juga kelahiran Tanah Sunda. Dasep lulusan ITB (Teknik Mesin), yang kemudian sekolah di Jepang. Dasep pernah bekerja lama di industri mobil sehingga tahu persis soal permobilan. Kini Dasep mengembangkan industri mesin presisi dan memasok mesin-mesin untuk industri mobil. Dasep sangat siap melahirkan prototype mobil listrik nasional dalam dua bulan ke depan. Saat ini Dasep sedang mengerjakan mobil-mobil itu.

Ada nama Ravi Desai. Anak muda ini lahir di Gujarat, tapi sudah lama menjadi warga negara Indonesia. Dia lulusan universitas di India dan kini menekuni banyak bidang inovasi. Dia mendirikan D Innovation Center dengan fokus ke energi. Ravi juga menekuni DC dan AC drive dan sudah memasarkannya sampai ke luar negeri. Saat ini Ravi sedang mengerjakan dua contoh mobil listrik nasional dan sudah akan selesai dalam dua bulan mendatang.

Ada pula nama Danet Suryatama. Anak Pacitan ini setelah lulus ITS melanjutkan kuliah di Michigan, AS. Danet kemudian bekerja di bagian teknik pabrik mobil besar di Amerika Setikat, Chrysler, selama 10 tahun. Danet sangat siap memproduksi mobil listrik nasional. Saat ini, sambil mondar-mandir Amerika-Indonesia, Danet sedang menyelesaikan contoh mobil listrik nasional yang juga siap dikendarai dalam dua bulan ke depan.

Tentu saya bisa salah. Lantaran email yang masuk jumlahnya ribuan, mungkin saja ada nama-nama lain yang tidak kalah hebat dan siapnya namun terlewat dari mata saya. Untuk itu saya siap menerima koreksi dan nama susulan.

Kepada keempat orang itu saya juga sudah informasikan betapa besar perhatian Presiden SBY pada perencanaan mobil listrik nasional ini. Saya juga kemukakan suasana pertemuan antara Presiden SBY dan empat rektor perguruan tinggi terkemuka (ITB, UGM, UI, dan ITS) yang penuh dengan semangat.

Waktu itu para rektor menyatakan sangat mendukung kelahiran mobil listrik nasional ini dan memang sudah waktunya dilahirkan. Para rektor juga mengemukakan masing-masing perguruan tingginya siap memberikan dukungan apa saja.

Sebenarnya saya ingin menghadirkan Prof Widjajono dalam pertemuan dengan empat putra petir itu dalam waktu dekat. Tapi, Prof Widjajono lebih dulu meninggalkan kita. Meski begitu Prof, saya berjanji kepada Profesor akan tetap meng-emailkan hasil pertemuan dengan empat putra petir itu ke alamat email Anda yang pernah Anda berikan kepada saya. Saya juga berjanji akan mengirimkan foto-foto mobil listrik nasional itu nanti ke alamat email Anda. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Sutan Bhatoegana Ngotot Cagubsu

RE Nainggolan Daftar ke PDIP

MEDAN-Sutan Bhatoegana menyatakan siap maju pada Pilgubsu 2013 mendatang. Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat ini malah tidak mau jika calonkan sebagai wakil gubernur, dia ngotot posisi BK 1. Di sisi lain, RE Nainggolan ternyata sudah mengambil fomulir pendaftaran cagubsu 2013-2018 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Insya Allah jika didukung oleh partai dan rakyat saya maju,” tegasnya, Minggu (22/4).

Pria yang juga anggota tim sembilan Partai Demokrat untuk penjaringan bakal calon (balon) Gubsu ini menegaskan, Partai Demokrat lebih memprioritaskan untuk merebut kursi orang nomor satu di Sumut.”Untuk apa jadi nomor dua, kita tetap ingin nomor satu. Kalau nomor dua, dipikirkan nantilah. Demokrat menginginkan cagub yang berani, bersih dan merakyat atau BBM. Bukan cagub yang punya sifat selamatkan diri masing-masing atau SDM. Kita ingin membangun Sumut,” akunya.

Sebelumnya, Sutan Bhatoegana memang disebut-sebut menjadi satu dari 25 kandidat cagubsu dan cawagubsu yang dipantau Demokrat. Selain Sutan Bathoegana ada nama HT Milwan, Gus Irawan, Chairuman Harahap.

T Erry Nuradi (bupati Serdangbedagai), Amri Tambunan (bupati Deliserdang), Hasbullah Hadi, AY Nasution (mantan Pangkostrad), Tritamtomo (mantan Pangdam I BB/anggota DPR F-PDIP), RE Nainggolan (mantan Sekdaprov Sumut), Hidayat Batubara (bupati Madina), Bintatar Hutabarat (PLN), Parlindungan Purba (DPD), Rahmat Shah (DPD), Abdillah, dan sejumlah nama lainnya.

“Kita memberikan kesempatan kepada para kader, karena kader PD memiliki kualitas dan kemampuan. Dan kita tetap terbuka, bagi yang di luar partai. Karena intinya kita ingin membangun Sumut lebih baik lagi,” tegasnya.

Saat ditanya tentang beberapa sosok yang telah mengambil formuli pendaftaran, Sutan Bhatoegana enggan menjawabnya. “Nama itu nantilah. Masih berjalan waktu pendaftaran. Dan tidak secara spesifik itu. Mereka juga belum mengembalikan formulir,” jawabnya.

Jika memang Sutan Bathoegana memang diusung menjadi cagubsu, siapakah yang akan menjadi wakilnya? Terkait hal itu, dia menyatakan PD belum membahas siapa pasangan cawagubsu untuk sosok cagubsu dari Demokrat nantinya. “Kita dari perolehan suara bisa mengusung satu pasangan calon. Untuk koalisi pasangan, atau cawagubsunya akan dibicarakan selanjutnya,” imbuhnya.

Secara terpisah, pembukaan pendaftaran cagubsu 2013-2018 PDI P Sumut per tanggal 21 April 2012 lalu sudah diperoleh tiga tokoh yang mengambil formulir pendaftaran cagubsu. “Sampai tanggal 21 April 2012, yang sudah mengambil Formulir Cagub/Cawagubsu di Sekretariat DPD PDIP Sumut adalah atasnama Tim Tengku Erry Nuradi, Bintatar Hutabarat, dan RE Nainggolan,” ungkap Wakil Ketua DPD PDI P Bidang Informasi dan Komunikasi, Eddy Rangkut kepada Sumut Pos, Minggu (22/4).

Meski begitu, Eddy Rangkuti tidak bisa memastikan siapa yang akan mengembalikan formulir tersebut. Pasalnya, waktu pendaftaran memang masih lama. Lalu, dari tiga nama tersebut tak ada satu pun kader PDIP, apakah tidak ada yang akan mendaftar? “Soal belum adanya kader yang mendaftar, hal itu kita kembalikan kepada para kader sendiri. Tidak ada bujukan atau larangan untuk mendaftar,” tutupnya.(ari)

Laba BUMN Tembus Rp123 Triliun

JAKARTA-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merampungkan rekapitulasi laporan keuangan BUMN 2011. Hasilnya, realisasi laba bersih BUMN melonjak jauh melampaui target.

Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat mengatakan, hasil rekapitulasi laba bersih BUMN tahun 2011 naik dibandingkan target yang sebesar Rp95,3 triliun. “Realisasinya Rp123,9 triliun,” ujarnya Jumat (20/4).

Realisasi tersebut naik dibandingkan angka sebelumnya disebut, yakni Rp123,5 triliun. Jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih 2010 yang sebesar Rp103,9 triliun, maka realisasi tahun 2011 naik 19,24 persen.

Menurut Wahyu, jika dirinci, maka Pertamina dan PLN menjadi BUMN yang mampu menyumbang laba bersih hingga Rp28,28 triliun. Lalu, kelompok BUMN Terbuka (Tbk) sector  perbankan berkontribusi sebesar Rp34,70 triliun. Kemudian, BUMN Tbk nonperbankan Rp35,62 triliun. “Sedangkan BUMN lainnya menyumbang Rp25,31 triliun,” katanya.

Sementara itu, dari sisi penjualan atau revenue, sepanjang 2011 lalu BUMN berhasil meraup Rp1.387,66 triliun.

Wahyu menyebut, pendapatan terbesar disumbang oleh Pertamina dan PLN yang mencapai Rp798,69 triliun. Lalu, BUMN Tbk perbankan Rp127,06 triliun, BUMN Tbk nonperbankan Rp244,18 triliun, dan BUMN lainnya Rp249,57 triliun.

Meski mencatat kinerja keuangan mengesankan, namun Kementerian BUMN maih harus bekerja keras untuk mengentaskan BUMN-BUMN yang masih merugi. “Tahun 2011 lalu masih ada 23 BUMN yang merugi, total kerugiannya Rp3,23 triliun,” ujarnya.

Data Kementerian BUMN menunjukkan, 5 BUMN dengan rugi terbesar pada 2011 lalu adalah PT PAL Indonesia dengan rugi Rp1,17 triliun, PT Merpati Nusantara Rp778,6 miliar, PT Dirgantara Indonesia Rp356,52 miliar, PT Danareksa Rp317,02 miliar, dan PT Bahana PUI Rp187,76 miliar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Rp113,38 miliar, dan PT Kertas Leces Rp84,97 miliar.

Deputi Menteri BUMN bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto mengakui, memang tidak mudah untuk menyehatkan BUMN-BUMN sakit tersebut dalam waktu singkat. Namun, kali ini Kementerian BUMN akan meminta agar BUMN-BUMN rugi tersebut untuk fokus pada efisiensi, serta menggenjot kegiatan bisnis yang bisa menghasilkan pemasukan. “Tapi, dengan berjalannya restrukturisasi, kami targetkan tahun ini bisa mengentaskan banyak BUMN rugi,” ujarnya.

Bagaimana target atau rencana kerja BUMN tahun ini? Wahyu mengatakan, berdasarkan rekapitulasi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), tahun ini BUMN menargetkan perolehan pendapatan hingga Rp 1.495,68 triliun. “Adapun untuk laba bersih, kami targetkan Rp 145,56 triliun,” sebutnya. (owi/jpnn)

Laba Bersih BUMN

Tahun Rp Triliun
2009 86,9
2010 103,9
2011 123,9
2012* 145,5

*Target RKAP
Sumber : Kementerian BUMN

20 BUMN Paling Berlaba 2011

1. PT Pertamina Rp21,09 triliun
2. PT Telkom Tbk Rp15,47 triliun
3. PT Bank BRI Tbk Rp15,08 triliun
4. PT Bank Mandiri Tbk Rp12,69 triliun
5. PT Perusahaan Listrik Negara Rp7,19 triliun
5. PT PGN Tbk Rp6,11 triliun
6. PT Bank BNI Tbk Rp5,8 triliun
7. PT Pusri Rp4,37 triliun
8. PT Semen Gresik Tbk Rp3,95 triliun
9. PT Antam Tbk Rp1,927 triliun
10. PT Perkebunan Nusantara III Rp1,26 triliun
11. PT JAMSOSTEK Rp1,74 triliun
12. Perum Pegadaian Rp1,506 triliun
13. PT ASKES Rp1,43 triliun
14. PT JASA RAHARJA Rp1,42 triliun
15. PT Pelabuhan Indonesia II Rp1,37 triliun
16. PT Jasa Marga Tbk Rp1,31 triliun
17. PT Bank BTN Tbk Rp1,11 triliun
18. PT ANGKASA PURA II Rp1,055 triliun
19. PT Krakatau Steel Rp1,022 triliun
20. PT Timah Tbk Rp896,8 miliar

Sumber: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

5 BUMN yang Paling Merugi 2011

1. PT PAL Indonesia Rp1,17 triliun
2. PT Merpati Nusantara Rp778,6 miliar
3. PT Dirgantara Indonesia Rp356,52 miliar
4. PT Danareksa Rp317,02 miliar
5. PT Bahana PUI Rp187,76 miliar
7. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Rp113,38 miliar
8. PT Kertas Leces Rp84,97 miliar

Sumber: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Sanksi Tegas Menunggu Amiruddin

MEDAN-Posisi Ketua DPRD Medan, Amiruddin, sepertinya berada di ujung tanduk. Sebabnya, pihak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Medan, tengah melakukan upaya investigasi atas kasus pemukulan yang dilakukannya kepada sekuriti Bandara Polonia Medan beberapa waktu lalu.
Dari hasil investigasi itu, nantinya akan diserahkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut, dan diteruskan ke Dewan.

Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Dari proses itu, nantinya akan dihasilkan sebuah keputusan dalam rangka pemberian sanksi terhadap Amiruddin.
Penegasan itu dikemukakan Penjabat Sementara (Pjs) Partai Demokrat Medan, Sutan Bhatoegana saat dikonfirmasi Sumut Pos melalui seluler, Minggu (22/4). “Itu tetap akan diproses, dan saat ini kita sedang melakukan upaya investigasi. Sanksi pasti ada, berdasarkan hasil investigasi yang ada itu. Nantinya akan dikoordinasikan,” tegasnya.

Apakah sampai mem-Pengganti Antar Waktu (PAW)-kan atau mencopot Amiruddin dari jabatan Ketua DPRD Medan, atau malah menyeluruh hingga melepaskan keanggota dewanan Amiruddin?

Terkait hal itu, pria yang juga politisi Senayan ini tidak menyebutkan secara eksplisit. Dirinya hanya menegaskan, sudah ada sanksi tegas yang menanti Amiruddin dan telah dipersiapkan oleh partai. “Pastinya sanksi tegas akan kita berikan, jika hasil investigasinya sudah kita terima,” tandasnya lagi.
Anggota DPR RI itu tidak menjelaskan siapa saja petinggi DPP yang menjadi anggota tim investigasi tersebut. Salah seorang pendiri Partai Demokrat yang ikut berancang-ancang maju di pilgub Sumut itu juga tidak menjelaskan kapan target tim investigasi itu selesai bekerja.

Malahan, Sutan menganggap persoalan itu sebagai masalah internal Demokrat. “Biarkan sistem internal PD yang memprosesnya,” imbuhnya.
Sedangkan itu, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rafdinal SSos mengemukakan, persoalan ini pada kenyataannya menunjukkan adanya pertarungan politik di internal Partai Demokrat, khususnya di DPC Partai Demokrat Medan.

“Menurut saya masalah ini tak perlu terlalu di permasalahkan, apalagi oleh Partai Demokrat sendiri. Dengan membentuk tim investigasi, ini hanya kesalahpahaman antara Amiruddin dan petugas sekuriti. Saya melihat kasus ini sudah dimanfaatkan oleh lawan politik Amiruddin, untuk menjatuhkannya. Jadi ini tidak murni memperbaiki citra Demokrat yang sudah buruk di mata publik, tapi sudah pertarungan internal Demokrat,” tuturnya.(ari)

Pendemo Bupati Karo Mulai Diteror

KABANJAHE-Perjuangan untuk mengungkap kepastian dugaan ijazah palsu Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti tersandung masalah. Pendemo yang beraksi di depan halaman kantor Bupati Karo, Jalan Letjen Jamin Ginting Kabanjahe, Jumat (20/4) lalu mulai diteror.

Setidaknya hal ini diungkapkan Ketua LSM Panji Demokrasi Cici Ardhy kepada Sumut Pos. “Teror yang berisi ancaman mulai  datang sejak aksi menuntut transparansi dan keabsahan ijazah orang nomor satu di jajaran eksekutif kabupaten ini,” ujarnya, kmarin.

Cici menerangkan, teror yang dimaksud beruba telepon dan SMS. Dan, hingga kemarin petang teror itu masih terus berlanjut.

Menurutnya, teror secara langsung emang belum ada. Termasuk teror terhadap keluarga dan yang langsung ke kediamannya.

Namun, dari keterangan keluarganya, sejumlah orang tidak dikenal sering mendatangi  keluargannya untuk menanyakan keberadaan Cici. Belum diketahui secara pasti, siapa oknum tersebut dan apa maunya.

Sejauh ini, Cici masih mengumpulkan sejumlah bukti teror tersebut. Jika nantinya dianggap sudah melampaui batas, maka tidak tertutup kemungkinan dirinya akan membuat laporan ke pihak kepolisian.

Sebelumnya, keabsahan ijazah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang dimiliki Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, kembali disoal. Aliansi mahasiswa Universitas Quality serta dua LSM, Panji Demokrasi dan Komite Pemantau Kinerja Pemerintah (KPKP), menggelar gelar aksi di depan halaman kantor Bupati Karo, Jalan Letjen Jamin Ginting Kabanjahe. Demonstran meminta Kena Ukur Karo Jambi Surbakti agar mundur dari jabatannya karena diduga kuat menggunakan ijazah palsu. Selain dianggap melanggar perundang-undangan, juga dianggap melakukan penipuan terhadap masyarakat Tanah Karo karena ijazah palsu itu.

Menurut Ketua LSM Komite Pemantau Kinerja Pemerintah (KPKP) Kabupaten Karo, Ikuten Sitepu, sebenarnya kasus ini sudah lama. Setidaknya mencuat ketika ada gugatan dari pasangan Robert Valintino Tarigan dan Saymarantha Raja Bana Purba di Mahkamah Konstitusi pada 2010  silam. (wan)

Terakhir Ngobrol Sambil Nonton Film Titanic

Kristal Amalia, Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo

Nina Sapti Triaswati, istri almarhum Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo mencoba untuk tegar saat jenazah suaminya mulai dimasukkan ke liang lahat pemakaman San Diego Hills, Kabupaten Karawang, Jawa Barat kemarin. Terlihat jelas, bagaimana dia berusaha mencegah air mata menetes ke pipinya.

Mata sembab yang berkaca-kaca dari ibu satu anak itu tidak pernah lepas dari peti berbalut bendera merah putih yang membawa jenazah almarhum. Di damping anaknya, Kristal Amalia, Nina lebih banyak diam. Dengan penuh hikmat dia mengikuti proses pemakaman suaminya.

Pemakaman Wamen nyentrik di petak Garden of Benefaction Mansion Fitrah (kompleks pemakaman Muslim) San Diego Hills itu juga dihadiri beberapa pejabat. Sebut daja Menteri Pertahanan dan Keamanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pekerjaan Joko Kirmanto, hingga Menteri ESDM Jero Wacikn
Sekitar pukul 10.11 prosesi pemakaman yang dipimpin oleh Jero Wacik dengan cara militer itu dimulai. Adalah petuah almarhum yang membuat Nina dan keluarga tetap tegar. “Papa orangnya selalu tabah kalau ada masalah. Karena itu, kami harus ikut tabah supaya papa senang,” ujar Kristal.

Gadis 15 tahun itu lantas bercerita momen terakhir bertemu dengan Widjajono. Dia masih ingat betul, pukul 01.00 dia diajak ibunya ke kamar ayahnya. Tidak ada obrolan yang serius, mereka ngobrol santai termasuk rencana melakukan pendakian dan film Titanic.

Kebetulan, film kegemaran Widjajono itu kembali ditayangkan di bioskop dengan format baru yakni tiga dimensi. Tidak ada firasat apapun, karena itu dia dan ibu merasa sangat terpukul begitu tahu ayahnya harus berpulang ke Illahi. “Tapi, kami harus tetap tabah,” ulangnya.

Disinggung perubahan besar apa yang terjadi pada dirinya setelah ini, dia mengaku merindukan papanya. Sebab, tidak akan ada lagi sosok yang selalu mengecek ke kamarnya saat larut malam. Kebiasaan itu dilakukan untuk mengecek apakah putri semata wayangnya itu sudah ada di rumah atau tidak.
Tidak hanya sekedar kunjungan, kadang menteri yang dikenal dengan rambut awut-awutannya itu juga suka mengobrol bareng. Mulai pertanyaan ringan seperti kabar, hingga kegiatan Kristal seharian. Ketika obrolan terjadi, dia tahu betul kalau papanya sedang mencoba ‘membayar’ waktu yang hilang untuknya.
Maklum, sejak menjadi wamen enam bulan lalu Widjajono lebih sibuk. Komunikasi tatap muka lebih sering tergantikan melalui telepon. Sesibuk apapun, papanya pasti menyempatkan waktu untuk komunikasi. “Saya bangga punya papa yang tegar dan peduli kepada orang lain,” tegasnya.
Keharuan mendalam juga dirasakan Jero Wacik. Bahkan, saat memberikan sambutan tentang partnernya itu dia sempat terisak. Sembari menahan air mata, dia terus membiarkan mulutnya menceritakan memori bersama almarhum. “Beliau orang yang cerdas. Tidak perlu menyiapkan data dan angka, semua ada di otaknya,” kenangnya.

Kadang, dia juga terlihat memberikan senyum tipis saat menceritakan kenangan manis. Seperti saat dia baru mengenal Widjajono sekitar 1970 ketika kuliah di Institut Teknologi Bandung. Pertemanan yang cukup lama itu membuat mereka dikenal sebagai dynamic duo atau pasangan yang pas.

Tidak hanya itu, masih terngiang juga tiga pesan yang ditinggalkan almarhum kepadanya. Pertama hemat BBM dan listrik, kedua Pesan kedua BBM bersubsidi harus dikendalikan, dan terakhir adalah pesan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan. “Beliau minta proses pengembangannya dipercepat,” terangnya.

Menjelang sore, rombongan baru kembali ke rumah duka di Jalan Ciragil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tidak ada keterangan yang diberikan oleh pihak keluarga, termasuk Nina sendiri. Dia memilih untuk beristirahat setelah melewati hari yang berat. “Saya letih, mau istirahat dulu,” katanya.
Suasana rumah duka juga lebih lengang dibandingkan saat jenazah hendak dibawa ke komplek pemakaman. Saat itu, sejak pagi pelayat sudah mulai berdatangan. Sebelum diberangkatkan sekitar pukul 09.30 oleh Mensesneg Sudi Silalahi, terlebih dahulu dilakukan upacara penyerahan jenazah dari keluarga ke negara.

Makin padat karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono juga datang. Begitu juga dengan Wakil Presiden Boediono yang melawat bersama istrinya. Kepada keluarga, Presiden mengaku sangat kehilangan sosok menteri yang dianggapnya pekerja keras tanpa pamrih itu. “Bapak Widjajono Partowidagdo catatan abadi yang tidak akan pernah saya lupakan,” ucap Presiden. (dim/jpnn)

Pagi Ini UN SMP Dimulai, Kunci Jawaban Sudah Beredar

MEDAN-Isu kebocoran soal jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTP/MTS di Medan merebak. Meskipun pelaksanaan UN akan berlangsung Senin pagi (23/4) sekitar pukul 08.00 WIB, sejumlah pelajar mengaku telah mendapatkan kunci jawaban, sejak Minggu malam (22/4) sekitar pukul 22.00 WIB.

Informasi diperoleh dari seorang pelajar SMP swasta di Kota Medan. Dia mengatakan jika sejumlah teman-temannya telah mendapat bantuan jawaban soal untuk ujian hari pertama. Hanya saja warga Jalan Rahmadsyah Medan ini mengaku tidak mau menerima soal tersebut karena harus membayar biaya partisipasi Rp50-100 ribu per soal.

“Teman-teman yang lain sudah dapat jawaban, tapi saya tidak mau karena tidak ada uang, karena diminta partisipasi sebagai biaya beli naskah soal UN tersebut,”ujarnya.

Menurutnya, jawaban UN itu diterima dalam bentuk pesan melalui short message system (SMS) di handphone dan dibagi kepada setiap siswa yang berminat dengan menyediakan uang partisipasi.

Masih menurut sumber tersebut, isu soal bocor bukan saja terjadi di sekolahnya, tapi juga di SMP lainnya di kawasan Jalan Asia dan Thamrin Medan. Sebab dia juga mendapat infomasi dari sesama teman dari sekolah lainnya.

Isu soal bocor juga terjadi di SMP Negeri di Jalan Raya Menteng. Menurut pengakuan sumber lainnya, sejumlah siswa diminta datang ke sekolah lebih cepat sebelum ujian berlangsung. “Saya tidak tau siapa yang berikan jawabannya, tapi saya disuruh datang sekitar pukul 06.00 WIB kalau mau dapat jawaban,”ungkapnya.

Untuk mendapatkan kunci jawaban itu, disebutkan dia tidak dikenakan biaya tapi diminta harus hati-hati ketika membuka jawaban saat ujian nantinya.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Drs Syaiful Syafri MM membantah jika naskah soal UN sudah bocor sebelum pelaksanaan UN. “Bagaimana kunci beredar, ujian saja belum berlangsung. Masyarakat hendaknya jangan cepat percaya dengan isu tersebut yang bisa merusak citra pendidikan di Sumut ini,” kata Syaiful.

Syaiful mengimbau para pelajar sebagai peserta UN tidak terpancing dan ikut-ikutan untuk mendapatkan kunci jawaban. Sebab kunci jawaban tersebut samasekali tidak benar.

Menurut Syaiful, para pelajar tidak perlu resah dengan pelaksanaan UN. “Jika belajar dengan sungguh-sungguh diyakini akan lulus, apalagi pada UN tahun ini hasil nilai UN disinergikan dengan hasil ujian sekolah, jadi siswa tidak perlu resah,”ungkapnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan Dr Mutsuhito Solin menilai, isu soal UN bocor itu bisa saja terjadi, sebab banyak cara orang untuk mengambil keuntungan dari perbuatan tersebut. Dia menduga perbuatan itu hanya sebagai isu semata hanya untuk mencari kepentingan pribadi oknum tertentu. “Kita berharap agar para peserta UN tidak perlu terpengaruh dengan isu tersebut yang dianggap menyesatkan,”ujarnya.

Seperti diketahui, peserta UN tingkat SMP/MTS/SMPLB tahun ini berjumlah 246.428 peserta.  Dari jumlah tersebut terdiri dari siswa SMP sebanyak 198.409 siswa, MTs berjumlah 46.866 siswa serta SMPLB berjumlah 12 orang. Sedangkan untuk Medan, katanya, jumlah peserta UN tahun 2012 ini mencapai 41.837 peserta. Adapun jumlah sekolah pelaksana di Sumut berjumlah 1.887 sekolah. Untuk ruang ujian yang dipakai 2.285 dengan jumlah pengawas 4.570 orang.

Mengenai naskah UN, Taruli yang menjabat sebagai Kasi Program Disdik Medan menegaskan tidak ada masalah. “Proses pengiriman naskah UN ke Disdik Medan lancar. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, naskah UN diamankan 24 jam di ruang Aula lantai II Disdik Medan serta dikawal polisi,” bebernya.

Sistem pengamanan berlapis ini, katanya, mencegah agar soal tidak bocor, juga berlaku pada saat ujian berlangsung. Taruli menjamin dengan ketatnya pengamanan ini, tidak mungkin soal bocor atau bisa menyontek maupun menggunakan jasa joki saat berlangsungnya ujian.

“Naskah UN tersebut harus diambil setiap hari sesuai jadwal yang sudah ditentukan dan wajib diambil Kepala Sekolah (Kasek) langsung dan tidak boleh di kuasakan,” tegasnya.

Bagi peserta UN yang berhalangan pada hari pelaksanaan UN mulai tanggal 23-26 April, Taruli bilang, siswa boleh mengikuti ujian susulan yang ditetapkan yakni, pada tanggal 30 April sampai 4 Mei 2012.

418 SMA, SMK dan MA UN Susulan

Sebanyak 418 dari 41.322 siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) melaksanakan UN susulan. Di antaranya, 156 siswa SMA, 15 siswa Madrasah Aliyah dan 247 siswa SMK. “Siswa yang mengikuti UN susulan tersebut umumnya disebabkan sakit. Jika tidak hadir lagi, siswa tersebut harus mengikuti UN di tahun mendatang,” beber Dr Mutsuhito Solin seraya menambahkan hari pertama UN susulan, siswa mengikuti ujian Bahasa Indonesia.
Sementara itu, UN tingkat SMP sederajat di Sumatera Utara akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, selama kegiatan ujian setiap sekolah akan dijaga oleh seorang anggota polisi yang bertugas untuk mengamankan berkas soal ujian mulai dari pengambilan hingga pengiriman berkas ujian ke Dinas Pendidikan Kota Medan.

Untuk wilayah Polsek Medan Area, terdapat sebanyak 21 sekolah SMP sederajat yang akan dijaga dalam UN hari ini. Di antaranya, SMP Teuku umar, SMP Eklesta, SMP Padamu Negeri, SMP Sudirman, SMP Gajah Mada, SMP Samuel, SMP Budhis Cita, SMP Muhammadiyah, SMP muhammadiyah I, SMP Taman Siswa, SMP Negeri 13, SMP Kesatria, SMP Al-Ulum dan Mts Al-Ulum, SMP Diana, SMP Darma Sakti, SMP Satria Mandiri, SMP Karya Kesuma, SMP Tri Jaya, SMP Kebangsaan, SMP Negeri 23 dan SMP An-Nizam. Pihak kepolisian Medan Area akan menempatkan seorang personelnya guna penjagaan mulai dari pengambilan hingga pengiriman berkas ke Dinas pendidikan.

Sementara untuk Polsek Medan Kota sendiri, pihaknya juga melakukan hal yang sama untuk penjagaan dan pengamanan di wilayahnya. Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat mengatakan kalau pihaknya akan menempatkan beberapa orang anggota polisinya untuk penjagaan selama ujian berlangsung. “Untuk satu sekolah akan ditempatkan seorang polisi yang menjaga, mulai dari pengambilan hingga ke pengiriman berkas ujian ke Dinas Pendidikan” ujarnya.

Ia mengatakan, pengamanan yang dilakukan hanya penjagaan saja dan bukan mengawasi proses ujian. Dan kalaupun ada tindak kecurangan, nantinya pihak panitia pengawas ujian yang bertanggung jawab dan pihak kepolisian yang kemudian akan menindaklanjutinya. (uma/smg)

Andi Masuk Bidikan KPK

Pengembangan Sidang Nazaruddin

JAKARTA – Putusan terdakwa kasus suap wisma atlet Muhammad Nazaruddin memang menjadi salah satu titik terang yang digunakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengembangkan kasus korupsi lainnya yang dilakukan mantan Bendaha Umum Partai Demokrat itu. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang terseret pasca Nazaruddin, termasuk Menpora Andi Alfian Malarangeng.

Menurut majelis hakim, pada awal 2010 silam Andi telah melakukan pertemuan dengan Nazaruddin bersama Ketua  Komisi X DPR Mahyuddin, dan anggota Komisi X Angelina Sondakh. Menurut majelis yang dipimpin Dharmawati, pertemuan yang terjadi di ruang Andi di Kemenpora merupakan pertemuan tidak resmi, padahal mereka membicarakan hal-hal penting, salah satunya adalah penyelesaian sertifkat tanah Hambalang.

“Yang jelas tidak hanya putusan hakim saja yang akan kami manfaatkan untuk pengembangan, tapi juga seluruh keterangan saksi dan terdakwa,” kata juru bicara KPK Johan Budi, kemarin (22/4).

Dalam persidangan Nazaruddin maupun persidangan wisma atlet dengan terdakwa yang lainnya, beberapa saksi dan terdakwa kerap mengungkapkan keterlibatan Andi. Salah satunya adalah mantan Sesmenpora Wafid Muharam. Dia bersikeras cek senilai Rp3,2 miliar yang diterimanya dari Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang dan Direktur Marketing PT DGI merupakan dana talangan yang diketahui Menpora Andi.
Tak hanya itu, Nazaruddin juga pernah mengungkapkan Andi menerima jatah Rp10 miliar dari proyek pusat pelatihan, pendidikan dan sekolah Hambalang. Kata Nazaruddin, uang tersebut berasal dari PT Adhi Karya, perusahaan pemenang proyek yang diberikan Mahfud Suroso yang disebut-sebut orang dekat Anas.

“Pokoknya, semua yang ada dipersidangan akan kami manfaatkan. Tapi tentu saja pengakuan-pengakuan itu harus berdasakan alat bukti,” kata Johan.
Dia menerangkan, KPK memang tidak mengarahkan tuduhan keterlibatan seseorang secara satu persatu. Namun KPK akan terus mengembangkan wisma atlet dan kasus yang lainnya terkait Nazaruddin secara utuh.

Nah, jika nanti dalam perkembangannya KPK menemukan alat-alat bukti keterlibatan pihak lain, maka komisi antikorupsi yang dipimpin Abraham Samad itu tidak akan segan-segan menetapkan tersangka baru.

KPK, kata Johan, akan segera menindaklanjuti kasus wisma atlet dengan tersangka Angelina Sondakh. Fakta-fakta di dalam persidangan Nazaruddin pun akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk membantu mengembangkan kasus Angie.

Bahkan, kata Johan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil dan memintai keterangan Andi sebagai saksi untuk Angie. Sementara itu, kuasa hukum Nazaruddin, Rufinus Hutauruk meminta agar KPK benar-benar serius menindaklanjuti fakta-fakta yang muncul di dalam persidangan. Menurut dia, fakta di persidangan sudah jelas-jelas menyebutkan keterlibatan Andi. “Sudah banyak fakta-fakta yang menyebutkan Andi terlibat. KPK seharusnya sudah bisa menjeratnya,” imbunnya. (kuh/bay/jpnn)